GALIAN C DAN MAFIA SAWIT BERAKSI DI KEBUN LIMAUMUKUR

Dirut PTPN2 Harus Sterilkan Pengamanan Areal HGU

IMANUEL SITEPU. STM HILIR. Untuk meningkatkan hasil produksi Afd V Kebun Limaumungkur, Dusun Tungkusan Desa Tadukenraga (Kec. STM Hilir, Deliserdang), Dirut PTPN2 Bhatara Moeda Nasution harus menekan kinerja menejer kebun. Diduga, sejak berdirinya gudang sawit di daerah itu, target hasil produksi setiap harinya kabarnya tidak tercapai akibat penjarahan oleh mafia sawit. Parahnya lagi, sebagaian tanaman sawit di lokasi ini telah dirusak oleh mafia tanah.
“Untuk menghindari itu semua, sudah sepatutnya Bhatara Moeda Nasution mengsterilkan pengamanan di areal Hak Guna Usaha (HGU) dengan menganti seluruh pejabat PTPN2 kebun Limau Mungkur yang selama ini disinyalir memuluskan penjarahan,” demikian dikatakan salah satu Warga S. Sembiring (34) di Desa Tadukenraga [Sabtu 19/5].

Foto : Truk Cold Diesel yang memiliki setiker bertulisan “Keluarga Besar Marinir” membawa sawit.

 

Menurut Pak Sembiring, sebulan terakhir, banyak mafia sawit menggunakan angkutan sepeda motor dengan memakai keranjang (along-along) membawa sawit ke gudang tersebut. Mereka selanjutnya menjualnya ke salah satu gudang sawit di Kecamatan STM Hilir dengan angkutan mobil. Mobil sawit itu berlalulalang setiap harinya tanpa adanya respon Polsek Talunkenas. Kuat dugaan, pada setiap armada pengangkut TBS ditempel stiker yang bertulisan “ keluarga besar Marinir”.

Parahnya lagi, ratusan truk pengangkut tanah timbun dari lokasi kebun HGU masih  terlihat keluar masuk kebun di Dusun Tungkusen Desa Tadukenraga dan Dusun Sinembah Desa Limaumungkur (Kec, STM Hilir, Deliserdang). Aktivitas Galian C  ini bukan saja berpengaruh kepada produksi kebun yang menurun, karena tanaman sawit yang masih produktif ditumbangi, namun juga membuat sejumlah warga kesal. Sepanjang jalan Tanjungmerawa — Talunkenas penuh, ujarnya.

Foto : Tanaman Sawit yang masih produktif ditumbangi oleh pengusaha Galian C Ilegal di kebun Limaumukur.
Oleh karena itu, kata Sembiring, agar  produksi semestinya tercapai, jajaran Direksi PTPN2 yang baru mendapat amanah dari Menteri BUMN hendaknya turun ke lapangan. Jangan hanya menerima laporan dari bawahan. Dirut PTPN2 harus mampu mencopot jabatan yang diemban menejer Limaumungkur. Untuk menstabilkan hasil produksi kelapa sawit dari penjarahan, Tamba Tua Siahaan SE tampaknya tidak mampu untuk mempertahankanya, jelasnya.

Menyikapi tudingan tak sedap itu, Tamba Tua Siahaan SE Menejer Kebun Limaumungkur berulangkali dihubungi melalui ponselnya, nada panggil masuk namun yang bersangkutan tidak bersedia mengangkatnya.                                                                                                       sumber : http://www.sorasirulo.net

Posted in Berita, Berita Takasima | Leave a comment

JADIKAN LINTASAN TRUK 3 SUMBU, KEMACETAN DI PASAR DELITUA MAKIN TAK TERKENDALI

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Kemacetan di seputaran Pasar Delitua sampai saat ini tetap menjadi polemik. Kali ini, pemicunya bukan hanya ulah para pedagang atau para sopir angkot maupun abang becak. Kemacetan makin menjadi-jadi akibat sebulan terakhir puluhan mobil jenisinterkuler yang menggunakan roda gandeng (tiga sumbu, red.) menjadikan lokasi pasar sebagai lintasannya. Demikian dikatakan warga setempat S. Barus (45) kepada Sora Sirulo [Sabtu 19/5] di Delitua.

“Kemacetan di seputaran Pasar Delitua yang diakibatkan ulah para pedagang, para sopir angkot dan abang becak  belum dapat diatasi. Kini, ditambah lagi dengan kehadiran mobil roda supuuluh  yang terus melintas lalu lalang. Kehadiran mobil raksasa ini amat menggangu kenyamanan pengguna jalan karena kemacetan bisa berjam-jam lamannya,” ujarnya.

Dikatakan Barus lagi, dengan kehadiran truk pembawa tanah timbun dari lokasi  penambangan Galian C ilegal dari kawasan PTPN2 kebun Patumbak juga mengakibatkan polusi di seputaran Pasar Delitua. Soalnya, tanah timbun yang dibawa menjadi berceceran di jalan. Sayangnya, walau hal tersebut sudah berlangsung hampir sebulan lamanya, namun tidak ada tindakan dari Muspika Kecamatan Delitua, ujarnya lagi.

Pantauan  Sora Sirulo di Pasar Delitua, tampak puluhan armada jenis interkuler yang datang dari Psr VII Kecamatan  Patumbak dengan membawa tanah timbun terlihat lalu lalang.  Kemacetan berkepanjangan di seputaran simpang tiga Pasar Delitua terjadi berjam-jam lamanya apabila dari arah Kecamatan Namo Rambe juga  muncul armada Dum Truck yang membawa material dari penambangan Galian C di wilayah itu.

Kapolsek Delitua Kompol SP Sinulingga ketika dikonfirmasi mengatakan hal itu adalah tugas unit lalu lintas. Kanit lantas AKP M. Syafii ketika hendak dikonfirmasi tidak ada di tempat.
sumber : http://www.sorasirulo.net

Posted in Berita, Berita Takasima | Leave a comment

PREMAN DAN MAFIA TANAH KUASAI EKS HGU PTPN2

Warga Diintimidasi, Rumah dan Tanaman Dihancurkan

IMANUEL SITEPU. PATUMBAK. Tidak adanya ketegasan Plt. Gubsu Gatot Pujonugroho dalam pengelolaan dan peruntukan lahan Eks HGU PTPN2 kebun Patumbak, membuat para mafia tanah dan preman yang berlindung dalam organisasi kepemudaan (OKP) berbuat seenaknya.

Hal ini dirasakan sejumlah warga Jl. Pertahanan Patumbak yang menguasai  lahan Eks HGU tersebut puluhan tahun. Para preman tidak segan-segan membabat habis tanaman warga dan merusak rumah mereka yang telah dibangun permanen. Mereka kerab mendapat ancaman akan dibunuh, bila tidak meninggalkan lahan yang telah dikuasai oleh warga.

Seperti yang dialami warga Pasar IV Desa Patumbak II Kecamatan Patumbak,  Jamsen Tarigan (52), Pujianto (59), Pak Sitanggang (50) dan 7 warga lainya. 10 rumah permanen berikut tanaman jagung dan sawit mereka dirusak oleh oknum preman  Edi Koto cs yang berjumlah sekira 25 orang.

Jamsen Tarigan, saat ditemui Sora Sirulo Kamis kemarin di lokasi mengatakan: “Awalnya mereka menawarkan agar tanah kami dijual kepada mereka karena lahan kami diminati seorang pengembang etnis keturunan.”

Dikatakannya lagi: “Karena kami tidak mau, mereka lalu mendirikan tembok mengelilingi lahan dan rumah kami. Para preman suruhan itu kembali membuat penawaran agar lahan yang kami kuasai dijual kepadanya seharga Rp. 40 000/ meter. Karena kami tetap tidak menuruti permintaanya, mereka menurunkan alat berat untuk meratakan tanaman dan rumah kami,” ujar Jamsen yang juga dibenarkan warga lainya.

Apa yang mereka alami sudah pernah mereka sampaikan kepada Kepala Desa Patumbak II Pak Saptono dan pihak kecamatan yang notabene adalah yang menerbitkan surat penguasaan lahan kepada mereka. “Namun, mereka hanya menunjukkan sikap apatis melihat keluhan warganya. Tragisnya lagi, ketika kami hendak membuat laporan ke Polsekta Patumbak, aparat penegak hukum ini  juga mengaku tidak dapat berbuat apa-apa sebelum ada korban jiwa,” katanya.

Ironisnya lagi, sambung Jamsen Tarigan, salah satu oknum preman bernama Bahrum Ginting alias Om, yang saat ini memiliki kasus di Polresta Medan, mengaku dapat membeli hukum negara ini dengan berkata: “Polresta Medan saja dapat kubeli. Lihat saja, sudah berapa bulan mengadu, kan belum ditangkap.” Demikian Jamsen mengulangi perkataan Bahrum. “Kami warga lemah ini harus mengadu ke mana lagi?” keluhnya.

Warga sangat menyesalkan tidak adanya ketegasan Gubsu dan aparat penegak hukum. Demi kepentingan rakyat, seharusnya Gubernur dan aparat penegak hukum cepat mengambil kebijaksanaan agar para mafia tanah dan preman tidak leluasa mengusai eks HGU PTPN2. Dengan memberikan penguasaan lahan  kepada warga yang telah mendiami tanah tersebut agar perekonomian warga terbantu, harap Jamsen.

Pantauan Sora Sirulo di lapangan, tampak puluhan  preman (yang telah mendirikan bangunan tembok) mengelilingi rumah warga. Oknum preman tersebut juga telah menutup gerbang dengan menggunakan gundukan tanah memakai buldouzer. Namun sejumlah warga bersama anaknya terlihat melakukan penghadangan terhadap aksi preman tersebut.
sumber : http://www.sorasirulo.net

Posted in Berita, Berita Takasima | Leave a comment

AYAH MENINGGAL, ANAK TEWAS DITABRAK TRUK

AEKKANOPAN – Tragis, begitulah yang dialami Imron Nainggolan (25) pemuda lajang warga Dusun Patok Besi, Desa Simanggalam Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara. Niatnya membeli perlengkapan pemakaman bapaknya malas tewas ditabrak truk tangki, Kamis (17/5).

Informasi yang dihimpun METRO (Grup Sumut Pos), saat Imron diminta belanja ke pasar Inpres Aek Kanopan, yang jaraknya sekitar 20 kilometer. Ketika itu, ia juga ditugasi menjemput itonya yang datang dari Batam dan bapak udanya dari Pekanbaru yang baru turun dari Bus di Simpang Siranggong, Damuli untuk ngelayat orangtuanya yang meninggal akibat sesak napas.

Sesampainya di jalinsum Simpang Siranggong pada pagi dinihari itu, korban mendapati itonya dan bapak udanya baru turun dari bus dan sudah menunggu hendak menuju ke rumahnya. Setelah mengatur kereta jemputan untuk keluarga, Imron Nainggolan lalu permisi melanjutkan perjalanan ke Pasar inpres Aekkanopan yang berjarak 8 KM untuk belanja keperluan pemakaman Bapaknya.

Karena tidak ada firasat apapun, ito dan bapak udanya lantas mengijinkan. Korban mengajak sepupunya Suardi Pakpahan (22) yang baru tiba dari Kota Batam bersama bapak udanya itu. Imron kemudian membonceng Suardi.

Belum lama beranjak dari Simpang Siranggong dengan  mengendarai Honda Revo BM 4761 LY, stang sepeda motor mereka bersenggolan dengan truk dari Arah Medan tujuan Rantau Prapat. Gugup, sepeda motor mereka oleng. Keduanya terlempar ke aspal. Naas bagi Imron, saat bersamaan kepalanya dilindas ban truk tanki.

Akibatnya korban tewas di tempat dengan kepala  rata dengan jalan. Suardi Pakpahan hanya menderita luka lecet.
Rencana nya korban akan di kebumikan hari Jumat (18/5) di Perkuburan Kristen Desa Simanggalam. Kemungkinan kuburan korban akan disandingkan dengan makam bapaknya.(put/smg)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

Posted in Berita | Leave a comment

INGIN MEMADAMKAN API, MESIN MOBIL PEMADAM RUSAK

BINJAI- Di hari tuanya, Tyarmin Siregar (82), harus menumpang hidup di rumah tetangganya. Soalnya, rumah yang dihuninya di Jalan Purnawirawan, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, ludes terbakar, Rabu (16/5) sekitar pukul 18.30 WIB.

Informasi diperoleh, sebelum kebakaran terjadi, lampu di daerah tersebut mati. Setelah beberapa menit kemudian, lampu hidup kembali. Ketika lampu hidup, tiba-tiba asap tebal keluar dari dalam kamar Tyarmin, yang ketika itu tengah memasak di dapur. “Lampu malam itu mati. Tiba-tiba, aku dengar suara teriakan opung (nenek, red), sembari minta tolong karena ada kebakaran,” kata Riko, cucunya.

Mendengar teriakan opungnnya, warga dan riko lantas berlari ke belakang guna menyelamatkannya. Sementara, warga yang lain berusaha memadamkan api tersebut. Namun usaha warga sia-sia, walapun hujan turun dengan derasnya, api tak kunjung padam.

Berselang beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran turun dan berusaha memadamkan api. Ironisnnya, saat hendak memadamkan api, mesin ketiga mobil pemadam tersebut malah rusak. Mesinnya ngadat saat hendak dihidupkan oleh petugas pemadam kebakaran. Selain itu, selang yang digunakan bocor, sehingga banyak air yang disemprotkan terbuang percuma.

Salah satu Anggota DPRD Kota Binjai, Nizamuddin Siagian dari Fraksi Golkar yang berada dilokasi kejadian sempat berang sembari mengatakan, jika mobil pemadam kebakaran itu tidak ada fungsinnya datang ke lokasi. Sebab, yang memadamkan api bukannya petugas pemadam, melaikan air hujan.(ndi)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

Posted in Berita | Leave a comment

KORSLET LISTRIK, PANGGUNG NYARIS TERBAKAR

Terjadi Saat HUT ke-140 Kota Binjai

BINJAI- Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Binjai ke-140, sempat terjadi tragedi kecil yang membuat sejumlah pengunjung panik, Kamis (17/5).
Kepanikan ratusan pengunjung itu, disebabkan adanya korslet litrik di atas panggung yang  diduduki ustad Jefri Al Bukhari, Wali Kota Binjai dan seluruh undangan lain.

Percikan api dari kabel lampu, membuat ibu-ibu menjerit dan langsung berdiri. Sementara, percikan api terlihat semakin besar dan sudah terlihat melalap kain pada panggung tersebut.

Melihat api semakin besar, sejumlah pengunjung yang panik sudah tidak dapat berbuat apa-apa. Sementara, sejumlah pengunjung lainnya langsung menyiramkan api dengan air mineral yang tadinya dipersiapkan untuk diminum.

Setelah api disiram beberapa kali menggunakan air mineral, akhirnya api tersebut padam dan tidak sempat membesar. Sehingga, kepanikan pengunjung yang tadinya sudah semakin menjadi, kembali terlihat tenang dan kaum ibu-ibu yang tadinya sudah berdiri, terlihat duduk kembali.

Kejadian ini, tepat di saat Wali Kota Binjai menyampaikan kata sambutannya. Korslet arus listrik itu, membuat Wali Kota Binjai harus memberhentikan kata sambutannya untuk sementara. Sebab, saat tragedi kecil itu terkadi, arus listrik langsung dipadamkan.

Lamanya perbaikan, akhirnya Wali Kota Binjai, HM Idaham, melihat kerusakan listrik yang berada di belakang panggung tempat ia memberikan sambutan. Tak berapa lama, ia melihat kerusakan lsitrik tersebut, akhirnya perbaikanpun selesai. (ndi)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

Posted in Berita | Leave a comment

LALAT BUAH JADI MUSUH PETANI

KARO- Lalat buah menjadi musuh terbesar  petani  karo saat ini, gagal panen pada musim pertama  membuat para petani jeruk khawatir  terulang pada musim panen kedua tahun ini.

Hal ini disebabkan para petani belum mampu menemukan insektisida yang ampuh menjauhkan tanaman jeruk dari serangan Bactocera atau lalat buah yang kerap disebut Citcit.

Petani jeruk Karo sangat berharap pemerintah setempat dapat membantu menemukan Agen Hayati yang mampu memberantas serangan lalat buah hingga ke pada ambang ekonomi. Artinya menemukan insektisida cara yang tepat membantu para petani menghindari gagal panen.

Roni Bukit SP salah seorang petani  jeruk Karo didampangi rekannya petani jeruk lainnya Juna Arif ST mengatakan, faktor utama petani jeruk gagal panen adalah lalat buah. Dimana efek yang diakibatkan lalat ini, jeruk berjatuhan sebelum masa panen.

Menurut keterangan Rony dan Jun sebelumnya Citcit hanya menyerang jeruk yang sudah menguning saja, tetapi sekarang Citcit juga  menyerang buah yang masih kecil atau masih hijau. Mereka mengatakan perlu kiranya perhatian khusus.(mag-19)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

Posted in Berita, Berita Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PEMILIK WARUNG DIDUGA DIBUNUH OTK

BATUBARA- Mauli Pasaribu alias Opung Berto ditemukan tewas terpanggang di Ruko Toserba, Jumat (18/5) sekira pukul 06:00 WIB. Diduga warga Dusun IV Desa Tanjung Sari Kecamatan Seisuka ini dibunuh.

Kejadian ini bermula saat salah seorang tetangga korban Josep Mikael Simbolon hendak membeli jajan ke warung Mauli Pasaribu.
Namun Josep kembali ke rumahnya, lalu kakaknya Gita Kristina Simbolon bertanya kenapa kau pulang dek?
“Malas aku.  warung opung itu masih tutup tapi berasap,” jawab Josep polos.

Kemudian Gita langsung memberitahukan hal itu kepada ibunya Parida Hutabarat. “Mak lihat lah, kedai Opung Berto keluar asap dari rumahnya,” kata Gita.
Parida Hutabarat istri Paimin Simbolon (50)langsung melihat ke dalam rumah. Saat dilihat Maulida Pasaribu ditemukan tewas terbakar di sekujur tubuhnya dan bersimbah darah dengan posisi tertidur miring dan tengkuk kepala belakang memar pecah dilumuri darah.

Diduga korban habis dipukul dengan menggunakan benda keras. Tak jauh dari tubuh Korban ditemukan, batu mangga (batu koral).

Akhirnya, Parida memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Indrapura, AKP MA Rintonga mengatakan, korban diduga dibunuh oleh OTK. Motif masih pengusutan dan dalam pengembangan penyidikan. (ck-1/smg)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

Posted in Berita | Leave a comment

PEDAGANG PASAR KAGET PROTES GEROBAK DIKUTIP PARKIR

KARO- Setelah sebelumnya dituding menyalahi  aturan pengutipan objek parkir, kini Dinas Perhubungan Karo dilanda polemik. Protes, atas kebijakan yang mengacu pada peraturan daerah Kabupaten Karo, No 05 tahun 2012 tentang retribusi jasa  usaha kembali muncul  kepermukaan.

Seluruh pedagang  Pasar Kaget yang seharinya berjualan di seputaran jalan protokol Berastagi,  menilai kutipan retribusi parkir yang dikenakan terhadap gerobak dorong beroda, yang mereka gunakan sebagai tempat logistik dagangan tidak tepat sasaran.

“Selain tidak menggunakan  mesin, sejumlah gerobak dan steling juga ditempatkan di atas trotoar jalan.  Apakah ada peraturannya, dikutip parkir di atas trotoar. Apalagi ini gerobak dorong yang tidak pakai mesin. Aneh-aneh saja Kabupaten Karo ini sekarang, “ ujar Sembiring mewakili teman-temannya, Jumat (18/5).

Lanjutnya kutipan retribusi parkir yang dikenakan lima hari  belakangan ini terhadap seluruh pedagang merupakan kebijakan keliru. Karena sehari-harinya mereka telah dikenakan biaya  retribusi tempat, dan kebersihan.   Dalam pelaksanaan kutipan, oknum yang menggunakan seragan Dishub tersebut  terkesan arogan kepada pedagang.

“Kami tidak memakai beram jalan. Gerobak/steling dorong nyata terlihat di atas  trotoar. Bagaimana ya, ada parkir di atas trotoar.  Selain itu petugas  yang menggunakan seragam Dishub juga meminta retribusi dengan cara memaksa. Seperti ala premanisme,” ungkapnya lebih lanjut.
Menurut sejumlah pedagang yang ditemui wartawan koran ini,  mereka terpaksa membayar retribusi parkir karena khawatir terjadi keributan di sekitar lokasi berjualan.  Pihak pedagang enggan menolak bayaran Rp1.000 karena khawatir  tamu yang sedang bersantap makan malam terganggu atas tindakan oknum petugas Dishub Karo tersebut.

“Kami tidak tau pasti  namanya. Tetapi orangnya berkulit agak hitam dan berbadan gemuk.  Menurut informasi yang kami peroleh, dia itu petugas bermarga Perangin-angin.  Ketika datang ia selalu menggunakan pakaian  Dishub dan menutupi namanya dengan jaket,” ujar  beberapa pedagang serentak dengan nada penuh kesal.

Sementara itu Kadis Perhubungan Karo Drs Jamin  Ginting, ketika dihubungi Sumut Pos melalui telepon selularnya mengatakan kutipan retribusi pada perda No 05 tahun 2012 di sejumlah objek wisata, tempat pelelangan, dan  di tempat lokasi khusus. Retribusi dikutip oleh petugas resmi yang mengenakan seragam lengkap.

Namun ketika disinggung apakah Pasar Kaget yang diketahui selama ini sebagai lokasi jajanan dan makan merupakan   lokasi pelelangan, kadis belum berkomentar lebih jauh. “Memang ada retribusi di sejumlah tempat pelelangan. Nanti Senin (21/5) saya lihat di kantor  rinciannya lebih lanjut,” ujar Jamin Ginting.
Perda Karo No 05 Tahun 2012 tentang jasa retribusi jasa usaha, pasal 42 ayat (1) objek  retribusi tempat khusus parkir adalah pelayanan tempat khusus parkir yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh pemda di lokasi objek wisata adalah  Gundaling, Sipiso-piso Tongging. Sementara di lokasi tempat pelelangan sesuai pasal 42 ayat (1) bagian B dituliskan Gang Merek Berastagi, Dolat Rakyat dan Tiga Singa Kabanjahe.(wan)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

Posted in Berita, Berita Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

SEHARI DUA KALI PENJAMBRETAN

BINJAI-  Aksi penjambretan mulai marak di Kota Binjai. Aksi tersebut paling banyak terjadi di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Binjai Utara. Dalam sehari, pelaku kejahatan jalanan ini beraksi hingga dua kali. Namun, sangat disayangkan, korban enggan melaporkan peristiwa yang menimpannya ke kantor polisi dengan berbagai alasan.

“Memang sering kali di sini terjadi penjambretan, sehari bisa dua kali penjambret melakukan aksinya. Kemarin, juga ada orang yang kena jambret,” kata Dodi, warga di seputaran Jalan Dr Wahidin, Jumat (18/5) siang.

Diceritakannya, penjambretan ini mulai beraksi sekitar pukul 14.00 WIB dan  berhasil merampas kalung emas pengguna jalan. Saat itu, seorang wanita sedang mengendarai sepeda motor jenis matic melintas di lokasi. Namun, tiba-tiba dari arah belakang datang seorang pengendara sepeda motor Ninja tanpa plat, berwarna biru langsung menghampirinnya dan menarik kalung yang melingkar di lehernya.

“Aku nggak kenal korbannya, soalnya setelah kejadian, dia langsung pergi. Katanya sih mau buat laporan. Tapi entah buat laporan atau tidak, soalnya polisi kebetulan melintas berusaha menangkap penjambret itu,” jelasnya.

Bahkan, sempat terjadi kejar-kejaran antara penjambert dengan aparat yang berpatroli yang kebetulan melintas di tempat kejadian. Tidak hanya itu, polisi juga sempat melepas tembakan ke udara dua kali untuk menghentikan pelaku penjambretan. (ndi)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

Posted in Berita | Leave a comment