MENGUAK MISTERI BEGU GANJANG

Belakangan ini berkembang isu begu ganjang di tanah karo, dan orang yang disangka memiliki begu ganjang diusir dari desa, malahan ada yang sampai dibunuh dan rumahnya dibakar. Fenomena tersebut membuat orang bertanya apakah begu ganjang, darimanakah asal-usul dan makna kata tersebut.

Secara sederhana dan harafiah begu sebetulnya berarti roh, sedangkan ganjang artinya panjang. Untuk memahaminya, begu ganjang mesti dilihat dalam konteks yang lebih luas dari ‘teologi’ dan ‘agama’ tradisional suku karo sendiri, secara khusus paham ‘pneumatologi’ Karo (pneuma = roh, spirit). Dari sudut pandang ilmu agama-agama dapat dikatakan bahwa dalam diri orang karo jaman dulu, telah terdapat konsep tentang keagamaan, yang walaupun orang karo sendiri belum menyadarinya sebagai manifestasi keagamaan.

Selanjutnya, masyarakat karo percaya, disamping para Dibata masih ada kekuatan lain yang erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Malah baik buruknya hidup manusia tergantung pada respon yang diberikan pada kekuatan dan tenaga ini. Mereka itulah yang disebut dengan tendi dan begu.

Tendi (roh, nyawa) berada dalam tubuh manusia dan merupakan satu kesatuan. Manusia menjadi makhluk yang hidup karena memiliki tendi. Tendii memiliki zat kehidupan yang berlangsung selama-lamanya dan tidak dapat dirusak oleh apapun. Orang karo jaman dulu mengenal dua jenis tendi, yaitu: tendi yang terdapat dalam tubuh manusia dan berhubungan dengannya pada masa kehidupan manusia saja. Kedua, tendi yang merupakan bayangan yang melanjutkan aktivitas manusia. Artinya, manusia secara biologis mungkin telah mati, tapi aktivitasnya masih dilanjutkan oleh tendi nya.

Kehadiran tendi dalam tubuh manusia merupakan faktor penentu bagi kesehatan manusia. Timbulnya sesuatu penyakit, kegelisahan, atau kemalangan diyakini sebagai akibat dari lemahnya tendi, atau kepergian tendi dari tubuh manusia. Bila kepergian tendi berlangsung lama dan tidak datang lagi ke dalam tubuh dikhawatirkan bisa menyebabkan kematian bagi manusia. Konon ada empat penyebab tendi meninggalkan tubuh manusia yaitu saat tidur, terkejut, mimpi dan kematian.

Demikian ulasan singkat mengenai paham orang karo tentang begu dalam konteks ‘pneumatologi’ Batak karo tradisional. Sehubungan dengan begu ganjang yang diyakini sebagai personifikasi bagi segala jenis roh-roh yang mampu membuat orang meninggal secara mendadak, segera muncul pertanyaan berikut: Adakah gejala dan isu begu ganjang yang sempat hangat di tanah karo sebetulnya hanya merupakan gejala menularnya berbagai jenis penyakit membahayakan yang tentu saja dapat merenggut nyawa manusia dalam waktu singkat? Kalau memang itu, cara mengatasinya adalah menggalakkan pengobatan secara medis, bukan dengan menuduh dan membinasakan orang yang diduga memiliki dan memelihara begu ganjang.(Si Pesikap Kuta Kemulihenta.blogspot.com)
sumber: limamarga.blogspot

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Cerita (Turi - Turin) | Leave a comment

TERBENTUKNYA TENTARA KEAMANAN RAKYAT (TKR) DI TANAH KARO

Meskipun Jepang menyatakan menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945 namun serdadu Belanda baru mendarat di Pantai Cermin, pada tanggal 10 Oktober 1945 atau hampir dua bulan setelah Republik Indonesia berdiri, dengan membonceng para serdadu sekutu (Inggris). Serdadu sekutu yang mendarat itu berjumlah 800 orang dengan bersenjata lengkap dan mutakhir, Royal Artelery 26 Th Indian Division dipimpin oleh Brigjen Ted Kelly, yang sebenarnya bertugas menyerbu daratan Semenanjung Malaya.

Dalam situasi demikian, api perjuangan semakin membara di segenap persada nusantara, juga halnya di Sumatera Utara maka saat bersamaan dengan mendaratnya pasukan sekutu di Pantai Cermin. Di kota Medan dibentuklah tentara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dipimpin oleh Mayor Achmad Tahir dengan kepala markas umum Kapten R. Sucipto.

Namun sebelumnya pada tanggal 29 September 1945 di Kabanjahe telah terbentuk Barisan Pemuda Indonesia (BPI) cabang Tanah Karo, dipimpin oleh Matang Sitepu. Sebagai ketua umum dibantu oleh Tama Ginting, Payung Bangun, Selamat Ginting, Ulung Sitepu, Rakutta Sembiring, R.M. Pandia, Koran Karo-karo dan Keterangan Sebayang.

Tugas BPI ini cukup berat.

Pertama menyebarluaskan Proklamasi Kemerdekaan ke desa-desa Tanah Karo, Kedua membentuk ranting-ranting BPI di desa-desa, dan ketiga mencari senjata untuk memperkuat barisan.

Beberapa jenis senjata Karabin, Pistol, Pedang panjang yang dikuasai dengan berbagai cara memang sudah dimiliki, namun jauh sekali dari cukup. Satu-satunya jalan untuk memiliki senjata api itu adalah mengambil atau merebutnya dari tentara Jepang.

Peristiwa yang sangat penting pada saat itu adalah, insiden Tiga Panah pada tanggal 9 Desember 1945 dimana terjadi serangan barisan pemuda terhadap konvoi tentara Jepang.

Terjadilah pertempuran yang sangat seru. Namun karena jumlah tentara Jepang lebih besar dan bersenjata lengkap serta sudah berpengalaman dalam pertempuran maka dalam pertempuran itu barisan kita terpaksa mengundurkan diri dengan kerugian yang cukup besar.

Setelah insiden ini, terjadi reorganisasi kepengurusan Barisan Pemuda Indonesia Tanah Karo. Dalam proses yang sangat cepat sesuai revolusi, orang pertama BPI Tanah Karo beralih dari Matang Sitepu kepada Payung Bangun dan wakilnya Selamat Ginting.

Di Minggu kedua Desember 1945 beralih lagi pimpinan kepada Selamat Ginting.
Adapun susunan pengurus BPI Tanah Karo setelah itu adalah Selamat Ginting dibantu oleh wakil ketua Tama Ginting serta koordinator-koordinator: Keterangan Sebayang, Ulung Sitepu, Tampe Malem Sinulingga, Turah Perangin-angin, Rakutta Sembiring dan Koran Karo-karo.

Di dalam Barisan Pemuda Indonesia Tanah Karo ini semua potensi pimpinan pemuda dengan berisan-barisan perjuangannya, dirangkul, bergabung ke dalam Barisan Pemuda Indonesia termasuk bekas Gyugun atau Haiho seperti: Djamin Ginting, Nelang Sembiring, Bom Ginting.

Sedangkan dari Talapeta: Payung Bangun, Gandil Bangun, Meriam Ginting, Tampe Malem Sinulingga.

Dari N.V. mas Persada: Koran Karo-karo.

Dari Pusera Medan: Selamat Ginting dan Rakutta Sembiring.

Demikian pula dari potensi-potensi pemuda lain seperti: Ulung Sitepu, Tama Ginting, Matang Sitepu, R.M. Pandia, Batas Perangin-angin dan Turah Perangin-angin.

Dalam proses sejarah selanjutnya, BPI kemudian berubah menjadi BKR (Badan Keselamatan Rakyat) yang merupakan tentara resmi pemerintah dimana Djamin Ginting’s ditetapkan sebagai komandan pasukan teras bersama-sama Nelang Sembiring dan Bom Ginting yang anggotanya antara lain Selamat Ginting’s, Nahud Bangun, Rimrim Ginting, Kapiten Purba, Tampak Sebayang dan lain-lain.

Pada umumnya yang menjadi anggota BKR ini adalah para bekas anggota Gyugun atau Heiho dan berisan-barisan bentukan Jepang. Djamin Ginting.S bekas komandan pleton Gyugun ditunjuk menjadi Komandan Batalyon BKR Tanah Karo.

Di samping itu barisan-barisan rakyat yang tergabung dalam kesatuan lasykar di Tanah Karo juga mengalami penyusunan organisasi.

Barisan lasykar rakyat Napindo Halilintar Tanah Karo dipimpin oleh Selamat Ginting dan Ulung Sitepu dibantu oleh Koran Karo-karo, Tama Ginting, T.M. Sinulingga, Turah Perangin-angin, Batas Perangin-angin, dan Matang Sitepu.

Para pemuda yang bergabung dalam barisan Napindo ini pada mulanya bersifat sukarela dan tidak terikat secara organisatoris, kecuali terdaftar dalam organisasi itu di kampung masing-masing. Pemuda-pemuda ini berlatih pada sore hari di bawah pimpinan seseorang yang pernah mendapat latihan militer atau semi militer. Pelatih ini umumnya adalah bekas Gyugun, Haiho, Talapeta, atau peserta kursus sekolah guru.

Dapatlah dibayangkan bagaimana beratnya membentuk pasukan bersenjata kita pada tahap permulaan ini, tapi dengan kesungguhan para komandan pasukan dan para pelatihnya, dapat juga dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang merupakan cikal bakal Tentara Keamanan Rakyat Republik Indonesia.
Sumber : Pemkap Karo/ limamarga.blogspot

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Penting, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

ULUNG SITEPU PEJUANG YANG TERLUPAKAN

Dalam rangka menyongsong HUT Kemerdekan RI yang ke – 73 ijinkan kami menampilkan sosok Bapak ULUNG SITEPU yang merupakan salah satu pejuang 45 yang mungkin generasi now tidak mengetahuinya bahwa di daerah mereka ada pejuang 45 yang terlupakan dalam sejarah perjuangan di Sumatera Timur dan sekitarnya.
Semoga dapat bermanfaat dan merupakan salah satu tambahan catatan sejarah di daerah ini, semoga. (admin)

“Ini adalah salah satu nama marga Suku Karo; Marga tokoh ini adalah SITEPU”

Ulung Sitepu ataupun Brigjend. Ulung Sitepu merupakan seorang tokoh militer, pejuang, dan Gubernur Sumatera Utara ke-8, yang menjabat sebagai Gubernur Sumut sejak 15 Juli 1963 hingga 16 November 1965. Dia tidak dapat mengakhiri priode jabatannya (5 tahun) dikarenakan dituduh terlibat dengan gerakan G30S/PKI oleh Pemerintahan Orde Baru, walau pun hingga saat ini tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan. (wikipedia.org).

Brigjend. Ulung Sitepu adalah Tokoh Karo Pejuang 45 dan seorang Nasionalis tulen dan tidak pernah berafiliasi dengan partai politik manapun termasuk PKI (Partai Komunis Indonesia) pada masanya, masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat Karo tahu pasti beliau adalah seorang nasionalis dan cinta kepada NKRI sampai akhir hayatnya, dimana pada tahun 1963 terjadi pergantian gubernur Sumatera Utara dari Eny Karim ( 8 April 1963 s/d 16 Juli 1963, wikipedia.org).

Pada waktu itu tidak ada kesepakatan mufakat dalam menentukan siapa yang layak menjadi Gubernur Sumatera Utara pada tahun 1963 antara Partai Komunis Indonesia, Parta Nasional Indonesia maupun Parta Islam dan parta pendukungnya sehingga untuk jalan tengah dicalonkanlah dari TNI yang pada waktu itu Presiden Soekarno menujuk bapak Kolonel Ulung Sitepu dari pihak meliter.

Sebagai prajurit TNI yang notabene pejuang 45, beliau bersedia dan patuh kepada penunjukan Presiden Soekarno pada Juli 1963 dan kebetulan pencalonan tersebut secara aklamasi didukung sepenuhnya oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) dan para pendukung partai lainnya, dan akhirnya pada tanggal 8 April 1963 bapak Kolonel Ulung Sitepu (pada waktu pelantikan beliau masih berpangkat Kolonel) menjadi Gubernur Sumatera Utara menggantikan Eny Karim.

Pada tangal 30 September 1965 terjadi yang kita kenal dengan Peristiwa G-30-S adalah peristiwa yang sangat berpengaruh dalam sejarah masyarakat Indonesia. Paska peristiwa ini pluralitas ideologi di Indonesia mulai dibatasi. Tidak hanya pembatasan terhadap pluralitas ideologi (terutama ideologi Marxisme-Leninisme yang dilarang untuk dipelajari dan disebarkan), pembantaian jutaan manusia yang dituduh sebagai kader/simpatisan PKI (Partai Komunis Indonesia) juga terjadi pascaperistiwa tersebut.(https://philosophyangkringan.wordpres…), dimana Bapak Kolonel Ulung Sitepu yang pada masa tersebut menduduki jabatan Gubernur Sumatera Utara ditangkap oleh Pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soharto dan diadili oleh Pengadilan Meliter dengan tuduhan terlibat langsung maupun tidak langsung dalam Peristiwa G-30-S hanya karena pada waktu pencalonan beliau yang karena patuhnya kepada instruksi pemimpinya Bapak Presiden Sokekarno untuk menduduki jabatan Gubernur Sumatera Utara dan kebetulan didukung sepenuhnya oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) maka dianggap bahwa beliau berafiliasi kepada PKI.
Padahal beliau adalah seorang Nasionalis dan cinta NKRI dan kamar beliau di Jalan Pasar Baru No. 5 Padang Bulan Medan sampai akhir hayatnya dipajang foto Presiden Soekarno ukuran lebih kurang 100 X 60 cm hitam putih, melebihi dari ukuran fotonya bersama keluarganya.

Pengadilan Meliter dengan tuduhan terlibat Peristiwa G-30-S, Bapak Brigjen Ulung Sitepu divonis Hukuman Seumur Hidup, walaupun tuduhan tersebut tidak terbukti sampai akhir hayatnya karena memang beliau adalah seorang Nasionalis sejati yang cinta kepada NKRI dan seorang salah satu Pejuang 45 dari provinsi Sumatera Utara dan seangkatan dengan Bapak Jenderal Djamin Ginting (Pahlawan Nasional), dan Bapak Selamat Ginting (Pa Kilap).

Akhirnya pada tahun 1989 beliau dibebaskan oleh Pemerintahan Orde Baru setelah mendekam di penjara “Orde Baru” selama 24 (dua puluh empat) tahun lamanya, dan sampai akhir hayatnya tuduhan keterlibatan beliau langsung maupun tidak langsung sampai saat ini tidak dapat dibuktikan, biarlah Tuhan yang maha pengasih mengetahui yang sebenarnya termasuk para hakim pemutus perkara maupun jaksa penuntut pada waktu itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di akhirat.

Terlampirkan kami tampilkan Acara NJUJUNGI BERAS ULUNG SITEPU (PA TIMUR) dilaksanakan pada hari Minggu, 09 Agustus 1987 jam 08.00 wib s/d selesai bertempat di Losd Desa Sukanalu Simbelang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Sumut.

Acara tersebut adalah acara pengucapan syukur Adat Batak Karo sebagai ungkapan syukur karena Bapak Ulung Sitepu dan keluarga yang di masyarakat Karo dikenal dengan sebutan Pa Timur (Bapaknya Timur), panggilan beliau sesuai dengan nama anak sulungnya dra. Meryoldina Timur bru Sitepu karena walaupun ditahan selama 24 tahun lamanya beliau dibebaskan dalam keadaan sehat walafiatwalaupun umurnya sudah uzur, mungkin yang membuat dia dibui selama itu para eksekutornya dan lain yang tersliibat langsung maupun tidak langsung sudah mendahului dia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di pengadilan akhirat.
Pengucapan syukur ini dilaksanakan di Balai Desa/ Losd Desa, desa Sukanalu Simbelang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Sumut, desa kelahiran beliau.

Disamping itu beliau juga masih diberi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang merayakan Pesta Emas Perkawinan 50 (lima puluh) perkawinannya dengan Ibu Bagem bru Ginting Suka (Nande Timur) Pesta Perkawinan Emas 50 Tahun (tanggal 09 September 1942 – 09 September 1992) juga ditempat yang sama di Losd Desa Sukanalu Simbelang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Sumut pada hari Rabu tanggal 09 September 1992.

Dalam video ini ibu Bagem bru Ginting Suka (Nande Timur) menceritakan suka dukanya sebagai ibu rumah tangga mendampingi Bapak Ulung Sitepu (Pa Timur) selama 50 (lima puluh tahun) mendampinginya.
Maaf acara dalam bahasa Karo, mungkin suatu saat nanti ada sukarelawan yang dengan sukarela menampilkan teksnya dalam bahasa Indonesia, semoga.

fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup
www.sinabungjaya

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Penting, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

LENYAPNYA FILM TURANG (1957) DAN PISO SURIT (1960)

“Film TURANG yang mengisahkan perjuangan orang-orang dari suku Karo pada waktu Revolusi Agustus 45 di Sumatra Timur, pemutaran pertamanya dilangsungkan di Istana Merdeka dan disaksikan oleh Presiden Sukarno”

TURANG (1957)

Sinopsis :

Filem berjudul “Turang” terpilih sebagai Filem Terbaik FFI (Festival Filem Indonesia) tahun 1960. Bercerita tentang perjuangan Rusli dalam melawan penjajah di Sumatera. Ketika terluka, ia dirawat oleh Tipi. Tumbuhlah rasa cinta diantara mereka tetapi keadaan tidak memungkinkan untuk mereka bersama karena Belanda terus menyerang dan pasukan harus terus berpindah-pindah.

Kisah perjuangan gerilya melawan Belanda di Tanah Karo (Sumatera Utara), khususnya di Seberaja, kampung yang pernah jadi pusat komando. Wakil komandan Rusli (Omar Bach) yang terluka diserahkan perawatannya kepada Tipi (Nizmah), adik anggota gerilyawan Tuah (Tuahta Perangin-angin). Tumbuhlah
cinta antara Rusli dan Tipi, namun keadaan tidak memungkinkan mereka terus bersama. Serangan Belanda, atas petunjuk mata-mata Dendam (Hadisjam Tahax), memaksa pasukan terus berpindah-pindah, bergerilya. (sumber : klik)

Titles : TURANG

Main Director : BACHTIAR SIAGIAN

Year : 1957

Length : –

Countries : Indonesia

Genre : Series

Actors :

NIZMAH
OMAR BACH
AHMADI HAMID
TUAHTA PERANGIN-ANGIN
ZUBIER LELO
HADISJAM TAHAX
Directors

BACHTIAR SIAGIAN
Director Of Photography

AKIN
Composer

Author

Companies

RENJONG FILM CORP.
JAJASAN GEDUNG PEMUDA MEDAN
Movie Posters

TURANG
Additional Information

Mengapa Ada Film Turang dan Ada Apa dengan Film ini

Film ini terkena masalah pada Isu PKI, Bachtiar sebagai ketua Lekra itu dipenjara di pulau Buru. Tetapi film ini film terbaik FFI’60 sebelum adanya isu PKI, dan setelah itu film ini hilang atau dihilangkan.

Film Turang diproduksi tahun 1957 dan memenangkan piala Citra (Film dan Sutradara terbaik) pada FFI II tahun 1960.Disutradarai oleh Bachtiar Siagian, produksi REFIC (Rencong Film Cooperation). Dibintangi oleh Nimah Zaglulsyah dan beberapa aktor Karo lainnya. Nimah sendiri tidak mendapatkan piala Citra untuk penampilannya. Film ini mengambil lokasi shooting di Seberaya, Kabanjahe dan Tiganderket. Pernah diputar di Bioskop Broadway New York. Film ini sendiri menceritakan tentang perjuangan Karo dalam merebut kemerdekaan. Disamping percintaan tragis yang membumbui film tersebut.

Sebelum Film ini dibuat, awalnya Turang adalah drama 3 babak yang dipentaskan di medan perjuangan. Sebuah lagu berjudul “OH TURANG” diciptakan oleh Sersan Mayor Hasyim Ngalimun, yang mendedikasikan lagu itu untuk para korban ketika tanggal 26 Mei 1949 serangan 6 pesawat Mustang Hagers menerjang tanah Alas (Resimen IV) dibawah pimpinan Djamin Gintings. Dimana menjadi korban adalah Letnan Kerani Tarigan dan Kopral M Zain. Lagu itu sendiri menjadi Movie Soundtrack Film Turang yang dinyanyikan oleh Tuti Daulai.

OH TURANG

Oh Turang Turangku turang
Ijadah deleng erdilo
Megersing Pagena mejile
Ijadah me kap sapo terulang
Kutimai kam Turangku turang
Oh Turang turangku turang
Ijadah me kap kam kutimai
Cirem nari ukurku o turang
Seh ulina o turangku turang

Reff
Kubayu tanda mata mejile
Man inget ingetenta duana
Oh turang turangku turang
Begiken sorangku o turang
Oh turang tedeh kal ateku
Ijadah me kap kam kutimai
Aloi aku turangku turang

Dimana film Turang sekarang ?

Seorang seniman yang saya tanyai mengatakan film itu sudah tidak ada lagi di Indonesia. Konon film itu ada di Belanda. Tersimpan di sebuah museum. Tapi entah dimana. Mungkin Turang/ Senina yang tinggal di Belanda bisa mencoba mencari jejak film Turang di negeri itu.

Sebagai pekerja seni, saya mencoba menjadikan film itu sebagai studi banding agar film-film bertema sama lahir di bumi nusantara ini. Disamping itu adalah kegelisahan kita akan suatu karya yang lahir dari tangan-tangan seniman/sineas asli Karo yang menghasilkan film tentang Karo tapi tidak hanya dikonsumsi untuk Karo tapi untuk skala penonton Nasional. (sumber : klik).

PISO SURIT (1960)

Sinopsis :

Wita (Mieke Wijaya), mahasiswi datang ke Tanah Karo untuk mengadakan penelitian budaya. Untuk itu ia menyewa kuda dari Pande (Ahmadi Hamid), orang tua pandir yang mengimpikan punya sado sendiri. Hubungan yang makin lama makin erat, Pande antara lain mengajarkan lagu Piso Surit yang membuat Pande lama-lama jatuh cinta. Segala tindakan Wita dianggapnya balasan cinta, hingga suatu hari ia tak tahan dan berusaha memperkosa Wita. Untung Wita bisa menginsyafkan Pande, yang lalu jadi malu dan lari untuk bunuh diri. Kawan Pande yang disuruh Wita, berhasil mengajak pulang Pande. Wita memaafkan tindakan Pande dan besoknya pulang kembali ke kota. Di jalan Wita ketemu Pande yang memberinya kenangan berupa selendang Karo.

Arti dari Piso dalam bahasa karo sebenarnya berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit merupakan nama sejenis pisau khas orang karo. Sebenarnya Piso Surit adalah nama sejenis burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini bila didengar secara seksama sepertinya sedang memanggil-manggil
seseorang dan kedengaran sangat menyedihkan.

Tarian Piso Surit adalah tarian yang menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Penantian tersebut sangat lama dan menyedihkan dan digambarkan seperti burung Piso Surit yang sedang memanggil-manggil.

Lagu Piso Surit Diciptakan Oleh Djaga Depari salah seorang tokoh masyarakat karo sekaligus komponis nasional pada masa orde lama. (sumber : klik)

Soekarno dan Djaga Depari

Titles : PISO SURIT

Main Director : BACHTIAR SIAGIAN

Year : 1960

Length :

Countries : Indonesia

Genre : Series

Actors :

MIEKE WIJAYA
AHMADI HAMID
SLAMET BAJU

Directors : BACHTIAR SIAGIAN

Director Of Photography : AKIN

Composer : ISKANDAR

Author

Companies : RENJONG FILM CORP.

Movie Posters

PISO SURIT
Additional Information

Literary Sources

Catatan tambahan :

Penelusuran tentang Turang dan Piso Surit.

Dalam buku Krishna Sen. Indonesian Cinema: Framing the New Order. London & New Jersey: Zed Books, 1994, dimuat tentang:

1. Bachtiar Siagian, hal. 24, 36-38, 41-47, 49, 97

2. Films and film-maker (Bachtiar juga disebut pada bagian ini), hal. 36-38

3. Biodata Bachtiar dan karyanya, hal. 41-47

4. Film Turang, hal. 42-43 (Disebut-sebut perwira Sumatra Kolonel Jamin Gintings sebagai salah satu penyandang dana.) Periksa juga berita di Harian Rakjat, 24 Mei 1958 tentang film Turang.

5. Film Piso Surit, hal. 46

6. Tentang sumber, periksa kembali Harian Rakjat dan Bintang Timur (Perpustakaan Nasional di Jakarta memiliki koleksi cukup lengkap tentang kedua koran tersebut. Katalog Perpustakaan Nasional di Jakarta mendata koleksi yang ada dari edisi Th. 2 no. 1 (1951) – Th. 17 No. 9 (1966) atau 15 jilid.

sumber : M. Fauzi (klik)

Biodata BACHTIAR SIAGIAN (ACTOR & FILM DIRECTOR) :

Lahir di Binjai Sumatra Utara, 19 Febuari 1923.

Sebelumnya ia aktif dalam menulis naskah drama, The Blood People, The Blood of Worker, dan Rosanti.

1974 ia belajar menulis skenario dari buku “Pundovkin’s Book” , sebelumnya ikut berjuang melawan Belanda dan Jepang.

1955 Bachtiar terjun ke film, langsung sebagai sutradara untuk film “Tjorak Dunia”, “Kabut Desember” 1955, “Daerah Hilang” 1956, dan juga merangkap sebagai peran utama dalam film “Melati Sendja” 1956. Dan dalam FFI 1960 ia mendapat penghargaan sutradara terbaik dalam film “Turang” 1957.

Bachtiar juga di kenal sebagai Ketua Lembaga Film Indonesia (LEKRA), karena itu ia lama mendekam di pulau buru, 1977 baru ia bebas.

FILM dan POLITIK

Setelah masa peralihan kemerdekaan, pada tahun 1949, produksi film di Indonesia meningkat dengan pesat dan mencapai puncaknya padata tahun 1955, yaitu mencapai 58 per tahun. Pada saat yang sama terjadi pergeseran sosial dalam industri film, yaitu lebih banyak “pribumi” yang terlibat di dalamnya. Banyak film tentang perjuangan yang dibuat. Pada awal 1960-an dunia perfilman menjadi ajang berpolitik. Sutradara yang menonjol pada waktu itu, a.l. Usmar Ismail dan Djamaluddin Malik yang berlatar belakang Islam (NU) dan Bachtiar Siagian yang berideologikan komunisme (PKI). Setelah upaya kudeta tahun 1965, Bachtiar Siagian dipenjarakan di Buru dan baru dibebaskan tahun 1979.

Nama : Bachtiar Siagian
Profesi : Sutradara
Tempat Tahir : Binjai, Sumut Tanggal Lahir : 19 Februari 1923
Pendidikan Formal :
Penghargaan Khusus : Penghargaan Sutradara Terbaik untuk film “Turang” dalam FFI 1960

NJANJIAN DILERENG DIENG 1964 BACHTIAR SIAGIAN
Director
KAMI BANGUN HARI ESOK 1963 BACHTIAR SIAGIAN
Director
DAERAH HILANG 1956 BACHTIAR SIAGIAN
Director
KABUT DESEMBER 1955 BACHTIAR SIAGIAN
Director
TURANG 1957 BACHTIAR SIAGIAN
Director
VIOLETTA 1962 BACHTIAR SIAGIAN
Director
PISO SURIT 1960 BACHTIAR SIAGIAN
Director
SEKEDJAP MATA 1959 BACHTIAR SIAGIAN
Director
NOTARIS SULAMI 1961 BACHTIAR SIAGIAN
Director
TJORAK DUNIA 1955 BACHTIAR SIAGIAN
Director
BADJA MEMBARA 1961 BACHTIAR SIAGIAN
Director
MELATI SENDJA 1956 BACHTIAR SIAGIAN
Actor.Director.

sumber : indonesiancinematheque.blogspot.com

Kesaksian salah satu pemainnya :

Bung Zoubier yang lahir tanggal 22 Januari 1931 di Bireuen, Aceh ikut main dalam filem Turang dan Piso Surit. Sejak usia 13 tahun beliau memang sudah main sandiwara di sekolahnya. Karirnya dapat dideretkan sebagai berikut:

1.Main di film “ Kuala Deli “, yang dibuat pada tahun 1955
2. Main di film “Bintang Pelajar“, yang dibuat pada tahun 1957
3. Main di film “Anakku Sayang”, yang dibuat pada tahun 1957
4. Main di film “Piso Surit ”, yang dibuat pada tahun 1957
5. Main di film “Turang”, yang dibuat pada tahun 1960.

Khusus mengenai film “Turang” yang mengisahkan perjuangan orang-orang dari suku Karo pada waktu Revolusi Agustus 45di Sumatra Timur, pemutaran pertamanya dilangsungkan di Istana Merdeka dan disaksikan oleh Presiden Sukarno. Di situlah Bung Zoubier bertemu dan berdialog langsung dengan Presiden Sukarno untuk pertama kalinya. Pertemuan berikutnya dengan Presiden Sukarno terjadi di KBRI di Moscow, ketika Presiden Sukarno berkunjung ke Uni Sovjet. Saat itu Presiden Sukarno berpesan kepada Bung Zoubier demikian: “Baik-baik belajar, dan cepat pulang”.

Sebagai seniman yang sudah banyak berperan dalam pementasan drama dan pembuatan film, beliau tentu saja banyak berhubungan, bergaul dan bekerja sama dengan Bung Bachtiar Siagian. Karena itu beliau mengenal dekat dan akrab dengan Bung Bachtiar Siagian – Seniman kondang, Ketua Lembaga Film Lekra. Bung Zoubier sangat mengagumi dan menghormati Bung Bachtiar Siagian.

Ketika mendengar berita kematian Bung Bachiar yang menyedihkan itu, beliau terharu dan sangat sedih. Dengan nada marah beliau mencela perlakuan yang tidak manusiawi oleh rezim Orba terhadap Bung Bachtiar Siagian yang semasa Revolusi Agustus 45 aktif dalam pasukan gerilya di Kabupaten Langkat dalam mempertahankan Kemerdekaan RI, dan di samping itu telah banyak pula memberikan sumbangan dalam memperkaya hazanah seni dan budaya Indonesia yang berkepribadian Indonesia.

Pada tahun 1959, Bung Zoubir dikirim oleh Perfi ( Persatuan Film Indonesia ) ke luar negeri, belajar di Institut Kesenian dan Perfileman Negara Moscow atas beasiswa Pemerintah Indonesia. Semasa belajar di teater tersebut, pada tahun 60-an, untuk tujuan lebih memperkenalkan Kebudayaan Indonesia di Uni Sovjet, dibentuk Lembaga Kebudayaan Indonesia, yang diketuai oleh Prof. Intojo, dan Bung Zoubir sebagai Sekretarisnya.

Setelah terjadi peristiwa G-30-S, Bung Zoubier juga menjadi korban kekerasan rezim militer fasis Suharto, karena identitasnya sebagai pendukung kebijakan politik Presiden Sukarno sudah diketahui oleh Atase Militer AD Indonesia di Moscow. Pasport Bung Zoubier dicabut, dan jadilah beliau orang yang terhalang pulang di luar negeri. Pada saat-saat itu juga di Moscow didirikan OPI ( Organisasi Pemuda Indonesia ) untuk tujuan menghimpun orang-orang Indonesia yang tidak bisa pulang dan sedang berada di Uni Sovjet, dimana Bung Zoubir juga masuk menjadi anggotanya.

Sejak itu Bung Zoubier bekerja di teater Mossoveta, salah satu teater drama terbesar di Moscow. Seluruh pekerjanya ada sejumlah 325 orang, di antaranya 91 orang akteur dan aktris. Semasa hidup di Moscow, Bg. Zoubir telah menikah dengan seorang wanita Warga Negara Uni Sovjet, dan dikarunia seorang putra. (sumber lengkapnya : klik)

sumber: karosiadi.blogspot.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup
www.sinabungjaya.com

Posted in Berita | Leave a comment

FILM TURANG

Dalam rangka menyongsong HUT Kemerdekan RI yang ke – 73 kami tampilkan TURANG, yang pada waktu itu para pejuang kita dengan dengan tulus mengorbankan jiwa dan raganya maupun hartanya demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan UUD’45 dan Pancasila yang Berbineka Tunggal Ika dan tidak mengenal adanya istilah SARA.
Bujur/ Terima kasih ras menjuah-juah kita kerina (admin)

Turang (1957) adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1957 dengan disutradarai oleh Bachtiar Siagian. Film ini dibintangi antara lain oleh Nizmah dan Omar Bach.

Film : Turang

Sutradara : bachtiar Siagian

Produser : Abubakar Abdy

Penulis : Bachtiar Siagian

Pemeran :

Nizmah
Omar Bach
Ahmadi Hamid
Hadisjam Tahax
Tuahta Perangin-angin
Zubier Lelo

Distributor : Rentjong Film Corp

Yayasan Gedung Pemuda Medan (Refic Film)

Durasi : … menit

Tahun : 1957

Negara : Indonesia

Penghargaan : Pekan Apresiasi Film Nasional 1960

Sutradara Terbaik : Bachtiar Siagian
Pemeran Pendukung Pria Terbaik : Ahmad Hamid

Film ini dinobatkan sebagai film terbaik dalam Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 1960. Film Turang mengambil seting di Desa Seberaya dan desa lainnya di Kabupaten Karo.

SINOPSIS

Kisah perjuangan gerilya melawan Belanda di Tanah Karo (Sumatera Utara), khususnya di Seberaja, kampung yang pernah jadi pusat komando. Wakil komandan Rusli (Omar Bach) yang terluka diserahkan perawatannya kepada Tipi (Nizmah), adik anggota gerilyawan Tuah (Tuahta Perangin-angin), maka terbitlah jalinan cinta antara Rusli dan Tipi, namun keadaan tidak memungkinkan mereka terus bersama. Serangan Belanda, atas petunjuk mata-mata Belanda, Dendam (Hadisjam Tahax), memaksa pasukan terus berpindah-pindah untuk melaksanakan perang bergerilya.

Saat ini tidak diketahui lagi keberadan film ini, kemungkinan sudah dimusnahkan karena Sutradara Bachtiar Siagian dicap sebagai pengikut komunis (PKI).

Turang dalam bahasa Karo berarti Saudara yang berlainan jenis kelamin tetapi semarga, dalam bahasa Batak Toba disebut Ito. Turang juga biasa disebutkan sebagai panggilan yang sopan kepada orang yang belum dikenal namun kira-kira sebaya dan berlainan jenis kelamin.

OH TURANG

Karya Sersan Mayor Hasyim Ngalimun

Oh Turang Turangku turang
Ijadah deleng erdilo
Megersing Pagena mejile
Ijadah me kap sapo terulang
Kutimai kam Turangku turang
Oh Turang turangku turang
Ijadah me kap kam kutimai
Cirem nari ukurku o turang
Seh ulina o turangku turang

Reff

Kubayu tanda mata mejile
Man inget ingetenta duana
Oh turang turangku turang
Begiken sorangku o turang
Oh turang tedeh kal ateku
Ijadah me kap kam kutimai
Aloi aku turangku turang

sumber: wikipedia.or
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Silahkan klik di bawah ini :

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Penting, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

GOOGLE TETAP BISA MELACAK ANDA WALAU FITUR LOKASI SUDAH DINONAKTIFKAN

Sebuah penelitian yang dilakukan kantor berita Associated Press menyebutkan, Google tetap bisa melacak keberadaan para penggunanya meski mereka telah menonaktifkan lokasi pada ponsel.

Masalah ini dapat memengaruhi hingga dua miliar perangkat Android dan Apple yang menggunakan Google untuk peta atau penelusuran.

Kajian yang diverifikasi oleh para peneliti di Universitas Princeton, membuat para pembuat kebijakan hukum di AS marah.

Menanggapi hal itu, pihak Google mengatakan mereka justru ingin memberikan gambaran yang jelas tentang perangkat tersebut dan cara mematikannya.

Dalam kajian itu disebutkan bahwa, keberadaan para pengguna akan tetap terlacak walaupun mereka tidak mengaktifkan lokasinya.

Contohnya:

Google menyimpan catatan tentang keberadaan Anda ketika Anda membuka aplikasi Map atau Peta.
Pembaruan cuaca otomatis pada ponsel Android menunjukkan secara kasar di mana pengguna berada.
Pencarian yang tidak ada hubungannya dengan lokasi, menentukan garis bujur dan lintang pengguna dengan tepat.

‘Agak licik’

Untuk menggambarkan efek penanda lokasi ini, AP membuat sebuah peta visual yang menunjukkan pergerakan seorang peneliti Princeton, Gunes Acar, yang mematikan fitur lokasi pada ponsel Androidnya.

Dalam peta tersebut, Acar terdeteksi melakukan perjalanan dengan kereta cepat di sekitar New York, mengunjungi taman High Line, Pasar Chelsea, Hell’s Kitchen, Central Park, dan Harlem. Tak hanya perjalanan, peta tersebut juga mengungkap alamat rumah Acar.

Agar Google berhenti menyimpan semua penanda lokasi ini, para pengguna harus mematikan pengaturan lain yang disebut Web and App Activity, yang aktif secara default dan tidak menyebutkan data lokasi.

Penonaktifan ini akan mencegah Google menyimpan informasi yang dihasilkan oleh pencarian dan aktivitas lain yang dapat membatasi efektivitas bantuan digitalnya.

“Anda mengira bahwa memberi tahu Google bahwa Anda tidak ingin lokasi Anda dilacak dengan menonaktifkan pilihan “Location History ” akan menghentikan raksasa internet itu menyimpan data tentang lokasi Anda,” tulis peneliti keamanan Graham Cluley di blognya.

“Bagi saya Google agak licik karena terus menerus menyimpan data lokasi, kecuali jika Anda menonaktifkan “Location history” dan” Web & App Activity.”

Menanggapi hal ini, Google mengatakan kepada kantor berita AP: “Ada sejumlah cara yang berbeda bagi Google dalam menggunakan fitur lokasi untuk meningkatkan pengalaman orang, di antaranya: Location History, Web and AppActivity, dan Location Services.

“Kami memberikan penjelasan tentang perangkat ini, dan kontrol yang kuat sehingga orang dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya, serta menghapus jejak lokasi mereka kapan saja.”

Praktik perusahaan

Setelah melakukan riset, AP menciptakan panduan untuk menunjukkan kepada para pengguna cara menghapus data lokasi.

Saat AP menyampaikan hasil penelitian, senator Demokrat Mark Warner menuduh perusahaan teknologi itu menjalankan “praktik perusahaan yang berbeda jauh dari harapan pengguna mereka yang benar-benar masuk akal”.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Frank Pallone, menyerukan “undang-undang privasi dan keamanan data konsumen yang komprehensif”.

Di Inggris, juru bicara Kantor Komisi Informasi mengatakan kepada BBC: “Di bawah GDPR dan UU Perlindungan Data 2018, berbagai organisasi memiliki kewajiban hukum untuk terbuka, transparan dan adil dengan publik tentang bagaimana data pribadi mereka digunakan.

“Siapa pun yang memiliki kekhawatiran tentang bagaimana sebuah organisasi menangani informasi pribadi mereka dapat menghubungi ICO.”

Sebelumnya, sejumlah perusahaan teknologi diserang karena tidak blak-blakan menjelaskan pengaturan privasi dan cara menggunakannya.

Pada bulan Juni, laporan dari Norwegian Consumer Council menemukan bukti bahwa berbagai pilihan soal privasi disembunyikan atau dikaburkan.

Iklan berbasis lokasi menawarkan peluang besar bagi para pelaku pasar. Menurut lembaga riset BIA / Kelsey, berbagai pemegang merek AS siap untuk menghabiskan biaya hingga US$20,6 miliar (atau Rp371 triliun) pada iklan seluler yang ditargetkan pada tahun 2018.

Sejak tahun 2014, Google telah mengizinkan para pengiklan melacak keefektifan iklan daring dengan fitur berdasarkan data footfall, yang bergantung pada riwayat lokasi.
sumber: bbc.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita, Informasi Penting | Leave a comment

KETIKA PAK MAHFUD CURHAT..

Video curhatnya pak Mahfud MD di ILC lewat di beranda beberapa kali..

Ia bercerita tentang kronologis situasi yang membuatnya tidak terpilih menjadi Cawapres Jokowi. Bahkan pak Mahfud menyebut nama-nama yang membuatnya sakit hati, meski ia ucapkan dengan nada tertawa, tapi kita merasakan getirnya nada yang tidak bisa disembunyikannya..

“Saya tidak kecewa. Saya hanya kaget..” Begitu katanya berulangkali. Pernyataan yang bertolak belakang dengan kenyataan. Jika hanya kaget, ia tidak mungkin curhat sepanjang itu di depan televisi nasional lagi. Ia kecewa. Sangat kecewa. Hanya saja ia ingin tampak gagah menceritakannya..

Apakah saya ikut trenyuh mendengarkan curhat beliau ? Sebagian diri saya mungkin, tapi sebagian lagi ternyata tidak..

Saya trenyuh, karena saya pasti akan kecewa ketika diangkat, terus dibanting lagi seperti yang didapatkan pak Mahfud MD.

Tapi jika saya seorang Mahfud MD, saya tidak akan mungkin curhat sepanjang itu, disebuah televisi nasional, yang jelas pro pada lawan politik Jokowi, dan membuka aib dimana saya akan menjadi tim suksesnya nanti.

Pahit memang. Tetapi pahit itu harus saya telan dan tidak mungkin saya ungkapkan kedepan publik, apalagi dengan sorot kamera yang terus mencari celah untuk membuat drama supaya situasi makin berpihak kepada lawan politik orang yang harus saya sukseskan nanti.

Setidaknya jika saya seorang Mahfud MD, saya akan bicara dengan gagah, dan penuh senyum bicara bahwa itu strategi politik saja supaya pihak lawan salah memilih pasangan.

“Dan kami berhasil…” begitu kata saya jika saya Mahfud MD didepan stasiun televisi dengan penuh kemenangan, yang membuat lawan jatuh mental. Karena saya tahu, bahwa pilpres ini adalah pertarungan, jadi yang harus saya pompakan ke pemilih Jokowi nantinya adalah kekuatan, bukan pelemahan.

Kenapa ? Karena saya setuju menjadi tim sukses beliau, jadi harus berbicara untuk kemenangan beliau. Beda jika saya adalah tim sukses lawan, saya akan membuka aib itu segamblang-gamblangnya untuk menghancurkan nama Jokowi karena perilaku koalisinya.

Pak Mahfud jujur, itu sangat bagus. Tetapi politik membutuhkan strategi dan saya rasa itu yang pak Mahfud tidak punyai. Kapan saat kita bicara, kapan saat kita tampil, dan apa narasi yang harus kita bawakan, itu yang penting.

Saya juga harus jujur seperti pak Mahfud, bahwa sesudah beliau curhat panjang didepan televisi, saya malah bersyukur beliau tidak terpilih jadi Wapres. Maaf, ya pak..

Saya sulit membayangkan, ketika banyak langkah pak Jokowi yang tidak sesuai dengan beliau saat menjadi Wapres, pak Mahfud akan curhat lagi ke media mengungkapkan kekecewaannya. Dan itu berbahaya, karena seperti dua kepala bertolak arah. Bahkan bisa jadi malah ada “matahari kembar” di pemerintahan..

Mungkin ada saatnya peristiwa menyakitkan dibuka. Misalnya ketika sudah pensiun dari politik dan menulis buku tentang “apa yang sebenarnya terjadi dan tidak terlihat didepan publik”. Setidaknya itu menunjukkan kelas kita sebagai seorang yang mengemban tugas yang diberikan.

Menjadi tokoh itu sulit. Tetapi menjadi negarawan itu jauh lebih sulit.

Saya ingat film The Sum of All Fears, ketika Presiden Rusia ditanya oleh ajudannya, “kenapa mengakui didepan publik bahwa engkau membom Cechnya padahal bukan kau yang melakukannya ?”

Presiden Nemerov berkata, “Lebih baik orang melihat saya kejam, daripada mereka melihat saya lemah..”

Saya rasa secangkir kopi bisa menjadi pelajaran, bahwa pahitnya adalah kejujuran yang harus kita rasakan, tetapi kita bilang ke semua orang, “kopi ini nikmat sekali..”

Seruput..

Denny Siregar

fb Denny Siregar
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

INILAH KENAPA AKU HARUS PILIH JOKOWI…

Coba baca 47 dari lebih banyak lagi Prestasi Kepemimpinan Presiden Jokowi untuk memakmurkan rakyat dan kemajuan NKRI.

1. Membubarkan PETRAL yg bisa hemat anggaran sbsr Rp.250 miliar/hari.

2. Mencabut subsidi BBM, sehingga dananya dapat digunakan untuk berbagai hal yg produktif.

3. Meresmikan pembuatan jalan toll Trans Sumatera tahap I dari Lampung – Palembang – Indralaya.

4. Meresmikan dimulainya pembangunan PLTU Batang, Jawa Tengah dgn Kapasitas 2.000 MW yg mangkrak selama empat tahun.

5. Dimulainya pengairan Waduk Jatigede, Sumedang yg berfungsi untuk mengendalikan banjir di Indramayu, pengairan sawah sawah di Jawa Barat serta pembangunan PLTA dgn kapasitas 110 MW.

6. Pada Tanggal 09-09-15 dimulainya pembangunan jalur LRT jurusan Cibubur – Cawang dan Bekasi Timur – Cawang (info : Kemen PUPR).

7. Pada Tanggal 21-09-15, peresmian dioperasikannya Bor Raksasa untuk membuat terowongan dalam tanah guna jalur MRT trayek Lebak Bulus – KebayoranBaru – Senayan – Bundaran Hotel Indonesia.

8. Pemerintahan Jokowi menggelontorkan dana sbsr Rp.16 triliun untuk membangun infrastruktur di perbatasan Kalimantan dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat.

9. Pembangunan Pelabuhan Laut dalam di Papua : Sorong, Manokwari, Jayapura dan Merauke, serta infrastruktur pembuatan jalan yg menghubungkan kota kota di Papua.

10. Perusahaan Saudi Arabia ARAMCO akan membangun Kilang Minyak serta Storage BBM di Indonesia senilai Rp.140 triliun yg selama ini pembangunan Kilang Minyak tidak pernah terwujud sejak era Soeharto.

11. Dengan beroperasinya pada bln Nopember 2015 ini unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di Cilacap Jateng dan Kilang TPPI di Tuban Jatim, maka Import BBM Premium bisa berkurang 30% atau Negara bisa hemat Rp.150 M/hari, atau setara dgn 100 ribu Barrel per hari.

12. Kasus Lumpur Lapindo yg selama 8 tahun tidak selesai di era SBY, oleh Jokowi hanya dalam kurun waktu 8 bulan rampung ganti rugi semuanya diterima warga Sidoarjo.

13. Komite Explorasi Nasional (KEN) yg dibentuk pemerintah Jokowi pada tgl.12 Juni-2015 telah menemukan cadangan Minyak dan Gas di Indonesia Timur sebesar 5.2 miliar barrel untuk minyak sebanyak 2.7 miliar barrel dan untuk Gas14.TCF Gas.

14. Pemerintah targetkan pekerjaan Tol Trans Papua dirancang sepanjang 4.320 Km (Sorong – Manokwari – Wamena – Jayapura – Merauke) (Timika – Oksibil) tersambung pada tahun 2018 (info : Men PUPR Berita Satu TV-14.10.15)

15. Satu tahun Jokowi memimpin sudah membuat jalan Tol sepanjang 132.35 Km

16. Izin investasi untuk para investor yg ingin menanamkan modalnya di Indonesia di era SBY harus menunggu sampai 2 tahun (536 hari) Tetapi di era Jokowi urus Izin Investasi cukup dgn 3 jam.

17. Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No.115 tahun 2015 untuk Kementrian KP yg isinya tidak perlu ke Pengadilan lagi jika Satgas Ilegal Fishing menangkap Kapal Asing Pencuri Ikan bisa langsung tenggelamkan.

18. Dalam kurun waktu 9 bulan Jokowi bisa membayar sebagian hutang warisan peninggalan SBY sbsr Rp.293 triliun.

19. Sejarah baru Indonesia, dalam waktu 9 bulan Investasi masuk Rp.400 triliun, Jokowi memang ber keinginan kuat untuk membuat Indonesia sejahtera.

20. Mulai beroperasinya 6 rute Tol Laut Jokowi dari Tanjung Priok – Papua. Tanjung Priok – Natuna. Tanjung Perak – ke seluruh pelabuhan di NTT dan seluruh pelabuhan di Maluku serta seluruh pelabuhan di Papua dan Papua Barat.

21. Dalam satu tahun pemerintahan Jokowi sedang proses pekerjaan pembangunan 15 Bandara baru di wilayah terluar Indonesia, diantaranya Bandara di Miangas, Manokwari, Berau, Tual, Palu, Maumere, Tarakan, Aceh Tengah, Wakatobi , dll.

22. Pemerintahan Jokowi selama satu tahun dapat menurunkan Import Premium sbsr 37% dari semula 378.5 ribu BPH turun jadi 236 ribu BPH. Begitu juga dgn Solar importnya turun sebesar 84% dari semula sejumlah 121.3 ribu BPH turun menjadi 20.ribu BPH.

23. Setelah 40 tahun Presiden Italia tdk ke Indonesia datang menemui Presiden Jokowi tanggal. 9-11-15 untuk menandatangani MOU investasi sebesar USD.1,055 M atau setara dgn Rp.140 triliun dalam bidang Logistik, Industri Kulit, Industri Otomotif dan Furniture.

24. Presiden Jokowi meresmikan pabrik Pupuk terbesar di Asia Tenggara Pupuk Kaltim 5 Bontang dgn kapasitas produksi Ammonia 825.000 Ton per tahun dan produksi Urea 1.155.000 Ton per tahun, serta dimulainya pembuatan jalur Kereta Api Trans Borneo.

25. Keputusan besar telah diambil Presiden Jokowi, yaitu tidak lagi memperpanjang kontrak Freeport yg telah 45 tahun menggali Emas di Papua.

26. Jokowi Tanggal.25.11.2015 meresmikan pembuatan jalur rel kereta cepat Makassar-Pare Pare, diharapkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi Kereta Api Trans Sulawesi dari Manado ke Makassar.

27. Ground breaking pembangunan jalur Kereta Cepat, Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat.

28. Program pembangunan 1 juta rumah untuk rakyat, akhir Januari 2016 sudah terbangun 700 ribu unit rumah.

29. PLN mulai bln Februari.2016 menurunkan lagi tarif Listrik dgn daya dari 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA dan 4400 VA.

30. Kapal khusus angkut Sapi Camara Nusantara I, berhasil angkut 500 ekor Sapi ke Jakarta dari NTT & NTB, diusahakan setiap bln bisa angkut 1.000 ekor sapi.

31. Sejak 50 tahun lalu Warga Sulawesi Utara dan Gorontalo kekurangan Listrik, sekarang sudah bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam mulai Januari 2016 karena PLTG Apung yg dikirim Jokowi bln Desember 2015 sudah berfungsi full berdaya 120 MW.

32. Sebanyak 2.519 Desa di Indonesia Timur akan mendapatkan aliran Listrik di tahun 2016 – info : Kemen ESDM 18-12-2016.

33. Hari ini tgl.29.02.2016 sebanyak 3.898 rumah tangga di Sorong telah bisa menikmati Gas Alam untuk memasak.

34. Presiden Jokowi programkan dari tahun 2014-2019 akan membangun 49 waduk di seluruh Indonesia untuk mengairi persawahan, tahun 2015 sedang dikerjakan 13 Waduk dan tahun 2016 sedang dikerjakan 8 waduk.

35. Waduk yg sedang di kerjakan sejak tahun 2015 : Waduk Raknamo – Kupang. Waduk Pidekso – Wonogiri. Waduk Logung – Kudus. Waduk Lolak – Boolang Mongondow. Waduk Kruereto – Aceh. Waduk Passaloreng-Wajo. Waduk Tanju-Dompu NTB. Waduk Bintang Bano-Sumbawa Barat. Waduk Mila-Dompu NTB. Waduk Kairan – Lebak. Waduk Tapin – Tapin Kalsel. Waduk Rotiklot – Belu NTT. Waduk Telaga Jawa – Karang Asem Bali.

36. Waduk yg mulai dikerjakan tahun 2016 : Waduk Rukoh – Aceh. Waduk Sukoharjo – Lampung. Waduk Kuwil Kawangkoan – Sulut. Waduk Ladongi-Sulawesi Tenggara. Waduk Ciawi – Jawa Barat. Waduk Sukamah i- Jawa Barat. Waduk Leuwikeris – Jawa Barat. Waduk Cipanas – Jawa Barat.

37. Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan MPP di Kab.Bangka untuk pembangkit Listrik dgn daya 350 MW guna kebutuhan Regional Sumatera – Yaitu : Bangka – Belitung – Lampung – Nias – Duri Riau – Medan. Tanggal 01-06-2016.

38. Presiden Jokowi meresmikan PLTMG Arun dgn daya listrik 184 MW untuk kebutuhan warga Lhokseumawe. Tanggal 02-06-16.

39. Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan Mobile PP 4×25 MW di Kab.Mempawah. Kalbar Tgl.02-06-16.

40. Melalui video konferensi Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTU Ketapang dgn daya 20 MW. Tanggal.02-06-16.

41. Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTG Paguat Pohuwato di Gorontalo dgn daya 100 MW. Tanggal :03-06-16.

42. Presiden Jokowi ground breaking pembangunan PLTU unit IV Lontar di Kronjo Banten dgn daya 1×315 MW. Tanggal 10-06-16.

43. Presiden Jokowi meresmikan pembangunan MPP Jeranjang PLTG berdaya 2×25 MW di Gerung Lombok Barat NTB. Tanggal 11-06-16.

44. Jokowi menambah Terminal 3 Bandara Soetta Ultimate International yg bisa angkut penumpang 25 juta orang mengungguli Bandara Changi Singapore.

45. Setelah Indonesia merdeka 71 thn baru di era Jokowi warga perbatasan di Krayan Nunukan bisa beli Solar Pertamina dgn subsidi khusus seharga Rp.5.150,- per liter.

46. Warga Sungai Mandau, Kab.Siak selama 71 tahun baru saat ini menikmati aliran Listrik.

47. Warga Kab. Puncak Jaya Papua selama 71 tahun di era Jokowi ini dibangun SPBU pertama dgn harga Premium yg semula Rp.50 ribu, bisa turun ke Rp.6.500 per Liter.

fb Serba Serbi Jokowi

Posted in Berita | Leave a comment

AHOK MEMANG LUAR BIASA

Pernahkah Anda membayangkan untuk menjadi Ahok meskipun hanya sedetik?

Harus diakui secara jujur dan jika mengingkarinya, Anda berarti termasuk golongan “kapirun” dan “munapikun”, tidak banyak tokoh dimanapun yang memiliki kualitas seperti dia.

Ia dihujat, dicaci-maki, difitnah, didemo berjilid-jilid oleh 7 juta umat, dan bahkan diancam bunuh. Ia juga dipaksa turun dari gubernur, dan pada waktu nyagub, orang-orang diteror untuk tidak memilihnya. Mereka mengancam akan menelantarkan mayat-mayat yang sewaktu hidupnya (atau bahkan anggota keluarga si mayat) memilih Ahok untuk tidak disolati. Mereka mengancam akan “meng-Mei 1998”-kan jika Ahok terpilih jadi gubernur.

Ahok hadapi sendiri semua itu. Pantang kabur, pantang ngumpet, pantang “umroh” ke Yarusalem, pantang pura-pura sakit, pantang menabrakkan diri ke tiang listrik, pantang akting gila dan lupa ingatan, pantang mencari-cari alasan dizalimi atau dikriminalkan, meskipun ia jelas-jelas dizalimi dan dikriminalkan.

Ia terima segala kezaliman yang dialamatkan kepadanya dengan lapang dada. Ia terima keputusan pengadilan yang penuh dengan intrik dan rekayasa itu dengan jiwa besar.

Jika semua itu menimpa pada diri Anda, sanggupkah Anda menghadapinya? Saya pun mungkin tak sanggup.

***

Yang membuat saya semakin mengagumi Ahok, meskipun saya belum sempat menemuinya, adalah ia tidak marah, ngambek, mutung, apalagi balas dendam dengan orang-orang yang pernah menyakiti dan menzaliminya. Ia bahkan memaafkan mereka semua.

Ahok tetap menggunakan akal sehat, hati nurani, dan kepala jernih dalam membaca sesuatu dan menyikapi fenomena sosial yang terjadi di Indonesia.

Ahok tetap mengedepankan kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat luas ketimbang ego dan keakuannya.

Sikap Ahok ini jauh berbeda dengan sejumlah tokoh lain yang ngambek, marah, mencak-mencak, dan bahkan memaki-maki kesana-kemari kepada orang-orang yang dianggap “menjatuhkannya”, hanya lantaran hasrat, keinginan, dan ambisinya tak terpenuhi. Hanya gagal menjadi calon wakil ketua kelas saja, ada yang ngamuk dimana-mana.

Inilah bedanya “negarawan ori” dengan “negarawan KW”. Ahok adalah contoh dari “negarawan sejati” yang sulit dicari padanannya, apalagi di saat negara ini sedang mengalami paceklik kader dan tokoh idealis. Kalau hanya mengaku-aku “tokoh nasional”, Indonesia punya segambreng!

***

Jika Anda mengaku sebagai Ahoker, maka jangan hanya bersimpati saja dengan apa yang menimpa Ahok tetapi tirulah sikap kenegarawanannya yang lebih mementingkan kepentingan bangsa dan masyarakat banyak ketimbang diri sendiri, keluarga, atau kelompoknya.

Jika Anda mengaku sebagai “pengikut” setia Ahok tetapi berjiwa kerdil, maka Anda sejatinya adalah “Ahoker KW”. Ini sama seperti orang yang mengklaim sebagai pengikut Muhammad, Yesus, Sidharta, Konfusius, dlsb tetapi tidak pernah mencontoh akhlak atau moralitas beliau-beliau, maka sejatinya adalah seorang Muslim KW, Kristen KW, Budha KW, Konghucu KW, begitu seterusnya.

Semoga Ahok diberi umur panjang sehingga bisa mengabdi kembali untuk negeri yang memang membutuhkan “sentuhan magis” tangan-tangan orang hebat seperti dirinya, bukan sentuhan tangan orang-orang jahat, bahlul, licik, dan serakah seperti orang-orang onoh.🤔

Sumanto Al Qurtuby
Jabal Dhahran, Jazirah Arabia

fb Sumanto Al Qurtuby
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PKS PAN DIBAYAR 500 M, TAK SADAR MASUK JEBAKAN MEMATIKAN

Alifurrahman – Negeri ini berdiri dengan sejarah perjuangan dan musyawarah. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara melalui musyawarah panjang. Pembuatan undang-undang bahkan sampai sekarang masih menggunakan musyawarah mufakat.

Dengan banyaknya partai politik saat ini, musyawarah sangat diperlukan untuk membuat kebijakan atau keputusan. Jokowi misalnya, 2014 lalu maju sebagai Capres, merupakan hasil musyawarah Ibu Megawati dengan petinggi partai PDIP. Padahal sebenarnya Bu Mega bisa saja tetap maju sebagai Capres melawan Prabowo. Begitu juga dengan JK sang Wapres hingga saat ini, dia dipilih berdasarkan musyawarah partai koalisi. Maruf Amin pun kurang lebih sama, Kiai dipilih oleh partai-partai pengusung untuk mendampingi Presiden Jokowi hingga 2024.

Tapi hal ini berbeda dengan kubu lawan, Prabowo memilih Sandiaga berdasarkan kesiapan uang. Sebenarnya tidak ada yang wah dengan hal ini. sudah biasa. Prabowo selalu menilai orang dari uangnya. Buktinya La Nyalla, ditanyai uang 200 miliar rupiah untuk mendapat rekomendasi sebagai Cagub Jatim. Yang membuatnya luar biasa adalah, karena dua partai politik dengan basis suara Islam, pada akhirnya mau dibeli dengan harga murah, hanya 500 M.

Secara nominal, 500 miliar itu memang banyak. Cukup lah buat anggaran kampanye 2019 dan menempatkan kadernya di legislatif. Tapi nyatanya itu merupakan jebakan yang sangat mematikan.

Uang 500 miliar untuk PAN dan PKS bukan lagi sebuah isu atau gosip, ianya sudah dikonfirmasi oleh Sandiaga sendiri. Menurut Sandiaga, niatnya bukan sebagai mahar, tapi biaya kampanye untuk partai pengusung.

Apa kerugian atau konsekuensi PAN dan PKS yang telah menerima uang 500 miliar dari Sandiaga?

Pertama, uang 500 miliar untuk dua partai Islam ini akan menjadi catatan sejarah yang mustahil dihapus. Kini satu Indonesia tahu bahwa PAN dan PKS bisa dibeli. PKS yang mengusulkan 9 nama Cawapres dan PAN yang mengusulkan Somad atau Zulkifli, pada akhirnya manggut-manggut saja setelah ditabok uang sekardus.

Sehingga di 2024 nanti Sandiaga atau siapapun yang berminat menjadi Capres atau Cawapres lagi, kemungkinan besar juga akan melakukan cara-cara yang sama. Nabok partai pakai uang berkardus-kardus. Nyoh, nyoh, nyoh.

Kedua Prabowo dan Sandiaga adalah sama-sama dari Gerindra. PAN PKS dan Demokrat sebagai partai pendukung seolah tak punya panggung sama sekali. Sehingga kemungkinan besar semua partai oposisi, selain Gerindra, akan mengalami penurunan suara.

Di 2014 lalu sudah terbukti suara PKS turun, Demokrat anjlok. Itu semua karena dua partai ini hanya jadi penggembira, tidak menempatkan kadernya sebagai pasangan Capres dan Cawapres. Bahwa Golkar tetap stabil, saya yakin itu karena faktor ketokohan seorang JK. Golkar di KMP hanya gerbong kosong.

Di 2019 akan menjadi catatan menarik. Karena di koalisi oposisi, hanya ada kader dan ketum Gerindra. Berbeda dengan koalisi pemerintahan, Jokowi dari PDIP, sementara Maruf memiliki sejarah panjang dengan PPP dan PKB, dua partai yang pernah mengantarkannya ke kursi legislatif.

Ditambah dengan peliknya permasalahan internal PKS. Kasus pemecatan sepihak terhadap Fahri berujung denda 30 miliar kepada PKS. Fahri bahkan mengancam akan menyita gedung DPP PKS di Simatupang jika uang tersebut tidak dibayarkan. Sekilas terlihat satu orang Fahri mampu mengalahkan seluruh pengurus PKS. Tapi nyatanya, Fahri tidak sendiri, dia didukung oleh banyak rezim PKS lama.

Kasus internal PKS ini bahkan sempat membuat Fahri yakin partainya akan tenggelam di 2019 nanti. Dan kita yang melihat itu semua, jelas merasa bahagia. Bagi kita, tak ada yang lebih membahagiakan dari hilangnya PKS dari bumi Indonesia.

Dengan mendukung Sandiaga sebagai Cawapres, ditambah kasus internal masing-masing partai, rasanya bukan sebuah hal yang luar biasa kalau PKS benar-benar akan menyusul PBB, gurem.

Ketiga Kecemburuan sosial. Setelah menerima 500 M, jelas internal kader akan semakin dinamis. Sebagian akan menuntut bagian, sementara sisanya tak akan terlalu militan untuk memenangkan partainya. Sebab mereka sadar ini sudah bukan soal ideologi, visi misi ataupun dakwah, ini tentang nominal rupiah.

Dengan tiga konsekuensi logis tersebut, bisa dibilang PKS dan PAN memiliki semua syarat untuk tenggelam di 2019. Sebagian besar suara akan masuk ke Gerindra, karena telah berhasil mengusung Ketum dan Kadernya sendiri. Sisanya minggat ke Jokowi Maruf, berlabuh di PKB dan PPP, atau partainya anak-anak muda, PSI.

Jika saya punya logistik sebanyak Sandiaga, jelas saya akan melakukan hal yang sama. Beli partai dan maju sebagai Capres atapun Cawapres 2019. Menang kalah tak jadi soal. Karena ini adalah investasi politik jangka panjang. Sehingga di 2024 nanti Sandiaga akan menjadi satu-satunya peserta Pilpres yang sudah memiliki pengalaman dan basis suara tersendiri. Mungkin juga tak akan tertandingi oleh nama-nama lain.

Dan Prabowo yang memasuki usia senja, tak akan punya banyak pilihan. Anaknya tak bisa diandalkan, jauh dibanding AHY atau Ibas di Demokrat yang masih bisa dipaksakan jadi pengurus partai. Satu-satunya pilihan ya Sandiaga lagi, sebagai Ketum Gerindra 2024 atau entah kapanlah, setelah Prabowo tak bisa memimpin lagi.

Jika melihat ‘keuntungan’ yang didapat Sandiaga dan Gerindra, jelas 1 triliun rupiah itu tak ada apa-apanya. Dan sepertinya PAN serta PKS tidak menyadari hal ini. Begitulah kura-kura.

Alifurrahman

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment