PEMKOT BATAM MINTA PARA PNS URUNAN DANA UNTUK ‘MERINGANKAN BEBAN’ TERPIDANA KORUPSI

Pemerintah Kota Batam mengaku pernah mengeluarkan surat edaran yang meminta para pegawai negeri sipil (PNS) untuk urunan membantu terpidana korupsi, Abd Samad, yang merupakan mantan PNS pada instansi terkait, pada 26 Desember 2018.

Pada surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, H. Jefridin, pemerintah kota meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh pegawai di lingkungan pemerintah Kota Batam untuk “meringankan beban hukuman” Abd Samad, mantan Kasubbag Bantuan Sosial bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Batam, yang tersandung kasus korupsi.

Mahkamah Agung sudah menjatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 626,36 juta kepada Abd Samad, terkait kasus hibah bantuan sosial pemerintah kota Batam untuk guru TPQ pada 2011.

Berdasarkan surat itu, jika Abd Samad yang ditahan di Rumah Tahanan Kelas 1 Tanjung Pinang, tidak membayar denda, masa hukumannya akan ditambah menjadi lima tahun enam bulan. Namun, jika dia sanggup membayar denda, dia akan bebas pada akhir Desember 2018.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Batam, serta Inspektorat Daerah Kota Batam.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), M Sahir, membenarkan isi surat tersebut. Tujuannya, katanya, untuk membantu meringankan beban denda yang harus ditanggung terpidana korupsi itu.

Ia mengatakan pemerintah kota meminta para PNS untuk memberikan bantuan atau sumbangan sebesar minimal Rp 50.000 per-PNS, setelah istri Samad mengirimkan surat permohonan bantuan kepada pemerintah kota Batam, ujar Sahir. “Dasarnya sederhana sekali, ini terkait jiwa korsa terhadap sesama pegawai,” ujar Sahir di Kantor Wali Kota Batam kepada wartawan Muhammad Zuhri, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

“Maka kami ajak kawan-kawan untuk meringankan hukumannya,” katanya. Namun setelah surat tersebut menjadi viral di masyarakat, Sahir mengakui hal itu adalah sebuah kesalahan. Ke depan, katanya, ketika pihak pemerintah kota mengajak para PNS menunjukkan jiwa korsa mereka, hal itu dapat dilakukan secara lisan saja. “Ataupun bisa koordinasi dengan pihak Korpri saja, mungkin akan lebih tepat, tapi saat ini dana bantuan itu belum terkumpul,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin, enggan mengomentari surat yang ia tanda tangani tersebut. Ia meminta pertanyaan ditujukkan ke Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), M Sahir.
Para PNS mengaku tidak tahu

Beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Batam mengaku tidak mengetahui surat edaran permohonan bantuan dana itu. Salah seorang PNS mengaku belum pernah mendapat arahan terkait hal itu.

“Tak ada, saya malah baru tahu, jika ada arahan, biasanya disebar,” ujar PNS perempuan itu.Pegawai lainnya juga mengatakan hal yang sama, ia baru saja mengetahui kabar tersebut. Selama ini juga belum ada imbauan dalam organisasi perangkat daerah tempat dia bekerja.”Ya baru tahu ini,” ujarnya singkat.

Sementara itu, beberapa pegawai lainnya tutup mulut ketika ditanya perihal ini.
Surat edaran dilaporkan ke ICW

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Dewi Anggraeni mengatakan ICW menerima laporan tersebut melalui pesan anonim di akun Instagram ICW @sahabatICW pada 10 Januari lalu.

Hingga sekarang, lanjut Dewi, ICW belum menindak lanjuti laporan tersebut. Namun, Dewi mengatakan, ICW akan menelusuri lebih lanjut soal laporan ini.

Menurut Dewi, hal ini menunjukkan pengamalan semangat korsa antara PNS yang tidak tepat.

“Kalau ICW sendiri melihatnya miris karena ini kan sudah terbukti kasus korupsi, seharusnya ditangani secara tegas. Tapi, ya semangat korsanya itu menurut kami juga berlebihan. Mengapa sampai dibebankan ke orang yang tidak ada sangkut pautnya juga?” kata Dewi kepada wartawan BBC Indonesia Callistasia Wijaya.

“Kalau menurut kami juga malah sebenarnya ini salah satu cara-cara baru. Jadi untuk meminimalisir uang yang harus saya gantikan, misalnya saya sebagai koruptor, uang yang harus saya gantikan dan harus saya berikan ke penegak hukum supaya tidak terlalu besar dari sisi saya, saya bisa membagi-baginya.”

Ketika seorang PNS sepakat untuk urunan, lanjutnya, hal itu akan berdampak pada semakin mudahnya praktik korupsi di kalangan birokrasi.

“Itu akan semakin memudahkan tindakan korupsi itu dilakukan. Jadi ya, yaudah nggak apa-apa (korupsi) dilakukan bersama-sama, nanti ada satu orang yang jadi tumbal, tapi uang penggantinya akan ditanggung bersama-sama. Akan menjadi semakin miris sih,” katanya.

Dugaan terjadinya maladministrasi

Pengamat reformasi administrasi dari Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Yogi Suprayogi Sugandi, mengatakan dugaan maladministrasi telah terjadi pada kasus ini karena surat edaran itu tidak memiliki basis peraturan dan tidak sesuai dengan etika ASN.

“Kalau ada surat itu, itu adalah satu bentuk maladministrasi, kesalahan administrasi yang masif. Jadi terlihat dibuat-dibuatnya,” kata Yogi.

“Pertama, dia melanggar etika, perilaku ASN yang tentang integritas. Yang kedua, integritas si Kepala BKD (badan kepegawaian daerah), yang mengeluarkan surat itu dipertanyakan. Atas perintah siapa (surat itu dikeluarkan)?” kata Yogi.

Dia menambahkan meski surat itu bersifat himbauan yang tidak memaksa, ASN akan menuruti permohonan yang dicantumkan itu.

Jika ada PNS yang ikut menyumbang untuk si terpidana, kata Yogi, itu sama saja mereka berkontribusi pada tindak kejahatan.

“Kalau orang ikut bekerja sama melakukan kejahatan, dia mengumpulkan uang, dan sebagainya, walau Rp 50.000 itu termasuk ikut kejahatan juga. Walaupun dia menyumbang,” kata Yogi.

Yogi menyebut hal ini dapat digolongkan sebagai pungutan liar dan penegak hukum harus menyelidiki kasus ini.

Senada dengan Dewi dari ICW, Yogi mengatakan semangat korsa telah dilaksanakan secara tidak tepat dalam kasus ini.

“Masa kejahatan untuk menutupi kejahatan? Ya nggak bisa dong. Itu kan masalah integritas anti korupsi,” katanya.
sumber: bbc.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

BERITA TERBARU RENCANA PEREMAJAAN TOTAL BUS AC SINABUNG JAYA.

Pada hari Rabu tanggal 02 Januari 2019 JAM 17.10 WIB yang lalu PT TIGA ADI JAYA MANDIRI di Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat telah menerima 2 (dua) Unit PERTAMA dari 15 (lima belas) Unit Bus MITSUBISHI FE 71 LBC, New Spec Long Bus Chassis (chasis panjang) untuk PEREMAJAAN TOTAL BUS AC SINABUNG JAYA yang diterima dari PT SUMATERA BERLIAN MOTORS Medan melalui PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Jakarta.

Pada saat ini Bus AC SINABUNG JAYA tersebut sedang dalam proses pemasangan lantainya sesuai dengan spesifikasi teknik yang sudah kita sepakati bersama PT TIGA ADI JAYA MANDIRI.

Semoga kedua unit ini dapat segera selesai agar ke 13 (tiga belas) unit untuk TAHAP KEDUA dapat segera dikirim kembali seperti 2 unit tersebut diatas, sehingga rencana LAUNCHING (meluncurkan) ke – 15 (lima belas) UNIT PERTAMA armada Bus AC SINABUNG JAYA ini dapat kita laksanakan pada bulan MARET 2019 untuk MELAYANI KEMBALI trayek “KABANJAHE – BERASTAGI – MEDAN PP”, trayek yang penuh dengan memori dan sukadukanya khususnya bagi mereka yang pernah merasakan layanan Bus SINABUNG JAYA sampai tahun 2006 atau hampir 13 (tiga belas) tahun yang lalu.

Untuk itu kami mohon dukungan dan DOA nya agar rencana kita ini dapat berjalan dengan baik dan benar pada bulan Maret 2019 yang akan datang.

Bujur/ terima kasih, salam SINABUNG JAYA & Taneh Karo Simalem.

Posted in Berita | Leave a comment

DAHNIL ANZAR, RIZAL RAMLI DAN FADLI ZON ITU LEBAY DAN KURANG KERJAAN!!

Erika Ebener – Kegiatan kunjungan Presiden Jokowi Ke Garut disambut begitu meriah dan gegap gempita oleh warga Garut. Berbagai macam persiapan dilakukan. Termasuk acara cukur rambut massal.

Jokowi yang tahu ada acara cukur massal, dan kebetulan tukang cukur langganannya juga dari Garut, maka diajaklah Pak Herman ini untuk ikut bersama dia pada kunjungannya ke kampong halaman Pak Herman, apalagi di Garut diadakan acara cukur rambut massal. Sudah deh pas lah mengajak Pak Herman.

Pak Herman sebagai warga dari Garut, pulang ke kampungnya diajak oleh Presiden Indonesia, bangga dong !!! Walaupun di Jakarta dia “hanya” membuka usaha cukur rambut, tapi yang jadi pelanggan tetapnya seorang Presiden !!!

Acara cukur rambut massal ini diadakan sebagai satu kehormatan terhadap profesi tukang cukur rambut. Apalagi kemudian Presiden Jokowi memiliki program pengadaan rumah sederhana khusus bagi para tukang cukur rambut.

Saya pikir, kalau Pak Herman bukan orang Garut, pasti dia tidak diajak oleh Pak Jokowi. Kesannya akan jadi gimanaaa gitu…. Tapi itulah Pak Jokowi. Untuk membahagiakan satu orang itu sangatlah mudah sekali.

Tapi hal-hal yang saya uraikan di atas sama sekali tak sampai dicerna oleh nalar para kubu oposisi. Atau sebenarnya mereka juga berpikiran sama, tapi karena mereka orang-orang LEBAY, kegiatan Pak Jokowi mengajak Pak Herman pun menjadi sasaran nyinyiran mereka.

Yang pertama Dahnil Anzar Simajuntak yang mentuitkan kegiatan Presiden yang membawa tukang cukur dari Jakarta. Katanya :

“Cukur rambut di Garut, bawa tukang cukur dari Jakarta. Bangun pabrik di Sulawesi, bawa buruhnya dari luar negeri”

Wkwkwkwkw…. Apa hubungannya mencukur rambut dengan membangun pabrik??? Tidak ada !! Tapi memang dasarnya lebay, dicari-cari dan disambung-sambungkan saja semua itu demi untuk meracuni para pemuja Prabowo –Sandi.

Lucunya tuitan sampah Dahnil Anzar ini dikomentari oleh netizen, “Kenapa urusan cukur rambut saja dikomentari?” Jawaban Dahnil tambah konyol lagi, “Karena difoto dan dipertontonkan.” Waaaaaah…. Rupanya dia iri, karena dia dicukur rambutnya ga difoto dang a dipertontonkan.

Dahnil ini memang manusia pengiri sepertinya. Presiden itu, jangankan dicukur rambut, dia nguap saja, kalau ketahuan publik, pasti jadi berita !!! Mana difoto pula Pak Jokowi mulutnya lagi menganga nguap (masa nguap mulutnya harus mingkem… wkwkwkkwk).

Lain dengan apa yang dituitkan oleg Rizal Ramli.

Aduh-aduuuuh…. Orang selevel Rizal Ramli seperti ga ada kerjaan mengomentari tuitan Netizen. Ya, seorang Netizen yang bernama @AnnaSueszann, bertanya :

“Tukang cukur itu adalah Herman. Dia bekerja di Shortcut Barberia, Jakarta. Dan dia sudah menjadi tukang cukur langganan pak Joko sejak beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jadi kalau bawa tukang cukur pribadi dari Jakarta lalu cukur rambutnya di Garut, Spontan atau settingan???”

Saya jawab yah !!! Ya settingan lah !! Hanya untuk meramaikan acara cukur rambut massal dan memperlihatkan pada warga Garut kalau tukang cukur langganan Pak Jokowi juga dari Garut. Itu namanya empati….

Eeeeeh…. Rizal Ramli meretuitnya dengan komentar seperti ini :

“Kok sampai segitunya ya? Untuk sebuah foto shoot? Bisa masuk “Guiness Book of Record” Mas Jokowi west oh… wes aya aya wae… too much”

Waaaah ini orang yang iri kedua. Rasa iri atau cemburu itu memang bisa menutup nalar dan logika seseorang.

Fadli Zon yang memang terlahir sebagai pria ternyinyir se-dunia, jelas tak mau ketinggalan. Apalagi Fadli Zon ini sudah lama berpuasa dari nyinyiran. Selain dia meretuit cuitan Rizal Ramli, Fadli Zon juga meretuit cuitan netizen @RajaPurwa soal tukang cukur rambut ini….

“Cukur rambutnya di Garut, tapi tukang cukurnya bawa sendiri. Sama saja kayak kampanye di pesawahan, tapi berasnya import”

Ah sayang, si @RajaPurwa ini tidak menyebutkan pesawahan mana yang Pak Jokowi kampanye??? Pesawahan di Klaten????

Apa balasan komentar Fadli Zon untuk cuitan si @RajaPurwa ini???

“Ini bukan opera sabun tapi #parodiikantongkol…” Eeeeh tumben komentarnya pendek banget????

Saya yakin, baik Dahnil, Rizal Ramli maupun Fadlii Zon mereka pasti punya tukang cukur langganan. Dan orang kalau sudah cocok dengan satu tukang cukur, rasanya akan sulit untuk pindah ke lain hati, kecuali memang mereka punya tabiat bunglon.

Tapi ya itu tadi. Ketiga pentolan korek api milik kubu Prabowo – Sandi ini, akan selalu melihat sesuatu dari sudut pandang dimana banyak setan bercengkraman. Coba kalau mereka bertengger seperti mahluk kebanyak, kepala di atas dan kaki di bawah, dan bergaul dimana para malaikat bercengkraman, saya yakin, mereka bisa melihat kegiatan Pak Jokowi mencukur rambut di Garut oleh Herman yang aslinya dari Banjarjatii Garut dan membuka usaha di Jakarta, akan sama seperti saya melihat kegiatan cukur rambut Pak Jokowi oleh Herman sebagai satu sikap mengapresiasi profesi tukang cukur rambut.

Tapi ya sudahlah… sekali lebay, akan lebay selamanya.

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

DENGAN PEMBEBASAN ABU BAKAR BA’ASYIR, APAKAH PERLU GOLPUT?

Daeng Uceng – “Terorisme bukan Jihad”, kalimat ini jelas terucap dari mulut Kyai Ma’ruf, cawapres Joko Widodo pada acara debat 1 atau pertama tanggal 17 Januari 2019 beberapa waktu lalu. Setelah itu, berita pembebasan Abu Bakar Ba’asyir menghiasi banyak media, dan tentunya di social media juga.

Sejak awal dipilihnya Kyai Ma’ruf Amin menjadi cawapres Jokowi, banyak yang kecewa, tentunya sebagian besar Ahokers, karena Ma’ruf Amin termasuk yang memberatkan ahok atau BTP sehingga divonis 2 tahun.

Tapi itu tak berlangsung lama, dengan berbagai analisa dan argumen-argumen politik, beberapa yang kecewa itu yang hampir memutuskan untuk golput akhirnya tidak jadi golput. Kini sebagian besar dari mereka tetap mendukung Jokowi.

Tapi ada juga yang masih menyimpan rasa kekecewaan. Dan mungkin karena tak ada pilihan lain, maka tetap Jokowi menjadi pilhannya. Dan beberapa lembaga survei memaparkan data-datanya, Jokowi-Amin masih unggul dari paslon kubu Oposisi.

Sebenarnya ada juga sih beberapa teman yang saya amati masih memperlihatkan kekecewaannya pada Ma’ruf Amin sehingga sampai saat ini masih menyatakan diri golput, apakah teman yang seperti ini masih banyak? saya belum tahu. Tapi dengan segera dibebaskannya Abu Bakar Ba’asyir. teman-teman yang saya maksud ini seperti makin percaya diri untuk golput.

Nah, dengan model kasus ini,bagaimana bisa menyakinkan keputusan politik ini? mungkin saat ini masih banyak swing voters atau bisa dibilang massa mengambang.

Mereka bingung, memilih Jokowi-Amin seperti ada yang nyesek, namun memilih pasangan kubu oposisi malah akan turun kelas, karena mereka ini tak mau bergabung dengan koalisi yang pernah menyebarkan hoax.

Apalagi menjadi kamvret, pasti tak sudi, demikian pula sebaliknya, yang kamvret sudah merasa percaya diri sehingga tak rela menjadi cebong. Meski ada beberapa tokoh elit yang menyebrang mendukung Jokowi lalu digelari dengan sebutan cebong, seperti Kapitra Ampera.

Yang sudah divonis terpidana teroris memang sudah menjalani hukuman, namun bekas-bekas kejahatan yang sudah terjadi di masa silam masih membayangi. Dan dengan alasan kemanusiaan dan kesehatan, Abu Bakar akan dibebaskan, apalagi usianya yang sudah tua.

Alasan ini bagi pihak oposisi dituduh sebagai pencitraan, dan sebagaimana kita tahu, oposisi memang sudah begitu dari dulu, apa-apa yang dilakukan Jokowi pasti dituduh pencitraan, jadi langganan pencitraan. Tapi sejujurnya sih, pihak Oposisi ini bingung. mereka masih meraba-raba apa maksud Jokowi membebaskan Abu Bakar Ba’asyir, sehingga akan mengambil langkah-langkah berikutnya.

Kalau dituduhkan mau mengambil suara umat Islam, ini sebenarnya sudah terjadi, begitu Ma;ruf Amin ditetapkan sebagai cawapres mendampingi Jokowi.

Dengan vonis hukuman yang lama dan terpidana terorisme, Abu Bakar Ba’asyir tidak banyak pengikut. namun demikian, yang patuh pada Ba’asyir begitu fanatik, sedikit jemaahnya tapi militannya bukan main. Nah, apakah ini cukup berpengaruh untuk mendulang suara Jokowi? Apakah ini tujuan Jokowi sehingga melakukan pembebasan ini?

Apalagi yang lebih “ngenes” dari pembebasan ini adalah aksi menolak tanda tangan sebagai pengakuan NKRI atau menolak Pancasila, dengan alasan hanya patuh pada Allah dan Islam. Walau Yusril ingin memantapkan bahwa patuh pancasila itu sama juga patuh pada Islam.

Jenis teologi ini memang terbilang sangat kaku, tafsirnya kaku sehingga sangat berbenturan di masyarakat yang beragam ini. Negara demokrasi yang menghormati keyakinan orang boleh-boleh saja seperti itu, namun tentu ada mekanisme hukum yang berjalan jika melakukan pelanggaran dan ketertiban serta keamanan masyarakat umum.

Saya kira semua manusia mau hidup dengan baik, tapi dengan teologi yang begitu ekstrim bisa mengacaukan kehidupan bermasyarakat. Maka tentu saja sangat perlu diwaspadai. dan itulah kenapa ada yang namanya deradikalisasi. Ada juga pakar yang mengatakan bahwa isitilah ini kurang tepat. tapi setidaknya Islam yang rahmatan Lil Alamin yang mau dibangkitkan, sehingga tidak mudah seseorang mengkafirkan dan merusak lingkungan masyarakat.

Tentu saja kalau kita kembali mengingat bagaimana aksi-aksi bom para teroris itu, agaknya sulit untuk dimaafkan, Namun ajaran kasih pun menjadi dilema bagaimana harus menerapkan dalam kasus ini?, apakah kita akan menjadi makhluk yang ikut-ikutan suka menghukum sendiri atau menindas makhluk lain seperti para teroris itu? dan merasa paling benar?

Saat ini saya masih memikirkan dari langkah yang Jokowi ambil ini, mungkin sama dengan kubu oposisi yang lagi kebingungan juga. Tapi kita tahu Jokowi selalu membuat suprise, dalam debat saja kita mungkin tak menyangka penampilan beliau seperti itu. yang bisa menguasai arena debat, dan meng-KO lawan. Telak.

Dan kasus pembebasan Ba’asyir ini apakah banyak kekurangan suara karena merasa bahwa ini bukan langkah yang tepat?, apakah banyak yang kecewa? Kita tahu hanya ada dua paslon, dan itu kita semua sudah tahu dengan jelas kualitas keduanya, dan kita tahu kadang langkah politik itu bisa menyakitkan dan juga sangat dinamis.

Maka apakah menjadi golput adalah pilihan yang tepat? sehingga membiarkan om Wowo berjoget ria kalau bisa unggul dari Jokowi? dan apakah dengan langkah Jokowi ini kita tidak yakin? dan merasa ada yang aneh?

Setiap langkah selalu saja ada resiko. Dan kata guru-guru, seseorang itu bisa makin dewasa karena berani menghadapi resiko. Ini memang pertarungan politik, apakah ini murni semuanya demi kekuasaan? dan melupakan cita-cita luhur rakyat?

Hidup adalah pilihan, semua punya resiko. memlilh kubu oposisi atau menjadi golput resikonya sudah punya gambaran besar, negara bisa makin tak karuan, sedangkan memiilh Jokowi saat ini, masih ada analisa yang bisa kita gali, sehingga kita paham apa maksud semua ini.

Nanti kita lihat ke depannya. Yang jelas, kaum yang agak ektrim ada juga di kubu Om Wowo, dan mereka yang berhasil memenjarakan Ahok dengan demo berjilid-jilid.

#01IndonesiaMaju

#LembutSabarTegas

#JokowiLagi

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

JEJAK RADIKAL BA’ASYIR, DARI ERA SOEHARTO HINGGA JOKOWI

Jakarta, CNN Indonesia — Cuaca masih kelabu setelah hujan reda di depan Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/1). Tiga sosok berbalut baju koko keluar dari lapas tersebut. Mereka langsung dikerubuti para wartawan yang telah menunggu.

Salah seorang di antara mereka, Yusril Ihza Mahendra, mengaku diutus Presiden Joko Widodo untuk menemui terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir untuk mengabarkan rencana pembebasannya.

“Pak Jokowi mengatakan bahwa dibebaskan jangan ada syarat-syarat yang memberatkan beliau. Jadi beliau menerima semua itu dan ini bukan mengalihkan beliau seperti tahanan rumah tidak,” ujar Yusril yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB).

Yusril tak memberi tahu mekanisme apa yang ditempuh Jokowi untuk membebaskan Ba’asyir. Dia hanya menyebut rencana pembebasan ini berdasarkan pertimbangan kemanusiaan.

Abu Bakar Ba’asyir bin Abu Bakar Abud lahir di Jombang pada 1938 silam. Ia menjalani kurungan bui di Lapas Sindur sebagai terpidana teroris dengan vonis 15 tahun penjara.

Vonis itu dijatuhkan pada 2011 di mana Ba’asyir disebut terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di Pegunungan Jantho, Aceh pada 2010.

Abu Bakar Ba’asyir, Yusril Ihza Mahendra santap siang bersama Abu Bakar Ba’asyir saat membesuknya di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, 18 Januari 2019. Turut pula koordinator kuasa hukum Ba’asyir, Achmad Michdan. (Dok. Istimewa)

Masa Muda Aktivis, Membangun Pesantren, dan Gerakan Radikal

Jebolan Pondok Pesantren Gontor pada 1959 ini merupakan lulusan Fakultas Dakwah Universitas al-Irsyad, Solo pada 1963. Ia diketahui pernah menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Solo yang lalu masuk struktur kepengurusan Pemuda Al-Irsyad Solo, Gerakan Pemuda Islam Indonesia, dan Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam.

Pada awal dasawarsa 1970-an, Ba’asyir mulai merintis pendirian perguruan Islam. Ia akhirnya resmi mendirikan pondok pesantren Al-Mukmin di Dusun Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada 1972.

Hampir sedekade setelah pendirian pesantren tersebut, Ba’asyir ditangkap penguasa Orde Baru, Soeharto. Tuduhan atas penangkapannya bersama rekan seperjuangan membangun pesantren, Abdullah Sungkar, adalah menghasut orang menolak asas tunggal Pancasila dan melarang hormat pada bendera Merah Putih. Ia menyebut itu perbuatan syirik.

Akhirnya, Ba’asyir mendekam di bui kali pertama dengan vonis 9 tahun penjara. Pada 1985 saat Ba’asyir dan Abdullah menjadi tahanan rumah, keduanya melarikan diri ke Malaysia.

Di negeri jiran tersebut, Ba’asyir disebut memupuk pembentukan gerakan radikal, Jamaah Islamiyah. Afiliasinya disebutkan ke Al-Qaeda. Namun Ba’asyir menolak dikatakan demikian. Dia mengaku tidak membentuk satu gerakan apapun.

Walaupun begitu, nama Ba’asyir masuk ke dalam laporan badan intelijen Amerika Serikat (CIA).

Ketika Orde Baru runtuh pada 1998 silam, Ba’asyir kembali ke Indonesia dan terlibat dalam organisasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang berniat untuk menegakkan syariat Islam.

Pada 8 Agustus 2002, Majelis Mujahidin Indonesia mengadakan kongres I di Yogyakarta untuk membentuk struktur kepemimpinan. Ba’asyir disebut terpilih sebagai Ketua Mujahidin. Setelah itu, ia pun kembali mengajar di Pesantren Ngruki.

Namun, Ba’asyir bolak-balik ditangkap polisi, menjalani persidangan, dan divonis penjara. Pada 18 Oktober 2002, Ba’asyir ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bom Bali.

Pada 3 Maret 2005 Ba’asyir dinyatakan bersalah dan divonis 2,6 tahun penjara atas konspirasi serangan bom Bali 2002, namun tak terbukti atas tuduhan terkait dengan bom 2003.

Saat peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 2005, Ba’asyir menerima pengurangan hukuman dan baru bebas pada 14 Juni 2006. Pada 9 Agustus 2010 ia kembali ditangkap polisi dengan tuduhan pembentukan dan pelatihan cabang Al-Qaeda di Aceh.

Akhirnya pada 16 Juni 2011, Ba’asyir dijatuhi vonis 15 tahun penjara. Ia sempat berjuang melalui mekanisme hukum dari kasasi hingga Peninjauan Kembali (PK).

PK yang diajukan Ba’asyir pada 2015 silam ditolak Mahkamah Agung pada pertengahan 2016. Tempat penahanan Ba’asyir dipindahkan dari yang semula di Lapas Pasir Putih Nusakambangan jadi ke Lapas Gunung Sindur.

Ba’asyir sempat disebut berbaiat kepada kelompok radikal ISIS yang berbasis di Irak dan Suriah. Itu disebut-sebut karena pengaruh Aman Abdurrahman alias Oman yang pernah bergabung dalam Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) bentukan Ba’asyir.

Namun, Aman yang kemudian membangun Jamaah Anshar Daulah (JAD) membantah itu saat dirinya menjadi terdakwa terorisme di PN Jakarta Selatan pada 3 April 2018.
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

DIPROTES, PEMKOT SOLO MENGECAT JALAN DI DEPAN BALAI KOTA YANG ‘MIRIP SALIB’

Setelah sebelumnya Pemerintah Kota Solo mengatakan tidak akan mengubah desain mosaik koridor di depan balai kota Solo yang disebut berbentuk salib, akhirnya Pemkot pun ‘mengalah’ dan memutuskan untuk mengecat sebagian mosaik itu.

“Cagak (tiang) yang berwarna merah dan bentuknya seperti salib itu diganti warnanya sudah selesai. Ditutup dengan cat,” kata Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo usai meninjau bagian mosaik yang kini telah dicat warna abu-abu pada Jumat (18/01).

Dengan ditutup cat abu-abu, menurut Achmad, gambarnya kini tidak lagi menyerupai salib, namun seperti “bunga atau delapan penjuru mata angin.”

Solusi sementara ini — karena paving blok berwarna yang aslinya belum diganti sedang cat dapat luntur- dibuat setelah ratusan orang dari berbagai organisasi Islam yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta menggelar aksi demo pada hari yang sama.

Massa yang berdemo membawa poster penolakan mosaik yang disebut mirip salib di Jalan Jenderal Sudirman, Solo, dan membawa foto jalan yang dipotret dari atas untuk menegaskan bentuk mosaik itu menyerupai salib.

“Tidak boleh ada salib di depan Balai Kota Solo yang menjadi tempat publik. Di mana secara nyata simbol itu sangat nyata terlihat,” kata Koordinator aksi demo, Muhammad Sigit kepada wartawan di Solo, Fajar Sodiq, untuk BBC News Indonesia.

Pemkot Solo kemudian menggelar pertemuan dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Solo, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), yang hasilnya disampaikan pada saat aksi masih berlangsung:

“Kami usul supaya betul-betul menjurus menjadi bentuk mata angin. Bagian yang papak itu dibuat lancip atau runcing. Karena filosofi gambar itu delapan penjuru mata angin, hanya saja yang digambar tebal itu empat dan empat lainnya kecil,” kata Ketua MUI Solo, Subari.

“Dari Gusti Puger (Keraton Solo) minta delapan penjuru mata angin itu dibuat sama. Tidak yang empat besar dan empat kecil,” tambahnya.

Subari sebelumnya menyayangkan cara pandang yang cuma melihat mosaik itu dari atas yang seolah-olah mirip salib. Padahal, jika dilihat dari sisi samping, terlihat jelas jika yang ada di tengah itu adalah Tugu Pemandengan.

“Marilah kita berpandangan secara jernih. Jangan digothak-gathuke, otak atik jadi mathuk istilah Jawanya,” katanya pada Kamis (17/01).

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, juga menegaskan bahwa Wali kota FX Hadi Massa yang berdemo membawa poster penolakan mosaik yang disebut mirip salib di Jalan Jenderal Sudirman, Solo, dan membawa foto jalan yang dipotret dari atas untuk menegaskan bentuk mosaik itu menyerupai salib.Rudyatmo, yang beragama Katolik, tidak ikut merencanakan dan merancang mosaik paving blok di depan balai kota Solo.

“Ini direncanakan oleh perencana yang sudah teken kontrak,” kata Achmad.
sumber: bbc.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

ABU BAKAR BA’ASYIR BEBAS: TETAP TOLAK TAAT PANCASILA, ‘AKAN BERDAKWAH KALAU MEMUNGKINKAN’

Abu Bakar Ba’asyir menekankan tak mau menandatangani dokumen taat kepada Pancasila.

Pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir, yang mendekam di penjara dalam kasus terorisme, dijadwalkan akan segera dibebaskan.

Begitu bebas, Abu Bakar Ba’asyir akan kembali berdakwah, seperti diungkapkan seorang putranya, Abdul Rochim Ba’asyir.

“Nanti kita lihat. Soal ceramah ya beliau akan ceramah kalau memungkinkan dan itu adalah tugas beliau sebagai ulama,” kata Rochim kepada wartawan, seperti dilaporkan wartawan di Solo, Fajar Sodiq untuk BBC News Indonesia, Sabtu (19/01).

Betapapun, kesibukan dakwah itu kemungkinan akan jauh berkurang. “Kondisi beliau sudah tidak seperti dulu Dan sudah tua….,” Ujar Rochim

Putra bungsu Ba’asyir itu juga mengatakan bahwa keluarganya sangat bersyukur atas bebasnya pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu.

“Untuk syukuran keluarga dengan mengundang tetangga dan sekitarnya. Insya Allah nanti pesantren juga akan melakukan persiapan untuk penyambutan. Hari ini akan koordinasi dengan pesantren,” kata Rochim.

“Hanya taat kepada Islam”

Bebasnya Abu Bakar Ba’asyir setelah persyaratan bebas bersyarat “diringankan” dengan menekankan ia hanya akan “taat kepada Islam.”

Pemilihan kata-kata dalam surat pernyataan itu, menurut Yusril Ihza Mahendra, penasihat hukum pasangan calon presiden/wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin, disepakati setelah Ba’syir menolak menandatangani dokumen pembebasan bersyarat yang mencakup taat kepada Pancasila.

“Yang harus ditandatangi Pak Ba’asyir agak berat bagi beliau karena beliau punya keyakinan yang dipatuhi hanya Allah, hanya Tuhan dan beliau menyatakan hanya taat kepada Islam. ‘Jadi kalau saya diminta tanda tangan taat kepada Pancasila, saya tak mau'”, kata Yusril tentang isi percakapannya dengan Ba’syir di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor.

“Beliau hanya ingin taat kepada Islam dan kita memahaminya…Tak ada pertentangan antara Islam dan Pancasila dan tak mau berdebat panjang dengan Pak Ba’asyir,” tambah Yusril dalam wawancara dengan wartawan BBC News Indonesia, Endang Nurdin, Jumat (18/01).

Ba’asyir telah menjalani hukuman selama sembilan tahun dari 15 tahun hukuman penjara karena dinyatakan bersalah pada Juni 2011 dalam kasus mendanai pelatihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia.

Ulama berusia 81 tahun ini sebelumnya ditahan di Nusakambangan, Cilacap, namun dipindahkan ke LP Gunung Sindur, Bogor dengan alasan kesehatannya menurun.

Yusril mengatakan Ba’asyir telah mendapatkan remisi tiga kali dan berhak untuk bebas bersyarat dan menyatakan telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo untuk membebaskannya dari penjara dengan “pertimbangan kemanusiaan” karena “sudah berusia 81 tahun dengan kondisi kesehatan yang semakin menurun, dengan pembengkakan kakinya yang berwarna hitam.”

Namun, Abdul Rochim Ba’asyir mengakui bahwa kondisi kesehatan bapaknya semakin membaik setelah mendapatkan perawatan rutin selama menjadi tahanan di LP Gunung Sindur.

“Kaki beliau yang bengkak sudah mulai berkurang dan keluhan sering kram dan pinggang sering sakit,” ungkap Rochim.

Proses administrasi pembebasan Ba’asyir tidak akan memakan waktu lama namun dia sendiri meminta waktu tiga sampai lima hari untuk berkemas, kata Yusril.

Tak lagi mendukung ISIS

Peneliti terorisme Sidney Jones menyatakan Ba’asyir sempat dibaiat sebagai pengikut gerakan yang menamakan diri ISIS, yang muncul saat Ba’asyir sudah di dalam penjara.

Namun Sidney menyatakan pengaruh dua putra Ba’asyir menyebabkan ulama ini tak lagi menjadi pendukung gerakan kekhalifahan itu.

“Melalui pengaruh anaknya Ba’asyir tak lagi pro ISIS… jelas anaknya Abdul Rochim dan Abdul Rosyid tidak mendukung ISIS. Itu bisa berarti bahwa mereka bisa memengaruhi bapaknya dan kalau begitu, mungkin tak jadi risiko kalau sudah bebas. Karena jelas unsur pro-ISIS adalah kelompok yang paling berbahaya di Indonesia sekarang ini,” kata Sidney.

Putra Ba’asyir Abdul Rochim yang ikut mendampingi Yusril Ihza Mahendra mengatakan ayahnya akan langsung pulang ke Solo setelah dibebaskan, “kemungkinan Senin atau Selasa.”

Menyusul serangan bom Bali pada 2002, Ba’asyir ditetapkan sebagai tersangka dan divonis dua tahun enam bulan setelah dinyatakan berkomplot dalam kasus terorisme tersebut. Setelah bebas pada Juni 2006, ia kembali ditahan pada Agustus 2010 dengan tuduhan terkait pendirian kelompok militan di Aceh.

Ba’asyir ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus serangan bom di Bali pada 2002. Ia divonis 2,6 tahun penjara setelah dinyatakan berkomplot dalam kasus itu.

Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pada tahun 2012 ditetapkan oleh Departemen Luar Negeri AS, dalam daftar organisasi teroris asing (FTO).

Saat itu, JAT dicurigai terlibat dalam berbagai kejahatan antara lain perampokan bank untuk mendanai kegiatan mereka, termasuk serangan bom bunuh diri di sebuah gereja di Solo, Jawa Tengah tahun lalu dan sebuah masjid di Cirebon, Jawa Barat.

JAT didirikan oleh Ba’asyir setelah keluar dari Jemaah Islamiah, yang dinyatakan berada di belakang bom Bali 2002 dan beberapa kasus terorisme.
sumber: bbc.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PAK PRABOWO, TERORISME BUKAN SOAL KEMISKINAN

Menurut Prabowo, problem terorisme bisa diselesaikan dengan swasembada pangan.

Ini pandangan kuno. Sepertinya Pak Prabowo kurang update info, kurang wawasan, dan kurang bacaan. Para aktor, aktivis, dan arsitek terorisme di berbagai negara banyak yang berasal dari kalangan terdidik dan kelas menengah-atas yang sangat mapan secara ekonomi.

Ingat Osama Bin Laden itu orang kaya raya yang kekayaan keluarganya bisa untuk membiayai 7 juta codotmen dan codotwomen beserta keluarga dan bayangannya demo setiap hari di Monas sampai Upin-Ipin lulus kuliah S3!

Lihat juga di Indonesia: orang-orang yang radikal-militan juga banyak dari kalangan yang gendut perutnya dan bodong wudelnya.

Tolong tim sukses Prabowo-Sandi minta paslon membaca buku “Engineers of Jihad” yang mengisahkan bagaimana keterlibatan kalangan terdidik dan kelas menengah dalam aksi-aksi jihadisme dan terorisme. Sementara untuk penanganan terorisme, bisa dibaca buku mantan kolegaku, “Uniting Against Terror”.

Menganggap penanganan terorisme dengan program swasembada pangan sama dengan menganggap orang-orang miskin sebagai ekstrimis dan teroris! Ini sungguh terlalu Ani. Bukan begitu Ferguso?🤓

fb: Sumanto Al Qurtuby

Posted in Berita | Leave a comment

JELANG BEBAS, AHOK TULIS PESAN YANG SANGAT MENYENTUH BUAT SELURUH AHOKERS

Hermanto Purba – Satu tahun delapan bulan sudah Ahok mendekam di penjara. Selama itu pula kita tidak mendengar suaranya yang begitu lantang itu membentak mereka yang bermain-main dengan jabatannya, membentak mereka yang mencoba-coba berkongkalikong untuk menggarong uang rakyat dengan bertopengkan kedudukan mereka.

Ahok memang seorang politikus yang cukup fenomenal, politikus pemberani dan tidak pengecut, politikus pendobrak, yang hingga saat ini, masih teramat sulit bagi kita mencari politikus yang memiliki idealisme seperti yang ia miliki. Tidak peduli dengan siapa ia berhadapan. Ketika sudah berbicara ketidakadilan dan ketidakjujuran, ia pasti lawan.

Keteguhan hatinya untuk menghardik mereka yang senang berkomplot di ruang-ruang gelap, untuk menghentikan segala kegiatan yang merugikan rakyat, segala tindakan yang mencoba-coba mengambil yang bukan haknya, segala tindak-tanduk mereka yang kerap menabrak aturan, membuatnya dibenci, karena kepentingan mereka terganggu.

Kehadirannya di Balai Kota, menjadi pemimpin bagi lebih dari 10 juta warga DKI Jakarta, menjadi musibah bagi sebagian aparatur yang sebelumnya sudah begitu nyaman dengan kebiasaan buruk mereka mempermainkan sumpahnya. Ia juga menjadi sebuah bencana besar bagi para pengusaha yang selama ini kerap bermain mata dengan para pejabat DKI.

Namun sebaliknya, bagi warga Jakarta, Ahok bak Superman yang menyelamatkan mereka dari carut-marutnya kota tempat mereka berdiam. Selain permasalahan birokrasi, persoalan kronis ibu kota lainnya setahap demi setahap ia selesaikan. Seperti masalah kemiskinan, pendidikan, banjir, kebersihan kota, kemacetan, tata ruang kota, dan masalah-masalah lainnya, satu per satu ia tangani.

Dalam kurun waktu dua tahun, Ahok mengubah Jakarta menjadi sebuah kota modern layaknya ibukota negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Jakarta tumbuh menjadi kota yang ramah bagi penduduknya. Jakarta berubah menjadi kota yang lebih beradab dan bermartabat. Jakarta lebih tertata, lebih bersih, dan lebih indah.

Namun, di saat mantan Bupati Belitung Timur itu berusaha sekuat tenaga menata Jakarta, ia lalu dituduh sebagai penista agama, hanya karena pidatonya yang menyinggung Al Maidah 51. Hingga akhirnya ia harus dikirim ke penjara atas vonis yang diberikan oleh majelis hakim PN Jakarta Utara kepadanya.

Sejak saat itu, Jakarta dikelola dengan cara barbar. Jakarta yang sebelumnya sudah ditata dengan baik oleh Ahok, berubah menjadi seperti sebuah perkampungan besar yang begitu semrawut. Ahok yang sebelumnya telah berjerih lelah memoles wajah buruk kota terbesar di Indonesia itu, namun dirusak kembali oleh si penerusnya.

Tanggal 24 Januari minggu depan, Ahok akan menghirup udara bebas. Ia akan kembali ada di tengah-tengah kita. Kita akan kembali mendengar suaranya yang lantang. Bagi kita yang merindukan Ahok, yang ingin melihat kembali karya-karya besarnya untuk bangsa ini, mari kita hitung mundur. Tinggal menghitung hari saja. Tersisa 7 hari lagi, Ahok akan segera bebas.

Namun, seminggu jelang Ahok bebas, ia mengirimkan beberapa pesan penting bagi Ahokers, bagi para fans Ahok. Surat yang ia tulis dalam 2 carik kertas itu, berisi tentang ucapan syukurnya atas dukungan para Ahokers selama hampir 2 tahun ia mendekam di dalam penjara, serta pesan-pesan yang ia harapkan dapat dilaksanakan oleh para pengagumnya.

Lewat akun twitter-nya, @basuki_btp, yang dikelola oleh Tim BTP itu, ia memosting suratnya bertanggal 17 Januari 2019 berisi pesan kepada seluruh pendukungnya, dan foto sebuah buku berjudul “Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Soeakrno 30 September 1965 – Pelengkap Nawaksara.”

Membaca 2 lembar surat Ahok yang ia tulis di Mako Brimob itu, selain pesan yang ia sampaikan kepada para simpatisannya, ada beberapa hal penting lainnya yang menurut saya cukup menarik untuk dicermati, sekaligus menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kita. Lewat suratnya ia mengajarkan tentang arti bersyukur yang sesungguhnya.

Tentang rencana para Ahokers yang akan mengadakan acara penjemputan dirinya ke Mako Brimob, ia malah meminta agar rencana itu ditiadakan saja. Ia menilai bahwa dengan adanya acara penjemputan itu justru akan mengganggu banyak orang mencari nafkah, menimbulkan kemacetan, serta akan mengganggu ketertiban umum.

Menurut Ahok, dengan tidak melakukan penjemputan, hal itu sudah menolong dirinya. Dalam suratnya ia menulis, “…dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penjemputan apalagi menginap.” Betapa mulianya hati Ahok. Dalam posisinya yang sedang terpenjara, ia masih memikirkan kepentingan banyak orang.

Lewat suratnya, ia juga menyampaikan rasa bersyukurnya, karena Tuhan mengizinkannya ditahan di Mako Brimob. Menurutnya, dengan ia dipenjara, ia telah belajar untuk menguasai diri untuk seumur hidupnya. Berbeda jika seandainya ia terpilih pada Pilkada DKI 2017 lalu, ia hanya akan menguasa Balai Kota selama 5 tahun saja, yang hanya akan menjadikannya semakin kasar, semakin arogan, yang akan menyakiti hati banyak orang.

Oh Tuhan! Betapa mulianya hati orang ini. Saya bingung, terbuat dari apakah hatinya. Keteguhan hatinya sungguh membuat saya terkagum-kagum. Ia menulis, “Jika ditanya, jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? Saya akan katakan, saya akan memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun untuk bisa menguasai diri semumur hidupku.”

Di samping ucapan rasa syukurnya itu, ia juga meminta maaf kepada seluruh Ahokers, PNS DKI, dan bahkan kepada para pembencinya atas segala tutur kata, sikap, dan perbuatannya baik yang ia sengaja maupun yang tidak, yang mungkin menyakiti hati dan perasaan mereka dan seluruh keluarga. Sekali lagi saya harus katakan: betapa mulianya hati orang ini.

Dan yang terakhir, lewat suratnya, ia menyampaikan beberapa pesan kepada para Ahokers. Berikut beberapa pesan tersebut:

Jangan ada penyambutan ketika ia bebas pada 24 Januari nanti.

Setelah keluar dari Mako Brimob, ia ingin agar dirinya tidak lagi dipanggil Ahok, tsapi dipanggil Basuki Tjahaja Purnama saja.

Jangan golput pada pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 17 April nanti.

Pilih partai politik yang senantiasa berjuang untuk menegakkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Ahokers harus maju demi kebenaran, perikemanusiaan, dan keadilan.

Ahoker harus senantiasa mengingat sejarah dan tujuan para proklamator dan pendiri negeri ini.

Salam Indonesia satu!

#01JokowiLagi

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

POLISI MINTA SAMPEL DNA CHRISTIANO RONALDO TERKAIT TUDUHAN PERKOSAAN

Kepolisian Las Vegas meminta Cristiano Ronaldo untuk memberikan sampel DNA-nya untuk melengkapi penyelidikan yang mereka lakukan terhadap bintang Juventus itu atas laporan pemerkosaan yang dilayangkan Kathryn Mayorga.

Peter S. Christiansen, pengacara Ronaldo, mengatakan bahwa permintaan itu adalah hal yang sangat wajar.

Media Wall Street Journal mengatakan bahwa perintah itu dikirimkan ke pengadilan di Italia.

Ronaldo sudah membantah melakukan apa yang dituduhkan Kathryn Mayorga, yang disebut terjadi di Hotel Las Vegas di tahun 2009.

“Ronaldo konsisten dengan pengakuannya bahwa apa yang terjadi di Las Vegas pada tahun 2019 adalah konsensual. Jadi, tidak mengejutkan bahwa sampel DNA-nya akan diminta oleh pihak kepolisian,” kata Christiansen.

Majalah Jerman, Der Spiegel, yang pertama kali menayangkan artikel tentang tuduhan Mayorga kepada Ronaldo in Oktober, mengatakan Mayorga sudah melaporkan kasus itu ke kepolisian Las Vegas, tidak lama setelah dugaan tindak pemerkosaan terjadi.

Der Spiegel melaporkan bahwa di tahun 2010, Mayorga dan Ronaldo sepakat untuk menyelesaikan masalah itu melalui kesepakatan di luar jalur pengadilan. Saat itu, Ronaldo membayar $375.000 (Rp 5,2 milyar) kepada Mayorga, dengan ketentuan dia tidak boleh mempublikasikan kasus itu.

Pengacara Mayorga mengatakan perjanjian tersebut batal.

Pengacara Ronaldo tidak membantah klaim pihak Mayorga terkait perjanjian itu, tapi katanya “alasan mengapa dia membuat perjanjian itu sudah ‘didistorsi'”.

Dia menambahkan : “Perjanjian ini tidak berarti pengakuan atas kesalahan.”

Pengacara Mayorga mengatakan kliennya terinspirasi oleh gerakan #MeToo dan ia menggugat Ronaldo di AS.

Ronaldo pindah ke Juventus dari Real Madrid setelah klub itu membayarnya £99,2 juta (Rp 1,7 triliun) pada bulan Juli tahun lalu. Dia memenangkan penghargaan Ballon d’Or di tahun 2008, 2013, 2014, 2016 dan 2017.

Kapten tiom nasional Portugal ini membantah tuduhan itu melalui cuitan di akun Twitternya, pada bulan Oktober lalu, dan menyebut tuduhan itu adalah ‘berita bohong’.

Pengacara Ronaldo mengatakan dokumen yang dipakai Der Spiegel sebagai bahan tulisannya ‘fiktif’. Namun, Der Spiegel mengatakan bahwa mereka tidak menemukan alasan untuk meragukan materi yang digunakan untuk bahan tulisan mereka.
sumber: bbc.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment