11 PNS DI PEMPROVSU POSITIF NARKOBA

PANGKAT DITURUNKAN 3 TAHUN

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemeriksaan urin yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut terhadap 1.384 PNS Pemprovsu, Kamis (30/10) lalu akhirnya diungkap. Hasilnya, 15 PNS Pemprovsu terdeteksi mengonsumsi narkotika.

Kepala BNNP Sumut, Kombes Pol Rudi Trenggono menyebutkan, 15 PNS Pemprovsu yang terindikasi positif menggunakan narkotika tersebut 11 diantaranya merupakan pejabat. “Ada 15 pegawai yang terindikasi positif menggunakan narkotika yakni, 10 pejabat eselon IV, 1 pejabat eselon III dan 4 staf,” ungkapnya, Kamis (18/12) di Aula BKD Pemprovsu.

Lebih lanjut, bebernya, dari pemeriksaan tersebut, pihaknya menemukan kalau 7 PNS tersebut mengonsumsi narkotika jenis sabu dan 8 pegawai lainnya ganja. Terkait itupula, BNNP Sumut akan koordinasi dengan Pemprovsu.

“Kita mau mengetahui apakah mereka bisa keluar dari persoalan tersebut atau tidak. Jika mereka masih juga tidak bisa, barulah kita lakukan rehab. Soalnya, dalam MoU yang kita tandatangani, kita melakukan hal itu,” pungkasnya.

Kepala BKD Pemprovsu, Pandapotan Siregar mengatakan, atas hasil tersebut, BKD Pemprovsu tidak akan bertindak diam. Pihaknya akan melakukan assesment (pembinaan) bersama BNNP Sumut. “Kita akan lakukan pembinaan kepada mereka. Dan itu kita lakukan bersama BNNP Sumut,” ungkapnya.

Kemudian, bebernya, pihaknya akan memberikan sanksi penurunan pangkat kepada 15 PNS tersebut dalam tiga tahun. “Jika tidak perlu direhab baik yang punya jabatan maupun tidak punya jabatan tetap dijatuhi hukuman penurunan pangkat tiga tahun,” tegasnya.

Kendati begitu, Pandapotan optimis kalau dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun mendatang, pemeriksaan urin 11 ribu-an PNS Pemprovsu akan bisa diselesaikan oleh BNNP Sumut. “Kita yakin, 2 sampai 3 tahun ke depan BNN bisa menyelesaikan pemeriksaan kepada 11 ribuan PNS Pemprovsu,” tungkasnya.

Saat disinggung siapa-siapa saja ke 15 PNS tersebut, Pandapotan tampak diam. Dirinya beralasan hal tersebut bersifat rahasia Pemprovsu.

Suasana lingkungan Pemprovsu tampak biasa saja meskipun hasil tersebut telah keluar.(ind/trg)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

TAK DIBELIKAN MOTOR, SISWA SMA TENGGAK RACUN

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Harusnya ikut ujian, LP (17) justru memilih menenggak racun. Beruntung, nyawa siswa kelas III salah satu SMA swasta di Siantar itu, terselamatkan.

Ditemui di RS Harapan Siantar, Rabu (10/12) sekira pukul 10.00 Wib, tubuh LP terbaring lemas di kasur rumah sakit dengan muka pucat.

Sesekali terdengar rintihan kesakitannya. Tangan LP juga coba membuka baju sembari mengelus dada dan perutnya seakan mengurangi rasa panas di tubuhnya akibat racun dan obat yang sudah mulai beraksi. Ibu LP yang mengaku boru Situmorang terus meneteskan air mata sembari mengusuk kaki LP yang masih menggunakan pakaian putih abu-abu tersebut.

Raut wajah ibu 8 anak itu terlihat muram seakan menyimpan banyak cerita duka yang tak bisa diungkapkan. Dengan berlinang air mata, boru Situmorang hanya mengungkapkan kekesalan terhadap sikap LP tanpa menceritakan alasan LP nekad minum racun.

“Aku juga bingung mengapa anakku tega melakukan ini. Uang sekolah sudah kubayar, masalah sekolah juga bukan, masalah pacar juga bukan. Pagi tadi, dia (LP) tiba-tiba ungkapkan pamit tapi tak seperti biasanya,” jelas wanita yang kesehariannya mengaku sebagai petani tersebut.

Sembari terus berjaga di samping anak ketujuh dari delapan bersaudara tersebut, boru Situmorang dengan nada terbata-bata menceritakan bahwa sejak pagi hari saat dibangunkan mau ke sekolah, LP sudah terlihat menunjukkan sikap yang aneh. “Dung marpahean sikkola didokkon ma, lao ma au oma. Alai dang tu sikkola. Nga hu inum be racun i (Setelah berpakaian sekolah, dibilangnya aku pergi ibu. Tapi bukan ke sekolah. Sudah ku minum racun itu),” jelas boru Situmorang menirukan perkataan anaknya yang membuat suasana rumahnya heboh.

Pasalnya, tak berselang lama, LP langsung tidak sadarkan diri dan akhirnya dibawa ke puskesmas terdekat. Namun petugas puskesmas tak ambil risiko dan sarankan dibawa ke rumah sakit. Alasan LP minum racun tak terjawab dari cerita sang ibu. Ditemui di sekolah, teman-teman LP justru tidak mengetahui kejadian yang menimpa LP.

“Ya memang hari ini LP tidak masuk sekolah tanpa ada pemberitahuan padahal hari ini ujian semester. Setahuku tidak masalahnya bahkan LP tergolong anak yang rajin sekolah. Bahkan LP siswa yang bisa diandalkan di sekolah karena selalu bisa peringkat 5 besar. Setiap hari LP biasanya berangkat ke sekolah dengan naik bus angkutan pedesaan (angdes),” jelas R, teman sekelas LP usai pulang sekolah.

Ditemui di kampung halamannya di Kecamatan Panei, beberapa warga juga mengaku tidak mengetahui kejadian itu. Namun, seorang sumber yang meminta namanya tidak disebutkan, menduga kenekatan LP akibat tak dibelikan sepeda motor.

Diceritakannya, dia sempat mendengar LP cekcok dengan orangtuanya terkait rencana pembelian sepedamotor. Pagi itu, salah seorang abang LP yang berada di Kalimantan, melalui telepon selulernya meminta dibelikan sepedamotor. Dan permintaan sang abang diamini orangtuanya.

Mendengar hal itu, LP yang juga sudah sering meminta agar dibelikan sepedamotor spontan kecewa karena permintaannya justru tidak dikabulkan. “Kalau abang dibelikan sepedamotor maka aku juga harus dibelikan sepedamotor,” jelas warga tersebut menirukan awal perdebatan antara anak dan ayah tersebut yang berujung pada frustasi anak mengakhiri hidup dengan meneguk racun.

Sementara, Direktur Minauli Consulting Dra Irna Minauli MSi Psi melalui telepon selulernya mengatakan, remaja biasanya memiliki emosi yang labil sehingga menjadi mudah terpancing untuk melakukan hal-hal yang sifatnya nekad. “Remaja terkadang sensitif dengan perlakuan berbeda yang dirasakannya. Mereka menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk pilih kasih dan favoritisme sehingga mereka tidak diperhatikan atau tidak dipedulikan orangtuanya. Kadang mereka tidak bisa memahami bahwa orangtua memiliki prioritas atau pertimbangan lain yang juga harus diatasi,” jelas psikolog alumni Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung tersebut.

“Saat permintaan itu ditolak, mereka kemudian diliputi dengan perasaan marah, sedih, frustrasi, malu dan putus asa yang kemudian mengarahkan mereka untuk melakukan bunuh diri. Bunuh diri dianggap sebagai bentuk kemarahan yang diarahkan ke dalam dirinya, karena mereka tidak bisa melampiaskannya kepada orangtua,” tambahnya.

“Itu sebabnya, sebagai orangtua dan pendidik, kita harus mengajarkan anak untuk bisa menunda keinginannya. Tidak semua kemauan mereka harus dituruti. Mereka harus menunggu hingga saat tepat. Dan hal ini juga harus dibangun dengan komunikasi yang baik antara anak dan orangtua,” jelasnya.

Terakhir, Irna berpesan, mereka yang pernah melakukan usaha bunuh diri harus mendapat pengawasan dan perhatian yang lebih. Karena mereka cenderung untuk mengulangi hal tersebut ketika mereka dihadapkan pada kesulitan. Itu sebabnya, teman-teman dan lingkungannya harus memberi perhatian dan bukannya mengolok-oloknya yang membuat pelaku menjadi malu dan putus asa lagi.(rah-smg/trg)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

TAK SESUAI KONTRAK, DISEBUT RAMPUNG 100 PERSEN

DEKAN FARMASI TERSANGKA KORUPSI DI USU

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) mencecar dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi di tubuh USU, terkait lolosnya kontrak pengadaan peralatan farmasi dan pengadaan farmasi lanjutan di Fakultas Farmasi. Padahal penyidik menduga tidak sesuai kontrak, sehingga mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga Rp14 miliar.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tubagus Spontana, pemeriksaan atas hal tersebut dilakukan pada tersangka Nasrul, yang saat dugaan korupsi terjadi, menjabat ketua pemeriksa/penerima barang pengadaan peralatan farmasi dan peralatan farmasi lanjutan.

“Tim Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan terhadap dua orang tersangka dalam kapasitasnya sebagai saksi. Antara lain terhadap tersangka N. Pemeriksaan pada pokoknya terkait kronologis dan mekanisme pelaksanaan pemeriksaan dan penilaian hasil kegiatan pengadaan peralatan farmasi dan peralatan farmasi lanjutan di Fakultas Farmasi USU, tahun anggaran 2010 yang diduga tidak sesuai kontrak, namun dinyatakan telah sesuai 100 persen,” ujarnya di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (16/12).

Penyidik kata Tony, juga melakukan pemeriksaan terhadap tersangka lainnya, Suranto. Pada saat dugaan korupsi terjadi, Suranto diketahui menjabat ketua unit layanan pengadaan peralatan farmasi dan peralatan farmasi lanjutan di Fakultas Farmasi.

Berbeda dengan Nasrul, pemeriksaan terhadap Suranto kata Untung, pada pokoknya memfokuskan penyidikan terkait kronologis serta mekanisme pelaksanaan pemilihan pihak ke tiga, sebagai pelaksana pengadaan peralatan farmasi dan peralatan farmasi lanjutan di Fakultas Farmasi.

Menurut Tony, materi pemeriksaan terhadap ke duanya berbeda karena masing-masing memiliki peran sesuai jabatan yang diemban saat dugaan korupsi berlangsung.

Sebagaimana diketahui, penyidik Kejagung akhirnya menetapkan dan menahan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU), Sumadio Hadisaputra, bersama Suranto dan Nasrul, di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Cabang Kejaksaan Agung, selama 20 hari terhitung sejak Senin (8/12), hingga 27 Desember mendatang.

Penahanan dilakukan atas pertimbangan penyidik terhadap pasal yang dipersangkakan memiliki ancaman hukuman di atas lima tahun. Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

Dalam perkara ini, Kejagung juga diketahui telah melimpahkan berkas perkara atas nama tersangka Abdul Hadi, ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Pelimpahan dilakukan setelah berkas tersangka yang menjalani penahanan, Kamis (14/8) lalu, dinyatakan lengkap.(prn/gir)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KY SELIDIKI HAKIM PN SIBOLGA

DIGEREBEK WARGA PESTA SABU BARENG CEWEK

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Kasus oknum hakim di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga, HD yang digerebek pesta sabu bersama selingkuhannya oleh warga di rumah dinasnya, Jl Gatot Subroto, Tapteng, sampai juga ke Komisi Yudisial (KY). Kini, KY sedang menyelidiki hakim berinisial HD. Kasus ini juga menambah panjang daftar perilaku hakim yang berbuat asusila yang terungkap sepanjang 2014 ini.

“Ya betul (memeriksa hakim HD),” kata pimpinan KY bidang seleksi hakim Taufiqurrohman Syahuri kepada wartawan, Selasa (17/12).

“Dugaan awal asusila. Dua kali digerebek warga setempat tapi oleh masyarakat setempat ditemukan alat isap sabu (bong) di belakang rumah. Jadi waktu pemeriksaan KY mengajak BNN,” ujar Taufiq.

Atas pemeriksaan itu, rencananya BNN melaporkan hasilnya hari ini (kemarin) ke KY, apakah HD benar-benar memakai sabu atau tidak. Tim dari KY terdiri dari Taufiq, Jaja Ahmad Jayus, dan ahli Totok Wintarto. “Sekarang sedang disusun laporan tim panel pemeriksaan untuk disampaikan dalam rapat pleno untuk menjatuhkan sanksinya,” pungkas Taufiq.

Hakim HD digerebek warga dirumah dinasnya sedang berduaan dengan seorang siswi, 22 Agustus 2014 lalu. Saat digerebek, HD sempat berhasil kabur dengan melompat pagar belakang rumahnya. Tapi, warga mencari keberadaan HD dipekarangan belakang rumahnya dan menemukan bungkusan plastik warna hitam berisikan satu bong, pipet, gunting dan satu botol minuman Yakult.

Menurut keterangan Robert Silitonga, Kepling setempat, kejadian bermula saat warga sekitar dikejutkan dengan suara minta tolong seorang wanita dari dalam rumah HD. Warga yang mendengar kemudian beramai-ramai mendatangi rumah dinas PN tersebut. Saat pintu diketuk, warga menemukan seorang pria bersama seorang wanita. Sedangkan HD sudah kabur lewat pintu belakang dengan memanjat tembok.

“Saat dibuka, kami melihat seorang pria yang mengaku petugas dengan seorang wanita. Sedangkan si HD sudah berhasil kabur lompat pagar belakang,” ungkap Robert.

Pria tersebut lanjutnya kemudian membawa wanita itu dengan mengendarai sepeda motor. Sedangkan, 2 pria yang juga mengaku petugas yang datang kemudian memergoki HD yang keluar dari arah belakang. Dan kepada warga kedua oknum petugas tersebut mengaku akan mengamankannya.

“Tiba-tiba datang dua orang lagi yang mengaku petugas dan memergoki si HD di belakang rumahnya, Kemudian, keduanya pamit kepada warga untuk mengamankannya,” beber Robert.

Tak berapa lama kemudian lanjut Robert, kedua oknum petugas tersebut datang lagi dan masuk ke dalam rumah. Dengan disaksikan kepling dan warga setempat rumah tersebut dikunci. “Tiba-tiba rumah itu sudah terkunci saja, setelah petugas itu bilang, jangan ada yang masuk ke dalam ya,” ucapnya menirukan perkataan oknum petugas tersebut.

Menurut Robert, kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali. Sekitar sebulan yang lalu juga, sekira pukul 01.00 WIB warga memergoki HD sedang berduaan dengan wanita yang sama. Dan sempat disidang oleh kepling setempat dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. “Sebelumnya sudah pernah juga kami tangkap dia (HD) sedang berduaan dengan perempuan ini juga di dalam rumah itu, kira-kira jam 01.00 WIB. Aku yang langsung menyidang mereka. Kubilang, kalau mau begituan kalian jangan di kampung ini, keluar kalian. Saat itu, mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Ternyata, terulang kembali,” ketusnya.

NGAKU DIPERAS
Hakim HD yang ditemui di PN Sibolga beberapa waktu lalu mengaku baru mengenal wanita bernama Anita Putri dari temannya di satu warnet dan pernah membawa wanita tersebut ke rumahnya. Sejak itu, katanya, Putri sering meminta uang kepadanya. Jumat (22/8) lalu itu, kata HD, merupakan kedua kalinya Putri mendatangi rumahnya setelah kedatangan pertamanya sebulan sebelumnya, yang juga menghebohkan warga sekitar. Dan karena itu pula, dia diharuskan membayar Rp5 juta untuk memberi makan warga sekampung.

Sebelum kedatangan Putri, HD berencana ingin beli nasi bungkus untuk makan siang. Lantas ia meminjam sepeda motor milik Putri untuk membeli nasi ke simpang Pondok Batu, berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya kereta tersebut kempes. Dan ketepatan, dia ketemu dengan JG, temannya, seorang oknum polisi. Mereka kemudian berganti kereta. “Minta tolong aku sama si JG, biar aku yang pakai keretanya dulu. Karena takut kelamaan kalau harus nunggu nempel kereta yang bocor,” ungkapnya.

Usai membeli nasi dari simpang Pondok Batu, lanjut HD, dia langsung ke rumah. Kemudian, ia mengajak Putri makan bersama di dalam kamar. Dan saat itu pula, Putri mengajukan permintaan kepadanya. Karena tidak dipenuhi, Putri kemudian beranjak keluar kamar menuju ruang tengah dan berteriak minta tolong. “Dia minta uang. Karena nggak kukasih dia teriak-teriak,” bebernya.

Melihat Putri yang menjerit-jerit, dia lantas menelepon JG dan mintanya untuk segera datang. JG yang melihat Putri yang terus menjerit menyuruh Putri untuk segera keluar dan meninggalkan rumah tersebut. Bukannya berhenti, jeritan Putri malah menjadi-jadi hingga membuat warga sekitar berbondong-bondong mendatangi rumahnya. “Si JG hanya mau nolong aku saja. Karena dia (Putri) terus berteriak. JG kemudian mengusirnya. Tapi dia terus berteriak sampai warga berdatangan,” akunya.

Melihat warga yang ramai dengan membawa pentungan, HD ketakutan dan berusaha kabur lewat belakang dengan cara memenjat tembok. “Kulihat sudah banyak warga yang datang, aku ketakutan. Karena kulihat sebagian ada yang membawa balok. Aku takut dimassa makanya lari dari belakang,” ucapnya seraya mengaku tak tahu yang terjadi kemudian terhadap Putri.

Masih, kata HD, JG kemudian datang menjemputnya dan membawanya ke rumah orangtua angkat JG di Jalan Merpati, Sibolga Selatan. Sempat sebelum dibawa, beberapa orang warga ingin menghajarnya dan mencoba mengayunkan balok ke arahnya.

“Sempat aku mau dipukuli. Ada yang coba memukul pakai tangan, ada juga yang mau mukul pakai balok,” sebutnya.

Di sana, mereka kemudian bertemu dengan rekan-rekan JG sesama polisi dan meminta tolong untuk kembali ke tempat kejadian untuk mengunci pintu rumahnya. “Setelah aku keluar dari belakang, JG langsung mengamankanku dari warga dan membawaku ke rumah orangtua angkatnya di Jalan Merpati. Di sana jumpa dengan 2 orang temannya sesama polisi. Kami ceritakan yang terjadi, lalu kami minta agar mereka berdua menguncikan pintu rumahku,” paparnya.

Menurut HD, Putri sudah sering berbuat hal yang sama kepada pria lainnya. “Temanku juga pernah kena. Dimintai uang sama Putri. Memang begitu kerjaannya,” dalihnya seraya mengaku kalau Putri dikenal tidak lagi berstatus pelajar.

Dan terkait penemuan alat isap sabu oleh warga sekitar di belakang rumah dinasnya, HD membantah sebagai pemilik bong tersebut. “Itu bukan punyaku. Karena warga menemukannya bukan dari pekarangan rumahku, tapi dari balik tembok belakang rumahku,” pungkasnya.

Ketua PN Sibolga, Marper Pandiangan melalui Kabag Humas Antoni yang dikonfirmasi, selama 4 tahun bekerja sebagai hakim di PN Sibolga, baru satu tahun terakhir HD berulah. Sejak HD punya persoalan dengan istrinya yang ditinggalkannya di Padang Sidempuan, Tapsel.

“Setahuku, selama ini orangnya baik. Paling sekitar setahun terakhir inilah dia (HD) berulah, sering tidak masuk kerja dan masuk pagi kemudian tandatangani absen lalu keluar. Kabarnya itu karena ia lagi punya masalah serius dengan istrinya,” ungkap Antoni.

Sebelum itu, lanjut Antoni, PN telah mencoba memberikan nasehat kepadanya dengan melakukan pemanggilan dan pembinaan. Namun, hingga kini tak juga berubah. “Ketua pengadilan sudah sering memanggilnya dan memberikan nasehat. Begitu juga wakil ketua, sudah banyak ngasi saran, tapi nggak juga berubah,” bebernya.

Karena tak juga ada perubahan dan ditambah dengan adanya persoalan HD dengan warga sekitar rumah dinasnya, pihak PN menempuh jalur terakhir dengan melaporkan hal tersebut hingga ke Mahkamah Agung (MA). Sebab, yang berhak melakukan tindakan terhadap hakim bermasalah adalah pengawas MA.

“Kita gak punya kewenangan memberikan tindakan atau sanksi. Yang berhak itu adalah pengawas MA. Makanya, kita sudah dilayangkan surat hingga ke MA, pemberitahuan terkait semua pelanggaran disiplin yang dilakukannya (HD),” ungkapnya.

Masih. kata Antoni, saat ini HD berstatus sebagai hakim di daerah Madina, Tapsel. Namun, karena masih banyak kasus yang ditangani HD yang belum putus dalam persidangan maka perpindahan HD ditunda hingga menyelesaikan semua kewajibannya tersebut.

“Sebenarnya sudah di Madina, tapi karena dia (HD) belum memutus sidang perkara yang disidangkannya makanya perpindahannya tertunda. Ya harus diputusnya dulu sidangnya baru bisa pindah. Dan ketua PN sudah berkali-kali mengingatkannya,” tandasnya. (ts/net/bbs)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

BUPATI KARO : PIMPINAN SKPD JANGAN ‘TIDUR’

Kabanjahe-andalas Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH minta seluruh Kepala SKPD tidak melempem. “Semua diminta bergerak cepat. Turun ke bawah, sesuai tupoksi masing-masing SKPD. Jangan tidur kalau ada masalah rakyat.

Soal pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan irigasi juga ditekankan Terkelin Brahmana kepada masing-masing instansi terkait. Khususnya pimpinan SKDP (Dinas PU). Kemudian juga soal pendidikan kepada Dinas Pendidikan. “Semua diminta bergerak cepat. Jika ada kendala, segera koordinasikan,”imbau Terkelin Brahmana SH kepada wartawan, Senin (15/12).

Untuk itu perlu percepatan. Ini tantangan bagi seluruh aparatur. Terutama para pimpinan SKPD. Tidak zamannya lagi hanya menunggu laporan di kantor. Sering-seringlah turun dan berbaur dengan rakyat, sehingga kita rasakan apa keluhan mereka dan secepatnya bisa dicarikan solusi.

Kemudian dalam melaksanakan kegiatan (proyek), bupati mewanti-wanti supaya dilakukan secara transparan. Mulai dari proses tender, hingga penyelesaikan di lapangan. Dia tidak ingin ada pelaku kegiatan sampai terjerat hukum. “Jangan ada mengabaikan prosedur baik administrasi maupun teknis aturan baku,”katanya.

Menyinggung kedisiplinan pegawai, Terkelin Brahmana memerintahkan semua SKPD-nya untuk menjadi contoh yang baik. Mereka diminta tetap mengkedepankan profesionalitas dan memiliki inovasi kerja.

Evaluasi SKPD

Terpisah, Ketua DPP Aliansi Pemuda Membangun, Hendra Sembiring Pandia, minta Bupati Karo melakukan lelang jabatan mulai dari terendah sampai tertinggi. “Supaya ada kesempatan bagi putra-putri terbaik daerah yang memiliki bobot, bebet dan kualitas mumpuni sesuai bidang dibutuhkan,”tegasnya.

Di sisi lain diingatkan Hendra Sembiring Pandia yang dikenal vokal ini, semenjak otonomi daerah diberlakukan, kontrol anggaran dari pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah kurang begitu efektif dan rentan akan penyalahgunaan berujung pada praktik korupsi.

Lengsernya Kena Ukur Karo Jambi sebagai Bupati Karo harus dijadikan pelajaran berharga bagi daerah ini. Kalau pengisian sejumlah jabatan SKPD dan nantinya transaksional, apa bedanya sama Karo Jambi. Sementara rakyat butuh pemimpin yang membumi dengan rakyat.

Sementara praktisi pembangunan, Cuaca Bangun SE Ak SH MH MSi mengaku, banyak penempatan pejabat pada lingkungan Pemkab Karo saat ini dinilai tidak sesuai dengan kemampuan terhadap kedudukan  diembankan terhadap mereka. Banyak Kepala SKPD yang dinilai tidak menguasai jabatan diamanatkan padanya. Sehingga, berdampak tidak maksimalnya penyerapan APBD serta terhadap pembangunan Karo.

SKPD yang tidak memiliki kompetensi untuk menjadi Kepala SKPD, perlu dilakukan evaluasi. Sudah saatnya bupati melihat optimalisasi kinerja dari setiap Kepala SKPD serta kepala bidang di setiap instansi pemerintah. Kurang memahami perencanaan kerja, mengawasi pekerjaan, mengevaluasi ukuran-ukuran keberhasilan pekerjaan birokrasi.

“Harusnya etos kerja dan pelayanan ke masyarakat harusnya semakin meningkat. Progressnya kelihatan, ukurannya jelas. Pelayanan prima jangan hanya di atas kertas,”paparnya.

Menurutnya, sepanjang 2014 ini masih ada Kepala SKPD yang tidak memenuhi program kerjanya. “Ini dibuktikan masih banyaknya program kerja yang sudah di tampung di APBD tahun 2014 tidak dapat terealisasi mengakibatkan silpa APBD 2014 nantinya cukup tinggi, dan dapat mengakibatkan  pembangunan harusnya bisa dinikmati masyarakat terhambat olehnya.
sumber:harianandalas

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

INILAH EFEK BURUK SERING KONSUMSI MIE INSTAN DAN TIPS MEMASAKNYA DENGAN LEBIH SEHAT

DREAMERSRADIO.COM – Siapa yang tak suka dengan mie instan. Selain enak, mie instan juga sangat mudah disajikan dan harganya yang murah. Meski punya kebutuhan karbohidrat yang pas, namun kandungan vitamin, mineral, dan protein yang ada di dalamnya sangat sedikit dan tidak pas memenuhi kebutuhan tubuh kita.

Tak hanya itu, sebenarnya dalam proses pembuatannya, mie instan tak hanya melibatkan tepung terigu, minyak sayur, dan garam saja. Namun juga beberapa tambahan zat aditif, seperti Natrium Polifosfat, Natrium Karbonat, dan juga kalium karbonat.

Sedangkan untuk bumbunya sendiri, terdapat campuran MSG yang tentu saja tidak baik jika terus-terusan masuk ke dalam tubuh. Dan mengonsumsi mie instan terlalu sering akan memberikan efek samping yang buruk.

Dikutip dari Sciencemix, Beberapa penyakit yang bisa hinggap jika kita terlalu sering mengonsumsi mie instan di antaranya adalah kanker usus dan juga kerusakan pada jaringan otak yang bisa membuat otak jadi lambat bekerja dan malnutrisi.

Beberapa tips yang bisa kita coba untuk meminimalisir dampak buruk setelah mengonsumsi mie instan antara lain memasaknya dengan 2 gelas air lebih banyak dari yang disarankan oleh kemasan mie tersebut dan juga menambahkan sayur-sayuran. Selain itu, disarankan juga untuk membuang air yang dimasak dengan mie dan menuangkan air hangat baru sebagai kuah.

Tapi bukankah lebih baik jika kita benar-benar mengurangi konsumsi mie instan dan makan makanan alami yang lebih sehat.

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Kesehatan, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

INILAH EFEK BURUK SERING KONSUMSI MIE INSTAN DAN TIPS MEMASAKNYA DENGAN LEBIH SEHAT

DREAMERSRADIO.COM – Siapa yang tak suka dengan mie instan. Selain enak, mie instan juga sangat mudah disajikan dan harganya yang murah. Meski punya kebutuhan karbohidrat yang pas, namun kandungan vitamin, mineral, dan protein yang ada di dalamnya sangat sedikit dan tidak pas memenuhi kebutuhan tubuh kita.

Tak hanya itu, sebenarnya dalam proses pembuatannya, mie instan tak hanya melibatkan tepung terigu, minyak sayur, dan garam saja. Namun juga beberapa tambahan zat aditif, seperti Natrium Polifosfat, Natrium Karbonat, dan juga kalium karbonat.

Sedangkan untuk bumbunya sendiri, terdapat campuran MSG yang tentu saja tidak baik jika terus-terusan masuk ke dalam tubuh. Dan mengonsumsi mie instan terlalu sering akan memberikan efek samping yang buruk.

Dikutip dari Sciencemix, Beberapa penyakit yang bisa hinggap jika kita terlalu sering mengonsumsi mie instan di antaranya adalah kanker usus dan juga kerusakan pada jaringan otak yang bisa membuat otak jadi lambat bekerja dan malnutrisi.

Beberapa tips yang bisa kita coba untuk meminimalisir dampak buruk setelah mengonsumsi mie instan antara lain memasaknya dengan 2 gelas air lebih banyak dari yang disarankan oleh kemasan mie tersebut dan juga menambahkan sayur-sayuran. Selain itu, disarankan juga untuk membuang air yang dimasak dengan mie dan menuangkan air hangat baru sebagai kuah.

Tapi bukankah lebih baik jika kita benar-benar mengurangi konsumsi mie instan dan makan makanan alami yang lebih sehat.

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Kesehatan, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

PENGELOLA DAN PENARI STRIPTIS POSITIF NARKOBA

Equator, Zodiac, dan Kingdom Dirazia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, merazia 3 tempat hiburan malam masing-masing Equator dan Zodiac di Hotel Soechi Jl. Cirebon, Kecamatan Medan Kota, serta Kingdom Coffe di Jl. Gudang Kecamatan Medan Barat, Sabtu (13/12) malam.

Hasilnya, 47 orang yang positif mengkonsumsi narkoba diboyong ke Mapolda Sumut. Namun, dalam razia itu, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba. “Begitu kita masuk, langsung belarian mereka. Namun, yang berhasil kita tangkap, langsung kita cek urinenya. Bagi yang positif, kita bawa untuk kita periksa,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Poldasu, AKBP SOM Pardede ketika dikonfirmasi via telepon, Minggu (14/12) siang.

Lebih lanjut, perwira polisi dengan pangkat 2 melati di pundaknya itu menyebut kalau mereka yang terjaring itu, merupakan pengunjung dan pengelola tempat hiburan malam, mulai dari humas, asisten manejer sampai pada Disc Jokey (DJ) dan penari striptis. Dari pemeriksaan sementara pihaknya, disebutnya kalau mereka yang terjaring rata-rata mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.

“Mereka mengaku mendapat narkoba, dari tempat hiburan malam itu juga. Menurut mereka, narkoba itu diberi oleh sesama pengunjung. Namun mereka mengaku tidak mengenal orang yang memberi mereka narkoba itu,” lanjut SOM Pardede.

Oleh karena itu, dikatakan SOM Pardede kalau pihaknya memeriksa mereka yang terjaring itu, secara intensif. Disebutnya, pemeriksaan itu, untuk menyelidiki pengedar narkoba di tempat hiburan malam itu. “Kaget juga saya waktu di Kingdom itu. Selain striptis, ada kamar-kamar di sekat-sekat juga. Tidak kita duga kalau tempat itu sebebas itu,” tandas SOM mengakhiri.

Sementara itu, informasi diterima, yang terjaring razia itu diantaranya Andre (Humas Kingdom Coffe), Likcing Drani alias Aci (Asisten Manejer Zodiac), Aliya (DJ Kingdom Coffe), Muslim (DJ Equator) dan Elic Partiwi (DJ Equator). Begitu juga dengan 2 orang penari Striptis di Kingdom Coffe bernama Indah dan Ferli turut terjaring dalam razia itu. Sementara Menejer Equator yang disebut bernama Anton, berhasil melarikan diri.

“Kami dibayar Rp750 ribu per orang. Kami diajak sama Yogi, Kordinator Talent Kingdom Coffe. Namun kami baru sekali ini Pak, ” ungkap Indah di Mapoldasu.

Sementara, petugas yang ikut menangkap dua orang penari telanjang dari Kingdom Coffee juga kaget. “Kami tidak menyangka tempat itu ada penari telanjangnya, karena di depannya hanya tempat duduk-duduk minum kopi. Di dalam juga ada Spa,” beber bintara tersebut.

Pantauan POSMETRO, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang terjaring razia. Sementara itu, kerabat terlihat berdatangan untuk melihat dan memberi makanan.(smg/gib/trg)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

TUJUH PEJABAT KANPORA TAPTENG DIDAKWA KORUPSI RP146 JUTA

PENGADAAN ALAT-ALAT OLAHRAGA FIKTIF

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tujuh orang pejabat di Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) didakwa melakukan korupsi secara bersama-sama, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp146 juta. Ketiganya dihadapkan pada majelis hakim yang diketuai Ahmad Sayuti di ruang Cakra I Pengadilan Tipikor Medan, Senin (15/12) pagi
Ketujuh terdakwa tersebut yakni Lander Parhusip sebagai Kepala Kanpora 2010-2011, Rastim Bondar selaku Kepala Kanpora Tapteng 2011-2013, keduanya merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kemudian Imam Mahadi Panggabean selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Oslo Habeahan selaku Bendahara Pengeluaran Kanpora Tapteng. Selanjutnya, Yanti Nilasari Hasibuan, Gaul Sitompul dan Parlaungan Simarmata, ketiganya sebagai Panitia Pemeriksa Barang.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rabani Halawa disebutkan, para terdakwa diduga melakukan tindak korupsi pada proyek pengadaan alat-alat olahraga untuk beberapa sekolah di Tapteng pada tahun 2011. Yakni pengadaan alat-alat olahraga, seperti pengadaan bola voli dan bola kaki, serta net, tenis meja dan lainnya.

Di mana proyek pengadaan alat-alat olahraga tersebut tidak pernah ada atau fiktif, tetapi anggarannya dicairkan dari APBD Pemkab Tapteng.

“Ketujuh terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp146 juta. Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo 18 Undang-undang Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai diubah dengan UU No 20/2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” kata jaksa.

Usai mendengarkan dakwaan jaksa, para terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan keberatan. Para terdakwa ini pun akan mengajukan nota eksepsinya pada sidang berikutnya.

“Menanggapi dakwaan Jaksa Penuntut Umum ini, kami akan mengajukan keberatan (eksepsi) majelis,” kata kuasa hukum terdakwa.

Hakim pun memberikan waktu selama seminggu kepada kuasa hukum terdakwa untuk mengajukan eksepsi. (gus)
sumber: sumutpos

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

NUSAKAMBANGAN TEMPAT AMAN EKSEKUSI MATI

Cilacap ( Berita ) : Jaksa Agung H.M. Prasetyo menilai Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, merupakan tempat yang aman untuk pelaksanaan eksekusi bagi terpidana mati. “Kita cari tempat yang amanlah. Di sini (Nusakambangan, red.) aman,” katanya di Nusakambangan, Cilacap, Jumat [12/12].
Prasetyo mengatakan hal itu kepada wartawan saat mengunjungi sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengumumkan tempat pelaksanaan eksekusi lima terpidana mati, dua di antaranya merupakan penghuni Lapas Nusakambangan.
“Eksekusi belum diumumkan tempatnya. Kalaupun akan dilaksanakan, nanti ada kesepakatan antara kita dengan Polri, tempatnya di mana, waktunya kapan, bagaimana caranya, semua harus kita persiapkan,” katanya.
Saat ditanya apakah kunjungannya bersama Menkumham ke Nusakambangan termasuk bagian dari koordinasi menjelang pelaksanaan eksekusi, dia mengakui bahwa pihaknya harus selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Hukum dan HAM.
“Ingat, ‘integrated criminal justice system’ (sistem peradilan pidana yang mengatur bagaimana penegakan hukum pidana dijalankan, red.) harus kita jalankan terus,” katanya.
Disinggung mengenai kemungkinan eksekusi dua terpidana mati yang ada di Nusakambangan akan dilaksanakan di pulau itu, Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya belum mengumumkan tempat pelaksanaan eksekusi. “Saya belum menyebutkan itu. Banyak di sini, bukan hanya dua, banyak yang menunggu (pelaksanaan eksekusi, red.),” katanya.
Terkait kapan eksekusi itu dilaksanakan, dia mengatakan bahwa pihaknya akan melihat dulu pemenuhan aspek-aspek yuridis dan aspek teknisnya. Dia mengakui peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana mati kepada Mahkamah Agung (MA) dapat menangguhkan pelaksanaan eksekusi.
“Kalau mati iya (dapat menangguhkan pelaksanaan eksekusi, red.), beda dengan pidana lainnya. Kalau pidana lainnya, PK tidak menangguhkan pelaksanaan putusan, kalau mati kita tunggu. Kita akan minta nanti Mahkamah Agung seperti apa, secepatnya menjawab PK mereka,” katanya.
Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa terpidana mati yang mengajukan PK harus konsisten. Dalam hal ini, kata dia, ketika para terpidana mati itu mengajukan PK, mereka harus segera menyampaikan novumnya (bukti baru, red.).
Menkumham Yasonna Laoly mengakui kunjungannya ke Nusakambangan bersama Jaksa Agung H.M. Prasetyo dalam rangka koordinasi menjelang pelaksanaan eksekusi mati. “Kita masih koordinasi dengan Kejaksaan,” katanya.(ant)
sumber: beritasore

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment