GAMBAR WANITA BERJILBAB, ORMAS TUNTUT UKDW TURUNKAN REKLAME PENERIMAAN MAHASISWA BARU

[YOGYAKARTA] Ormas Islam yang mengatas-namakan diri Forum Umat Islam (FUI) DI Yogyakarta, memaksa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta untuk menurunkan reklame pemerimaan mahasiswa baru yang menayangkan mahasiswi berbusana muslim.

Menanggapi itu, Rektor UKDW, Dr Henry Feriadi, Kamis (8/12) menggelar keterangan pers untuk menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Dikatakan, Henry Feriadi, kampusnya didatangi ormas pada Rabu (7/12), meminta agar baliho diturunkan, dengan alasan jilbab adalah simbol Islam, dan UKDW telah melakukan kebohongan publik.

“Kami menyanggupi, tetapi memang tidak bisa seketika dan ormas Islam memberi waktu satu kali 24 jam,” katanya.

Menurut Henry, UKDW memang memasang baliho serupa di lima titik. Dalam baliho tersebut memang menampilkan gambar tiga orang mahasiswi, salah satunya mengenakan jilbab. “Ketiganya benar-benar mahasiswi kami, bahkan mereka berprestasi. Kami tidak memakai model, penayangan mahasiswi berjilbab itu menunjukkan bahwa kampus kami plural. Tidak sekadar marketing, ini benar-benar menampilkan kehidupan sehari-hari di kampus,” ucap Rektor UKDW.
Dikatakan, materi promosi itu, sudah melalui proses ketelitian dan tidak ada unsur paksaan dari pihak kampus. Bahkan menurutnya penayangan mahasiswi berjilbab tersebut merupakan simbol tidak adanya diskriminasi. “Banyak mahasiswa dari berbagai macam agama di sini, bahkan mahasiswa Muslim di UKDW ada sekitar 7 persen dari jumlah 3.800 mahasiswa,” ujarnya.

Bahkan mata kuliah agama yang disampaikan di UKDW tidak berisi doktrinasi, namun justru menyajikan ruang dialog dari berbagai kepercayaan untuk saling mengenal. “Kami perlu mengklarifikasi persolan tersebut karena sudah menjadi viral di media sosial dan ada pro-kontra. Kami menyatakan sikap resmi
yang di antaranya adalah UKDW lahir dan didirikan untuk pendidikan bagi anak bangsa dengan segala keberagaman suku, agama, dan latar belakang budaya di Indonesia,” tegasnya.

Meski begitu, Henry mengakui adanya ancaman dari pihak ormas Islam, jika baliho promosi penerimaan mahasiswa baru itu tidak diturunkan, mereka akan mengerahkan massa yang lebih banyak.

“Untuk menghindari polemik itu, kami beritikat baik untuk menurunkan sendiri, dan tidak mengadukan kasus tersebut ke pihak Kepolisian,” ujarnya,
Terpisah, Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Johanes Eka Priyatma juga mengakui kalau kampusnya disinggung-singgung dalam percakapan di media sosial tentang penayangan baliho yang juga menampilkan mahasiswi dengan jilbab.

Namun Eka Priyatma mengungkapkan tidak ada ormas manapun yang mendatangi kampusnya, bahkan jika ada pihak-pihak yang mempersoalkan hal yang sama, dirinya siap menerima kedatangan ormas dan siap berdiskusi.

Diakui bahwa USD juga menampilkan baliho dengan mahasiswi berjilbab, bahkan menurut Eka Priyatna, baliho tersebut berdiri di dalam halaman kampus sudah satu tahun lamannya.

“Itukan baliho lama dan posisinya di dalam teritori kampus, bahkan boleh dikatakan, kami yang duluan menampilkan foto mahasiswi dengan busana muslim tersebut,” ucapnya.

Rektor USD mengatakan bahwa sebagai lembaga pendidikan, harusnya bersifat general dan tidak mengkotak-kotakkan asal mahasiswa. “Di kampus kami mahasiswa muslim malah 17 persen, dan kalau melihat dari asal daerah, bahkan sudah mencakup dari 33 provinsi. Hanya mahasiswa dari Provinsi Gorontalo saja yang belum pernah terdata di sini,” ujarnya.

Diakui Eka, pihaknya tidak akan menurunkan baliho yang menayangkan foto mahasiswi dengan busana muslim tersebut, apapun alasannya. “Kami konsisten pada keberagaman dan kebhinnekaan. Persoalan agama dan politik jangan dibawa-bawa ke ranah pendidikan. Dunia pendidikan harus bersih dari unsur tersebut, bahkan dalam mata kuliah agama pun kami menyajikan pilihan, yakni mata kuliah Etika atau Agama,” ujarnya.

Sementara itu, melalui siaran tertulisnya, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-P Dapil DIY, My Esti Wijayanti mengatakan, kejadian di Kampus UKDW telah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,

ke-bhinneka tunggal ika-an, dan mengkoyak Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya. Hal itu akan berdampak pada kerukunan umat beragama dan kebebasan penyelengaraan pendidikan tinggi yang diatur oleh UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Dan apa yang terjadi di UKDW, harus segera disikapi agar tidak menjadi preseden buruk bagi Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan, dan tidak menjadikan kekhawatiran bagi penyelenggara pendidikan khususnya pendidikan dibawah yayasan non-muslim di wilayah Yogyakarta dan seluruh Indonesia pada umumnya.
Terkait hal tersebut, Esti Wijayanti mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini POLRI/POLDA DIY untuk menindak ulah sepihak kelompok ormas tersebut demi tegaknya Pancasila, UUD 1945 dan NKRI serta suasana ke-bhinneka tunggal ika-an dalam keberagaman sebagai warga bangsa.

“Aparat pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM untuk mengevaluasi kehadiran ormas yang anti Pancasila hadir ditengah- tengah masyarakat yang gandrung akan Persatuan Indonesia yang beragam dan damai,” ucapnya.

Kementerian Pendidikan Tinggi juga harus memberikan dukungan kepada lembaga penyelenggara pendidikan tinggi sesuai dengan UU No 12 tahun 2012, khususnya lembaga pendidikan tinggi yang dibawah yayasan non- muslim untuk tetap bekerja dan berkarya tanpa ada perasan takut dan tertindas. [152]
sumber: sp.beritasatu

Posted in Berita | Leave a comment

BOLIVIA TUTUP MASKAPAI LAMIA

[MEDELLIN] Otoritas Bolivia menutup maskapai LaMia yang mengoperasikan pesawat 2933 pada Kamis (1/12). Otoritas terkait juga mencekal sejumlah eksekutif perusahaan LaMia yang terdaftar di Bolivia dan petugas bandara sepanjang penyelidikan berlangsung.

Hingga kini, penyidik masih merangkai potongan-potongan peristiwa kecelakaan pesawat yang menghantam pegunungan di luar Medellin yang menewaskan 77 orang di dalamnya. Dari seluruh orang yang ada di pesawat, enam penumpang saja yang selamat.

Rincian rekaman percakapan pilot dengan menara pengawas telah bocor ke publik dan disiarkan oleh media massa Kolombia. Dari percakapan itu, pilot pesawat menyebut telah kehabisan bahan bakar.

Dalam rekaman, pilot Miguel Quiroga melakukan kontak dengan menara kontrol untuk mendapatkan prioritas mendarat. Tapi operator menyatakan pilot harus menunggu tujuh menit agar pesawat lain dapat mendarat lebih dulu.

“Kami darurat bahan bakar, Bu. Itu sebabnya saya meminta Anda sekali ini,” balas sang pilot.

Jadwal mendarat ternyata tidak juga jelas, tetapi tidak lama suara pilot terdengar di radio. “Bu, Lima-Mike-India 2933 dalam kegagalan total, elektrik mati, tanpa bahan bakar.”

Badan penerbangan sipil di Kolombia menyatakan bahwa urutan rekaman kejadian tidak tepat. Sejauh ini, dia tidak mempunyai komentar pada isi rekaman. Tetapi kepala keselamatan badan keselamatan sipil Kolombia, Freddy Bonilla, mengonfirmasi bahwa pesawat kehabisan bahan bakar pada saat kejadian

Bonilla mengatakan pesawat telah mengabaikan peraturan internasional tentang cadangan bahan bakar.

Kecelakaan pesawat LaMia telah menewaskan sebagian besar pemain klub sepakbola Brasil, Chapecoense Real dan 20 wartawan yang bepergian dengan mereka untuk pertandingan kejuaraan Copa Sudamericana.

Maskapai LaMia memang terdaftar sebagai perusahaan di Bolivia. Maskapai ini mengkhususkan diri dalam transportasi tim sepakbola Amerika Latin, telah menerbangkan banyak klub lokal dan nasional ke seluruh wilayah tersebut, dengan hampir seluruh pemain yang termasuk megabintang Lionel Messi.

Pada Kamis (1/12), petugas pengontrol lalu lintas udara mengaku menerima sejumlah ancaman. Dia dituding orang-orang bersalah karena mengabaikan peraturan keselamatan. Dalam sebuah pernyataan, petugas meyakini tindakan yang dilakukan pada malam itu, sudah benar.

“Saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa segala yang mungkin pada pekerjaan saya dan secara teknis diperlukan untuk mengupayakan orang-orang bisa selamat,” katanya.[AFP/U-5]
sumber: sp.beritasatu

Posted in Berita | Leave a comment

TRAGEDI CHAPECOENSE, PESAWAT LAMIA KEHABISAN BAHAN BAKAR

(BOGOTA) Pesawat sewaan maskapai LaMia 2933 yang jatuh di pegunungan dekat Medellin, Kolombia, telah mengalami kehabisan bahan bakar. Informasi itu terungkap lewat rekaman suara antara pilot dengan menara kendali yang dibocorkan ke publik, pada Rabu (30/11).

“Bu, LaMia 2933 mengalami kegagalan total, listrik mati, tanpa bahan bakar,” kata pilot Miguel Quiroga yang memberitahu menara kendali, beberapa menit sebelum pesawat jatuh pada Senin (28/11) malam.

Dari rekaman tersebut, dua sumber yang dikutip CNN mengatakan pesawat mengalami kerusakan total elektrik dan kehabisan bahan bakar. Temuan ini menguatkan dugaan penyidik bahwa jet telah kehabisan bahan bakar sejak dari Santa Cruz, Bolivia, menuju Medellin.

Kepada AFP, sumber-sumber militer Kolombia menambahkan kondisi kehabisan bahan bakar itu memperkuat kecurigaan bahwa meskipun terjadi benturan hebat tidak ada ledakan. Situasi itu sekaligus memperkuat teori bahwa pesawat kehabisan avtur.

Beberapa saat sebelum rekaman berakhir, pilot mengatakan bahwa pesawat terbang pada ketinggian 9.000 kaki atau 2.743 meter. Rekaman suara pilot itu juga dipublikasikan oleh sejumlah media massa Kolombia.

Alfredo Bocanegra, Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia mengatakan meskipun ada investigasi yang mengarah pada masalah elektris, kemungkinan pesawat kehabisan bahan bakar belum dapat dipastikan. Namun para penyidik juga kaan memastikan mengapa pesawat tidak memiliki bahan bakar cukup, karena hanya berjarak 5 mi saja dari bandara.

“Kehabisan bahan bakar adalah peristiwa yang sangat sangat jarang terjadi pada penerbangan komersial karena ada begitu banyak pemeriksaan dan pengecekan yang memastikan bahan bakar sudah cukup,” tambah Grant Brophy, salah seorang penyidik keselamatan penerbangan.

Kecelakaan pesawat LaMia ini telah menewaskan 71 orang. Asosiasi Penerbangan Sipil Kolombia menyatakan pesawat tersebut dilaporkan membawa sejumlah tim sepakbola Brasil Chapecoense.

Data sementara menyebutkan enam orang yang selamat adalah tiga pemain, dua awak, dan seorang wartawan. Enam orang itu selamat dari 77 orang yang berada di pesawat.

Pada Rabu (30/11), klub sepakbola Chapecoense menyatakan dua pemain masih dalam keadaan kritis namun kondisi stabil. Sementara penjaga gawang Jakson Follmann yang juga menjadi korban harus diamputasi satu kakinya.[AFP/BBC/U-5]
sumber: sp.beritasatu

Posted in Berita | Leave a comment

BAN MOBIL HAJAR PRIA BERPISAU HINGGA TELANJANG

Mungkin kita pernah mendengar letusan ban truk yang begitu dahsyat hingga suaranya terdengar sampai berkilometer jauhnya. Bukan hanya suaranya, letusan ban juga sangat membahayakan karena melepas tekanan udara yang kuat dan material berbahaya seperti velg logam.

Tekanan yang lepas dari ban bahkan bisa menerbangkan orang di dekatnya hingga beberapa meter. Hal ini saja bisa berakibat fatal, apalagi jika terkena hantaman velg.

Pengisian angin ban di wadah pengaman (tire cage) ternyata juga tidak mampu meredam keganasan ban yang meledak.

Pesan moral dari video ini: waspadalah jika berada di tempat penggantian ban, jaga jarak yang aman. Dan tentu jangan iseng menusuk ban mobil orang lain dengan senjata tajam karena “ban bisa membalas” hingga pelaku menjadi setengah telanjang seperti dalam salah satu cuplikan video berikut (‘0:22):
sumber: beritasatu

http://www.beritasatu.com/jelajah-youtube/403515-video-ban-mobil-hajar-pria-berpisau-hingga-telanjang.html

Posted in Berita | Leave a comment

5 BULAN GANJIL-GENAP, VOLUME KENDARAAN TURUN

Jakarta- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat telah menggelar kebijakan pengendalian kendaraan sistem ganjil-genap sekitar 5 bulan di jalan protokol dan sebagian ruas jalan di Jakarta. Berdasarkan analisis, terjadi penurunan volume kendaraan di lokasi ganjil-genap.

Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, sistem ganjil-genap secara efektif sudah berjalan kurang lebih 5 bulan, sejak tanggal 30 Agustus 2016.

“Selama program itu berjalan, sudah dua kali dilakukan pengkajian secara komprehensif dengan melibatkan pemangku kepentingan,” kata Budiyanto, kepada Beritasatu.com, Sabtu (10/12)

Hasil dari pengkajian tersebut menghasilkan beberapa indikator yang mengarah pada perubahan situasi yang relatif lebih bagus, antara lain peningkatan travel time, volume kendaraan mengalami penurunan, peningkatan penumpang Transjakarta, dan highway mengalami peningkatan, dan hasil penegakkan hukum per hari fluktuaktif,”

Dikatakannya, hasil penilangan terhadap pelanggar hingga Jumat (9/12) kemarin, berjumlah 5.113 pelanggar. Hasil sampling wawancara terhadap para pelanggar alasannya beragam seperti lupa kalendar nasional saat itu genap atau ganjil, hingga lupa waktu pemberlakuan yakni pagi pukul 07.00 sampai 10.00 WIB dan sore pukul 16.00 sampai 20.00 WIB. “Ada juga unsur kesengajaan diharapkan petugas tidak melihat, dan ingin coba-coba,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, jumlah angka pelanggar yang menyentuh 5.113 orang masih relatif tinggi. “Ini merupakan salah satu indikator cermin ketaatan masyarakat dalam merespon program tersebut,” katanya.

Menurutnya, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta sebagai leading sector, diperlukan pengkajian kembali secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder sebagai dasar mengambil langkah-langkah antisipatif ke depan menuju program yang permanen yakni, Electronic Road Pricing (ERP).

“Langkah-langkah menuju ERP sudah dilakukan Dishub mulai dari pembicaraan informal, termasuk proses lelang ERP sudah dalam proses,” tandasnya.Bayu Marhaenjati/WBP
sumber: beritasatu

Posted in Berita | Leave a comment

AHOK MAAFKAN JUMANTO GURU SMP MUHAMMADIYAH

Jakarta- Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama memaafkan Guru SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga Jumanto yang sudah menulis surat permohonan maaf atas soal ujian semester yang dibuatnya dan menyebut nama Ahok telah melecehkan Alquran.

“Saya sudah memaafkan guru SMP Muhammadiyah itu, tidak perlu diperpanjang. Apalagi dia sudah mengakui bahwa tidak ada unsur kesengajaan, tapi karena capek. Apalagi saya juga tidak melakukan hal seperti yang dituliskan dalam soal tersebut,” kata Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok, pagi ini, Sabtu (10/12) di Rumah Lembang, Jakarta.

Ahok berpesan agar seorang guru dapat bertindak seperti orang tua dengan memperhatikan dan memberikan teladan yang baik bagi anak-anak didik di sekolah. “Saya meminta guru-guru memiliki persepsi yang sama dalam mendidik anak-anak di sekolah. Terima kasih kepada Pak Jumanto yang sudah mendidik dan menjadi guru, karena setiap anak harus mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan,” kata Ahok yang selalu mengedepankan sila kelima Pancasila yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya, Jumanto menyinggung nama Ahok dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) di SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah, yang dibuatnya. Tepatnya dalam soal ujian pada mata pelajaran tarikh atau sejarah perkembangan Islam untuk siswa kelas IX yang diujikan pada Jumat 2 Desember 2016 lalu.

Pada soal ujian yang dibuat Jumanto itu, di pertanyaan nomor 48 tertulis: “Siapakah nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Alquran saat ini?” Dalam soal pilihan ganda itu tersedia empat pilihan jawaban, salah satunya pilihan jawaban tertulis Ahok.Suara Pembaruan Bhakti Hariani/PCN
sumber: beritasatu

Posted in Berita | Leave a comment

PENGHAYAT SUNDA WIWITAN MENGHARAP PENGAKUAN NEGARA

Pengosongan kolom agama di KTP digugat oleh sejumlah pihak dan kelompok penghayat kepercayaan karena dianggap diskriminatif, selama para pemeluk agama dan kepercayaan di Indonesia seringkali ‘dipaksa’ untuk memeluk salah satu dari enam agama mayoritas.

Bagaimana diskriminasi yang dialami mereka terkait masalah identitas ini? Wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari mengunjungi masyarakat salah satu penghayat kepercayaan yang mengaku mengalami diskriminasi, yaitu Sunda Wiwitan di Kuningan Jawa Barat.

Kesibukan tampak di Paseban Tri Panca Tunggal di daerah Cigugur di Kuningan Jawa Barat, beberapa orang laki-laki yang menggunakan pakaian adat Sunda dan ikat kepala, tampak bersiap ke upacara pemakaman warga penghayat Sunda Wiwitan yang meninggal dunia. Sementara beberapa lainnya tampak meladeni puluhan mahasiswa yang sedang melakukan studi di sana.

Di dalam sebuah ruangan yang biasa digunakan untuk ibadah, saya bertemu dengan Dewi Kanti dan seorang anak perempuan penghayat Sunda Wiwitan yang namanya disamarkan menjadi Eneng.

Berbalut kebaya putih dan jarik batik, Eneng dengan lirih melantunkan kidung yang liriknya mengharapkan pengakuan atas identitas, persis seperti yang dirasakannya sebagai penghayat Sunda Wiwitan.

Sebagai seorang anak penghayat Sunda Wiwitan, Eneng mengaku mengalami diskriminasi sejak kecil.

“Waktu di sekolah pernah di suruh pake kerudung, tapi enggak mau, terus suka sering dikata-katain Kristen gitu,” jelas Eneng, “Suka disuruh ikut pelajaran agama (tertentu)”.

Pemaksaan agar anak-anak penghayat Sunda Wiwitan untuk mengikuti salah satu pelajaran agama mayoritas seringkali terjadi.

Itu hanya salah satu bentuk diskriminasi yang dialami penghayat Sunda Wiwitan dan penghayat kepercayaan lain, karena negara hanya mengakui enam agama mayoritas yang dipeluk oleh warga Indonesia.

“Saya ingin mengatakan pengalaman di dunia pendidikan, itu sudah disediakan formulir untuk data anak, dan itu digiring jika ibu anaknya tidak ingin bermasalah itu harus ikut salah satu agama,” jelas Dewi.

Sebagai warga negara, mereka juga diabaikan hak-haknya, dan tidak bisa mencantumkan kepercayaan mereka dalam kolom agama di KTP, atau malah ‘dipaksa’ untuk mencantumkan salah satu dari enam agama.

“Beberapa warga kami ada di Majalengka itu sudah mengakui ada kepercayaan tapi tetap aja munculnya (di KTP ) itu Konghucu,” jelas Dewi.

Pada 2014 lalu, Kementerian dalam negeri membolehkan kolom agama penganut kepercayaan dan agama di luar enam agama, untuk dikosongkan.

Ketika itu, Mendagri menyebutkan kolom agama di KTP dapat dikosongkan untuk penganut keyakinan atau kepercayaan di luar enam agama yang diakui pemerintah.

Tetapi penganut enam agama yang resmi menurut pemerintah harus tetap mencantumkan agama mereka di kartu identitas.

Dalam UU No 23 tahun 2006 tentang Administasi Kependudukan, pemerintah Indonesia hanya mengakui enam agama, yaitu Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Khonghucu sebagai agama resmi.

Sementara Penghayat kepercayaan dalam administrasi kependudukan diatur dalam Pasal 61 ayat 2 UU Nomor 23 tahun 2006.

Dalam pasal itu disebutkan, keterangan mengenai kolom agama bagi penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam data kependudukan.

Para penghayat tak punya pilihan, dan menerima pengosongan KTP itu untuk sementara, meski proses pengurusannya juga tidak mudah.

“KTP yang pertama dikeluarkan itu diislamkan, saya ga mau dan minta yang lain itu tahun 2009, keluarnya aliran, KTP aliran sementara saya tanda tangan, semua warga negara yang berniat untuk mencatatkan segala peristiwa penting itu dilecehkan, berangkat dari UU Administrasi Kependudukan sekarang ada kemajuan tetapi pertanyaan kami mengapa kolom agama itu dikosongkan meskipun di data base itu dicantumkan Sunda Wiwitan,” jelas dia.
Pernikahan tak diakui negara

Tak hanya di KTP, para penghayat juga tak bisa mencatatkan perkawinan mereka, karena kepercayaan mereka tak diakui negara.

Dewi Kanti menceritakan pengalaman sulitnya mendaftarkan pernikahan para penganut Sunda Wiwitan.

“Saya dan suami memikirkan bagaimana cara meyakinkan negara bagaimana supaya perkawinan adat diakui, dan saat itu yang kami pikirkan adalah menambahkan saksi, tetapi ketika kami mendaftarkan ke pada catatan sipil tetap saja di tolak karena kami mengajukan atas dasar perkawinan adat,” jelas Dewi.

Padahal, menurut Dewi, pernikahan penganut Sunda Wiwitan termasuk dirinya, harus melalui prosesi adat yang panjang, dan bahkan ketika menikah Dewi mengundang berbagai tokoh lintas agama.

Banyak juga penghayat kepercayaan yang ‘dipaksa’ untuk memeluk salah satu dari enam agama, agar pernikahan mereka diakui negara. Pernikahan penghayat Sudan Wiwitan yang tidak diakui negara ini berimbas pada anak-anak mereka.

Dalam akte kelahiran anak-anak penghayat Sunda Wiwitan hanya dapat mencantumkan nama ibu, karena dianggap sebagai anak ‘di luar pernikahan’ oleh negara.

Eneng kerap mengalami diskriminasi karena akte kelahiran itu. “Iya di akte hanya ditulis nama ibu, dan suka ada yang tanya juga kenapa ga ada nama ayahnya,” kata Eneng.

Diskriminasi sejak masa penjajahan

Diskriminasi yang dialami oleh penghayat Sunda Wiwitan sejak masa penjajahan Belanda, karena menentang penjajahan dengan menunjukkan jati diri sebagai sebuah bangsa.

Kondisi itu tidak berubah setelah kemerdekaan, ketika masa pemerintahan Sukarno, ketika terjadi kriminalisasi terhadap para aliran kepercayaan. Saat itu, penghayat Sunda Wiwitan kembali mengalami diskriminasi karena kalangan masyarakat.

Untuk menghindari kondisi yang lebih buruk, pemimpin penghayat Sunda Wiwitan kemudian memutuskan membubarkan organisasi Agama Djawa Sunda ADS atau Sunda Wiwitan, dan para pengikutnya kemudian menganut Katolik dan Kristen.

Meski demikian, menurut Dewi, tata cara adat tetap harus dijalankan di gereja. Dalam perjalanan waktu, para penghayat Sunda Wiwitan kembali meneguhkan kepercayaan mereka.

Namun, sampai sekarang hak sipil mereka tidak diakui negara.

Pangeran Djatikusuma, pemimpin adat Sunda Wiwitan mengatakan “Negara harus mengayomi seluruh warga negara tidak ada diskriminasi, tetapi dengan adanya aturan-aturan yang diskriminatif, kurang menghargai bahkan tidak menghargai kebudayaan bangsanya sendiri, entah sampai kapan.”

Meski tak diakui, salah satu ritual yang dijalani oleh penganut Sunda Wiwitan, yaitu perayaan panen Seren Taun digelar secara besar-besaran dan dipromosikan sebagai salah satu ajang wisata oleh pemerintah daerah.
sumber: bbc

Posted in Berita | Leave a comment

PADUAN SUARA PALESTINA GELAR KONSER NATAL LIRIK ARAB DI INDONESIA

JAKARTA – Paduan Suara asal Palestina, tepatnya dari Bethlehem Bible College akan menggelar konser Natal di Indonesia. Mereka akan melakukan konser mulai tanggal 9 hingga 16 Desember mendatang di Jakarta dan Bali.

Menurut Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hamad, konser tersebut bagian dari kerjasama budaya antara Bethlehem Bible College dan STT Global Indonesia. Keduanya menandatangi kerjasama pada awal tahun 2016.

Hamad mengatakan, konser Natal kali ini akan berbeda dengan konser Natal yang pernah berlangsung di Indonesia. Paduan suara Bethlehem Bible College tidak akan membawakan lagu Natal dalam bahasa Inggris tapi dalam bahasa Arab.

“Kita akan mendengarkan lagu Natal dalam bahasa Arab. Nabi Isa atau Yesus lahir di tanah Palestina, oleh karena itu konser ini hanya akan membawakan lagu berbahasa Arab, bukan bahasa lainnya,” kata Hamad saat menggelar jumpa pers du kantor Kedutaan Besar Palestina di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (5/12/2016).

“Di kesempatan ini, saya juga ingin mengatakan selamat Natal kepada unat Kristiani di Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Paduan suara Bethlehem Bible Colegge ini menggelar konser di Glow Thamrin Residence, Center Park dan Gading Marina pada tanggal 10 Desember. Kemudian, pada tanggal 13 Desember mereka akan menggelar konser di Karawaci.

Selanjutnya, pada tanggal 14 Desember di konser di gelar di Season City. Mereka akan menggelar konser penutup pada tanggal 15 Desember di Bali.(mas)
sumber: sindonews

Posted in Berita | Leave a comment

PEBULUTANGKIS LIEM SWIE KING DKK BERI RAKET KE AHOK: SMASH PARA KORUPTOR!

Jakarta – Atlet bulutangkis legendaris Tan Joe Hok, Liem Swie King, Kartono Heryanto, Bobby Hertanto, Eddy Hartono, Candra Wijaya, dan Rexy Mainaky memberikan dukungan kepada Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka memberikan sebuah raket untuk Ahok.

Liem Swie King dan rekan-rekannya kompak mengenakan busana warna putih lengkap dengan sarung bercorak kotak-kotak yang mereka selempangkan di bagian leher.

“Saya dengan para mantan pebulutangkis yang sudah menorehkan tinta emas untuk Indonesia, kami ingin memberi dukungan moral pada Ahok-Djarot. Kami akan dukung dengan doa agar menang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Tan Joe Hok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016).

“Jangan pernah ragukan nasionalisme teman-teman di bulutangkis. Kami gabung dengan Ahok-Djarot untuk menyebarkan semangat Merah Putih di Jakarta,” lanjutnya.

Dalam pertemuan itu, mewakili rekan-rekannya Rexy Mainaky memberikan sebuah raket pada Ahok. “Ini ada hadiah (raket) untuk Pak Ahok. Ini raket untuk Pak Ahok smash para koruptor di Jakarta,” kata Rexy.

Mendapat ‘hadiah’ raket, Ahok lalu memasang ancang-ancang gerakan smash. Para pebulutangkis legendaris dan pendukung yang menyaksiakan aksi Ahok pun bertepuk tangan gembira.(aan/tor)
sumber: detik

Posted in Berita | Leave a comment

BUS ZHONGTONG DIDATANGKAN LAGI, AHOK: KITA TOLERANSI, SUDAH TERLANJUR KONTRAK

Jakarta – Bus merek Zhongtong yang dulu pernah ramai dibahas karena kualitasnya kini dibawa lagi ke Jakarta. Menurut Gubernur DKI nonaktif, Basuki T Purnama, bus itu didatangkan karena sudah terlanjur kontrak.

“Itu bus lama yang ada di kontrak lama PPD, makanya kita ijinkan. Kita toleransi saja, sudah terlanjur kontrak. Nanti kita akan cek,” kata Ahok seusai blusukan di Gang Teratai RT 02/RW 06, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2016).

Sebelumnya diberitakan, bus merek Zhongtong asal Tiongkok sudah mendarat di Tanjung Priok. Pembelian bus tersebut pernah ramai dibahas karena ada korupsi yang dilakukan oleh mantan Kadishub DKI Udar Pristono. Padahal kualitas bus tersebut dinilai tidak layak menjadi bus TransJakarta.

Plt Gubernur DKI Sumarsono menegaskan pihaknya tak melakukan pembelian tambahan bus Zhongtong. Bus tersebut datang sebagai bagian dari perjanjian lama yang sempat tertunda.

“Setahu saya memang tidak ada bus baru. Kalau ada itu bagian dari perjanjian lama, kadis lama yang tertunda karena kasus hukum,” kata Sumarsono di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/12) siang tadi.

Sementara, Direktur Umum TransJakarta Budi Kaliwono mengatakan dirinya telah mendapat penjelasan dari Perum PPD bahwa bus-bus tersebut datang untuk memenuhi kontrak tahun 2013 silam.

“Kemarin ketemu PPD saya dikasih tahu ini busnya adalah bus yang dibeli PPD dari luar untuk memenuhi kontrak, kontrak itu kebetulan tahun 2013,” kata Budi di lokasi yang sama.(bis/fjp)
sumber:detik

Posted in Berita | Leave a comment