UPDATE CORONA DI SUMUT: KASUS TERPAPAR NAIK TERUS, POSITIF 56, PDP 122

Medanbisnisdaily.com-Medan. Dalam 2 hari belakangan ini, tersiar bahwa 2 orang pasien positif covid-19 di Sumatra Utara, dinyatakan sembuh, yakni Anggota DPRD Sumut, Aulia Agsa, dan seorang lagi dokter.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut juga resmi merilis ke publik adanya pasien positif yang sembuh tersebut. Namun tak disebutkan siapa pasien yang sembuh itu.

“Berita kesembuhan satu orang penderita covid-19 setelah dirawat di rumah sakit, merupakan bukti nyata bahwa penyakit ini walaupun berbahaya, namun dapat disembuhkan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas, dr Wikho Irwan d Sp.B dalam konfrensi pers, Minggu (05/04/2020) sore.

Kabar kesembuhan itu, sejatinya menjadi penyejuk bagi masyarakat Sumut di tengah pandemi covid-19. Data per Minggu sore itu menunjukkan masih kencangnnya penularan virus mematikan itu di Sumut.

Wikho Irwan menyebutkan, jumlah yang terkonfirmasi positif covid-19 di Sumut meningkat 10 orang atau 17,8%, yakni menjadi 56 orang dari sebelumnya Jumat sore 46 orang.

Ia tak menyebutkan jumlah positif covid-19 yang meninggal di Sumut. Data terakhir Sabtu sore, yang meninggal 5 orang (4 positif dari hasil swab dan 1 orang rapid test).

Peningkatan juga terjadi di Pasien dalam Pengawasan (PDP). Jika hingga Sabtu sore masih 117 orang, namun Minggu sore menjadi 122 orang atau bertambah 5 orang atau naik 4%.

Namun jumlah Orang dalam Pengawasan (ODP) justru turun 156 orang, yakni dari 3.794 orang pada Sabtu sore menjadi 3.538 orang pada Minggu sore. Penurunan itu biasanya karena sudah habis masa isolasi.

Dari data terpapar corona yang masih tinggi itu, Gugus Tugas Covid-19, kata Wikho Irwan, mengimbau masyarakat Sumut untuk bahu membahu melakukan upaya-upaya pencegahan kesehatan terhadap virus itu.

“Tidak hanya untuk orang yang sakit, untuk orang yang sehat, tidak hanya petugas kesehatan, tetapi juga masyarakat umum. Semua semata-mata untuk melindungi masyarakat Sumut dari penularan virus ini,” sebut Wikho.
sumber: medanbisnisdaily
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Kesehatan | Leave a comment

SPANYOL CATAT 961 KEMATIAN DALAM SEHARI AKIBAT COVID-19

Pejabat kesehatan Spanyol melaporkan 961 kematian baru akibat virus corona dalam sehari, Kamis (2/4). Ini merupakan rekor baru dalam satu hari yang membuat jumlah kematian mencapai lebih dari 10.000 jiwa di negara itu.

Melalui konpers di Madrid hari Kamis, Kepala Darurat Medis Spanyol, Fernando Simon mengatakan meski jumlah pasien meningkat hingga 110.238 orang, tingkat penyebaran secara nasional semakin stabil.
Suasana di ruangan ICU Rumah Sakit darurat yang didirikan di luar rumah sakit Cremona, Italia utara, Jumat, 20 Maret 2020.
BACA JUGA:
Eropa Kekurangan ICU, Bergegas Bangun Rumah Sakit Darurat

Pejabat kementerian kesehatan menyebut penyebaran virus itu setiap harinya sempat mencapai 20 persen hingga 25 Maret. Sejak masyarakat diminta untuk tinggal di rumah, tingkat penyebaran itu menurun hingga kurang dari 12 persen.

Spanyol berada di posisi kedua setelah Italia dalam hal jumlah kematian akibat virus corona. Sementara dalam jumlah total pasien virus corona, Spanyol berada di belakang Amerika dan Italia. [ti/ii]
sumber: voaindonesia
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment

SAAT MASKER KAIN DIKLAIM MAMPU TANGKAL VIRUS HINGGA 70 PERSEN

medanToday.com,JAKARTA – Pemerintah memberikan edukasi terkait penggunaan masker di kalangan masyarakat. Tim Pakar Gugus Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan tentang penggunaan masker kain tiga lapis di masyarakat.

Ia menyatakan bahwa masker kain bisa menekan angka penyebaran virus, namun tidak optimal.

“Sesuai hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus hingga 70 persen. Dengan demikian, tetap jaga jarak minimal 1-2 meter,” tutur Wiku dalam siaran teleconference, Minggu (5/4).

Karena masih ada potensi virus yang masuk, Wiku mengingatkan agar masyarakat tetap melakukan social distancing. Kemudian, meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan di luar rumah.

“Apabila tak memiliki kegiatan penting di luar sebaiknya di rumah saja,” tegas dia.

Wiku juga menjelaskan cara pemakaian masker kain dan perawatannya. Pertama, masker kain harus dipakai mulai dari hidung hingga menutup dagu.

“Cara dan model masker kain dapat disesuaikan dengan wajah dan tak longgar. Masker bisa dijahit manual atau menggunakan mesin,” ungkap dia.

“Namun masker kain harus diganti, dan dicuci secara rutin. Diganti apabila basah dan diganti secara rutin artinya perlu ada beberapa masker,” lanjut dia.

Penggunaan masker, sambung dia, sangat perlu dilakukan mengingat penyebaran virus masuk dari tiga hal. Pertama dari hidung, mulut dan mata yang masuk dibawa oleh jari manusia.

“Jadi kita mengenali musuh dengan cara droplets, masuk tiga pintu utama yang dibawa jari kita. 90 persen penyebaran dengan cara ini. Itu sebabnya kenapa kita menggunakan masker,” terang dia.

Terakhir, ia mengapresiasi kepada warga yang terus membagikan masker. Ia juga meminta masyarakat untuk saling mengingatkan dalam menggunakan masker.

“Jika kita lakukan ini, sampai tingkat keluarga, kami percaya bisa menekan kasus ini. Dengan kepedulian dan punya solidaritas dan saling mengingatkan menggunakan masker dan cuci tangan. Mari saling melindungi,” tandasnya.
sumber: medantoday
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment

KEMENKUMHAM TOLAK BEBASKAN KORUPTOR, PKS DAN NASDEM TERIAK DISKRIMINASI

Alifurrahman-Saya ga habis pikir, ketika negeri ini dilanda wabah, masih banyak orang memanfaatkan untuk kepentingan politiknya. Bernafsu sekali untuk memfitnah pemerintah dan menjatuhkan Presiden Jokowi.

Media kita juga tak berkutik. Judul click bait dan bahkan fitnah bertebaran di mana-mana. Bahkan hoax juga mereka tayangkan tanpa rasa bersalah. Hanya minta maaf kalau sudah banyak diprotes warga. Masalahnya, terlalu banyak berita-berita semacam itu. Sampai kita kewalahan untuk menjelaskan propaganda yang sudah mereka lakukan entah untuk tujuan apa dan suruhan siapa.

Tapi ya sudah, pada akhirnya kita tetap harus bahas satu persatu. Meluruskan fitnah-fitnah dan propaganda kolaborasi media uasyu dan politisi jancuk.

Ketika keputusan Menkumham, Yasonna Laoly yang ingin mempercepat pembebasan 30 ribu narapidana demi menghindari penumpukan dan ruang yang sempit, saya masih merasa tak ada yang salah. Ya wajar. Meski judul-judul berita di media sangat menyeramkan. Kesannya, seolah pemerintah mau membebaskan para narapidana itu tanpa kategori yang jelas. Seolah mau dibiarkan berbuat onar di tengah musibah Covid19.

Tapi ya sudah. Itu clickbait. Udah capek lah kita ngurusin media clickbait. Dan dalam kondisi seperti sekarang, bagus juga itu dilakukan. Karena jangan sampai penjara menjadi sarang penyebaran virus. Selain itu, semua itu dilakukan sesuai prosedur pada umumnya, hanya kali ini dipercepat karena ada wabah Corona.

Terlebih, Kemenkumham memastikan, bahwa 30 ribu narapidana yang dibebaskan lebih awal tersebut tak ada teroris dan koruptor. Karena teroris, narkotika, pelaku pelanggaran HAM berat dan koruptor, tak bisa dibebaskan lebih awal. Sesuai peraturan pemerintah nomor 99 tahun 2012.

Sampai di sini, sudah benar apa yang dilakukan oleh Pak Yasonna. Sesuai aturan berlaku.

Namun keputusan Kemenkumham ini ditentang atau dipertanyakan oleh DPR RI. Karena dianggap diskriminasi. Fraksi PKS, Nasir Djamil mengatakan, pengecualian itu seharusnya tidak diterapkan. Sebab, pandemi virus ini bisa menyasar siapa saja, termasuk narapidana extraordinary crime.

“Kenapa napi-napi kasus tipikor tidak dimasukkan? Karena ini kan kita bicara soal wabah corona. Apakah Pak Menteri yakin mereka napi tipikor itu tidak kena virus?” kata Nasir Djamil.

Lebih lanjut, kader PKS itu meminta Kemenkumham untuk merevisi aturan tersebut. acuan PP nomor 99 tahun 2012 dianggap tidak relevan dalam kasus ini.

Selain Nasid Djamil, Taufik Basari dari Partai Nasdem juga menilai diskriminatif. Tidak memperlakukan narapidana ini secara sama.

“Ketika seseorang itu sudah menjadi narapidana, tentu statusnya harus sama. terlepas dari apapun latar belakang kasusnya,” kata Taufik Basari.

Yasonna merinci bahwa sampai hari ini, sudah 5.556 narapidana telah dibebaskan lebih awal, dalam rangka mencegah penyebaran virus. Dan semua mereka bukan koruptor atau teroris. Sesuai Permenkumham nomor 10 tahun 2020.

Tapi, terkait masukan dari fraksi PKS dan Nasdem, Yasonna juga menyatakan bersedia untuk melakukan revisi sesuai permintaan mereka. Yang dianggap diskriminatif dan sebagainya.

Yasonna merinci ada 4 kriteria yang bisa diajukan untuk merevisi PP nomor 99 tahun 2012 tersebut.

Pertama, napi kasus narkotika yang memiliki masa pidana 5-10 tahun dan sudah menjalani dua pertiga tahanan.

Kedua, napi koruptor berusia 60 tahun ke atas dan sudah menjalani dua pertiga tahanan.

Ketiga, napi tindak pidana khusus yang mengidap sakit kronis dan telah menjalani dua pertiga masa tahanan. Dinyatakan oleh pihak rumah sakit pemerintah.

Keempat, napi WNA asing.

Tapi, revisi ini pun masih akan dilaporkan dalam rapat terbatas dengan Presiden Jokowi. Sesuai prosedur dan pertimbangan yang ketat.

Jadi sebenarnya, keputusan Kemenkumham membebaskan napi non koruptor itu sudah sesuai undang-undang. Dibolehkan. Demi mengurangi jumlah tahanan. Tapi itupun hanya tahanan yang berkelakuan baik dan memang sudah layak mendapat permohonan bebas bersyarat.

Lalu kebijakan Kemenkumham ini kemudian ditentang oleh DPR. Dari Fraksi PKS dan Nasdem. Dianggap diskriminatif karena peraturan Kemenkumham tersebut tidak berlaku untuk koruptor. Lalu Yasonna bersedia melakukan revisi, dengan kriteria seperti yang sudah saya sebutkan dalam artikel ini.

Tapi kemudian media getar dan buzzer getar menganggap semua koruptor mau dibebaskan, gara-gara corona.

Bagi menteri sekelas Yasonna, yang juga merupakan politisi senior, ini hanyalah soal prosedur, etika dan aturan. DPR minta revisi, oke. Tapi keputusan di Presiden. Bahwa nanti Presiden menolak membebaskan koruptor, seperti usulan Nasdem dan PKS, ya mereka harus menerima dan menghargai.

Ini memang jalan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Karena bagaimanapun Menteri juga harus mau mendengar usulan DPR. Begitupula DPR, harus terima dengan keputusan Presiden. Begitulah kura-kura.
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya gru

Posted in Berita | Leave a comment

VENTILATOR SALMAN

05 April 2020
Oleh : Dahlan Iskan

Dosen ITB ini tidak terkena Covid-19, tapi mengisolasi diri di Masjid Salman, ITB, Bandung.

Di situ sang dosen merenung: bagaimana bisa membantu penderita Covid-19. Sesuai dengan keahliannya.

Maka terciptalah ventilator made in Indonesia. Namanya: Vent-I.

Inilah alat kesehatan yang sangat diperlukan saat ini –di samping alat pelindung diri (APD). Sampai-sampai Presiden Donald Trump bertengkar dengan para gubernur di Amerika. Ya gara-gara semua rumah sakit kekurangan ventilator.

Akhirnya Trump menggunakan UU pertahanan: minta pabrik mobil Ford, GM, dan pabrik turbin GE memproduksi ventilator.

Itu pun sulit sekali.

Jumlah yang meninggal akibat Covid-19 di Amerika terus membumbung. Sampai kontainer berpendingin dijajar di halaman rumah sakit di New York: dijadikan kamar mayat tambahan.

Itu pula yang dibayangkan Dr. Ir. Syarif Hidayat –dosen ITB yang lagi lockdown di Masjid Salman itu.

”Sudah dua minggu ini saya tidak pulang. Siang malam mengerjakan rancangan ventilator ini,” katanya.

Tim mengerjakan model Vent-I di lantai komplek Masjid Salman. (Dok. Syarif Hidayat)

Saya ternyata pernah beberapa kali bertemu Dr. Syarif Hidayat. Dulu. Saat beberapa kali ke ITB –untuk memberikan kuliah umum.

Ventilator penemuan Syarif ini sudah mendekati babak final.

Kemarin tim dari Kementerian Kesehatan sudah datang ke Masjid Salman. Untuk menguji ventilator pertama made in Indonesia itu. Alat tersebut dikalibrasi. Diuji. Dites. ”Mudah-mudahan beberapa hari lagi izin dari Kementerian Kesehatan keluar,” ujar Syarif.

Syarif sangat optimistis. Ia sudah konsultasi dengan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.

Unpad sudah memberikan rekomendasi. Alat tersebut bisa dipakai. Bisa berfungsi.

Dengan rekomendasi FK Unpad itulah Syarif maju ke Kementerian Kesehatan.

Lewat tengah malam, ketika ide ventilator itu lahir, Syarif perlu uang untuk membuat modelnya. Tapi ia tidak mau jauh-jauh mencari dana. Itu terlalu lama dan rumit. Ia minta saja uang ke pengurus Masjid Salman. Menggunakan dana masjid.

Syarif Hidayat dg tim di salah satu ruang Masjid Salman (Dok. Syarif Hidayat)

Itu tidak sulit. Syarif sendiri pernah menjadi ketua takmir Masjid Salman. Bahkan dua periode. Ia tahu uang yang ia minta itu masih dalam kemampuan masjid. Dan ia optimistis karyanya itu tidak akan sia-sia.

Saya percaya itu. Saya pun langsung memesan 50 buah. Agar proyek Syarif ini cepat berkembang.

Saya tahu ventilator Syarif ini –ia memberi nama Vent-I, singkatan dari Ventilator Portable Indonesia– bukan yang sangat wah. Wujud fisiknya tidak akan secantik ventilator bikinan luar negeri. Yang sudah kompak itu.

Tapi saya setuju: yang terpenting adalah fungsinya.

Syarif sendiri tidak mau memberikan harapan yang berlebihan. ”Vent-I ini khusus untuk pasien yang di luar ICU,” katanya.

Justru itu yang penting. Terutama dalam keadaan wabah seperti ini. Sedapat mungkin pasien dicegat dulu di ruang perawatan. Jangan sampai banyak yang masuk ICU. Tidak akan ada ICU yang mampu menampung.

Tanpa bantuan ventilator, oksigen yang masuk tubuh sangat minim. Akhirnya fungsi bagian-bagian tubuh yang lain terganggu. Ujung-ujungnya pasien menjadi gawat –harus masuk ICU.

Padahal, saat ini, umumnya rumah sakit hanya punya dua ventilator. Maksimum tiga buah –khusus di rumah sakit besar. Itu pun hanya ada di ICU. Praktis tidak ada rumah sakit yang punya ventilator di luar ICU.

Itu lantaran harga ventilator memang mahal. Bisa mencapai Rp 300 juta/unit. Memang sudah ada ventilator portable. Bikinan Tiongkok. Yang harganya bisa Rp 25 juta/unit. Tapi, kini, tidak ada barangnya. Jadi rebutan sedunia.

New York saja, satu kota, memerlukan 70.000 ventilator saat ini. Sampai-sampai Trump tidak percaya. Dikira satu rumah sakit hanya perlu dua atau tiga ventilator.

Kelangkaan itu pula yang membuat rumah sakit mulai bikin skenario darurat: pasien yang sudah tidak ada harapan jangan diberi ventilator. Atau ventilator yang sudah terpasang pun dicabut saja. Kalau pasien yang sudah lama dipasangi ventilator itu tidak mendapat kemajuan.

Itulah yang dibayangkan Syarif: jangan sampai terjadi. Kelangkaan ventilator harus diatasi. ”Kalau perlu ventilator ini bisa dipakai Indonesia untuk meningkatkan diplomasi,” kata Syarif.

Ia yakin Indonesia bisa ekspor Vent-I besar-besaran.

Untuk itu Syarif membuka diri: silakan saja. Siapa pun yang punya kemampuan bisa memproduksi Vent-I.

Syarif memperkirakan pabrik elektronik seperti Polytron dan pabrik mesin seperti Pura Barutama mampu mengerjakannya.

Demikian juga BUMN seperti PT Dirgantara Indonesia dan PT Len Bandung. Syarif siap menyerahkan gambar desain yang siap produksi.

Syarif sudah memikirkan rantai pasoknya. Ia sudah menghindarkan diri dari sistem pasok alat kesehatan. Agar komponen Vent-I itu mudah didapat di pasar bebas.

”Kalau menggunakan komponen alat-alat kesehatan tidak mungkin lagi. Sudah langka di seluruh dunia,” katanya.

Misalnya saja pompa. Syarif memakai pompa air yang ada di pasar. Demikian juga selang. Syarif menggunakan selang mesin cuci baju itu.

Biaya total satu unit Vent-I ini bisa ditekan menjadi sekitar Rp 12,5 juta. Sangat hemat untuk negara-negara miskin.

Tentu Syarif masih menunggu izin edar dari Kemenkes. Beberapa hari lagi. Tim Kemenkes sendiri sudah sangat proaktif. Mereka yang sudah datang ke Bandung.

Teman-teman Syarif di ITB tidak heran atas penemuannya kali ini. Syarif dikenal sebagai dosen yang sering menemukan teknologi baru.

Ventilator ini, kata seorang temannya, segini bagi Syarif –sambil teman itu menjentikkan jari kelingkingnya.

Syarif pernah menemukan teknologi kapal. Khusus untuk memasang kabel bawah laut. Kabel listrik maupun kabel optik.

Sebutkan di mana ada kabel bawah laut –di situ pasti ada nama Syarif Hidayat.

Ia itu Si Doel Anak Betawi dalam versi yang cerdas dan kreatif. Ia lahir di Jakarta. Hanya SMA-nya di SMAN3 Bandung. Lalu masuk tehnik elektro (arus kuat) ITB. Gelar masternya juga diraih di ITB. Sedang gelar doktor ia peroleh dari Tokyo University, Jepang.

Waktu saya telepon kemarin, Syarif masih terus di lokasi lockdown-nya. Salat malamnya pun dilakukan di bengkel daruratnya itu, di Masjid Salman itu.

Nikmat apa lagi yang masih akan kita dustakan dari Masjid Salman ini. (Dahlan Iskan)

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment

OPUNG LUHUT

“Tidak akan ada Jokowi kalau tidak ada Luhut..”

Begitu cerita seorang teman waktu kami ngopi bersama. Opung, panggilan LBP, adalah orang yang berjasa membawa Jokowi ke pentas Jakarta waktu itu.

Awalnya perusahaan furniture Jokowi mendapat bantuan permodalan dan jaringan dari perusahaan LBP. Dan melihat gaya kepemimpinan Jokowi, LBP tertarik membawanya ke pentas politik nasional, karena Indonesia sedang krisis kepemimpinan saat itu.

Dan disinilah Jokowi sekarang, menjadi Presiden dua periode, sebagian besar berkat jasa LBP juga.

Kenapa LBP tertarik sama Jokowi ?

Ini mungkin karena dulu Opung dekat dengan Gus Dur. Kepemimpinan Gus Dur membekas dalam hatinya dan ia mencari model pemimpin yang sama. Itu dia temukan dalam diri Jokowi, bahkan lebih lengkap lagi.

LBP bisa disebut “buldozer” Jokowi, mengamankannya dari ganasnya politik nasional yg penuh dengan TRex dan dinosaurus kejam lainnya, mulai dari militer, konglomerat mafia sampai politikus durjana.

Itulah kenapa Jokowi sangat percaya padanya. Selain dia belajar peta politik, Opunglah yang setia padanya ketika dia dihajar dari mana-mana.

Ibaratnya, seandainya semua elit politik mengkhianati Jokowi, opunglah elit terakhir yang akan berdiri menjadi tamengnya. Seperti yang dilakukannya terhadap almarhum Gus Dur..

Dan Jokowi sangat paham kemampuan lobbi dan jaringan LBP yang mendunia. Maka ia menaruhnya pada posisi penting, Menko kemaritiman dan investasi, yang membawahi 6 kementrian, termasuk kementrian perhubungan.

Makanya ketika Menhub Budi Karya istirahat kena Corona, Opung juga yang mengambil alih tugasnya.

Karena luasnya kementrian dibawah koordinasinya lah, maka ia terlihat selalu ada dimana-mana. Dan karena itulah, dia diisukan menjadi “the real Presiden”, bukan Jokowi.

“Kenapa isu Luhut yang lebih berkuasa dari Jokowi berkembang ?” Tanyaku.

Karena dia benteng Jokowi dan para elit tahu itu. Sulit mencari kelemahan Jokowi, serang LBP. Apalagi LBP beragama Kristen, jadinya isu nanti akan ditarik ke arah isu sektarian. Dan ini yang banyak tidak disadari orang-orang.

Dan isu ini semakin berkembang karena Opung lebih fokus kerjasama dengan China dalam pengembangan investasi di Indonesia.

Kenapa harus China ? Ya, karena negara yang paling besar beli hasil ekspor kita adalah China, jadi wajar saja diantara dua negara pedagang ada imbal baliknya.

Saya jadi teringat sejarah..

Dalam kisah Islam, kita mengenal Abu Thalib, paman Nabi, yang berjuang di garis depan membela keponakannya.

Meskipun dalam sejarah ia dikafir-kafirkan karena dianggap tidak masuk Islam sampai akhir hayatnya, tetapi sejarah juga mencatat bahwa salah satu momen kesedihan paling dalam bagi Nabi adalah meninggalnya sang paman, pembelanya.

Saya bukan sedang membela LBP apalagi jadi penjilatnya.

Saya hanya berterimakasih padanya, karena tanpa tangan dinginnya, kita mungkin tidak akan pernah mengenal Jokowi. Tidak akan pernah.

Jadi, boleh kita seruput kopinya ?

Denny Siregar & fb

Posted in Berita | Leave a comment

PELANTIKAN KEPALA BKF DAN DIRUT LMAN

Di tengah suasana ancaman penularan Covid19 dan keharusan kita semua untuk melakukan disiplin jaga jarak dan dirumah saja, hari ini saya melakukan pelantikan dua pejabat Kementerian Keuangan dalam suasana yang sangat tidak biasa. Sdr. Febrio Kacaribu dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Sdr. Basuki Purwadi sebagai Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Sebagai Kepala BKF yang memiliki peran penting untuk merancang kebijakan fiskal, Sdr Febrio saya minta untuk segera menyiapkan langkah-langkah kebijakan fiskal dalam menghadapi dampak penyebaran Covid19 yang unprecedented dan extraordinary. Presiden telah mengeluarkan PERPPU No 1 Tahun 2020 yang memberikan implikasi sangat besar pada pengelolaan Keuangan Negara dan kebijakan fiskal 2020 dan tahun-tahun selanjutnya.

Saya minta Sdr Febrio dapat bersinergi dengan semua unit eselon 1 di Kemenkeu untuk mampu merespons tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, dan menjaga kredibilitas dan sustainabilitas APBN dan kebijakan fiskal dalam jangka menengah panjang.

Saya yakin dengan pengalaman, excitement, dan semangat Sdr Febrio, tantangan tersebut dapat dijawab dengan baik.

Sebagai Dirut LMAN, peran Sdr Basuki untuk memimpin LMAN sebagai Lembaga pengelola aset negara dengan mindset kreatif, inovatif dan peka terhadap pasar menjadi penting. Aset negara adalah salah satu alat/tool dari kebijakan fiskal yang harus produktif, memiliki hasil guna dan manfaat bagi rakyat dan perekonomian.

Sebagai pejabat di Kementrian Keuangan, saya terus berpesan untuk selalu menjaga integritas, profesionalitas, memiliki kompetensi, memiliki sikap melayani masyarakat, bekerja dalam sinergi dan selalu berikhtiar mencapai kesempurnaan.

Dalam menghadapi tantangan merebaknya Covid19 yang sangat cepat dan ganas, kita semua diingatkan untuk selalu berikhtiar maksimal mengatasi masalah, namun tetap menjaga kerendahan hati dan kesabaran. Semoga Allah SWT-Tuhan Yang Maha Esa, selalu bersama kita dan memberikan kemudahan serta limpahan ridhoNya.

3 April 2020

fb Sri Mulyani Indrawati

Posted in Berita | Leave a comment

SATU TINDAKAN LEBIH BAIK DARI SEJUTA TULISAN

Saya dan tim Sahabat Birgaldo Sinaga #lawancovid19 baru saja usai tempur menyemprot desinfektan ke bilik ATM. Kami mengakhiri penyemprotan malam ini pukul 19.45 WIB.

Sambil menikmati makan malam, saya membaca riuh gemuruh pro kontra tentang ucapan Luhut Binsar Pandjaitan.

LBP mengatakan cuaca panas dan kelembaban di Indonesia menguntungkan Indonesia. Sehingga Covid 19 tidak begitu cepat mewabah.

Ucapan LBP ini langsung bikin gemuruh di jagad twitter.

Ekonom Faisal Basri tersentak kaget. Ia kesal dan marah. Lalu mencuit satu kalimat Luhut Pandjaitan lebih berbahaya dari virus corona Covid 19.

Jrenggg…pecahlah jagad twitter.

Apa yang terjadi?

Sudah 5 hari saya turun ke lapangan bertemu dengan para pedagang asongan, pedagang kaki lima, abang ojol dan kelompok masyarakat bawah.

Suara lirih getir mereka berharap badai Covid 19 ini cepatlah berlalu. Mereka tak mengerti perdebatan di Kabinet dan di media sosial itu. Untuk cari makan siang saja sudah pontang panting.

Sejak seminggu lalu, saya sudah memutuskan tidak akan berdebat atau berargumen lagi untuk Covid 19 ini.

Pikiran saya, pandangan saya atau argumen saya sudah saya suarakan sejak awal Maret sebelum wabah ini meluas.

Saya kira media sosial sudah terlalu crowded dengan caci maki, amarah, kejengkelan dan kebencian.

Di hari2 ke depan, saya dan tim Sahabat Birgaldo Sinaga akan terus berjuang di jalannya sendiri. Berjuang melawan Covid 19 dengan caranya sendiri. Menyapa orang2 yang sedang kesusahan karena tidak bisa makan siang lagi.

Sekarang buat saya, satu tindakan nyata itu lebih berarti dari sejuta tulisan. Menyelamatkan satu jiwa itu lebih berharga dari seribu nyanyian merdu.

Semoga Tuhan melindungi kita.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga & fb

Posted in Berita | Leave a comment

TUHAN MENGIZINKAN CORONA DEMI MEMPERBAIKI BUMI !!!

Dibalik heboh nya Corona Virus menjemput nyawa manusia, ternyata ada hal LUAR BIASA setelahnya.

Tanpa kita sadari bahwa Corona, ternyata mampu membuat BUMI MEREFRESH DIRI !

Selama Covid 19 merajalela di seantero dunia, maka PANAS BUMI yang diakibatkan oleh mesin mesin industri dan produksi yang beroperasi di daratan China, Eropa, Amerika, Australia, BERHENTI TOTAL !
Sehingga apa yang disebutkan sebagai pemanasan global, jauh sekali berkurang !

Kemarin ada artikel yang memberikan penjelasan,bahwa lapisan ozone kembali menebal dan pulih dengan sendirinya dan es di kutub kembali terbentuk.

SUNGGUH LUAR BIASA !!!

Jadi merinding bacanya, dan melihat foto dari satelit nya.

Allah sungguh luar biasa.
Begitu cintanya Allah sama kita, sampai harus pakai cara seperti ini, utk memperbaiki kondisi bumi yang sudah miris rusak akibat pemanasan global bumi.

Dibalik wabah corona ternyata ada hikmahnya.
Tuhan itu sungguh baik, dia menegur kita hanya pakai coronavirus saja, lalu ciptaan NYA memperbaiki diri sendiri !!!

Penemuan para ilmuwan ini, menegaskan kepada kita, bahwa TUHAN PUNYA CARA !

fb Telah Karo-Karo Purba

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment

MENAMPAR LAWAN DENGAN TENAGA DALAM : JOKOWI TERBAIK DI DUNIA MENGHADAPI CORONA

Erika Ebener-Jika kita menganalogikan sosok Presiden Jokowi pada semua karakter yang ada di dalam film The Avengers, dia adalah Kapten Mar-Vell atau Marvell. Manusia biasa yang memiliki kekuatan menyamai Superman. Tapi Kapten Marvell itu perempuan. So what? Sebagai Presiden Indonesia, Jokowi mampu bertindak dan berpikir sekaligus sebagai ayah yang tegas dan keras kepala dan sebagai Ibu yang penuh kelembutan dan kasih sayang untuk seluruh rakyat Indonesia.

Sosok pribadi Jokowi yang sudah “benar” adalah modal dasar kekuatan super yang dia miliki sekarang. Tapi eiit… jangan salah kalian mengartikan kata “benar” di sini. Jokowi adalah manusia yang benar dalam artian bahwa dia adalah sosok yang hanya patuh pada hukum dan peraturan. Baik itu hukum alam, hukum manusia, peraturan Negara maupun peraturan agama. Kepatuhan Jokowi terhadap hukum dan peraturan inilah yang membuat semua lawan kewalahan menemukan celah untuk menancapkan tongkat pendongkel mereka. Sebagai manusia biasa, Jokowi memang istimewa. Kekuatan lawan Jokowi hanya sebatas mempertahankan semua fitnah yang telah berhasil mendokrin para manusia “instan” Indonesia (manusia yg ingin sejahtera dengan cara instan).

Jokowi tidak hanya harus berhadapan dengan para manusia instan indonesia, pada saat yang sama Jokowi juga harus berhadapan dengan musuh lain, yaitu wabah corona, sebagai musuh kedua yang harus diperangin. Namun demikian, Jokowi tetap tegar menjaga rakyat Indonesia dari perpecahan.

Jokowi juga seorang pemimpin yang memiliki kekuatan “tenaga dalam”. Tunggu… ini bukan tenaga dalam seperti yang kalian lihat di film-film kungfu. Tenaga dalam di sini adalah kemampuan Jokowi sebagai seorang visioner, seorang yang mampu melihat hasil yang akan dicapai di masa depan atas kebijakan dan keputusan yang dia buat hari ini. Kevisioneran Jokowi tertuang pada pemikirannya atas langkah politik dalam dan luar negeri, yang sangat tajam, tenang dan penuh perhitungan. Langkah politik yang dilakukan dengan kekuatan tenaga dalam ini, membuat siapapun tak mampu menebaknya, termasuk oleh para politikus senior, baik lawan maupun kawan, yang telah berpolitik dari sejak jaman Orba. Pemikiran Jokowi yang inovatif, modern dan jauh ke depan membuat siapapun tertinggal dan baru paham setelah hasilnya kelihatan.

Dan terkait corona… siapa yang menyangka bahwa wabah virus corona yang muncul di akhir tahun 2019 akan menghantam dunia begitu dahsyat dan merata? Tidak ada! Bahkan pemerintah Cina sendiripun tidak pernah menyangka kalau virus corona akan muncul pertama kali di wilayahnya. Dan hanya dalam kurun waktu 3 bulan, virus corona telah mampu menghajar lebih dari 150 negara di dunia.

Kalau Jokowi tak punya kekuatan “tenaga dalam”, mungkin Indonesia akan terengah-engah bahkan kalah menghadapi serangan virus corona. Kalau sudah kalah, maka para manusia instan akan bersuka cita. Mereka akan berpikir melihat peluang besar untuk melengserkan Jokowi dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia, lalu mereka akan mendadak sejahtera.

Kekuatan “tenaga dalam” Jokowi, dia salurkan lewat langkah-langkah politik luar negeri Indonesia yang dia lakukan jauh sebelum virus corona ditemukan di Wuhan. Dan sekarang hasilnya mulai terasa dan bahkan sangat terlihat jelas dengan telah menjadikan Indonesia sebagai 1 dari 3 negara yang dipilih oleh Pemerintah Korea Selatan menjadi negara tujuan prioritas ekspor barang-barang penanggulangan covid-19. Dua Negara lainnya adalah Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab (UAE), sebagaimana dilansir oleh surat kabar harian The Korea Harold.

Korea Selatan adalah negara produsen produk penanggulangan pandemic covid-19 terbesar di dunia, seperti Alat Pelindung Diri, test kit, masker medis serta alat-alat lainnya. Test Kit covid-19 Korea Selatan yang saat ini dicari oleh seluruh Negara di dunia, awalnya dikembangkan oleh perusahaan farmasi bernama Seegene di Seoul. Mereka dapat membuat alat sebanyak 10.000 alat per minggu, dan setiap alat dapat menguji 100 pasien. Artinya, cukup untuk menguji 1 juta pasien setiap minggu dengan biaya di bawah USD 20 atau sekitar Rp 295.680 per testnya.

Itu sebabnya, sebanyak 117 negara-negara di dunia berlomba-lomba ingin mendapatkan produk-produk tersebut. Namun, Pemerintah Korea Selatan hanya memutuskan untuk memberikan produk-produk tersebut kepada 3 negara saja, yaitu Amerika Serikat, United Arab Emirat dan Indonesia.

Keputusan pemerintah Korea Selatan ini bukan atas dasar bahwa Amerika Serikat dan Indonesia adalah 2 negara yang memiliki kasus covid-19 terbanyak di dunia. Karena faktanya, Italia, Spanyol, India, Iran dan Negara-negara dengan kasus besar atas covid-19 tidak menjadi perhatian Negara Korea Selatan untuk mengirimkan produk-produk penanggulangan pandemic covid-19 tersebut.

Terhadap Amerika Serikat, alasan Korea Selatan karena selain terjadinya lonjakan kasus covid-19 di Amerika, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sendiri membuat permintaan dan mencapai kesepakatan setelah membahas mengenai pertukaran mata uang dengan Korea Selatam. Ingat, pada krisis ekonomi sebagai akibat dari adanya pandemic covid-19 ini, nilai tukar mata uang dolar menguat terhadap nilai mata uang seluruh negara di dunia. Dan Indonesia sendiri nilai rupiah terus melemah hingga diprediksi akan menembus pada angka Rp 20.000/dolar. Dan dengan membantu Amerika Serikat atas kebutuhan produk penanggulangan pandemic covid-19 ini, maka perekonomian Korea Selatan akan terselamatkan.

Terhadap Uni Emirat Arab diprioritaskan karena dipandang telah mempertahankan kerja sama di perbagai sektor. Uni Emirat Arab memang bukan Negara penghasil minyak terbesar di Jazirah Arab, tetapi dibandingkan dengan Arab Saudia, Uni Emirat Arab jauh lebih aktif berperan dalam kancah internasional.

Dan alasan terpilihnya Indonesia menjadi negara tujuan prioritas ekspor barang-barang penanggulangan covid-19 adalah karena Indonesia merupakan Negara mitra utama untuk kebijakan baru ke arah selatan atau New Southern Policy yang bertujuan meningkatkan hubungan dengan 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Kita semua tahu, bahkan dunia pun tahu, bahwa Pemerintahan Jokowi telah membangun kerja sama bilateral dengan Korea Selatan dalam berbagai sector, mulai dari kerjasama dibidang ekonomi, kerjasama regional dan global, hingga kerjasama teknis pembangunan Ibukota baru Indonesia. Semua kerjasama itulah yang menjadi salah satu pertimbangan Korea Selatan untuk memilih Indonesia sebagai 1 dari 3 negara prioritas yang akan mendapatkan produk-produk kesehatan terkait wabah covid-19. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi Negara-negara lain di dunia yang tidak menjadi prioritas tujuan ekspor alat-alat kesehatan atas covid-19? Lalu masih ada saja orang yang teriak Indonesia lambat dalam menangani wabah corona.

Tak hanya berhenti pada keberuntungan Indonesia menjadi Negara tujuan prioritas ekspor alat-alat kesehatan untuk covid-19 dari Korea Selatan. Langkah dan kebijakan Jokowi menghadapi wabah corona tak lepas dari role model yang diperlihatkan oleh Pemerintah Korea Selatan. Ketika banyak Negara di dunia melakukan lockdown, tidak dengan Korea Selatan. Langkah dan kebijakan Pemerintah Korea Selatan dalam memerangi dan mengurangi penyebaran virus corona tersebut adalah dengan melakukan jutaan rapid test, hingga korea Selatan menjadi negara yang terbanyak melakukan test covid-19 di dunia. Selain itu, pemerintah Korea Selatan melakukan pencegahan secara terkoordinasi serta meminta kerjasama dari warga sebagai pengganti lockdown.

Kebijakan Presiden Jokowi untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB adalah sama seperti apa yang telah Pemerintah Korea Selatan lakukan. Terlebih untuk Negara dengan populasi sebanyak Indonesia, tak akan terbayang jika Jokowi menerapkan Lockdown. PSBB adalah langkah yang sangat tepat bagi seluruh rakyat Indonesia ketibang lockdown-lockdown yang diteriakan oleh orang-orang yang ekonominya mapan. Dengan kebijakan PSBB, rakyat masih dapat bergerak walaupun dalam gerakan yang terbatas. Terlebih kebijakan PSBB ini memiliki dasar dan pijakan hukum yang kuat hingga manusia instan yang tak pernah lelah mencari kesalahan Jokowipun membisu dan sekalinya ngomong menyalahkan Jokowi, eh dia diciduk polisi dan calon masuk penjara.

Tak berhenti pada keuntungan Indonesia yang menjadi Negara prioritas tujuan ekspor alat kesehatan untuk covid-19, “tenaga dalam” Jokowi juga telah menyelamatkan Indonesia dari masalah resesi ekonomi global.

Seperti dilansir oleh Malajah The Economist tanggal 26 Maret 2020, mereka memprediksi pertumbuhan ekonomi untuk semua negara di seluruh dunia, terutama Negara-negara yang tergabung pada G20, akan memiliki grafik yang negative kecuali tiga negara akan selamat walaupun dengan angka pertumbuhan ekonomi yang sangat kecil. Pertumbuhan ekonomi global dunia sendiri akan berkisar di angka 2,2%.

Zona Eropa akan menjadi salah satu daerah yang paling terpukul resesi setahun penuh dengan angka menyentuh hingga 5,9%. Jerman (-6,8%), Prancis (-5%), dan Italia (-7%) akan mengalami resesi setahun penuh. Jerman, yang sebagian besar dari pabrik-pabriknya adalah export-oriented, akan terpuruk karena terkena gangguan rantai pasokan dan permintaan global yang melemah. Akibatnya, pemulihan yang diharapkan di negara-negara Zona Eropa lainnya pada paruh kedua tahun 2020 akan terwujud jauh lebih lambat dari Jerman.

Sementara, 3 Negara yang dinyatakan selamat dari jurang resesi adalah India dengan angka pertumbuhan ekonomi menyentuh 2.1% dari target 6%, Cina 1% dari target 5.9% DAN INDONESIA 1% dari target 5.1% pertumbuhan ekonomi.

Kerenkan!!! Dan prediksi The Economist ini adalah bagian dari apa yang melatar belakangi informasi yang disampaikan oleh Erick Thohir tempo hari tentang skenario buruk dan sangat buruk tentang ekonomi Indonesia, terutama tentang nilai tukar rupiah terhadap dolar yang katanya akan menembus hingga Rp 20.000 per dolar. Para manusia instan langsung menerima informasi ini sebagai celah untuk menyerang. Tapi mereka lupa bahwa negara lain jauh lebih buruk kondisinya daripada Indonesia.

Melihat fakta-fakta yang diberitakan di luar negeri tentang apa yang sudah Jokowi lakukan dimasa lalu dengan hasil yang didapatkan hari ini, semua itu tak akan tercapai jika Jokowi tak memiliki kekuatan “tenaga dalam”. Dan yang namanya tenaga dalam itu tidak kasat mata, tidak terasa pula, tapi tiba-tiba sakit dan terjungkal. Nah seperti itu pula lawan-lawan Jokowi yang saat ini sibuk merecoki. Mereka ditampar Jokowi dengan kekuatan tenaga dalam!!!

Kalau lawan Jokowi ga mati-mati, itu karena mereka pake ilmu debus. Kalau lawan Jokowi selalu memandang Indonesia jelek di tangan Jokowi, itu karena mereka membandingkan Indonesia dengan surga. Jadi ya mau digimana-gimanain juga susah kecuali mereka kita lockdown di surga.

Begitulah kura-kura

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment