PERUBAHAN IKLIM: KETIKA AIR TERJUN TERBESAR DI AFRIKA BERHENTI MENGALIR

Air terjun Victoria yang mengalir di perbatasan Zimbabwe dan Zambia merupakan salah satu keajaiban alam di dunia. Tapi pada 2019 air terjun terbesar di Afrika itu berhenti mengalir.

Dengan aliran penuh, air terjun Victoria dengan mudah memenuhi syarat sebagai salah satu keajaiban alam dunia.

Mencakup 1,7 km pada titik terlebar dan dengan ketinggian lebih dari 100 meter, penduduk setempat menjuluki air terjun terbesar di Afrika ini sebagai “asap yang menggelegar”.

Keajaiban alam yang luar biasa ini terbentuk saat sungai Zambezi terjun ke jurang yang disebut Ngarai Pertama.

Jurang terbentuk oleh aliran air di sepanjang batuan volkanik dalam zona rekahan alami yang membentuk lanskap di wilayah Afrika bagian selatan ini.

Namun, pada 2019, keheningan menyelimuti air terjun Victoria.

Dalam kekeringan yang digambarkan sebagai yang terburuk abad ini, aliran sungai Zambezi berkurang tiga kali lipat dan air terjun Victoria mengering.

Sebagai salah satu atraksi untuk turis terbesar di kawasan itu, air terjun Victoria adalah sumber pendapatan yang penting bagi Zimbabwe dan Zambia.

Seiring dengan mengeringnya air terjun itu, para pebisnis lokal menyadari anjloknya kedatangan turis ke destinasi wisata itu.

Selain memukul ekonomi negara-negara itu, mengeringnya sungai dari air terjun berdampak pada pasokan listrik yang bergantung pada pembangkit listrik tenaga air.

Berbagai lembaga melaporkan peningkatan kebutuhan akan bantuan pangan, karena gagal panen pada musim kemarau secara lebih luas di seluruh wilayah.

Belum diketahui bagaimana badai debu mempengaruhi iklim dalam jangka panjang

‘Pengingat yang mencolok’

Satu peristiwa cuaca ekstrem tidak dapat, secara terpisah, dipandang sebagai konsekuensi perubahan iklim.

Namun kawasan ini mencatat serangkaian kekeringan ekstrem yang mencerminkan apa yang diprediksi oleh para pengamat iklim akan terjadi sebagai akibat dari peningkatan gas rumah kaca di atmosfer dunia sebagai akibat aktivitas manusia.

Presiden Zambia, Edgar Lunggu, kala itu mengatakan bahwa mengeringnya air terjun jadi “pengingat yang mencolok tentang apa ang dilakukan oleh perubahan iklim pada lingkungan kita”.

Pengamat pola cuaca di Cekungan Zambezi percaya bahwa perubahan iklim mengakibatkan penundaan musim hujan, membuat hujan turun lebih besar dan intens.

Hal ini membuat penyimpanan air di wilayah tersebut semakin sulit, dan dampak musim kemarau yang berkepanjangan semakin merugikan manusia dan lingkungan.

Laporan PBB tentang kondisi iklim di Afrika pada 2019 menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan bagi benua yang populasinya diprediksi meningkat dua kali lipat pada abad berikutnya.

Berbicara pada peluncuran laporan pada Oktober 2020, Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Petteri Taalas mengamati: “Perubahan iklim memiliki dampak yang semakin besar di benua Afrika, berdampak besar pada kelompok rentang, dan berkontribusi pada kerawanan pangan, perpindahan populasi dan tekanan pada sumber daya air.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah melihat banjir yang menghancurkan, invasi belalang gurun dan sekarang menghadapi momok kekeringan yang membayangi karena peristiwa La Niña.”

Lebih dari 1.000 orang meninggal dunia karena Siklon Idai menerpa Mozambik dan Simbabwe pada 2019.

Laporan itu menambahkan bahwa tahun 2019 adalah salah satu dari tiga tahun dengan suhu terpanas di benua itu.

WMO juga memperingatkan bahwa tren itu diperkirakan akan terus berlanjut.

Fakta mengkhawatirkan yang dihadapi para politisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat sipil adalah bahwa benua itu akan terkena dampak paling parah oleh perubahan iklim, namun kapasitas benua untuk beradaptasi dengan suhu dunia yang terus memanas masih rendah.

Kapasitas Afrika untuk beradaptasi dengan perubahan iklim rendah – dan ini telah menyebabkan tanah longsor di Kenya pada 2019

Sektor yang menjadi perhatian termasuk persediaan air, kesehatan, ketahanan pangan, kekeringan dan banjir, serta keanekaragaman hayati. Ini adalah daftar kekhawatiran yang terus berkembang.

Afrika berada di garis depan pertempuran melawan perubahan iklim yang berbahaya.
sumber: bbc

Posted in Berita | Leave a comment

AMANKAN 87 MOTOR CURIAN KOMBES TATAN: SILAHKAN AMBIL DAN TUNJUKKAN BUKTI KEPEMILIKAN

Dit Reskrimum Poldasu amankan 87 sepeda motor hasil Ops Kancil Toba 2021, Senin (29/11). 

MEDAN, Waspada.co.id – Direktorat (Dit) Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, memaparkan puluhan sepeda motor hasil tindak pencurian selama Ops Kancil Toba 2021.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengimbau masyarakat apabila ada yang merasa memiliki sepeda motor yang disita dari para pelaku hasil Ops Kancil Toba 2021 untuk hadir ke Polda Sumut dan Polres sejajaran bisa kembali mengambil kendaraannya.

“Tentunya dalam mengambil sepeda motor hasil tindak pencurian itu masyarakat harus menunjukan kelengkapan surat-surat kepemilikan kendaraan bermotor,” katanya didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, dan Kompol Revi Nurvelani, Senin (29/11).

Tatan mengatakan, selama digelarnya Operasi Kancil 2021 tim di lapangan berhasil memenuhi 78 target operasi dengan rincian mengungkap sebanyak 129 kasus dan mengamankan 147 tersangka.

“Selain itu turut disita barang bukti sepeda motor sebanyak 87 unit, mobil 4 unit, 12 BPKB, 22 STNK serta uang tunai Rp1,5 juta,” katanya.

Tatan berharap, dengan pelaksanaan Ops Kancil Toba 2021 bisa menurunkan angka kejahatan di Sumatera Utara. Walaupun Ops Kancil Toba 2021 telah selesai Dit Reskrimum Polda Sumut tetap menggelar operasi rutin dalam mencegah aksi kejahatan khususnya aksi kejahatan jalanan.

“Dari puluhan sepeda motor yang diamankan, dua kendaraan sudah dikembalikan dari Polres Binjai kepada pemiliknya,” pungkasnya.(wol/lvz/data3)
Editor: SASTROY BANGUN
sumber: waspada

 

Posted in Berita | 8 Comments

POLDA SUMUT BEKUK 147 BANDIT

Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, paparkan hasil Ops Kancil Toba 2021, Senin (29/11). 

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Direktorat (Dit) Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara dan jajaran mengamankan 147 pelaku kejahatan selama pelaksanaan Operasi Kancil Toba 2021.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan dalam waktu 21 hari Ops Kancil Toba 2021 ada lima polres yang melaksanakan operasi secara prioritas. Sedangkan polres lainnya melaksanakan operasi imbangan dengan target 78 operasi.

“Dari hasil Operasi Kancil 2021 tim di lapangan berhasil memenuhi 78 target operasi dengan rincian mengungkap sebanyak 129 kasus dan mengamankan 147 tersangka,” katanya didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi dan Kasubbdit III Jatanras Poldasu Kompol Revi Nurvelani, Senin (29/11).

Lebih lanjut, Tatan mengungkapkan turut disita barang bukti sepeda motor sebanyak 87 unit, mobil 4 unit, 12 BPKB, 22 STNK serta uang tunai Rp1,5 juta.

Mantan Kabid Humas Polda Sumut ini menerangkan digelarnya Operasi Kancil Toba 2021 dengan sasaran pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta penadah barang curian.

“Kita harapkan dengan pelaksanaan Ops Kancil Toba 2021 bisa menurunkan angka kejahatan di Sumatera Utara. Walaupun Ops Kancil Toba 2021 telah selesai Dit Reskrimum Polda Sumut tetap menggelar operasi rutin dalam mencegah aksi kejahatan khususnya aksi kejahatan jalanan,” pungkasnya. (wol/lvz/data3)
Editor: SASTROY BANGUN
sumber: waspada

Posted in Berita | Leave a comment

6 TAHUN MENGANGGUR, SARJANA KOMPUTER JADI PEMBUAT DAN EDARKAN UANG PALSU DI SAMARINDA

Polisi bongkar pembuatan uang palsu di Samarinda. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com – Polisi membongkar praktik pencetakan dan peredaran uang palsu. MT (31), jebolan Sarjana Komputer di salah satu kampus di Samarinda, Kalimantan Timur, ditetapkan tersangka. Dia nekat mengedarkan uang palsu karena sudah 6 tahun menganggur.

MT dibekuk Minggu (28/11) kemarin di pusat jual beli HP kawasan kompleks GOR Segiri, setelah dia membayar pembelian HP yang dicurigai uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Pedagang ponsel lantas melapor ke kepolisian.

Benar saja. Saat diamankan, kepolisian menemukan uang palsu di badannya. Polisi gerak cepat, menggeledah rumahnya di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.

Di rumah MT, petugas menyita antara lain printer, thinner, potongan kertas siap cetak, uang palsu pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 1,8 juta, pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 5,85 juta, serta pisau cutter. Kesemuanya dibawa ke Mapolsek Samarinda Kota.

“Dia sudah mencetak dan mengedarkan uang palsu ini sejak 2019. Sudah berapa dia cetak dan edarkan, dia tidak ingat,” kata Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo, di kantornya Jalan Bhayangkara, Senin (29/11).

Pelaku MT diketahui adalah sarjana sistem informasi komputer. Pengetahuan dari internet, jadi bekal dia mencetak uang palsu. Sasarannya adalah warung dan tempat lain yang hanya memerlukan pembayaran kecil, dan bukan untuk pembayaran skala besar.

“Sementara ini, dia (MT) hanya edarkan uang palsu di Samarinda,” ujar Creato.

Masih disampaikan Creato, MT ditetapkan tersangka. Penyidik menjeratnya dengan dengan Undang-undang No 07/2011 tentang Mata Uang.

“Orangtuanya sudah tahu aksi tersangka MT ini, dan sudah berulang kali mengingatkan. Printer dibuang ke kolam, tapi diambil lagi oleh MT dan diperbaiki. Alasan tersangka (cetak uang palsu) adalah tekanan ekonomi, belum dapat kerja. Padahal dia sarjana,” jelas Gulo.

Sementara MT, memang mengaku tidak ingat lagi berapa uang palsu yang dia cetak dan gunakan untuk belanja sehari-hari. Hampir setiap hari, dia membelanjakan uang palsu Rp 50 ribu untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Termasuk pulsa dan kuota internet.

“Saya lulus tahun 2015. Iya saya belum bekerja sampai sekarang,” kata MT. (mdk/bal)
sumber: merdeka

Posted in Berita | Leave a comment

VIRAL PENGANTIN PERTAMA ASAL INDONESIA YANG GELAR PERNIKAHAN DI KUTUB UTARA

Yusuf Jati Winahto – Diklaim sebagai pernikahan pertama orang Indonesia yang dilangsungkan di Kutub Utara, pernikahan kedua mempelai ini viral dan menghebohkan jagat dunia maya!

Pernikahan menjadi salah satu momen yang tak terlupakan dan akan selalu dikenang seumur hidup. Jadi tak heran jika banyak orang yang membuat rangakaian acara pernikahan tidak biasa. Contohnya saja seperti pasangan satu ini yang menggelar pernikahan di Kutub Utara.

Kisah tersebut pertama kali dibagikan oleh akun TikTok @maxima_pro yang sebagai vendor dokumentasinya. Dalam video yang diunggah, dijelaskan jika pengantin asal Indonesia ini memang punya konsep yang unik menggelar acara pernikahan. Ini adalah pertama kalinya ada mempelai asal Indonesia yang melaksanakan pernikahan di Kutub Utara. Selain menikah, mereka berdua juga berhasil memecahkan rekor, lho.

Dari teks video tersebut tertulis Pernikahan ke ujung dunia. Pengantin asal Indonesia pertama yang menikah di Kutub Utara. Kayak di dongeng-dongeng ala Elsa Fozen di kartun Disney ya. Video berdurasi 36 detik tersebut menunjukkan momen acara pernikahan yang dihadiri oleh anggota keluarga juga kerabat dekat yang mengiringi mempelai dengan tampilan busana bernuansa putih yang elegan.

Mempelai pria terlihat tampan dengan setelan jas putih dengan dasi kupu-kup hitam. Sedangkan mempelai wanitanya semakin cantik nan anggun dengan gaun putih layaknya seorang putri raja di dunia dongeng.

Tidak sampai di situ, prosesi itu juga dilengkapi dengan fasilitas yang tidak biasa. Beberapa di antaranya seperti lokasi untuk mengikat janji suci pengantin yang terbuat dari es hingga mobil iringan pengantin yang diarak dengan kereta rusa. Pastinya tidak semua pengantin bisa merasakan hal-hal unik semacam itu.

“Kamar dan Chapel untuk pemberkatan terbuat dari es semua. Dibuat oleh designer dunia hanya buka empat bulan dalam setahun. Mobil pengantinnya pakai kereta rusa. Lanjut dinner bareng keluarga. Indah banget ya. Semoga kalian yang belum sah segera menyusul yah,” lanjutnya teks di videonya.

Video viral tersebut juga menampilkan situasi di malam hari. Sembari menunggu pengantin diarak di dalam kereta rusa, semua keluarga pengantin yang hadir kompak memegang obor api. Nuansa film Frozen benar-benar terasa saat kegiatan tersebut.. Setelah itu, acara kembali dilanjutkan dengan candle light dinner bersama dengan semua anggota keluarga yang hadir.

Sampai artikel ini diunggah, video tersebut telah berhasil mendapatkan lebih dari 262 ribuan views den banyak likes serta komentar di platform TikTok. Tentu saja orang-orang merasa takjub dengan proses pernikahan yang dilangsungkan dan mendoakan agar pasangan tersebut selalu diberkahi serta langgeng sampai akhir hayat.

Namun, tentunya ada juga warganet yang memberikan komentar kocak dan bahkan nyeleneh seperti berikut ini:

@알피안: Inilah alasan mengapa kita harus menjadi kaya. Kita bisa lakuin apa yang kita suka. Semoga langgeng ya

@2508dc: Untung aku nggak diundang. Buat beli jaket tebel aja nggak mampu wkwk

@mellyriantymanullang: Dia mah sultan. Sultan bebas mau di mana aja

@skyhve: Itu pasti cateringnya kalau habis dimasak 5 menit langsung jadi frozen food

@glory: Langgeng sampai maut memisahkan. Soalnya nikahnya tidak sembarangan ini luar biasa banget

 

Posted in Berita | Leave a comment

UNTUNG RUGI KREDIT SEPEDA MOTOR

Harga motor: Rp 19 juta.
Uang muka : Rp 2 juta.
Masa angsuran: 3 tahun = 35 bulan.
Angsuran/bulan : 867 ribu.

Rincian hitungannya.
867,,000 x 35 = 30,345,000
Ditambah uang muka 2 juta
Total jumlahnya 32,345,000

Itu harga motormu kalau di kredit, padahal harga motormu tadi cuma 19 juta kalau beli cash. Jika ditanya mau beli motor yg harganya 19 juta atau harga 32 juta…? Tentu semua ingin yg 19 juta tetapi alasan orang tentu beda2 ketika akan kredit motor.

Baiklah kita berlogika pakai angka

Misal kamu bayar lancar dan 3 tahun kedepan jadi milikmu. Seandainya itu motor kamu jual lagi kira-² laku berapa…? Paling tinggi 12 juta.

Dari selisih harga cash dan kredit, kamu sudah rugi 13 juta di tambah lagi 7 juta dari penyusutan harga barang, total kerugianmu sudah 20 juta. Nah.. kamu mau bayar 32,345,000 untuk sebuah barang yg harganya 12 juta di saat barang itu sah menjadi milikmu…?

Tapi jangan nilai dari satu sisi, coba kita berlogika pakai sisi yang lain soal kredit motor tersebut
_________________________________

KREDIT MOTOR UNTUK BISNIS

Jika setiap hari dipakai ngojeck atau berjualan keliling sehari dapat hasil 200 ribu, maka dalam 3 tahun berarti dapat :
3x365x200.000 = 219 juta….

Keuntungan dalam 3 tahun kredit Motor 219 juta – 20 juta kerugian dlm 3 th = 199 juta.

Dengan demikian yg kredit motor utk Bekerja masih untung 199 juta dlm 3 thn atau sekitar Rp.66.333.000,– pertahun.
Atau “Rp.5 juta 520 ribu-an” perbulan.

Motor didapat, rejeki didapat….

Jika tidak jadi ambil kredit motor, motor tidak dapat, TDK bisa ngojek/tidak bisa jualan keliling.

Kesimpulan; tidak ada ruginya Kredit motor selama itu diperlukan utk kerja/hal yg manfaat.
Bukan sekedar utk bergaya.

Jadi, setelah membaca tulisan ini kiranya ada tambahan wawasan soal kredit sepeda motor.

By. Aner
fb Sonraen – Amarasi

Posted in Berita, Informasi Mobil dan Motor | 2 Comments

13 WISATAWAN DARI AFRIKA SELATAN DI BELANDA TERJANGKIT OMIKRON

Ribuan warga memrotes pembatasan baru terkait COVID-19 di Amsterdam, Belanda (20/11) lalu, sementara Belanda memastikan mengkonfirmasi kasus COVID-19 varian Omikron di negaranya.

Otoritas kesehatan masyarakat di Belanda hari Minggu (28/11) mengkonfirmasi sejauh ini 13 orang yang tiba di Belanda dengan penerbangan dari Afrika Selatan pada Jumat lalu (26/11) positif terjangkit varian baru virus corona, yang dikenal sebagai omikron.

Enam puluh satu orang terbukti positif terjangkit virus corona dalam dua penerbangan terakhir ke bandara Schiphol, Amsterdam, sebelum pemberlakukan larangan terbang. Mereka langsung diisolasi, sementara tim medis melakukan pengurutan genome untuk mengetahui apakah mereka juga mengidap varian baru.

Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge mengimbau siapa saja yang telah berada di Afrika Selatan dalam seminggu terakhir ini “untuk segera melapor ke otoritas kesehatan setempat” dan menjalani uji medis.

Sebuah pusat uji medis telah didirikan di bandara Schiphol untuk warga negara Belanda yang kembali dari wilayah itu. Uji medis ini bersifat sukarela dan mereka yang di-tes dapat menunggu hasilnya dalam isolasi di rumah.

Sebagian besar dari 61 orang yang diketahui positif mengidap Covid-19 diisolasi di sebuah hotel dekat bandara, sementara sejumlah kecil lainnya diijinkan menjalani karantina di rumah dengan kondisi yang ketat. [em/lt]
sumber: voa

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment

PENDIDIKAN PAPUA: “TANPA DANA OTONOMI KHUSUS, TAK MUNGKIN SAYA STUDI SAMPAI KE LUAR NEGERI”

Asna Kristina Krebu saat wisuda di Universitas Canberra pada Maret 2012.

Seorang putri asli Papua merasa beruntung menjadi salah satu dari belasan orang pertama yang dikirim ke Australia untuk menempuh kuliah S1 dengan biaya ditanggung pemerintah daerah.

Asna Kristina Krebu dilahirkan dari pasangan yang berprofesi sebagai pendidik tingkat sekolah dasar di Kampung Dosay, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

“Kalau tanpa dana otsus, saya tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu karena saya dibesarkan di keluarga yang kedua orang tua saya cuma guru SD.

“Jadi peluang untuk bisa studi sampai di luar negeri itu tidak mungkin, mustahil ya, karena mahalnya biaya pendidikan di luar negeri kalau dengan biaya sendiri,” ungkap Tina, sapaan sehari-hari perempuan berusia 40 tahun itu.

Dana otonomi khusus atau dana otsus yang dimaksud Tina adalah bantuan hibah pemerintah pusat kepada pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat yang menyandang status otonomi khusus.

Tina menuturkan predikat anak guru menimbulkan beban mental yang memacunya giat belajar waktu kecil.

Semula diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, payung hukum itu direvisi menjadi UU Nomor 35 Tahun 2008 untuk juga mencakup Provinsi Papua Barat.

Dua puluh tahun sejak diberlakukan Otsus Papua, undang-undang tersebut mengalami revisi lagi yang kini menjadi Undang Undang Nomor 2 Tahun 2021. Alokasi anggaran Otsus Papua dan Papua Barat ditetapkan Rp8,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Bidang prioritas dana otonomi khusus adalah menyediakan kebutuhan mendasar pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Belakangan pemerintah pusat juga menggelontorkan alokasi yang bersifat umum, antara lain untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan orang asli Papua dan penguatan lembaga adat.

Dalam pelaksanaannya di bidang pendidikan, dana hibah khusus itu digunakan antara lain untuk membiayai kuliah putra-putri Papua seperti Tina.

“Jadi ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa ketika saya bisa studi di luar negeri dengan biaya otsus ini,” akunya.

Memahami keberagaman di Australia

Tina mengikuti seleksi beasiswa tahun 2007 ketika bupati Jayapura ketika itu, Habel Melkias Suwae, merintis pengiriman mahasiswa ke luar negeri. Karena kemampuan bahasa Inggrisnya kurang memadai, Tina dan peserta lainnya diikutkan kursus intensif di Bali.

Walaupun telah diasah selama berbulan-bulan, tidak semua peserta berhasil melewati batas nilai minimal yang diperlukan untuk studi di luar negeri sehingga mereka dikirim ke perguruan tinggi di Pulau Jawa. Sedangkan sekitar 13 orang yang memenuhi syarat, termasuk Tina, diberangkatkan ke luar negeri tahun 2009 sebagai angkatan pertama.

Dia mengambil jurusan kajian internasional di Universitas Canberra dan mendapat gelar sarjana strata satu dari perguruan tinggi yang berkedudukan di ibu kota Australia itu pada 2011.

Warga di Australia mengenakan masker selama pandemi Covidd-19. Dampak migrasi di negara itu telah lama menjadikannya sebagai masyarakat yang majemuk.

Dunia Pagi Ini BBC Indonesia

BBC Indonesia mengudara pada Pukul 05.00 dan 06.00 WIB, Senin sampai Jumat

Banyak manfaat langsung yang dia dapat dengan berkuliah di luar negeri. Faedah pertama, aku Tina, berasal dari pemahaman perbedaan kebudayaan antara Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya dengan Australia.

“Dengan memahami kebudayaan di sana, kita lebih bisa banyak berpikir positif dalam menerima keberagaman karena di Australia juga ada banyak orang dari negara-negara lain,” jelasnya.

“Saya lebih open minded (berpikiran terbuka) dalam menerima perbedaan dengan setiap orang atau teman-teman di kampus dalam perkuliahan setiap hari. Jadi keberagaman itu justru mengubah pola pikir, pola pikir kita lebih maju.”

Kata Tina, pengalaman positif itu punya dampak praktis dalam kehidupan sehari-hari di Papua yang kian majemuk.

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Papua sebanyak 4,3 juta jiwa. Hanya 2,3 juta di antaranya masuk kategori orang asli Papua atau OAP. Sisanya adalah warga dari daerah-daerah lain di Indonesia, serta keturunan mereka.

“Untuk saling menghargai keberagaman, misalnya perbedaan agama atau perbedaan pendapat, kita tidak harus melihat itu sebagai masalah. Ketika kita berbeda pendapat dengan orang lain misalnya di dunia kerja atau di lingkungan tempat kita tinggal, kita bisa mencari solusinya.” Itulah pemikiran Tina.

Di kafe National Art Gallery ini, Tina pernah bekerja paruh waktu ketika menempuh studi di Canberra, Australia.

Faedah langsung lain dari kuliah di Australia dapat dia bawa ke dunia kerja sepulangnya ke Papua.

“Ketika kuliah di sana kita otomatis mengurus segala sesuatu sendiri, jadi lebih mandiri, dan pulang ke sini ini hal itu sangat membantu di dunia kerja, misalnya dalam hal ketepatan waktu, mengumpulkan tugas dan lain-lain, segala sesuatu ada deadline-nya. Jadi ketika di dunia kerja, kita sudah tidak kesulitan,” terangnya.

Tak ingin sekedar mengenyam pendidikan, Tina juga mencari pengalaman bekerja selama kuliah di Canberra. Dia pernah bekerja sebagai pelayan di kafe National Gallery of Australia, museum seni nasional. Sempat pula dia bekerja sebagai petugas kebersihan.

Lebih mudah mencari kerja

Penghasilan tambahan tersebut Tina gunakan untuk mengunjungi kota-kota lain di negara itu sebelum pulang ke Papua. Dia lagi-lagi merasa beruntung.

“Dampak setelah saya kuliah di luar dan kembali pulang itu mencari pekerjaan lumayan mudah. Pertimbangan saya mau ambil gelar postgraduate (S2) tapi waktu melamar di NGO (LSM) waktu itu di Oxfam saya langsung diterima,” tutur perempuan yang kini memiliki dua anak.

Asna Kristina Krebu bersama karyawan Oxfam di Jayapura.

Meniti karier dari bagian administrasi di badan amal yang pertama kali didirikan di Inggris guna membantu mengatasi kemiskinan itu, Tina diangkat menjadi programme officer. Dia bertugas mendampingi mama-mama, sebutan populer untuk ibu-ibu di Papua, mengembangkan usaha sampai mereka bisa mandiri.

Akan tetapi Tina kemudian diminta bekerja di pemerintah kabupaten meskipun sejatinya tidak terikat kontrak.

“Kalau mau memilih, saya lebih memilih kerja di NGO karena kalau melihat dari penghasilan lebih besar di NGO dibanding dengan pemerintah kabupaten tapi saya dengan iklas, dengan tulus saya tetap kembali ke kabupaten untuk mengabdi ke kabupaten karena terima kasih saya sebagai penerima manfaat dari beasiswa otsus tersebut,” Tina beralasan dalam wawancara melalui telepon dengan wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Beasiswa otsus kurang pengawasan

Akan tetapi tidak semua teman seangkatan Tina berada di jalur yang sama dengannya. Beberapa di antara mereka sudah pulang tanpa menuntaskan studi, bahkan sebagian lainnya menetap di Australia setelah tamat kuliah.

Di situlah, menurut Tina, letak titik lemah pemberian beasiswa dana otonomi khusus yang minim pengawasan serta evaluasi. Penerima beasiswa yang gagal merampungkan studi tidak dimintai pertanggungjawaban, misalnya dalam bentuk pengembalian biaya. Begitu pun mereka yang memutuskan tidak kembali ke Indonesia.

Penilaian Tina dikuatkan oleh Petrus K Farneubun, dosen Universitas Cenderawasih. Dikatakan pemberian beasiswa ini amat positif untuk meningkatkan sumber daya manusia, tetapi perlu dibarengi dengan akuntalibas.

“Sejauh ini kita tidak tahu sesudah mereka selesai apakah mereka kembali. Ada yang memang duduk di pemerintahan tapi ada juga yang boleh dibilang punya pekerjaan tidak sesuai dengan keahlian mereka,” jelasnya.

Petrus K Farneubun tengah menuntaskan program doktoral di Belanda.

Selama belum ada data yang solid mengenai berapa jumlah mahasiswa yang dikirim, bidang yang diambil dan berapa yang kembali ke Papua, maka imbuh Petrus K Farneubun, skema beasiswa dana otonomi khusus tak bisa diukur hasilnya secara meyakinkan.

“Agak sulit kita bilang bahwa mereka sudah membawa peningkatan dalam pengertian ada perubahan yang signifikan terhadap pembangunan atau kinerja pemerintah dan lain-lain,” jelasnya kepada BBC News Indonesia.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ronald Yaroserai tak memungkiri ada kelemahan dalam skema tersebut pada tahap awal, mengingat kabupaten itu tercatat yang pertama yang mengirim mahasiswa langsung ke luar negeri tanpa melalui pusat.

“Memang program ini menjadi evaluasi bagi program-program berikutnya.

“Karena itu ketika pertama kali dikirim ke sana memang belum ada ikatan yang sangat kuat sekali terhadap mereka yang harus menyelesaikan pendidikan lalu pulang mengabdi kepada daerah. Itu pun dalam pasal-pasal tertentu di kontraknya tidak terlalu mengikat,” kata mantan guru asli Papua yang juga lulusan perguruan tinggi di Australia tersebut.

Lebih lanjut Ronald menjelaskan program pengiriman mahasiswa kini tak lagi ditangani langsung oleh pemerintah kabupaten/kota, melainkan tingkat provinsi dan pusat.

Yang pasti, tambahnya, pengiriman mahasiswa ke luar negeri amat bermanfaat untuk menggenjot kualitas sumber daya manusia di Papua.

“Pendidikan di luar sangat maju dan mereka punya fasilitas yang lengkap. Bukan saja maju tetapi akses-akses misalnya untuk buku, informasi dan akses teknologinya sangat luas dan mereka berjejaring,” katanya.

Di samping itu, mahasiswa dapat mengembangkan ide secara bebas tanpa sekat. Kesimpulan ini didapat berdasarkan pengalaman mereka yang telah kembali ke Papua.

“Misalnya, ada yang mengembangkan ide penulisan dalam latar belakang tertentu, kalau di negara kita lalu dianggap melenceng. Kalau di luar justru mereka bilang ‘itu kesempatan’ untuk membuka pikiran bahwa ada sisi-sisi lain yang perlu dilihat dari kemajuan atau keterbelakangan suatu daerah,” kata Ronald Yaroserai.

Kendati demikian, guna mengefektifkan skema beasiswa otsus, Petrus K Farneubun yang tengah merampungkan studi S3 di Belanda, menyarankan agar pemerintah membuat analisis kebutuhan mengenai bidang atau ilmu yang memang sangat dibutuhkan di Papua. Dengan demikian mereka dapat diserap di lapangan kerja setempat.

Dana besar, persoalan ada di tata kelola

Soal anggaran di Papua tidak menjadi masalah. Ada begitu banyak skema pendanaan, baik dari APBD murni, dari dana otsus yang memang salah satu fokusnya adalah pendidikan.

Yang menjadi soal adalah bagaimana dana itu digunakan. Aspek yang paling penting untuk diperkuat mulai dari perencanaan. Kalau kita bilang dana otsus untuk pendidikan gagal, gagalnya itu kami melihat sejak perencanaan.

Perencanaan pembangunan gedung SD banyak sekali yang akhirnya tidak digunakan karena, misalnya, dibangun jauh dari pemukiman. Begitu dibangun, diberi perlengkapan. Kami catat beberapa di wilayah pegunungan diberi komputer, misalnya. Tapi mereka tahu betul komputer membutuhkan listrik dan mereka tidak punya listrik untuk menghidupkan komputer itu.

Ini diperparah dengan masalah guru. Kami punya jaringan dengan para peneliti pendidikan di Papua dan kami punya satu pandangan yang sama bahwa infrastruktur pendidikan seperti gedung itu masih bisa ditunda. Yang paling penting adalah justru menghadirkan guru.

Realitasnya sejauh ini yang kami catat ada dua. Pertama, guru sama sekali tidak berada di tempat. Kalau dicek dokumennya lengkap. Masing-masing sekolah memenuhi standar, katakanlah untuk SD ada tujuh guru. Tapi kalau kita cek ke lapangan sama sekali tidak ada.

Kalau pun ada, timbul masalah kualitas. Karena orang tua amat memerlukan guru, tapi karena tidak ada pasokan guru yang memadai dari pemerintah, maka anak-anak di situ yang tamat SMP dan SMA diminta untuk mengajar SD.

Untuk mengatasi persoalan guru sebagaimana dijabarkan Ketua Gugus Tugas Papua, Universitas Gadjah Mada, Gabriel Lele, Kabupaten Jayapura, misalnya membiayai sekitar 400 guru untuk mengajar di pedalaman dengan sumber dana otonomi khusus.

“Daripada uang yang sebesar ini kita kasih ke anak langsung, tapi tidak ada guru di sekolah, lebih bagus kita kirim guru saja ke sekolah. Uang itu kita gunakan untuk gaji mereka,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ronald Yaroserai.

Terlepas dari beragam kekurangannya, tak sedikit pula warga Papua telah menikmati manfaat langsung dana otonomi khusus, seperti Asna Kristina Krebu atau Tina dengan lompatannya mengambil kuliah S1 di Australia setamat SMA.

Tina bersama kedua buah hatinya. Tina sekarang bekerja di pemerintah kabupaten Jayapura.

Dalam percakapannya dengan BBC News Indonesia, dia kembali menekankan bahwa dirinya hanyalah putri dari sepasang guru SD, predikat yang justru membawa beban.

“Dari SD sampai SMA harus giat belajar agar juara kelas karena kalau tidak akan menjadi cibiran. Hal ini membentuk kami untuk giat belajar dan harus berprestasi, dan bisa sampai kuliah di luar negeri merupakan salah satu prestasi yang membanggakan bagi keluarga besar kami.

“Dan hal ini menjadi motivasi bagi anak-anak/generasi muda baik di keluarga maupun di kampung kami bahwa dengan giat belajar, kita bisa sekolah bahkan sampai ke luar negeri,” pungkas Tina.
sumber: bbc

Posted in Berita | Leave a comment

HINO MASIH PIKIR-PIKIR BAWA SASIS BUS TRONTON KE INDONESIA

TANGERANG, KOMPAS.com – Moda transportasi seperti bus di Indonesia saat ini sudah semakin membaik. Mulai dari armadanya yang semakin beragam, sampai kondisi infrastruktur jalan yang semakin membaik.

Perusahaan Otobus (PO) juga saling berlomba, memberikan pelayanan yang nyaman dan armada bus premium seperti bus Super High Deck (SHD) sampai bus tingkat atau double decker. Biasanya, sasis yang terpasang ke bodi bus SHD dan double decker adalah tronton atau triple axle.

Merek-merek sasis bus yang memiliki lini produk tronton saat ini baru ada Mercedes Benz, Scania, Volvo, dan MAN. Jika dilihat, memang baru merek eropa saja yang memasarkan sasis tronton di Indonesia.

Padahal ada Hino yang sebenarnya juga mendominasi bus besar bermesin belakang dengan GVW 10 ton – 24 ton. Lalu apakah Hino juga akan ikut meramaikan jalanan dengan sasis bus tronton?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Santiko Wardoyo, COO Director PT Hino Motors Sales Indonesia mengatakan, sementara, Hino masih mempertimbangkan untuk membawa sasis tronton ke Indonesia.

“Kita masih fokus untuk sasis dengan jumlah unit yang banyak saja (volume maker),” ucap Santiko kepada Kompas.com di Tangerang belum lama ini.

Santiko juga menjelaskan, sasis tronton volumenya sedikit, hanya sebagian PO bus yang menggunakannya dan investasinya juga mahal. Selain itu, Hino juga memproduksi sasisnya di Indonesia, sedangkan untuk tronton, merek lain juga masih impor.

“Kita mikirnya yang bisa dibuat di Indonesia. Tapi enggak menutup kemungkinan kita pertimbangkan sasis 6×2,” kata Santiko.
sumber: kompas

Posted in Berita, Informasi Mobil dan Motor | 1 Comment

WHO: TERLALU DINI MEMAHAMI KEPARAHAN VARIAN OMICRON, BEGINI RESPONS SEJUMLAH NEGARA

JENEWA, KOMPAS.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak kehati-hatian, setelah dua pakar kesehatan Afrika Selatan, mengindikasikan bahwa gejala yang terkait dengan varian baru Covid-19 sejauh ini ringan.

Pandangan ahli itu antara lain disampaikan juga oleh dokter yang pertama kali membunyikan alarm tentang Varian Omicron.

“Memahami tingkat keparahan Varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu,” kata WHO dalam sebuah pernyataan melansir Bloomberg pada Senin (29/11/2021).

WHO mengatakan infeksi awal yang dilaporkan terjadi di kalangan mahasiswa, dan pasien yang lebih muda cenderung memiliki gejala yang lebih ringan.

“Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Varian Omicron berbeda dari varian lain,” tambah pernyataan itu.

Perkembangan Covid-19 Afrika Selatan

Pemerintah Afrika Selatan mengatakan akan terlalu dini untuk menerapkan kembali pembatasan ketat, menyusul munculnya varian baru Covid-19 karena dampaknya masih perlu dinilai dengan benar.

Negara itu akan tetap menerapkan kewaspadaan level 1 terhadap virus (terendah), dengan larangan alkohol, jam malam dan tindakan lain yang akan ditinjau dalam waktu seminggu.

Hal itu disampaikan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Minggu (28/11/2021) dalam pidato yang disiarkan televisi setelah pertemuan Dewan Komando Coronavirus Nasional.

Sementara, mutasi baru hadir di sembilan provinsi dan kemunculannya bertepatan dengan lonjakan kasus baru, “kami masih belum yakin bagaimana tepatnya ia akan berperilaku ke depan,” kata Ramaphosa.

Botswana telah mengidentifikasi 15 kasus lagi dari varian omicron, sehingga total yang terdeteksi menjadi 19, menurut Menteri Kesehatan Edwin Dikoloti pada briefing yang disiarkan televisi Sabtu (27/11/2021).

Analisis awal menunjukkan sebagian besar infeksi diimpor, kata Dikoloti. Empat kasus adalah pengemudi truk yang menyeberang dari negara tetangga Afrika Selatan. Sementara yang lain adalah warga Afrika Selatan yang mengunjungi Botswana untuk melihat keluarganya.

Afrika Selatan, yang pertama kali mengidentifikasi varian baru, saat ini memiliki 3.220 orang dengan infeksi virus corona secara keseluruhan.

“Tidak ada peningkatan nyata dalam rawat inap,” kaya Barry Schoub, ketua Komite Penasihat Menteri untuk Vaksin Afrika Selatan, kepada Sky News pada Minggu (28/11/2021).

“Kasus yang terjadi sejauh ini semuanya kasus ringan, kasus ringan hingga sedang, dan itu pertanda baik,” kata Schoub, seraya menambahkan bahwa ini masih awal dan belum ada yang pasti.

Responds negara-negara dunia tanggapi Varian Omicron

1. Cluster Belanda Mengusulkan Pijakan Omicron di Eropa

Belanda mengidentifikasi 13 kasus Covid-19 Varian Omicron pada Minggu (28/11/2021), mengindikasikan varian Omicron sudah memiliki pijakan yang kuat di Eropa.

Pihak berwenang Belanda mengatakan mereka menemukan kasus di antara 61 orang, yang dites positif Covid-19 dalam dua penerbangan yang tiba dari Afrika selatan pada Jumat (26/11/2021).

“Bukan tidak mungkin lebih banyak kasus akan muncul di Belanda,” kata Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge dalam konferensi pers di Rotterdam. “Ini mungkin bisa menjadi puncak gunung es.”

2. Inggris: Tidak Perlu Mandat Kerja dari Rumah

Kasus-kasus Belanda menandai insiden paling luas dari Varian Omicron di Eropa ditemukan sejauh ini.

Varian Omicron lainnya telah dikonfirmasi atau dicurigai di Inggris, Italia, Denmark, Jerman, Austria, Belgia, dan Republik Ceko. Australia, Hong Kong dan Israel juga.

Meski mendeteksi masuknya Varian Omicron, pemerintah Inggris menilai tidak perlu memaksakan aturan kerja dari rumah baru atau langkah pembatasan ketat lainnya sekarang, kata Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid.

Langkah-langkah yang diambil pada Sabtu (27/11/2921) oleh pemerintah akan memberi para ilmuwan “minggu-minggu yang berharga”, untuk mengevaluasi Varian Omicron dan bekerja pada formulasi vaksin baru jika diperlukan, kata Javid.

Dalam wawancara dengan Sky News dan BBC, ia mengutip “biaya besar” dari penguncian pada ekonomi dan kesehatan mental.

3. Fauci Menekankan Perlunya Vaksinasi

Pejabat kesehatan AS menilai varian Omicron Covid-19 yang tampaknya lebih menular, memperkuat kebutuhan vaksinasi atau suntikan booster bagi warga AS,

Varian Omicron “adalah seruan keras” bagi orang-orang untuk divaksinasi, kata Anthony Fauci, yang merupakan penasihat medis utama Presiden Joe Biden, pada “Meet the Press” NBC.

Infeksi di AS sudah meningkat dan pencegahan yang ditingkatkan dengan munculnya varian baru akan menentukan apakah AS “menuju ke musim dingin yang suram atau lebih suram,” katanya.

“Tidak bisa dihindari itu akan terjadi” di AS, kata Fauci di “This Week” ABC pada Minggu (22/11/2021). “Pertanyaannya adalah, apakah kita siap untuk itu?”

4. Jerman Memiliki Lebih Banyak Kasus Dugaan Omicron

Jerman memiliki lebih banyak kasus dugaan infeksi dengan varian omicron, kali ini di Essen dan Dusseldorf, menurut laporan Rheinische Post, mengutip juru bicara pemerintah Negara Bagian North-Rhine Westphalia.

Setengah dari tempat tidur perawatan intensif Jerman sekarang digunakan oleh pasien dengan Covid-19.

Pemerintah negara bagian negara sekarang berencana untuk menunda semua operasi elektif, menurut Business Insider, mengutip rancangan keputusan yang akan diadopsi pada konferensi nasional para menteri kesehatan yang dijadwalkan pada Senin (29/11/2021).

5. Dubai, Abu Dhabi Memberikan vaksin Booster

Dubai dan Abu Dhabi mulai memberikan suntikan penguat vaksin Covid-19, ketika negara-negara di seluruh dunia berusaha untuk memeriksa kemajuan Varian Omicron.

Di Dubai, dosis booster vaksin Pfizer-BioNTech akan tersedia bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas, dan dapat diambil enam bulan setelah dosis kedua, menurut otoritas kesehatan emirat, Minggu (28/11/2021).

Wilayah tetangga Abu Dhabi juga meminta publik untuk mengambil vaksin booster, menurut tweet dari kantor media Emirat. Himbauan itu tidak menentukan jenis vaksin.

Chief Medical Officer Moderna Inc. Paul Burton mengatakan dia menduga Varian Omicron mungkin menghindari vaksin saat ini. Jika demikian, suntikan vaksin yang diformulasikan ulang dapat tersedia awal tahun depan (2022).

Sementara itu Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde menekankan pentingnya upaya vaksinasi di negara-negara miskin harus ditingkatkan.

“Kita tidak akan terlindungi sampai kita semua divaksinasi,” kata Lagarde kepada Rai3 dari Italia dalam wawancara langsung di televisi.

“Jika beberapa perusahaan dapat mengirimkan paket ke mana-mana, saya yakin kita juga dapat melakukannya dengan vaksin.”
sumber: kompas

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | 1 Comment