LEBARAN, JEMBATAN PASAR SORE BISA DIPERGUNAKAN

Medan-andalas Pembangunan jembatan gantung di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di belakang Pasar Sore, Kelurahan Padang Bulan, dalam hitungan hari ke depan akan rampung. Jembatan baru yang dibangun sebagai pengganti jembatan yang ambruk itu ditargetkan bisa dipergunakan warga saat Lebaran.

Hal tersebut diketahui saat Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meninjau kembali lokasi pembangunan jembatan gantung tersebut, Kamis (24/7).

Ikut dalam peninjauan itu Kepala Dinas Bina Marga Khairul Syahnan, Dirut PD Pasar Beni Sihotang, Kepala Dinas TRTB Syampurno Pohan, dan Kabag Humas Budi Hariono.

Warga sekitar selama ini sangat mendambakan kehadiran jembatan baru. Soalnya keberadaan jembatan sangat vital bagi mereka sebagai sarana penghubung Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru dengan Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia.

Itu sebabnya selama jembatan baru belum selesai dibangun, warga terpaksa menggunakan jasa rakit bambu untuk bisa menyeberang dengan membayar Rp1.000 per orang.

Selain warga sekitar, ratusan pedagang di Pasar Sore juga merasakan dampak dari ambruknya jembatan gantung tersebut. Kondisi ini terjadi akibat sebagian besar pembeli dagangan mereka berasal dari warga yang bermukim di Kelurahan Polonia.  Pascajembatan ambruk, sebagian warga Kelurahan Polonia memilih belanja di tempat lain.

“Bagaimana mereka mau belanja kemari (Pasar Sore), selain harus melewati jalan alternatif yang cukup jauh, mereka pun harus mengeluarkan uang lagi untuk ongkos angkot agar sampai ke pasar ini. Sedangkan untuk menyeberang dengan menggunakan rakit yang lebih cepat dan praktis namun terlalu berisiko. Apalagi ketika air sungai tengah meluap,” keluh salah seorang pedagang.

Itu sebabnya ketika mengetahui pembangunan jembatan baru segera rampung dan sudah dapat dipergunakan saat Lebaran, ratusan pedagang Pasar Sore pun terlihat gembira lantaran penghasilan mereka akan bertambah kembali.

Karena itu, begitu melihat Dzulmi Eldin datang meninjau kembali lokasi jembatan, mereka langsung menyalaminya sambil mengucapkan kata terima kasih berulang kali.

Dalam peninjauan yang kedua ini, Eldin melihat dua tiang penyanggah konstruksi jembatan sudah berdiri kokoh. Selain itu, konstruksi jembatan baja juga sudah selesai dan berada di lokasi. Artinya, pihak dinas bina marga tinggal menaikkan konstruksi jembatan baja di kedua tiang penyanggah terebut.

“Insya  Allah, hari ini kontruksi jembatan baja akan dinaikkan di kedua tiang penyanggah yang sudah selesai dibangun. Kita berharap pengerjaan dilakukan secepatnya dan hari Minggu ini bisa rampung. Dengan begitu jembatan ini sudah dapat dipergunakan warga untuk menyeberang pada saat Lebaran,” jelas Eldin di sela-sela peninjauan itu.

Meski sudah dapat dipergunakan, kata Eldin, namun jembatan belum selesai sepenuhnya. Sebab, dibutuhkan waktu lagi untuk pengerjaan aksesoris jembatan. Meski demikian jembatan sudah safety untuk dilalui warga.

“Untuk itulah saya telah menginstruksikan kepada kepala dinas bina marga agar pengerjaan jembatan ini dilakukan siang dan malam agar cepat selesai,” paparnya.

Sementara itu menurut Kadis Bina Marga Kota Medan Khairul Syahnan, jembatan yang baru dibangun ini bukan jembatan gantung seperti dulu. Sebab, sisi kiri dan kanannya tidak menggunakan tali sling melainkan pipa besi. Dia optimis jembatan baru sepanjang lebih kurang 36 meter dan lebar 1,5 meter ini lebih kuat.

“Untuk lantainya kita tidak menggunakan papan melainkan plat baja berbunga sehingga lebih kuat lagi. Berhubung lantainya menggunakan plat besi, berat jembatan ini hanya sekitar 8 ton dan lebih safety untuk digunakan warga menyeberang. Kita berharap kehadiran jembatan ini mampu melancarkan kembali transportasi warga yang sempat terputus,” harap Syahnan.(BEN)
sumber : harianandalas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima | Leave a comment

AIR ALGERIE ANGKUT 110 PENUMPANG HILANG

Aljazir-andalas Lagi-lagi musibah minipa dunia penerbangan internasional. Setelah MH17 milik Malaysia Airlines dan ATR 72-nya TransAsia Airways yang jatuh di Taiwan pesawat milik Maskapai Air Algerie dikabarkan hilang di atas Gurun Sahara, Kamis (24/7) waktu setempat.

Informasi yang diperoleh menyebutkan pesawat jenis MD83 dengan nomor penerbangan AH5017 tersebut membawa 110 penumpang dan enam kru berangkat dari Burkina Faso dengan tujuan Aljazair. Namun setelah mengudara 50 menit dari Bandara Ouagadougou, keberadaannya tak bisa dideteksi radar.

Otoritas bandara Ajazair juga mengakui telah hilang kontak dengan pesawat dari maskapai penerbangan nasional Aljazair, Air Algerie tersebut . Demikian laporan Kantor Berita APS Aljazair dan sebuah maskapai penerbangan Spanyol, pada Kamis (24/7).

APS melaporkan otoritas bandara Aljazair telah hilang kontak dengan pesawat berpenerbangan AH 5017 sejam setelah terbang dari Burkina Faso. Maskapai penerbangan swasta Spanyol Swiftair mengonfirmasi telah hilang kontak dengan pesawat MD-83 yang dioperasikan Air Algerie.

Swiftair menegaskan pesawat itu membawa 110 penumpang dan enam kru. Sedangkan otoritas Aljazair sebelumnya menyebut pesawat Air Algerie adalah Airbus A320.

Swiftair menyebut dalam situs Internet resminya pesawat itu lepas landas dari Burkina Faso pada pukul 01.17 waktu setempat dan diperkirakan mendarat di Aljir pada pukul 05.10 waktu setempat. Tapi, pesawat tidak sampai di tujuannya.

Daftar penumpang dalam pesawat Air Algerie yang hilang termasuk 50 warga Prancis. Menteri Perhubungan Burkina Faso, Jean Bertin Ouedrago mengatakan bahwa pesawat itu dalam penerbangan dari Ouagadougou di Burkina Faso menuju Aljir dan meminta mengubah haluan pada 01.38 GMT karena ada badai di kawasan tersebut.

Dua jet tempur Prancis yang berpangkalan di kawasan itu telah diberangkatkan untuk melacak keberadaan pesawat Air Algerie.

Pesawat jenis DC-9 yang mengangkut ratusan  penumpang dengan berbagai kebangsaan serta awak yang seluruhnya berkebangsaan Spanyol itu hilang setelah meminta berputar karena jarak pandang yang buruk. Penerbangan saat itu berada di atas wilayah udara Mali dan sudah mendekati perbatasan Aljazair. (in/ant/bs/ma)
sumber : harianandalas

Posted in Berita | Leave a comment

DATA PENGUNGSI SINABUNG TANGGAL 21 JULI 2014

Data Pengungsi Sinabung Tgl 21 Juli 2014; Jumlah Pengungsi: 2338KK/7591Jiwa, Lansia: 453, Ibu Hamil: 74, Bayi: 248. Huntara: 2053 KK/ 6179 Jiwa

Jumlah Pengungsi: 2338KK/7591Jiwa
Laki: 2168
Perempuan: 2239
Kelompok Rentan:
Lansia: 453
Ibu Hamil: 74
Bayi: 248
Pos Pengungsian: 20 Pengungsian (Data Posko Tanggap Darurat)
JUMLAH Pengungsi yang Tinggal di Hunian Sementara = 2053 KK/ 6179 Jiwa

I. DESA YANG SUDAH DI PULANGKAN
1. Cimbang (Sudah Pulang tgl 16/2, 68 KK/ 234 Jiwa)
2. Ujung Payung (Sudah Pulang 15/2, 93 KK/ 311 Jiwa)
3. Payung (Sudah Pulang tgl 21/2, 538 KK/ 1788 Jiwa)
4. Rimo Kayu (Sudah Pulang tgl 14 Feb 2014, 196 KK/ 657 Jiwa)
5. Batu Karang (Sudah Pulang tgl 14 Feb 2014, 270 KK/ 805 Jiwa)
6. Jeraya (Sudah Pulang tgl 22/2, 146 KK/ 551 Jiwa)
7. Pintu Besi (Sudah Pulang tgl 23/2, 65 KK/ 242 Jiwa)
8. Tiga Pancur (Suah Pulang 18/2, 252 KK/ 833 Jiwa)
9. Naman (Sudah Pulang 14/2, 424 KK/ 1533 jw)
10. Kutambelin (Sudah Pulang 15/2, 265 KK/ 990 jw)
11. Kebayakan
12. Gung Pinto (Sudah Pulang 16/2, 146 KK/ 517 jw)
13. Sukandebi (Sudah Pulang 16/2, 259 KK, 902 jw)
14. Kutambaru (Sudah Pulang tgl 22/2, 185 KK, 648 jw)
15. Tj. Merawa (Sudah Pulang 16/2, 338 KK, 1201 jw)
16. Tiganderket (Sudah Pulang tgl 19/2, 505 KK/ 1779 jw)
17. Temberun (Sudah Pulang tgl 23/2, 125 KK, 367 jw)
18. Perbaji (Sudah Pulang tgl 3/6, 204 KK/ 552 Jiwa)
19. Mardinding (Sudah Pulang tgl 16/6 ,296 KK/ 933 Jiwa )
20. Selandi Lama (Sudah Pulang tgl 3/7 ,83 KK/ 251 Jiwa )

II. DESA YANG AKAN DI PULANGKAN SAMPAI (STATUS SIAGA)
1. Desa Mardinding
2. Desa Perbaji
3. Desa Selandi
4. Desa Sukanalu
5. Desa Sigarang-garang
6. Desa Kutarayat
7. Desa Kuta Gugung
8. Dusun Lau Kawar
9. Desa Kuta Tengah

III. DESA YANG AKAN DI PULANGKAN SAMPAI (STATUS NORMAL)
1. Desa Kuta Tonggal
2. Desa Gamber
3. Desa Berastepu
4. Desa Guru Kinayan

IV. DESA YANG AKAN DI DIRELOKASI
1. Desa Sukameriah
2. Desa Bekerah
3. Desa Simacem

V. TITIK POS YANG SUDAH KOSONG
1. Tongkoh : 225 KK/ 708 Jiwa
2. Losd Sempajaya 510 KK/ 1.622 Jiwa
3. Jambur Korpri 303 KK/ 982 Jiwa
4. Maka Mehuli 170 KK/ 644 Jiwa
5. Jambur Siabang-abang 403 KK/ 1.256 Jiwa
6. GBKP Runggun Sumbul 96 KK/ 315 Jiwa
7. Jambur Lau Gumba 248 KK/ 767 Jiwa
8. Lap Futsal Lau Gumba 412 KK/ 1.216 Jiwa
9. Losd Tanjung Pulo 227 KK/ 712 Jiwa
10. Losd Tanjung Mbelang 123 KK/ 363 Jiwa
11. Jambur Taras 63 KK/ 193 Jiwa Pindah Ke Gereja Adven Sumbul18.
12. Gudang Jeruk Surbakti
13. Islamic Center 116 KK/ 401 Jiwa pindah ke UKA 3 Kabanjahe
14. Lap Futsal Sumbul 14 KK/ 34 Jiwa pindah ke Gereja Adven Sumbul dan 86 KK/ 269 Jiwa di hunian sementara
15. Klasis GBKP Tiga nderket 75 KK/ 118 Jiwa tinggal di hunian sementara
16. Losd Tiga Binanga 269 KK/ 933 Pulang ke Desa Mardinding Tgl 15 Juni 2014
17. Pos UKA 1 sudah kosong tgl 19 Juni 2014
18. Pos Losd Ds Perbesi sudah kosong tgl 03 Juli 2014
19. Klasis GBKP Kabanjahe 186 KK/443 Jiwa
20. GBKP Kota Kabanjahe 401 KK/1133 Jiwa
21. Kantor Asap Kabanjahe 80 KK/197 Jiwa
22. Pos Zentrum Kabanjahe sudah Kosong tgl 17/07/2014
23. Pos Mesjid Agung Kabanjahe kosong tgl 21/7/2014

DATA PENGUNGSI YANG MENERIMA SEWA RUMAH, SEWA LAHAN YANG MENETAP DI HUNIAN SEMENTARA

1 Suka Meriah, 136 KK/ 436 Jw
2 Bekerah, 103 KK/ 331 Jiwa
3 Simacem , 131 KK/ 445 Jiwa
4 Kuta Tonggal , 109 KK/ 361 Jiwa
5 Berastepu, 594 KK/ 1521 jiwa
6 Gamber, 185 KK/ 589 Jiwa
7 Guru Kinayan, 101 KK/ 278 Jiwa

JUMLAH Pengungsi yang Tinggal di Hunian Sementara = 2053 KK/ 6179 Jiwa

V. DESA YANG AKAN MENYUSUL SEWA RUMAH, LAHAN DAN JADUP
1. Guru Kinayan 677/1987JIWA
sumber : mediacenter

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KISAH BUS SINABUNG JAYA, DULU DAN KINI – (1)

Sudah tahu dengan bus Sinabung Jaya? PO. Sinabung Jaya adalah nama dari perusahaan otobus yang melayani trayek “Medan – Tanah Karo” dan beberapa daerah lainnya di Provinsi Sumatera Utara. Sekilas, jelas akan terlihat biasa saja. Seperti saat kita menggunakan jasa angkutan umum lainnya, tentu tak akan banyak pertanyaan tentang angkutan yang kita tumpangi. Namun, ada sesuatu yang khusus pada Sinabung Jaya. Ternyata, perusahaan otobus Sinabung Jaya memiliki kisah yang panjang dan mengesankan. Berikut rangkuman kisah Sinabung Jaya yang Gobatak sunting dari sinabungjaya.com. ( Gobatak & Sarudung.blogspot)

Admin :

Admin akan menyajikan secara bertahap dan lengkap serta didukung dengan foto dokumentasi keluarga dan lainnya. Semoga sajian ini bermanfaat bagi generasi muda walau apapun profesi yang digeluti serta tingkap pendidikan yang terendah sekalipun dimiliki asal ada kemauan, disiplin, mau bekerja keras dan pantang putus asa, berhemat dan punya cita-cita akan berhasil dikemudian hari menjadi salah satu orang yang sukses dalam mencapai cita-citanya., semoga terima kasih salam sinabung jaya & Taneh Karo Simalem.

Begini kisahnya :

Perusahaan Otobus PO. Sinabung Jaya yang beralamat di Jl. Veteran Gang Usaha Tani, Berastagi, Kabupaten Tanah Karo Provinsi Sumatera Utara mulai dirintis oleh Reti Sembiring Gurukinayan yang dilahirkan pada tahun 1904 di kampung Gurukinayan yang letaknya persis di bawah Gunung Sinabung, kecamatan Payung, Kabupaten Tanah Karo.  Mempersunting seorang gadis bernama Releng br Sitepu anak saudara dekat dari ibunya yang berasal dari kampung Berastepu dan dikaruniai 10 (sepuluh)  anak yang terdiri dari 7 (tujuh) anak pria dan 3 (tiga) anak perempuan.

Profil Sjaya-Ayahanda Reti dan Ibu Releng

Foto Alm.Ayahanda  Reti Sembiring Gurukinayan dan istrinya Almh.Ibunda  Releng Bru Sitepu Tahun 1961 pada saat mendirikan perusahaan otobus PO. Sinabung Jaya tanggal 1 April 1961

Reti Sembiring Gurukinayan adalah seorang anak sulung dari keluarga petani yang ayahnya bernama Ngupahi Sembiring Gurukinayan yang beristrikan Peraten br Sitepu yang kebetulan juga berasal dari kampung Berastepu yang lokasinya bertetangga dengan kampung Gurukinayan, yang dikarunia 3 (tiga) orang anak yaitu Reti  Sembiring Gurukinayan, Bantamuli br Sembiring Gurukinayan dan Rekat Sembiring Guruki-nayan.

Profil Sjaya-nini bulang dan nini karo Foto kedua orang tua Almarhum Reti Sembiring Gurukinayan tahun 1930. Ngupahi Sembiring Gurukinayan dan istrinya Peraten Bru Sitepu

Dibesarkan dan dididik di keluarga petani, bukan berarti Reti Sembiring Gurukinayan ingin menjadi petani walaupun tanah ladang dan sawah yang akan diwariskan oleh ayahnya kelak cukup untuk menghidupi keluarganya di kemudian hari, beliau mempunya cita-cita lain untuk masa depannya. Walaupun tidak pernah mengikuti pendidikan formal di bangku pendidikan sekolah rakyat (sekolah dasar) atas kemauan keras untuk mewujudkan cita-citanya secara otodidak akhirnya dimasa remajanya dapat membaca, menulis dan berhitung.  Profil Sjaya-gerbang desa gurki dan gunung sinabung Foto Gunung Sinabung yang dilihat dari pintu masuk kampung Gurukinayan yang terletak dibawah gunung tersebut  di abadikan  pada tanggal 11 Juni 2006 oleh Kartika Sari (Tika) Bru Purba, cucu paling bungsu dari anak alm. Reti Sembiring Gurukinayan, Nurain Bru Sembiring Gurukinayan.

Dalam masa pertumbuhan remajanya beliau ketika berumur 11 tahun telah meninggalkan kampung Gurukinayan menjadi kernek bus di kampung Batukarang, karena tokehnya atau pemilik bus bernama Atol Bangun berdomisili di kampung tersebut. Reti Sembiring Gurkinayan mempunyai cita- cita agar dikemudian hari beliau ingin memiliki armada bus walaupun pada saat itu hanyalah sebagai kernek bus ban mati / roda mati diawal tahun 1915. Beliau sadar bahwa untuk dapat memiliki armada bus sendiri tentu akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan panjang serta harus memiliki tekad yang kuat, mau bekerja keras, disiplin dan juga hemat. Pada waktu itu tidak semua yang menjadi kernek bus/ truk otomatis dikemudian hari akan  dapat  menjadi  seorang  supir.  Peningkatan kariernya  tidak  akan pernah tercapai apabila tidak dapat mengambil hati supirnya yang mempunyai otoritas cukup besar untuk menentukan siapa yang layak sebagai kerneknya dalam mengoperasikan bus / truk  yang   dipercayakan oleh pemiliknya (majikannya) Kalau  sang  kernek  tidak  rajin  dan  tekun  serta disiplin dan gigih maka kemungkinan besar sang kernek dapat diberhentikan oleh supirnya dan kedudukannya akan digantikan oleh orang lain yang menurut sang supir lebih baik atau selamanya hanyalah sebagai kernet karena sang supir tidak pernah memberi kesempatan baginya untuk belajar mengemudi. Profil Sjaya-Mobil-Ford tahun 1915 menggunakan ban mati

Foto : Mobil-Ford tahun 1915 menggunakan ban mati. (ilustrasi)

Mengingat pada waktu itu, Reti Sembiring Gurukinayan yang mempunyai cita-cita yang tinggi bagi dirinya dan untuk masa depannya serta keluarganya dikemudian hari, beliau berusaha menjadi kernek yang gigih, rajin dan disiplin dan  disayangi oleh supirnya serta mempunyai rasa memiliki. Karena khawatir suatu saat kemungkinnan akan diberhentikan oleh sang supir bila tidak rajin dan disiplin maka dalam melaksanakan tugasnya sebagai kernek bus beliau bekerja keras agar penghasilan dari setoran bus yang mereka operasikan bersama supirnya minimal dapat menghasilkan setoran yang layak dan wajar kepada pemilik bus. Akan tetapi tidak hanya masalah setoran yang jadi patokan bagi dirinya dalam melaksanakan pekerjaannya, tapi juga masalah perawatan bus pun menjadi perhatian utamanya, sehingga beliau juga berupaya untuk mengetahui seluk beluk mesin bus termasuk membersihkan bus di poolnya pada malam hari apabila selesai operasi pada pagi dan siang hari. Pada saat itu untuk dapat menjadi supir tidaklah semudah pada saat ini, pekerjaan sebagai supir sangat didambakan oleh banyak orang bagi mereka yang tidak mau melanjutkan sekolahnya ketingkat yang lebih tinggi, apalagi bagi seorang pemuda bernama Reti Sembiring Gurukinayan yang pada awalnya adalah seorang yang buta aksara sehingga tidak ada pilihan lain selain menjadi kernek dulu baru menjadi supir kemudian memiliki armada bus sendiri, cukup sederhana cita-citanya, sedangkan pekerjaan sebagai petani di kampung tidak ada dalam benaknya. Disamping itu pekerjaan sebagai supir sangat dihormati oleh masyarakat didaerah kelahirannya, dan tentunya juga menjadi idaman oleh para gadis untuk dapat dipersunting menjadi istri seorang supir. Didalam pikirannya, hanya  dengan jalan yang sedang dia tekuni inilah satu-satunya jalan bagi dirinya untuk mencapai masa depan yang lebih baik dikemudian hari. Apalagi beliau anak tertua dari 3 (tiga) bersaudara, maka seyogyanya dapat memberikan contoh atau panutan bagi saudara lainnya, hal ini berlaku umum di masyarakat Karo. Ada kepercayaan masyarakat Karo, apabila anak tertua berhasil atau sukses / memiliki pendidikan tertinggi maka dengan sendirinya adik-adiknya akan mengikutinya jejaknya, orang yang sukses didalam keluarga akan dengan sendirinya memiliki wibawa dan jadi panutan dibandingkan dengan yang tidak berhasil, terutama dihadapan saudaranya atau adik-adiknya. Profil Sjaya-Ayahanda Rekat dan Ibu Goto

Foto Alm. Ayahanda Rekat  Sembiring Gurukinayan (adik kandung Alm. Reti Sembiring Gurukinayan) bersama Almh Ibunda  Goto  Bru Sitepu.

Mengingat begitu tingginya cita-cita yang sebenarnya mungkin cukup sederhana bagi sebagian orang, apalagi tidak terlalu sulit untuk mencapainya, karena hanya dengan bermodalkan mau bekerja keras, tekun, disiplin dan mau berhemat serta mempunyai rasa memiliki maka kemungkinan besar akan dapat berhasil. Beliau sadar bahwa orang yang awalnya buta aksara maka beliau tidak mengimpikan cita-cita yang muluk-muluk, hanya satu keinginannya bahwa pada suatu saat dapat memiliki bus sendiri yang akan dia kemudikan sendiri dan dirawat sendiri agar biaya perawatannya akan semakin ringan. Oleh sebab itu, pada pada malam harinya setelah selesai membersihan bus yang menjadi tanggung jawabnya sehari-hari , beliau juga mencuci tidak hanya pakaiannya sendiri akan tetapi juga pakaian supirnya, walaupun    tidak pernah disuruh oleh supirnya yang memang bukan menjadi tanggung jawabnya sebagai kernek bus. Demikian juga diwaktu senggang beliau tidak lupa untuk belajar membaca, menulis dan berhitung secara otodidak sehingga akhirnya berhasil. Beliau tidak pernah mengikuti pendidikan formal karena situasi dan kondisi keluarga pada waktu itu tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan formal dijaman penjajahan, apalagi sebagai anak tertua semasa kecilnya beliau juga harus ikut menggendong dan merawat adik-adiknya serta membantu ibunya di ladang. Profil Sjaya- bus roda mati tahun 1930-1

Foto bus roda mati tahun 1930 yang pada waktu itu lebih tepat disebut oplet atau minbus karena daya angkuta penumpang tidak lebih dari 12 (dua belas) penumpang dengan posisi menyamping. Armada bus “ATOL” seperti inilah pada waktu itu dimiliki Alm. Bapak  Atol Bangun

Semasa hidupnya, untuk menandatangangi dokumen yang berhubungan usahanya , tanda tangannya cukup sederhana dengan menulis nama awalnya sendiri. Melihat kegigihannya dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari dan disenangi supirnya, maka dalam waktu relatif tidak terlalu lama, cita-citanya tahap  pertama  dapat  dicapainya. Beliau  diberi   kesempatan   oleh supirnya untuk belajar menyetir bus pada saat selesai operasi atau dalam perjalanan pulang ke pool di kampung Batukarang. Tidak hanya itu, beliau juga dibimbing supirnya secara terus menerus agar dapat mengetahui seluk beluk mesin maupun system elektrik serta cara perbaikannya.

Perlu diketahui, bahwa pada waktu itu, seorang supir haruslah orang yang paling tahu seluk beluk teknis mesin serta elektriknya, hal ini memang harus menjadi persayaratan utama karena apabila terjadi  masalah atau kerusakan di tengah jalan maka sang supirlah yang  harus bisa memperbaiki sendiri bus yang menjadi tanggung jawabnya dan tindak mungkin mendapat bantuan dengan segera apabila terjadi kerusakan di tengah perjalanan. Apalagi kondisi alamnya pada waktu itu antar  kampung  atau kota lokasi cukup jauh dan harus melewati hutan atau sawah/ ladang penduduk setempat yang jarang dilewati kenderaan lain yang jumlahnya didaerah tersebut masih dalam hitungan jari. Profil Sjaya-bus atol 1931

Armada bus PO. ATOL di Dataran Tinggi Karo Tahun 1930 di Kabanjahe yang dimiliki oleh Bapak Atol Bangun yang berasal dari desa Batukarang, sekarang di Kabupaten Karo Sumut dimana Bapak Reti Sembiring Gurukinayan pernah menjadi kernek dan pengemudi Bus Atol tersebut

Setelah cukup lama menjadi kernek bus, pada tahun 1930 Reti Sembiring Gurukinayan meningkat statusnya dari kernek menjadi supir bus ban mati yang selama ini menjadi cita-cita yang cukup lama dipendamnya. Beliau mengoperasikan bus ban mati bernama “ATOL” yang pemiliknya bernama Atol Bangun yang berasal dari Batukarang. Beliau cukup lama bekerja pada majikannya tersebut sehingga hubungan antara beliau dengan bapak Atol Bangun bukan lagi seperti hubungan kerja antara majikan dan karyawannya, akan tapi menjadi hubungan keluarga yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dikemudian hari, sewaktu beliau pindah ke Berastagi pada tahun 1948 dan setahun kemudian menyusul istri dan anak-anaknya, bapak Atol Bangun sering berkunjung ke rumah beliau di Berastagi, hubungan kekeluargaan ini tetap berlangsung walaupun bapak Atol Bangun bukan lagi majikan beliau.    Profil Sjaya-bus atol 1931- Atol Bangun dan keluarga

Bapak Atol Bangun bersama keluarga dan karyawannya foto bersama didepan Kantor PO. ATOL tahun 1930 di Kabanjahe, sekarang ibu kota Kabupaten Karo Sumut.

Beliau tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dicapainya, karena cita-cita awal yang paling tinggi bagi ukuran beliau pada waktu itu adalah, pada suatu saat beliau bercita-cita memiliki armada bus sendiri. Oleh sebab itu beliau sadar bahwa pekerjaan sebagai kernek kemudian menjadi supir hanyalah jalan untuk meraih cita-citanya tersebut. Selama menjadi kernek maupun supir bus, beliau bekerja keras dan tidak mengenal lelah, disiplin, hemat agar pada suatu saat dapat mewujudkan cita-citanya tersebut, uang yang sudah dikumpulkan dari hari kehari setelah dipergunakan sebagian untuk keperluannya, kemudian disimpan dibawah kasur. Karena kegigihannya selama bekerja pada majikannya tersebut di atas, beliau tidak hanya disayangi majikannya tapi juga disegani oleh kerneknya, hal ini dapat dibuktikan dikemudian hari, dimana setelah beliau  memiliki bus sendiri sampai memiliki perusahaan otobus PO. Sinabung Jaya  hubungan silaturahmi antar dia dengan mantan supirnya, maupun kernek dapat terpelihara sepanjang hidupnya. Malah setelah beliau meninggal dunia, banyak mantan supirnya maupun kerneknya tetap membicarakan dan mengenang beliau , walaupun dulu mereka sering ditegor, malah ada yang pernah dikejar-kejar dengan membawa martil karena kesalahan fatal yang mereka buat sehingga mesin busnya rusak antara lain lupa mengisi air radiator yang seharusnys setiap sampai di stasiun pemberhentian terakhir harus di periksa ulang sebelum berangkat lagi ke stasiun awalnya. Walapun sering ditegor atau dimarahi mereka tidak pernah sakit hati karena apa yang dilakukan beliau dapat mereka maklumi atau pada tempatnya, dan semua itu tujuannya adalah   untuk   mendidik      mereka supaya menjadi pintar atau menguasai mesin dan elektri bus yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini sering mereka ceritakan kepada anak-anak beliau termasuk kami yang pada waktu PO. Sinabung Jaya didirikan pada tanggal 1 April tahun 1961 sudah berumur 10 tahun.

Setelah karier Reti Sembiring Gurukinayan meningkat yang tadinya hanyalah sebagai kernek kemudian menjadi seorang supir yang disenangi oleh majikannyanya, barulah beliau punya cita-cita berikutnya yaitu mempunyai istri dengan  pemikiran  sudah   dapat   memberikan  nafkah kepada istri maupun anak-anaknya di kemudian hari. Beliau mempersun-ting seorang istri bernama Releng br Sitepu dari keluarga ibunya di Berastepu pada tahun 1930 dalam usianya  yang  ke  duapuluh enam tahun, sehingga hubungan kekeluargaan semakin erat persaudaraannya. Beliau tinggal bersama istrinya di rumah yang cukup sederhana yang baru dibangunnya di ladang Tambak Rahu yang berlo -kasi dipinggir kampung Gurukinayan kearah gunung Sinabung, hasil dari jerih payahnya selama menjadi kernek dan supir. Profil Sjaya-rumah sederhana tambak rahu gurky

Foto rumah sederhana yang dibangun oleh alm. Reti Sembiring Gurukinayan yang berlokasi di ladang Tambak Rahu, kampung Gurukinayan dan sebagai tempat tinggal pertama kali sewaktu Almarhum baru membina rumah tangganya dengan istrinya almarhum Releng Bru Sitepu yang sampai saaat ini tetap berdiri dengan kokoh tanpa pernah dilakukan perbaikan yang berarti, foto diabadikan pada  tanggal 11 Juni 2006 oleh Kartika Sari Bru Purba, cucunya  paling bungsu.

Pada tahun 1931 lahir lah anak pertama yang diberi nama Kueteh Sembiring Gurukinayan, dan dua tahun kemudian lahir seorang anak perempuan, akan tapi beberapa hari kemudian dipanggil Allah Bapa yang maha kuasa. Karena pada waktu itu masyarakat Karo pada umumnya masih penganut animisme dan karena umurnya baru beberapa hari maka jasadnya harus dibakar dan abunya dilarungkan di sungai Parik Lau dekat ladang keluarga Kembilik kampung Gurukinayan. Profil Sjaya-kueteh sembiring

Foto : Drs.  Kueteh Sembiring Gurukinayan, Penggagas  Merk “ Sinabung Jaya” anak sulung Bapak Reti Sembiring Gurukinayan/ Releng Bru Sitepu sehingga beliau lebih di kenal dengan panggilan nama “Pa Kueteh” (Bapaknya Kueteh) dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat Batak Karo.

Selanjutnya, pada tahun 1936 lahir anak yang ketiga laki-laki diberi nama Dors Erti Sembiring Gurukinayan   sampai  dengan   anak  yang   kesepuluh  (terakhir)  pada  tahun  1956  yang  bernama Resmond Jaya Sembiring Gurukinayan, sama dengan kepercayaan daerah lainnya, banyak anak akan membawa banyak rejeki. (Bersambung)

 

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Cerita (Turi - Turin), Informasi Penting, Informasi Untuk Kabupaten Karo, Ragam Cerita Operasional | Leave a comment

JOKOWI PRESIDEN RI KE-7

Rekapitulasi KPU : Prabowo-Hatta: 46,85%, Jokowi-JK 53,15%

Jakarta-andalas Komisi Pemilihan Umum Pusat menetapkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih untuk periode 2014-2019 dalam SK 536/Kpts/KPU/Tahun 2014 saat rapat pleno penetapan rekapitulasi suara secara nasional Pilpres di Jakarta, Selasa (22/7) malam.

Dalam pengintungan yang dilakukan KPU, pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memperoleh 62.576.444 suara atau sebanyak 46.58 persen dari suara sah nasional. Sedangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Ir. H. Joko Widodo dan Drs. Muhammad Jusuf Kalla memperolehan suara 70.997.833 atau 53,15 persen dari total suara sah.

“KPU memutuskan, menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2014 nomor urut 2, Ir. H. Joko Widodo dan Drs. Muhammad Jusuf Kalla dengan perolehan suara 70.997.833 atau 53,15 persen dari total suara sah,” kata Ketua KPU RI Husni Kamil Manik.

Keputusan tersebut berlaku sejak ditetapkan pada 22 Juli 2014 di Jakarta, dengan tembusan kepada Pimpinan MPR, Pimpinan DPR, Pimpinan DPD, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono serta pimpinan parpol atau gabungan parpol pengusung pasangan calon.

Penetapan pasangan capres-cawapres terpilih oleh KPU tersebut tidak dihadiri Prabowo Subianto – Hatta Rajasa. Namun hal itu tidak mempengaruhi, karena KPU tetap melaksanakan kegiatan penetapan hasil rekapitulasi tersebut.

Presiden-wapres terpilih Jokowi-JK yang dikabarkan awalnya tidak memenuhi undangan akhirnya datang ke Kantor KPU tak lama Ketua KPU membacakan perolehan suara masing-masing calon di sejumlah provinsi. Proses pembacaan sempat terhenti ketika Jokowi-JK memasuki ruang rapat pleno KPU.

Jokowi mengenakan batik cokelat, didampingi JK yang mengenakan batik berwarna biru. Keduanya tampak tenang kendati telah mengetahui hasil rekapitulasi dari pemberitaan yang ramai sejak, Selasa (22/7) sore.

Sontak kedatangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Gedung KPU Pusat menjadi perhatian para jurnalis. Para pekerja media yang berkumpul di bagian tengah ruang rapat, untuk mengambil gambar sempat saling dorong karena kedatangan Jokowi dan Kalla di tengah-tengah pembacaan hasil rekapitulasi perolehan suara pilpres.

Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat datang bersama wakilnya, Jusuf Kalla yang mengenakan kemeja batik lengan panjang warna ungu sekitar pukul 20.45 WIB.

Dilokasi terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan semua pihak menerima dengan baik dan tetap menjaga situasi yang kondusif terkait dengan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu Presiden 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum.

“Presiden ingin semua menerima proses ini menerima dengan baik,” kata Juru Bicara Kepresidenan RI Julian Pasha seusai menemui Presiden di kediaman pribadi Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Jawa Barat, Selasa malam (22/7).

Presiden juga menginginkan pihak pemenang juga bisa tetap menjaga sikap dan kegembiraan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Julian, Presiden Yudhoyono sepanjang Selasa terus memantau dan mengikuti secara langsung proses rekapitulasi perolehan suara pilpres yang dilakukan KPU.

Selain memantau proses rekapitulasi Pilpres 2014, SBY juga memantau para pimpinan di jajaran TNI dan Polri melalui fasilitas “video conference”. Julian mengemukakan bahwa Presiden menilai pada saat ini situasi masih dalam kondisi aman dan baik.

“Intinya agar semua pihak bisa menahan diri agar tercipta situasi yang aman dan tertib,” katanya.

Jokowi: Salam 3 Jari!

Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) meminta semua rakyat kembali bersatu serta melupakan sebutan maupun istilah ‘nomor 1′ dan ‘nomor 2.’
Ia mengatakan, inilah saat bergerak bersama! Mulai sekarang, petani kembali ke sawah.

Nelayan kembali melaut. Anak kembali ke sekolah. Pedagang kembali ke pasar. Buruh kembali ke pabrik. Karyawan kembali bekerja di kantor.

“Lupakanlah nomor 1 dan lupakanlah nomor 2, marilah kembali ke Indonesia Raya. Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kuat! Salam 3 Jari, Persatuan Indonesia!” cetus Jokowi sambil mengacungkan tiga jari tengahnya diikuti oleh JK yang berdiri mendampinginya.

Permintaan itu disampaikan Jokowi dalam pidato politik kemenangannya dari atas kapal phinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, usai KPU RI resmi mengumumkan hasil real count Pilpres 2014.

Pasangan nomor 2 Jokowi-JK dinyatakan unggul dengan mendapat jumlah suara sebesar 70.997.883 atau 53,15 persen, sedangkan pasangan nomor 1 Prabowo-Hatta memperoleh 62.576.444 suara atau 46,85 persen.

Jumlah suara sah sebesar 133.574.277, sedangkan jumlah suara tidak sah sebesar 1.379.690, sehingga total jumlah suara sah dan tidak sah sebesar 134.953.967.

Jokowi dalam pidatonya juga meminta dengan kerendahan hati untuk kembali ke takdir sejarah sebagai bangsa yang satu bangsa Indonesia. Yakni, mempererat hubungan keluarga dengan keluarga, teman dengan teman, tetangga dengan tetangga.

“Kita ingin bertanggung jawab membuktikan kepada diri kita bangsa lain dan terutama cucu kita bahwa politik penuh keriangan bahwa ada kegembiraan politik itu kebijakan politik itu suatu kebebasan,” ujar Jokowi.(BBS)
sumber : harianandalas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

TRANSASIA GAGAL MENDARAT, 40 TEWAS

Taiwan-andalas Belum tuntas penyelidikan penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 298 penumpang di perbatasan timur Ukraina-Rusia, dunia penerbangan kembali dikejutkan dengan peristiwa kecelakaan pesawat TransAsia Airways di Taiwan yang diperkirakaan menewaskan sekira 40 orang.

Informasi yang dirangkum menyebutkan, pesawat maskapai berbiaya murah TransAsia jatuh setelah gagal melakukan pendaratan darurat di Taiwan, Rabu (23/7). Pesawat TransAsia Airways mengangkut 58 orang termasuk empat awak pesawat dan jatuh di dekat bandara di Penghu.

Kepala Administasi Aeronautika Taiwan Jean Shen mengatakan TransAsia Airways dengan nomor penerbangan GE222 membatalkan pendaratan darurat di Pulau Magong, kawasan Penghu. Setelah gagal melakukan pendaratan, pilot meminta izin kepada menara pengawas untuk berputar-putar.

Namun pesawat ATR 72 itu kemudian kehilangan kontak dengan menara pengawas Bandara Magongsekitar pukul 19:00 waktu setempat. Kepala Pemadam Kebakaran setempat memperkirakan jumlah korban tewas bisa mencapai lebih dari 50 orang.

TransAsia Airways adalah maskapai penerbangan yang berpusat di Taiwan. Perusahaan itu mengoperasikan 23 armada terutama untuk melayani rute-rute domestik, tetapi juga melayani penerbangan ke Jepang, Thailand dan Kamboja.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat. Sekadar diketahui, Rabu (22/7) waktu setempat, Taiwan diterjang Topan Matmo. Angin kencang dan hujan lebat memaksa sekolah-sekolah tutup. (bs/bs/in/ma)
sumber : harianandalas

Posted in Berita | Leave a comment

KEJARI KABANJAHE DIMINTA USUT PUNGLI CPNS K2

Kabanjahe-andalas Kejaksaan Negeri Kabanjahe (Kejari) diminta mengusut pungutan liar (Pungli) sebesar Rp 10-15 juta per orang bagi 177 tenaga Honorer Kategori II yang sudah dinyatakan lulus seleksi CPNS Tahun 2013 di lingkungan Pemkab Karo.

Pungli yang meresahkan tersebut bukan berita bohong atau belum tentu kebenarannya.  Pungli dengan alasan melengkapi semua pemberkasan termasuk memasukkan nama ke database itu memang benar adanya, tapi sudah menjadi kebiasaan bila ada pungli selalu saja tidak ada yang berani ribut. Hal itu diungkapkan salah seorang sumber andalas yang mengaku Kepala UPTD Diknas di salah satu kecamatan Kabupaten Karo, Rabu (22/7) di Kabanjahe.

Padahal semua anggaran pengangkatan itu sudah ditampung di anggaran Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “Kasihan saya melihat tenaga honorer kategori II yang sudah dinyatakan lulus seleksi CPNS Tahun 2013 di lingkungan Pemkab Karo, tapi masih saja dipersulit, diancam, kalau tidak bayar dicoret,” akunya.

Ketika disinggung siapa oknum yang melakukan pungli tersebut, Dia mengaku, M br G, orang dekat mantan Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti. Selanjutnya, M Br G menyuruh lagi D Br G (UPTD Merek) dan AP (UPTD Berastagi). Kedua oknum PNS inilah yang menjalankan aksi busuk M Br G meminta sejumlah uang kisaran Rp 10-15 juta per orang, mungkin ini ada benang merahnya dengan mantan Bupati Karo.

“Semua orang tahu bagaimana M Br G di lingkungan Pemkab Karo saat Kena Ukur Karo Jambi berkuasa, jangan coba-coba melawan perintahnya,”ujarnya.

“Saat para guru curhat dengan Plt Bupati Karo belum lama ini, para guru juga menyampaikan keluhan terkait banyaknya pungutan liar dilingkungan Diknas dan BKD Pemkab Karo,”tegasnya.

Para guru selalu menjadi sapi perahan oknum tertentu, mulai dari melakukan pinjaman di bank untuk biaya hidup dan keperluan anak sekolah juga mengalami pemotongan oleh kepala sekolah atau Ka UPTD yang sudah ditetapkan sebesar 2 % hingga 3 % atau sekitar Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. Jika tidak diberikan komisi tersebut pinjaman tidak disetujui.

Demikian juga, mutasi guru tidak sesuai aturan yang berlaku dan tidak mempertimbangkan keadaan guru yang bersangkutan, baik keluarga, tempat tinggal, kampung halaman jurusan yang dibutuhkan pada sekolah yang baru dia ditempatkan.

Sekitar 177 tenaga guru honor di jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, yang mendaftar untuk masuk di dalam data base katagori II (K2) dikenakan pungutan dana berkisar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Terungkapnya dugaan pengutipan tersebut, setelah diumumkannya hasil/daftar nominatif  tenaga honorer K2 di lingkungan Pemkab Karo belum lama ini.

“Setelah nama saya keluar di K2 bersama guru honor lainnya, yang dinyatakan lulus, saya beranggapan tidak ada lagi kutipan-kutipan, ternyata harus bayar lagi, katanya untuk uang administrasi. Jumlahnya berfariasi, Rp10-15 juta lah, kalau tidak  bayar, akan dicoret,”ungkap sumber lain yang mengaku salah seorang peserta CPNS K2.

Untuk itu, dia meminta pihak Kejari Kabanjahe untuk mengusut pungli tersebut, agar kedepan ada efek jera. Plt Bupati Karo juga perlu memanggil pihak-pihak tertentu di Diknas dan BKD Pemkab Karo. Kalau didiamkan, nantinya akan semakin merajalela.”Itu yang mengumumkan lembaga resmi negara yakni, MenpanRB atau BKN, jadi anggarannya semua sudah ditanggung pusat,”jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Saroha Ginting MPd mengaku, tidak tahu menahu adanya pungutan liar tersebut. Karena pada saat itu dirinya belum menjabat sebagai Kadisdiknas Karo.(RTA)
sumber : harianandalas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

TAMAN MAKAM PAHLAWAN ?

Kalau melihat arti kata dari Taman Makam Pahlawan, konotasi pertama yang tersirat di benak kita adalah tempat peristirahatan terakhir bagi para “Pahlawan”. Pahlawan itu apa sih?

Pahlawan adalah orang yang sangat berjasa bagi negara kita tercinta ini, yang rela berjuang mengerahkan seluruh jiwa raganya untuk membela Indonesia. Membela Indonesia seharusnya dalam bidang apa pun. Kita sering kok mendengar kata pahlawan olah raga, pahlawan pendidikan, dan masih banyak lagi.

Namun hal ini ternyata tidak tercermin pada kata Taman Makam Pahlawan di atas. Pahlawan yang dimakamkan di sana adalah para pejuang kemerdekaan yang setahu saya harus berasal dari militer. Artinya rakyat sipil walaupun sangat berjasa bagi negara ini tidak bisa dimakamkan di sana, bisanya di taman pemakaman umum. Lalu kalangan militer yang semua dianggap pahlawan tersebut mungkin ternyata ada orang-orang yang notabene malah merugikan negara.

Gimana dong ya, mungkin istilah Taman Makam Pahlawan diganti dengan Taman Makam Militer aja kali ya, apa ada yang dapat memberi masukan?
sumber : fafaahmad

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KISAH BUS SINABUNG JAYA, DULU DAN KINI

Kisah Bus Sinabung Jaya, Dulu Dan Kini
Sudah tahu dengan bus Sinabung Jaya? PO. Sinabung Jaya adalah nama dari perusahaan otobus yang melayani trayek Medan – Tanah Karo dan beberapa daerah lainnya.
Sekilas, jelas akan terlihat biasa saja. Seperti saat kita menggunakan jasa angkutan umum lainnya, tentu tak akan banyak pertanyaan tentang angkutan yang kita tumpangi. Namun, ada sesuatu yang khusus pada Sinabung Jaya. Ternyata, perusahaan otobus Sinabung Jaya memiliki kisah yang panjang dan mengesankan. Berikut rangkuman kisah Sinabung Jaya yang Gobatak sunting darisinabungjaya.com.
Perusahaan Otobus PO. Sinabung Jaya dirintis oleh Reti Sembiring Gurukinayan yang lahir pada tahun 1904. Beliau memulai cita-citanya untuk memiliki armada bus dengan menjadi kernek bus pada usia yang baru 11 tahun. Dengan kegigihannya, dari yang awalnya tidak mengenal aksara, secara otodidak disela waktu luangnya sebagai kernek akhirnya beliau dapat baca dan tulis. Bahkan, dengan kegigihannya dalam pekerjaan, beliau juga diberi kesempatan oleh supirnya untuk belajar menyetir bus dan mengetahui seluk beluk mesin maupun sistem elektrik serta cara perbaikannya.
Kemudian pada tahun 1930, setelah 15 tahun menjadi kernek, akhirnya Reti Sembiring Gurukinayan diangkat menjadi supir bus ban mati yang digunakan pada masa itu. Dan pada tahun 1973, dengan hasil tabungannya selama menjadi supir serta dukungan dari keluarga, dibelilah untuk pertam kali truk roda delapan yang selama itu dicita-citakannya. Truk bak terbuka ban mati atau disebut juga “gara takal” (kepala merah), yang diberi nama Sinabun (bukan Sinabung) dengan logo gambar nenas pada lambungnya. Truk yang kemudian diubah menjadi bus peti sabun tersebut dioperasikan untuk mengangkut penumpang maupun barang di daerah Gurukinayan dan sekitarnya yaitu Berastagi, Kabanjahe dan Tiga Nderket.
Pada tahun 1947, setelah memiliki beberapa unit bus, terjadi agresi militer kedua oleh Belanda yang menyebabkan sebagian besar penduduk yang tinggal di dataran tinggiKaro terpaksa mengungsi ke hutan, sebagian diantaranya mengungsi ke daerah Aceh Tenggara. Maka dengan terpaksa juga mobil bus peti sabun yang sudah mereka miliki dijual pada bulan Nopember 1947, sebelum ikut mengungsi ke hutan juga. Sedangkan mobil truk chasiss “dipinjam” oleh pihak Belanda untuk mendukung agresi mereka ke daerah Kotacane dan sekitarnya yang dikemudikan oleh Tabas Surbakti (kemenakan Reti Semibiring Gurukinayan), yang kemudian karena merasa terancam jiwanya di daerah operasi Belanda di Aceh Tenggara (Kotacane), beliau meninggalkan truk tersebut di “Gunung Setan” sekitar Kotacane, yang akhirnya hilang tidak berbekas.
Pada tahun 1948, setelah pulang dari pengungsian, Reti Sembiring Gurukinayan membuka kedai kopi disamping menjual hidangan lainnya. Sambil membuka kedai kopi di Gurukinayan pada tahun 1948, Reti Sembiring Gurukinayan bekerjasama dengan saudaranya Negeri Sembiring Gurukinayan dan Batak Bangun membeli 1 unit truk, dan beberapa waktu kemudian menambah 2 unit yang dipergunakan untuk mengangkut barang sampai ke Pematang Siantar.
Pada tahun 1950 beliau bergabung dengan perusahaan armada bus PMG (Perusahaan Motor Gunung). Bus tahun 1950 yang beliau punya masuk armada PO. PMG (Perusahaan Motor Gunung) BK. 44980 nomor lambung 36 dengan trayek “Gurukinayan Pekan-Pekan”.
Barulah pada 1 April 1961, dengan memanfaatkan kemudahaan yang diberikan pemerintah pada saat itu bagi perorangan untuk membentuk usaha angkutan, PO. Sinabung Jaya resmi berdiri. Dengan 6 unit armada, Po. Sinabung Jaya menggunakan logo “gambar Gunung Sinabung”, yang posisinya dilihat dari kampung Beganding seberang gunung tersebut, atau kira-kira 5 kilometer sebelum mencapai kampung Gurukinayan. Sedangkan untuk warna cat body lebih dominan berwarna hijau daun sesuai dengan alam pegunungan Kabupaten Karo yang serba hijau, dan sebagian bagian depan/ kap busnya diberi warna biru laut yang menggambarkan udara yang sejuk, segar dan bersih.
Bagian samping body kanan dan kiri diberi garis/ list dari bagian depan (dibawah jendela terdepan) sampai kebagian jendela paling belakang selebar 10 cm berwarna kuning, yang berarti pengemudinya harus selalu waspada dan hati-hati dalam menjalankan bus sehingga tidak akan mengancam keselamatan penumpangnya. Kemudian list warna kuning tersebut dijepit list berwarna merah pada bagian atas dan berwarna putih pada bagian bawah sama dengan bendera negara kita Merah Putih, gagah dan berani, sedangkan untuk merk dan nomor lambung berwarna putih dan list merah.
Akan tetapi pada tanggal 21 September 1964, hampir 3 (tiga) tahun setelah beliau mendirikan PO. Sinabung Jaya pada usianya yang ke 60 tahun, hari Sabtu jam 06.15 pagi Reti Sembiring Gurukinayan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa di rumahnya di Gang Usaha Tani, jl. Veteran Brastagi tempat tinggalnya bersama keluarga yang sekaligus sebagai kantor perusahaan otobusnya PO. Sinabung Jaya. Dan hingga saat ini perusahaan otobus PO. Sinabung Jaya masih diteruskan oleh keluarga Reti Sembiring Gurukinayan.
sumber : sarudung.blogspot.com
Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Cerita (Turi - Turin), Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PENGAMAT: PENOLAKAN PRABOWO HARUSNYA DILAKUKAN AWAL REKAPITULASI

Jakarta (ANTARA News) – Penolakan yang dilakukan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, seharusnya disampaikan saat awal rekapitulasi, kata pengamat hukum dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta Zainal Arifin Mochtar.

“Jangan lupa rekap pilpres dilakukan secara berjenjang jadi kalau ada penolakan hasil termasuk temuan pencoblosan beberapa kali maka harusnya ada dalam catatan penolakan saksi ketika rekapitulasi dilakukan,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta Selasa.

Zainal mengatakan pidota Prabowo soal penolakan rekapitulasi dan pengunduran diri sebagai calon presiden merupakan hak yang tidak dapat dilarang namun terlihat janggal.

Pasalnya, katanya, Prabowo menyampaikan pidato pada ujung menjelang pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pemenang Pilpres 2014.

Zainal mengingatkan kubu Prabowo dapat menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan temuan kecurangan pemungutan suara.

“Pak Prabowo sendiri sudah menyebut akan menggunakan jalur hukum,” ujarnya.

Beberapa mekanisme jalur hukum yang dapat ditempuh seperti kecurangan netralitas KPU bisa diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Bahkan jika salah satu kubu pasangan capres-cawapres menemukan adanya kecurangan pemilu secara terstruktur dan sistematis, katanya, maka mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pidana pemilu juga ada proses yang bisa dilakukan,” kata Zainal.

Zainal yang juga dosen Fakultas Hukum UGM itu, mengatakan pernyataan Prabowo yang mengundurkan diri dari capres menandakan memberikan kemenangan kepada pasangan Jokowi-JK.

KPU menetapkan pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan perolehan 70.997.833 suara atau 53,15 persen dari total suara sah nasional 133.574.277 suara, sedangkan Prabowo-Hatta meraih 62.576.444 suara atau 46,85 persen.(Ant)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment