KOLINDA GRABAR KITAROVIC

Sisa sisa dari piala dunia

PRESIDEN Kroasia – Kolinda Grabar Kitarovic – sempat jadi bahan berita populer beberapa minggu terakhir.

Tak kalah populernya dengan peristiwa kejuaraan sepakbola Piala Dunia.

Dia populer karena..

1. Jabatannya : Presiden
2. Negaranya masuk final
3. Dukungan yang dia berikan kepada tim sepakbola negaranya.

Tapi apa yang Anda tahu tentang dia – dibalik semua itu – selain kecantikannya..?

Lahir pada 29 April 1968.
Ia adalah sarjana jurusan Sastra Inggris dan Spanyol.

Dia juga telah melakukan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di bidang Hubungan Internasional.

Dia menyelesaikan pasca sarjananya dengan beasiswa Fullbright di Universitas George Washington, Harvard & John Hopkins.

Pada usia 46 tahun, di tahun 2015 dia menjadi presiden dan secara bersamaan juga nyambi menyelesaikan pendidikan S3 untuk mendapatkan gelar doktornya dalam bidang Hubungan Internasional.

Jangan kaget.
Meskipun cantik – jangan membayangkan kelembutan – karena dia adalah seorang mantan *_Tentara dan Penembak Jitu_*
Bahkan beberapa kali juga menduduki posisi Komandan.

Dari 2007 hingga 2011 dia adalah duta besar Kroasia untuk AS.

Dia adalah juga wanita pertama yang menjadi Asisten SEKJEN (Sekretaris Jenderal) NATO untuk bidang Diplomasi Publik.

Dalam kapasitas itu dia pernah mengunjungi Afghanistan beberapa kali untuk meningkatkan moral pasukan NATO yang ditempatkan di sana.

Di lingkungan NATO – dia dikenal sebagai *”SWAMBO”* atau yang harus dipatuhi.
Semua takut padanya.

Dikenal sebagai wanita yang kadang seperti tidak masuk akal – dia menanamkan disiplin dan dedikasi melalui contoh dirinya sendiri.
Dia memberijan keteladan ke lingkungan.

Meski jabatannya Presiden – dan sebenarnya merupakan _”tugas negara”_ – tapi saat menghadiri pertandingan Piala Dunia – dia membeli sendiri tiket pesawat ke Rusia.
Dan dengan tiket kelas ekonomi.

Di stadion – dia duduk di kursi VIP – tetapi mengenakan jersey – pakaian olahraga – seragam Kroasia.
Dan bukan pakaian resmi Presiden.

Dia yang cantik – sambil terus tersenyum – berbaur dengan penonton dan memeluk para pemain, yang basah berkeringat dan _”full bau keringat”_ di ruang ganti.

Dia lancar berbicara bahasa:
1. Kroasia, pastinya
2. Inggris,
3. Spanyol dan
4. Denmark.

Selain itu, ia cukup mahir dalam berbicara dalam bahasa :
5. Jerman,
6. Perancis,
7. Rusia dan
8. Italia.

Dia terlihat berbicara kepada Presiden Rusia – Putin, dalam bahasa Rusia
Dan dengan Presiden Perancis – Macron dengan lancar dalam bahasa Perancis.

Karena itu dia sering disebut sebagai pemimpin Bangsa yang brilian, cantik, pintar dan menginspirasi.

Sebagai Presiden Kroasia dia juga berani mengambil keputusan _yang tidak populer._
Tapi hasilnya malah _semangkin menambah kepopulerannya._

*Ini daftarnya..*

1. Menjual pesawat kepresidenan.*)
2. Menjual 35 kendaraan dinas Menteri – merk Mercedes Benz.*)
3. Menurunkan gaji Presiden dan Menteri 50%.
4. Menurunkan gaji para duta besar berada dan Konsul 40%.
5. Menaikkan UMR.

@dari berbagai sumber

*) Uangnya kembali ke Kas Negara untuk mengurangi beban APBN

fb Neh Seh Bangun
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita, Informasi Penting | Leave a comment

ACARA SAMPAH KDI

Saya sudah lupa kapan menonton televisi siaran hiburan Indonesia. Mungkin 10 tahun lalu. Menonton acara hiburan televisi itu bukan membuat pikiran terhibur, malah semakin jengkel.

Barusan di beranda saya lewat video acara audisi KDI. Sudarko si pengunggah video audisi itu jengkel bukan main dengan perlakuan tiga juri norak yang menghina penampilan fashion seorang gadis remaja Waode Sofia asal Bau Bau dengan judes ketus dan menghinakan.

Saya menonton video itu. Dan seketika mulut saya mangap melihat ketus dan judesnya Iis Dahlia dan Trie Utami menghina pakaian dan dandanan gadis remaja itu.

“Nama saya Waode Sofia umur 16 tahun asal Bau Bau”, ujar Sofia singkat dengan kedua tangannya memegang mic.

Sofia berdiri di depan ketiga juri tanpa dandan dan berpakaian sederhana. Tanpa polesan bedak dan lipstick. Baju yang dikenakannya jaket denim dan celana jeans biasa. Rambutnya dikat karet tanpa poni. Sofia bak gadis desa yang tersesat di kota.

“Kamu ketemu teman2 kamu gak di luar”, ketus Iis Dahlia.

“Ketemu”, balas Sofia.

“Mereka tanya apa mau audisi?”, kejar Iis semakin sewot.

Sofia terdiam. Wajahnya berubah pucat.

“Mereka pake apa mau audisi? Gak pake bedak, gak pake lipstick, gak pake baju yang benar gak?”, ucap Iis dengan intonasi kencang.

“Pake”, lirih Sofia.

“Hah..Trus kenapa kamu gak pake seperti mereka?”, kejar Iis.

“Bajunya ketinggalan di kampung?”, ucap Sofia tersudut.

Dan drama picisan norak pun berlakon menjijikkan. Sofia diusir dari audisi. Sofia diusir pulang untuk dandan, berpakaian bagus makeupan. Jika sudah oke baru diperkenankan masuk audisi lagi.

What the fu*k.

Saya kehilangan kata2 untuk mendefinisikan tontonan sampah ini. Moral apa yang hendak dibagikan kepada publik? Tidakkah mereka punya sedikit empati melihat usaha keras Waode Sofia yang berasal dari jauh Bau Bau datang ke Jakarta untuk mengikuti lomba nyanyi dangdut KDI?

Bagaimana mungkin audisi bernyanyi dinilai dari penampilan dandan dan fashion? Kalian mau cari gadis rupawan dalam kontes model atau mau mendengar suara sih? Rasanya menonton acara sampah ini bikin perut saya mules. Ini menghina kemanusiaan. Menghina nurani dan akal sehat.

Saya berharap KPI dan siapapun yang menonton acara sampah itu mengecam keras tontonan yang merendahkan martabat kemanusiaan hanya karena apa yang dia pakai, apa yang dia yakini, karena status sosial, suku, dan gender.

Kita lawan orang2 berpikir sampah ini. Kita tutup mereka dari ruang publik agar ruang publik kita tidak diracuni oleh perilaku merendahkan martabat manusia hanya karena pakaian dan dandanan.

Salam perubahan

Birgaldo Sinaga

fb Birgaldo Sinaga
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PERTAMINA MAU DIJUAL…

Benarkah aset Pertamina akan dijual ?

Berita penjualan aset Pertamina ini bulak balik di timeline saya. Bahkan ada banyak yang mempertanyakan “kenapa kamu gak bicara tentang aset Pertamina yang dijual ??” Seolah-olah saya tahu semua dan harus menjelaskan.

Bahasa “dijual” ini memang bahasa sensitif. Terutama ketika menuju tahun politik, dimana gorengan harus makin sip.

Kata2 “dijual” harus diteriakkan, timbulkan ketakutan kepada masyarakat awam bahwa Pertamina mulai jual-jual aset karena keuangannya buruk. Sama seperti penjualan Indosat oleh Megawati tahun 2002.

Padahal bahasa “dijual” ini adalah bahasa luas. Apa yang dijual ? Apakah sahamnya ? Apakah kontraknya ? Apakah produksinya ? Dan banyak lagi model yang bisa memanfaatkan kata “dijual”.

Sebagai contoh sederhana begini..

Kita punya 5 rumah, di beberapa lokasi strategis. Semua rumah itu produktif, ada yang kita jadikan bisnis restoran, ada yang buat bimbingan belajar dan beberapa usaha diatasnya.

Nah, kita pengen memperbesar bisnis nih, ceritanya. Tapi kita butuh tambahan modal segar. Darimana dapatnya ?

Oke, kita lakukan “Aksi korporasi..”

Kebetulan kita punya teman, namanya Roy Sukro. Si Sukro ini kalau ketawa mulutnya lebar. Dia dulu ahli IT tapi sekarang sukses buka restoran, karena dulunya suka ngambilin panci.

Kita tawarin ke si Sukro. “Kro, gua jual saham usaha restoran gua. Gua butuh modal untuk ngembangin bisnis lain. Tapi saham gua di restoran tetap mayoritas ya.. Elu masukin dana kesini, pegang saham minoritas. Aset rumah tetap milik gua, karena yang gua jual usahanya, bukan rumahnya..”

Itu namanya dijual juga, kan ? Dan inilah yang dinamakan “share down”. Saling berbagi untung dan berbagi rugi dalam kepemilikan usaha..

Si Roy Sukro mau. “Wah, bagus nih. Entar kalau restoran yang ini gede, gua bisa ambil panci2nya untuk koleksi di rumah..” Emang kurang ajar si Sukro, partner bisnis diembat juga.

Sukro pun masukin duit. Kita dapat modal untuk ngembangin bisnis lain diluar restoran..

Dalam perjalanan, ternyata usaha restoran sama si Sukro ini berkembang besar. Dan kita ingin usaha ini bertambah besar. Hanya karena kita juga sibuk ngurusin usaha lain, kita gak sanggup membesarkan restoran itu.

Akhirnya kita membuat keputusan. “Usaha restoran harus punya manajemen sendiri, lepas dari perusahaan induk. Dia harus berkembang sendiri, punya badan hukum sendiri, bisa minjem duit ke Bank sendiri, pokoknya semua sendiri. Perusahaan induk gak ikut campur dalam manajemennya. Yang gua tahu, hasilnya disetor ke rekening gua..”

Wah, Sukro gak akan sanggup karena selain keuangannya terbatas, kemampuan otaknya juga terbatas. Karena itu, kita berdua mencari partner yang lebih mumpuni, yang punya uang dan punya kemampuan untuk membesarkan restoran menjadi banyak restoran.

Ini dinamakan “spin off”, melepas perusahaan dari perusahaan induk, supaya mereka bisa lebih fleksibel bergerak dan menguntungkan.

Namanya “dijual” juga..

Lihat kan, dari dua kasus itu kita tahu bahwa kita sama2 menjual. Tapi bukan menjual karena rugi. Kita “menjual” usaha atau produksi, untuk menambah keuntungan, supaya perusahaan kita tambah besar.

Aset rumah ? Tetap milik kita dong, kan yang dijual usahanya bukan asetnya..

Itulah yang dilakukan oleh Pertamina dalam aksi korporasinya. Semua bahasanya adalah “jual” tetapi bukan jual aset, melainkan menjual sebagian usaha, untuk menambah modal dan mengembangkan Pertamina menjadi lebih besar.

Bisnis Pertamina itu banyak, maka masing2 harus dikelola dengan benar dan dengan partner yang mumpuni juga punya modal..

Mudah-mudahan penjelasan sederhana ini bisa dimengerti, supaya jangan teriak “Jual jual” doang, tapi gak ngerti maksudnya..

“Iya kan, Kro ? Kro ? Lha kok ngilang ? Dimana lu, Kro ?” Sial, si Roy Sukro ternyata kabur sesudah ngembat cangkir kopi gua..

Kro, kro… Kelakuan..

Denny Siregar

fb Denny Siregar
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

JABAR SUDAH BAHAGIA, GILIRAN JAKARTA YANG TERSIKSA

Alifurrahman – Beberapa tahun lalu, masyarakat Jabar bisa dibilang merupakan kelompok orang yang paling diuji kesabarannya. Bagaimana tidak, saat ada sungai kotor, Gubernur mereka hanya mengeluarkan fatwa haram membuan sampah ke sungai. Padahal semua orang Islam juga tahu soal hukum haram seperti itu.

Masalahnya adalah, masyarakat butuh solusi, bukan hukum atau undang-undang. Gubernur Jabar yang lalu tidak paham bagaimana caranya membersihkan sungai. Sehingga saat terus didesak pun sang Gubernur hanya bisa meminta warganya berdoa. Begitu juga soal banjir, warga diminta berdoa agar hujannya tidak lama. Tapi karena terus didesak, sang Gubernur harus angkat tangan dan meminta bantuan pemerintah pusat untuk membersihkan sungai. Begitu juga dengan pembangunan Bandara Kertajati yang bertahun-tahun mangkrak, harus pemerintah pusat yang turun menyelesaikan. Dan setelah selesai, itu semua diklaim sebagai kerja keras Pak Gubernur halalan toyyiban.

Saat Gubernur tak mampu berbuat apa-apa, hanya menghasilkan baliho-baliho foto senyum dirinya dan istri, Pak Wagub pun sama saja. nampaknya dia stress setelah menjadi pejabat, dan kembali masuk ke habitatnya, dunia hiburan. Tempat dirinya begitu dihargai dan dihormati karena kemampuan dan keterampilannya.

Kisah pilu warga Jabar kini sudah usai. Mereka sudah memiliki Gubernur baru, sosok yang dulunya kerap menjadi pusat aduan warga Jabar meski statusnya waktu itu hanya Walikota. Dia adalah Ridwan Kamil.

Saya membayangkan Ridwan Kamil akan lebih aktif dan kreatif bekerja, minimal solusi-solusi yang dihasilkannya nanti bukan sekedar doa bersama atau meminta bantuan pemerintah pusat.

Sebaliknya Jakarta, setelah mengalami masa kejayaan dengan 3 Gubernur dalam 5 tahun terakhir, dimana banjir berkurang, infrastruktur jalan digeber mengurangi macet, orang miskin dimanusiakan, kini harus kembali memasuki era jahiliyah.

Tidak ada lagi tempat warga mengadu. Balaikota tertutup untuk rakyat jelata. Tidak ada lagi cerita ibu-ibu sakit datang ke Balaikota dan dalam hitungan menit langsung dibawa ke rumah sakit untuk berobat gratis. NJOP naik, harga sewa rusun juga naik puluhan kali lipat dibanding sebelumnya.

Gubernurnya berusaha keras agar dianggap bekerja, sehingga untuk sebuah gardu listrikpun dibuatkan sesi gunting pita. Wakil Gubernurnya lebih lucu lagi, meminum air olahan tinja padahal air tersebut tidak untuk diminum. Beberapa kejadian memprihatinkan pun terus terjadi. Mulai dari bunga plastik hingga tiang bendera dengan bambu runcing. Jakarta sebagai ibu kota nampak seperti desa terpencil di pulau terluar Indonesia. Dengan anggaran yang sangat besar, tapi hasilnya tak lebih baik dari program kelurahan.

Segala macam alasan memang masuk akal, setidaknya bagi warga yang tingkat logikanya rendah. Coba membangkitkan emosi masyarakat bahwa bendera tiang bambu itu partisipasi masyarakat dan jangan dihina, padahal masyarakat mana yang punya bendera peserta Asian Games? Sudah begitu pihak kecamatan juga telah mengklarifikasi bahwa itu dari pihaknya. Dan lebih telak lagi mulai beredar pemasang bendera tiang bambu adalah orang yang berseragam. Bukan masyarakat awam.

Menjelang Asian Games 2018 suasananya menjadi lebih memprihatinkan. Trotoar belum juga selesai dibangun, kali yang kotor dan bau cukup ditutupi kain. Alasannya untuk mengurangi bau dan agar tidak terlihat kotornya.

Sebagai orang yang pernah berkeliling ke banyak tempat dan negara, saya belum pernah melihat ada kali ditutupi kain karena alasan kotor dan bau. Yang namanya kali kalau kotor ya dibersihkan. Ini teori dari mana kali kotor ditutupi kain? Kenapa nggak sekalian ada lubang di tengah jalan juga ditutupi kain hitam?

Tapi ya beginilah nasib. Roda itu berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Dulu tetangga kita rakyat Jabar tersiksa, sekarang giliran warga Jakarta. Kita terima saja sebagai konsekuensi dari pilihan mayoritas warga yang telah dibodohi dan ditipu angin surga. Sehingga hal ini dapat menjadi pelajaran. Bahwa banjir yang meluap akibat air sungai solusinya bukan dilukis. Bahwa kali yang kotor solusinya bukan ditutupi kain. Dan seterusnya. Bahwa kemacetan karena pedagang kaki lima harusnya ditertibkan, ditempatkan di lokasi yang seharusnya, bukan malah menutup jalan dan PKL nya menguasai separuh jalan raya.

Pada intinya kita harus legowo melihat Jabar sebagai tetangga mungkin akan riang gembira selama lima tahun ke depan. Sementara Jakarta cukup diberi solusi dengan kata-kata. Begitulah kura-kura.
sinabungjaya.com
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PASIEN TEWAS SAAT PERBESAR PANTAT, AHLI BEDA PLATIK DITANGKAP

BRASIL– Seorang ahli bedah plastik terkenal dari Brasil telah ditangkap setelah diburu selama empat hari menyusul kematian salah seorang pasiennya.

Kepolisian Brasil mengatakan dr. Denis Furtado atau dikenal dengan julukan dr. ‘Bumbum’ ditangkap di ibu kota Brasil, Rio de Janeiro pada Kamis (19/07), berkat informasi dari pihak yang namanya tidak mau disebutkan. Ia menghadapi dakwaan pembunuhan.

Penangkapan dilakukan setelah kematian salah seorang pasien dr. Furtado, Lilian Calixto, seorang ibu berusia 46 tahun. Perempuan beranak dua ini menjalani prosedur pembesaran pantat di apartemen pribadi sang dokter.
Pasien perempuan ini menempuh perjalanan dari kotanya, Cuiabá, Brasil tengah, untuk menjalani pembesaran pantat yang dilakukan oleh dr Furtado pada Sabtu malam lalu (14/07).
lilian

Lilian Calixto mulai merasa sakit ketika menjalani penyuntikan pembesaran pantat oleh dr. ‘Bumbum’.

Prosedur tersebut diyakini meliputi suntikan acrylic glass filler.

Namun, menurut polisi, Calixto jatuh sakit selama proses penyuntikan pembesaran pantat itu.

Dokter Furtado, 45, kemudian membawanya ke rumah sakit, namun kondisinya memburuk dan beberapa jam kemudian ia meninggal dunia.
Media setempat melaporkan bahwa ketika tiba di rumah sakit, detak jantung Calixto luar biasa tinggi.

Sang dokter bedah plastik kemudian menghilang. Pada Rabu (18/07), pengacara dokter tersebut menegaskan kliennya tidak bersalah dan belum menyerahkan diri kepada polisi karena ia dalam keadaan panik.

Dalam pesan video yang diunggah ke media sosial setelah penangkapannya, dr. Furtado mengatakan kematian Calixto merupakan “kecelakaan fatal” dan menekankan ia selama ini telah melakukan 9.000 prosedur seperti itu. Ditambahkannya bahwa prosedur yang ia lakukan sah adanya di Brasil.

Di negara itu, dokter bedah plastik tersebut dikenal luas dan sudah tampil di televisi setempat. Di Instagram, ia mempunyai 650.000 pengikut.

Ia juga mempunyai banyak pengikut di sejumlah akun media sosial yang lain, termasuk di Facebook. Ia aktif mengunggah foto-foto sebelum dan sesudah prosedur pembesaran pantat di akunnya.

Di saluran berbagi video YouTube, ia memberikan nasihat mulai dari endometriosis, atau sejenis radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium, hingga nasihat tentang diet rendah karbohidrat.

Selain menangkap dr. Furtado, polisi juga menangkap kekasihnya atas dugaan terlibat dalam prosedur tersebut. Ibunya juga ditangkap dan dituduh membantu tindak kejahatan.

Dewan Medis Regional cabang Rio de Janeiro menyatakan pihaknya telah menggelar penyelidikan terkait kematian Calixto.

Ketua Asosiasi Ahli Bedah Plastik Brasil, Niveo Steffen, mengatakan terdapat “peningkatan invasi dari nonspesialis” dalam industri bedah plastik di negara itu.

“Kita tidak dapat melakukan bedah plastik di dalam apartemen,” kata Steffen sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

“Banyak orang menjual mimpi, fantasi kepada pasien dengan cara yang tidak etis dan orang-orang yang dibuat lemah, sering kali tertarik dengan penawaran harga murah, tanpa mempertimbangkan apakah kondisinya memadai.” (BBC)
sumber: poskotanews
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment

MERASA JADI KOMODITAS POLITIK, AHY: SEPERTI TERJUAL SANA-SINI

Jakarta – Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut dirinya selalu dijadikan objek atau komoditas politik karena kerap dipasangkan dengan tokoh-tokoh terkait pilpres. Ia pun merasa dirinya seperti terjual sana-sini.

“AHY selalu dijadikan objek atau komoditas dalam politik dipasangkan seperti terjual sana-sini,” kata AHY saat memberikan sambutan di acara halalbihalal media di Restoran Eastern Opulence, Jalan Cikupa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

Dia mengatakan, berdasarkan data dari lembaga survei, saat ini ada 40 persen masyarakat yang menunggu poros alternatif pada Pilpres 2019. Menurutnya, masyarakat punya hak menantikan sosok alternatif tersebut.

“Lembaga survei mengatakan ada 40 persen undecided voters yang menunggu adanya alternatif. Rasa-rasanya rakyat kita yang besar itu punya hak-hak untuk menantikan hadirnya alternatif. Pertama dan utama siapa yang ingin bertarung dalam kontestasi Pilpres 2019 itu harus mendapatkan tiket 20 persen,” ucapnya.

AHY pun berharap politik di Indonesia semakin dewasa ke depannya. Dia juga mengingatkan agar rakyat tidak mudah terprovokasi oleh upaya memecah-belah bangsanya yang dilakukan pihak tertentu.

“Saya harap politik ke depan semakin mencerdaskan kita, dewasa dengan bangsa. Jangan kita mudah terprovokasi oleh narasi yang dibangun justru untuk memecah-belah bangsa sendiri. Politik yang mengayomi dan mempersatukan. Tidak perlu kita membentrok-bentrokkan antara Pancasila dan Islam,” tuturnya.(haf/haf)
sumber : detik.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

BURBERRY BAKAR TAS, BAJU DAN PARFUM SENILAI RATUSAN MILIAR RUPIAH

Burberry, label fesyen kelas atas Inggris, membakar pakaian, perhiasaan serta parfum yang tidak terjual, senilai £28,6 juta atau Rp539 miliar tahun lalu, demi melindungi mereknya.

Tindakan ini membuat nilai keseluruhan barang yang dihancurkan dalam lima tahun terakhir menjadi lebih dari £90 juta atau Rp1,6 triliun.

Perusahaan fesyen, termasuk Burberry, selalu menghancurkan produk yang tidak diinginkan untuk mencegah barang tersebut dicuri atau dijual murah.

Burberry menyatakan energi pembakaran produk itu disimpan agar tindakan tersebut ramah lingkungan.

“Burberry memiliki proses berhati-hati untuk mengurangi jumlah kelebihan simpanan barang yang diproduksi. Ketika pembuangan produk harus dilakukan, kami melakukannya secara bertanggung jawab dan terus mencari cara untuk mengurangi dan menilai ulang limbah kami,” kata juru bicara perusahan.

Perusahan FTSE 100 ini menyatakan tindakan tersebut “tidak biasa” karena mereka harus membakar banyak parfum setelah menandatangni kontrak baru dengan perusahaan AS, Coty.

Ketika Coty membuat persediaan baru, Burberry harus membuang produk baru, sebagian besar parfum, senilai £10 juta atau Rp188 miliar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Burberry berusaha keras membuat mereknya kembali menjadi eksklusif, setelah melewati tahap dimana para pemalsu “menaruh nama Burberry di barang apapun”, kata Maria Malone, pengajar bisnis fesyen di Manchester Metropolitan University.

Merusak barang yang tidak diinginkan adalah bagian dari proses itu, katanya.

“Alasan mereka melakukan hal ini agar pasar tidak dibanjiri barang diskon,” kata Malone.

“Mereka tidak menginginkan produk Burberry jatuh ke tangan orang-orang yang menjual dengan potongan harga sehingga merusak merek.”

Tim Jackson, pimpinan British School of Fashion, Glasgow Caledonian University, London mengatakan perusahaan fesyen mewah seperti Burberry menghadapi “masalah”.

Mereka harus tumbuh tetapi dengan risiko “melemahkan jati diri dan menciptakan stok berlebih”, katanya.

“Mereka tidak akan bisa mengatasi masalah ini.”

Burberry bukanlah satu-satunya perusahaan yang harus mengatasi surplus barang mewah.

Richemont, pemilik merek Cartier dan Montblanc, harus membeli kembali jam senilai £430 juta atau Rp8,1 triliun dalam dua tahun terakhir.

Ke pasar atas

November lalu, Burberry mengumumkan perubahan yang bertujuan untuk “menyuntikkan energi” kepada produknya selama beberapa tahun.

Di antaranya adalah dengan membawa merek ini ke pasar atas, menutup toko yang lokasinya tidak strategis dan menciptakan “pusat kecanggihan” barang kulit mewah.

Perusahaan ini juga memotong biaya, yang telah membantu peningkatan keuntungan.

Pada tahun buku yang baru lalu, Burberry mencatat kenaikan keuntungan sebesar 5% menjadi £413 juta atau Rp7,7 triliun, dengan angka penjualan yang tidak terlalu berubah pada £2,7 miliar atau Rp50,9 triliun.
sumber: bbc.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

TAK AKAN LAGI DI LEGISLATIF, FAHRI HAMZAH: SAYA TETAP AKAN RIBUT

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan tak akan mencalonkan diri sebagai anggota legistlatif pada Pemilu 2019. “Saya tidak lagi akan berada di legislatif, tetapi saya akan tetap ribut demi membela kepentingan rakyat,” kata Fahri di Ambon, Rabu sore 18 Juli 2018.

Fahri Hamzah mengatakan banyak partai politik yang menawarinya bergabung, setelah ia berseteru dan tak lagi diakui sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera atau PKS.

“Saya memang belum membuat keputusan (soal bergabung ke parpol apa). Tapi di DPR itu ada dua kelompok besar. Yang satu ribut soal yang tidak jelas, yang satunya lagi dagang sapi,” kata Fahri dalam Diskusi Kebangsaan dengan tema Mendorong Kontribusi Daerah, Wujudkan Indonesia Bersatu Dalam Kebhinekaan.

Lahir di Utan, Sumbawa, NTB. 10 November 1971, Fahri mengatakan berada di legislatif selama 17 tahun membuat dirinya malas untuk kembali berjuang di lembaga tinggi negara itu. Ia melihat dua hal besar yang berlangsung terus menerus yang tidak produktif maupun efektif bagi kesejahteraan rakyat.

Ia lalu merujuk harapan masyarakat Maluku yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dan Ketua Komisi A DPRD Maluku Melkias Frans tentang minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di Maluku.

Macetnya pembahasan RUU Provinsi Kepulauan dan status Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, kata Fahri, disebabkan kemacetan di pemerintah pusat, tetapi juga akibat tidak efektifnya keberadaan wakil rakyat asal provinsi ini.

“Saya sendiri baru dengar masalah-masalah Maluku itu di ruangan ini dari bapak Wagub dan Melkias Frans, di DPR RI saya tidak pernah mendengarnya,” katanya, lagi-lagi hadirin yang kebanyakan kaula muda bertepuk tangan dan tertawa.

Ia pun berjanji akan memfasilitasi pejabat pemerintah dan DPRD Maluku untuk bertemu di Jakarta dan secara bersama mengingatkan pemerintah pusat.

Fahri Hamzah mengakui dirinya siap berada di posisi masyarakat sipil maupun eksekutif.

Sebagai masyarakat sipil, dia akan terus ribut memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebaliknya bila di eksekutif, suami dari Farida Briani ini akan lebih banyak diam dan melakukan tugas untuk menyejahterakan rakyat.
sumber: tempo.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

KPK TAHAN PENYUAP BUPATI LABUHANBATU

Jakarta – KPK menahan tersangka penyuap Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, Effendy Sahputra. KPK menduga Effendy menyuap Pangonal terkait proyek di Labuhanbatu tahun 2018.

Effendy ditahan setelah diperiksa di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018) petang. Effendy menutup wajahnya dengan tangan kiri sejak berjalan di lobi hingga menuju mobil tahanan. Lelaki yang mengenakan rompi oranye ini bungkam soal dugaan suap yang menjeratnya.

Dia ditahan sehari setelah Pangonal, yang ditahan lebih dulu pada Rabu (18/7). Effendy akan menghuni rutan KPK selama 20 hari pertama.

“Tersangka ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra alias Asiong, diumumkan sebagai tersangka pada Rabu (18/7) malam. Effendy diduga menyuap Pangonal sebesar Rp 576 juta, yang merupakan bagian dari Rp 3 miliar terkait proyek-proyek di Labuhanbatu untuk tahun 2018.

Operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan setelah orang kepercayaan Effendy Sahputra berinisial AT mencairkan cek Rp 576 juta di BPD Sumut. Duit Rp 500 juta dari pencairan kemudian dititipkan ke petugas bank lalu diambil Umar Ritonga, orang kepercayaan Bupati Pangonal.

Umar saat ini masih diburu petugas KPK karena melarikan diri setelah melakukan perlawanan saat operasi tangkap tangan (OTT).
(nif/ams)
sumber : detik.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

KODE RAHASIA KORUPSI, DARI ‘APEL WASHINGTON’ SAMPAI ‘PENGAJIAN’

Belasan tindak pidana korupsi, termasuk dugaan yang baru-baru ini dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, dilakukan dengan kode rahasia agar tidak terlacak penyidik.

Namun KPK menyatakan memiliki beragam cara untuk menguak modus para pejabat negara yang terlibat kasus patgulipat. Pengungkapan kasus ‘hanya persoalan waktu’.

“Kalau bukti awal sudah kami dapatkan, kemudian pelaku coba menggunakan ‘akal’ untuk menutupnya dengan berbagai cara, maka seterusnya tinggal adu cepat dan adu pintar,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, kepada wartawan BBC News Indonesia, Abraham Utama, Kamis (19/7).

Saut menyebut penyidk KPK memiliki tenggat waktu yang cukup sebelum kasus korupsi tersebut kadaluarsa.

Saut berkata, KPK dapat memaksimalkan kewenangan dan hak, termasuk soal data dari beragam lembaga dan instansi.

“Taktik, strategi, atau sandi, untuk dipecah memang butuh waktu. Kalau tidak ketemu sekarang, beberapa tahun lagi bisa ketemu.”

“Jadi pihak yang merasa yakin bisa menghindar dari KPK dengan berbagai cara dan akal, ini hanya tinggal urusan waktu,” ujar Saut melalui pesan singkat.

Dalam dugaan kasus suap di Labuhanbatu, Sumatera Utara, KPK mengklaim menemukan sejumlah kode ‘rumit’ untuk menyamarkan kolusi pemda saat menetapkan pemenang lelang proyek.

Kode itu, kata Saut, merupakan kombinasi angka dan huruf yang memuat informasi perusahaan pemenang tender, nilai proyek, hingga nominal uang yang harus diserahkan kepada pemerintah.

Di luar perkara Labuhanbatu, KPK pernah menemukan kode bernuansa agama hingga kuliner dalam berbagai kasus korupsi.

‘Apel Washington’

Pada perkara suap proyek Wisma Atlet Jakabaring, terkuak kode ‘Apel Washington’ dan ‘Apel Malang’ yang masing-masing merujuk uang suap dalam kurs dolar Amerika Serikat dan rupiah.

Sandi tersebut terucap dalam perbincangan eks Wakil Sekjen Partai Demokrat, Angelina Sondakh dan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang.

Pada 2013, Angelina divonis bersalah karena menerima suap sebesar Rp2,5 miliar dan US$1,2 juta dalam proses pembahasan anggaran Kemenpora dan Kemendikbud.

‘Pengajian’

Istilah ‘ustaz’ dan ‘pengajian’ merupakan kode yang digunakan dalam pemberian uang sogok oleh politikus Golkar, Aditya Anugrah Moha, untuk Ketua Pengadilan Tinggi Madano, Sudiwardono.

Jaksa KPK menyebut kode ‘Ustaz’ merujuk pada Aditya sebagai penyuap, sedangkan ‘pengajian’ berarti lokasi transaksi suap.

Juni lalu, Sudiwardono divonis penjara selama enam tahun karena menerima sogok sebesar S$110 ribu.

Sebelumnya, terungkap pula sandi-sandi agamais pada korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama, yakni ‘santri’, ‘murtad’, dan ‘pengajian’.

‘Santri’ disebut sebagai pengganti nama tiga orang yang mempengaruhi pejabat Kemenag dalam lelang proyek, yaitu tiga politikus Golkar, Fahd El Fouz, Zulkarnaen, dan Dendy Prasetia.

Adapun, ‘pengajian’ merujuk pada pembahasan tender, sementara ‘murtad’ berarti mangkir dari kesepakatan antarpelaku.

Dalam kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, muncul juga istilah bahasa Arab, yakni ‘liqo’ dan ‘juz’.

‘Liqo’ digunakan untuk mengganti kata pertemuan, sedangkan ‘juz’ berarti miliar. Dua istilah itu terkuak pada percakapan antara dua politikus PKS, Yudi Widiana Adia dan Muhammad Kurniawan.

Pengadilan tipikor telah menuntaskan persidangan kasus suap itu. Seluruh penerima dan pemberi sogok divonis bersalah. Yudi, misalnya, dihukum penjara selama sembilan tahun.

‘Ahok’ hingga ‘telur asin’

Persidangan tipikor lainnya juga mengungkap sejumlah istilah yang digunakan pelaku korupsi untuk mengelabui penyidik.

Hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, menyebut ‘Ahok’ untuk merujuk Basuki Hariman, pengusaha yang menyogoknya pada judicial review UU 41/2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

Eks Dirjen Perhubungan Laut, Antonius Budiono menerima tiga kata sandi dari penyuapnya, pengusaha Adi Putra Kurniawan: ‘telur asin’, ‘kalender’, dan ‘sarung’.

Adi mengirim tiga istilah itu melalui aplikasi Blackberry Messenger kepada Antonius, setelah mengirim sejumlah uang suap.

Sementara itu, mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin, disebut pernah berniat menyogok penyidik KPK yang menangkapnya, Desember 2014.

“Ini ada ‘obatnya’ nggak, Mas?” kata Fuad kepada penyidik KPK, seperti dilaporkan Tempo. Kala itu, Fuad bertanya kalau-kalau perkaranya dapat diselesaikana dengan sejumlah uang suap.

Belakangan, Fuad dijatuhi penjara selama 13 tahun. Hak politiknya pun dicabut. Selama sembilan tahun, Fuad dinyatakan menyelewengkan uang negara, menerima dan mencuci uang suap sebesar Rp414 miliar.
sumber: bbc.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment