SETELAH NAMA TUHAN MUNCUL KINI MUNCUL SAITON

Nama-nama orang di Indonesia kini tidak hanya lucu namun bahkan bisa ambigu dan terdapat makna-makna tersendiri, Nama yang diberikan ini adalah nama yang tidak wajar karena berhubungan dengan sesuatu yang gaib dan mistis.

Ternyata banyak sekali nama-nama unik di Tanah Air. Setelah pria bernama Tuhan asal Banyuwangi, kali ini ada lagi seorang bapak bernama Saiton (sebelumnya ditulis Syaitan), asal Talang Jambe, Sukarame, Palembang.

Saiton menceritakan awal mula kedua orangtuanya memberikan nama yang terdengar menyeramkan itu.
“Jadi saya itu sebenarnya kalau hidup semua ada 13 bersaudara,” ungkapnya di awal perbincangan, Rabu (26/8).

Dari 13 anak yang dilahirkan, 10 orang saudara kandungnya meninggal dan hanya tiga orang yang hidup salah satunya Saiton. Kalau itu, orangtuanya sempat khawatir nyawa Saiton tak akan bertahan seperti 10 saudara kandungnya yang meninggal.

“Nah saya ini anak ketigabelas. Kata orangtua saya, dia putus asa, anggap saya juga enggak mungkin hidup,” bebernya.

Rupanya, Allah berkehendak lain. Pria kelahiran 10 Februari 1976 di Desa Paldas Kabupaten Banyuasin itu tumbuh sehat. “Lalu orang tua saya bingung, dikasih lah nama itu (Saiton),” ucapnya tertawa.

Sebenarnya, kata Saiton, kedua orangtuanya sempat berniat mengubah nama bapak empat anak itu. Tapi yang terjadi Saiton malah sakit-sakitan.

“Setelah umur 3 tahun, mau diubah sebenarnya, ternyata saya sakit 3 bulan. Lalu kata orang kampung harus kembali ke nama awal enggak boleh diubah. Ya sampai sekarang lah,” tambah pria yang baru saja menamatkan gelar S2 sebagai Magister Administrasi Publik ini.

Tak hanya saat itu, beberapa kali Saiton sempat diusulkan mengubahnya. Termasuk atasannya saat bekerja di satu perusahaan.

“Pernah ada yang pernah mau coba (ubah), udah baca Yassin tapi saya sakit, kembali ke awal lagi (namanya) dan sembuh. Pimpinan tempat saya kerja sampai keluar biaya, saya tetap sakit,” ungkap pria yang kini berprofesi sebagai guru komputer itu.

“Sakitnya itu panas dingin, kontak ke badan saya, saya sering dapat mimpin firasat,” sambung dia.

Belajar dari hal itu, Saiton memutuskan menerima nama yang sudah diberikan orangtuanya. Toh, kata dia, yang terpenting adalah kepribadian dan tingkah lakunya tak begitu.

“Saya punya prinsip, walaupun nama seperti itu yang penting sifatnya enggak gitu. Banyak nama Muhammad tapi kelakuannya gak kaya gitu. Kalau orang bilang apa lah arti sebuah nama, walaupun kata ustad nama adalah doa,” ucapnya mantap.
sumber: insatunesia.

Posted in Berita | Leave a comment

THAILAND TANGKAP WNA TERSANGKA BOM BANGKOK

BANGKOK, SATUHARAPAN.COM – Polisi Thailand hari Sabtu (29/8) menangkap seorang tersangka warga negara asing dan menyita bahan pembuat bom dalam rangkaian pengungkapan bom mematikan di Kuil Erawan.

“Penangkapan ini kemungkinan besar dia terkait dengan pemboman di Rajaprasong,” kata wakil kepala polisi Chakthip Chaijinda seperti dikutip kantor berita AP.

Ledakan di Kuil Erawan di distrik Rajaprasong Bangkok, Thailand pada 17 Agustus lalu telah menewaskan 20 orang, termasuk warga negara asing.

Pria itu ditangkap hari Sabtu di Nong Jok pinggiran Bangkok. Chakthip mengatakan, “Kami menemukan bahan bom di apartemennya.”

Juru bicara kepolisian nasional Prawut Thawornsiri mengatakan bahwa orang yang ditangkap adalah orang asing, tetapi menolak untuk mengatakan apakah dia adalah Turki, seperti yang dilaporkan oleh beberapa organisasi berita lokal.

Dia mengatakan penangkapan ini akan dijelaskan di konferensi pers malam ini.

Segera setelah pemboman itu, polisi merilis sketsa wajah seorang pria yang terlihat dalam sebuah video kamera keamanan kuil. Seorang pria berbaju kuning tampak meninggalkan ransel di bangku dan berjalan pergi. Sebuah kamera terpisah menunjukkan tersangka tersebut naik ojek sepeda motor meninggalkan lokasi.

Surat perintah penangkapan yang dikeluarkan sebelumnya diketahui menggambarkan tersangka adalah “warga negara asing”, meskipun seorang juru bicara militer mengatakan hubungan dengan teroris internasional sepertinya tidak mungkin.
sumber:satuharapan

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

7 CAMAT DAN 15 PEJABAT ESELON III DELISERDANG DILANTIK

Lubukpakam (SIB)- Tujuh camat bersama 15 pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Deliserdang, dilantik Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan, Jumat (28/8) di Aula Cendana Kantor Bupati di Lubukpakam. Ketujuh Camat dan 15 pejabat eselon III yang dilantik, berdasarkan SK Bupati Deliserdang nomor 821.23/006/DS/Tahun 2015 tertanggal 27 Agustus 2015 masing-masing Tengku Muhammad Zaki Aufa SSos MAP menjadi Camat Percut Seituan yang sebelumnya sebagai Camat Sunggal.

Selanjutnya, Drs Hendra Wijaya menjadi Camat Sunggal yang sebelumnya sebagai Camat Hamparanperak, Drs Muhammad Abduh Rizali Siregar MSi menjadi Camat Hamparanperak yang sebelumnya adalah Camat Batangkuis, Edy Yusuf SIP MSi menjadi Camat Batangkuis yang sebelumnya adalah Camat Namorambe, Surya Bangun Muda Sos menjadi Camat Namorambe yang sebelumnya adalah Camat Pagarmerbau, Ahmad Turmuzi SSTP menjadi Camat Pagarmerbau yang sebelumnya adalah Sekcam Percut Seituan, Eko Sapriadi SSos menjadi Camat Kutalimbaru yang sebelumnya sebagai Sekcam Kecamatan Namorambe.

Sedang 15 pejabat eselon III yang dilantik diantaranya Harles SH menjadi Sekcam Percut Seituan, Febri Efenetus Gurusinga SSTP menjadi Sekcam Namorambe, Sumarno Purba menjadi Sekcam Kutalimbaru, Ir Siksus Panusunan Tarihoran menjadi Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas PU, Rachmadsyah ST menjadi Kabid Pekerjaan Umum Dinas PU, Drs Heady Habeahan menjadi Kabid Kesatuan Bangsa pada Badan Kesbang, Drs Marwan Mkom menjadi Kabid Antar Bangsa Badan Kesbang.

Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan dalam sambutannya mengatakan, pelantikan itu merupakan bagian dari konsep kebijakan yang dilakukan melalui evaluasi yang berlangsung secara terus menerus di setiap SKPD, yang diharapkan berdampak luas bagi pelaksanaan jalannya roda pemerintahan dan pembangunan.

Hal itu sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dimana tuntutan yang harus terus menerus kita penuhi adalah peningkatan kinerja disetiap satuan unit kerja untuk menyahuti berbagai kebutuhan masyarakat termasuk pelayanan publik yang akan terus menerus berkembang bahkan cenderung semakin kompleks. Itu berarti setiap aparatur akan selalu dituntut untuk mampu bekerja secara profesional, dibarengi upaya perubahan dan berbaikan diberbagai tatanan birokrasi. (A24/y)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KOMUNITAS YAHUDI DI PAPUA MULAI BANGKIT

Orang Yahudi diyakini sudah bermukim di Papua jauh sebelum Indonesia merdeka.

NEW JERSEY, SATUHARAPAN.COM – Komunitas Yahudi di Papua beberapa tahun belakangan ini menunjukkan geliatnya. Ditengarai semakin banyak keturunan Yahudi Papua yang bergairah menautkan diri pada akar etniknya, setelah cukup lama mengabaikannya.

Hal ini diungkapkan oleh Rabi Yahudi kelahiran Australia dan bermukim di New Jersey,  Yossi Serebryanski, dalam tulisannya di jewishpress.com, berjudul Jews of Indoensia and Papua New Guinea, yang dilansir pada hari Jumat (28/8).

Rabi yang sudah menulis sejumlah buku ini, mengetahui kebangkitan komunitas Yahudi itu melalui aktivitas Elisheva Wiriaatmadja, seorang Indonesia keturunan Yahudi yang giat menerjemahkan kitab Torah ke bahasa Papua dan melalui stasiun radionya mengajarkan kitab itu.

Elisheva, yang mewarisi darah Yahudi dari nenek moyangnya yang datang ke Indonesia dari Belanda,  baru-baru ini turut dalam pertemuan di dua kota Papua, yang diikuti oleh para keturunan Yahudi dari berbagai gereja-gereja mesianis di Papua. Dalam pertemuan itu dibahas apakah mereka akan tetap menjadi anggota gereja mesianis atau kembali ke agama nenek moyang mereka, Yudaisme.  Menurut Elisheva, 168 orang Papua, termasuk pemimpin mereka, memutuskan meninggalkan gereja mereka dan memeluk agama Yahudi.

Elisheva Wiriaatmadja juga pernah diundang untuk berbicara di sebuah gereja mesianis di Papua. Anggota gereja itu  mendengar adanya sekelompok orang dari Indonesia yang terlibat dalam proses konversi ke Yudaisme.

Sesampai di sana, Elisheva bertemu dengan orang-orang yang jelas-jelas merupakan keturunan langsung dari orang-orang Yahudi. Di tahun 1400-an dan 1500-an, ketika orang-orang Yahudi diusir dari Spanyol dan Portugal, banyak dari mereka melakukan perjalanan ke Peru. Ketika inkuisitor terus memburu mereka, banyak yang melarikan diri ke Jepang dan yang lainnya melanjutkan perjalanan ke Papua, di mana sejumlah besar akhirnya menikah dengan penduduk setempat.

Dalam pertemuan itu, sekelompok suku Papua bahkan menyanyikan lagu pengantar tidur Yahudi yang salah satu barisnya kira-kira berbunyi: “Kami dulu dua belas orang bersaudara tapi sepuluh telah menghilang.” Meskipun mereka tidak menyadari arti pentingnya, banyak keluarga Papua itu memiliki nama keluarga seperti Sukkot, Taurat dan Menorah. Sejak anak-anak mereka diajarkan untuk tidak pernah melangkahkan kaki di gereja karena  “itu adalah tempat yang jahat.”

“Sebagai anak muda yang tumbuh di Australia, saya mendengar bahwa seorang Israel memiliki hotel di Port Moresby, Papua Nugini. Sebelum itu saya tidak pernah mendengar adanya kehadiran Yahudi di sana. Itu tidak mengherankan karena sejarah Yahudi di Papua, New Guinea dan Indonesia  relatif tidak dikenal sampai saat ini. Keberadaan mereka kini  mulai terang setelah warga di pulau-pulau ini  ingin kembali ke akar Yahudi mereka,” tulis Yossi Serebryanski .

Berkat Jasa Gus Dur

Bangkitnya komunitas Yahudi di Indonesia diyakini berkat jasa Abdurrahman Wahid yang menjadi presiden keempat di Indonesia pada rentang waktu 1999-2001. Pada bulan Oktober 1994 ia menerima undangan untuk mengunjungi Israel. Dan selama pemerintahannya, keturunan Yahudi mulai keluar dari persembunyiannya.

Pada tahun 2012,  News Channel National mengakui bahwa sekitar 150 keturunan Yahudi dari seluruh Indonesia berkumpul untuk merayakan Sukkot.  Jauh sebelum itu, orang-orang Yahudi di Indonesia sudah menunjukkan aktivitas. Rabi Yossi mengakui ia bertemu pertama kali dengan orang-orang Yahudi di Indonesia di Australia pada tahun 1979. Seorang pria 54 tahun, kata dia bercertia,  tiba di Yeshiva Gedolah di Melbourne. Menurut cerita,  ayah pria itu melarikan diri dari kejaran Nazi Jerman dan pindah ke Indonesia, tempat dia kemudian dibesarkan.

Secara resmi, orang-orang Yahudi datang ke Indonesia pertama kali sebagai bagian dari datangnya  Perusahaan India Timur Belanda atau VOC (yang didirikan pada tahun 1602) pada tahun 1872. Namun , diyakini, sebelum mereka sesungguhnya telah ada orang Yahudi yang menetap di wilayah ini. Mereka datang dari Irak dan Aden. Mereka bermigrasi melalui jalur Sutra yang terkenal.

Menurut catatan, pada tahun 1928 organisasi penghimpunan dana untuk mendukung pemukiman Yahudi  dioperasikan di Jakarta, Bandung, Malang, Medan, Padang, Semarang dan Yogyakarta. Terdapat pula catatan-catatan dari sejumlah penjelajah, diantaranya dari Rav Yaakov Halevy Sapir dan surat kabar Java Zionist pada awal 1900-an, yang mendukung gagasan bahwa banyak orang Yahudi –menikah atau tidak dengan warga setempat — bermukim di Indonesia.

Dengan kata lain, terdapat sejarah yang kaya tentang bagaimana orang-orang Yahudi datang ke Indonesia. Dan kini, adat-istiadat mereka yang dulu seakan tersembunyi, mulai terungkap seiring dengan semakin banyaknya mereka yang ingin kembali ke akar budaya mereka.

Dewasa ini Yudaisme di Indonesia bukan termasuk satu dari enam agama resmi. Namun tradisi Yahudi di Indonesia tampaknya bakal dapat ditemukan karena Menteri Agama diharapkan akan meresmikan pusat Yahudi – Torat Chaim -dalam waktu dekat, yang di dalamnya ada sekolah dan toko halal di bawah naungan sebuah komunitas Kristen.
sumber:satuharapan

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

MOBIL PENCURI LEMBU DIBAKAR MASSA DI LANGKAT

Brandan Barat (SIB)- Mobil Pick-up yang digunakan pencuri ternak dibakar massa di Janggus Dusun III Kelapa Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat Langkat, Jumat, (28/8) dinihari.

Keterangan diperoleh SIB menyebutkan, awalnya dua pelaku pada Jumat dinihari itu telah berhasil mencuri dua ekor lembu dari kandang milik warga Janggus. Sesaat dalam perjalanan sejauh satu kilometer dari TKP, seorang warga yang melintas mencurigai mobil Pick-up mengangkut dua ekor lembu.

Warga tersebut dengan mengendarai sepedamotor mengejar Pick-up. Saat sepedamotor yang ditumpangi warga mendekat, mobil yang dikemudikan pelaku langsung tancap gas hingga Pick-up pengangkut ternak itu masuk ke parit.

Melihat kedua pria keluar dari dalam mobil dan kabur, warga tersebut langsung menghubungi seseorang melalui telepon selularnya. Warga yang menerima informasi itu memberitahukan kepada tetangganya sembari menuju sasaran. Edi Suprapto mengaku dua ekor lembu tersebut miliknya.

Massa langsung menyulut api ke dalam mobil hingga terbakar. Kedua pelaku yang identitasnya belum diketahui itu berhasil kabur.

Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amansyah Sembiring yang dikonfirmasi SIB melalui telepon selularnya membenarkan pihaknya menerima laporan dari warga terkait pencurian ternak. “Kasus itu sedang kita selidiki,” ujar Sembiring.

DIHAJAR MASSA

Seorang tersangka pembobol rumah berinisial, IP (26) warga Pangkalan Brandan babak belur dihajar massa, Jumat dini hari (28/8) di Simpang Tiga Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, Langkat setelah aksinya diketahui pemilik rumah, Joko (33) warga Bukit Kubu.

Dalam aksinya, tersangka, IP berhasil masuk ke dalam rumah Joko setelah mencongkel jendela samping. Saat pelaku berupaya menyatroni harta benda, pemilik rumah terbangun sembari berteriak maling.

Mendengar teriakan pemilik rumah, sejumlah warga berdatangan dan berhasil membekuk pelaku. Massa menghajar pelaku hingga babak belur, lalu menyerahkannya ke Mapolsek Besitang.

Kanit Reskrim, Ipda Rahim membenarkan adanya peristiwa itu. Dari tersangka, petugas menyita dua HP dan satu kunci pas, kini tersangka ditahan di RTP Mapolsek. (B04/q)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

KARO FESTIVAL 2015 DIGELAR 3 HARI DI LAPANGAN MERDEKA

*Riahna Jamin Ginting Ajak Masyarakat Karo “Pesikap Kuta Kemulihen”

Medan (SIB)- Untuk menyemarakkan HUT ke-70 RI, Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Sumut menggelar Karo Festival 2015 selama 3 hari  (27-29 Agustus) di Lapangan Merdeka Medan dan dibuka Ketua Panitia Setia Pandia, Kamis (27/8).

Dalam sambutannya Setia Pandia menyebutkan, Karo Festival digelar selain merayakan HUT ke-70 Kemerdekaan RI, juga refleksi 5 tahun erupsi Sinabung dan pelantikan DPD Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Sumut.  Acara akan diisi dengan berbagai kegiatan dan pameran yang menunjukkan ciri khas masyarakat Karo.

“Kita ingin menunjukkan jati diri masyarakat Karo di Sumut khususnya Medan. Kita sudah lama menanti even akbar ini dilakukan, karena itu kita sangat berterimakasih kepada HMKI Sumut  dan juga tokoh-tokoh Karo yang bersama mendukung terselenggaranya acara akbar ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Setia Pandia mengajak masyarakat Karo untuk bersatu padu dalam membangun dan menunjukkan eksistensi diri budayanya. “Bukan suatu kegagahan dan kesombongan bagi etnis Karo untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan akbar ini, tetapi merupakan catatan sejarah mengenang 5 tahun sudah erupsi Sinabung di Tanah Karo Simalem,”  juga merayakan kemerdekaan Indonesia, serta menunjukkan keberadaan masyarakat Karo di Medan, kota  yang didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi”, ujarnya.

Dijelaskannya, 5 tahun lalu Gunung Sinabung erupsi percis, 29 Agustus  2010. Oleh karena itu even ini kita laksanakan, karena etnis Karo di perantauan peduli dengan erupsi Gunung Sinabung yang sudah berlangsung selama 5 tahun.

Memang katanya banyak sumbangan yang masuk termasuk dari luar negeri, tetapi dengan momen Festival Karo ini kita akan mengangkat harkat martabat para pengungsi Sinabung di Tanah Karo Simalem itu dari berbagai pameran yang digelar.

“Karena itu dalam kegiatan ini, kami berharap seluruh masyarakat Karo dapat hadir menyaksikan langsung kuliner, makanan khas Karo, cimpa, nira, gula tuala, cimpa dan ada juga souvenir-souvenir Karo dan stan-stan lain yang mendukung kegiatan ini,” harapnya.

Sementara itu putri Pahlawan Nasional Riahna Jamin Ginting kepada wartawan menyatakan kerinduannya akan kejayaan masyarakat Karo. Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat Karo baik yang ada di Kabupaten Karo maupun perantauan untuk bersatu membangun kuta kemulihen (Tanah Karo), meraih kembali kejayaan yang pernah ada. Melestarikan budaya Karo, untuk menjaga jati diri dan menjadi tujuan wisata.

Sedangkan Bendahara Panitia Pelaksana Karo Festival Tania Depari kepada wartawan mengatakan, acara tersebut juga didukung oleh isteri Pahlawan Nasional Jamin Ginting Ny Likas Jamin Ginting Br Tarigan. Dukungan itu disampaikan saat panitia beraudiensi ke kantornya. Ny Likas mengharapkan masyarakat Karo bersatu demi kemajuan Karo. Itulah salah satu dasar dibentuknya Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI).

Tania juga menyatakan kegembiraannya atas antusiasme masyarakat  menyaksikan Karo Festival 2015 tersebut.

Acara pembukaan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain penampilan Tarian Lima Serangkai, Gundala-gundala,  hiburan oleh artis Karo Anta Prima Ginting  menari bersama dan lainnya. (A16/c)
sumber: hariansib

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KP PULO DIRELOKASI, DUKUNGAN KTP UNTUK AHOK JUSTRU TEMBUS 100 RIBU

Jakarta – Isu miring terhadap Ahok akibat relokasi Kampung Pulo, rupanya tidak membuat surut animo warga DKI Jakarta untuk menyerahkan KTP bagi pencalonan Ahok sebagai Calon Gubernur Independen. Relawan Teman Ahok malah berhasil mengumpulkan 6.000 KTP di saat hari relokasi Kampung Pulo.

Juru bicara Teman Ahok Amalia Ayuningtyas dalam siaran persnya, Sabtu (22/8/2015), pengumpulan KTP warga DKI Jakarta pada hari penggusuran Kampung Pulo berhasil menembus rekor.

“Jika sebelumnya rata-rata KTP dukungan yang terkumpul berkisar 2 sampai 3 ribu KTP, pada saat penggusuran Kampung Pulo malah berhasil mencapai 6.282 KTP,” papar Amalia.

Ia juga menambahkan, berkat tambahan 6 ribu KTP tersebut, Teman Ahok hingga kini berhasil mengumpulkan 103.718 KTP dukungan. Jumlah itu sendiri mencapai 10 persen dari total dukungan yang dibutuhkan, yakni 1 juta KTP.

Amalia mengakui jika ia dan para relawan Teman Ahok sempat khawatir jika animo warga DKI untuk menyerahkan KTP dukungan ke Teman Ahok akan anjlok, akibat peristiwa penggusuran Kampung Pulo.

“Kami tidak menyangka kami bisa memecahkan rekor, justru pada saat penggusuran Kampung Pulo. Ini bukti bahwa warga DKI cukup bijak dan mau melihat konteks yang lebih besar,” kata Amalia.

Teman Ahok sendiri, menurut Amalia, bisa memahami penolakan sejumlah warga atas langkah Pemprov DKI menggusur Kampung Pulo.

“Setiap kebijakan atau keputusan pasti selalu ada pro dan kontra. Teman Ahok berharap, saudara-saudara warga Kampung Pulo dapat menikmati hidup yang lebih layak, lebih sehat dan lebih manusiawi di rusun Jatinegara,” lanjut Amalia

Pengumpulan KTP untuk Ahok ini dimaksudkan untuk mendukung Ahok supaya bisa maju di Pilkada DKI 2017. Ahok yang kini tidak punya partai, harus maju lewat jalur independen dan syaratnya harus mengumpulkan 1 jutaan KTP warga DKI.(rvk/rvk)
sumber : detik.com

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

CARA PENGUMPULAN KTP DUKUNGAN UNTUK AHOK KINI DIPERMUDAH

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengumpulan fotokopi KTP dukungan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa maju pada Pilkada DKI 2017 kini lebih mudah. Relawan pendukung Ahok, Teman Ahok, kini memangkas sejumlah persyaratan yang sebelumnya dicantumkan.

“Langkah-langkah untuk mendukung Ahok kini sudah dengan panduan yang baru. Kita buat semudah mungkin agar orang bisa memberikan dukungannya,” kata juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, kepada Kompas.com, Minggu (12/7/2015).

Amalia memaparkan, kini warga yang ingin mendukung Ahok hanya diminta mengisi formulir dukungan yang bisa diunduh di www.temanahok.com. Tidak ada lagi persyaratan untuk mengisi pernyataan tidak mendukung calon lain.

“Kami sudah konsultasi ke KPUD. Ternyata dengan hanya satu form dukungan saja sudah boleh selama ada rekapnya. Untuk rekap nanti, kita yang buat karena kalau dua-duanya di-download terlalu banyak dan malah membuat orang bingung,” ujar dia.

Apabila formulir dukungan telah diunduh, kata Amalia, langkah selanjutnya adalah dengan mencetak formulir tersebut dalam ukuran kertas folio/A4. Bila telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengisi formulir dengan data identitas yang ada di KTP dan ditandatangani.

“Selain KTP, identitas kependudukan lain yang bisa digunakan adalah fotokopi paspor dan KK, 1 orang 1 KK,” ujar Amalia.

Bila pengisian formulir telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah memasukkan formulir tersebut ke dalam amplop. Warga diminta menyertakan fotokopi KTP ukuran asli yang ditempel dalam formulir ini, dengan sisi biodata menghadap ke depan.

Setelah itu, warga pendukung Ahok diminta memotret dokumen tersebut dan mengunggahnya ke Twitter, dengan memberikan tag ke akun @temanahok, atau menge-post ke laman Facebook Teman Ahok.

“Tapi upload ke socmed itu tidak wajib kok,” ucap dia.

Bila semua langkah di atas telah dilakukan, langkah terakhir adalah mengirimkan amlop tersebut ke Sekretariat Teman Ahok di Kompleks Graha Pejaten Nomor 3, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12510. Atau, bisa juga mengantarkannya ke posko terdekat.

Sejauh ini Teman Ahok telah memiliki 32 posko yang berdiri di 32 kelurahan. Masing-masing di Kalideres, Pegadungan, Semanan, Cengkareng Timur, Jatipulo, Palmerah, Grogol, Pinangsia, Glodok, Mangga Besar, (Jakarta Barat); Bungur, Kenari, Senen Mangga Dua Selatan, Gunung Sahari Utara, (Jakarta Pusat); Grogol Selatan, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama Utara, Pondok Pinang, Menteng Dalam, Pejaten Barat, Petukangan Selatan, Menteng Atas (Jakarta Selatan); Cijantung, Kampung Melayu, Cakung Timur, Cawang, Lubang Buaya (Jakarta Timur), dan Tugu Utara, Warakas, Kelapa Dua Wetan, dan Kebon Kosong (Jakarta Utara).

Teman Ahok menargetkan, pada akhir 2015 jumlah posko relawan yang didirikan telah mencapai 150 lokasi. Pengumpulan fotokopi KTP dukungan untuk Ahok telah dilakukan sejak pertengahan Juni 2015.

Sejauh ini Teman Ahok telah mengumpulkan fotokopi KTP milik warga sebanyak 10.262 lembar.
sumber: kompas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

KARO FESTIVAL 2015 MERIAH KEMARIN SEMAKIN MERIAH LAGI HARI INI

ALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Serangkaian acara telah digelar dalam acara pembukaan Karo Festival 2015 di Lapangan Merdeka (Medan) kemarin [Kamis 27/8]. Diawali dengan Tari Pengalo-ngalo dimana semua panitia dan para aron menari bersama di tengah-tengah Lapangan Merdeka. Sesi acara Tari Pengalo-ngalo ini banyak mengundang perhatian dari media massa, baik media cetak, elektronik, dan media online.

Selanjutnya Ketua Panitia, Setia Pandia menyampaikan kata sambutan bahwa pegelaran Karo Festival 2015 resmi dibuka.

Acara lain yang turut digelar setelah Karo Festival 2015 resmi dibuka oleh Ketua Panitia,  diantaranya adalah pegelaran Tari Lima Serangkai, Tari Gundala-gundala, penampilan artis-artis Karo seperti Maharani Tarigan, Averiana Barus, Elias Purba, Amsal Sitepu, Anta Prima Ginting, dan Tio Fanta Pinem.

Pada hari pertama Karo Festival 2015 ini juga turut menghadirkan pagelaran Tari Ndikkar, dimana penarinya khusus didatangkan dari Desa Budaya Lingga. Selebihnya ada juga penampilan dari Sanggar Seni Simalem Art. Sementara dari sisi musik diiringi oleh musisi muda berbakat Karo seperti Alex Ginting (keyboard), Yoel Yanto Tarigan (keyboard), dan Jhon Tarigan (kulcapi).

Tidak lupa pada acara pembukaan Karo Festival ini turut diketengahkan tari Guro-guro Aron yang dibawakan oleh Aron dari Lingga, Aron dari Kampunglalang, Aron dari Padangbulan, juga Aron dari Deliserdang.

Pembukaan acara Karo Festival 2015 dikunjungi kurang lebih 2500 pengunjung yang didominasi oleh kaula muda. Adapun para pengunjung Karo Festival di hari pertama ini bukan hanya dihadiri oleh kaula muda dari Suku Karo, tetapi juga tampak ada beberapa diantaranya berasal dari kalangan kaula muda etnis lain di Kota Medan.

Pegelaran Karo Festival 2015 masih akan terus berlanjut hingga tanggal 29 Agustus 2015 besok. Kegiatan ini dibuka setiap harinya selama 3 hari berturut-turut, yakni mulai Pukul 15.00 – 24.00 WIB.

Untuk hari ini [Jumat 28/8], beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan pada Festival Karo 2015, diantaranya Pertunjukan Catur Karo, Tari 5 Serangkai, Penampilan Artis Lokal, Perkolong-kolong, Pertunjukan Tari Roti Manis, dan tari-tarian Karo lainnya yang kesemuanya tidak akan jauh berbeda dengan pada hari pembukaan.

Puncak pagelaran Karo Festival 2015 dipastikan berlangsung besok [Sabtu 19/8] yang berbarengan dengan Pelantikan Pengurus Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumut. Pada acara puncak ini juga turut menghadirkan berbagai pegelaran seni dan budaya Karo, sekaligus menampilkan artis nasional Aura Kasih dan Trio Kucing.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

BERADU NASIB DI KAKI SINABUNG

ASTREA PURBA. KABANJAHE. Hingga kini Gunung Sinabung terus menunjukkan erupsi. Belum diketahui sampai kapan akan berakhir. Salah satunya yang kena dampak erupsi Gunung Sinabung adalah warga Desa Gambir (Kecamatan Simpang Empat).

Warga Desa Gambir sudah disuruh oleh Pemerintah Kabupaten Karo untuk mengosongkan desa dan mengungsi. Akan tetapi warga masih nekad kembali ke desa untuk mencari makanan.

“Karena mencari uang dan makanan di kota sangatlah susah,” kata Nande Esra br Milala (56) yang diamini oleh Lulu br Sitepu (61).

Mereka berdua adalah warga Desa Gambir yang ditemui oleh tim Sora Sirulo di dekat rumahnya di Desa Gambir beberapa hari lalu.

“Memang benar, Desa Gambir ini sudah disuruh oleh pemerintah untuk dikosongkan. Kami juga diberikan uang tunai sebesar Rp 5.600.000/ KK untuk biaya mengontrak rumah dan ladang. Tapi uang sebesar itu tidaklah mencukupi karena warga Desa Gambir tidak disediakan tempat untuk lokasi pengungsi. Kami semua disuruh mengontrak rumah masing-masing. Di Kota Kabanjahe biaya kontrak rumah saja mencapai Rp. 3.000.000 per tahun. Belum lagi biaya untuk menyewa ladang per tahunnya. Biaya makanan kami dari mana?’’begitulah kata Lulu.

Nande Esra br Milala juga mengatakan kalau mereka terpaksa kembali ke desanya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga mereka.

“Kami dengan rasa takut dan keterpaksaan harus kembali ke Desa Gambir ini. Kalau tidak kembali ke sini, keluarga kami akan mati kelaparan. Di desa ini aku mempunyai satu ladang yang tidaklah luas, tapi di ladang itu sudah ada pohon kopi yang sudah berbuah. Dari situlah sekarang sumber makanan keluarga kami,” kata Nande Esra.

Mereka mengakui seewaktu sedang bekerja di ladang mereka selalu ketakutan Gunung Sinabung bisa meletus sekonyong-konyong mengeluarkan awan panasnya. Desa Gambir tepat di bawah Gunung Sinabung.

“Kalau tiba-tiba Sinabung meletus, kami semua akan lari mencari tempat berlindung ke mana saja. Kalau ada jurang yang dalam, ke situlah kami lompat agar tidak terkena awan panas Gunung Sinabung. Itulah kesusahan kami di sini. Harus bertaruh nyawa untuk mencari kebutuhan hidup,” kata Nande Esra lagi.

Nande Esra menjelaskan lebih lanjut, kadang-kadang juga mereka harus meminjam uang ke keluarga dekat untuk biaya ongkos dari Kabanjahe ke Desa Gambir ini. Biaya ongkos saja mencapai Rp. 7.000 untuk mencapai desa ini.

“Belum lagi ongkos untuk kembali ke rumah kontrakan yang juga Rp. 7.000  per orang,’’ begitulah kata Nande Esra br Milala.
sumber : sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment