MARI BERGABUNG DENGAN BIGBUS SINABUNG JAYA.

Perusahaan otobus PO. SINABUNG JAYA yang selama ini telah melayani trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Karo maupun AKDP (Antar Kota Antar Provinsi)”KABANJAHE – BERASTAGI – MEDAN PP”, dalam waktu dekat ini akan memperluas layanan trayeknya khususnya untuk Trayek AKAP (Antar Kota Antar Provinsi):

“KABANJAHE-MEREK-SERIBU DOLOK-PEMATANG SIANTAR-PEKAN BARU-TELUK KUANTAN-MUARA BUNGO-BANDAR LAMPUNG-JAKARTA BANDUNG PP.”

(LINTAS TIMUR : TELUK KUANTAN – MUARA BUNGO – LUBUKLINGGAU – LAHAT – BATURAJA – BANDAR LAMPUNG)

Untuk itu, kami mengundang bapak/ ibu untuk bergabung dalam wadah KOPERASI SINABUNG JAYA PERSADA sebagai pengusaha BUS AKAP PO. SINABUNG JAYA, yang untuk tahap pertama kita akan melayani trayek tersebut di atas.

Mengingat plafond untuk trayek tersebut “SANGAT TERBATAS” maka hubungi dengan segera Manager Operasional dan Pemasaran PO. SINABUNG JAYA Sdr. Telah Karo Karo Purba di 0812-1985-5817 untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

Perusahaan otobus SINABUNG JAYA (KOPERASI SINABUNG JAYA PERSADA) adalah milik kita bersama “DARI KITA UNTUK KITA”.

Bujur/ terima kasih, mejuah-juah kita kerina.

SALAM SINABUNG JAYA & TANEH KARO SIMALEM.

Posted in Berita | Leave a comment

HUKUMAN MATI, MUDAH TERUCAP, SULIT TEREALISASI, INI SEBABNYA

Brion Purnama-Wacana tentang hukuman mati bagi koruptor, muncul ketika seorang siswa kelas 12 Jurusan Tata Boga SMK 57, Harley Hermansyah, menanyakan ketegasan pemerintah dalam memberantas korupsi.

“Kenapa negara kita mengatasi korupsi tidak terlalu tegas? Kenapa tidak berani seperti di negara maju misalnya dihukum mati?” kata Harley.

Lantas apa jawaban Jokowi? Saya coba rangkum agar tidak terlalu panjang. Untuk versi lengkapnya dapat dilihat di bagian referensi.

Pertama, hukuman mati dapat dilakukan bila korupsi dalam kondisi bencana alam.

Kedua, untuk korupsi di luar bencana alam, dapat dilakukan hukuman mati dengan catatan bila rakyat berhekendak (menjadikannya sebagai Undang-Undang).

“Tapi sekali lagi juga termasuk kehendak yang ada di legislatif (DPR),” ujar Jokowi.

Lantas bagaimana penjelasannya? Perlu kita ketahui bahwa ketentuan ini sudah ada UU-nya, yakni Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,

Bahwa hukuman mati dapat dilakukan bila tindak pidana tersebut dilakukan, pada waktu negara dalam keadaan bahaya sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pada waktu terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter.

Namun faktanya? Terdakwa kasus korupsi “fee project” dana rehabilitasi pasca gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Muhir, divonis dua tahun penjara, denda Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan.

Sudenom, Kepala Dinas Pendidikan NTB, divonis pidana dua tahun dan delapan bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Kasus korupsi delapan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018 di Kementerian PUPR. Kasus proyek pembangunan tempat penampungan korban (shelter) tsunami di Pandeglang, Banten. Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) proses pengembalian jenazah korban tsunami.

Serta masih banyak lagi kasus-kasus lainnya. Semuanya tidak satu pun yang mendapatkan hukuman mati, hukumannya pun rata-rata di bawah 5 tahun, malah ada yang cuma dihukum 1,5 tahun saja.

Jangankan untuk korupsi yang terkait bencana alam, untuk korupsi dalam kondisi normal saja banyak hambatan yang mengganjal.

Lihat saja kelakuan Mahkamah Agung (MA) yang memiliki hobi memangkas hukuman bagi terdakwa kasus korupsi. Sepanjang 2007 hingga 2018, setidaknya ada 101 narapidana kasus korupsi dibebaskan oleh MA.

Yang terbaru, Mahkamah Agung (MA) tidak saja membebaskan 7 terdakwa kasus pembobolan Bank Mandiri senilai Rp 1,8 triliun pada 4 Oktober 2019 yang lalu. MA bahkan meringankan hukuman untuk koruptor Idrus Marham yang sebelumnya divonis 5 tahun menjadi 2 tahun.

Malah terdakwa kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Syafruddin Arsyad Temenggung, divonis bebas oleh MA dalam proses kasasi. Padahal nilai kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 4,58 triliun.

Secara umum, hingga Oktober 2019, ada 275 terpidana mati dalam berbagai kasus, yakni 68 pembunuhan, 90 narkotika, 8 perampokan, terorisme 1, 1 pencurian,1 kesusilaan, dan pidana lainnya 105. Tidak ada satu pun yang dari tindak pidana korupsi.

Padahal Korupsi, Terorisme dan Narkoba, ketiganya digolongkan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

Bila untuk yang sudah ada landasan hukumnya saja, tidak mampu diterapkan. Bagaimana dengan yang masih belum ada landasannya?

Apakah cukup dengan kehendak rakyat saja? Apakah kehendak rakyat mampu mendorong wakil rakyat yang duduk menjadi anggota dewan untuk menelurkan UU hukuman mati bagi para koruptor, sementara DPR/DPRD justru merupakan sarang bagi para koruptor itu sendiri?

Jadi tidak heran bila Jokowi menekankan kata-kata. “Tapi sekali lagi juga termasuk kehendak yang ada di legislatif (DPR),”

Yang bisa kita terjemahkan menjadi, A. Legislatif adalah pembuat UU B. Seberapa besar tekad anggota legislatif membasmi korupsi? C. Beranikah mereka menelurkan UU hukuman mati bagi para koruptor manakala UU tersebut justru berpotensi menjerat rekan sesama anggota dewan atau bahkan diri mereka sendiri?

Saya meragukannya.

Jokowi sebagai executive, hanya bisa mendorong. Namun selama anggota legislatif masih dihiasi dengan wajah-wajah lama, wajah-wajah tua yang tidak memiliki idealisme lagi atau wajah-wajah yang cuma 4D (datang, duduk, dengkur, duit). Selama itu pula wacana UU hukuman mati hanya akan tetap menjadi rencana yang tidak kunjung menjadi nyata.
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

BERTEMU AHOK, JOKOWI INSTRUKSIKAN TURUNKAN IMPOR MIGAS

JAKARTA — Presiden Joko Widodo baru-baru ini bertemu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang saat ini menjabat Komisaris Utama PT Pertamina (persero). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi memerintahkan agar Ahok yang dulu menjadi wakilnya sewaktu menjabat Gubernur DKI Jakarta, untuk menurunkan impor migas.

Presiden Joko Widodo mengatakan pertemuannya dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Senin sore (9/12) adalah untuk membicarakan bagaimana pemerintah bisa menurunkan impor minyak dan gas (migas) dan membahas perkembangan program campuran minyak nabati 30 persen ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau B30.

Ia berharap dengan mengurangi impor migas, defisit neraca perdagangan akan membaik. “Oh, itu urusan migas. Urusan yang berkaitan dengan impor migas, B20, B30. Saya ingin urusan yang berkaitan dengan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan kita bisa diturunkan kalau impor migas bisa dikendalikan dengan baik, dan juga lifting produksi dari migas juga bisa dinaikkan. Intinya mereka menyanggupi,” ujar Jokowi di Jakarta, Selasa (10/12).

Jokowi mengatakan, penggunaan B30 harus bisa diimplementasikan mulai Januari 2020, dan pelaksanaannya dikawal oleh Pertamina. Ia juga berharap, Pertamina bisa merealisasikan pembangunan kilang minyak yang sudah tertunda selama puluhan tahun.

“Sudah 34 tahun tidak bisa bangun, kebangetan. Saya suruh kawal betul dan ikuti terus-nya,” tegas Jokowi.

Ahok yang ditemui usai bertemu dengan Jokowi mengatakan, sektor migas memang memiliki peran kunci dalam memperbaiki defisit neraca perdagangan. Karena itu, sebagai komisaris utama dari Pertamina, ia akan berusaha memastikan agar proses pengendalian impor migas ini bisa berjalan dengan baik.

“Pesannya jelas. Tadi dijelaskan sama Ibu (Nicke), Presiden ingin memperbaiki defisit neraca perdagangan kita. Kunci paling besar sektor petrokimia dan migas. Saya kira tadi Ibu sudah sampaikan cukup baik. Beliau akan monitor siapa yang sebetulnya dapat subsidi, karena selama ini kan bilang habis habis habis. Pertamina sudah bikin semua, tugas saya bukan campuri bisnis pertamina, tugas saya itu mengurusi manajemennya. Beliau yang mengurusi bisnis, karena saya komut (komisaris utama),” ujar Ahok kepada wartawan di Istana Presiden Jakarta, Senin (9/12).

Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati mengatakan persiapan penerapan B30 berjalan dengan baik. Menurutnya implementasi penerapan B30 ini akan dilakukan di semua SPBU. Selain itu, Pertamina pun mendorong penerapan digitalisasi SPBU agar bisa memastikan bahwa BBM bersubsidi tepat sasaran.

“Kita akan menerapkan program itu agar bisa memonitor penyaluran BBM subsidi, kami akan mendorong cashless payment bagi masyarakat yang menggunakan subsidi baik BBM maupun elpiji. Kita akan dorong semuanya menggunakan cashless payment,” jelas Nicke.

Nicke juga mengungkapkan, pembangunan kilang minyak sudah menjadi bagian dari program Pertamina, sehingga dapat dipastikan bahwa pembangunannya tidak akan tertunda lagi. [gi/ab]

sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

AFRIKA SELATAN MENANG GELAR MISS UNIVERSE

Zozibini Tunzi memenangkan gelar Miss Universe dalam final yang berlangsung Minggu (8/12) di Atlanta. Upacara penobatan Miss Universe disiarkan secara langsung di televisi dan dibawakan kembali oleh presenter Steve Harvey.

Tunzi adalah perempuan Afrika Selatan ketiga yang dinobatkan sebagai Miss Universe. Sebelumnya, Demi-Leigh Nel-Peters pernah memenangkan pada 2017, dan Margaret Gardiner pada 1978.

Tunzi, 26 tahun, berasal dari Tsolo, Afrika Selatan. Dia giat menyuarakan pentingnya kecantikan alami dan menentang bias gender.

Miss Puerto Rico Madison Anderson adalah juara kedua, dan Miss Mexico Sofia Aragon adalah juara ketiga.

Miss Indonesia, Frederika Cull, masuk ke jajaran sepuluh besar, tetapi dia tidak lolos ke jajaran lima besar. [vm/ft]
sumber: voaindonesia
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

ARAB SAUDI HAPUS PEMISAHAN GENDER DI RESTORAN DAN KAFE

Arab Saudi menghapus peraturan gender di restoran. Selama puluhan tahun, peraturan itu memisahkan ruang dan pintu masuk bagi perempuan dan laki-laki lajang.

Keputusan itu, yang pada dasarnya mengakhiri aturan pemisahan gender di tempat umum, diam-diam diumumkan hari Minggu (8/12) dalam pernyataan yang panjang dan disampaikan secara teknis oleh Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan.

Walaupun sebagian restoran dan kafe di kota pesisir Jeddah dan hotel-hotel kelas atas di Riyadh telah membolehkan laki-laki dan perempuan, yang tidak ada hubungan darah, duduk dengan bebas, langkah tersebut mengodifikasi apa yang selama ini menjadi isu sensitif di kalangan orang-orang Arab Saudi. Negara tersebut selama ini memandang pemisahan gender sebagai persyaratan agama.

Namun, negara-negara Muslim tetangga Arab Saudi tidak menerapkan peraturan yang sama.
Seorang wanita mengendarai mobil di jalan raya di Riyadh, Arab Saudi, sebagai bagian dari kampanye untuk menentang larangan Arab Saudi terhadap mengemudi wanita, 29 Maret 2014. (Foto: AP)
Seorang wanita mengendarai mobil di jalan raya di Riyadh, Arab Saudi, sebagai bagian dari kampanye untuk menentang larangan Arab Saudi terhadap mengemudi wanita, 29 Maret 2014. (Foto: AP)

Di seluruh Arab Saudi, norma yang berlaku adalah laki-laki dan perempuan, yang bukan muhrim, tidak boleh berbaur di tempat umum. Sekolah-sekolah negeri dan sebagian besar universitas negeri masih memberlakukan pemisahan itu, begitu pula acara pesta pernikahan.

Restoran dan kafe di Arab Saudi, termasuk waralaba besar dari Barat seperti Starbucks, saat ini menerapkan pemisahan dengan menyediakan ruang khusus “keluarga” bagi perempuan yang bepergian sendiri atau disertai saudara laki-laki, dan ruang khusus “lajang” bagi laki-laki.

Sebuah laporan menyatakan kota Jeddah membuka sebuah klub malam.

Banyak juga restoran dan kafe yang menyediakan pintu masuk dan ruang terpisah untuk perempuan dan laki-laki, atau ruang untuk keluarga di mana perempuan tidak terlihat oleh laki-laki lajang. Di restoran atau kafe yang lebih kecil dan tidak mempunyai cukup ruang untuk pemisahan, perempuan dilarang masuk.

Namun, dalam beberapa tahun ini Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah mendesakkan reformasi sosial, sehingga kini perempuan dan laki-laki bisa menghadiri konser dan menonton di bioskop. Padahal dua hal tersebut dulunya dilarang. Ia juga membatasi kewenangan polisi agama di negara itu, yang selama ini menjadi penegak norma sosial konservatif, seperti pemisahan gender di tempat umum.

Dua tahun lalu, perempuan untuk pertama kalinya dibolehkan menyaksikan acara olahraga di stadion di bagian yang disebut sebagai ‘keluarga’. Perempuan-perempuan muda dalam beberapa tahun ini juga telah diizinkan mengikuti pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah, hak yang hanya dimiliki anak laki-laki.

Agustus lalu, kerajaan Arab Saudi mencabut larangan perjalanan yang kontroversial dengan mengizinkan semua warga negara laki-laki maupun perempuan- mempunyai paspor dan bepergian dengan bebas. Hal tersebut mengakhiri kebijakan lama perwalian yang selama ini mengekang kebebasan bergerak perempuan.[ka/jm]
sumber: voaindonesia
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

JIKA SUSI JADI DIRUT GARUDA

Brion Purnama-Bila ditanya siapa yang paling cocok dan paling layak menggantikan dirut Garuda, Ari Askhara yang belum lama ini dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir, maka yang muncul di kepala saya adalah nama Susi Pudjiastuti.

Saya yakin, bukan cuma saya, pembaca pasti juga sepakat bahwa sosok yang dikenal dengan slogan “Tenggelamkan!!!” itu sudah tidak diragukan lagi kapabilitasnya.

Dari sekian banyak alasan, saya hanya perlu 3 alasan untuk menyakinkan Anda, kenapa Susi adalah sosok yang layak membenahi carut marutnya maskapai Garuda Indonesia saat ini.

Pertama, Susi Pudjiastuti adalah pemilik PT ASI Pujiastuti Aviation yang mengoperasikan maskapai Susi Air sejak tahun 2004 hingga sekarang. Meski maskapai kecil, namun hal ini menjadikannya sudah tidak asing lagi dengan dunia penerbangan.

Dengan kata lain, hanya dibutuhkan waktu yang sedikit bagi Susi untuk beradaptasi dan memetakan permasalahan yang ada di Garuda, sebelum kemudian mengambil tindakan pembenahan.

Kedua, Susi Pudjiastuti sudah dikenal sebagai sosok yang berintegritas. Kejujurannya sudah terbukti selama memimpin KKP. Di masanya, Susi Pudjiastuti berhasil mengembalikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp9,4 triliun dari tahun 2014-2018.

Saya belum tahu bila ada kementerian lain selain kementerian KKP, melakukan hal yang sama. Bila ada pun nilainya mungkin tidak sebesar yang dikembalikan oleh KKP.

Bayangkan bila Susi juga melakukan hal yang sama di Garuda. Saya yakin kerugian akibat tidak efisiennya Garuda selama ini, akan teratasi tanpa harus menaikkan harga tiket yang mencekik leher. Atau kejadian memalukan seperti memalsukan laporan keuangan yang terungkap di masa Ari Askhara.

Tentu saja efisiensi yang dimaksud jangan sampai mengorbankan kualitas maupun kuantitas pelayanan kepada customer. Seperti misalnya menyajikan sajian makanan tak layak makan, seperti yang banyak dikeluhkan oleh konsumen Garuda sendiri bahkan sampai sempat viral beberapa waktu yang lalu.

Nilai integritas lainnya adalah keberanian dan ketegasan. Ia berani menolak tawaran Rp 5 triliun agar mengundurkan diri sebagai menteri saat menjabat sebagai menteri KKP. Bukan hal yang mustahil bila kejadian yang sama akan muncul kembali seandainya ia menjabat sebagai Dirut Garuda.

Jangan berpikir di dunia penerbangan tidak ada mafianya. Kasus duo poly harga tiket antara Garuda dan Lion, biaya sewa pesawat yang lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain dan penyelundupan Harley hanyalah sekelumit kisah dari sekian banyak borok beraoma mafia yang ada di dalam BUMN itu sendiri.

Diperkirakan masih banyak modus-modus lainnya yang belum terungkap. Kehadiran seorang Susi Pudjiastuti tentu akan menjadi gangguan yang perlu disingkirkan bagi para oknum yang sudah biasa bermain kotor di dunia penerbangan ini.

Ketiga, sosok Susi Pudjiastuti pun sudah terkenal sebagai sosok yang humble (rendah hati) dan apa adanya. Ia pernah tertangkap kamera tertidur di kursi bandara, ia juga pernah tertangkap kamera tidak canggung bergaul dengan para nelayan saat menjadi menteri dulu.

Fotonya yang sedang duduk di atas paddle (papan selancar) sambil menikmati secangkir kopi pernah hits dan menjadi perbincangan masyarakat ketika itu.

Lagi-lagi coba bayangkan bila ia menjadi dirut Garuda. Alih-alih duduk berleha-leha di kantornya yang ber-AC atau memikirkan cara menyelundupkan Harley. Susi pasti akan memilih turun ke lapangan memantau langsung pelayanan yang diberikan oleh anak buahnya.

Tidak akan mengherankan bila di kemudian hari, Susi akan sering terlihat berbincang santai dengan penumpang pesawat di ruang tunggu. Tidak saja menampung keluhan, namun juga masukan dari penumpang yang ia temui.

Berbekal masukan itu, Susi pasti akan mampu mengambil tindakan untuk membenahi kekurangan yang terjadi.

Setelah terpuruk sekian lama, entah mengapa, saya menyakini, di tangan seorang Susi Pudjiastuti. Garuda Indonesia akan terbang tinggi sekali lagi, membelah angkasa dan mensejajarkan diri tidak kalah dengan maskapai kelas dunia lainnya.

Hanya satu hal yang menjadi kekhawatiran saya, bila Susi Pudjiastuti terpilih menjadi Dirut Garuda.

Bila semasa menjadi Menteri KKP, Susi tidak ragu menenggelamkan kapal pencuri ikan. Saya khawatir bila kebiasaan ini terbawa hingga ia menjabat Dirut Garuda.

Jangan-jangan porter yang tertangkap merobek bagasi penumpang untuk mencuri, atau bawahannya yang tertangkap korupsi serta tindakan tidak terpuji lainnya. Akan ia suruh lempar keluar dari pesawat yang sedang terbang.

Akhirnya slogan “Tenggelamkan!!!” pun akan berubah menjadi “Lemparkan!!!”

Bagaimana menurut pembaca?

sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

PANCASILA VS AGAMA

widya iswaraaa-Menurut Pancasila,negara adalah berdasar atas ketuhanan yang maha esa dan atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hal ini termuat dalam penjelasan pembukaan UUD 1945,yaitu pokok pikiran ke -4. Rumusan ini menujukka bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila adlah bukan negara sekuler yang memisahkan negara dan agama.hal ini tercantum pada pasal 29 ayat (1), bahwa negara adalah berdasar atas ketuhanan yang maha esa. Dalam perkembangannya, kajian lama dan panjang tersebut telah melahirkan dialektika dan polarisasi pandangan yang bermanyoritas berpola dan tidak banyak berubah bahkan tidak ada melahirkn pemikiran baru. Seperti pandangan teokrasi,sekularis, komunis, dan moderasi. Adapun keempat pola pandangan tersebut adalah:

1.Teokrasi, merupakan pandangan yang menganggap atau menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara negara dan agama dalam arti kata lain, antara negara dan agama di yakini oleh aliran pandangan ini sebagai dua hal yang tidak bisa di pisahkan.

2.Sekularis,yakni paham sekuler ini banyak berkmbang di negara negara barat,paham juga menganggap bahwa antara negara dan agama itu tidak memiliki hubungan satu sama sail.

3.Komunis, paham yang berpandangan radikal bahwa hubungan negara dan agama berdasarkan pada folosofi materialism-dialektis dan materelisme historis.

4.Moderasi, paham sintesa antara paham teokrasi dan sekuler. Paham ini beranggapan bahwa antara negara dan agama tidak memiliki hubungan yang diyakini oleh paham teokrasi.

sumber: kompasiana
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

MAKSUD YESUS LAHIR KE DUNIA

Ada beragam maksud dan pemaknaan orang tentang arti Natal. Beragam pandangan dan silang pendapat muncul terkait alasan Yesus lahir ke dunia. Untuk apa Dia, Tuhan nun jauh di sana (transenden) itu merelakan diri-Nya menyatakan diri sebagai manusia. Kitab Lukas 4:16-21 memberikan informasi yang gamblang tentang hal ini. Ayatnya yang ke 18 hingga 20, merupakan nukilan ayat yang dibacakan Yesus dari kitab Yesaya yang kemudian ditegaskan telah digenapi oleh-Nyadalam ayat selanjutnya. Nukilan ayat tersebut juga menyatakan dengan tegas dan lugas tentang prinsip-prinsip penting, ajaran yang sangat menarik untuk apa sebenarnya Dia datang ke dunia ini. Di dalamnya juga tergambar kepada siapa “obyek” karya dan pelayan-Nya itu hendak ditujukan.

Kabar baik untuk orang miskin

Miskin bukan melulu soal penghidupan atau soal jasmani semata. Miskin di sini menunjuk kepada mereka yang secara rohani miskin, artinya orang-orang yang menyadari kemiskinanannya. Miskin dimaksud adalah orang yang mengaku butuh juruselamat, butuh Tuhan, dan haus akan kebenaran, yang karenanya dia akan bergumul, bergelut dan berkutat di situ. Orang miskin seperti ini adalah orang yang jeli, tepat, dan pas sebagai orang yang memerlukan kebenaran. Orang-orang yang merasa miskin akan kebenaran adalah orang yang selalu rindu pada firman Tuhan. Tentu mereka adalah orang yang berbahagia, dan kepada merekalah Yesus datang. Karena memang mereka merindukan itu, dan betul haus akan Kebenaran ultimat itu, yakni kebenaran sejati dari Allah sejati. Firman yang hidup itu tidak datang kepada orang-orang yang congkak. Firman juga tidak datang kepada golongan orang yang merasa hebat dan mempunyai segala-galanya.

Kisah tentang perbedaan mendasar doa ahli taurat dan pemungut cukai memberikan gambaran jelas tentang hal ini. dari kisah itu terlihat jelas kemiskinan si pemungut cukai yang disertai dengan keminderan rohaninya, sementara ahli taurat teramat bangga dengan “kekayaan” (baca: kecongkakan) spiritualitasnya. Berbeda sama sekali dengan Nikodemus, pemimpin kelompok orang Yahudi yang disebut sebagai Farisi, yang justru merasa miskin di hadapan Tuhan. Sehingga ia merasa perlu dan penting untuk mencari Yesus, tanpa pernah merasa bahwa dia adalah seorang guru taurat, imam, atau orang Yahudi yang hebat. Nikodemus pergi malam hari untuk bertemu Yesus. Nikodemus merasa kemiskinan spiritualnya itu membutuhkan pengayaan, perlu diperkaya oleh firman yang hidup itu. Nikodemus adalah teladan yang sangat baik untuk dicontoh dan praktikkan dalam hidup. Kemiskinan dan dahaga rohaninya terhadap firman Tuhan memang harus terus ada di hidup kita. Nikodemus menjadi alasan tersendiri mengapa orang semakin menggali kebenaran (firman), maka dia semakin mendapat limpahan kebenaran. Perasaan miskin akan kebenaran patut ditumbuhkembangkan dan dirayakan di hidup kita.

Pembebasan pada orang yang ditawan

Mereka yang dikungkung, dikurung oleh dosa, seringkali hidupnya lebih murni daripada orang beragama tapi sombong. Ada hal menarik dari apa yang dikatakan Allah kepada jemaat Laodikia: “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”. Orang berlaku baik, bahkan baik sekali, itu adalah tindakan benar dan niscaya Tuhan akan menyukainya. Tetapi orang gemar ke gereja, tapi hidupnya tidak baik, itu justru menjadi kebencian bagi Tuhan. Tuhan lebih suka orang tertawan oleh dosa, yang hidupnya hancur. Orang yang hidup dalam dosa karena memang dia tidak tahu kebenaran. Kedatangan Tuhan justru untuk berbicara kepada orang-orang seperti ini. Tuhan membebaskan mereka dari jerat ikat dan pikat belenggu dosa. Tuhan menyelamatkan mereka.

Orang-orang itu “dingin”, tapi “kedinginannya” lantaran ada dalam situasi ketidaktahuan mereka. Tuhan menyelamatkan mereka, memberikan pencerahan, memerdekakan dan pengharapan kehidupan. Jamahan Allah atas hidup mereka mewujud dalam pembekalan prinsip-prinsip hidup yang seharusnya. Orang yang sebelumnya jahat, betul-betul jahat bisa berubah menjadi orang yang baik sama sekali. Ini adalah kabar menyenangkan dan membahagiakan. Ini juga yang seharusnya menjadi pemahaman umat kristiani tentang natal. Dengan natal kita membawa dan mengarahkan orang kepada kehidupan sejati, kehidupan yang sesungguhnya. Sesuatu yang Allah kehendaki kita lakukan di hari-hari kita.

Memberi penglihatan kepada orang-orang buta

Pokok perbincangan pada bagian ini mirip dengan penjelasan terhadap orang-orang yang tertawan tadi. Orang-orang buta yang dimaksud adalah orang-orang yang yang benar-benar tidak dapat melihat kebenaran sama sekali. Orang buta adalah orang yang tidak tahu tentang apa itu kebenaran. Orang buta adalah mereka yang tersesat dan salah jalan. Orang-orang yang dalam kebutaannya terjerumus dan kacau balau dalam kehidupan. Orang-orang seperti inilah yang kemudian dijangkau oleh Tuhan. Merekalah yang menjadi target karya Tuhan yang mencelikkan. Ini bukan bicara soal buta atau buta fisik. Layaknya orang-orang tawanan dibebaskan, begitulah orang-orang buta dicelikkan dari kegelapannya. Sehingga mereka yang sebelumnya tidak mampu memandang dan melihat nilai-nilai rohani, kini menjadi terang benderang.

Fanny Crosby, seorang pencipta lagu dan penulis lirik asal Amerika Serikat yang terkenal adalah seorang yang buta sejak kecil. Namun dalam kebutaannya dia pernah menciptakan 8000 hymne, yang 6000 diantaranya cukup populer, bahkan hingga saat ini. Pada suatu ketika Fanny diwawancarai. Salah satu hal yang ditanyakan oleh jurnalis adalah sebagai berikut “kalau Tuhan memberimu satu kali lagi kesempatan hidup, apa yang akan engkau minta”? Sungguh mengejutkan, pertanyaan itu dijawab Fanny dengan gamblang dan amat sangat mengagumkan: “Kalau aku lahir lagi, dan Tuhan memberikan aku kesempatan sekali lagi, aku akan meminta kepada Tuhan agar tetap terlahir buta, tetapi dicintai dan mencintai Tuhan!” Buta bagi Fanny bukanlah masalah besar, sebab yang terpenting bagi dia adalah kasih dan cinta Tuhan itu. Buta mata tak mengapa, asal tidak spiritualitas, hati kita yang buta. Kiranya Tuhan pun berkenan mencelikkan hati, spiritualitas yang buta, yang tidak mampu melihat kebenaran.

Tuhan berkenan hadir ke dunia, menyatakan diri sebagai manusia untuk mengabarkan warta indah kepada orang yang miskin hatinya, mereka yang haus akan kebenaran. Dia juga akan memberitakan pembebasan pada orang-orang yang tertawan oleh dosa, dibelenggu oleh dosa. Tidak itu saja, Dia pun akan memberi penglihatan pada mereka yang tidak mampu melihat kebenaran. Inilah sesungguhnya tujuan dari natal itu. Sungguh beruntunglah orang buta yang melihat kebenaran, tapi malanglah orang yang belajar dan mencari kebenaran tapi tidak bisa melihat kebenaran itu, meski sudah gamblang nampak jelas di depan mata.

Adakah tujuan Yesus datang menyatakan diri ke dunia itu juga menjadi spirit dan ada di dalam kita.
sumber: reformata
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

BASKAMI GINTING PERTANYAKAN GUBERNUR, BIAYA NATAL MASYARAKAT SUMUT TIDAK DIANGGARKAN?

RADARMEDAN.COM – Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting akan mempertanyakan kepada Gubernur Edy Rahmayadi soal anggaran perayaan Natal Kristen Sumatera Utara. Pasalnya, tahun 2019 ini tidak ada anggarannya, padahal setiap tahun ada anggarannya Rp 1 miliar lebih dan untuk Natal 2019 sudah diketok.

Hal itu diungkapkan Baskami ketika menerima panitia Natal Oikoumene PGI Sumatera Utara, Rabu (4/12) di ruang kerjanya. Panitia yang hadir dipimpin Ketua Umum Dr Maruli Siahaan didampingi Ketua pelaksana Pdt Martin Manullang MM MTh dan seksi ibadah Pdt Agus Sibarani.

Pada audiensi tersebut, Baskami mempertanyakan tentang perayaan Natal masyarakat Kristen Sumut yang sudah berlangsung sejak tahun 2008 hasil rekomendasi Forum Komunikasi dan Koordinasi Gereja-gereja Sumatera Utara (FKKGSU), waktu itu DR GM Panggabean (almarhum) ikut sebagai pencetusnya.

Baskami terkejut ketika panitia Natal PGI ini mengatakan, perayaan Natal Kristen Sumut tidak dilaksanakan karena tidak ada anggarannya dari Pemrov. “Lho, kenapa tidak ada anggaran, kan sudah kita masukkan dalam anggaran APBD 2019, itu sudah diketok. Nanti saya tanyakan kepada Gubernur Edy Rahmayadi,” ucap politisi PDI Perjuangan ini.

Perayaan Natal Sumut tersebut pertama sekali diketuai Ir GM Chandra Panggabean berlangsung sukses dihadiri sekitar 100.000 massa di stadion Teladan Medan. Tahun kedua (2009) masih diketuai Ir GM Chandra Panggabean dilaksanakan di lapangan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (Unita) Silangit, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara.

Natal Sumut ini terakhir kali dirayakan tahun 2017 di GBI Rumah Persembahan, Medan Selayang diketuai Antoni Siahaan yang waktu itu menjabat sebagai Kadis Perhubungan Sumut. Pada tahun 2018, perayaan Natal Sumut ini ditiadakan karena disatukan dengan perayaan Natal Nasional di Gedung Serbaguna Pemrov Sumut, Jalan Pancing yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

Pada pertemuan itu, Maruli Siahaan meminta kesediaan Baskami Ginting hadir dan memberi kata sambutan pada perayaan Natal nanti. Baskami pun mengatakan akan menyempatkan hadir meskipun jadwal tugas-tugasnya sangat padat. Kepada masyarakat Sumut, Baskami mengimbau agar ikut meramaikan suka cita Natal Oikoumene yang digelar PGI Wilayah Sumut ini.

“Mari kita sukseskan perayaan Natal ini dengan penuh sukacita. Karena inilah momennya kita umat Kristen se- Sumut bisa bertemu untuk merayakan kelahiran Juru selamat Tuhan Yesus Kristus. Mari kita jalin persatuan dan kesatuan, jangan ada skat-skat di antara kita, karena meski kita berbeda gereja tapi kita satu dalam Kristus,” tuturnya. (M10/c)/hariansib/PE/red
sumber: radarmedan
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

JUMAT PNS TAK BOLEH BAWA KENDARAAN, MALAH CUMA PINDAH PARKIR

JAKARTA – Larangan PNS membawa kendaraan pribadi setiap Jumat di awal bulan, tampaknya masih dilanggar. Hal itu terlihat dari masih banyaknya pegawai Pemkot Jaktim yang memakir kendaraan di luar gedung kantor walikota yang jumlahnya mencapai ratusan.

Hal inilah yang terlihat di belakang kantor walikota Jakarta Timur, di Jalan Sumarno, Cakung, di sana dipenuhi ratusan sepeda motor yang terparkir di diatas trotoar. Alih-alih melatih para PNS menaiki transportasi umum, hal itu hanya sebagai kedok saja.

Aki (56), juru parkir di kawasan tersebut mengatakan, pemandangan penuhnya kendaraan memang sering terjadi pada Jumat pertama di awal bulan. Hal itu lantaran di hari tersebut pegawai tak boleh membawa kendaraan. “Memang begini kan dari dulu. Tiap awal Jumat setiap bulan, pada parkir di luar sini,” katanya, Jumat (6/12/2019).

Dikatakan Aki, mayoritas kendaraan yang parkir di belakang gedung ini, merupakan milik para PNS yang bertugas di Kantor Walikota. Pindah parkirnya mereka, karena seluruh pintu utama ditutup, begitu pula pagar yang terletak di belakang gedung. “Sama pamdalnya ditutup semua pintu, jadi pada parkir di sini,” jelasnya.

Omset Rp 1 Juta

Berbeda dengan Eri (47), juru parkir lainnya mengaku, meraup untung besar dari parkir yang digelar sebulan sekali itu. Pasalnya, ia bisa mendapatkan pemasukan kurang lebih Rp1 juta dari lahan parkir liar itu.

“Kami enggak ada tarif sih, hanya sukarela saja. Paling gede ngasih Rp10 ribu, paling kecil Rp2.000. Sehari dapat sejuta, kita bagi tiga orang,” terangnya.

Dikatakan Eri, dalam satu hari rata-rata ada 500 motor yang keluar masuk saat diberlakukannya kebijakan tersebut. Dan untuk tahun ini merupakan tahun keempat diberlakukannya kebijakan tersebut. “Penuh tiap minggu pertama hari Jumat awal bulan. Dari jaman Gubernur Ahok. Hampir 4 tahun sudah,” katanya.

Dikonfirmasi hal tersebut, Wakil Walikota Jakarta Timur, Uus Kuswanto mengakui bahwa masih banyak PNS yang tak mengikuti aturan tersebut dan tetap memilih menaiki kendaraan pribadi hingga menyebabkan menjamurnya parkir liar.

“Itu kan pintu gerbang ditutup. Saya sama Satpol PP juga sebenarnya sudah minta peringatin. Tapi jujur saja, kesadarannya kan masih kurang, ada yang ngakalin. Ini bahan evaluasi biar Satpol PP yang ambil langkah,” ungkapnya.

Uus menambahkan, bukan hanya dibelakang gedung dan didepan kantor BPN, PNS yang lain juga memarkir kendaraan di pom bensin yang ada disamping kantor. Meski pihaknya sudah meminta pom bensin untuk menutup, namun masih tetap saja. “Saya pernah minta biar pom bensi itu ditutup biar enggak jadi tempat parkir, tapi ya masih begitu,” tuturnya.

Ditambahkan Uus, kendaraan tersebut tak hanya milik PNS saja, melainkan juga masyarakat yang hendak beraktivitas di dalam Kantor Walikota Jaktim. Hal itu dilakukan karena warga yang datang tak tahu kebijakan itu. “Kalau warga boleh masuk, kan di seleksi petugas. Kalau PNS enggak boleh masuk,” ungkapnya. (Ifand/win)
sumber: poskotanews
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment