PULUHAN RIBU WARGA KARO SIAP DIKERAHKAN LINDUNGI BABI PANGGANG KARO

IMANUEL SITEPU-MEDAN. Bila Simsu Bukit mengatakan akan mengerahkan warga Suku Karo untuk menggeruduk (ngugur) Kantor Bupati Deliserdang, sedikit beda dengan yang dilontarkan oleh Ketua DPP Pemuda Merga Silima (PMS) Sumut, Paham Sebayang.

Paham Sebayang menyebutkan kisaran jumlahnya. Menurut Sebayang mergana ini, jika Pemkab Deliserdang jadi mencabut izin RM BPK (Babi Panggang Karo) Tesalonika, pihaknya akan menurunkan puluhan ribu massa untuk menggelar aksi.

“Jangan hanya akibat ulah segelintir Ormas dan antek-anteknya, izin RM BPK Tesalonika dicabut. Apabila RM BPK Tesalonika ditutup secara sepihak, kita dan puluhan ribu anggota siap turun ke Kabupaten Deliserdang untuk menuntaskan masalahnya,” kata Paham kepada Sora Sirulo kemarin [Minggu 24/7].
sumber: sorasirulo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

FPI PROTES BABI PANGGANG KARO, JOSUA SIREGAR SURATI JOKOWI

Protes sejumlah ormas Islam, termasuk Front Pembela Islam (FPI), atas berdirinya rumah makan Babi Panggang Karo (BPK) di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, banyak ditentang keras.

Josua Siregar, salah satu penentang, bahkan menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam tulisan terbukanya di grup Facebook ‘Kumpulan Batak Sedunia’, Josua menyebut FPI adalah biang keonaran.

“Bubarkanlah FPI itu pak. Please pak, biar enak dulu Bhineka kita seperti sediakala pak,” tulis Josua dalam postingan 23 Juli 2016 yang sudah dibagikan ratusan orang.

(BACA JUGA: Lapo Batak Justru Laris Manis di Bulan Puasa)
Demo FPI dkk protes rumah makan BPK/Facebook

Seperti diberitakan, usai salat Jumat (22/7), ratusan anggota dan simpatisan ormas Islam, termasuk FPI, menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Deliserdang.

(BACA JUGA: Heboh! Perempuan Berkerudung Jual Nasi Uduk Babi di Mal Jakarta)

Dalam orasinya, ratusan orang berpakaian putih-putih ini menuntut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang menutup rumah makan BPK yang berada di sekitar kantor Bupati Deliserdang maupun di Jalinsum. Mereka memberi tenggat waktu kepada Pemkab selama 3 hari ke depan.

Berikut surat terbuka lengkap Josua Siregar untuk Presiden Jokowi:

SURAT TERBUKA BUAT PAK JOKOWI

HORAS Pak JOKOWI

Namaku Josua Siregar pak. Asalku Medan, Sumatera Utara. Batak aku Pak. Dulu waktu Pilpres aku sempat jadi relawan Bapak jugak Pak. he-he-he.

Tapi bukan berarti ngadu-ngadu aku ini ya Pak. Gini pak, yang ku tahu udah ratusan tahun kota medan ini ada berbagai suku dan agama dan kami slalu damai2 ajanya antar umat beragama pak..tapi kini sejak ada FPI agak ribut-ribut kali jadinya kutengok semua Pak.

Aku agak sakit kali kepalaku liat aksi FPI akhir-akhir ini lha Pak. Serius. Kok makin aneh-aneh ku tengok orang-orang ini Pak. Rumah makan pun didemo.

Orang ini kurang kerjaan atau memang itu kerjaannya ya Pak?? Itu kan tempat orang carik makan dan itu rumah makan khas KARO pulak Pak. Kebetulan salah satu makanan favoritku juga pak. Tapi yang jadi masalah bukan karena makanan favoritku Pak.

Aku khawatirnya gini pak. Jangan pulak nanti terpancing emosi anak medan itu kan. Yang kutakutkan pulak sampek demo orang FPI ini ke TOBA sana, terus dilarang-larang orang BATAK makan saksang.

Nah, kalok itu sampe terjadi pak yah pasrah aja la kita pak. Tau la bapak kek mana kami Batak ini. Nanti kalok sampek FPI larang BATAK makan saksang kami gak akan tanya APA yang akan kami makan pak. Tapi yang akan jadi pertanyaan SIAPA yang akan kami makan???

Jangan pulak FPI ini jadi korban nanti kan pak. Itulah yang agak kukhawatirkan Pak. Jadi KUMOHON dengan sangat BAPAKKU JOKOWI YANG kami sayangi dan kami cintai.

Bubarkanlah FPI itu pak. Pliss Pak. Biar enak dulu BHINEKA kita seperti sediakala Pak… Mauliate Pak. HORAS

(Tanda baca dan salah ketik dalam surat aslinya telah diperbaiki tanpa mengubah substansi)
sumber: batakgaul

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

FPI PROTES BABI PANGGANG KARO, JOSUA SIREGAR SURATI JOKOWI

Protes sejumlah ormas Islam, termasuk Front Pembela Islam (FPI), atas berdirinya rumah makan Babi Panggang Karo (BPK) di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, banyak ditentang keras.

Josua Siregar, salah satu penentang, bahkan menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam tulisan terbukanya di grup Facebook ‘Kumpulan Batak Sedunia’, Josua menyebut FPI adalah biang keonaran.

“Bubarkanlah FPI itu pak. Please pak, biar enak dulu Bhineka kita seperti sediakala pak,” tulis Josua dalam postingan 23 Juli 2016 yang sudah dibagikan ratusan orang.

(BACA JUGA: Lapo Batak Justru Laris Manis di Bulan Puasa)
Demo FPI dkk protes rumah makan BPK/Facebook

Seperti diberitakan, usai salat Jumat (22/7), ratusan anggota dan simpatisan ormas Islam, termasuk FPI, menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Deliserdang.

(BACA JUGA: Heboh! Perempuan Berkerudung Jual Nasi Uduk Babi di Mal Jakarta)

Dalam orasinya, ratusan orang berpakaian putih-putih ini menuntut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang menutup rumah makan BPK yang berada di sekitar kantor Bupati Deliserdang maupun di Jalinsum. Mereka memberi tenggat waktu kepada Pemkab selama 3 hari ke depan.

Berikut surat terbuka lengkap Josua Siregar untuk Presiden Jokowi:

SURAT TERBUKA BUAT PAK JOKOWI

HORAS Pak JOKOWI

Namaku Josua Siregar pak. Asalku Medan, Sumatera Utara. Batak aku Pak. Dulu waktu Pilpres aku sempat jadi relawan Bapak jugak Pak. he-he-he.

Tapi bukan berarti ngadu-ngadu aku ini ya Pak. Gini pak, yang ku tahu udah ratusan tahun kota medan ini ada berbagai suku dan agama dan kami slalu damai2 ajanya antar umat beragama pak..tapi kini sejak ada FPI agak ribut-ribut kali jadinya kutengok semua Pak.

Aku agak sakit kali kepalaku liat aksi FPI akhir-akhir ini lha Pak. Serius. Kok makin aneh-aneh ku tengok orang-orang ini Pak. Rumah makan pun didemo.

Orang ini kurang kerjaan atau memang itu kerjaannya ya Pak?? Itu kan tempat orang carik makan dan itu rumah makan khas KARO pulak Pak. Kebetulan salah satu makanan favoritku juga pak. Tapi yang jadi masalah bukan karena makanan favoritku Pak.

Aku khawatirnya gini pak. Jangan pulak nanti terpancing emosi anak medan itu kan. Yang kutakutkan pulak sampek demo orang FPI ini ke TOBA sana, terus dilarang-larang orang BATAK makan saksang.

Nah, kalok itu sampe terjadi pak yah pasrah aja la kita pak. Tau la bapak kek mana kami Batak ini. Nanti kalok sampek FPI larang BATAK makan saksang kami gak akan tanya APA yang akan kami makan pak. Tapi yang akan jadi pertanyaan SIAPA yang akan kami makan???

Jangan pulak FPI ini jadi korban nanti kan pak. Itulah yang agak kukhawatirkan Pak. Jadi KUMOHON dengan sangat BAPAKKU JOKOWI YANG kami sayangi dan kami cintai.

Bubarkanlah FPI itu pak. Pliss Pak. Biar enak dulu BHINEKA kita seperti sediakala Pak… Mauliate Pak. HORAS

(Tanda baca dan salah ketik dalam surat aslinya telah diperbaiki tanpa mengubah substansi)
sumber: batakgaul

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

TERIMA KASIH, MBUE BUJUR FPI

Setelah dalam pekan ini sosial media khususnya dari daerah Medan dikagetkan dengan aksi demonstrasi FPI terhadap salah satu rumah makan khas Karo yang menawarkan menu Babi Panggang Karo (BPK), saya tertegun. Antara marah, muak dan bingung. Marah karena salah satu kuliner khas Karo yang merupakan masyarakat adat kami digugat kehadirannya di Deliserdang yang merupakan bagian dari tanah leluhur masyarakat Karo. Muak karena simbol agama lagi-lagi dipakai untuk menyingkirkan perbedaan. Bingung karena tumben warung makan BPK didemo. Apakah babi-babi yang dipanggang itu pernah punya salah atau membuat patah hati para pemrotes.

Pertanyaan lain menyusul karena bagaimana bisa Deliserdang yang banyak penduduknya adalah masyarakat Karo yang dikenal toleran bisa berubah mengikuti trend di Jawa. Orang-orang yang katanya beriman tiba-tiba menjadi tampil mengherankan. Bagaimana tidak heran. Saya sudah lama punya daftar heran terhadap orang yang mengaku beriman tetapi takut pada salib, sampai tiang listrik pun barangkali dianggap salib. Mengaku beriman tapi patung kok diancam dan diajak berantam. Mengaku beriman tapi suka mengobrak abrik warung makan. Nah, kali ini adalah daftar heran yang kesekian dan agak mencengangkan. Bagaimana Babi Panggang Karo yang sudah terpanggang sebegitu menakutkan bagi orang-orang ini. Kadang saya berpikir ini pasti bukan soal iman. Ini tentu sakit kejiwaan.

Sebab setahu saya tidak ada ajaran agama manapun yang menyuruh penganutnya memerangi warung makan Babi Panggang Karo. Dilarang mengkonsumsi rasanya tidak sama dengan dianjurkan melakukan demonstrasi. Dilarang mengkonsumsi, ya jangan konsumsi. Disebut najis ya jangan mendekati. Sangat simpel dan demikian iman menjadi matang teruji.

Agak butuh sehari semalam dengan memutar sedikit kompas kewarasan saya. Sampai akhirnya saya mengaku harus berterima kasih pada FPI. Pada pendemo yang sangat simpatik dan sangat-sangat peduli pada kuliner Karo. Sebuah aksi yang bahkan masyarakat Karo sendiri pun sulit melampauinya.

Bagaimanapun harus diakui bahwa FPI Deliserdang, Sumatera Utara telah jadi The Best Brand Endorser Ever untuk Babi Panggang Karo (BPK). Asosiasi BPK seluruh dunia pantas menimbang award yang akan diberikan pada mereka. Pemahaman mereka terhadap perilaku konsumen serta pengalaman panjang Market Research selama ini berhasil mendongkrak image kuliner Karo yang masih tertinggal jauh dari Rendang dan Sate Madura.

Ucapan terima kasih yang tulus (Mbue bujur, dalam bahasa Karo) sekali lagi dan tentu saja ini bisa jadi tips berharga bagi pebisnis pemula. Punya masalah dengan promosi dan pemasaran produk bisnis anda, hubungi FPI terdekat di kota anda.

Khusus pertanyaan si Babi dalam meme di akun Kang Hasanudin Abdurakhman, tentang satir Babi yang mengeluh mempertanyakan alasan diciptakannnya Orang Karo, akan diselesaikan secara adat. Antara majikan si Babi dan pemilik Warung BPK tanpa mengabaikan Hak Azasi Babi versi Kandang Agreement 20.16 terbaru.

Kalau jawaban kecil saya sebagai konsumen sih, orang Karo diciptakan untuk menyelesaikan kontroversi Babi secara beradab. Sebelum kelak Babi menjadi hewan langka dan menjadikannya BPK dianggap sebagai tindakan biadab.

Hidup FPI, Front Pemasaran Indonesia!

Mejuah-juah!
sumber: kompasiana

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

RAMPAS DOMPET WANITA DI CAKUNG, 2 PENJAMBRET KRITIS DIAMUK WARGA

Jakarta – Andi Subari (28) dan Bram (27) menjambret dompet seorang perempuan di Gang Wareng, RT 02/8 Cakung Barat, Jakarta Timur. Keduanya berhasil ditangkap dan dihakimi warga.

Kapolsek Cakung Kompol Armunanto Hutahean mengatakan kejadian berawal saat korban Sri (36) tengah dibonceng dengan sepeda motor. Saat berada di lokasi kejadian, tiba-tiba Sri dipepet oleh kedua pelaku menggunakan sepeda motor.

Kedua pelaku berhasil merampas dompet yang dipegang korban. Melihat dompetnya dirampas, kata Armunanto, Sri mengejar sambil berteriak dan sontak mengundang warga yang berada di sekitar lokasi.

“Pelaku ditangkap warga tak jauh dari lokasi. Keduanya diamuk warga dan saat ini kondisinya kritis,” kata Armunanto kepada detikcom saat dikonfirmasi, Minggu (24/7/2016).

Armunanto menurutkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi. Polisi yang datang di lokasi berhasil meredam warga yang emosi dan mengamankan kedua pelaku dari amukan warga. Selanjutnya kedua pelaku langsung dilarikan ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur karena kondisinya kritis.
Pelaku penjambretan diamuk warga di Cakung, Jakarta Timur.

“Barang bukti yang diamankan power bank, KTP, dan sebuah senjata tajam berupa pisau yang biasa digunakan pelaku,” imbuhnya
(jor/jor)
sumber: detik

Posted in Berita | Leave a comment

MARUARAR SIRAIT YAKIN MEGAWATI RESTUI AHOK, INI TIGA SINYALNYA

Panasnya Pilgub DKI

Jakarta – Politisi PDIP Maruar Sirait sudah mengambil sikap sejak awal mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI 2017, meski partainya belum mengambil keputusan. Ara begitu dia disapa, yakin pada akhirnya PDIP juga akan mendukung Ahok.

“Kalau sampai Ahok didukung PDIP yang tinggi suaranya di 2014, tidak ada kontestasi politik lagi. PDIP, Ahok, Teman Ahok bersatu tidak ada kontestasi politik. Itu pondasi utama. Tentu lawan PDIP dan Ahok berkepentingan secara politik,” ucap Maruarar Sirait.

Hal itu disampaikan dalam diskusi soal ‘Kinerja Pemerintah Dua tahun Pilpres di Kantor SMRC, Jl. Cisadane, Jakarta Pusat, Minggu (24/7/2016). Hadir Agun Gunanjar (Golkar) dan Burhanudin Muhtadi (pengamat).

Ara menuturkan bahwa sikap dukungan dirinya itu adalah keputusan pribadi, bukan partai. Dia menilai memang Ahok dengan kinerjanya selama ini layak untuk didukung kembali, karena itu Ara akan memperjuangkan agar PDIP juga dukung Ahok.

“Saya tidak takut kehilangan jabatan, lebih takut kehilangan kepercayaan. Pilihan politik itu akan dicatat sejarah,” kata anggota DPR RI itu.

Ara menyebut beberapa pihak tamaknya ada yang ingin memisahkan PDIP dengan Ahok, padahal selama ini Ahok sangat menghormati ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hubungan keduanya sangat baik.

“Ahok dengan Bu Mega sangat hormat, tidak ada statement dia (Ahok) yang tidak baik (kepada Megawati),” tutur Ara.

Politisi asal Sumut itu lalu menjelaskan bahwa Ahok sebenarnya sudah tahu apa yang akan diputuskan oleh Megawati untuk Pilgub DKI. Setidaknya ada 3 sinyal yang diberikan Mega untuk mendukung Ahok. Apa saja?

“Saat ultah Bu Mega, dia dapat tumpeng. Lalu dapat buku pertama di acara Museum Kota dan saat haul Pak Taufik saya melihat bagaimana hubungan yang sangat baik,” cerita Ara.

“Saya yakin secara substansi politik tidak ada yang sempurna, tapi ini kerjaan maestro. Endingnya ada titik di mana Bu Mega, Pak Jokowi, dan Ahok akan bertemu di titik yang sama,” pungkasnya.(bal/van)
sumber: detik.com

Posted in Berita | Leave a comment

ERUPSI GUNUNG SINABUNG, WISATAWAN DIIMBAU TIDAK BERAKTIVITAS DI DEKAT PUNCAK

Medan – Gunung api Sinabung di Sumatera Utara mengalami erupsi atau letusan gunung api. Kini status gunung tersebut menjadi Awas, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dekat puncak.

“Terjadi satu kali erupsi dengan tinggi kolom abu 2.000 meter, teramati guguran lava sejauh 1.200 meter ke arah Tenggara-Timur,” ujar Deputi Meteorologi BMKG Yunus Swarinoto dalam keterangannya yang diterima detikcom, Kamis (21/7/2016).

Dia mengatakan saat ini Gunung Sinabung berstatus awas. BMKG merekomendasikan agar masyarakat atau wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 Km dari puncak, dan masyarakat dalam jarak 7 Km untuk sektor Selatan-Tenggara, dalam jarak 6 Km untuk sektor Tenggara-Timur, serta dalam jarak 4 Km untuk sektor Utara-Timur Laut.

Dia mengimbau warga yang ada di sekitar Gunung Sinabung segera dievakuasi ke lokasi yang aman.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” ujar Yunus.

BMKG mengatakan saat ini di Sinabung bercuaca mendung, kondisi angin tenang dan suhu udara sekitar 16-18°C. Yunus melaporkan kondisi Gunung Sinabung pada hari ini sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

Sementara itu pada tanggal (20/7), di Gunung Soputan, Sulawesi Utara terjadi gempa tektonik sebanyak 3 kali, kini Gunung Soputan tertutup kabut. Gunung Soputan berada di tingkat waspada, di dominasi nois angin. Masyarakat diimbau tidak beraktifitas di dalam radius 1,5 km dari puncak dan didalam wilayah sektor arah barat-barat daya sejauh 2,5 km.

Gunung Api Gamalama, Ternate, Maluku Utara pada (20/7) kemarin juga mengalami gempa tektonik jauh. Gunung yang memiliki ketinggian 1.715 mdpl itu dalam level II atau waspada, masyarakat diimbau untuk tidak terlalu dekat puncak.

“Masyarakat di sekitar. Gunung Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendaki/beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari kawah puncak. Gunung Gamalama,” ujar KESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Pos Pengamatan Gunungapi Gamalama.
(dhn/dhn)
sumber: detik.

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kabupaten Karo | Leave a comment

KPK KEMBALI GARAP 4 ANGGOTA DPRD SUMUT

Jakarta|Harian88 – KPK kembali memeriksa sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara sebagai saksi suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho kepada sejumlah anggota DPRD Sumut, antara lain Ajie Karim Fraksi Gerindra, Airpay Tambunan, Iskandar Sakty Batubara dari Fraksi PAN dan Hasaiddin Daulay Fraksi PPP.

Penyidik juga memanggil Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumut Guntur Hasibuan.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, saksi itu akan diperiksa untuk tersangka anggota DPRD Sumut M Afan. “Mereka menjalani pemeriksaan untuk tersangka MA,” kata Priharsa, Jumat (22/7/2016).

KPK gencar menggarap anggota DPRD maupun pejabat Pemprov Sumut dalam kasus ini. Terlebih setelah KPK menetapkan tujuh tersangka baru penerima suap dari Gatot.

Empat anggota DPRD Sumut, Sri Kumala, Ramses Simbolon, Donald Lumban Batu serta Richard Pandapotan Sidabutar kemarin (21/7) juga dipanggil menjalani pemeriksaan.

Mereka diperiksa untuk tersangka suap laporan pertanggungjawaban 2012 dan 2014, persetujuan perubahan APBD 2013, pengesahan APBD 2014 dan 2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi 2015.

Tersangka terbaru adalah Muhammad Afan (anggota Fraksi PDI-P DPRD Sumut periode 2014-2019 dan wakil ketua DPRD Sumut periode 2009-2014), Budiman Nadapdap (anggota Fraksi PDI-P DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019), Guntur Manurung (anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019).

Lalu, Zulkifli Effendi Siregar (anggota Fraksi Hanura DPRD Sumut 2009-2014 dan wakil ketua DPRD Sumut 2014-2019), Bustami (anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014) serta Zulkifli Husein dan Parluhutan Siregar (anggota Fraksi PAN DPRD Sumut Periode 2009-2014 dan 2014-2019).(malaon)
sumber: harian88

Posted in Berita | Leave a comment

BAH! TOKOH MASYARAKAT H.A SIAHAAN BERI KADO “BABI PANGGANG” PADA BUPATI DAN DPRD

Lubuk Pakam|Harian88 – Gerak lajunya pembangunan segala bidang di Kabupaten Deli Serdang berkembang pesat, pada saat dipimpin beberapa Bupati sebelumnya. Namun beberapa tahun terakhir ini pembangunan di Deli Serdang terkesan lamban, sehingga tercermin potret Deli Serdang kusam tercium aroma tak sedap. Tepat 1 Juli 2016 besok (hari ini,red) Kabupaten Deli Serdang genap berusia 70 tahun.

“Selamat Dirga hayu Deli Serdang, saya selaku ketua Tokoh Masyarakat Deli Serdang, memberi penyampaikan kado sepesial “Babi Panggang Karo” kepada Bupati dan DPRD Deli Serdang. Babi Panggang Karo (BPK) saya berikan dalam pemberitaan dinilai sensitif, mengandung makna dan arti tersendiri bagi eksekotif dan legeslatif”. Ungkap H.Amir Siahaan yang juga Ketua Eksponen 66 Deli Serdang.

H. Amir Siahaan yang kini berusia 77 tahun sedang duduk nyantai dikediamannya jalan Kartini No: 1 Lubuk Pakam, menyapa wartawan. “Sekian lama kita tidak berjumpa karena saya sibuk beraktifitas, dalam pengurusan Masjid Jamik Lubuk Pakam dan aktifitas mengurus pesantren Mawariuss Salam di Kecamatan Batangkuis Deli Serdang, melalui jalan Provinsi lebih dekat dan lebih nyaman dari pada melalui Jalan negara Linjat Sumatra (Jalinsum) yang kini padat arus lalulintas, ucapnya.

Sesuai pengaduan warga masyarakat dari beberapa Kecamatan secara lisan, kawasan Jalan Negara dekat kantor Bupati dan kantor DPRD Deli Serdang tercium aroma tidak sedap. “Spontan saya melintas dan berulang kali saya kroscek, Masyah Allah bagaimana pola pikir dan kinirja Bupati H. Ashari Tambunan dan anggota DPRD Deli Serdang. Tidak terbayangkan dekat kawasan kantor Bupti dan DPRD Deli Serdang terdapat 10 unit rumah makan Babi Panggang Karo (BPK)”.

H. Amir Siahaan yang didengkot masyarakat menjadi Ketua Persatuan Batak Islam Indonesia (PBII) Deli Serdang menyatakan. “Terlepas ada tidaknya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin ramah makan BPK itu, hal tersebut sudah menjadi raport merah Bupati Deli Serdang H.Ashari Tambunan, dinilai tidak becus memimpin darah ini. Sebab tumbuh suburnya rumah makan BPK seperti cendawan tumbuh dimusim hujan,sejak Deli Serdang dipimpin Bupati H. Ashari Tambunan, tandasnya.

Bagaimana solusi menyikapi hal tersebut?, tanya wartawan. “Segala permasalahan tersebut itu hak progratif Bupati H.Ashari Tambunan. Jika Bupati tidak mampu menyikapinya saya khawatir dampak negatif bisa terjadi kapan saja. Saya himbau Bupati segera menyikapinya, jangan sempai lebih dikenal sajian masakan BPK di Deli Serdang kedaerah lain, dari pada potensi profuktif lainnya.

Bagaimana kesan dan pesan terhadap anggota DPRD Deli Serdang ?,tanya wartawan Matahari. H. Amir Sihaan menyatakan kesannya anggota DPRD dan Bupati Deli Serdang sama kurang memikirkan dampak dilingkungan mayarakat. Pesan dan saran saya kepada anggota DPRD Deli Serdang laksanakan kinirja dengan baik sesuai tupoksinya, dan segera lahirkan perda khusus untuk rumah makan BPK, dan sesuaikan dengan lingkungan umat beragama,jelasnya.
Berdekatan Masjid dan kantor NU

Cheking on the sport wartawan Matahari dilapangan, radius sekitar 100 meter darikawasan komplek Pemda Deli Serdang, nerlokasi di Kelurahan Pertapahan terdapat Rumah Makan (RM) Babi Panggang Karo (BPK) Tobarosa, RM BPK Delinta Jumpa, RM BPK Tesalonika dan RM BPK Hok New Chenese Food. jarak RM BK berdekstsn dsn disebrsng jslsn lintas Sumatra terdapat Masjid Al Bukhari.

Sedangkan RM BPK Tesalonia saat ini dengan megah membungun rumah makan cukup megah dan permanan, belum fekatahui ada tifaknya IMB tersebut. Berikut dikawasan perbatasan antara Kelurahan Paluh kiri dengan Kelurahan Pertapahan tepatnya didepan kantor Pimpinan Cabang NadatulUlama (NU) terdapat RM BPK Tambar Lehe dan RM BPK Reakta,radius sekitar 100 meter Masjid Shuluhiyah Kelurahan Paluh Kemiri Lubuk Pakam.

Demikian juga halnya RM BPK Lakisat dan RM BPK Hariara dekat Ternilal Lubuk Pakam. Sebagaimana RM BPK terdapat di Desa Tumpatan Kecamatan Beringin Deli Serdang. Dipridikdiksan puluhan RM BPK yang berada dibeberapa Kecamatan di Deli Serdang disinyalir tidak memiliki izin. Untuk menatan lokasi RM BPK diimbau pihak Pemkab segera turun tangan mengatasi hal tersebut dengan arif dan bijaksana. (Sft).
sumber: harian88

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

USAHANYA DIPROTES, INI KATA PEMILIK RUMAH MAKAN BPK

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang akan meninaju izin rumah makan Babi Panggang Karo (BPK) yang ada di sekitar Kantor Bupati Deliserdang dan Jalinsum. Hal ini ditegaskan oleh Asisten I Pemkab Deliserdang Syafrullah menjawab tuntutan massa ormas Islam yamg berdemo tadi siang, Jumat (22/7/2016)

“Kita akan menampung anspirasi ini dan menyampaikannya ke Bupati. Kita akan meninjau izinnya,” tegas Syafrullah.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Apoan Simanungkalit mengungkapkan, tuntutan massa sudah didisposisikan ke komisi terkait untuk melaksanakan rapat dengar pendapat.

“Ini akan didisposisikan ke komisi terkait untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tegas Apoan.

Sementara itu, Hendri Duin (44) pemilik rumah makan Tessalonika mengaku menyesalkan adanya aksi itu. Sebab, rumah makan miliknya memiliki izin mendirikan bangunan yang peruntukannya sebagai rumah makan. Selain IMB, rumah makan yang berdiri sejak 8 Juli 2008 itu juga memiliki Amdal.

Menurutnya, saat rumah makan beroperasi di Lingkungan II Kelurahan Petapahan tidak pernah ada masalah. Keberatan muncul sejak rumah makan pindah ke Lingkungan III yang berjarak sekira 300 meter dari lokasi sebelumnya.

Padahal, kata dia, kondisi bangunan rumah makan saat ini pun jauh lebih baik dari sebelumnya. “Bangunannya kan sudah permanen berlantai dua dengan pagar tembok keliling,” keluhnya.

Saat pembukaan atau grand opening dilaksakan pada 6 Juli lalu, pemilik rumah makan sudah melakukan silatutahmi dengan warga sekitar dalam rangka buka puasa.

“Saat kita tanya berapa banyak warga muslim yang berbuka puasa kita berian bantuan untuk berbuka puasa. 120 nasi kotak kia bantu,” sebut Hendri.

Namun belakangan warga sekitar malah merasa terganggu dengan alasan asap. Sebagai respon, lanjut Hendri, corong asap pun ditinggikan hingga 15 meter dari atap bangunan. “Retribusi urus IMB sekitar Rp32 juta lebih. Pajak restoran setiap bulan Rp1.657.000 per bulan,” sebutnya.(walsa)
sumber: metro-online

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment