Dirut PTPN2 Harus Sterilkan Pengamanan Areal HGU
IMANUEL SITEPU. STM HILIR. Untuk meningkatkan hasil produksi Afd V Kebun Limaumungkur, Dusun Tungkusan Desa Tadukenraga (Kec. STM Hilir, Deliserdang), Dirut PTPN2 Bhatara Moeda Nasution harus menekan kinerja menejer kebun. Diduga, sejak berdirinya gudang sawit di daerah itu, target hasil produksi setiap harinya kabarnya tidak tercapai akibat penjarahan oleh mafia sawit. Parahnya lagi, sebagaian tanaman sawit di lokasi ini telah dirusak oleh mafia tanah.
“Untuk menghindari itu semua, sudah sepatutnya Bhatara Moeda Nasution mengsterilkan pengamanan di areal Hak Guna Usaha (HGU) dengan menganti seluruh pejabat PTPN2 kebun Limau Mungkur yang selama ini disinyalir memuluskan penjarahan,” demikian dikatakan salah satu Warga S. Sembiring (34) di Desa Tadukenraga [Sabtu 19/5].

Menurut Pak Sembiring, sebulan terakhir, banyak mafia sawit menggunakan angkutan sepeda motor dengan memakai keranjang (along-along) membawa sawit ke gudang tersebut. Mereka selanjutnya menjualnya ke salah satu gudang sawit di Kecamatan STM Hilir dengan angkutan mobil. Mobil sawit itu berlalulalang setiap harinya tanpa adanya respon Polsek Talunkenas. Kuat dugaan, pada setiap armada pengangkut TBS ditempel stiker yang bertulisan “ keluarga besar Marinir”.
Parahnya lagi, ratusan truk pengangkut tanah timbun dari lokasi kebun HGU masih terlihat keluar masuk kebun di Dusun Tungkusen Desa Tadukenraga dan Dusun Sinembah Desa Limaumungkur (Kec, STM Hilir, Deliserdang). Aktivitas Galian C ini bukan saja berpengaruh kepada produksi kebun yang menurun, karena tanaman sawit yang masih produktif ditumbangi, namun juga membuat sejumlah warga kesal. Sepanjang jalan Tanjungmerawa — Talunkenas penuh, ujarnya.
Foto : Tanaman Sawit yang masih produktif ditumbangi oleh pengusaha Galian C Ilegal di kebun Limaumukur.
Oleh karena itu, kata Sembiring, agar produksi semestinya tercapai, jajaran Direksi PTPN2 yang baru mendapat amanah dari Menteri BUMN hendaknya turun ke lapangan. Jangan hanya menerima laporan dari bawahan. Dirut PTPN2 harus mampu mencopot jabatan yang diemban menejer Limaumungkur. Untuk menstabilkan hasil produksi kelapa sawit dari penjarahan, Tamba Tua Siahaan SE tampaknya tidak mampu untuk mempertahankanya, jelasnya.
Menyikapi tudingan tak sedap itu, Tamba Tua Siahaan SE Menejer Kebun Limaumungkur berulangkali dihubungi melalui ponselnya, nada panggil masuk namun yang bersangkutan tidak bersedia mengangkatnya. sumber : http://www.sorasirulo.net





