ANIES KECELE, SUDAH GR, EH DIPUTUS HARAPANNYA SAMA NASDEM!

Ninanoor-Diundangnya Gubernur Anies untuk memberi sambutan dan membuka Kongres Partai Nasdem pada hari Jumat lalu (8/11) sepertinya sudah direncanakan sebelum adanya kehebohan soal anggaran yang janggal di DKI Jakarta. Beberapa bulan sebelumnya memang sudah ada pertemuan dan makan siang bareng antara Ketum Nasdem Surya Paloh dan Anies Baswedan. Mungkin ini bagian dari strategi besar Nasdem untuk mencari perhatian sebagai bagian dari koalisi partai yang menang dalam Pilpres 2019? Bisa jadi. Jadi, istilah kasarnya, Anies ini “diperalat” untuk menaikkan bargaining position Nasdem di antara sekian banyak partai koalisi pendukung pemerintah. Di dalam strategi ini tentu termasuk kunjungan dan pamer keakraban antara Nasdem dan PKS, serta sounding soal oposisi oleh petinggi Nasdem. Padahal dalam kabinet Presiden Jokowi, Nasdem sudah menduduki 3 jabatan. Ya namanya juga politik, penuh dengan strategi, simbol, gertakan dan langkah catur.

Seandainya tidak ada kejanggalan luar biasa dalam penyusunan anggaran di DKI Jakarta, saya yakin Anies akan terus dirangkul oleh Nasdem. Kita pun bisa saja disuguhi dengan berbagai drama pujian-pujian Nasdem terhadap Anies. Namun, yang namanya sial ya memang jadi milik Anies karena memang tidak becus mengurusi anggaran. Semua pejabat negara ini, maupun para politisi juga paham bahwa adalah tugas Anies mengawasi dan memberikan arahan kepada anak buahnya dalam menyusun anggaran. Artinya, walaupun Anies jungkir balik ngeles dengan berbagai kata-kata manis, percuma. Soal kejanggalan anggaran ini merupakan lubang hitam yang menganga di kaki maupun di atas kepala Anies. Dan pada akhirnya mempengaruhi partai politik yang mengusung Anies maupun yang sedang mendekati Anies buat kepentingan lain, seperti Pilpres 2024.

Gerindra? Sebelum soal anggaran lem aibon terungkap, bahkan Ketum Gerindra, Prabowo sudah berpesan kepada kadernya untuk mengkritisi Anies. PKS? Dalam sebuah wawancara televisi, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, M. Arifin, terang-terangan menyindir Anies soal kegaduhan anggaran janggal. Arifin menyebut ketika kursi Wakil Gubernur masih dijabat Sandiaga Uno, tidak ada keributan soal anggaran, semua berjalan lancar dan proses anggaran berjalan dengan baik Sumber.

Nasdem sendiri, juga berubah dalam hitungan hari. Seperti yang saya tulis di atas, kehadiran Anies di Kongres Nasdem nampaknya sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum ada kehebohan soal anggaran janggal di DKI. Jadi sulit untuk dibatalkan. Namun masih bisa dinetralisir. Tentu Partai Nasdem tidak mau ikut terseret arus air keruh berlumpur dari blunder kejanggalan anggaran di Jakarta. Siapa yang mau? Anies saja mau bersusah payah banting tulang jungkir balik bertebal muka berusaha ngeles, dengan menyalahkan anak buahnya sendiri hingga sistem anggaran. Tentu Nasdem tidak mau kena cipratan noda itu.

Awalnya hanya nama Anies yang disebut-sebut oleh Nasdem terkait Pilpres 2024. Ya itu kan yang terjadi beberapa bulan lalu pasca makan siang bareng dengan Surya Paloh. Anies pun jadi GR yaaa? Hehehe…. Ternyataaaa…. Partai Nasdem yang tidak mau kecipratan noda citra buruk anggaran janggal, akhirnya berusaha menetralisir. Kepada awak media pada hari Minggu lalu (10/11), Ketua DPP Nasdem Zulfan Lindan menyebut ada empat nama yang kini tengah dilirik dan dipertimbangkan buat Pilpres 2024. “Gubernur-gubernur potensial ini ada empat gubernur: Jateng, Jatim, Jabar, DKI. Inilah yang harus kita usung orang-orang ini,” kata Zulfan. “Kita melihat kan sekarang yang namanya Anies (Baswedan), Ganjar (Pranowo), Khofifah (Indar Parawansa), dan si ini (Ridwan Kamil) kan sama ini. 4 gubernur (di) Jawa ini kan bagus-bagus semua ini, ya tentu lah kita akan bikin konvensi,” kata dia. “…NasDem mengincar empat gubernur untuk menjadi capres nanti,” pungkas Zulfan Sumber.

Sementara itu di hari yang sama, Surya Paloh pun menegaskan hal itu. Dia tidak menampik jika partainya membuka peluang mengusung satu dari 4 nama di atas. “Jadi bukan hanya terbatas pada satu orang, satu kelompok, satu representasi, ya miskin kita…. dengan semakin banyak pilihan dan alternatif, saya pikir mudah-mudahan dari pilihan-pilihan itu kita cari yang terbaik dan yang terbaik,” ujar Surya Paloh sambil menolak ketika diminta awak media memilih salah satu dari 4 nama gubernur tersebut Sumber. Kemudian besoknya, Senin (11/11), dalam pidatonya di Kongres Nasdem, Surya Paloh kembali menetralisir nama Anies yang sebelumnya dianggap publik sebagai calon utama. “Kalau dibilang, ah ini berpihak ke Anies, salah itu. Berpihak ke Ridwan Kamil, apalagi ah salah itu. Khofifah, ah belum tentu. Kader internal NasDem, ya belum tentu. Lalu siapa? Ya kita cari bersama,” ujar Paloh Sumber.

Apa saya bilang, Nasdem pun berusaha keras menetralisir kedekatannya dengan Anies. Plus akhirnya Surya Paloh pun berpelukan dengan Presiden Jokowi. Sebuah momen yang menghangatkan hati Surya Paloh, sekaligus terasa bagai “tamparan” di muka Anies. Emang enak sudah GR kena PHP? Emangnya cuma situ yang jadi pilihan parpol? Emangnya kalau disebut santun itu bisa bikin menang Gerindra di Jakarta? Hehehe… Demikian kura-kura…. (Sekian)

Tulisan sebelumnya: 63 Ribu Korban First Travel “Menjerit”, PA 212 Malah Ributkan Ahok! Tulisan-tulisan saya yang lain bisa dibaca di sini : Ninanoor Credit foto : inilah.com, poskotanews.com
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

MESKIPUN ADA IMING-IMING GAJI 3 M, AHOK BUKANLAH SOSOK YANG MUDAH DIGODA UANG.

Ruskandi Anggawiria-Menahan diri dan berkaca alias introspeksi, menjadi kata kunci dalam menyikapi isu-isu liar belakangan ini. Kalimat itu mungkin paling tepat disarankan kepada mereka yang suka melontarkan komentar miring, misalnya terkait rencana Menteri BUMN memberi jabatan pimpinan BUMN kepada Basuki Tjahaja Purnama.

Ada andil cukup mengganggu dari para pewarta, sehingga penentangan kepada Ahok sedemikian kuatnya, andil dimaksud kita contohkan ketika diberitakan Ahok akan menerima pemasukan hingga 3,2 M per bulan jika menerima jabatan sebagai bos Pertamina. Di luar kenyataan bahwa pendapatan seorang eksekutif puncak, masih banyak yang mendapatkan lebih dari nilai itu, namun ketika diberitakan secara berlebihan, maka potensi mengundang reaksi keras pun bisa memperburuk situasi.

Maka untuk membuat publik tidak bersikap apriori, sehingga mereka menganggap hal-hal tak sepantasnya kepada sosok Ahok, pada saat dia menerima tanggung jawab dari pemerintah. Yang kita yakini, Ahok bukanlah tipe seperti itu, artinya bukan karena peluang mendapatkan pendapatan sangat besar sebagai alasannya menerima tugas berat itu.

Fakta itu terkonfirmasi sejak dirinya menjabat Gubernur DKI, yang mana dana operasional Gubernur yang seharusnya menjadi hak pribadi, justru dia kembalikan ke kas Pemprov setiap ada kelebihan. Dan biaya operasional itu mayoritas digunakan untuk urusan yang berkaitan dengan hibah kepada kalangan bawah diantara warganya sendiri.

Dalam konteks mengkritisi seorang pejabat, kita seharusnya tidak melakukannya secara prematur. Kenapa kita tidak memberinya kesempatan, agar dia menunjukkan kinerjanya sebelum kita mengkritisi pencapaiannya. Jika belum-belum dia sudah diserang habis-habisan, ada kesan tidak fair sehingga dirinya dihakimi meskipun belum pada tempatnya diberi label minus.

Ironisnya, banyak diantara pembenci Ahok, mengaitkan hal yang tidak ada korelasinya dengan jabatan yang akan disandangnya. Sebagaimana diungkapkan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD, status Ahok yang pernah terkena kasus hukum, tak boleh dikaitkan dengan penugasannya kali ini. Bisa jadi yang dimaksudkan Mahfud, seandainya Ahok mengalami kasus hukum yang terkait penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat, di sanalah kita patut menolak pemberian jabatan sebagai petinggi, jangankan di BUMN, untuk jabatan yang jauh lebih rendah pun masyarakat harus melawannya.

Beda kasusnya jika yang menjadi persoalan para pembenci adalah kasus yang sejatinya masih dalam perdebatan para ahli, terutama ahli agama. Kenapa kita perlu membahas isu ini lebih seksama, karena persoalan yang mendera Ahok, sangat kental dengan muatan politik. Setiap kasus yang aroma politisnya sangat kuat, kita tidak bisa menganggapnya sama dengan kasua yang murni sebagai fakta hukum.

Sejarah para pejuang kemanusiaan, atau para pejuang kemerdekaan misalnya, rasanya kita akan memperlakukan mereka secara tidak adil, jika di masa lalu mereka diperkarakan oleh rezim tertentu, padahal menurut pandangan masyarakat luas, mereka tidak boleh mendapatkan ketidakadilan sebagaimana telah ditimpakan.

Anggapan seperti itulah masyarakat melihat kasus Ahok yang membuatnya mendekam di penjara. Hanya untuk menjaga kaum intoleran yang membenci Ahok dipuaskan, majelis hakim seolah “bersekongkol” dengan penuntut dan penyidik. Cukup menyesakkan jika kita mengenang berjalannya penanganan kasus Ahok tersebut. Namun mau dikatakan apa lagi, jika faktanya memang sudah terlanjur basah.

Yang bisa dilakukan pada saat ini barangkali, kita harus kembali memberi Ahok kesempatan kedua. Potensi yang sudah dibuktikannya di saat lalu menjadi bekal untuk kita, bahwa kita kembali mendapat kesempatan menyaksikan bagaimana dia membenahi BUMN sesuai kapabilitasnya.

Pasti akan banyak pihak yang merasa penasaran, sejauh mana kemampuan Ahok menata kembali instansi yang selalu dinilai negatif oleh publik, terlebih pada BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak. Seperti dimuat dalam konstitusi kita, bahwa kekayaan negara yang melingkupi hajat hidup orang banyak, harus dikelola untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dalam rangka inilah BUMN diberi tanggung jawab. Sayangnya tugas ini masih jauh dari memuaskan, maka diharapkan mlalui Ahok kita akan berkesempatan mencapai tujuan ideal sesuai konstitusi.

Jika Ahok sudah mendapatkan serangan sekejam seperti sekarang, padahal menduduki jabatan pun dia belum sempat, lalu kapan kita mendapatkan kesempatan seperti gambaran tadi? Untuk itulah kita perlu memberi Ahok ruang yang cukup. Jika setelah mendapatkan waktu tertentu, maka boleh kita menyikapinya secara fair, sejauh mana dia mencurahkan kemampuannya.
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

GRABWHEELS TIDAK PUNYA ATURAN KESELAMATAN YANG JELAS

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian menilai operator Grabwheels tidak memiliki aturan keselamatan yang tegas dan harus dipatuhi oleh pengguna layanan tersebut, mulai dari batasan usia pengguna maupun jam operasional skuter listrik tersebut.

“Kita masih belum mengerti seperti apa aturan yang mereka terapkan. Jadi kita panggil untuk melihat apa SOP yang mereka terapkan,” kata Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar di Polda Metro Jaya, Kamis.

Fahri menghimbau agar Grab selaku operator layanan skuter listrik Grabwheels membuat aturan yang jelas terkait penggunaan layanan skuter listrik yang disediakannya.

Bila tidak ada aturan yang jelas dari pihak operator, tidak menutup kemungkinan pihak kepolisian akan melarang skuter listrik beroperasi di jalanan ibu kota.

Fahri mengatakan pihak kepolisian bersama pihak terkait terkait masih menyusun aturan hukum terkait operasional skuter listrik.

Dia berharap selama belum ada aturan dan rambu yang jelas, operator bisa menghentikan sementara pengoperasian skuter listrik untuk penggunaan di jalan raya.

Fahri mengatakan pihak kepolisian telah menerima sejumlah keluhan terkait pengguna skuter listrik mulai dari perusakan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan menyerobot trotoar yang sebenarnya diperuntukkan untuk pejalan kaki, bahkan ada pejalan kaki yang ditabrak oleh pengguna skuter listrik.

Skuter listrik GrabWheels tengah menjadi sorotan publik akibat dua penggunanya tewas dalam kecelakaan lalu lintas pada akhir pekan lalu.(Ant)

fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

TEMUAN DENSUS 88, ISTRI PELAKU BOM DI MEDAN PERNAH RENCANAKAN AKSI TERORISME DI BALI

Fakta mengejutkan terkuak dari hasil pemeriksaan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 terhadap istri pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, berinisial DA yang diamankan setelah terjadi ledakan pada Rabu (13/11/2019).

Polisi menduga DA yang lebih dahulu terpapar paham radikalisme daripada suaminya Rabbial Muslim Nasution (24).

“Istri pelaku tersebut atas nama DA, DA yang diduga yang terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo di Mako Brimob, Depok, Kamis (14/11/2019) seperti dilansir dari Inews.id.

Selain dipengaruhi istrinya, Rabbial juga terpapar radikalisme dari media sosial. “Ya, patut diduga, dia terpapar dari istrinya dulu, kemudian baru terpapar di media sosial jejaring istrinya,” ujar Dedi.

Dari hasil penelusuran tim Densus 88 dan Direktorat Siber Bareskrim Polri, DA terbilang cukup aktif di media sosial. DA juga pernah berkomunikasi dengan seseorang berinisial I yang saat ini diketahui tengah mendekam di Lapas Kelas 2 Wanita di Medan.

“Si istri (DA) sering mendatangi, berkunjung ke lapas ataupun ke lokasi, itu yang masih kita dalami,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan, DA juga diketahui cukup aktif di media sosial. Dalam jaringan komunikasi DA di media sosial, ditemukan soal perencaan aksi terorisme di Bali. Temuan itu saat ini tengah didalami oleh Densus 88.

“Itu lagi didalami dan dikembangkan. Apakah pelaku RMN (Rabbial Muslim Nasution) ini dalam melakukan serangannya ini memiliki jejaring, baik terstruktur ataupun nonstruktur. Ini masih didalami oleh Densus 88,” katanya.

Sementara pelaku bom bunuh diri, Rabbial, sesuai biodata e-KTP-nya lahir di Medan, 11 Agustus 1995. Alamatnya di Jalan Jangka, Gang Tentram, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumut. Statusnya pelajar atau mahasiswa.

Sebelumnya, seorang laki-laki yang terekam CCTV menggunakan jaket driver ojek online, terlihat di halaman Mapolrestabes Medan. Tidak lama kemudian, terjadi ledakan diduga bom bunuh diri. Pria tersebut diduga Rabbial Muslim Nasution (24) atau Dede. Pelaku tewas dengan kondisi mengenaskan. Potongan tubuhnya berceceran di halaman Mapolrestabes Medan.

Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil. Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.

Dalam melakukan aksinya, pelaku bom bunuh diri diduga melilitkan bom di pinggangnya.

Dari hasil olah TKP, Densus 88 menemukan sejumlah barang bukti yang ditemukan tim Densus 88 di lokasi kejadian di antaranya plat besi, paku berbagai ukuran, baterai 9 volt, tombol switch on off, dan potongan kabel. (ins)

sumber: posmetro-medan
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

MUI SUMUT : PELAKU BOM DI POLRESTABES MEDAN “TIDAK BERAGAMA”

“MUI Sumut berharap pihak terkait tidak memberikan komentar apapun tentang pelaku dan motifnya sebelum semua itu terbukti nyata, ujar Ardiansyah”

Medan (ANTARA) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menegaskan, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu, “tidak memiliki agama” karena apapun agamanya tidak ada yang mengajarkan perbuatan jahat termasuk bunuh diri dan sampai melukai orang lain.

“Terkait dengan itu, MUI Sumut berharap pihak terkait tidak memberikan komentar apapun tentang pelaku dan motifnya sebelum semua itu terbukti nyata,” ujar Sekretaris Umum MUI Sumut, Ardiansyah di Medan, Rabu.

Hal itu perlu dilakukan agar umat semua agama tenang dan diharapkan pengungkapan pelaku dan motif, benar-benar dilakukan setelah ada fakta akurat.

“Lakukan seperti penanganan kasus pesawat jatuh yang penetapan penyebabnya benar-benar dilakukan ahlinya dan berdasarkan bukti kuat,” katanya.

Ardiansyah menegaskan, harapan MUI agar jangan cepat mengeluarkan pendapat juga mengacu pada bahwa sesuatu kejahatan yang dilakukan seseorang, bukan tunggal disebabkan faktor keagamaan.

Bisa dampak tekanan ekonomi, masalah keluarga atau pribadi dan bisa jadi sedang dalam tidak atau setengah sadar akibat penggunaan narkotika.

“Yang pasti masih adanya bom diri menjadi pelajaran berharga bagi semua ulama dan pemerintah bahwa masyarakat perlu mendapat siraman rohani dan perlindungan dalam segala hal.Itu yang harus diperkuat,” katanya.

MUI juga berharap semua institusi khususnya yang memberikan pelayanan publik, lebih meningkatkan pengamanan.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan bahwa bom di Polrestabes Medan menyebabkan enam orang korban luka-luka.

Enam korban itu, lima dari personel Polri dan satu sipil, namun tidak ada korban tewas akibat bom bunuh diri di sekitar Kantin Polrestabes pukul 08.45 WIB itu.(Ant)
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

TERDUGA BOM BUNUH DIRI DI POLRESTABES DIKENAL TAAT AGAMA

Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri (ANTARA) – Terduga bom bunuh diri di Markas Komando Polres Kota Besar (Polrestabes) Medan, Sumatera Utara, Rabu, dikenal sebagai sosok yang taat agama.

Terduga berinisal R, warga Jalan Jangka Gang Tentram No. 89B, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Medan rajin beribadah dan suka menolong warga setempat.

“Anaknya itu rajin salat, aktif juga di masjid. Jadi, panitia kalau ada Isra Mikraj, Maulid, dia ikut serta,” kata Kepala Lingkungan (Kepling) III Kelurahan Sei Putih Barat Poetra.

Hal senada juga disampaikan oleh warga yang bermukim di sekitar rumah terduga. Mereka terkejut dengan informasi yang berbedar terkait dengan dugaan bom bunuh yang dilakukan R.
“Enggak menyangka, baik kali orangnya. Dahulu sering kali ikut kegiatan di masjid. Akan tetapi, kok, dia gitu, ya?” kata Rudi, warga setempat.

Polisi menggeledah rumah terduga bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan, Rabu (13-11-2019). ANTARA/Nur Aprilliana Br. Sitorus

Sebelumnya, ledakan terjadi di Mako Polrestabes Medan, Jalan H.M. Said Medan, Rabu pukul 08.45 WIB.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan dugaan bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan.(Ant)
fb Bus Sinabung Jaya

Posted in Berita | Leave a comment

PEMBENAHAN BUMN ALA ERICK THOHIR

Fery.w-Menurut Undang-Undang nomor 19 tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara, BUMN adalah badan usaha yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.

BUMN merupakan salah satu pelaku utama perekonomian Indonesia di samping pihak swasta, Usaha Menengah dan Usaha Kecil (UMKM) serta yang mulai berkembang pesat belakangan ini, ekonomi digital termasuk di dalamnya start-up dan e-commerce.

BUMN didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan perekonomian nasional dan menyumbang pendapatan negara.

Selain ditugaskan untuk mengejar keuntungan dan memberi manfaat berupa produksi barang dan jasa yang bermutu tinggi, sebagai perusahaan milik negara BUMN diharapkan memiliki tanggungjawab sosial yang tinggi

Dengan cara turut aktif dalam membina dan membimbing serta memberi bantuan dana bagi pengembangan usaha golongan ekonomi lemah.

Pada awalnya, pasca nasonalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda pada tahun 1958, jumlah perusahaan milik negara 400 perusahaan dengan total kekayaan US$350juta dolar.

Namun seiring bertambahnya waktu, konsolidasi berupa penggabungan perusahaan yang memiliki lini bisnis serupa dan likuidasi perusahaan yang prospeknya suram, terjadi.

Hingga saat ini jumlah perusahaan pelat merah tinggal 142 perusahaan namun dengan kekayaan yang sangat besar bernilai Rp.4.800 trliun.

Nah untuk mengkordinasikan dan mengawasi serta mengembangkan perusahaan negara ini maka dibentuklah Kementerian BUMN

Kementerian ini merupakan transformasi dari unit di bawah Kementerian Keuangan, berupa Direktorat Persero dan Pengelolaan Keuangan Perusahaan Negara, setingkat eselon II yang dipimpin oleh Direktur

Lantas pada tahun 1993 berubah menjadi Direktorat Jenderal yang dipimpin oleh seorang Dirjen setara eselon I, akhirnya pada tahun 1998 mengubah diri menjadi Departemen/Kementerian yang dipimpin oleh seorang Menteri.

Menteri BUMN pertama di jabat oleh Tanri Abeng, pada era Pemerintahan Presiden BJ. Habibie, kemudian digantikan Laksamana Sukardi. Rozy Munir menjabat saat era Presiden Gus Dur.

Laksamana Sukardi kembali menjabat Menteri BUMN, saat Megawati menjadi Presiden mengganti Gus Dur.

Era periode pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) Kementerian ini dipimpin oleh Soegiharto kemudian di reshuffle digantikan oleh Sofyan Djalil.

Di periode ke II SBY, Menteri BUMN dipegang oleh Mustafa Abubakar yang kemudian karena alasan kesehatan diganti oleh Bos Jawa Pos, Dahlan Iskan.

Kementeriaan BUMN dijaman-jaman tersebut tak terlalu moncer kinerjanya, kecuali di awal, pada saat Tanri Abeng memimpin, ia meletakan pondasi dan Standart Operating Prosedure (SOP) bagaimana Kementerian itu harus digerakan dan target-target capaiannya.

Kemudian Dahlan Iskan yang mereformasi kementerian secara gradual tapi meyakinkan dan bisa dikatakan berhasil karena membuat BUMN mulai bisa berlari.

Periode Pertama Presiden Jokowi Menteri BUMN dijabat oleh mantan Chief Excutive Officer (CEO) PT. Astra Grup, Rini Soemarno.

Ia melakukan program synergi BUMN dimana setiap BUMN memiliki kewajiban untuk mensinergikan setiap usaha atau proyek perusahaan pelat merah satu dengan perusahaan pelat merah lain dan tidak diperkenankan bersaing satu sama lain.

Contohnya, Jika PT Telkom akan merenovasi atau membangun gedung harus dikerjakan perusahaan BUMN karya, tak boleh ke pihak lain.

Pendapatan antar perusahaan BUMN memang membaik dan terus tumbuh besar. Namun di lain pihak hal itu membuat kecemburuan pihak swasta yang menganggap dianaktirikan dan tak diberikan kesempatan yang sama dalam mendapatkan proyek-proyek pemerintah.

Selain itu penempatan komisaris dan direksi terkesan serampangan, pergantiannya sangat cepat antara 1 dan 2 tahun.

Dengan kondisi seperti itu agak sulit bagi pejabat-pejabat BUMN untuk menjalankan programnya dengan tuntas. Kemudian Rini, terkadang tak mengindahkan hirarki volume BUMN.

Seperti yang terjadi pada masalah pergantian Dirut BTN yang digantikan Dirut BRI. Padahal size BRI itu jelas jauh lebih besar dari BTN, jadi kalau ada Dirut BRI menganggantikan Dirut BTN itu berarti personal yang mengalaminya menjadi turun grade.

Dan selama ini hal seperti itu tak pernah terjadi. Kecuali di periode Rini Soemarno. Lepas dari itu, di jaman yang sama banyak sekali perusahaan BUMN yang secara manajerial bermasalah, PT Krakatau Steel merugi cukup dalam akibat perubahan model bisnis dan hutang yang menggunung.

Mismanajemen juga terjadi pada perusahaan Asuransi BUMN PT Jiwasraya, dibutuhkan Rp.32 triliun untuk menyehatkan lembaga asuransi pemerintah tertua ini.

Masalah Korupsi juga merajalela di lingkup BUMN, Direktur Keuangan Krakatau Steel di OTT KPK, Dirut PLN pun tersangkut rasuah walau akhirnya diputus bebas.

Kemudian seluruh Direksi Perindo di tangkap tangan KPK. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pembentukan Super Holding Company pun belum tuntas karena ada beberapa aturan yang belum lengkap, baru Holding Tambang yang sudah kelar dengan PT.Inalum sebagai leader-nya

Nah, ketika Erick Thohir ditunjuk jadi Menteri BUMN oleh Presiden Jokowi di periodenya yang ke-II.

Ia terlhat cukup memahami kondisi BUMN yang memang dalam kondisi agak mengkhawatirkan. Pemetaan masalah di Kementerian BUMN dengan cepat ia lakukan.

Sebagai orang swasta yang terbiasa bergerak cepat, mulai diaplikasikan di Kementerian yang sekarang dipimpinya tersebut. Ia segera membentuk tim inti, dengan 2 wakil menteri dan menunjuk 4 staf khusus.

Walaupun buat sebagian pihak penunjukan tersebut dikatakan berlebihan, namun ia terlihat cukup percaya diri dengan apa yang ia lakukan.

Kemudian ia mulai melakukan proses penggantian dan pengisian formasi pimpinan perusahaan-perusahaan BUMN.

Berbeda dengan Rini yang terkesan sangat tertutup dan terlihat acak dalam menentukan direksi dan komisaris di perusahaan pelat merah ini.

Erick memakai mekanisme Tim Penilai Akhir dalam menentukan pejabat-pejabat BUMN. Tak tanggung-tanggung TPA ini langsung di bawah arahan Presiden Jokowi.

Dengan anggota diantaranya Wakil Presiden Maaruf Amin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan beberapa Menteri terkait, dan tentu saja Erick Thohir sebagai user dari personalia tersebut.

Erick sangat menyadari bahwa direksi dan komisaris di perusahaan pelat merah ini, merupakan ujung tombak dari capaian Key Performance Indeks (KPI) Kementerian BUMN.

Makanya ia memilih personal-personal yang sekiranya memiliki kemampuan dan integritas, pemanggilan Ahok oleh Erick kemarin adalah salah satu upaya agar BUMN dipimpin oleh orang yang berintegritas sekaligus bisa kerja.

Pembentukan Holding juga merupakan pekerjaan rumah warisan Rini yang harus dibereskannya, Pembentukan holding BUMN farmasi, holding infrastruktur dan konstruksi, holding asuransi, holding perumahan, dan holding perbankan masih menunggu tangan dingin pemilik Mahaka Grup ini.

Dan yang terpenting Erick akan terus berusaha membersihkan BUMN dari virus korupsi yang selama ini terus menggerogoti.

Slogan Good Govarnance and Good Coorporate milik BUMN harus benar benar ditegakan, agar membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat Indonesia.
sumber: kompasiana
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

GAWAT KALI AH! SEKARANG BANGKAI BABI DIBUANG DI JALANAN

Aparat kepolisian harus segera menindak oknum yang membuang bangkai babi sembarangan. Setelah sebelumnya dibuang ke sungai, ternyata bangkai babi juga dibuang di jalanan. Tiga ekor bangkai babi yang ditempatkan di dalam karung goni ditemukan warga di kawasan Jalan Gedung Arca, Kota Medan.

Kepala lingkungan I kelurahan Pasar Merah Timur Kecamatan Medan Area, Kota Medan, M Irsan seperti dikutip dari ANTARA di Medan, Kamis (14/11), mengatakan temuan bangkai babi itu berawal dari informasi dan kecurigaan warga ketika mencium aroma tidak sedap dari tiga karung goni di pinggir jalan.
“Setelah karung itu kami buka ternyata bangkai babi berukuran besar,” katanya.

Ia menambahkan, tiga karung berisi bangkai babi itu sudah terlihat di Jalan Gedung Arca sejak Kamis pagi pukul 08.30 WIB.

Sementara itu Lurah Pasar Merah Timur, Sri Hartati mengatakan kini tiga ekor bangkai babi tersebut sudah dibawa oleh petugas kebersihan untuk dikubur.

“Udah kami tanam (kubur) bangkai babinya di kelurahan Sukaramai II,” katanya.

Terkait bangkai babi yang dibuang ke jalanan, ia memerintahkan para kapling di wilayahnya untuk terus mengawas dan memantau apabila menemukan pelaku yang membuang bangkai babi di jalanan atau tempat-tempat pembuangan sampah.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, babi yang mati akibat hog cholera atau kolera babi ditemukan di 11 kabupaten/kota di Sumut, yakni Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan,Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.

Babi yang terdata mati akibat hog cholera di Sumut sudah mencapai 5.800 ekor lebih. (antarasumut)

sumber: posmetro-medan
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

TERDUGA TERORIS DI CIANJUR DITANGKAP DENSUS 88 BEKERJA SEBAGAI TENAGA IT

Merdeka.com – DS terduga teroris yang diamankan Densus 88 dalam perjalanan menuju MTS Negeri 3 Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, tempatnya bekerja sebagai tenaga IT, bukan di lingkungan sekolah saat mengajar.

“Tidak benar kalau DS ditangkap di lingkungan sekolah, tapi dalam perjalanan ketika hendak berangkat ke sekolah. Selama ini DS bertugas sebagai tenaga IT, selama itu tidak ada kejanggalan dari gerak-gerik atau tingkah lakunya,” kata Humas MTSN 3 Ciranjang, Agus Sutiana pada wartawan Kamis (14/11).

Bahkan pihak sekolah cukup terkejut ketika mendapat kabar dari Polsek Ciranjang, terkait penangkapan DS yang diduga telibat dalam aksi terorisme. Pasalnya selama mengajar, mantan alumni MTSN tersebut, tidak pernah mengajak atau membahas terkait jihad atau masalah agama yang bertentangan.

“DS lulusan terbaik sekolah kami dan mendapat beasiswa ketika duduk dibangku SMK serta cukup beprestasi saat kuliah, sehingga saat melamar di sekolah ini, langsung di terima karena sangat membutuhkan tenaga IT,” katanya.

Selama melakukan tugasnya, DS dikenal cukup cekatan dan sangat menguasai bidang IT termasuk memperbaiki komputer atau laptop rekan guru yang rusak. Sehingga tidak ada kecurigaan kalau DS terlibat Salam aksi radikalisme atau terorisme.

“Dia sangat taat beribadah dan tekun dalam pekerjaan. Selama ini persiapan UNBK selalu dilakukan dengan baik tanpa terkendala. Pergaulannya selama di sekolah baik-baik saja, cukup supel dan terbuka,” katanya.

Seperti diberitakan DS bersama istrinya DK diamankan Densus 88 di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, karena diduga terlibat dalam jaringan terorisme. Bahkan DS sempat membatah kalau dia dan istrinya tidak terlibat dalam aksi teror atau jaringan terlarang. [gil]

sumber: merdeka
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

APA SALAH AHOK?

Ayyas-Jika ditanya siapa manusia yang paling terdzalimi dan terdiskriminasi di Indonesia? Saya secara tegas akan menjawab “Ahok”. Tak peduli dengan agama dan etnisnya apa, yang pasti beliau telah diperlakukan secara tidak adil. Ini yang saya yakini sampai detik ini. Saya belum menemukan apa kesalahan terbesar yang telah dilakukan olehnya sehingga begitu banyak orang yang terus mendzalimi dan melakukan diskriminasi kepadanya?

Apakah Ahok korupsi? Sama sekali tidak. Meskipun sempat dituduh korupsi RS Sumber Waras, hingga detik ini tak ada yang mampu membuktikan. Pun begitu dengan KPK.

Apakah Ahok pilih kasih saat memimpin DKI? Benar, Ahok pilih kasih. Dia lebih banyak perhatiannya terhadap umat Islam dibanding Kristen yang notabene agamanya sendiri. Dia membangun masjid dan mengumrohkan marbot. Sebaliknya, dia malah tidak membangun gereja.

Apakah Ahok menyengsarakan rakyat DKI? Silahkan warga DKI sendiri yang menjawab. Berdasarkan informasi yang saya baca dari media mainstream, DKI Jakarta masih lebih baik di era Ahok dibanding saat ini.

Apakah Ahok tidak taat hukum? Bagi yang mengamati perjalanan kasusnya di tahun 2017, saya yakin bisa melihat sendiri betapa dia sangat kooperatif dalam menjalani proses hukum. Dia bahkan tidak mengajukan banding dan menerima hukuman dengan ikhlas. Tak ada acara kabur segala ke luar negeri.

Ahok mungkin temperamen, tidak santun, terkadang kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Tapi bukan tanpa sebab dia seperti itu. Bagaimanapun, dia juga manusia biasa yang berhak marah jika melihat ada ketidakberesan, apalagi jika itu bisa merugikan rakyat. Namun yang pasti, sampai detik ini dia tetap mendapat rasa hormat yang tinggi dari masysrakat meskipun seorang mantan narapidana.

Saya percaya orang baik memang justru punya banyak musuh. Ahok dimusuhi oleh sebagian kelompok Islam, alasannya mulutnya tidak sopan, kotor, temperamen, dan yang terupdate dianggap menista agama. Saya tidak tahu persis apakah alasan ini real, atau hanya akal-akalan saja. Musuhnya yang lebih besar lagi adalah mafia-mafia yang berada dibalik layar, yang tak terlihat. Dimana-mana, pejabat yang jujur dan tidak mau kompromi memang menjadi musuh utama para mafia.

Ahok memang menjadi sebuah fenomena di Indonesia. Selain Jokowi, dia adalah salah satu orang yang diharapkan bisa memperbaiki kondisi pemerintahan di Indonesia. Dia diharapkan bisa lebih berkiprah lagi, lebih dari seorang gubernur. Namun sayangnya, sebelum berkibar, dia sudah terlebih dahulu dibungkam dan dijerumuskan ke jurang terdalam lewat kasus kontroversi “penistaan agama” dan mendapat hukuman dua tahun penjara. Saat ini dia sah menyandang status mantan narapidana.

Menjadi mantan narapidana benar-benar mengurangi peluang Ahok untuk bisa berkiprah di pemerintahan selevel presiden, menteri, ketua KPK. Aturan tidak bisa mengakomodir dirinnya untuk bisa masuk ke dalam dan menempati posisi itu. Sebenarnya hal ini sama sekali tidak membuatnya risau. Dia sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Namun sebagaimana sebuah mutiara, sangat sayang kalau potensi Ahok tidak dimanfaatkan untuk memajukan negeri. Sangat sayang jika ide dan keringatnya tidak digunakan untuk mengabdi kepada negeri. Oleh sebab itu, Erick Tohir melihat ada celah untuk Ahok masuk pemerintahan, yaitu Dirut BUMN. Menurut isu yang beredar, Ahok akan menjadi Dirut Pertamina dan mendapat gaji 3,2 milyar perbulan. Angka yang sangat fantastis. Dia juga akan mengelola dana yang lebih besar dari APBD DKI Jakarta. Saya yakin Ahok sangat layak mendapat potensi ini. Dia siap berbadapan dengan mafia-mafia minyak yang ada di Indonesia.

Sayangnya, diskriminasi masih datang ke Ahok, baik dari politisi, maupun dari PA 212 yang sejak 2017 konsisten menyerangnya. Beberapa politisi mempermasalahkan status mantan narapidana. Penolakan beberapa politisi ini sangat mungkin karena iri. Siapa coba politisi yang tidak ingin dapat jabatan Dirut BUMN?

Alasan PA 212 menolak Ahok lebih aneh lagi, yaitu dinilai tidak punya sopan santun. Jujur sampai detik ini saya masih heran dengan PA 212. Ahok tak pernah menyakiti mereka. Dia juga sudah kalah di Pilkada DKI 2017 dan menjalani hukuman. Tapi sepertinya mereka tidak akan pernah senang jika Ahok mendapat kebaikan. Mereka akan senang kalau Ahok tidak dapat berbuat apa-apa.

Saya berharap pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Tohir harus tegas. Jangan sampai kalah dengan tekanan massa dan netizen. Jangan sampai rencana menjadikan Ahok sebagai dirut BUMN dibatalkan hanya karena ada demo berjilid-jilid dari PA 212. Sudah cukup Indonesia dipermalukan dan wibawa pemerintah jatuh karena kalah dengan tekanan massa.

Orang-orang yang dengki ke Ahok tiba-tiba meributkan soal status mantan narapidana. Mereka tiba-tiba amnesia bahwa banyak mantan narapidana yang mendapat posisi penting di Indonesia, menjadi ketua partai, juga menjadi pemimpin ormas. hee.(SA)

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment