SETYA NOVANTO PELESIRAN: MANTAN KETUA DPR DIPINDAH DARI LAPAS SUKAMISKIN KE LAPAS GUNUNG SINDUR DAN PETUGAS DIPERIKSA

Mantan Ketua DPR, Setya Novanto, dipindah dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur, setelah kedapatan sedang pelesiran ke sebuah toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kabar bahwa Setnov kedapatan pelesiran sehingga kemudian dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dikonfirmasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat, Liberti Sitinjak.

Akibat kasus ini, Kanwil Hukum dan HAM Jawa Barat memeriksa petugas pengawal narapidana dan seorang petinggi Lapas Sukamiskin.

“Yang jelas akan diperiksa yang melakukan tugas hari itu dan atasan setingkat di atasnya,” kata Liberti Sitinjak kepada wartawan di Bandung, Julia Alazka, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Sabtu (15/6).

Adapun Kalapas Sukamiskin, Tejo Harwanto, sejauh ini belum akan diperiksa. Menurut Liberti, proses Setnov berobat ke luar lapas sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Justru karena tanggung jawab kalapasnya itu sudah sesuai standar operasional prosedur. Saya sudah periksa karena pada saat itu yang bersangkutan itu berobat ke rumah sakit, semua prosedurnya sudah dijalankan, kan tinggal implementasinya dilaksanakan, kan begitu,” papar Liberti.

“Sementara yang bisa saya tafsirkan ini pasti pengawalnya lalai karena hanya beberapa jam itu peristiwanya dari 13.45 sampai 17.45 karena kan di tempat yang di foto itu tidak terlalu jauh juga dari rumah sakit itu,” kata Liberti.

Liberti mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan sanksi yang akan dijatuhkan dan siapa saja yang bakal kena sanksi. Ia akan melihat dulu berita acara pemeriksaan (BAP) untuk mengevaluasi kasusnya.

“Setelah diilakukan BAP, dilaporkan ke kita, kita pelajari sepanjang itu misalnya ada hal-hal yang perlu kita dalami, bisa berkembang pemeriksaannya ke mana-mana.

“Jadi bisa saja bukan hanya dua yang diperiksa, kalau setelah selesai di-BAP kita akan lihat dulu, kalau misalnya kita lihat BAP sudah sesuai standar pemeriksaan, tapi kalau kita melihat ada sesuatu di sana yang agak ganjil, bisa berkembang pemeriksaannya,” tutur Liberti.

Pelesiran ke toko bangunan

Kabar pelesiran ini berawal dari beredarnya foto Setnov di sebuah toko bangunan yang terletak di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Foto itu tersebar di kalangan wartawan Kota Bandung sejak Jumat (14/6) kemarin.

Dalam foto tersebut, Setnov tampak mengenakan kemeja lengan pendek, memakai topi hitam, dan masker yang menutupi wajah. Dalam foto itu, Novanto tampak berbincang dengan seorang wanita berjilbab yang tengah menenteng tas berwarna merah.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jabar, Liberti Sitinjak. mengatakan setnov memang berada di luar Lapas Sukamiskin sejak 12 Juni lalu. Menurutnya, terpidana kasus korupsi e-KTP itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Santosa Bandung akibat sakit jantung koroner dan nyeri bahu.

“Saya selaku Kakanwil sudah saya kunjungi ke rumah sakit, saat itu dan benar di sana dia sedang dilakukan infus,” kata Liberti, Sabtu (15/6).

Ditambahkannya, Novanto seharusnya kembali ke Lapas Sukamiskin pada Jumat (14/6).
Hak atas foto Antara/M Agung Rajasa
Image caption Peralatan pengeras suara hingga mesin pemanas/pendingin air ditemukan saat inspeksi mendadak di sejumlah sel Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada 2018 lalu.

Pengamanan diperketat

Di Lapas Gunung Sindur, menurut Liberti, pengamanan terhadap Setnov bakal diperketat. Dia tak akan bebas keluar-masuk selnya saat di Gunung Sindur, izin berobat pun akan jauh lebih sulit didapat.

“Nanti kalau di Gunung Sindur pengamanannya sangat-sangat super ketat, tidak seperti di sini. Karena dia di sana itu kan sudah masuk lapas super maksimum. Di sana izin berobat juga ketat,” kata Liberti.

Setnov bukan kali ini saja berada dalam sorotan selama ditahan di Lapas Sukamiskin.

Tahun lalu, Ombudsman RI menemukan sel Setnov lebih luas dan lebih mewah dibanding sel-sel untuk napi lainnya. Bahkan, didapati kloset duduk di dalam sel mantan ketua DPR itu.

Beragam temuan Ombudsman RI ini mengemuka setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wahid Husein yang saat itu menjabat sebagai kepala Lapas Sukamiskin karena diduga menerima suap.

Penangkapan Wahid Husein disusul oleh inspeksi mendadak Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami.

Berbagai barang seperti kulkas dua pintu, televisi, speaker, kompor gas, tabung elpiji, microwave, mesin pemanas/pendingin air, alat-alat masak, hingga uang tunai berjumlah Rp102 juta ditemukan dalam sidak tersebut.

Foto: Antara/NOVRIAN ARBI-Terpidana kasus korupsi, Setya Novanto (tengah) mendengarkan ceramah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/6/).
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

KASUS ‘SUAMI GADAIKAN ISTRI’ DI LUMAJANG: POLISI CARI PASAL LAIN DI LUAR PASAL PEMBUNUHAN BERENCANA

Polisi di Lumajang, Jawa Timur, mengatakan sedang mencari pasal lain yang bisa digunakan untuk menjerat tersangka pelaku pembunuhan yang mengaku telah menggadaikan istrinya sendiri.

Polisi mengatakan Hori (43) diduga berencana membunuh Hartono alias Eno (40) karena menolak untuk mengembalikan istrinya, yang dijadikan jaminan untuk pinjaman uang. Namun ia ternyata membunuh orang yang salah.

Kasus pembunuhan ini mendapat perhatian besar dari masyarakat Lumajang karena motif yang diklaim tak mau kembalikan istri yang dijadikan jaminan.

Namun polisi masih berusaha untuk memastikan motif tersebut; sejauh ini mereka baru menjerat Hori dengan pasal pembunuhan berencana.

“Kami akan melakukan pendalaman untuk melakukan pemeriksaan terhadap istrinya maupun terhadap Eno, sehingga kita nanti bisa merumuskan apakah ada tindak pidana selain pembunuhan berencana yang sudah kami terapkan kepada Hori,” kata Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban kepada BBC News Indonesia.

Pembunuhan itu terjadi di Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, yang terletak di timur wilayah Bromo Tengger Semeru.

Polisi menjelaskan bahwa kejadiannya bermula setahun yang lalu, ketika Hori meminjam uang kepada Hartono alias Eno.

Kepada polisi, Hori mengaku ia meminjam uang Rp120 juta tapi Eno mengatakan bahwa ia berutang Rp250 juta.

Kemudian istri Hori, R (35) dibawa Hartono sebagai jaminan. Hori mengaku sudah berkali-kali meminta agar istrinya dikembalikan, menawarkan sebidang tanah untuk membayar utangnya; namun Eno menolak.

R dilaporkan telah tinggal bersama Hartono selama sekitar tujuh bulan.

Kecewa, Hori “berniat membunuh Eno”.

Pada hari Senin (11/06) malam, Hori “melihat seseorang yang mirip Eno di jalan Dusun Argomulyo”.

Ia langsung “membacok orang itu dari belakang”.

‘Membacok orang yang salah’

Tapi kemudian Hori menyadari bahwa yang ia bacok bukanlah Eno melainkan Muhammad Toha (34), yang masih merupakan kerabatnya sendiri. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban mengatakan polisi telah mengumpulkan apa yang ia sebut sebagai barang bukti berupa celurit dan pakaian yang terkena bercak darah.

Menurut hasil visum pada tubuh korban, ditemukan luka menganga di bagian punggung serta beberapa tulang patah.

“Sudah meyakinkan bahwa terjadi pembunuhan dan kami meyakini bahwa pembunuhnya adalah Hori,” kata Arsal.

Sejauh ini polisi baru menggali keterangan dari Hori.

Menurut Arsal, dalam pemeriksaan awal Hori mengaku telah menggadaikan istrinya; namun dalam pengakuan terbaru, ia mengatakan tidak berniat menggadaikan sang istri, tapi tiba-tiba diambil oleh Eno.

Arsal mengatakan bahwa polisi sedang berusaha merekonstruksi kasus ini secara utuh.

“Saya butuh fakta-fakta yang lain untuk meyakinkan kita bahwa ada tindak pidana lain yang terkait, atau memang hanya terjadi pembunuhan berencana.”

Selanjutnya, polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mewawancarai pihak-pihak yang diduga terlibat antara lain Hartono, R, dan anak Hori.

Wartawan lumajangsatu.com, Harry, mengatakan kasus pembunuhan ini menjadi sorotan masyarakat di Lumajang.

“Warga kaget dengan dugaan bahwa si pelaku telah menggadaikan istrinya sendiri, yang belum pernah terjadi di Lumajang,” kata Harry.

Namun demikian, belum ada wartawan yang meliput ke lokasi pembunuhan di Desa Sombo karena, selain letaknya terpencil, daerah tersebut dikenal “rawan kejahatan seperti begal dan pencurian sapi”.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PENINGKATAN JALAN MEDAN BERASTAGI

Hati Saya, naluri jurnalis saya.. sedikit terusik mendengar kabar jalur kereta api Medan – Pematang Siantar – Parapat tahun ini dibangun dengan dana yg cukup fantastis, kisaran 100 trilyun lebih menggandeng investor Cina. Bagaimana tidak kami tercengang, masyarakat di bagian utara Danau Toba selama ini terkesan ditinggalkan dalam pembangunan infrastruktur modern dibanding kawasan selatan.

Menurut data dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I Medan, Jalan Medan – Berastagi, tahun 2014 dilintasi 21.231 kendaraan per hari. Kini mencapai 27.000 kendaraan per hari akibat pesatnya pertambahan berbagai jenis moda transportasi.

Dampak kemacetan yg kerap terjadi sangat merugikan dunia pariwisata, pertanian, dunia usaha dan sektor-sektor lainnya disamping sudah mulai mengganggu aktivitas sosial budaya, seperti upacara adat kematian dan perkawinan.

Bahkan mobil ambulan (emergency) yg kerap melintas dari 11 kabupaten di Sumut dan Aceh menuju Rumah Sakit ternama di Medan sering terjebak di tengah antrian kemacetan panjang. Jalan ini satu satunya jalur perekonomian bagi 4.481.521 warga di 11 kabupaten Sumut dan Aceh menuju Kota Medan.

Setiap kemacetan selama 6 jam saja sehari, kerugian mencapai Rp 3 milyar hingga Rp 4 milyar. Dengan kondisi jalan wisata Medan – Kabupaten Karo yang semakin buruk mempertajam disparitas pembangunan kawasan selatan dan utara Danau Toba.

Kawasan Selatan, dua bandar udara, Tol Medan – P.Siantar, Tol Tebing Tinggi – Parapat, tahun ini pembangunan jalur kereta api Medan – Kisaran – Siantar – Parapat.. Sementara pintu gerbang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba bagian utara jalur Medan – Kabupaten Karo, tidak memiliki daya saing dan semakin jauh tertinggal.

Keinginan kuat peningkatan Jalan Medan – Berastagi spt Tol/Pembangunan jembatan layang “kelok 11” semakin terasa dibutuhkan dan menjadi mimpi yg sudah lama mengapung.

Bayangkan bila pembangunan jalan bebas hambatan (jalan tol) ini terealisasi, jarak tempuh Medan – Berastagi hanya sekitar 30 menit, geliat ekonomi beberapa kabupaten tetangga seperti Dairi, Samosir, Pakpak Barat, sebagian Simalungun dan Deli Serdang termasuk Aceh Tenggara dan Aceh Selatan akan meningkat tajam. Kunjungan wisatawan khususnya ke Kabupaten Karo diprediksi meningkat 2 x lipat dibanding selama ini. Karo jg dikenal penyumbang Oksigen terbesar bagi 2 juta lebih masyarakat kota Medan Nah, kajian apa lagi yang dibutuhkan?. Berastagi sebagai kawasan “puncaknya” Medan seperti Bogor dengan Jakarta akan mendatangkan multy effek player bagi Pemko Medan dan Pemprovsu sendiri.

Jalur padat Medan-Berastagi merupakan jalur strategis pariwisata, pertanian, industri dan lainnya serta pintu gerbang bagian utara masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, meski sudah ada jalan alternatif dari Binjai ke Berastagi melalui Desa Telagah di Langkat namun belum signifikan meretas kepadatan jalur utama Medan – Berastagi.

Kalau perkara sulit, mengingat jalan ke Berastagi diapit pegunungan, toh Kelok 9 di Sumatera Barat juga punya kontur hampir serupa, tapi berhasil dibangun sehingga perjalanan dari Bukittinggi ke Pekanbaru di Riau atau sebaliknya menjadi lebih lancar dan nyaman.

Yang penting sekarang, political will Gubernur Sumatera Utara, DPRD Sumatera Utara, sejumlah kepala daerah dan Pemerintah Pusat. Apakah karena masih kuatnya politik kedaerahan, baik di provinsi maupun pusat? Semoga yang mulia Bapak Presiden Joko Widodo bisa merasakan keinginan kuat masyarakat Sumut dan Aceh yg sdh lama mengimpikan Tol/jembatan layang “kelok 11” Medan – Kabupaten Karo.

Desakan membangun jalan tol Medan-Berastagi pun semakin kencang dan nyaring disuarakan oleh sejumlah pihak, seperti Ikatan Cendikiawan Karo (ICK) Sumatera Utara, Seandainya Tol/Jembatan Layang Medan – Berastagi terealisasi dananya pun hanya di kisaran Rp 6 trilyun. Patut diapresiasi Pemkab Karo pun terus memperjuangkan ke pusat. Desakan ini semakin kuat setelah pemerintah melalui Kementerian Pariwisata memasukkan Sumut sebagai satu dari sepuluh daerah di Indonesia yang mendapat prioritas untuk pengembangan potensi pariwisatanya.

Sesuai misi Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH ada 5 (lima) usulan pembangunan skala nasional yang sdh disampaikan ke Menko Luhut Binsar Panjaitan yaitu 1. Peningkatan jalan Kabanjahe – Medan caltilever pada dua titik untuk mengurai kemacetan, 2. Peningkatan/pelebaran jalan nasional Kabanjahe – Berastagi, tahap ke II sedang berjalan (tahun 2020 dipastikan tuntas), 3. Jalan Tol Medan – Berastagi, 4. Anjungan Cerdas. 5. Pembangunan Dermaga Tongging. Tahun ini tahap pertama mulai dikerjakan.

Robert Tarigan, SH – Wartawan (Harian Andalas)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

CELAKA! WAKTU OPEN HOUSE, ANIES DIMARAHI WARGA BEGINI…

Manuel Mawengkang-Cecep keselek batu bata alias celaka! Anies, begitu terlihat iri dengan Jokowi. Ia ingin sekali menyaingi Jokowi. Bicara mengenai saingan, ia sedang melakukan gerakan kuda-kuda atau persiapan Anies dalam masuk ke 2024, kalau ada yang mau memilihnya. Di hari baik pun, Anies mendapatkan murka warga. Sungguh mengharukan.

Tapi, apa daya, orang ini sudah mewakafkan diri ke dalam menerima dukungan kaum radikal. Ketika membuka pintu rumahnya untuk menerima tamu sewaktu Lebaran, dia memiliki nasib yang begitu berbeda jauh.

Nasibnya begitu miris. Warga yang datang, malah membuat orang ini terlihat semakin dungu. Apa sih yang dikatakan warga? Kalau kalian kepo, silakan simak…

Anies disebut sebagai pemimpin yang cuek.

Sekarang cuek. Tahun lalu masih bisa foto dan ngobrol

kata Tiambun di rumah dinas Anies, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu sore, 5 Juni 2019.

Ini adalah tamparan, gamparan, tampolan dan tendangan keras dari warga DKI Jakarta kepada Anies. Anies alih-alih ingin menyaingi Jokowi, dia malah dibandingkan dengan sosok pemimpin terdahulu di DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bahkan bendera Palestina dibiarkan berkibar. Iya gue tau itu gak ada di atas mobilnya. Tapi kenapa dia cuek membiarkan bendera Palestina ini berkibar di Indonesia? Apa lagi kalau bukan cuek?

Orang ini dibandingkan dengan musuh besar yang bisa dikatakan ada di atas Anies beberapa tingkatan langit. Ahok adalah sosok yang menjadi pengingat bahwa betapa rusaknya Anies di DKI Jakarta. Basuki Tjahaja Purnama sudah dengan begitu luar biasa memimpin Jakarta.

Ahok tidak memimpin dengan tangan besi ketika ia ada di DKI Jakarta. Akan tetapi, banyak pendukung Anies yang memfitnah Ahok, bahwa ia memimpin dengan tangan besi. Padahal kita tahu, bahwa tangan besi beda jauh dengan ketegasan.

Orang yang tegas, bukanlah orang yang bertangan besi. Secara penampakan, memang cara-cara yang terlihat ada kemiripan. Namun begini. Tangan besi muncul dari perut alias emosi. Sedangkan ketegasan muncul dari hati. Dari definisi ini pun, kita sudah tahu bahwa si badut itu justru si tangan besi.

Membandingkan antara dua sosok ini, adalah seperti membandingkan langit dan kerak bumi. Membandingkan antara langit-langit surga – jika surga ada langit-langitnya, dengan kerak neraka – jika neraka ada keraknya.

Ini adalah sebuah tudingan yang paling jujur dari warga DKI Jakarta terhadap Anies. Warga Jakarta sambil tersenyum sambil berkata “Nies, kamu itu terlalu cuek di Jakarta.”

Kata-kata yang halus, tidak seperti artikel ini yang banyak kata-kata yang tajam. Tapi saya percaya, kalimat yang diucapkan oleh warga Jakarta di depan muka Anies dan istrinya ini, adalah kata-kata yang lebih kejam dari apa yang penulis ungkapkan. Mengapa demikian?

Karena dihajar dengan kalimat yang tumpul, itu jauh lebih menyakitkan ketimbang dihajar oleh kalimat yang tajam.

Jadi saya mungkin perlu belajar menghajar Anies dengan kata-kata yang tumpul. Agar apa? Agar… Ah tidak perlu diteruskan. Nanti kalian malah ketagihan membaca artikel saya. Tapi boleh lah, nanti saya coba ya. Hahaha.

Kita nyanda bisa pakai kalimat-kalimat halus. Torang semua sudah terbiasa bicara langsung dari hati ke ulu hati, jo dang!

Tapi demi pembelajaran dan demi meraih pembaca yang lebih luas, saya coba usahakan menggunakan kalimat yang halus. Saya ingin belajar seperti Jokowi. Dia bicara halus, tapi setiap kata-katanya, bisa diinterpretasi dengan luar biasa berbeda oleh koalisi maupun oposisi.

Ahok dan Anies, adalah dua orang yang berbeda. Mereka tidak bisa disamakan. Tapi setidaknya, mereka masih sama-sama manusia. Kedua orang ini sama-sama menerima kritik pedas.

Ahok menerima kritik pedas, yang cenderung tidak membangun. Ahok sebenarnya lebih dari menerima kritikan. Dia menerima fitnahan. Dia difitnah terlibat kasus korupsi oleh Dahnil Ku, Amien Rais dan oposisi, karena sudah merusak Gerindra di tahun 2014 gagal memenangkan Prabowo.

Anies pun demikian. Ia menerima kritik pedas. Tapi membangun. Anies ini sebenarnya tidak menerima kritikan yang menghancurkan. Dia tidak menerima fitnahan. Bahkan orang ini ikut terlibat dalam kaum radikalis. Mayat perusuh diangkat tinggi-tinggi, seperti mau ketemu Tuhan saja.

Tapi perbedaan dari kedua orang ini, adalah bahwa Ahok berubah. Ahok terus berbenah. Ahok tidak mendendam. Ahok tidak mengangkat mayat perusuh tinggi-tinggi seperti mau dibawa ke haribaan Tuhan saja. Ahok tidak menghina warganya sebagai sampah.

Tapi bodo amat lah ya, toh gue juga bukan warga Jakarta. Gue enak-enak aja komentarin kalian yang ada di Jakarta. Selamat ya, warga Jakarta. Denger-denger, baru hari pertama, Jakarta udah kembali rusuh? Bahkan belum habis Lebaran, ada anak-anak yang nyaris mampus di atas atap TransJakarta?

Selamat menikmati hidangannya, warga Jakarta… (baca: Makang ngana pe pilihan, jo dang)

Begitulah makan-makan

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

ONE WAY DI KAWASAN PUNCAK DIBERLAKUKAN HARI INI

Jakarta, CNN Indonesia — Sistem satu arah atau one way di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat mulai diberlakukan hari ini (6/6) hingga Minggu (9/6). Pagi hingga siang, prioritas untuk kendaraan yang naik. Sementara untuk siang hingga sore hari prioritas untuk kendaraan yang turun.

“Pemberlakuan one way di Jalur Puncak pada H+1 sampai dengan H+4 tanggal 6-9 Juni 2019,” demikian dikutip dari akun twitter @TMCPolresBogor, Kamis (6/6).

Sistem satu arah pada pagi hari pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB, sistem satu arah diberlakukan dari arah Jakarta.

Sementara sistem satu arah dari arah Cianjur akan diberlakukan pada pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Namun jadwal ini sewaktu-waktu bisa berubah menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas pada hari itu.
Lihat juga: One Way Arus Balik dari Kalikangkung Hingga Cawang

Sistem one way ini diberlakukan untuk mengantisipasi membluduknya pengunjung di Puncak pada musim libur lebaran 2019 ini.

Khusus untuk lebaran hari pertama kemarin, sistem satu arah di kawasan Puncak tidak diberlakukan. (sur/sur)
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

BOM KARTASURA: PELAKU PENJUAL GORENGAN ‘LONE WOLF’ TAK BERJEJARING DENGAN KELOMPOK TERORIS TAPI SALAH MENANGKAP AJARAN AGAMA

Teror bom bunuh diri menjelang hari raya Idul Fitri kembali terjadi di Indonesia, kali ini di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, 3 Juni lalu.

Pelaku yang masih berusia 23 tahun disebut polisi terpapar ideologi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS meski tak tergabung dengan kelompok teror apapun. Ia diduga mengincar pahala ramadan melalui jihad yang menyimpang, menurut pengamat terorisme.

Pemerintah dan ormas keagamaan kini didesak segera membuat program kontra ideologi teror melalui literasi Islam yang sejuk dan moderat.

Desakan ormas dan pengamat ini disebut perlu segera dilakukan agar tidak ada lagi anak muda yang berniat melakukan bom bunuh diri akibat keliru memahami agama.

Kepolisian menyebut pelaku bom di pos polisi Kartasura adalah seorang penjual gorengan bernama Rofik Asharuddin (RA).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menyebut Rofik selama ini tidak ada dalam daftar teroris yang mereka awasi.

Dedi mengatakan bom pinggang yang digunakan Rofik berdaya ledak rendah. Bom itu tidak menewaskan Rofik, tapi hanya melukai perut dan tangannya.

“Densus 88 sementara menyimpulkan bahwa pelaku tergolong lone wolf. Dia belum terindikasi berkaitan dengan kelompok teror terorganisir,” kata Dedi di Jakarta, Selasa (04/06).

“Rekam jejak pelaku bisa disebut pemula. Pola yang dilakukannya amatir. Tapi ini tetap ancaman,” ujar Dedi.

Teror bom di Solo tidak satu kali terjadi. Sehari jelang Idulfitri tahun 2016, laki-laki berusia 31 tahun bernama Nur Rohman meledakkan diri di depan kantor Polresta Solo.

Belakangan polisi menyebut Nur Rohman merupakan anggota jejaring teroris yang berafiliasi dengan ISIS.

Kepolisian dalam setahun terakhir juga menangkap sejumlah orang yang disinyalir bakal melakukan aksi teror tunggal, antara lain Maret lalu, terhadap dua perempuan bernama Roslina dan Yuliati Rahayuningrum.

Mengincar momen jelang lebaran demi pahala

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, menyebut pelaku teror mengincar momen jelang lebaran demi pahala.

Menurut Ridwan, paham menyimpang ini berpotensi terus berulang karena minimnya gerakan literasi Islam moderat.

“Ada pandangan yang salah bahwa pahala jihad pada bulan ramadan akan dilipatgandakan 70 kali lipat. Mereka mengejar amaliah Ramadan dan salah karena menganggap jihad sebagai membunuh,” kata Ridwan.

“Pelaku seperti RA pelajari agama secara otodidak, mencari sendiri literatur agama. Saya khawatir kalau pemerintah tidak melakukan upaya khusus, bakal ada pengeboman selanjutnya,” tuturnya.

Salah satu siasat menanggulangi fenomena pelaku teror tunggal seperti ini, kata Ridwan, adalah program kontra ideologi radikal yang konsisten dan sistematis.

Ridwan menilai upaya itu harus dipimpin pemerintah, dengan sokongan berbagai ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Generasi milenial haus literatur agama, jadi tidak heran kalau mereka temukan literatur yang menyimpang di internet.”

“Ormas Islam besar juga harus peduli dengan anak-anak muda ini. Pasok mereka dengan literatur moderat dan sampaikan itu dengan gaya anak muda,” kata Ridwan.

Bagaimanapun, upaya kontra ideologi radikal sudah dilakukan ormas Islam, walau tidak mampu mencakup seluruh kalangan masyarakat di berbagai daerah.

Rumadi Ahmad, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM Nahdlatul Ulama, menyebut penyebarluasan gerakan literasi Islam yang moderat itu perlu dilembagakan oleh pemerintah.

“Semuanya ikhtiar mengembangkan wawasan agama yang moderat dan melawan ideologi radikal dilakukan NU melalui jaringan lembaga pendidikan maupun kaderisasi internal.”

“Jangkauan kami harus diperkuat resonansinya oleh pemerintah, termasuk ke masjid dan lembaga pendidikan,” kata Rumadi saat dihubungi.

Rumadi mencontohkan kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk mencegah masjid kampus menjadi ladang gerakan permisif terhadap radikalisme.

Meski menuai pro-kontra, kata Rumadi, kebijakan itu perlu diperluas, bukan hanya ke masjid universitas tapi juga masjid di lingkungan lainnya.

“Upaya ini tidak bisa dibebankan ke Kementerian Pendidikan atau Kementerian Agama saja, karena persoalan ini masif dan lintas sektor,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mengorek keterangan dari saksi maupun sanak famili pelaku bom Kartasura. Pelaku saat ini dirawat di Rumah Sakit Profesor Awaludin Djamin milik Polri di Semarang.

Sejak 2010, setidaknya terjadi enam ancaman bom hingga teror yang menyasar ke polisi maupun warga sipil di Solo. Berbagai penangkapan terduga teroris juga terus dilakukan di Solo, Sukoharjo, dan sekitarnya.

Sepanjang sebulan terakhir, sejumlah terduga teroris ditangkap. Mereka dikaitkan dengan ISIS dan Jamaah Ansharut Daulah yang berencana melakukan teror pascapemilu.

Di sisi lain, kepolisian menyatakan memperketat keamanan di berbagai wilayah agar Idulfitri dapat berlangsung tanpa kejahatan teror.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

POLISI TANGKAP DOKTER HEWAN YANG INGIN BENTUK REPUBLIK ANDALAS RAYA

Limapuluh Kota – Jajaran Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menangkap seorang pria bernama Syahrizal (50) yang berprofesi sebagai dokter hewan atas dugaan makar pada Senin (3/6/2019) pukul 02.30 WIB.

“Tim gabungan mengamankan seorang pria berinisial SY sesuai Laporan Polisi Nomor: L/P /A/57/V/2019/SPKT–LPK tanggal 31 Mei 2019,” ujar Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Anton Luther, di Sarilamak.

Anton mengatakan, Syahrizal ditangkap di kawasan Jalan Negara Tanjung Pati, Kecamatan Harau. Syahrizal ditangkap karena diduga ingin makar dengan membentuk Republik Andalas Raya. Hal itu terlihat dari akun Facebooknya dengan nama Drh Syahrizal.

Dalam foto Republik Andalas Raya itu juga tertulis kalimat yang berbunyi ‘Saya tdk ingin makar tp jika kalian pikir NKRI itu hy hitungan jumlah pemilih di pulau Jawa saya py hak utk bergerak paling terdepan utk mewujudkan ini n jgn kalian anggap ini hy meme meme main mainan saja #kamitelahsedang bergerak’

Selain itu di akun FB tersebut juga tertulis beberapa kalimat yang merongrong dan menuding pemerintah zalim, semena-mena, di mana kalimat tersebut bernada hasutan serta ujaran kebencian.

Anton menambahkan, penangkapan terhadap Syahrizal terbilang cukup rumit. Sebab ia kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Namun berkat kerja sama tim gabungan yang dibantu Polda Sumbar, polisi akhirnya berhasil mengamankan pria tersebut.

Saat ini Syahrizal tengah berada di Mapolres Limapuluh Kota untuk menjalani pemeriksaan. Setelah itu, dia langsung dibawa ke Mapolda Sumbar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di bagian Subdit Cyber Kriminal Khusus Polda Sumbar.

Anton menegaskan dari hasil pemeriksaan, Syahrizal telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tindak pidana itu diduga dilakukan oleh pemilik akun Drh Syahrizal dengan memposting muatan penghinaan serta muatan untuk melakukan makar dengan maksud hendak memisahkan suatu daerah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.
sumber: batamnews
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

HADIRI PEMAKAMAN, MEGAWATI ENGGAN KOMENTAR SOAL ANI YUDHOYONO

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan putrinya yang menjabat Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani enggan berkomentar terkait kepergian Ani Yudhoyono.

Saat ditemui usai pemakaman almarhumah Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6), Megawati hanya diam saat ditanya wartawan. Sesekali ia hanya tersenyum kepada awak media, dan menyambut uluran tangan masyarakat yang ingin bersalaman dengannya.

Di sisi lain, Puan Maharani menyampaikan permintaan maaf kepada awak media karena tidak mau berkomentar.

“Lain kali aja ya dik,” ujar Puan seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/6).

Megawati dan Puan Maharani datang ke pemakaman Ani Yudhoyono pada siang hari. Puan duduk di belakang Megawati, sementara di sebelah kanan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu adalah ibu negara Iriana Jokowi. Susilo Bambang Yudhoyono kemudian duduk di samping Iriana.

Sebelumnya, Puan Maharani menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Ani Yudhoyono melalui akun media sosial miliknya.

“Innalillahi Wa inna illaihi roji’un.Semoga segala amal baik Ibu Ani Yudhoyono diterima di sisi-Nya, serta keluarga yang di tinggal kan diberikan ketabahan dan kesabaran. Amiin,” tulis Puan dalam akun Instagramnya @puanmaharaniri, Sabtu (1/6).

Sejumlah warganet berkomentar dibawah ucapan belasungkawa untuk meminta agar Puan dan Megawati datang dan segera mengakhiri perselisihannya dengan SBY.

Seperti diketahui, hubungan Megawati dan SBY pernah mengalami ketegangan akibat perubahan poros politik yang dilalui kedua pihak. Sebelumnya, SBY sempat menjadi bagian dari kabinet yang dipimpin Megawati. Kemudian, SBY dan Megawati bersaing dalam pemilihan presiden 2004-2009.
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

BERHENTILAH MEMUJA AHOK DI TENGAH BERITA DUKA

Alifurrahman-Ani Yudhoyono dan Arifin Ilham, dua tokoh ini meninggal di waktu bersamaan, dengan penyakit yang sama; kanker. Sontak kita semua berduka sesuai kadarnya masing-masing. Ada yang merasa sangat kehilangan Arifin Ilham, ada pula yang ikut sedih mendengar Bu Ani meninggal.

Kenapa perasaan seseorang bisa beda? Padahal yang dihadapinya adalah sama-sama soal kematian? Jawabannya pasti adalah soal hubungan emosional. Mereka yang lebih sering melihat Bu Ani, jelas akan lebih sedih mendengar beliau meninggal. Sementara mereka yang tak terlalu akrab atau mengikuti berita tentang Bu Ani, sebaliknya lebih sering ikut pengajian Arifin Ilham, jelas akan lebih sedih mendengar sang ustad berpulang.

Tapi, dari sekian banyak ucapan belasungkawa, dari sekian banyak komentar yang masuk di seluruh jejaring sosial media yang saya ikuti, ada satu komentar cukup seragam; mengaitkan kematian dua tokoh ini dengan Ahok.

Andai Ahok jadi Gubernur dan rumah sakit kanker jadi dibangun, maka dua tokoh nasional ini tak perlu lari ke luar negeri. Bisa dirawat di Indonesia. Kira-kira begitu komentarnya, dengan beragam rangkaian kata berbeda.

Secara logika, itu masuk akal. Saya setuju bahwa niat Ahok membangun rumah sakit tersebut sudah benar. Tapi, di tengah-tengah kabar duka seperti ini, bathin saya bertanya; bisakah kita rehat sejenak dari urusan politik dan mendewakan Ahok?

Ini ada orang meninggal, malah dimanfaatkan untuk memuja Ahok. Okelah kalian tak punya niat memanfaatkan, tapi kenapa harus memuja Ahok dalam situasi seperti sekarang? di mana nurani kalian?

Okelah kita tak sependapat dengan Arifin Ilham. Okelah kita sempat berdebat sengit saling serang sebelum Pilkada, membela Ahok dan menyerang SBY. Kita masing ingat dengan istilah lebaran kuda. Kita juga masih ingat dengan banyak hal yang kebetulan dua orang tokoh ini dianggap berseberangan dengan Ahok. Tapi ya ini mereka sudah meninggal. Hari ini kita sedang berduka. Harus sekarang banget gitu muja Ahoknya? Nggak bisa seminggu lagi gitu?

Kalian bisa cek dan lihat. Saya adalah orang yang mendukung Ahok di Pilkada DKI. Tapi kalau melihat para pendukung Ahok semakin hari semakin liar, terus menerus mengait-ngaitkan Ahok dalam setiap kejadian. Dengan cara memuja atau menganggap Tuhan bersama Ahok dan menitipkan karma pada setiap orang yang menyerangnya dulu, saya kok jadi miris ya?

Ahok itu pekerja keras, saya setuju. Ahok itu mampu berikan perubahan dan bisa mengelola kota, saya juga sepakat. Tapi Ahok itu manusia. Buktinya dia dipenjara. Dia bukan dewa yang selalu benar dan selalu pantas untuk dipuja-puja tak kenal waktu.

Betapapun kita berbeda pandangan politik dengan SBY sekeluarga ataupun Arifin Ilham, biarlah itu menjadi sebuah alasan demokrasi. Hak berpendapat. Tapi ketika sang ustad dan Ibu negara itu berpulang, berilah hak penghormatan dan doa yang baik untuk mengiringi jenazahnya.

Kalaupun kalian sangat ingin membahas Ahok dan memuja-mujanya, nanti dulu. Minimal jangan hari ini atau besok. Ini kita sedang berduka, masa iya kalian masih memuja sosok lain seolah mensyukuri sakit seseorang.

Negara kita belum punya rumah sakit kanker mumpuni, itu sebuah kesalahan. Karena dengan begitu dua tokoh ini harus dirawat di luar negeri. Tapi, kematian ini urusan kemanusiaan. Sebagai sesama manusia, sudah seharusnya kita ikut berduka.

Apa susahnya kita doakan Bu Ani dan Arifin Ilham agar diterima di sisiNya? Mudah kok. Kalaupun kita tidak bisa hormat dan selalu ingat dengan Pilkada DKI, ingatlah bahwa kita ini bukan manusia pemegang palu yang hanya punya masalah dengan paku. Kita ini manusia yang punya hati dan nurani. Manusia yang sama-sama tak kuat menghadapi perpisahan.

Lagi pula Ahok tidak sedang nyalon jadi gubernur. Pun hari ini bukan masa kampanye. Ga ada gunanya juga memuja-muja Ahok, sekalipun tujuannya menyadarkan masyarakat yang selama ini masih menolaknya karena alasan SARA.

Saya tahu tidak semua pendukung Ahok seburuk itu dalam hal memuja. Tapi melihat serangkaian status, tweet dan komentar, saya pikir artikel ini penting untuk saya tulis sebagai pengingat. Begitulah kura-kura.
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

AHOK DAN MIMPI BANGUN RS KANKER

Manuel Mawengkang-Melihat dua orang yang sudah pergi dalam waktu yang berdekatan, yakni Arifin Ilham dan Ani Yudhoyono, membuat hati penulis terusik untuk tidak menceritakan sosok yang pernah mengimpikan ada rumah sakit khusus kanker, di Indonesia.

Sekarang ini, di Indonesia, masih sangat sedikit rumah sakit kanker yang memiliki alat canggih dan kapasitas pasien yang banyak.

RS Sumber Waras sempat menjadi salah satu tempat yang akan dibangunkan RS Kanker. Sayangnya, pada saat itu, BPK menilai masih ada ketidakwajaran. Kita tahu bahwa pengidap kanker di wilayah DKI meningkat. Mimpi Ahok untuk membangun pun terkendala oleh BPK, Anies dan Sandi pada saat itu.

Sekarang, lagi-lagi nama Ahok mencuat. Ia pernah memiliki mimpi besar dalam melayani pasien kanker di Jakarta, bahkan seluruh Indonesia. Sudahkah mimpi ini sirna?

RS Dharmais pada saat itu dinilai sudah tidak mampu menampung pasien kanker di Jakarta. Di Jakarta pun sulit, bagaimana melayani pasien dari seluruh Indonesia?

Maka Ahok memiliki mimpi untuk membangunkan RS kanker khusus warga Jakarta di RS Sumber Waras, sehingga bisa berbagi tugas dengan RS kanker Dharmais.

Jumlah pasien kanker meningkat adalah fakta yang dilihat oleh Basuki Tjahaja Purnama yang saya lebih suka menyebutnya Ahok. Jumlah pasien kanker di Indonesia, khususnya Jakarta mengalami peningkatan signifikan.

Memang (meningkat), makanya satu-satunya cara, kita kerja sama dengan rumah sakit kanker, RS Dharmais, makanya saya bangun di sumber waras, termasuk yang di Pasar Minggu…

Supaya orang-orang Indonesia yang lain yang datang berobat kanker di Dharmais tempatnya tidak dipakai oleh orang Jakarta. Sekarang kan ngantre 2 bulan 3 bulan…

Jadi gimana? Ya saya kepaksa bangun, saya harap KPK bisa cepat memutuskan penyidikan ini. Karena Sumber waras ini gantung ini…

Kamu dapat tanah di mana yang 3 koma sekian hektar di tengah kota dekat Dharmais? Itu yang saya bilang, gitu loh…

ungkap Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Rabu (11/5/2016).

Ahok tidak main-main. Dia sudah sempat riset bersama menkes Nila Moeloek.

Akhirnya mimpi Ahok kandas. Dia tidak sempat membangun RS Kanker di Sumber Waras, dia sudah diturunkan oleh Anies, gubernur produk SARA, yang mungkin menjanjikan bukan lagi kesembuhan, tapi dikibuli surga oleh para pendukungnya.

Pemprov DKI di era Ahok, sempat berencana untuk membangun 1.000 ranjang di RS Kanker di atas lahan Sumber Waras. Ahok juga sempat bermimpi untuk membangun 500 kamar apartemen dan tempat perawatan bagi para penderita kanker.

Dengan begitu, pasien merasa dimanusiakan. Mereka feel at home. Akan tetapi, mimpi Ahok ini tetaplah mimpi. Dan jangan harap Anies bisa meneruskan ini.

Sudah ada dua elit yang meninggal karena kanker. Mereka diobati di luar negeri. Betapa biayanya yang tidak bisa terbayangkan.

Arifin Ilham dan Ani Yudhoyono, adalah dua pasien kanker yang tidak sempat mendapatkan perawatan terbaik oleh anak-anak bangsa. Mereka dirawat di rumah sakit luar negeri. Mengapa? Karena mereka tidak menemukan RS Kanker yang memadai seperti yang diimpikan Ahok di Jakarta ini.

Padahal, sempat ada seorang di sana, yang sudah selesai dengan segala urusan politik, bermimpi. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah sakit yang bisa melayani semua pasien kanker di Indonesia. Letaknya di Sumber Waras. Di Grogol, Jakarta Barat. Tapi, mimpinya kandas. Karena isu SARA yang dimainkan terus menerus.

Ahok, kami merindukanmu. Kami menginginkanmu kembali ke Jakarta. Saya merasakan bagaimana kepedihan warga Jakarta ditinggal Ahok. Dulu, karangan bunga sempat muncul di Balai Kota sampai tumpah ruah ke istana. Itu adalah ucapan semangat untuk Ahok dan Djarot yang kalah di Pilgub DKI.

Mimpi Indonesia dalam mendirikan rumah sakit kanker di Indonesia, kandas di tangan dua manusia haus kekuasaan yang lebih memilih untuk bermulut banyak ketimbang bekerja banyak.

Anies dan Sandi, adalah dua manusia yang menggagalkan rencana pembangunan RS Sumber Waras, yang di tengah lahannya, ada RS khusus penderita kanker. Saya cukup yakin, mimpi ini tidak akan sirna. Semoga saja ada orang-orang lain, pemimpin lain yang bisa membangun RS khusus kanker di sekitaran Jakarta.

Ada Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo dan Khofifah, yang siap membangunkan RS Kanker, mewujudkan mimpi Ahok dalam melayani pasien kanker seluruh nusantara, dengan kapasitas dan peralatan dan infrastruktur yang memadai. Pemimpin DKI Jakarta? Biar saja Jakarta ditinggal mati.

Begitulah sedih-sedih.

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment