PENGHENTIAN IZIN UBER: PEREMPUAN DI LONDON KHAWATIR MASALAH KESELAMATAN

Berita yang menyebutkan Uber kehilangan izin dari Badan transportasi London (TfL) karena masalah keselamatan penumpang dan keamanan di jalanan, menyebabkan sejumlah perempuan ingin mengetahui bagaimana kebijakan itu akan mempengaruhi dompet dan kebebasan mereka untuk memilih waktu dan arah perjalanan.

Keputusan untuk tidak memperpanjang izin Uber setelah perusahaan aplikasi itu tidak layak dan pantas untuk memilikinya. Kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan Uber memeriksa latar belakang pengemudinya dan sejumlah laporan pelanggaran serius.

Kekhawatiran mengenai bagaimana Uber menangani dugaan penyerangan juga diangkat oleh Dinas Polisi Metropolitan, menyusul sejumlah kasus seperti seorang pengemudi yang dipenjara karena menyerang seorang perempuan.

Sementara itu, Uber mengatakan pengemudinya harus melewati pemeriksaan keamanan seperti pengemudi taksi berwarna hitam dan taksi yang berukuran lebih mini.

Perusahaan telah mengubah cara orang untuk bepergian dari rumah mereka – hanya dengan memesan taksi melalui sentuhan di aplikasi di telepon seluler.

Dan banyak perempuan mengatakan mereka yakin dengan fitur yang ditawarkannya. Seperti kemungkinan bagi konsumen dan rekan mereka untuk melacak perjalanan dan pengemudi; layanan dari pintu ke pintu yang membuat orang tidak menunggu di jalanan; dan mengetahui siapa yang menjemput mereka.

Pengguna Uber yang terdaftar di London mencapai 3,5 juta, dan banyak orang memiliki layanan ini sebagai alternatif.

“Saya sangat terganggu,” kata manajer pemasaran Lisette Henry berusia 26 tahun, menanggapi dihentikannya lisensi Uber. “Kehidupan malam di London merupakan yang terbaik di dunia dan saya pikir itu akan membatasi banyak orang untuk mendapatkan akses ke sana.”

Dia mengunakan aplikasi itu setiap akhir pekan, dan mengatakan tergantung pada layanan Uber dari bandara setelah pulang dari tugas kerja.

“Sebagai seorang yang tidak kaya, dan seorang perempuan di London, sesungguhnya saya merasa tidak nyaman naik bus malam atau bahkan naik kereta bawah tanah di malam hari.

“Daerah tempat saya tinggal tidak dilayani kereta bawah tanah di malam hari; bus malam menjadi satu-satunya pilihan bagi saya.

“Kereta bawah tanah malam itu bagus tetapi Anda masih memiliki banyak masalah dengan orang yang mabuk dan melanggar aturan seperti yang ada di bus malam. (Perubahan ini ) akan membatasi saya dan saya tidak akan sering bepergian seperti sebelumnya.

“Saya merasa lebih nyaman karena semuanya terlacak, saya tahu siapa yang menjemput saya, saya tahu siapa mereka, saya tahu berapa nomor telepon mereka.”

Charlie Edmunds mengatakan layanan dari pintu ke pintu lebih baik dibandingkan berdiri di tengah malam di halte bus.

“Menjadi seorang perempuan dengan beban tambahan untuk menjaga diri Anda agar tetap aman,” kata dia.

Mendapatkan taksi dengan sebuah sentuhan pada tombol, dia merasa mengurangi beban tidak hanya tetap aman, tetapi juga terhindar dari penghakiman jika terjadi sesuatu yang buruk.

Tetapi dia merasa keberatan dengan cara perusahan menanggapi kritik kritik mengenai pengemudinya, dan mengatakan bahwa itu harus diselesaikan.

Reaksi media sosial

“Saya beruntung tinggal di zona dua, jika tidak saya harus mencari taksi ke zona tiga dan seterusnya itu benar-benar menyulitkan,” kata Tara Patel, seorang akuntan berusia 38 tahun.

Dia ingat beberapa kali ketika dia pulang malam dan tidak ada taksi di sekitarnya.

Dengan layanan pelacakan Uber, keluarganya menjadi tahu di mana dia berada “membuat saya merasa lebih aman,” kata dia.

Tetapi Uber juga mendapatkan kritik, dan keluhan yang disampaikan seputar masalah keselamatan, seperti dikutip dari keputusan penghentian izin dari TfL, dengan biaya dan keandalan.

Lisa Wilson mengatakan dia pikir aplikasi itu merupakan sebuah “konsep yang bagus” sampai satu malam seorang pengemudi mengambil rute yang tidak dikenalnya ketika menuju rumahnya dan dia melompat di lampu merah, karena “takut akan kejadian terburuk”.

“Saya berada di tempat yang tak dikenal,” kata dia. “Saya tidak akan atau mengizinkan anak perempuan saya yang berusia 18 tahun menggunakannya lagi.”

Pemintaan tinggi dan Kemarahan

Maya Lorford mengkritik masalah harga layanan yang melonjak ketika permintaan mencapai puncaknya.

Dia merasa kaget setelah mengetahui memperkirakan biaya perjalanan ke rumahnya setelah bekerja menjadi penjaga anak, dengan menggunakan taksi melonjak sampai tiga kali lipat di malam hari dibandingkan pagi hari.

Maya Lorford mengatakan dia mendapatkan harga yang “keterlaluan” dengan Uber.

“Perkiraan biaya taksi dari tempat saya menjaga anak ke rumah saya sekitar £6-8 ( sekitar RP 100.000 – 143.00),” kata dia.

“Ketika saya mengecek sekitar pukul 23:30 malam itu, harganya telah meningkat menjadi £20-£24 (sekitar RP 358.00-430.000).”

“Saya paham kenaikan harga sedikit pada waktu puncak tetapi dengan 300 % itu keterlaluan.”

Rachel mengatakan bahwa dia telah “dikecewakan setiap menggunakan aplikasi”, seperti waktu menunggu ataupun harga.

“Saya tidak pernah mendapatkan pengalaman yang bagus dengannya dan itu belum mengalaminya dengan taksi hitam, jaringan jalan dan kondisi pengemudi,” kata dia. “Baguslah!”

Izin operasi Uber akan berlaku sampai 30 September, tetapi memiliki waktu 21 hari untuk banding terhadap keputusan TfL pada JUmat dan masih dapat beroperasi ketika proses banding berlangsung.

Sementara itu, penggunanya mengakui bahwa hal itu “tidak sempurna untuk jangka panjang”, seperti yang dikatakan Charlie, namun harapannya adalah Uber akan memikirkan kembali bagaimana cara memeriksa pengemudinya.

Dia bukan satu-satunya perempuan yang dengan cemas menunggu hasilnya.
sumber: bbc

Posted in Berita | Leave a comment

HEBOH! FENOMENA LANGKA, KAWANAN LEBAH BERSARANG DI SAYAP PESAWAT CITILINK DI KUALANAMU

Sipayo.com – Bandara Kualanamu di Deliserdang, Sumatera Utara, sempat heboh pada, Jumat (22/9/2017) siang. Pasalnya, pesawat Citilink yang terparkir di bandara mendadak ‘diserang’ ribuan lebah madu yang ingin menjadikan sayap pesawat sebagai sarang.

Lebah tersebut sempat membentuk sarang pada sayap bagian atas pesawat bagian kanan. Tidak diketahui persis penyebab terjadinya fenomena alam tersebut.

“Sejauh ini kami belum dapat memastikan atau belum dapat mengetahui penyebab ujung sayap kanan dari pesawat Citilink dikerubungi lebah. Fenomena tersebut baru pertama kali terjadi,” ungkap Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto.

Setelah mengetahui peristiwa langka tersebut, pihak maskapai melaporkan ‘serangan’ lebah madu itu kepada bagian Angkasa Pura (AP) II Bandara Kualanamu.

Pihak pengelola bandara kemudian menurunkan petugas kebersihan dan langsung membersihkan lebah tersebut.

“Fenomena itu tengah dilakukan penelitian oleh pihak Bandara dan melakukan pencegahan agar hal serupa tidak terulang kembali,” tutur Wisnu.

Wisnu mengakui, akibat fenomena itu sempat membuat pesawat mengalami penundaan keberangkatannya. Penundaan penerbangan berlangsung selama 90 menit untuk dilakukan pembersihan. ”Saat ini Citilink telah kembali normal dan sudah bisa terbang kembali,” imbuhnya.
sumber: sipayo

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima | Leave a comment

GUBERNUR SUMUT ULUNG SITEPU

FB: Kinanta Malo-INDONESIA TEMPO DOELOE (Komunitas Pemerhati Sejarah)

Oeloeng Sitepu, Salah Satu dari 7 Gubernur Loyalis Soekarno dan Pancasilais yang Hendak Dilenyapkan ORBA

Bagi masyarakat Sumatera Utara khusunya generasi muda saat ini nama Ulung Sitepu pasti tidak begitu dikenal, padahal pria yang bernama lengkap Brigadir Jenderal Oeloeng Sitepu ini pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ke-8 pada tahun 1960-an.

Ketidak-tahuan generasi muda saat ini tentang Brigjen Oeloeng Sitepu tidak terlepas dari sedikitnya buku-buku yang menuliskan tentang riwayat putera berdarah suku Karo ini. Para penulis mungkin enggan menulis kisah Jenderal berbintang satu ini, pasalnya Oeloeng Sitepu dicap sebagai antek-antek patai komunis indonesia.

Ironisnya, penah saya berkunjung ke kantor Gubernur 2007, bila kita perhatikan deretan foto Gubernur yang pernah mejabat di Kantor Gubernur Sumut juga tidak ada menampilkan wajah Brigjen Oelong Sitepu, yang ada hanyalah namanya.

Brigjen Oelong Sitepu diangkat menjadi Gubernur Sumatera Utara pada 15 Juli 1963 oleh Soekarno. Baru menjabat dua tahun sebagai Gubernur, pada tahun 1965 terjadi peristiwa pemberotakan oleh Partai Komunis Indonesia yang dikenal dengan G30SPKI.

G30S/PKI ternyata menyeret nama Brigjen Oeloeng Sitepu hingga terbenam ditelan sejarah kelam. Dirinya dituduh sebagai antek-antek PKI, gerakan massa pada waktu itu menciduk dirinya dan menjebloskannya kedalam penjara.

Entah apa yang membuat massa pada waktu itu menuduh Brigjen Oeloeng Sitepu terlibat G30SPKI karena secara formal dirinya tidak pernah menjadi anggota PKI. Dirinya lebih dikenal dengan Gubernur yang sangat loyal kepada presiden Soekarno. Mungkin, dukungan yang begitu besar dari PKI ketika dirinya mejabat gubernur yang membuat orang menilai dia merupakan anggota PKI, tapi hal ini sangatlah lumrah karena pada jaman itu PKI adalah partai resmi dan tidak terlarang. (Hiski Darmayana. 2013. “Spirit Soekarnoisme Warga Tanah Karo”. berdikarionline.com/ 4 Agustus 2010.)

Loyalitas yang sangat tinggi kepada Presiden Soekarno pada jaman itu juga dapat membuat Brigjen Oeloeng Sitepu disingkirkan, karena pasca G30SPKI pengikut setia Soekarno atau yang lebih dikenal Soekarnois praktis disingkirkan.

Brigjen Oeloeng Sitepu bukan seorang diri saja, ada 6 gubernur yang juga loyalis soekarno turut disingkirkan pada jaman itu, yakni gubernur Kalimantan Tengah Tjilik Riwut, Gubernur Kalimantan Barat Johanes Chrisostomus Oevaang Oeray, Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Henk Ngantung, Gubernur Sumatera Selatan Pagar Alam dan Gubernur Jawa Tengah Mochtar.

Penulis “Nasib Para Soekarnois: Kisah Penculikan Gubernur Bali, Sutedja, 1966” Aju menyebut ketujuh Gubernur itu Tujuh Gubernur Soekarnois. Mereka juga pendukung setia ideologi Pancasila besutan Soekarno sebagai implementasi ideologi sosialis yang diterapkan sesuai alam dan budaya Indonesia.
Pancasila yang merupakan implementasi ideologi sosialis di Indonesia sangat berbenturan dengan ideologi barat yang dimotori Amerika Serikat yakni liberalis kapitalisme. Hal ini terlihat pada masa pemerintahan Sukarno, Indonesia lebih dekat dengan Negara-Negara beraliran Sosialis seperti Uni Soviet dan RRC. Secara politik hal ini tentu mengangu kepentingan Negara-Negara beraliran liberal kapitalisme.

Maka tidak sedikit pihak berpendapat ada peran barat dalam G30SPKI yang tujuan sebenarnya adalah menghabisi seluruh pengikut ideologi sosialis yang salah satau pionernya adalah Soekarno. Ibarat pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Hal ini sangat jelas terlihat situasi politik Indonesia dan keberadaan Soekarno yang “dikucilkan” pasca G30SPKI.

Brigjen Oeleong Sitepu juga menjadi salah satu sasaran karena begitu loyal terhadap Soekarno dan pendukung setia Pancasila. Dirinya tidak pernah menjadi anggota PKI, namun dituduh terlibat, ditangkap, dipenjarakan dan akhirnya meninggal dunia didalam tahanan. Bahkan banyak orang berspekulasi bahwa kematiannya di penjara akibat penyiksaan dan penganiayaan selama dalam tahanan.

Sampai akhir hayatnya tidak pernah diketahui dengan pasti apa kesalahan Brigjen Oeloeng Sitepu dan bagaimana proses peradilannya. Namun, menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh Gatra. Oeloeng Sitepu mendapat grasi pada tahun 1980, Oeloeng Sitepu mendapat grasi dari Presiden Soeharto, dari hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup bersama beberapa tahanan politik lainnya seperti Omar Dhani, Soebandrio, dan Raden Soegeng Soetarto Kolopaking (Kepala Staf Badan Pusat Intelijen). Apalah arti grasi kalau korban sudah menderita dan mati di dalam tahanan? (Donsisko Perangin-angin, Gatra, “Laporan Khusus” 5 Agustus 1995)

Posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Berita Pilihan, Informasi Untuk Kab. Karo | Leave a comment

TENTANG ISU KEBANGKITAN PKI

M. Kholid Syeirazi

Ini bukan narasi ilmiah, cume uneg-uneg yang mewakili pendapat subjektif saya tentang isu kebangkitan PKI. Anda boleh berpendapat, saya juga. Ini pendapat saya.

1. Saya sama sekali tidak percaya komunisme bangkit di Indonesia. Tanya kenapa? Ideologi itu sudah tidak laku, tidak diminati orang, apalagi oleh generasi milenial. Ayo jujur, emang gampang jadi komunis? Prinsip komunisme adalah: “From each according to his ability, to each according to his needs.” Ini dawuh Eyang Kakung Karl Marx. Aslinya dalam bahasa Jerman: “Jeder nach seinen Fähigkeiten, jedem nach seinen Bedürfnissen.“ Dalam masyarakat ‘kominis’ (ejaan khas mbah-mbah buyut saya), “Setiap orang memberi sesuai kemampuannya, setiap orang mendapat sesuai dengan kebutuhuannya.” Anda doktor, lulus S3 luar negeri, tidak usah pamer ijazah. Jika anak Anda cuma 1, Anda tidak berhak dapat bayaran lebih tinggi dari tukang parkir lulusan SMP yang anaknya 5. Itu adil dalam perspektif komunisme. Apa yang gini laku? Emang enak “sama rata sama rasa”? Mimpi komunisme kiri-kira begini: “kalau mau kaya ya kaya bareng, kalau miskin ya miskin bareng.” Alamak! Sama rata-sama rasa hanya ada di surga. Di surga pun ada tingkatan-tingkatannya. Ada surga kelas VVIP, ada surga kelas ekonomi. Ada juga al-A’raf, tempat di antara surga dan neraka. Jika Mbah Marx bilang kapitalisme mengidap kontradiksi internal dan menggali kuburnya sendiri, komunisme juga. Mana ada masyarakat bisa tumbuh dan berkembang kalau tidak ada kompetisi? Tanpa kompetisi, tidak ada inovasi, tidak ada kreativitas, tidak ada kemajuan. Kompetisi adalah kodrat manusia. Islam juga mengajarkan orang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Tetapi, kompetisi juga harus tandem dengan koperasi. Ini ajaran tawassuth dalam Islam, yang tercermin dalam Pasal 33 UUD 1945.

2. Ajaran komunisme yang utopis ini tadi tidak pernah ada dalam praktek sejarah. Di Uni Soviet, Lenin mendirikan negara sosialis. Ajaran Marx dimodifikasi menjadi: “From each according to his ability, to each according to his works” (Setiap orang memberi sesuai kemampuannya, setiap orang mendapat sesuai prestasinya). Di sini kerja orang dihargai. Hasrat untuk maju tumbuh. Orang tidak perlu sama-sama miskin. Orang boleh kaya, tetapi jangan terlalu timpang. Ini pun tidak bertahan karena kendali negara terlalu kuat. Orang gerah, tidak bisa kreatif, tidak bebas ekspresi. Uni Soviet tumbang, Tembok Berlin jebol. Sosialisme-komunisme kandas. Sejarah usai, kapitalisme berjaya, kata Fukuyama. Komunisme tinggal nama. Tidak ada negara komunis. Yang ada adalah negara otoriter, dengan sistem politik tertutup, tetapi pro-pasar seperti RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Kalau Anda bilang RRT negara komunis, karena itu Jokowi berarti antek komunis karena akrab dengan RRT, Anda diketawai kecebong. RRT itu negara kapitalis, cuma dimodifikasi. Karena sistem politiknya tertutup, porsi negara besar. Namanya kapitalisme negara. Model begini banyak, termasuk Singapore. Jika Jokowi akrab dengan RRT, itu bukan karena beliau turunan PKI dan antek ‘kominis’, tetapi karena yang pegang duit sekarang ini RRT. Jangankan Indonesia, Amerika aja tergantung duit RRT. Raja Salman tempo hari juga berusaha menggangsir duit RRT dalam rangka pelepasan saham perdana Saudi Aramco. Alhasil, komunisme usang, tidak laku. Yang masih laku, dan tetap dipelajari dengan penuh minat di kampus-kampus, adalah marxisme. Marxisme tidak sama dengan komunisme. Marxisme adalah filsafat kritis terhadap kapitalisme. Karena yang berjaya sekarang adalah kapitalisme dan janji kapitalisme adalah mewujudkan kesejahteraan seperti titah Adam Smith (The Wealth of Nations) dan ternyata terjadi ketimpangan dan masih banyak orang melarat, orang pinjam teori Karl Marx untuk menyoal kemiskinan. Mempelajari marxisme tidak sama dengan menjadi komunis. Orang sekadar pinjam pisau Marx untuk membedah anatomi kapitalisme. Dan tidak usah takut, banyak pengikut Marx yang tidak paham marxisme. Karena apa? Buku babon Marx tentang kritik kapitalisme adalah Das Kapital. Tidak seperti buku lain, buku ini sulit dicerna dan dipahami, termasuk oleh pentolan partai komunis di seluruh dunia. Dulu, sewaktu kuliah dan Orde Baru lagi berjaya, kiri itu ‘seksi.’ Saya juga ingin terlihat seksi dengan menenteng-nenteng buku Das Kapital (edisi Inggris yang saya punya Capital), meski tidak paham isinya.

3. Sekarang kita pindah ke soal PKI. Saya tidak percaya PKI bangkit. Apa indikatornya? Mayjen (Purn) Kivlan Zen dalam acara ILC TVOne bilang, indikatornya adalah adalah suara-suara yang ingin Tap MPRS No. 25/1966 dicabut. Saya merasa ini dibesar-besarkan. Dulu Gus Dur punya ide mencabut Tap ini untuk membuka pintu rekonsiliasi. Apa berarti Gus Dur komunis? Ada banyak tafsir dan teori seputar kejadian tahun 1965. Selama ini tafsirnya dimonopoli Orde Baru: PKI bersalah, berontak, dan layak dibantai semua pengikut dan simpatisannya. Titik! Saya orang NU dan yakin PKI bersalah di tahun 1965 dan tahun 1948. Di tahun 1950-an, abah saya adalah santri Tebuireng, Jombang. Pengasuhnya waktu itu KH. Abdul Kholiq Hasyim, putra Hadlratus Syeikh yang terkenal ‘jaduk’ alias sakti. Semua santri waktu itu digembleng hizib. Untuk apa? Melawan PKI yang aktif memprovokasi kekerasan, termasuk di kantong-kantong NU. Setelah gagal berontak di Madiun tahun 1948, PKI terus berambisi mengambil alih kekuasaan dan mempengaruhi Bung Karno. Situasi di bawah panas. Kediri, Blitar, Jombang, dan tempat-tempat lain bergolak. Berdasarkan hikayat lisan, banyak kiai-kiai NU dipersekusi PKI. NU tentu saja melawan. Jadi, teori yang bilang PKI murni korban dalam kasus 1965, pasti ditolak NU. Mereka berhadap-hadapan di lapangan. Sepanjang tahun 50-60an, situasinya seperti “kill or to be killed.” Namun, teori yang menimpakan semua kesalahan kepada PKI sehingga mereka layak dihabisi secara brutal, juga tidak adil. Sudah banyak sumber kritis yang menyebut tensi sosial yang eskalatif itu ditunggangi oleh lanskap Perang Dingin yang agendanya membersihkan pengaruh komunisme di seluruh dunia. Mereka pakai alat ABRI yang terbelah dan kemudian menyuplai logistik untuk membantai PKI. Tensi sosial di bawah yang keras cocok dengan skenario benturan. NU yang sudah sering bersitegang dengan PKI menjadi mitra dalam mewujudkan skenario itu. Terjadilah kemudian peristiwa berdarah yang mengerikan. Semua orang gelap mata. Korban juga banyak berasal dari orang yang tidak bersalah. Tahu-tahu mereka diangkut, disiksa, asetnya dijarah. Gus Dur bilang, banyak pihak dalam peristiwa 1965 adalah korban keaadaan. Karena itu, beliau berbesar hati meminta maaf. Tetapi saya syok, Pram (Pramoedya Ananta Toer), sastrawan Lekra yang karya-karyanya dikagumi, tidak menunjukkan akhlak terpuji. Dengan pongah dia menampik uluran tangan Gus Dur.

4. Prahara 1965 adalah salah satu bab terkelam dari sejarah Indonesia. Kita tahu, pihak-pihak yang ingin kejelasan duduk perkara 1965 tidak bisa serta merta dianggap mewakili aspirasi PKI. Menuntut negara meminta maaf kepada PKI dan menyatakan PKI tidak bersalah pasti ditolak banyak orang, karena PKI terbukti terlibat dalam kekerasan sosial dan pemberontakan. Tetapi, memberikan keadilan kepada korban yang tidak bersalah: korban salah tangkap, korban stigma, dan korban keadaan perlu dilakukan. Caranya rekonsiliasi kultural alamiah seperti yang dilakukan NU. Banyak kiai NU di Jawa menjadi ayah asuh bagi anak-anak keturunan PKI. Cara ini merupakan mekanisme kultural terbaik ketimbang menyeret Indonesia ke Pengadilan Rakyat Internasional (IPT) 1965 di Den Haag oleh satu pihak dan membangkitkan sentimen anti-PKI sebagai dagangan politik di pihak lain. Dua-duanya tidak elok! Hanya bikin perpecahan bangsa.

5. Saya ingin mencapai kesimpulan saya sendiri. Anda boleh menyimpulkan yang lain. Pertama, orang-orang yang menuntut keadilan dan kejelasan peristiwa 1965 tidak otomatis PKI. Seperti Gus Dur, banyak kalangan adalah pejuang keadilan dan kemanusiaan. Kedua, kebangkitan PKI hanya dagangan politik. Komunisme sudah tidak laku. Dia hantu yang dipelihara untuk konsolidasi agenda politik. Siapa pelakunya dan apa agendanya? Kalau Anda baca buku Robert Dreyfus, Devil’s Game, isu komunisme ini mengena di kelompok Islam Kanan. Dulu, Jamaluddin al-Afghani membangkitkan Pan-Islamisme dengan dukungan Inggris. Agendanya adalah menyingkirkan pengaruh komunisme di Asia Tengah, Afrika, dan Asia Barat Daya. Spirit revivalisme Islam dibangkitkan untuk melawan pengaruh Uni Soviet di daerah-daerah itu. Dan berhasil! Pola ini terus digunakan. Dalam lanskap Perang Dingin, Amerika dan Inggris melatih para Jihadis di Afghanistan untuk melawan USSR. Isunya Islam lawan komunisme. Setelah sukses mengusir Uni Soviet, mereka kelak membentuk al-Qaeda dan menabrak Pentagon dan WTC. Senjata makan tuan! Di Indonesia, petanya jelas sekali. Setelah sukses memenangkan Gubernur DKI, politik Islam bersiap-siap menyongsong Pilpres 2019. Banyak di antara pendukung Gubernur DKI terpilih kemarin yakin bahkan haqqul yaqin Jokowi adalah keturunan PKI. Dan, seperti pola di belahan dunia lain di masa lalu, isu Pilpres 2019 adalah Islam lawan komunisme. Sekarang baru pemanasan. Anda tahu sendiri, siapa yang dianggap representasi Islam, siapa yang dianggap wakil PKI. Dalam politik, wakil Islam tidak harus mengerti Islam. Yang penting, dia mendengungkan aspirasi kelompok Islam. NU adalah pelaku sejarah yang tidak akan mengikuti agenda begini. NU cinta NKRI, cinta Islam, dan cinta Indonesia. Demikian.

Sekjen PP ISNU

Posted in Berita | Leave a comment

WALIKOTA CILEGON YANG MELARANG GEREJA DI WILAYAHNYA TERTANGKAP OTT KPK, SIMAK!!

CeriaNews.com – Walikota Cilegon Yang Melarang Gereja Di wilayahnya Tertangkap OTT KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan(OTT) Jumat(22/9) malam. Kali ini dalam operasi senyap yang digelar di wilayah Banten, tim Satgas Penindakan KPK berhasil membekuk seorang kepala daerah di wilayah Provinsi Banten. Beredar informasi jika yang diciduk lembaga antirasuah tersebut adalah Wali Kota Cilegon TB Iman Aryadi.

Tubagus Iman Ariyadi merupakan Wali Kota Cilegon yang menjabat selama dua periode dari tahun 2010-2015 dan tahun 2016-2021. Pria bergelar doktor ini lahir di Serang, Banten, pada 10 Juli 1974.
Iman merupakan putra mantan Wali Kota Cilegon, Tubagus Aat Syafa’at. Iman mengenyam pendidikan di Pesantren Daar El-Qalam, Gintung, Balaraja, hingga tingkat sekolah menengah atas. Meski begitu, dia juga sempat bersekolah di SD Negeri II Cilegon.

Tahun 1993, Iman melanjutkan studinya ke Institut Agama Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung. Ia mengambil jurusan komunikasi penyiaran islam.

Walikota yang tidak ingin melihat ada Gereja di wilayahnya ini terjaring

OTT yang dilakukan KPK, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 10 orang yang berhasil diamankan.

Saat ini kata Febri, para pihak yang ditangkap sudah di kantor KPK dan tengah menjalani pemeriksaan intensif dalam waktu 1×24 jam untuk ditentukan status hukumnya.” Dalam waktu maksmal 24 jam akan kami sampaikan hasil OTT ini melalui konferensi pers hari ini di KPK,” “Diantaranya kepala daerah, pejabat dinas dan swasta,” terang Febri. ketika dikonfirmasi Sabtu(23/9).
sumber: cerianews

Posted in Berita | Leave a comment

DI BALIK ‘TREN’ PARTAI MENDORONG PEMUTARAN KEMBALI FILM G30S/PKI

Sedikitnya tiga partai, yaitu PKS, PAN dan Golkar, sudah menjadwalkan dan melakukan acara pemutaran film Pengkhiatanan G30S/PKI. Langkah yang, oleh sebagian kalangan, diyakini sebagai cara untuk meraih dukungan politik.

Partai Amanat Nasional sudah menggelar acara menonton film Pengkhianatan G30S/PKI di Hotel Mercure, Jakarta Utara, pada Kamis (21/9) lalu. Menurut Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, pada wartawan, acara nonton bareng tersebut bertujuan untuk “menyamakan persepsi dan membangkitkan semangat untuk melawan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).”

Namun Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, juga kepada para wartawan saat pemutaran film tersebut, mengatakan, “Lah, kan filmnya sudah ada sejak lama. Bahwa ada kepentingan segala macam, dalam politik dan macam-macam lah ya, biasa lah.”

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera sudah memerintahkan pula adanya pemutaran serentak film G30S/PKI di DPRD seluruh provinsi dan kabupaten atau kota pada 30 September mendatang.

Sukamta Mantamiharja, anggota DPR dari PKS menyebut ada beberapa indikasi peluang bangkitnya PKI.

“Di kampung saya (Solo), tempat orang atheis, komunis, sampai saat ini, orang orang ini masih tak percaya adanya Tuhan, kalau ketemu anak-anak kecil masih mengajari ideologi mereka, ini tak pernah padam… Mereka punya aktivitas kumpul-kumpul dengan berbagai modus,” kata Sukamta.

“Ada indikator lain bahwa generasi baru yang punya ideologi seperti PKI itu jalan terus dan bergerak terus di Indonesia,” tambahnya.

Sementara Golkar, lewat Sekjen Idrus Marham, sudah menyatakan bahwa partainya berada di posisi terdepan dan mendukung penuh untuk pembelajaran agar peristiwa itu tak terulang lagi. Lewat akun Twitter-nya, Partai Golkar sudah menyampaikan bahwa film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI akan ditayangkan di TVOne, stasiun televisi yang dimiliki oleh Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie, pada 30 September nanti.

Meski begitu, baik sejarawan Asvi Warman dan tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, sudah mengatakan bahwa isu ‘kebangkitan PKI’ sarat politik.

“Mengapa (isu ini di) Indonesia diangkat, karena ada tujuan politik, karena Jokowi (Presiden Joko Widodo) juga jadi sasaran. Tapi itu tak ada dampak apa-apa asal dijelaskan ke publik, dijelaskan bahwa komunisme sudah runtuh,” ujar Syafii.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, juga sudah memerintahkan pemutaran film itu di kalangan TNI ‘agar bangsa tidak melupakan sejarah kelam dan mencegah terulang kembali’.

Politisi PDIP, Effendi Simbolon, pun sudah menyampaikan kritiknya terhadap perintah Jenderal Gatot yang ditudingnya ‘berpolitik’ lewat pemutaran film G30S/PKI.

‘Berlomba-lomba’

Bagi pengamat politik dan Direktur Lembaga Survei Indonesia, Dodi Ambardi, karena fakta-fakta seputar peristiwa 1965 tak pernah tereksplorasi secara penuh, maka isu ini menimbulkan penafsiran yang memunculkan baik sikap anti maupun simpati pada mereka yang dianggap korban.
Hak atas foto Ed Wray/Getty Images
Image caption Menurut pengamat, isu PKI memiliki persamaan dengan isu terkait etnis Rohingya, karena sama-sama menggunakan sentimen keagamaan.

“Dan itu betul-betul bisa membelah publik, berarti kan isu itu dianggap penting oleh publik. Dalam konteks politik, publik itu kan pemilih. Karena ada yang simpati dan ada yang anti, itu menjadi peluang politik bagi partai. Kalau kemudian ingin mendapatkan simpati, maka kemudian posisi yang ingin diambil oleh partai itu bukan mendapat fakta terlebih dulu baru berdebat, tetapi kira-kira, anginnya bergerak ke mana ya?” kata Dodi.

Selain itu, karena ‘motor’ pemutaran kembali film ini adalah TNI, maka Dodi melihat bahwa partai-partai yang mendukung pemutaran kembali ‘tidak ingin konfrontatif dengan tentara’.

Tetapi Dodi belum yakin bahwa langkah PAN, PKS dan Golkar yang ‘berlomba-lomba mengendarai gelombang anti-PKI ini’ terkait pemilihan presiden 2019.

“Pada titik ini masih spekulatif dampaknya pada 2019. Mereka mencoba untuk melihat reaksi-reaksi publik dan reaksi-reaksi yang muncul di kalangan tentara, masih penjajakan,” ujar Dodi.

Menurutnya, isu PKI memiliki persamaan dengan isu etnis Rohingya, keduanya sama-sama bersentuhan dengan sentimen keagamaan.

“Satu segmen besar umat Islam merasa bahwa PKI adalah musuh mereka, itu persamaannya. Yang bisa memobilisasi dalam skala masif itu isu PKI, isu agama, sementara isu-isu kesejahteraan relatif sekunder, partai-partai tidak menuju ke sana.”

“Debat-debat tentang perburuhan, industri, selalu kalah dengan sektor-sektor agama. Ini cara paling gampang meraih simpati, orang mudah tersulut. Kalau isu buruh, butuh argumen panjang, perlu data, perlu rumusan kebijakan, itu kan agak panjang,” tambah Dod dari Lembaga Survei Indonesia.

Menkopolhukam Wiranto, pada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, sudah mengakui bahwa isu komunisme sering ‘ditunggangi kepentingan politik’.

“Mendekati Pilkada, mendekati Pilpres, selalu tunggang menunggang itu ada,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/9).
sumber: bbc

Posted in Berita | Leave a comment

POLISI PASTIKAN PIL PCC DI KENDARI HASIL PRODUKSI PASUTRI BP DAN LKW

JAKARTA, KOMPAS.com – Polri memastikan pil PCC yang menelan banyak korban di Kendari, Sulawesi Tenggara, diproduksi oleh pasangan suami istri BP dan LKW. BP dan LKW telah ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri pada 14 dan 17 September 2017 lalu di Bekasi, Jawa Barat.

“Betul, pil PCC yang di Kendari itu adalah produksi dari mereka ini (BP dan LKW). Sudah dicocokan pilnya,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dalam konferensi pers di Aula Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto menambahkan, BP dan LKW sudah dua tahun memproduksi pil PCC. Selama itu, dia merambah sejumlah kota besar dan kecil di Indonesia untuk dijadikan kota sasaran distribusi, termasuk Kendari.

“Pabriknya ada di Purwokerto, tempat penyimpanan bahan bakunya ada di Cimahi Selatan, Bandung dan kantor administrasi ada di Surabaya. Gudangnya banyak, tapi untuk di Kendari tidak ada gudang. Di sana hanya didistribusikan saja,” ujar Eko.

Direktoratnya pun telah menerjunkan tim untuk mengungkap siapa yang mendistribusikan pil PCC di Kendari itu sehingga menyebabkan banyak korban.

“Begitu mereka kembali, mudah-mudahan sudah mendapatkan hasil,” ujar Eko.

Diberitakan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri meringkus empat pelaku produsen pil PCC dalam kurun waktu 12 hingga 19 September 2017. Keempatnya adalah pasangan suami istri BP dan LKW sebagai bos serta dua anak buahnya penjaga gudang pil PCC.

Bersamaan dengan penangkapan keempat orang itu, penyidik menyita sekitar 1,5 juta pil PCC dan 4 ton bahan bakunya. Sebanyak 4 Ton bahan baku itu diperkirakan dapat dikonversi menjadi sekitar 10 juta pil PCC.

Keempat tersangka disangka Pasal 197 subsider Pasal 1906 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Khusus untuk tersangka BP, juga dijerat dengan Pasal 3 dan Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.
sumber: kompas

Posted in Berita | Leave a comment

MENILIK KRONOLOGI PENYERGAPAN BANDAR NARKOBA HINGGA DITEMBAK MATI POLISI

TRIBUN-MEDAN.com – Bandar narkoba jenis sabu total hampir lima kilogram bernama Erfin alias Bogel (34), ditembak mati, Rabu (20/9/2017).

Bogel kesehariannya bekerja serabutan dan tinggal di Jalan Ketegan, Taman, Sidoarjo.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menerangkan kronologi penembakan dan penangkapan para pengedar barang haram tersebut.

Pada Selasa (19/9/2017), sekitar pukul 14.00 WIB, di depan Balai RW 03 Jalan Suningrat, Taman, Sidoarjo, disita narkotika jenis sabu seberat 6,41 ons.

Besoknya, sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Taman Ketegan RT 14/RW 04, Taman, Sidoarjo, juga disita sabu-sabu seberat 1,229 kg.

Di hari yang sama, Rabu (20/9/2017), sekitar pukul 12.00 WIB, di Kabupaten Gresik disita narkotika jenis sabu seberat tiga kilogram.

Untuk tersangka Bagus alias Ucil, ditangkap pada Selasa (19/9/2017), sekitar pukul 17.00 WIB di Villa Salsa Jalan Pecalukan, Reteh, Pasuruan.

Darinya, ditemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat empat gram.

Menurut informasi dari kepolisian setempat, Bagus merupakan kaki tangan bandar narkoba dari tersangka bernama Erfin alias Bogel.

Ketika dikeler, Bogel melakukan perlawanan kepada petugas.

Hingga akhirnya polisi melakukan tembakan peringatan sebanyak dua kali.

Namun tersangka membabi-buta melawan petugas dan tetap berusaha melawan, sehingga mengancam keselamatan petugas kepolisian.

Pada akhirnya polisi melakukan penembakan terhadap tersangka bernama Erfin tersebut.

Hingga akhirnya tersangka menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (20/9/2017).

Kurir dari Erfin yang masih hidup, Bagus alias Ucil, dikenakan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
sumber: medan.tribunnews

Posted in Berita | 1 Comment

DIHUKUM 11 TAHUN PENJARA, BUPATI KLATEN MENANGIS DI RUANG TAHANAN

TRIBUN-MEDAN,.com, SEMARANG – Terdakwa kasus suap dan gratifikasi Bupati Klaten non aktif Sri Hartini terlihat menangis di ruangan ruang tahanan Pengadilan Tipikor.

Hal itu setelah Sri dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan denda sebesar Rp 900 juta atau setara dengan pindana kurungan selama sepuluh bulan oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Semarang, dalam kasus suap dn gratifikasi yang menjeratnya.

“Terdakwa secara sadar melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,” ujar Ketua Majelis Hakim Antonius Wijantono, membacakan amar putusannya, Rabu (20/9/2017).

Sri sendiri hanya bersandar di kursi pesakitan saat mendengarkan vonis tersebut.

Majelis hakim menyebut, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut serta melanggar pasal 12A, UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 Jo pasal 64 ayat 1 KUH Pidana.

Selain itu terdakwa juga dijerat Pasal 12 huruf B UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang pasal 65 KUH Pidana.

Bupati Klaten non aktif Sri Hartini dituntut 12 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (28/8/2018).

Dalam sidang itu terungkap hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatannya masuk dalam tindak pidana korupsi merupakan hal yang harus diberantas.
Hal yang meringankan adalah terdakwa sudah memiliki keluarga, dan belum pernah dipidana.

Setelah vonis dijatuhkan, majelis hakim menawarkan banding kepada terdakwa maupun jaksa penuntut umum.

Namun kedua belah pihak memilih untuk pikir-pikir atas vonis majelis hakim. ” Kami pikir-pikir majelis hakim, ” ujar terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum.

Setelah mendengarkan pernyataan hakim, terdakwa bergegas menuju ruang tahanan Pengadilan Tipikor. (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)
sumber: medan.tribunnews.

Posted in Berita | Leave a comment

RENCANA PENAYANGAN FILM G30S/PKI DAN DILEMA JOKOWI

Jakarta, CNN Indonesia — Rencana penayangan Film Pengkhianatan G30S/PKI bakal memposisi Presiden Joko Widodo pada situasi dilema. Melarang atau mendukung bakal berefek negatif pada Jokowi.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Caniago mengatakan, rencana pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI oleh beberapa pihak merupakan isu yang sensitif.

“Ya, (Jokowi) berada di posisi yang dilematis,” kata Pangi kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Minggu malam (17/9).

Jika Jokowi mendukung atau membiarkan penayangan film tersebut, tentu akan disambut baik oleh para kalangan yang selama ini membenci komunis atau PKI. Akan tetapi, Jokowi bakal mendapat citra buruk dari sebagian masyarakat menila bahwa film tersebut sarat dengan kebohongan dan alat propaganda.

Namun jika Jokowi berani melarang pemutarannya, tentu ada kalangan yang mempertanyakan komitmen “menggebuk PKI” yang pernah dinyatakan Jokowi.

Karena itu Pangi menilai Jokowi sebaiknya tidak menanggapi rencana penayangan film Pengkhianatan G30S/PKI secara berlebihan. Pernyataan sedikit saja bakal membuat Jokowi diserang.

“Kalau dia tidak bisa mengelola isu ini dengan baik, itu akan digoreng oleh lawan politiknya. Yang dirugikan ya presiden sendiri,“ kata Pangi.

Rencana Penayangan Film G30S/PKI dan Dilema JokowiIsu sensitif di film Pengkhianatan G30S/PKI membuat Jokowi berada di posisi terjepit terkait recana pemutaran film itu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Ia setuju jika film tersebut memang sarat kebohongan seperti yang banya diamini oleh banyak kalangan khususnya sejarawan. Pangi juga menganggap masyarakat masa kini telah cerdas.

Masyarakat, kata Pangi, tidak lagi mudah dipengaruhi oleh sesuatu yang berhasil menjadi propaganda di masa lalu. Terlebih, kualitas film besutan sutradara Arifin C Noer itu pun sangat berbeda dengan film yang selama ini dikonsumsi masyarakat.

“Filmnya juga enggak menarik. Film lama. Gambarnya juga kurang jelas. siapa yang akan tahan nonton begitu,” ujar Pangi.

Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan, TNI Angkatan Darat akan menggelar acara nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI. Rencana tersebut dinilai Wuryanto sebagai momentum untuk kembali mengingat sejarah. Menurutnya, saat ini, banyak kelompok yang ingin memutarbalikkan fakta seputar Gerakan 30 September 1965 silam.

Wuryanto juga mengatakan bahwa pelajaran sejarah dan Pancasila cenderung berkurang di masa kini. Atas dasar itulah keluarga besar TNI mencoba mengingatkan kembali seluruh anak bangsa mengenai sejarah yang sebenarnya dialami Indonesia melalui penayangan film tersebut.(sur)
sumber: cnnindonesia

Posted in Berita | Leave a comment