2 REMAJA KURANG AJAR, AKHIRNYA DITANGKAP KARENA PROVOKASI MASSA PENDEMO

Xhardy – Demo penolakan UU Cipta Kerja kembali terjadi kemarin, tepatnya di Patung Kuda, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Ternyata demo tersebut mengalami sedikit gangguan dan kerusuhan kecil.

Polisi meringkus dua orang yang diduga menjadi provokator saat demo tersebut. Dua orang yang ditangkap ini diduga adalah pelajar karena terlihat masih berusia remaja. Keduanya diduga mencoba memprovokasi massa aksi saat membubarkan diri.

Awalnya, massa sempat dikawal puluhan aparat TNI ketika bubar jalan di kawasan Patung Kuda. Namun, terlihat kedua pelaku ini memprovokasi massa. Orator demo yang berada di atas mobil komando milik buruh sempat meneriaki kedua remaja ini untuk tidak melakukan provokasi kepada aparat.

Sementara itu, juga terjadi insiden pelemparan botol oleh massa tanpa identitas atau almamater saat demo. Sejumlah personel TNI diturunkan untuk menggiring massa tersebut mundur dari barrier kawat berduri. Awalnya sejumlah massa mahasiswa yang melakukan aksinya di penghalang kawat berduri dan penjagaan kepolisian memutuskan balik kanan. Namun justru massa tanpa almamater mengambil alih tempat mereka.

Mereka melakukan sejumlah aksi seperti pelemparan botol air mineral ke arah barrier penjagaan aparat. Selain itu mereka melakukan aksi bakar ban di lokasi. Terlihat massa juga coba merangsek barrier kawat berduri tersebut. Melihat situasi dianggap semakin panas. Tak lama personel TNI dari Marinir pun diturunkan. Massa kemudian mundur didekati personel TNI.

“Marinir tolong antar adik-adik pulang, mundur,” katanya.

Sudah, intinya dua remaja ini kurang ajar. Masih kecil tapi gayanya sudah kayak preman kampungan. Kemungkinan besar mereka ini masih berstatus pelajar. Entah apa yang mereka pelajari di sekokah hingga berani memprovokasi massa untuk membuat kericuhan. Bahkan mereka berani melakukan provokasi kepada aparat. Masih untung ini di Indonesia. Kalau di negara lain yang represif, remaja ini pasti minimal kencing di celana dan merengek minta tolong pada orang tua agar segera dibebaskan.

Entah mereka ini bayaran atau hanya sedang labil dan ingin mencari jati diri. Kalau bayaran, perlu diusut lagi siapa donaturnya. Masa tiap kali demo, harus ada kerusuhan dan provokasi? Tiap kali demo, penyandang dana yang berniat bikin rusuh selalu jadi misteri yang tak terungkap. Meski kita mungkin tahu siapa dalang di balik layar, harusnya pemerintah bisa menghentikan dan membungkam dalang ini hingga tak berkutik kalau memang tidak berani mengumumkan langsung kepada publik (ini memang agak sulit karena mempertimbangkan efek politik yang sangat besar).

Kalau remaja ini hanya ingin numpang keren dan berlagak, mungkin bisa ajak mereka magang dengan tinggal di penjara, biar mereka tahu gimana kerasnya kehidupan di dalamnya. Mereka ini justru sebenarnya tak punya nyali, karena sudah paham kalau aparat tidak berani represif. Dilempari, tidak akan membalas. Dimaki, aparat pada diam. Dipancing emosinya, aparat bergeming.

Makanya mereka makin berani. Mereka seolah tahu akan baik-baik saja. Bahkan kalau terciduknya, nanti juga akan bebas dengan berlindung di balik topeng remaja. Apalagi kelompok politik yang lebih besar, mereka bisa menyerang pemerintah dengan berlindung di balik kebebasan berpendapat dan demokrasi. Apalagi kelompok berjubah agama itu, menggunakan tameng demokrasi untuk bikin ulah. Padahal mereka ini benci demokrasi dan menggilai khilafah.

Inilah liciknya mereka. Mereka tak ada otak, dan tindakannya tidak bisa dimaafkan. Terkadang harus ditangani dengan sedikit represif agar kapok, tapi mereka bisa merasa dizalimi dan pintar akting. Makanya jangan heran, pengerahan remaja dan pelajar buat demo bakal jadi tren masa kini.

Sekaligus miris melihat pelajar atau remaja yang dengan gbloknya mau digblok-g*bloki oleh musang berbulu ayam. Punya otak tapi tidak mau dipakai. Sekolah tapi percuma kalau otaknya barbar dan suka melampiaskan sifat pengacau.

Jadi teringat dengan satu gubernur yang tidak mempermasalahkan pelajar ikut demo. Kalau pelajarnya rata-rata tak paham apa yang didemokan? Kalau sebagian dibayar buat bikin rusuh dan kerusakan fasilitas umum? Gak masalah sih, kan bisa perbaiki pakai uang rakyat. Coba kalau pakai uang sendiri, mau gak? Pasti ngamuk juga tuh sampai kedengaran di planet lain.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

Posted in Berita | Leave a comment

PENSIUNAN DIANGGAP BEBAN APBN

😰😱🤔

Kepada YTH :
Bp. Presiden Republik Indonesia
Bp. Menko Keuangan Republik Indonesia
Komisaris Utama dan Direktur Utama PT TASPEN PERSERO.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan penuh rasa prihatin sebagai seorang Pensiunan yang semasa muda telah bekerja dengan penuh kesungguhan, tanpa berharap lebih dengan keikhlasan yang penuh, walaupun digaji dibawah standar hidup layak.

Akan tetapi tidak adanya penghargaan dan sedikitpun perhatian kepada para Pensiunan dari Pemerintah Bapak Joko Widodo, Bapak Bambang Brojo Negoro Menko Keuangan Republik Indonesia yang telah menganggap Pensiunan adalah manusia-manusia tak berarti yang hanya menjadi Beban Negara. Yang memberati APBN pada tiap tahun.

Bapak-bapak yang terhormat, kalau boleh saya yang rendah bertanya Di mana Uang Tabungan Pensiun Kami? Uang Pensiun PNS itu bukan bagian dari APBN tapi merupakan Hasil Tabungan Pensiun yang dikumpulkan dan dipotong dari gaji tiap bulan, walaupun dengan gaji yang ada dibawah standar kehidupan yang layak.

Tabungan Pensiun itu sebuah tabungan asuransi yang dikembangkan secara bunga bertumbuh setiap bulan selama 30 tahun Yang apa bila diperhitungan dengan standar BI rate uang pensiun terendah PNS Gol II itu akan mencapai Rp2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) per bulan. Perhitungan dengan Standar BI Rate 6% per tahun yang dipotong dari 4,75 % gaji selama 30 tahun akan menghasilkan Dana Pensiun mencapai Rp 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) Sedangkan Golongan III sebesar sampai Rp 1.000.000.000,- (satu milyar) atau pensiun per bulan sekitar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) sedangkan selama ini yang kami terima sebagai uang pensiun hanya sekitar 40% dari potensi Dana Pensiun yang kami tabung.

Mengapa Kami PENSIUNAN masih dianggap menjadi beban APBN?

Bapak Presiden, Bapak Menko Keuangan yang terhormat, uang pensiun itu uang tabungan kami yang kami pinjamkan bukan uang belas kasihan Negara Kepada Kami. Adalah sangat tidak layak bila kami Pensiunan dianggap menjadi Beban Negara apapun alasannya.

Betapa ganjilnya bahwa kami para pensiunan dianggap sampah kehidupan yang menjadi beban Pemerintah saat ini, yang seharusnya berani mengambil tanggung jawab Pemerintah yang terdahulu.

Bapak Presiden, Bapak Menko Keuangan dengan disaksikan Komisaris Utama dan Direktur Utama PT. TASPEN PERSERO yang makan Gaji dari Tabungan pensiun Kami, tolong hargai kami sebagai mana layaknya. Ingat keberadaan Pemerintahan saat ini TIDAK AKAN PERNAH TERJADI tanpa pengorbanan kami. Tanpa perjuangan kami apa yang Bapak –bapak dapatkan saat ini tidak akan pernah Bapak-Bapak rasakan.

Tolong hargai kami.

I D Aziz,
Bersama Pensiunan renta yang diperhinakan.
Share sebanyak mungkin

Posted in Berita | Leave a comment

TAKTIK “TOTAL FOOTBALL” JOKOWI, MEMBUAT KADRUN SENIOR KEJANG-KEJANG!!

Jaya Wijaya – Seorang senior “kadrun” kejang-kejang dengan sigap-nya kepolisian dan pemerintah dalam menangkap provokator-provokator, baik yang berbalut agama, maupun yang menggunakan SARA seperti Jumhur Hidayat, petinggi KAMI yang menyerukan kebencian terhadap warga keturunan dan menginginkan terjadinya kembali kerusuhan rasial seperti tahun 98.

Kadrun tersebut bernama Musni Umar, seorang rektor dari universitas Ibnu-Chaldun. Rektor ini adalah salah seorang kadrun senior yang sering menyerang pemerintahan dan membela tokoh oposisi seperti Anies Baswedan, beliau seringkali terlibat perdebatan dengan pendukung pemerintahan.

Jujur saja penulis malas mencari secara detail sepak terjangnya, silakan pembaca cari di google, ada banyak aksi-aksi beliau. Penulis hanya membaca sekilas berita tentang beliau, terakhir kali beliau pernah ditantang debat oleh Ferdinand Hutapean dan ngumpet di kolong ranjang.

Kali ini beliau beraksi menantang pernyataan Ngabalin yang sebelumnya mengapresiasi kepolisian dalam penangkapan Sugik Nur, yang jelas-jelas sudah menghina NU. Dilansir dari fajar.co.id beliau berkata :

“Ini sudah politik bumi hangus siapa yang mengeritik dilaporkan ke aparat dan diminta untuk ditangkap. Pada hal dalam negara demokrsi wajar ada kritik,” kata Musni di akun Twitternya, Selasa (27/10/2020).

Pertama, soal politik bumi hangus, penulis tidak setuju dengan sang rektor. Bagi penulis ini lebih tepat disebut sebagai strategi politik “Total Footbal”. Karena pemerintah saat ini tidak segan untuk menangkap orang-orang yang melakukan provokasi.

Setelah para petinggi KAMI kena ciduk, para provokator kerusuhan ditangkap, selanjutnya Sugik Nur dan akan menyusul Habib Bahar yang baru-baru ini terkena kasus penganiayaan sopor taxi. Jika masuk penjara untuk ketiga kalinya, maka Habib Bahar berhak mendapatkan hadiah piring cantik.

Kedua, sebenarnya yang melakukan politik bumi hangus adalah para oposisi. Mereka menyerang pemerintahan dengan menghalalkan segala cara. Mulai dari membuat hoax omnibus law, lalu memprovokasi kerusuhan rasial, tidak lupa mereka juga menuduh pemerintah komunis, tapi tidak lama kemudian malah dituduh kapitalis.

Penulis sampai bingung, bagaimana mungkin pemerintah komunis dan pada saat yang bersamaan dituduh kapitalis. Jika mengakomodasi keduanya, tentu sudah tidak bisa disebut kapitalis atau komunis, karena banyak negara diseluruh saat ini hanya mengambil yang baiknya dari kedua paham tersebut dan membuang yang buruk, tentunya disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing.

Selain serangan-serangan brutal dan ngawur di atas, politik bumi hangus oposisi juga sudah benar-benar membuat hangus Halte-Halte, kendaraan aparat, hingga fasilitas publik. Jadi bukan cuma sekedar istilah, tapi sudah benar-benar membuat hangus banyak hal.

Bahkan yang paling parah, kita suci al-quran juga menjadi korban bakar-bakaran yang dilakukan pihak oposisi. Kalau sudah begini, sebenarnya yang komunis itu siapa sih? Sudah menunggangi buruh seperti komunis, mereka membakar pula kitab suci.

Ketiga, soal kritik wajar dalam demokrasi tampaknya sang dosen pura-pura bodoh atau memang bodoh. Indonesia adalah negara demokrasi dengan asas Pancasila, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

Jadi harus dibedakan antara kritik dan menghina atau hasutan. Hoax, fitnah dan provokasi kerusuhan rasial itu bukan bagian dari kritik. Kurus, cungkring, plongo-plongo, Ibu Jokowi Kristen itu bukan kritik tapi hinaan dan fitnah.

Dalam kasus Sugik Nur, jelas-jelas dia melakukan fitnah dan ujaran kebencian dengan menghina NU sopirnya mabuk, kondekturnya teler, dan kernetnya ugal-ugalan, dan isi busnya PKI, liberal, dan sekuler.

NU sendiri memang kebanyakan pendukung Jokowi, tapi dalam hal Omnibus Law mereka sama dengan oposisi dalam posisi menolak. Ini adalah bukti, oposisi menyerang pemerintahan secara membabi-buta, bahkan NU sebagai organisisi yang sudah lahir sebelum Indonesia merdeka saja mereka fitnah.

NU tidak pernah anti kritik, banyak orang yang mengkritik NU soal rokok, ada juga yang mengkritik ibadah NU seperti maulidan sebagai bidah, ada juga yang mangkritik Banser sebagai satpam gereja. Dari banyaknya kritik tersebut, tidak pernah NU bereaksi, karena perbedaan tafsir dari kalangan umat muslim itu adalah hal yang biasa.

Tapi bila NU dituduh PKI dan macam-macam ini tentu sudah fitnah luar biasa. NU adalah yang terdepan dalam menolak paham komunisme, hingga saat ini masih tetap konsisten. Bagaimana mungkin bisa difitnah PKI.

Kesimpulannya : Jokowi dibantu kepolisian saat ini sedang menerapkan strategi Total Football, bagi siapa saja yang melakukan hoax, provokasi, ujaran kebencian, apalagi sampai memprovokasi kerusuhan rasial, siap-siap masuk kandang. Jadi buat Musni Umarr ektor Ibnu-Kadrun, eh Chaldun, selamat mewek-mewek deh ya. Begitulah kura-kura.
sumber: seword

Posted in Berita | Leave a comment

POLISI SEGERA PANGGIL REFLY HARUN TERKAIT KASUS GUS NUR

Refly Harun merupakan pemilik akun dan orang yang mewawancarai Gus Nur dalam tayangan video yang diunggah pada 18 Oktober lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia — Bareskrim Polri bakal memeriksa ahli hukum Tata Negara, Refly Harun dalam kasus dugaan ujaran kebencian Sugik Nur Rahardja alias Gus Nur terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Refly merupakan pemilik akun Youtube dan orang yang mewawancarai Gus Nur dalam tayangan yang diunggah 18 Oktober lalu.

“Baik yang mengunggah, mengedit, shooting, semua termasuk yang mewawancarai akan kami panggil,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/10).

Namun, Awi enggan menuturkan lebih lanjut terkait dengan jadwal pemeriksaan Refly akan dilakukan. Ia hanya menuturkan sejauh ini terdapat dua akun yang ditelusuri lantaran mengunggah video tersebut.

Saat ini, kata Awi, pihak penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium digital forensik terkait dengan keabsahan video tersebut.

“Kita tunggu, nanti kalau sudah selesai akan diperiksa ahlinya, ahli ITE,” ujarnya.

ďżźMajelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan kepada terpidana kasus pencemaran nama baik melalui video berjudul ‘Generasi Muda NU Penjilat’, Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, pada 2019. (CNN Indonesia/Farid)

Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka lantaran berkomentar yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap NU. Kasus bermula dari wawancara Gus Nur dalam acara Youtube Refly Harun pada 18 Oktober 2020.

Video berdurasi 29 menit 57 detik itu berjudul ‘Setengah Jam dengan Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua’.

Pernyataan Gus Nur yang dipermasalahkan adalah bahwa “NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum–yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar”.

Akibat pernyataan itu, Gus Nur dilaporkan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Azis Hakim ke Bareskrim Polri pada 21 Oktober 2020.

Selang beberapa waktu, pada Sabtu (24/10) dini hari, Gus Nur ditangkap oleh aparat kepolisian di wilayah Malang, Jawa Timur. Ia pun langsung jadi tersangka dan ditahan.(mjo/fra)
sumber: CNN Indonesia

Posted in Berita | Leave a comment

PRESIDEN JOKOWI TINJAU KAWASAN LUMBUNG PANGAN BARU DI SUMATERA UTARA

Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan pembangunan kawasan lumbung pangan (food estate) baru dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa, 27 Oktober 2020. Kawasan lumbung pangan baru yang ditinjau kali ini terletak di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pengembangan kawasan lumbung pangan di Sumatera Utara mencakup lahan dengan luas keseluruhan mencapai 30.000 hektare dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Selain itu, dalam pengembangannya, turut diupayakan optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan membuka peluang usaha secara lebih efisien.

“Sudah dua kali saya ke Kalimantan Tengah. Di sana akan dibangun food estate khusus untuk padi dan singkong. Di sini (Sumatera Utara) ada luas lahan 60.000 hektare, yang akan digunakan food estate adalah seluas 30.000 hektare,” ujar Presiden dalam keterangannya.

Lumbung pangan ini nantinya akan tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Sebagai langkah awal pengembangan, di Humbang Hasundutan akan terlebih dahulu dibangun sebuah kawasan hortikultura yang akan menempati lahan seluas 215 hektare. Komoditas yang akan diproduksi dalam lahan tersebut di antaranya ialah bawang merah, bawang putih, dan kentang dengan segala produk turunan dan olahannya. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara sempat meninjau penanaman bibit komoditas hortikultura yang telah disiapkan.

“Insyaallah nanti, ini sudah mulai (tanam), akan kita lihat hasilnya kira-kira 2 sampai 2,5 bulan ke depan. Akan kita lihat nanti,” tuturnya.

Dalam proyek pengembangan lumbung pangan baru, baik di Kalimantan Tengah maupun di Sumatera Utara, Kepala Negara ingin melihat proses bisnis terintegrasi yang nantinya akan dijalankan. Dari situ kemudian akan disempurnakan dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan lumbung pangan serupa di provinsi-provinsi lainnya.

“Saya rasa kita ingin melihat model bisnisnya seperti apa, proses bisnis yang akan dilakukan di sini seperti apa, hitung-hitungannya sudah ada. Ini akan menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lain yang ingin membuat food estate,” kata Presiden.

Untuk diketahui, pengolahan lahan di lokasi pengembangan 215 hektare lahan tersebut akan melibatkan setidaknya tujuh kelompok tani yang menaungi 169 petani di Desa Ria-Ria.

Korporasi petani memang akan menjadi basis dari pengembangan kawasan lumbung pangan baru di sejumlah wilayah. Nantinya, pengembangan kawasan itu akan dilakukan secara terintegrasi mencakup proses pertanian, perkebunan, atau peternakan dengan mekanisasi pertanian dan melakukan hilirisasi pascapanen untuk menghasilkan produk-produk olahan yang akan meningkatkan nilai tambah.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut di antaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Sumber: Biro Pers Istana

Posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

SEJARAH ASAL MULA ORANG BATAK

Guru Besar Sosiologi-Antropologi Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof DR Bungaran Antonius Simanjuntak dalam makalahnya berjudul “Orang Batak dalam Sejarah Kuno dan Moderen” dalam seminar yang digagas DPP Kesatuan Bangso Batak Sedunia (Unity Of Bataknese In The World) di Medan beberapa waktu lalu, dengan menghadirkan Dr Thalib Akbar Selian MSc (Lektor Kepala/Research Majelis Adat Alas Kabupaten Aceh Tenggara), Drs S Is Sihotang MM (mantan Bupati Dairi), dan Nelson Lumban Tobing (Batakolog asal Universitas Sumatera Utara).

BATAK KETURUNAN SUKU MANSYURIA RAS MONGOLIA*

Dari sejumlah fakta dan hasil penelitian yang dilakukan Prof DR Bungaran Antonius Simanjuntak, mulai dari dataran pegunungan di Utara Tibet, Khmer Kamboja, Thailand, hingga Tanah Gayo di Takengon, Aceh, ternyata nenek moyang Bangso Batak menurutnya berasal dari keturunan Suku Mansyuria dari Ras Mongolia.

_*” Nenek moyang orang Batak berasal dari keturunan suku Mansyuria (Manchuria) yang hidup di daerah Utara Tibet sekitar 7.000 tahun lalu “.*_

*● DIUSIR & DIKEJAR BANGSA TARTAR*

Pada masa itu, nenek moyang orang Batak diusir oleh suku Barbar Tartar dari tanah leluhurnya di Utara Tibet. Pengusiran itu menyebabkan suku Mansyuria bermigrasi ke pegunungaan Tibet melalui Tiongkok (China). Dari peristiwa migrasi di pegunungan Tibet tersebut dapat ditemukan sebuah danau dengan nama Toba Tartar. Suku Mansyuria memberikan nama danau itu untuk mengenang peristiwa pengusiran mereka oleh suku Barbar Tartar.

Setelah dari pegunungan Tibet, suku Mansyuria turun ke Utara Burma atau perbatasan dengan Thailand. Di sini, suku Mansyuria meninggalkan budaya Dongson. Yakni sebuah kebudayan asli suku bangsa ini yang mirip dengan budaya Batak yang ada sekarang ini.

Tak bertahan lama di wilayah itu, suku Mansyuria yang terus dikejar-kejar suku Barbar Tartar kembali bergerak menuju arah Timur ke Kamboja, dan ke Indocina. Dari Indocina, suku Mansyuria berlayar menuju Philipina, kemudian ke Sulawesi Utara, atau Toraja (ditandai dengan hiasan kerbau pada Rumah Adat Toraja). Kemudian mereka turun ke Tanah Bugis Sulawesi Selatan (ditandai dengan kesamaan logat dengan orang Batak), dan mengikuti angin Barat dengan berlayar ke arah Lampung di wilayah Ogan Komering Ulu, dan akhirnya naik ke Pusuk Buhit, Danau Toba.

Saat berlayar dari Indocina, sebagian suku Mansyuria melewati Tanah Genting Kera di Semenanjung Melayu. Dari sini, mereka berlayar menuju Pantai Timur Sumatera, dan mendarat di Kampung Teluk Aru di daerah Aceh. Dari Teluk Aru ini, suku Mansyuria yang terus bermigrasi itu naik ke Tanah Karo, dan kemudian meneruskan perjalanan hingga sampai ke Pusuk Buhit.

*● MENCARI DATARAN TINGGI*

Penerus keturunan suku Mansyuria yang kemudian menjadi nenek moyang orang Batak ini terus berpindah-pindah karena mengikuti pesan dari para pendahulunya bahwa untuk menghindari suku Barbar Tartar, maka tempat tinggal harus di wilayah dataran tinggi. Tujuannya agar gampang mengetahui kehadiran musuh.

Fakta ini diketahuinya dan dibuktikan langsung melalui penelitian bersama dua rekannya dari Belanda dan Thailand.

Pembuktian tentang asal usul nenek moyang orang Batak juga diperkuat melalui sejumlah literatur. Antara lain, Elizabeth Seeger, Sejarah Tiongkok Selayang Pandang, yang menegaskan nenek moyang orang Batak dari Suku Mansyuria, dan Edmund Leach (Rithingking Anhtropology ) mempertegas hubungan vertikal kebudayaan Suku Mansyuria dengan Suku Batak.

*_Dari kajian literatur itu, generasi penerus suku Mansyuria tidak hanya menetap di Pusuk Buhit, tapi juga di wilayah Barus, dan sebagian lagi menetap di Tanah Karo._*

Lama perjalanan migrasi suku Mansyuria dari tanah leluhur di Utara Tibet hingga keturunananya menetap di Pusuk Buhit, Barus dan Tanah Karo, sekitar 2.000 tahun. Sehingga situs nenek moyang orang Batak di Pusuk Buhit, diperkirakan telah berusia 5.000 tahun.

Fakta ini diketahui melalui penemuan kerangka manusia purba di sekitar Takengon di daerah Gayo yang menunjukkan bahwa peninggalan manusia itu ada hubungannya dengan Budaya Dongson yang mirip budaya Batak.

*● BUDAYA MENGENANG (KEMMEMORATIF)*

Dari sejumlah literature itu, budaya Dongson bisa diidentikkan dengan sikap kebudayaan mengenang (Kommemoratif) kebiasaan dan warisan nenek moyang yang wajib dilakukan oleh generasi penerus keturunan kebudayaan ini.

Budaya seperti ini, masih diterapkan secara nyata oleh orang Batak, terutama dalam rangka membangun persaudaraan horizontal/global.
Yakni hula hula/kalimbubu/tondong harus tetap dihormati, walau pun keadaan ekonominya sangat miskin.
Demikian pula kepada boru, walau pun sangat miskin, juga harus tetap dikasihi.

Prinsip kebudayaan Kemmemoratif seperti sejak dahulu hingga kini masih terpiliharan dan tetap dijaga kelestariannya oleh suku Batak.

*● SALAM BATAK*

Salam Khas Batak Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah :

1. Batak Toba,
2. Batak Karo,
3. Batak Pakpak,
4. Batak Simalungun,
5. Batak Angkola dan
6. Batak Mandailing.

Tiap puak Batak memiliki salam khasnya masing masing.

Meskipun suku Batak terkenal dengan salam Horasnya, namun masih ada dua salam lagi yang kurang populer di masyarakat luas, yakni *Mejuah juah dan Njuah juah*.

Horas sendiri masih memiliki penyebutan masing masing berdasarkan puak yang menggunakannya :

1. Pakpak :
“Njuah-juah Mo Banta Karina!”

2. Karo :
“Mejuah-juah Kita Krina!”

3. Toba :
“Horas Jala Gabe Ma Di Hita Saluhutna!”

4. Simalungun :
“Horas banta Haganupan, Salam Habonaran Do Bona!”

5. Mandailing dan Angkola :
“Horas Tondi Madingin Pir Ma Tondi Matogu, Sayur Matua Bulung!”

*● SISTEM KEKERABATAN BATAK*

Kekerabatan Kekerabatan adalah menyangkut hubungan hukum antar orang dalam pergaulan hidup.

Ada dua bentuk kekerabatan bagi suku Batak, yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan sosiologis, sementara kekerabatan teritorial tidak ada.

Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga.

Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan.

Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga, kemudian Marga. Misalnya Harahap, kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs Marga lainnya.

Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah.

Adanya falsafah dalam perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi:
*_Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul_*.
merupakan suatu filosofi agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, karena merekalah teman terdekat.

Namun dalam pelaksanaan adat, yang pertama dicari adalah yang satu marga, walaupun pada dasarnya tetangga tidak boleh dilupakan dalam pelaksanaan Adat.

Falsafah dan Sistem

Kemasyarakatan Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni yang dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu.

_Berikut penyebutan Dalihan Natolu (Tungku 3 Batu) menurut keenam puak batak (Tungku 3 Batu) :_

*1. Dalihan Na Tolu (Toba)*
• Somba Marhula-hula • Manat Mardongan Tubu • Elek Marboru

*2. Dalian Na Tolu (Mandailing dan Angkola)*
• Hormat Marmora • Manat Markahanggi • Elek Maranak Boru

*3. Tolu Sahundulan (Simalungun)* • Martondong Ningon Hormat, Sombah • Marsanina Ningon Pakkei, Manat • Marboru Ningon Elek, Pakkei

*4. Rakut Sitelu (Karo)*
• Nembah Man Kalimbubu • Mehamat Man Sembuyak • Nami-nami Man Anak Beru

*5. Daliken Sitelu (Pakpak)*
• Sembah Merkula-kula • Manat Merdengan Tubuh • Elek Marberru.

*● TIDAK ADA KASTA, SEMUA RAJA*

Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifat kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.
Sehingga dalam tata kekerabatan, semua orang Batak harus berperilaku ‘raja’. Raja dalam tata kekerabatan Batak bukan berarti orang yang berkuasa, tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula, Raja no Dongan Tubu dan Raja ni Boru. (Net=)

Posted in Adat Istiadat Karo, Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Cerita (Turi - Turin), Diskusi Adat Istiadat, Informasi Untuk Kab. Karo, Taneh Karo Simalem | Leave a comment

JATUH DUA KALI DI LUBANG YANG SAMA

Ngoceh Omnibus Law dan Komodo, Bintang Emon Jatuh Dua Kali di Lubang yang Sama! Wkwk

Manuel – Penyakit Bintang Emon ini sama saja dari waktu menolak Omnibus Law dan juga waktu menolak penggusuran Komodo di Pulau Rinca. Kesalahannya sama. Dari kedua hal ini, kita bisa melihat bagaimana kualitas seseorang. Jumlah followers tidak berbanding lurus dengan kadar otaknya.

Dari kedua kasus, yakni penolakan Omnibus Law dan pembangunan infrastruktur Pulau Rinca, salah satu pulau konservasi alam Komodo yang dibangun oleh pemerintah Jokowi, Bintang Emon lebih parah dari peribahasa keledai.

Peribahasa Indonesia yang diserap dari bangsa lain menuliskan bahwa seekor keledai bodoh saja tidak jatuh di lubang yang sama. Tapi seorang Bintang Emon, bisa jatuh di lubang yang sama. Lubangnya apa? Eh kalau ngomongin “lubang” sepertinya terlalu vulgar. Haha. So, kesalahannya apa? Berikut…

Sebelum saya menjawab. Saya akan menceritakan pandangan saya terkait orang-orang yang saya kategorikan sebagai SJW. Bukan Su Ji Wo Tejo. Bukan juga Sijayat Jur Wahid. Bukan juga Sang Joko Widodo. Kebagusan kali? Bintang Emon adalah salah seorang SJW yang merangkap lelucon.

Dia bukan lagi pembawa lelucon, tapi dia sendiri adalah lelucon buat saya. Kalimat-kalimatnya belakangan ini berbau politik. Sangat politis. Bahkan ketika diejek “bocah”, dia bawa-bawa anak “penguasa” yang dititipkan dan dijadikan calon kepala daerah. Makin kelihatan bocah bukan?

Dari kedua penolakan SJW bernama Bintang Emon terkait Omnibus Law dan Pulau Rinca, kesalahannya satu saja. Lubangnya cuman satu. Tidak baca. Ya. Tidak baca.

Dengan follower yang masuk di angka jutaan, Bintang Emon merasa nyaman dan santuy bisa bicara apa aja. Banyak yang mendengar, ibarat Rizieq, orang ini diaminkan. Pembawaannya katanya lucu. Tapi ketika saya lihat videonya, ya benar sih. Lucu. Eksistensi dari dirinya sendiri adalah LUCU.

Bermodalkan follower yang sangat banyak, dia bisa bicara apa saja. Menjadi trend setter. Pembentuk opini. Arus atas bawah kiri kanan depan belakang. Apa yang keluar dari mulutnya, menjadi bahan pembicaraan. Salah satunya adalah penolakan Omnibus Law. Lalu berikutnya adalah komentar pedasnya terkait Pulau Rinca.

Untuk Omnibus Law, tentu kita paham bahwa tidak ada satu pun SJW yang membaca habis draft tersebut. Dan apa yang dikerjakan Si Bintang Emon? Dia malah koar-koar selayaknya Hotman Paris terkait pemahaman gak jelasnya. Lalu, ketika ditanya mau demo di mana oleh salah seorang follower-nya, dia bilang ke depan kantor polisi.

Saya nggak tahu apakah pembakaran kantor polisi, karena ada cuitan dari dirinya atau nggak. Tapi dengan jelas, dia mendukung demonstrasi di depan kantor polisi saat UU Ciptaker ditolak oleh mahasiswa yang nggak baca.

Dan gerakan anti literasi didukung juga oleh salah seorang rekannya. Saya sebut saja WNI asal Singapura. Wkwkwk. Heboh tuh di Twitter oleh mereka. Judul saya dijadikan lelucon karena menyebut “WNI Singapura”.

Kembali ke Pulau Rinca yang akan dijadikan pulau konservasi di daerah NTT. Bintang Emon gak baca sama sekali apa yang terjadi. Buzzer buodoh. Begini ceritanya.

Diskusi Pak Yori Antar di Instagram Kawanbaikkomodo menjadi dasarnya. Pak Yori adalah arsitek yang melakukan design dari proyek ini. Dia dikenal sebagai arsitek yang memahami lingkungan dan memperjuangkan nilai adat dan kelokalan dalam setiap designnya. Isu yang dijawab adalah isu tentang Komodo yang katanya akan dikandangkan seperti di kebun binatang. Kebun binatang, bukan kebun bintang.

Komodo bebas berkeliaran di tempatnya. Komodo adalah hewan bebas menurut Pak Yori. Pemerintah beruntung mendapatkan Pak Yori sebagai arsiteknya. Pembangunan Pulau Rinca adalah untuk Komodo dan warga lokal. Pendekatan pemerintah adalah bottom top. Dari bawah ke atas. Semua aspirasi diterima dari bawah. Tidak top down seperti era Orde Baru, lihat orang seperti Bintang, bisa ilang dia.

Pak Yori juga mengatakan bahwa konstruksi memakai semua material lokal. Memberdayakan semua yang lokal, tidak impor. Gak kayak Veronica Koman yang diekspor ke Australia dan Rizieq yang nyangkut di Arab.

Lalu komodo yang dikurung, tentu bebas berkeliaran. Dan memang ada pemisah antara jalur komodo dan jalur turis untuk menghindari bahaya. Lagi-lagi mirip Omnibus Law. Yang dibahas yang lalu-lalu dan belum direvisi.

Yori Antar membawa pemahaman bahwa dalam Kementerian PUPR, ada program pembangunan 500 unit rumah yang akan berada di zona pariwisata. Sehingga ada fasilitas baik seperti home stay, warung kopi, tempat tenun, toko souvenir, dan berbagai hal baik lainnya. Masyarakat pun diberdayakan.

Jadi pemahaman ini, sepertinya tak akan efek ke Bintang Emon. Karena setelah saya melihat kesalahannya yang sama, yakni ga baca, saya berkesimpulan bahwa orang ini memang gak bakalan ngerti apapun. Otaknya gak tahu nyampe atau nggak. Semoga aja sampe.

Begitulah sampai-sampai.

sumber: seword

Posted in Berita | Leave a comment

KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN MENJADI SENTRA FOOD ESTATE.

Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi sentra Food Estate yang sangat potensial menjadi salah satu daerah pertanian pangan.
Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan petani Humbang Hasundutan saat ini sedang panen Kentang dan Bawang.
(Seperti dalam foto yang ditunjukkan Bapak Presiden Joko Widodo).

Program pemerintah menjadikan Food Estate merupakan antisipasi kelangkaan persediaan pangan dengan membentuk wilayah pertanian terintegrasi antara bertani pangan dan peternakan.

Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu daerah yang memanfaatkan kesempatan ini dengan cara melibatkan masyarakat dengan pembentukan kelompok tani yang bekerjasama dengan pemerintah dan perusahaan besar pangan.

Melalui program pemerintah dengan sistem food estate ini akan menjadikan Kabupaten Humbang Hasundutan salah satu pusat pemasok kebutuhan pangan nasional seperti kentang, bawang, cabe dan pertanian holtikultura lainnya.

Cepat atau lambat akan mampu meningkatkan keterampilan bertani masyarakat dan suatu saat akan meningkatkan kesejahteraan petani dengan menjadikan Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai salah satu pemasok pangan menyaingi Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun.

Pantas kita apresiasi kebijakan pemerintah pusat ini yang memberikan kesempatan kepada Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi wilayah Food Estate.
fb Daud Ginting

Posted in Berita, Informasi AgriBisnis | Leave a comment

TELKOMSEL, BIDAK SUDAH DIMAINKAN..

Ibarat bulutangkis, perlawanan terhadap perusahaan raksasa seperti Telkomsel ini harus main rally panjang..

Nafas harus dijaga, fokus harus tetap dan strategi2 harus cerdik dan cermat. Banyak orang bilang, “Wah, enak lu dapet 1 triliun..” tapi gak sadar bahwa ini seperti bermain dengan ular berbisa.

Salah langkah sedikit, gua yang tamat. Mereka punya uang, punya kekuasaan dan mau berbuat apa saja bisa mereka lakukan. Gua cuman remah2 di pinggir kaleng khong guan.

Tuntutan 1 triliun itu bukan buat gaya2an. Itu lebih buat memberikan efek jera, supaya Telkomsel tidak bisa seenaknya saja permainkan pelanggan. Mungkin sudah ada ratusan kejadian yang sama, tapi tidak bisa bersuara keras kayak gua sekarang.

Apalagi yang bisa memberikan pukulan keras pada perusahaan kapital jika bukan dengan kerugian ?

Papan catur sudah dibuka, bidak sudah dimainkan. Benteng sudah disiapkan. Ada Otto Hasibuan, pengacara perdata terkenal. Ada Muannas Alaidid, pengacara pidana yang jagoan.

Kalaupun gua kalah nantinya, gada masalah. Karena urusan manusia cuma usaha, hasil urusan Tuhan. Yang penting adalah kapan lagi kita membuat sejarah, selama nafas masih dibadan..

Setidaknya, suatu saat, langkah ini bisa menjadi inspirasi buat anak negeri ke depan.

Bersuaralah, jika kamu benar. Tapi juga harus cerdik, jangan liar. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan..

Seruput kopinya, kawan ?

Denny Siregar & fb

Posted in Berita | Leave a comment

TRUMP UMUMKAN SUDAN JADI NEGARA LIGA ARAB KELIMA YANG JALIN HUBUNGAN DENGAN ISRAEL – BAGAIMANA BISA?

Sudan bakal menjadi negara Arab kelima yang mengakui Israel secara resmi.

Sudan siap menormalisasi hubungan dengan Israel, beberapa pekan setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain secara resmi melakukan hal tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesanggupan Sudan setelah dia mencoret Sudan pada daftar negara-negara pendukung terorisme sekaligus mencabut blokade ekonomi dan investasi dari negara anggota Liga Arab tersebut.

Trump mengklaim ada “setidaknya lima lagi” negara Arab yang ingin menyepakati perdamaian dengan Israel.

Pekan lalu Bahrain menjadi negara Arab keempat di Timur Tengah – setelah UEA, Mesir, dan Yordania – yang mengakui Israel sejak didirikan pada 1948.

Keputusan Sudan mendapat sambutan Kementerian Luar Negeri UEA, yang menyebut hal itu adalah “sebuah langkah penting untuk meningkatkan keamanan dan kesejahteraan di kawasan”.

Sudan dan Israel menyatakan dalam pernyataan gabungan dengan AS bahwa sejumlah delegasi akan bertemu dalam “pekan-pekan mendatang”.

“Para pemimpin menyepakati normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel dan untuk mengakhiri keadaan bermusuhan antara negara-negara mereka,” sebutnya.

Hingga bulan lalu hanya ada dua negara Arab—Mesir dan Yordania—yang secara resmi mengakui Israel. Kedua negara yang berbatasan langsung dengan Israel tersebut menandatangani perjanjian damai masing-masing pada 1979 dan 1994 melalui mediasi AS.

Mauritania, anggota Liga Arab di Afrika, mengakui Israel pada 1999, namun memutusnya 10 tahun kemudian.

Meningkatnya jumlah negara Arab yang secara resmi menormalkan hubungan dengan Israel dikecam Palestina, yang memandangnya sebagai bentuk pengkhianatan.

Pada masa lalu, negara-negara Arab hanya bersedia melakukan perundingan damai dengan Israel asalkan Israel menarik diri dari kawasan-kawasan yang diduduki saat Perang 1967 serta Palestina bisa mendirikan negara yang beribukota di Yerusalem Timur.

Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan dirinya menolak perjanjian baru dan mengatakan tidak ada seorang pun yang berhak berbicara atas nama rakyat Palestina.

Hamas, yang mengendalikan kawasan Gaza, mengatakan tindakan menjalin hubungan dengan Israel adalah “dosa politik”.

Bagaimana langkah tersebut diumumkan?

Sesaat setelah Presiden Trump secara resmi mencoret Sudan dari daftar negara-negara pendukung terorisme, para wartawan di Washington DC dibawa ke Ruang Oval Gedung Putih, saat Trump sedang berbicara melalui telepon dengan pemimpin Israel dan Sudan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan perjanjian itu merupakan “terobosan dramatis untuk perdamaian” serta permulaan “era yang baru”.

PM Sudan, Abdalla Hamdok, berterima kasih kepada Trump karena mencoret negaranya dari daftar negara-negara pendukung terorisme. Dia mengatakan pemerintah Sudan sedang berupaya “menuju hubungan internasional terbaik yang melayani rakyat”.

Stasiun televisi negara Sudan menyatakan “kondisi agresi” akan berakhir.

Selagi berbicara dengan kedua pemimpin negara, Trump berkata: “Anda pikir ‘Sleepy Joe’ bisa membuat kesepakatan ini? Menurut saya sepertinya tidak.”

“Sleepy Joe” alias ‘Joe pengantuk” adalah julukan ejekan terhadap calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Netanyahu kemudian balik berkomentar: “Begini, tuan Presiden, satu hal yang bisa saya katakan kepada Anda, kami menghargai bantuan untuk perdamaian dari siapapun di Amerika.”

Rangkaian peristiwa ini dipandang sebagai kemenangan Trump di bidang kebijakan luar negeri menjelang pemilihan presiden pada 3 November mendatang. Koresponden BBC mengatakan waktu pengumuman langkah ini bukanlah kebetulan.

Kebijakan Trump yang pro-Israel dipandang para penasihatnya menjadi daya tarik bagi para pemilih dari kalangan Kristen evangelis, elemen kunci basis pemilihnya.

Trump mengklaim ada “setidaknya lima lagi” negara Arab, termasuk Arab Saudi, yang mempertimbangkan untuk menjalin hubungan dengan Israel.

Staf Trump, Judd Deere, mengatakan kesepakatan dengan Sudan adalah “langkah besar lanjutan menuju pembangunan perdamaian di Timur Tengah dengan negara lain bergabung dalam Kesepakatan Abraham”, istilah untuk kesepakatan dengan UEA dan Bahrain.

Sementara itu, Israel menyatakan tidak bakal menentang jika AS menjual perangkat militer berteknologi tinggi ke UEA. AS setuju mempertimbangkan untuk menjual pesawat tempur F-35 ke UEA setelah negara itu menormalkan hubungan dengan Israel.

Israel sebelumnya mengatakan perlu mempertahankan keunggulan militer atas negara-negara lain di Timur Tengah. Akan tetapi, awal pekan ini Israel mengatakan AS setuju meningkatkan kemampuan militernya.

Bagaimana bisa seperti ini?

Sudan telah menjadi musuh Israel sejak Israel berdiri pada 1948.

Bahkan, Sudan menjadi tempat deklarasi anti-normalisasi dengan Israel pada 1967, ketika Liga Arab bertemu di Ibu Kota Sudan, Khartoum. Ikrar mereka saat itu: “tidak ada perdamaian dengan Israel, tidak ada pengakuan Israel, tidak ada negosiasi dengan Israel”.

Pada 1948 dan 1967, Sudan berperang melawan Israel. Bahkan, Sudan menjadi tempat perlindungan bagi kelompok-kelompok gerilyawan Palestina dan diduga mengirim persenjataan Iran ke milisi Palestina di Gaza beberapa tahun lalu—yang kemudian dibalas Israel menggunakan serangan udara.

Dinamika politik lantas berubah seiring dengan digulingkannya pemimpin yang telah berkuasa lama, Omar al-Bashir, tahun lalu. Penggantinya pun dicopot oleh dewan transisi sipil-militer.

Para jenderal Sudan, yang sejatinya memegang kekuasaan di negara itu, mendukung hubungan dengan Israel sebagai cara agar deretan sanksi AS terhadap Sudan dicabut sekaligus membuka bantuan ekonomi.

Akan tetapi, reaksi kesepakatan Sudan-Israel beragam.

Beberapa kalangan merasa para petinggi Sudan menyetujui proposal Trump karena diancam dan terdesak untuk mencabut Sudan dari daftar negara-negara pendukung terorisme yang disusun AS, demikian dilaporkan koresponden senior BBC di Afrika, Anne Soy.

Pekan ini, Donald Trump mengatakan Sudan akan dicabut dari daftar negara-negara pendukung terorisme begitu AS menerima kompensasi sebesar US$335 juta atas serangan-serangan terhadap berbagai kedutaan besar AS di Afrika.

Serangan di Kenya dan Tanzania pada 1998 dilancarkan Al-Qaeda ketika pemimpin organisasi itu, Osama bin Laden bermukim di Sudan.

Sejak itu Sudan menempatkan uang tersebut dalam rekening khusus untuk para korban serangan-serangan tersebut.

sumber: bbc

Posted in Berita | Leave a comment