KORBAN SELAMAT KM SINAR BANGUN: ‘WALAU KAPAL PENUH, KAMI TETAP BISA NAIK KE KAPAL’

Salah-seorang korban selamat dari ternggelamnya KM Sinar Bangun mengaku dirinya dan dua orang lainnya tetap bisa naik ke kapal tersebut walaupun muatannya sudah penuh.

Jamuda Parmonangan Sinaga, 17 tahun, mengaku petugas di Dermaga Tigaras telah menolak rencananya untuk menaiki kapal itu karena dinyatakan “sudah penuh”, tetapi pemilik kapal tidak menolak dia dkk naik ke atasnya.

“Penumpang sudah padat di dalam, tidak bisa bergerak sama sekali. Kondisi penumpang sesak,” ungkap Jamuda kepada wartawan BBC Dwiki Anugerah dan wartawan setempat, Sulaiman Achmad, Sabtu (16/06) saat ditemui di Simpang Gereja Jalan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

“Kakak dan teman saya disuruh masuk ke dalam kapal. Sepeda motor kami juga disusun… Jumlahnya (sepeda motor) puluhan. Kalau penumpang itu, kondisinya sekitar hampir 200 orang,” tambahnya.

Ketika kapal berjalan sekitar 20 menit lebih, sambung Jamuda, tiba-tiba kapal oleng. “Saya tidak ingat berapa lama oleng, saya loncat ke danau, kapal sudah tenggelam,” ujar siswa kelas 2 di SMA Negeri 1 Dolok Pardamean ini.

“Kejadiannya begitu cepat. Kapal oleng ke kiri lalu kanan, beberapa saat kemudian sudah tenggelam. Ketika kapal mau tenggelam itu saya loncat tercebur ke danau,” katanya.

‘Teman saya menarik kaki saya’

Saat berenang untuk menyelamatkan diri, Jamuda sempat berupaya menolong kerabatnya. “Teman saya menarik-narik kaki saya, karena situasi panik dan saya juga hampir tenggelam.”

Tetapi, “Saya lepaskan dan saya naik ke permukaan danau. Setelah itu, tidak ada lagi saya lihat mereka dimana,” ujarnya perlahan.

Hingga akhirnya dia dan sebagian korban lainnya diselamatkan oleh kapal KMP II Sumut, Jamuda mengaku tidak ingat lagi kejadian selanjutnya.

Jamuda mengaku hingga kini harus bolak balik rumah ke Posko Bencana di Dermaga Tigaras yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari rumahnya. Dia merupakan warga Kampung Sibungabunga, Desa Togudomu Nauli, Kabupaten Simalungun, Sumut.

“Mau cek korban lain apakah sudah ditemukan atau belum. Karena kakak dan adik saya dan teman saya belum ditemukan juga. Saya berharap secepatnya bisa ditemukan,” katanya, masih dengan nada lirih.

Bagaimanapun, dia mengharapkan agar kerabatnya yang masih hilang dapat ditemukan. “Setiap hari, kami keluarga menanti,” ungkapnya.
Upaya pencarian korban masih nihil

Memasuki hari keenam semenjak tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatra Utara, upaya pencarian korban meninggal atau selamat masih nihil.

Sampai Sabtu (23/06) sore, tim Basarnas sudah melakukan pencarian dengan tiga sistem, yaitu permukaan air, dalam air dan penyisiran di bibir Danau Toba, tetapi belum menemukan korban yang meninggal atau selamat.

Tim SAR juga telah memperluas pencarian sampai radius 30km untuk terus mencari korban, kata pejabat terkait.

“Tim kita bergerak 100 orang dengan 18 perahu karet,” kata Kepala Kantor SAR Medan, yang juga SAR Mission Coordinator tenggelamnya KM Sinar Bangun, Budiawan, Sabtu (23/6/2018).

Tim SAR juga sudah menggunakan peralatan multibeam side scan sonar yang mampu mendeteksi dan mengetahui kondisi dasar perairan hingga kedalaman 2.000 meter.

“Sudah datang (alatnya), sedang dipakai,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi kepada wartawan, Sabtu (23/06).

Namun demikian, seperti dilaporkan Sulaiman Achmad untuk BBC News Indonesia, kondisi cuaca di kawasan Danau Toba yang sempat digujur sejak Jumat dan kabut tebal, menjadi kendala proses pencarian, terutama pencarian dari helikopter.

“Sudah stand by tapi belum bisa datang karena faktor cuaca,” ujar M Syaugi.

KM Sinar Bangun tenggelam saat berlayar dari Simanindo di Pulau Samosir ke Tiga Ras di Pulau Sumatera, Senin (16/060 lalu), dengan perkiraan terakhir membawa 192 penumpang walau -menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi- kapasitasnya hanya sekitar 43 orang.

Hampir bisa dipastikan sekitar 170 penumpang yang hilang sudah meninggal dunia dan ada perkiraan bahwa jenazah bisa jadi akan mulai mengapung ke permukaan.
sumber: bbc
fb: Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

KORBAN SELAMAT KM SINAR BANGUN: ‘WALAU KAPAL PENUH, KAMI TETAP BISA NAIK KE KAPAL’

Salah-seorang korban selamat dari ternggelamnya KM Sinar Bangun mengaku dirinya dan dua orang lainnya tetap bisa naik ke kapal tersebut walaupun muatannya sudah penuh.

Jamuda Parmonangan Sinaga, 17 tahun, mengaku petugas di Dermaga Tigaras telah menolak rencananya untuk menaiki kapal itu karena dinyatakan “sudah penuh”, tetapi pemilik kapal tidak menolak dia dkk naik ke atasnya.

“Penumpang sudah padat di dalam, tidak bisa bergerak sama sekali. Kondisi penumpang sesak,” ungkap Jamuda kepada wartawan BBC Dwiki Anugerah dan wartawan setempat, Sulaiman Achmad, Sabtu (16/06) saat ditemui di Simpang Gereja Jalan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

“Kakak dan teman saya disuruh masuk ke dalam kapal. Sepeda motor kami juga disusun… Jumlahnya (sepeda motor) puluhan. Kalau penumpang itu, kondisinya sekitar hampir 200 orang,” tambahnya.

Ketika kapal berjalan sekitar 20 menit lebih, sambung Jamuda, tiba-tiba kapal oleng. “Saya tidak ingat berapa lama oleng, saya loncat ke danau, kapal sudah tenggelam,” ujar siswa kelas 2 di SMA Negeri 1 Dolok Pardamean ini.

“Kejadiannya begitu cepat. Kapal oleng ke kiri lalu kanan, beberapa saat kemudian sudah tenggelam. Ketika kapal mau tenggelam itu saya loncat tercebur ke danau,” katanya.

‘Teman saya menarik kaki saya’

Saat berenang untuk menyelamatkan diri, Jamuda sempat berupaya menolong kerabatnya. “Teman saya menarik-narik kaki saya, karena situasi panik dan saya juga hampir tenggelam.”

Tetapi, “Saya lepaskan dan saya naik ke permukaan danau. Setelah itu, tidak ada lagi saya lihat mereka dimana,” ujarnya perlahan.

Hingga akhirnya dia dan sebagian korban lainnya diselamatkan oleh kapal KMP II Sumut, Jamuda mengaku tidak ingat lagi kejadian selanjutnya.

Jamuda mengaku hingga kini harus bolak balik rumah ke Posko Bencana di Dermaga Tigaras yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari rumahnya. Dia merupakan warga Kampung Sibungabunga, Desa Togudomu Nauli, Kabupaten Simalungun, Sumut.

“Mau cek korban lain apakah sudah ditemukan atau belum. Karena kakak dan adik saya dan teman saya belum ditemukan juga. Saya berharap secepatnya bisa ditemukan,” katanya, masih dengan nada lirih.

Bagaimanapun, dia mengharapkan agar kerabatnya yang masih hilang dapat ditemukan. “Setiap hari, kami keluarga menanti,” ungkapnya.
Upaya pencarian korban masih nihil

Memasuki hari keenam semenjak tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatra Utara, upaya pencarian korban meninggal atau selamat masih nihil.

Sampai Sabtu (23/06) sore, tim Basarnas sudah melakukan pencarian dengan tiga sistem, yaitu permukaan air, dalam air dan penyisiran di bibir Danau Toba, tetapi belum menemukan korban yang meninggal atau selamat.

Tim SAR juga telah memperluas pencarian sampai radius 30km untuk terus mencari korban, kata pejabat terkait.

“Tim kita bergerak 100 orang dengan 18 perahu karet,” kata Kepala Kantor SAR Medan, yang juga SAR Mission Coordinator tenggelamnya KM Sinar Bangun, Budiawan, Sabtu (23/6/2018).

Tim SAR juga sudah menggunakan peralatan multibeam side scan sonar yang mampu mendeteksi dan mengetahui kondisi dasar perairan hingga kedalaman 2.000 meter.

“Sudah datang (alatnya), sedang dipakai,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi kepada wartawan, Sabtu (23/06).

Namun demikian, seperti dilaporkan Sulaiman Achmad untuk BBC News Indonesia, kondisi cuaca di kawasan Danau Toba yang sempat digujur sejak Jumat dan kabut tebal, menjadi kendala proses pencarian, terutama pencarian dari helikopter.

“Sudah stand by tapi belum bisa datang karena faktor cuaca,” ujar M Syaugi.

KM Sinar Bangun tenggelam saat berlayar dari Simanindo di Pulau Samosir ke Tiga Ras di Pulau Sumatera, Senin (16/060 lalu), dengan perkiraan terakhir membawa 192 penumpang walau -menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi- kapasitasnya hanya sekitar 43 orang.

Hampir bisa dipastikan sekitar 170 penumpang yang hilang sudah meninggal dunia dan ada perkiraan bahwa jenazah bisa jadi akan mulai mengapung ke permukaan.
sumber: bbc
fb: Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

PEMUDA INI BISNIS SENJATA TAJAM LEWAT ONLINE KHUSUS KEPADA BEGAL DAN GENG MOTOR

DEPOK – Operasi cipta kondusif Tim Jaguar Polresta Depok, Jawa Barat mengamankan seorang pemuda penjual senjata tajam dan menyita 191 botol minuman keras.

Operasi dipimpin Katim Jaguar Polresta Depok Iptu Agus Winam melakukan patroli ke sejumlah titik rawan peredaran miras dan tawuran. Hasilnya dari dua tempat berbeda disita 191 botol miras bermerek dan seorang pemuda penjual senjata tajam secara online.

“Untuk operasi miras kita lakukan di Terminal Depok. DariIbu N,45, kita sita miras tersebut,” ujar Iptu Winam usai operasi didampingi siswa Akpol di Polresta Depok, Sabtu (23/6) subuh.

Mantan Kapospol Pelni Sukmajaya ini mengatakan tersangla C,25, ditangkap setelah transaksi senjata tajam di pinggir jalan lampu merah Sandra, Pancoran Mas.

“Setelah menerima laporan masyarakat diduga pelaku menjual sekaligus penyedia senjata tajam untuk kelompok geng motor melalui online, kita langsung berpura-pura menyamar transaksi dan pelaku ditangkap,”tambahnya.

Lanjut Iptu Winam, untuk jenis celurit dan parang dibandrol harga persatuan Rp. 300 ribu. “Keuntungan pelaku menjual senjata tajam untuk kebutuhan hidup. Sedangkan pelaku baru beberapa kali menjual senjata tajam,”tutupnya.

“Untuk pelaku penjual senjata tajam kita serahkan ke anggota Polsek Pancoran Mas, sedangkan miras yang disita kita amankan ke Polres untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu pelaku penjual miras ini sering kali keoperasi tapi tidak pernah jera.” (Angga/b)
sumber: poskotanews
fb: Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

TERDUGA TERORIS DITEMBAK MATI DENSUS 88 DI PAMANUKAN

JAKARTA- Perang terhadap teroris terus dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri. Tim elit Polri ini nyaris setiap hari membekuk terduga teroris terutama seteleah peristiwa Bom Meledak di Surabaya.

Densus kembalin meringkus terduga teroris di Kabupaten Subang. Bahkan polisi terpaksa menembak mati pelaku di atas jalan Layang Pamanukan, Kabupaten Subang, Jumat (22/6/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan penembakan tersebut. “Iya betul, inisialnya M,” katanya di Grand Ball Room Sudirman, Jalan Sudirman Kota Bandung, Jumat (22/6/2018).
Terduga teroris diduga kuat berencana melakukan teror saat pencoblosan pilkada serentak, 27 Juni pekan depan.

“(Diduga) merencanakan aksi pada saat Pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal kepada wartawan, Jumat (22/6/2018).
Menurut Agung, terduga teroris tersebut dibuntuti dari Indramayu. Namun saat ditangkap, terduga teroris melakukan perlawanan sehingga petugas menembaknya dan mengakibatkan pria itu tewas. Jenazah pria itu pun kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“Dia masuk Jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Haur Geulis Indramayu,” ungkap Agung.

Dari pria tersebut disita ransel berisi benda mencurigakan. Tim Densus kemudian melacak isi tas tersebut. “Saat dilacak ranselnya berisi bom yang sudah ada switch-nya. Ransel sudah dibawa tim Jihandak Brimob untuk pengembangan penyelidikan,” ungkap Agung.(b)
sumber: poskotanews
fb: Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

TERDUGA TERORIS DITEMBAK MATI DENSUS 88 DI PAMANUKAN

JAKARTA- Perang terhadap teroris terus dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri. Tim elit Polri ini nyaris setiap hari membekuk terduga teroris terutama seteleah peristiwa Bom Meledak di Surabaya.

Densus kembalin meringkus terduga teroris di Kabupaten Subang. Bahkan polisi terpaksa menembak mati pelaku di atas jalan Layang Pamanukan, Kabupaten Subang, Jumat (22/6/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan penembakan tersebut. “Iya betul, inisialnya M,” katanya di Grand Ball Room Sudirman, Jalan Sudirman Kota Bandung, Jumat (22/6/2018).
Terduga teroris diduga kuat berencana melakukan teror saat pencoblosan pilkada serentak, 27 Juni pekan depan.

“(Diduga) merencanakan aksi pada saat Pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal kepada wartawan, Jumat (22/6/2018).
Menurut Agung, terduga teroris tersebut dibuntuti dari Indramayu. Namun saat ditangkap, terduga teroris melakukan perlawanan sehingga petugas menembaknya dan mengakibatkan pria itu tewas. Jenazah pria itu pun kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“Dia masuk Jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Haur Geulis Indramayu,” ungkap Agung.

Dari pria tersebut disita ransel berisi benda mencurigakan. Tim Densus kemudian melacak isi tas tersebut. “Saat dilacak ranselnya berisi bom yang sudah ada switch-nya. Ransel sudah dibawa tim Jihandak Brimob untuk pengembangan penyelidikan,” ungkap Agung.(b)
sumber: poskotanews
fb: Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

KELUARGA KORBAN SAKSIKAN ACARA ADAT DANAU TOBA “GONDANG BATAK”

Tigaras, Simalungun (ANTARA News) – Ratusan keluarga korban hilang dan pengunjung kelihatan serius menyaksikan acara adat di perairan Danau Toba menggunakan “gondang batak” untuk mencari penumpang hilang akibat tenggelamnya KM Sinar Bangun, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pemantauan Antara di Posko Utama Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sabtu, acara adat tersebut, menggunakan gondang batak dari warga masyarakat Damanik dan juga menghadirkan sejumlah penari tor -tor tradisional.

Selain itu, juga tampak hadir paranormal atau biasa dikenal dengan sebutan sebagai “orang pintar” yang akan memanjatkan doa di lokasi tenggelamnya kapal kayu tersebut.

Orang pintar (dukun) tersebut, juga memberikan berupa sesajen (beras, telur, dan perlengkapan lainnya) di tempat karamnya kapal kayu di perairan Danau Toba.

Melalui acara adat yang cukup sakral itu, dan diharapkan para penumpang KM Sinar Bangun yang hilang dapat kiranya ditemukan.

Para penari adat tersebut, berangkat dari Pelabuhan Tigaras menuju lokasi kejadian dengan menumpang kapal kayu milik “Patra Jaya,”.

Acara memohon bantuan pencarian penumpang hilang kepada para penghuni alam goib di Danau Toba itu, ditonton oleh ratusan keluarga penumpang hilang dari pinggiran Pelabuhan Tigaras dengan harap-harap cemas.

Keluarga penumpang berharap agar pencarian penumpang yang hilang itu dapat ditemukan, karena mereka sudah cukup lelah dan menunggu terlalu lama.

Sebelumnya, Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang, diperkirakan tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Hingga kini, tercatat 19 orang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, yakni Tri Suci Wulandari, Aceh Tamiang, Fahrianti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, dan Indah Yunita Saragih (22) warga P.Sidamanik.(Ant)
fb: Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

BREAKING NEWS: TERJADI LAGI KECELAKAAN KAPAL DI DANAU TOBA, KALI INI DI NAINGGOLAN SAMOSIR

TRIBUN-MEDAN.COM – Belum usai tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba saat berlayar dari dermaga Simanindo, Kabupaten Samosir menuju dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (18/6/2018) lalu, kini terjadi lagi kecelakaan KM Ramos Risma Marisi di Danau Toba, tepatnya di Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Kecelakaan ini dikabarkan terjadi pada hari Jumat (22/6/2018) malam sekitar pukul19.00 WIB.

Informasi awal dari grup whatsapp Polres Samosir menyebutkan, bahwa jumlah penumpang sebanyak 5 orang laki-laki.

Untuk sementara, korban selamat 4 orang dan 1 orang masih dalam pencarian.

Lokasi kejadian antara Muara Nainggolan, Kabupaten Samosir menuju pulau Sibandang, Tapanuli Utara.

Kondisi terkini di lokasi di Pelabuhan Muara Nainggolan, Samosir, Jumat (22/6//2018) malam pukul 22.00 WIB. |Tribun-Medan.com/Arjuna Bakkara.

Titik koordinat kecelakaan disebutkan di area 02. 24’N 98.54′ E radial dari Posko Tigaras Kabupaten Simalungun ke LKP 170° dengan jarak sekitar 70 kilometer.

Terjadinya kecelakaan tersebut, KM Petrus dan KM Horas Bunda langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR.

“Untuk sementara, penyebab kecelakaan KM Ramos Risma Marisi, karena diduga mati mesin dalam cuaca hujan deras, angin kencang, dan kuatnya ombak,” demikian laporan yang diterima Tribun-Medan.com, Jumat (22/6/2018) malam.

Kecelakaan kapal kembali terjadi di Danau Toba. Peristiwa terjadi pada Jumat (22/6/2018) pada pukul 19.00 WIB.

Kapal tersebut bernama KM (RR) Ramos Risma Marisi. Diperkirakan lokasi kecelakaan terjadi di antara Nainggolan, Kabupaten Samosir ke pulau Sibandang, Kabupaten Tapanuli Utara.

Adapun jumlah penumpang 5 orang laki laki. Sementara yang hilang satu orang laki laki bermarga Situmorang. Warga menyebut, Penyebab laka kapal menabrak keramba.

Dugaan sementara kecelakaan itu terjadi membuat KM Ramos Risma Marisi kemudian dihantam cuaca buruk.

Kapal motor tersebut kemudian mengalami mati mesin dalam keadaan cuaca hujan deras, angin kencang dan ombak yang cukup tinggi hingga membuat kapal tersebut oleng.

Kronologi kejadian:

1. Kapal Motor Jenis kayu yang sering digunakan mangantar penumpang berangkat dari pulau Sibandang Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara menuju Pelabuhan Nainggolan Kabupaten Samosir. Selanjutnya kapalkembali ke Pelabuhan Sibandang namun di tengah pelayaran, kapal mati mesin.

2. Pada Hari Jumat, 22 Juni 2018 pukul 21.15 WIB, kantor SAR Medan menerima info dari Kapolsek Onanrunggu no HP 08139692xxxx bahwa pada pukul 21.00 WIB, telah terjadi musibah kapal mesin dengan jumlah penumpang 5 org di Danau Toba jalur layar Pelabuhan Muara – Nainggolan.

3. Koordinat kecelakaan pada posisi 02. 24’N 98.54′ E radial dari Posko Tigaras ke LKP 170° dengan jarak sekitar 70 Kilometer

4. Pada tanggal 22 Juni 2018 pukul 20.20 WIB Koordinator Pos SAR Danau Toba berkoordinasi dengan Kapolsek Onanrunggu agar menggerakkan kapal masyarakat untuk membantu Pertolongan yaitu KM.

Petrus & KM Horas Bunda bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR.

5. Melihat jauhnya lokasi musibah Dari posko Onangrunggu tidak efektif pencarian malam ini, Tim Pos SAR Danau Toba digerakkan esok hari, Sabtu (23/6/2018) pukul 07:00 WIB.

6. Unsur yang ikut melaksanakan Operasi penyelamatan yakni masyarakat dan Polsek Onanrunggu.

**Saat berita ini ditayangkan, tribun-medan.com masih mengupayakan konfirmasi lebih lanjut. (*)
sumber: medan.tribunnews.
fb: Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

SAAT ORANG KRISTEN DIANIAYA, ANAK-ANAK KOREA UTARA RUPANYA DIBIARKAN LAKUKAN INI LOH…

Seorang warga Korea Utara yang saat ini tinggal di Inggris setelah berhasil melarikan diri dari negara komunis itu menyampaikan pengakuan mengejutkan soal kehidupan orang Kristen di negara asalnya itu.

Kepada Open Doors, sosok yang memiliki nama samaran John Choi ini mengaku semasa kecilnya di Korea Utara, anak seusianya telah dibesarkan dengan pemikiran bahwa orang Kristen itu jahat dan berbahaya. “Kami menyaksikan propaganda pemerintah bersamaan dengan eksekusi di depan umum. Tindakan itulah yang membuat anak-anak percaya kalau orang Kristen berniat menculik anak-anak dan (kami juga percaya) kalau salib itu jahat,” katanya, seperti dikutip dari Christiantoday.com.

Dia mengaku kali pertama menyaksikan eksekusi terhadap orang Kristen terjadi saat seorang pria dihukum karena mneyelundupkan barang-barang yang berkaitan dengan kekristenan ke Korut. “Dia telah menyelundupkan barang-barang Kristen ke dalam negeri dan membujuk orang-orang datang ke gereja. Semua desa diberitahu untuk datang dan menonton, anak-anak diijinkan menyaksikan pemandangan yang indah. Hal itu semakin meyakinkan kamu bahwa orang Kristen itu berbahaya,” terangnya.

“Saat saya melarikan sdiri dari Korea Utara, saya pergi ke tempat yang aman yang dikelola oleh seorang pria Kristen. Dia menyelamatkan saya tapi karena dia memakai kalung salib, saya melarikan diri dari sana. Saya ketakutan. Dia mengatakan kepada saya untuk berdoa dan berkata ‘Amin’. Kemudian saat saya dalam masalah, saya berkata, “Tolong jaga saya tetap aman, Amin.”

Choi lalu ditangkap dan dipenjara di Tiongkok, China. Di sanalah dia mulai membaca Alkitab.

“Di penjara Tiongkok saya bertemu dengan mantan gangster asal Korea Selatan. Dia punya Alkitab dan berkata skepada saya untuk membacanya. Jadi ssaya melakukannya karena saya bosan dan sudah membaca banyak buku yang lain. Saya tidak mengerti karena ditulis dengan tulisan lama. Amsal adalah satu-satunya bagian yang indah,” ucapnya.

Saat ini Choi menjadi seorang pengacara di Inggris. Dia juga fokus untuk menyelamatkan warga Korea Utara dari penindasan dan membawa mereka menikmati kehidupan yang bebas seperti yang dia dapatkan saat ini di Inggris. “Saya mau generasi berikutnya mendapatkan kebebasan. Saat ada gereja di kota asal saya di Korea Utara maka impian saya akan terwujud. Saat orang Korea Utara bisa pergi ke gereja dan bebas berbicara soal iman mereka dan bebas mengeskpresikannya maka negara itu akan punya kesempatan jadi negara yang bebas,” katanya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh orang-orang Kristen Korea Selatan, tetangga dekat negara komunis itu. Sekalipun hubungan kedua negara ini terus memanas, tapi orang-orang Kristen Korea Selatan tak henti berdoa bagi terwujudnya ‘kebebasan, penginjilan dan transformasi’ di Korea Utara. Mereka berharap Tuhan menaruh belas kasihan atas bangsa tersebut dan suatu saat kedua negara ini akan bisa bersatu kembali.

Soal perjuangan ini, kita optimis bahwa pertemuan antara pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 12 Juni 2018 kemarin akan membuahkan hasil yang baik. Sehingga ke depan kita bisa melihat kehidupan orang Kristen di negara itu semakin membaik.
sumber : Christiantoday.com/Jawaban.com
fb: Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

GENDERANG PERANG PILKADA SUMUT..

“Sumatera Utara itu rajanya korupsi !”

Begitu kata seorang teman yang tinggal di Medan. Dia patut gemas, karena menurut catatan ada 9 kepala daerah yang kena kasus korupsi. Ada mantan Walikota Medan dan wakilnya, ada mantan Bupati Nias bahkan yang parah Gubernurnya pulak..

Korupsi Gubernur Sumut yang terlacak dimulai pada masa Syamsul Arifin. Syamsul Arifin menang di Pilkada Sumut tahun 2008 berpasangan dengan Gatot Pujo dari PKS. Ia ditangkap KPK karena korupsi APBD pada waktu menjadi Bupati Langkat. Ternyata posisi Gubernur tidak melindunginya dari sel tahanan..

Penggantinya si Gatot dengan senyum kesucian berjanji akan mengevaluasi semua kebijakan. Eh, ternyata dia lebih garang. Ia menjadi “Imam” dari korupsi atas dana Bansos dan BOS ( bayangkan, korupsi di dana sosial dan pendidikan ).

Gatot tidak sendiri. Sebagai Imam, ia tentu punya jemaat dibelakangnya. Dan 38 anggota DPRD di Sumut pun berjamaah dijerat KPK. Dahsyatnya wakil PKS ini ketika dia berkuasa, jika dia mencuri di kereta api, dia curi segerbong-gerbongnya..

Kasus korupsi itu terus berbuntut panjang. Gubernur Sumut sekarang pengganti Gatot, Tengku Erry, pun sedang dalam pemeriksaan. Dan ada lagi kabar, Calon Wakil Gubernur dari satu paslon, Ijeck Shah, ikut juga diperiksa.

Sulit berbicara “Sumut bersih” jika masih ada benang merahnya dari korupsi. Sumut harus benar-benar mencari pengganti yang benar-benar bersih.

Karena itu, masuknya Djarot Syaiful Hidayat ke Sumut seharusnya menjadi harapan baru bahwa Sumatera Utara ke depannya akan lebih wangi. Djarot rekam jejaknya bersih ketika menjadi Bupati Blitar dan Wagub DKI.

Sudah saatnya masyarakat Sumut berperang dengan koruptor. Caranya adalah dengan memilih pemimpin yang benar juga. Jangan lagi tertipu dengan iklan baju putih dan tangan sedekap di dada, seolah dia manusia suci. Sesudah menjabat, eh ternyata bajingan menyaru malaikat..

Sumatera Utara harus direbut kembali, karena posisinya strategis untuk para pendukung Jokowi.

Tahun 2014, Jokowi pernah menang di provinsi ini. Dan mereka yang dulu memilih Jokowi, harus lebih militan karena memenangkan Sumut, berarti mengantarkan Jokowi untuk 1 periode lagi..

Survey terbaru dari Indobarometer, Djarot memimpin dengan lebih dari 37 persen suara dan lawannya Edy Rahmayadi, lebih dari 36 persen suara. Tipis sekali..

Karena itu jangan golput. Segeralah pulang jika KTP anda masih di Sumut. Segeralah mendaftar jangan sampai ada yang merebut hak suaramu. Berangkat pagi-pagi dan penuhi TPS tanggal 27 Juni. Kawal terus penghitungan suara jangan sampai lelah.

“Ini perang..” Kata temanku di Medan sana. Perang melawan koruptor dan untuk mengawal Jokowi ke depan. “Kita harus menang. Jangan biarkan PKS kembali memerintah..” Katanya.

Sumut, daerah kelahiranku, salam secangkir kopi. Mainkan genderangmu sampai ke seluruh negeri.

Bahwa Sumatera Utara tidak akan menyerah selangkahpun memerangi korupsi. “Ini waktu yang tepat untuk berbenah atau kita akan menderita 5 tahun lagi..”

Belum pernah mencoblos kumis pak Djarot ? Kami di Jakarta pernah. Cobalah, tusuk aja. Niscaya nikmat tiada tara… 😂😂

Denny Siregar

fb Denny Siregar
fb Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

DERITA PROKLAMATOR DAN HADIRNYA SEORANG MULYONO

Lelaki itu terbaring sendirian. Kamarnya pengab dan bau. Ginjalnya sudah kronis. Obat-obatan yang selama ini menjadi penopangnya, telah dibuang oleh tentara. Dokter yang merawatnya seringkali kenangis diam-diam. Hanya ada vitamin dan royal jelly yang boleh diberikan untuk pasiennya.

Dia sadar, kekuasaan hanya membolehkannya datang untuk merawat sebisanya. Bukan untuk penyembuhan. Lelaki perkasa itu, seperti dibiarkan mati pelan-pelan. Jiwanya di penjara. Badannya di penjara. Bathinnya dikungkung.

Kadang, pada malam hari, lelaki itu merintih menahan sakit yang luar biasa. Para tentara yang berjaga di depan kamarnya, sebagian tidak tahan. Satu-dua mereka ikut mengusapkan air mata mendengar rintihan orang yang dulu dikaguminya.

Setelah dipindahkan dari istana Bogor, Soekarno diasingkan ke Wisma Yaso, Jakarta. Ditempatkan dalam kamar yang sumpek dan bau, dia dibiarkan sendirian. Dijaga dengan ketat seperti layaknya seorang tahanan.

Hatta, sahabatnya, mendengar derita Soekarno dengan perasaan yang hancur. Di rumahnya sering dia menangis sesegukkan membayangkan seorang sahabat, yang dulu bersama-sama menorehkan proklamasi bagi negeri ini, kini teronggok dengan rasa sakit yang menggigit dan jiwa yang robek. Dia menulis surat kepada penguasa saat itu, meminta untuk membesuknya.

Di kamar, Wisma Yaso, Hatta memandangi sahabatnya yang tergolek lunglai. Wajahnya membengkak akibat ginjal yang tidak normal. “Bagaimana kabarmu, No,” bisik Hatta ke telinga sahabatnya. Dia menggenggam tangan Bung Karno. Air matanya jatuh melihat kondisi itu.

“Hoe gaat het met Jou?” jawab Bung Karno, dengan bahasa Belanda –Bagaimana juga kabarmu. Setelah itu keduanya terdiam. Soekarno tetap memejamkan matanya yang berat. Hatta hanya sanggup menatapnya. Memandang orang yang seluruh jiwanya ditumpahkan untuk rakyat dan bangsa ini, kini ditahan di kamar sempit. Menderita penyakit kronis dan dibiarkan menahan tusukan rasa ngilu yang tajam pada tubuhnya.

Mereka berpelukan. Lama sekali. Pembuangan ke Boven Digul atau ke tempat lain oleh penjajah Belanda, mungkin tak ada artinya. Tapi dipisahkan dari rakyat dengan cara yang menyakitkan ini, sungguh penyiksaan yang sangat perih bagi Soekarno.

Pernah sekali waktu, menjelang diusirnya Bung Karno dari Istana Bogor, seorang ajudan memprotes. “Kenapa bapak tidak melawan? Kenapa bapak diam saja diperlakukan seperti ini?”

“Aku tidak mau bangsa ini terseret dalam perang saudara. Dulu kita melawan Belanda. Tubuhnya beda, hidungnya beda dengan kita. Sekarang aku tidak mau melawan bangsa sendiri. Yang wajahnya sama. Keluarga dan kerabatnya sama. Aku tidak mau bangsa ini hancur berkeping-keping,” ujar Bung Karno tegas.

Jawaban itu disambut dengan sesegukan para ajudan dan pembantu setianya. Mereka tidak tega melihat seorang Proklamator diperlakukan begitu bengis. Sementara rasa cintanya pada Indonesia tidak jua terkikis.

Di kamar pengab Wisma Yaso kini, kedua proklamator menangis bersama. Meneteskan air mata dalam rasa yang perih. Beginikah ungkapan terimakasih sebuah bangsa kepada seorang yang seluruh hidupnya diabdikan untuk kemerdekaan?

Tidak lama setelah pertemuan itu, Bung Karno meninggal. Penguasa Orde Baru melarang rakyat melampiaskan rasa berkabung. Tentara mengusir kerumunan orang dari jalan-jalan.

Tapi duka itu terlalu dalam. Isak tangis terdengar di rumah-rumah. Orang tetap memenuhi jalan. Melepaskan kepergian seorang bapak bangsa.

Praibadi-pribadi besar, yang kepergiannya ditangisi jutaan orang. Kekuasaan sebengis apakah yang mampu membendung air mata?

Hari itu, 21 Juni 1970. Tercatat sebagai hari yang penuh air mata bagi Bangsa Indonesia.

Pada tanggal yang sama sembilan tahun sebelumnya, 21 Juni 1961. Seorang lelaki bernama Wijiatno Notomijarjo menunggui kelahiran anak pertamanya di RS Bersalin Brayat Minulyo, Solo. Sujatmi, istrinya yang baru berusia 18 tahun sedang berjuang di ruang bersalin.

Alhamdulillah, anak itu lahir sehat. Ayahnya memberi nama Mulyono. Karena usia Sujiatmi masih muda, nayi mungil itu tidak dibawa ke rumah kontrakan mereka di Gilingan. Kekuarga kakek dari pihak ayah, membawa bayi itu ke Giriroto, Boyolali, untuk diasuh. Biasanya sampai puputan tali pusar. Selama 40 hari bayi Mulyono diurus disana.

Setelah ibunya pulih, bayi itu diasuh sendiri. Dengan kehidupan yang sederhana di sebuah rumah kontrakan, di pinggiran kota Solo. Ayahnya seorang pedagang kayu, yang nantinya usaha itu diteruskan anak lelaki tersebut.

Sayangnya, saat masih Balita, Mulyono sering sakit-sakitan. Sebagaimana kebiasaan orang Jawa dulu, kedua orang tuanya memutuskan untuk mengganti nama anaknya.

Dipilihlah nama itu : Joko Widodo.

Setamat kuliah dari Fakultas Kehutanan UGM, Joko Widodo meneruskan bisnis kayu yang dirintis ayahnya. Usahanya maju. Mebel produksinya disukai di berbagai negara.

Salah seorang klien dari Jerman, kadang tertukar nama ketika hendak berhubungan dengannya. Karena Joko adalah nama umum yang digunakan banyak orang Solo. Klien itulah yang pertama kali memanggilnya Jokowi, agar tidak tertukar dengan Joko-joko lainnya.

Sekarang kita saksikan, lelaki kurus yang dilahirkan 21 Juni 1961 lalu, sedang menghela perjalanan bangsa ini. Dia menorehkan prastasi. Diplomasi di panggung internasional dijalan dengan baik dan konsisisten. Carut marut ekonomi dibenahi.

Memang belum seluruhnya beres. 32 tahun di bawah rezim Orde Baru, lalu memasuki kegagapan reformsasi dan 10 tahun diperintah SBY yang membiarkan kelompok radikal tumbuh nenyebabkan Indonesia terseok-seok. Buahya ketika agama banyak dijadikan tameng mengeruk kekuasaan politik. Jokowi mewarisi semua itu.

Sama seperti Soekarno yang membangun karakter bangsa, Jokowi juga berusaha membangun jatibdiri bangsa ini. Dia gerah dengan nepotisme ala Orde Baru, gerah dengan pengabaian bagian Timur Indonesia, gerah dengan politik berkedok agama, lelhlah dengan para mafia yang memanfaatkan kekuasaan politik untuk mencuri duit secara serakah.

Dia hanya ingin mengembalikan lokomotif bangsa ini berjalan di relnya semula. Tapi dia tahu, banyak kekuatan yang akan marah kepadanya. Banyak kepentingan yang ingin menjegalnya.

“Apa yang harus kita tegakkan untuk rakyat, harus berani kita tegakkan. Tidak perlu semuanya dihitung dari kacamata untung rugi politik,” katanya suatu ketika.

“Bangsa ini harus bersatu. Bahu membahu menghadapi tantangan dunia yang semakin komplek,” tambahnya.

21 Juni, Indonesia kehilangan seorang Praklamator, Soekarno. Kita kehilangan lelaki yang sepanjang hidupnya dibaktikan karena kecintaanya pada negeri ini. Pada tanggal yang sama di tahun berbeda, di Indonesia lahir seorang Jokowi.

Alhamdulillah. Indonesia ini tidak pernah kekurangan orang-orang yang mencintainya dengan hati yang penuh. Yang dari keringatnya kita bisa merasakan kebesaran negeri indah ini.

Tuhan telah menghadiahkan dua lelaki hebat untuk bangsa ini. Kitalah yang pantas menjaganya.

www.ekokuntadhi.com
fb Eko Kuntadhi
fb Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment