BERHENTILAH MEMUJA AHOK DI TENGAH BERITA DUKA

Alifurrahman-Ani Yudhoyono dan Arifin Ilham, dua tokoh ini meninggal di waktu bersamaan, dengan penyakit yang sama; kanker. Sontak kita semua berduka sesuai kadarnya masing-masing. Ada yang merasa sangat kehilangan Arifin Ilham, ada pula yang ikut sedih mendengar Bu Ani meninggal.

Kenapa perasaan seseorang bisa beda? Padahal yang dihadapinya adalah sama-sama soal kematian? Jawabannya pasti adalah soal hubungan emosional. Mereka yang lebih sering melihat Bu Ani, jelas akan lebih sedih mendengar beliau meninggal. Sementara mereka yang tak terlalu akrab atau mengikuti berita tentang Bu Ani, sebaliknya lebih sering ikut pengajian Arifin Ilham, jelas akan lebih sedih mendengar sang ustad berpulang.

Tapi, dari sekian banyak ucapan belasungkawa, dari sekian banyak komentar yang masuk di seluruh jejaring sosial media yang saya ikuti, ada satu komentar cukup seragam; mengaitkan kematian dua tokoh ini dengan Ahok.

Andai Ahok jadi Gubernur dan rumah sakit kanker jadi dibangun, maka dua tokoh nasional ini tak perlu lari ke luar negeri. Bisa dirawat di Indonesia. Kira-kira begitu komentarnya, dengan beragam rangkaian kata berbeda.

Secara logika, itu masuk akal. Saya setuju bahwa niat Ahok membangun rumah sakit tersebut sudah benar. Tapi, di tengah-tengah kabar duka seperti ini, bathin saya bertanya; bisakah kita rehat sejenak dari urusan politik dan mendewakan Ahok?

Ini ada orang meninggal, malah dimanfaatkan untuk memuja Ahok. Okelah kalian tak punya niat memanfaatkan, tapi kenapa harus memuja Ahok dalam situasi seperti sekarang? di mana nurani kalian?

Okelah kita tak sependapat dengan Arifin Ilham. Okelah kita sempat berdebat sengit saling serang sebelum Pilkada, membela Ahok dan menyerang SBY. Kita masing ingat dengan istilah lebaran kuda. Kita juga masih ingat dengan banyak hal yang kebetulan dua orang tokoh ini dianggap berseberangan dengan Ahok. Tapi ya ini mereka sudah meninggal. Hari ini kita sedang berduka. Harus sekarang banget gitu muja Ahoknya? Nggak bisa seminggu lagi gitu?

Kalian bisa cek dan lihat. Saya adalah orang yang mendukung Ahok di Pilkada DKI. Tapi kalau melihat para pendukung Ahok semakin hari semakin liar, terus menerus mengait-ngaitkan Ahok dalam setiap kejadian. Dengan cara memuja atau menganggap Tuhan bersama Ahok dan menitipkan karma pada setiap orang yang menyerangnya dulu, saya kok jadi miris ya?

Ahok itu pekerja keras, saya setuju. Ahok itu mampu berikan perubahan dan bisa mengelola kota, saya juga sepakat. Tapi Ahok itu manusia. Buktinya dia dipenjara. Dia bukan dewa yang selalu benar dan selalu pantas untuk dipuja-puja tak kenal waktu.

Betapapun kita berbeda pandangan politik dengan SBY sekeluarga ataupun Arifin Ilham, biarlah itu menjadi sebuah alasan demokrasi. Hak berpendapat. Tapi ketika sang ustad dan Ibu negara itu berpulang, berilah hak penghormatan dan doa yang baik untuk mengiringi jenazahnya.

Kalaupun kalian sangat ingin membahas Ahok dan memuja-mujanya, nanti dulu. Minimal jangan hari ini atau besok. Ini kita sedang berduka, masa iya kalian masih memuja sosok lain seolah mensyukuri sakit seseorang.

Negara kita belum punya rumah sakit kanker mumpuni, itu sebuah kesalahan. Karena dengan begitu dua tokoh ini harus dirawat di luar negeri. Tapi, kematian ini urusan kemanusiaan. Sebagai sesama manusia, sudah seharusnya kita ikut berduka.

Apa susahnya kita doakan Bu Ani dan Arifin Ilham agar diterima di sisiNya? Mudah kok. Kalaupun kita tidak bisa hormat dan selalu ingat dengan Pilkada DKI, ingatlah bahwa kita ini bukan manusia pemegang palu yang hanya punya masalah dengan paku. Kita ini manusia yang punya hati dan nurani. Manusia yang sama-sama tak kuat menghadapi perpisahan.

Lagi pula Ahok tidak sedang nyalon jadi gubernur. Pun hari ini bukan masa kampanye. Ga ada gunanya juga memuja-muja Ahok, sekalipun tujuannya menyadarkan masyarakat yang selama ini masih menolaknya karena alasan SARA.

Saya tahu tidak semua pendukung Ahok seburuk itu dalam hal memuja. Tapi melihat serangkaian status, tweet dan komentar, saya pikir artikel ini penting untuk saya tulis sebagai pengingat. Begitulah kura-kura.
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

AHOK DAN MIMPI BANGUN RS KANKER

Manuel Mawengkang-Melihat dua orang yang sudah pergi dalam waktu yang berdekatan, yakni Arifin Ilham dan Ani Yudhoyono, membuat hati penulis terusik untuk tidak menceritakan sosok yang pernah mengimpikan ada rumah sakit khusus kanker, di Indonesia.

Sekarang ini, di Indonesia, masih sangat sedikit rumah sakit kanker yang memiliki alat canggih dan kapasitas pasien yang banyak.

RS Sumber Waras sempat menjadi salah satu tempat yang akan dibangunkan RS Kanker. Sayangnya, pada saat itu, BPK menilai masih ada ketidakwajaran. Kita tahu bahwa pengidap kanker di wilayah DKI meningkat. Mimpi Ahok untuk membangun pun terkendala oleh BPK, Anies dan Sandi pada saat itu.

Sekarang, lagi-lagi nama Ahok mencuat. Ia pernah memiliki mimpi besar dalam melayani pasien kanker di Jakarta, bahkan seluruh Indonesia. Sudahkah mimpi ini sirna?

RS Dharmais pada saat itu dinilai sudah tidak mampu menampung pasien kanker di Jakarta. Di Jakarta pun sulit, bagaimana melayani pasien dari seluruh Indonesia?

Maka Ahok memiliki mimpi untuk membangunkan RS kanker khusus warga Jakarta di RS Sumber Waras, sehingga bisa berbagi tugas dengan RS kanker Dharmais.

Jumlah pasien kanker meningkat adalah fakta yang dilihat oleh Basuki Tjahaja Purnama yang saya lebih suka menyebutnya Ahok. Jumlah pasien kanker di Indonesia, khususnya Jakarta mengalami peningkatan signifikan.

Memang (meningkat), makanya satu-satunya cara, kita kerja sama dengan rumah sakit kanker, RS Dharmais, makanya saya bangun di sumber waras, termasuk yang di Pasar Minggu…

Supaya orang-orang Indonesia yang lain yang datang berobat kanker di Dharmais tempatnya tidak dipakai oleh orang Jakarta. Sekarang kan ngantre 2 bulan 3 bulan…

Jadi gimana? Ya saya kepaksa bangun, saya harap KPK bisa cepat memutuskan penyidikan ini. Karena Sumber waras ini gantung ini…

Kamu dapat tanah di mana yang 3 koma sekian hektar di tengah kota dekat Dharmais? Itu yang saya bilang, gitu loh…

ungkap Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Rabu (11/5/2016).

Ahok tidak main-main. Dia sudah sempat riset bersama menkes Nila Moeloek.

Akhirnya mimpi Ahok kandas. Dia tidak sempat membangun RS Kanker di Sumber Waras, dia sudah diturunkan oleh Anies, gubernur produk SARA, yang mungkin menjanjikan bukan lagi kesembuhan, tapi dikibuli surga oleh para pendukungnya.

Pemprov DKI di era Ahok, sempat berencana untuk membangun 1.000 ranjang di RS Kanker di atas lahan Sumber Waras. Ahok juga sempat bermimpi untuk membangun 500 kamar apartemen dan tempat perawatan bagi para penderita kanker.

Dengan begitu, pasien merasa dimanusiakan. Mereka feel at home. Akan tetapi, mimpi Ahok ini tetaplah mimpi. Dan jangan harap Anies bisa meneruskan ini.

Sudah ada dua elit yang meninggal karena kanker. Mereka diobati di luar negeri. Betapa biayanya yang tidak bisa terbayangkan.

Arifin Ilham dan Ani Yudhoyono, adalah dua pasien kanker yang tidak sempat mendapatkan perawatan terbaik oleh anak-anak bangsa. Mereka dirawat di rumah sakit luar negeri. Mengapa? Karena mereka tidak menemukan RS Kanker yang memadai seperti yang diimpikan Ahok di Jakarta ini.

Padahal, sempat ada seorang di sana, yang sudah selesai dengan segala urusan politik, bermimpi. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah sakit yang bisa melayani semua pasien kanker di Indonesia. Letaknya di Sumber Waras. Di Grogol, Jakarta Barat. Tapi, mimpinya kandas. Karena isu SARA yang dimainkan terus menerus.

Ahok, kami merindukanmu. Kami menginginkanmu kembali ke Jakarta. Saya merasakan bagaimana kepedihan warga Jakarta ditinggal Ahok. Dulu, karangan bunga sempat muncul di Balai Kota sampai tumpah ruah ke istana. Itu adalah ucapan semangat untuk Ahok dan Djarot yang kalah di Pilgub DKI.

Mimpi Indonesia dalam mendirikan rumah sakit kanker di Indonesia, kandas di tangan dua manusia haus kekuasaan yang lebih memilih untuk bermulut banyak ketimbang bekerja banyak.

Anies dan Sandi, adalah dua manusia yang menggagalkan rencana pembangunan RS Sumber Waras, yang di tengah lahannya, ada RS khusus penderita kanker. Saya cukup yakin, mimpi ini tidak akan sirna. Semoga saja ada orang-orang lain, pemimpin lain yang bisa membangun RS khusus kanker di sekitaran Jakarta.

Ada Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo dan Khofifah, yang siap membangunkan RS Kanker, mewujudkan mimpi Ahok dalam melayani pasien kanker seluruh nusantara, dengan kapasitas dan peralatan dan infrastruktur yang memadai. Pemimpin DKI Jakarta? Biar saja Jakarta ditinggal mati.

Begitulah sedih-sedih.

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

DOKTER JELASKAN KONDISI TERAKHIR ANI YUDHOYONO SEBELUM WAFAT

Jakarta, CNN Indonesia — Dokter Kepresiden yang dikirim Presiden Jokowi untuk membantu perawatan Ani Yudhoyono, Terawan Agus Putranto menjelaskan kondisi terakhir istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum meninggal dunia, Sabtu (1/6) siang.

Diberitakan sebelumnya, Ibu Negara ke-6 RI, Ani Yudhoyono wafat di rumah sakit National University Hospital (NUH), Singapura, pada Sabtu (1/6) pukul 11.00 waktu Singapura.

“Tim di sini dan tim dokter dari NUH dan dokter dari Amerika sudah berjuang keras. Tapi Tuhan punya rencana yang lebih baik,” ujar Terawan dalam konferensi pers bersama di NUH, Sabtu (1/6) dari laporan CNNIndonesia TV.

Sebelum meninggal dunia, Terawan menjelaskan, kondisi Ani Yudhoyono sempat membaik pada Jumat (21/5). Namun secara tiba-tiba kondisi Ani Yudhoyono mengalami kemunduran, dan memang terindikasi karena perjalanan penyakit kanker darahnya.

“(Meninggal dunia) dalam kondisi tidak sadarkan diri. Waktu itu ditidurkan karena gagal napas, sehingga beliau dipakaikan respirator,” jelas Terawan.

Penggunaan respirator untuk Ani dilakukan tim dokter sejak Jumat malam. Terawan juga menjelaskan, Ani Yudhoyono hingga hari wafatnya juga belum dilakukan donor sumsum tulang belakang. Sedianya adik Ani, Pramono Edhie Wibowo merupakan pendonor.

“Belum. Perjalanan penyakit yang tidak memungkinkan beliau dilakukan proses pendonoran,” jelas Terawan.

Kondisi terakhir sebelum wafat sebelumnya juga disampaikan Wasekjen Demokrat, Renanda Bachtar. Mulanya keluarga Ani Yudhoyono sempat berbahagia ketika mendapati kabar sang ibu membaik.

“Pada Kamis malam seluruh indikator vital tubuh Bu Ani, seperti detak jantung, oksigen, normal sehingga SBY sangat gembira sekali, Alhamdulillah ibu sehat normal, Insyaallah bisa keluar ICU itu jadi harapan kita,” ujar Renanda dalam wawancara kepada CNNIndonesia TV.

Namun demikian, pada Jumat siang jelang maghrib, kata Renanda, kondisi Ani kembali turun sehingga tim dokter Singapura menangani langsung.

“Puncaknya subuh tadi mengalami penurunan, terendah selama 4 bulan,” jelas Renanda.
sumber: cnnindonesia
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

ANI YUDHOYONO, MANTAN IBU NEGARA MENINGGAL DUNIA

Mantan ibu negara, Kristiani Herrawati, atau dikenal sebagai Ani Yudhoyono, istri dari Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, tutup usia pada Sabtu (01/06) siang.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan tepat pada pukul 11.50 waktu Singapura, atau 10.50 WIB, Ani Yudhoyono dinyatakan meninggal dunia.

“Ibu Ani Yudhoyono telah meninggalkan kita sekitar pukul 11.50,” ujar Imelda, Sabtu (01/06).

Sempat dilaporkan membaik, kondisi Ani dilaporkan menurun dan kembali menjalani perawatan intensif di ruang ICU National University, Hospital, Singapura. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Selain kerabat dan pimpinan Partai Demokrat, beberapa tokoh seperti Agung Laksono, Hatta Rajasa, M Nuh dan Andi Malarangeng, menyambangi rumah sakit untuk menyampaikan belasungkawa.

Besan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Hatta Rasaja, yang mewakili keluarga besar SBY mengatakan presiden keenam RI itu mengikhlaskan kepergian istrinya tersebut.

“Tentu sebagai suami yang mendampingi 43 tahun terlihat duka yang mendalam dari Pak SBY, tapi beliau ikhlas menerima takdir Allah ini,” kata dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Ani Yudhoyono, yang menurutnya merupakan “sosok perempuan tegar dan memiliki peran penting selama sepuluh tahun pemerintahan SBY menjadi presiden Indonesia.”

“Dia tokoh yang setia dan dedikatif sebagai ibu negara, yang juga memberikan simbol sosok perempuan yang memiliki peranan penting,” tutur Sri Mulyani.

Sementara itu, melalui unggahan di akun Instagram pribadi, Presiden Jokowi menyebut bahwa semasa hidupnya Ibu Ani Yudhoyono adalah tokoh yang senantiasa memberi inspirasi.”Almarhumah adalah seorang tokoh yang senantiasa memberi inspirasi dan teladan sebagai istri dan Ibu Negara yang setia mendampingi Bapak Susilo Bambang Yudhoyono semasa menjadi presiden, sebagai ibu dari anak-anaknya, dan sebagai putri seorang prajurit,” tulis Presiden Jokowi.

Setelah disemayamkan di KBRI Singapura, jenasah Ani Yudhoyono akan diberangkatkan dari Singapura, Sabtu (01/06) malam menggunakan pesawat Hercules dan diperkirakan akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 20.30 WIB.

Jenasahnya kemudian disemayamkan di rumah duka di Cikeas dan akan dimakamkan di taman makam pahlawan (TMP) Kalibata pada pukul 15.00 WIB.
Ingin cium jenasah sang istri

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan sebelum diberangkatkan ke tanah air, jenasah Ani Yudhoyono akan disemayamkan di KBRI Singapura terlebih dulu.

Dia mengungkapkan SBY meminta setelah jenasah dimandikan dan dimasukkan ke peti jenasah, dia menghendaki untuk mencium istrinya untuk terakhir kali.

“Itu berkali-kali dia sampaikan,” kata Hinca.

Salah satu dokter yang merawat Ani, dokter Terawan Agus Putranto, menjelaskan tim dokter gabungan sudah berupaya maksimal, “tapi Tuhan berencana lain.”

“Kemarin membaik namun tiba-tiba beliau mengalami kemunduran dan itu memang dari perjalanan penyakitnya,” kata Terawan.

Dia melanjutkan, ketika menghembuskan napas terakhir, Ani dalam kondisi tidak sadar lantaran sempat mengalami gagal napas sehingga terpaksa menggunakan respirator untuk membantu pernafasan.

“Menggunakan respirator sejak kemarin malam, sudah berlangsung usaha untuk men-support beliau tapi upaya itu belum membawa hasil,” jelas Terawan.

Sejak Februari 2019 lalu, Ani Yudhoyono dirawat di National University Hospital, Singapura, lantaran mengidap penyakit kanker darah.

Selama perawatan, kondisi kesehatan Ani Yudhoyono dilaporkan sempat naik-turun.

Dalam perkembangannya, Rabu (29/05), Ani Yudhoyono dilaporkan kembali masuk ICU karena disebutkan mengalami demam tinggi.

Dan pada Kamis (30/5) malam, Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mengabarkan demam Ani Yudhoyono sudah turun.

“Syukur kepada Tuhan, infonya yang kami terima sore tadi, demam dan panas suhu tubuh ibu Ani katanya sudah turun,” ujar Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon, Kamis (30/05).

Namun pada Jumat (31/05) pagi, kondisi kesehatan Ani Yudhoyono dilaporkan “kembali menurun” dan “tidak sadarkan diri”, ungkap politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulungnya, mengungkapkan bahwa kondisi ibunya belum stabil.

“Saat ini, Ibu Ani sedang memerlukan penanganan ekstra. Seluruh keluarga besar Yudhoyono sedang berkonsentrasi pada upaya pemulihan kembali kondisi kesehatan Ibu Ani,” kata AHY.

Sejak saat itulah, seluruh keluarga SBY dilaporkan sudah berada di Singapura. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulungnya, mengungkapkan bahwa kondisi ibunya belum stabil.

Sejak Ani Yudhoyono dirawat di Singapura, Susilo Bambang Yudhoyono – sebagai Ketua Umum Partai Demokrat – praktis lebih banyak mendampingi istrinya ketimbang disibukkan dengan Pemilu 2019.

Setelah KPU mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019, SBY mengucapkan selamat kepada calon presiden petahana Joko Widodo yang unggul dalam perolehan suara.

Sikap SBY ini mengundang tanda tanya rekanan koalisi yang tergabung dalam kubu Prabowo Subianto yang hingga sekarang menolak hasil rekapitulasi tersebut karena dianggap dipenuhi kecurangan.

Melalui media sosial, sebagian simpatisan kubu Prabowo dilaporkan ‘menyerang’ kondisi kesehatan Ani Yudhoyono dengan apa yang mereka sebut sebagai tidak maksimalnya kampanye SBY pada Pilpres dan Pileg 2019.

Beberapa politikus Partai Demokrat berang dan balik menyerang sejumlah akun anonim yang disebutkan merundung kondisi kesehatan mantan Ibu Negara itu.

Di sinilah, kemudian muncul wacana bahwa Partai Demokrat berniat mencabut dukungannya terhadap Prabowo.

Para elit Partai Demokrat membantah sinyalemen ini, namun pada saat bersamaan putra SBY, yang juga politikus Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, bertemu dengan Joko Widodo di Istana Merdeka.

Sebuah peristiwa politik yang menurut pengamat menunjukkan bahwa Partai Demokrat kini merapat ke kubu Jokowi.
Anak ketiga Sarwo Edhie Wibowo

Ani Yudhoyono, kelahiran 6 Juli 1952 lahir di Yogyakarta adalah anak ketiga ketika pasangan Letjen Sarwo Edhie Wibowo dan Hj Sunarti Sri Hadiyah.

Dia menikah dengan SBY pada tanggal 30 Juli 1976, saat SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik.

Pasangan ini dikaruniai dua orang putra, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Sebagai Ibu Negara, Ani mendampingi SBY dalam dua periode kepemimpinannya, sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014.

Sejumlah laporan menyebutkan, Ani sempat kuliah Jurusan Kedokteran di Universitas Kristen Indonesia, tetapi pada tahun ketiga meninggalkan bangku kuliah karena pindah untuk mengikuti ayahnya yang ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Setelah pulang ke Indonesia, dia menikah dengan SBY dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka dan lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Politik pada tahun 1998.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

STARTEGI KUBU 02 TERBARU DIPERTUNJUKKAN OLEH DAHNIL ANZAR

Erika Ebener-Sebenarnya saya enek mendengarkan cara Dahnil Anzar berbicara. Tapi itu pula menandakan betapa cerdasnya Prabowo dalam memancing kekesalan lawan dengan menempatkan orang-orang yang memiliki ciri khas tersendiri.

Misalnya Fadli Zon. Dengan penampilan pisik dia yang unyu-unyu, diberi peran sebagai penggembira. Dia tak sedikitpun diberi tugas untuk turun ke jalan, berteriak-teriak seperti Eggi Sudjana. Fadli Zon cenderung bermain aman. Apalagi dengan statusnya sebagai wakil Ketua DPR dan Elit Partai Gerindra, ibarat jaket yang bisa dibolak-balik cara memakainya, Fadli Zon bisa leluasa mengomentari apa saja sebagai Wakil Ketua DPR dengan isi komentar yang menguntungkan Partai Gerindra.

Begitu juga dengan Dahnil Anzar. Dengan suaranya yang seperti memiliki cengklok dangdut, dengan tempo 6 per 4, saking pelannya, Dahnil mampu memancing kekesalan lawan. Dia diberi tempat sebagai orang penting dalam tubuh BPN.

Lain lagi dengan Andre Rosiade yang memiliki raut wajah mirip dengan ‘setan gundul’ yang pernah dilihat Andi Arief, kepiawaian gaya ngotot Andre menempatkan dirinya menjadi garda terdepan dalam memberikan komentar-komentar yang mengesalkan.

Nah, apa yang ingin saya bicarakan sekarang adalah temuan saya atas strategi baru kubu 02 yang diperlihatkan Dahnil Anzar saat diwawancara oleh NewsTV di acara News Sore dengan tajuk “Menakar Dugaan Makar”, membicarakan perihal penangkapan dan status kawan-kawannya yang sekarang sedang memenuhi kantor polisi di Jakarta.

Coba perhatikan apa kata Dahnil Anzar saat merespon pertanyaan si pembawa Acara…

“Bang Dahnil, ada Eggi Sudjana, ada Lieus Sungkharisma, Kivlan Zein, Anda juga dipanggil sebagai saksi kasus dugaan makar, dan hari ini Pak Prabowo dilaporkan untuk kasus yang sama. Apa tanggapan anda soal ini?”

Dahnil menjawab….

“Pertama, tentu kita sayangkan dengan atmosfir politik yang penuh dengan permusuhan, tidak lagi diisi dengan kompetisi, artinya kalau dalam Islam kompetisi itu, ‘Fastabiqul Khairat’ berlomba-lomba dalam kebaikan. Terkait dengan pelaporan tuduhan makar dan sebagainya, ini kan selalu menjadi perbincangan dan debat yang keras terkait dengan argumentasi dalil makar dan sebagainya. Karena saya pikir tidak satupun dari tokoh-tokoh tersebut bermaksud untuk melakukan makar. Kalau kritis itu pasti. Kalau mereka melakukan protes, itu adalah hal yang wajar dalam era demokrasi.

Yang paling mencolok, yang paling kita khawatirkan pada saat ini adalah hadirnya ketidak-adilan. Saya ambil contoh kasus Mustofa Nahra, kita bandingkan dengan kasus Ulin Nusron. Dalam hal tindak hukum yang dilakukan mereka berdua, itu sama. Tapi perlakukan hukum yang dilakukan terhadap Mustafa Nahra dan Ulin itu berbeda jauh. Mustofa ketika melakukan tindakan memposting satu berita, besoknya langsung diciduk, jadi tersangka, kemudian ditahan. Ulin Nusron, juga melakukan hal yang serupa, tapi sampai hari ini, tidak diperlakukan apa-apa secara hukum.

Atau anda sebutkan misalnya ada ancaman-ancaman pembunuhan terhadap Pak Jokowi yang dilakukan orang melalui video, kemudian sekilat mungkin, orang yang melakukan itu ditangkap. Tapi disisi lain, ada orang yang bahkan sudah terang-terangan mengancam melakukan pembunuhan terhadap saudara FAdli Zon, misalnya, atau Fahri Hamzah dan yang lainnya, tapi sampai hari ini yang bersangkutan diproses pun tidak….”

Sampai disini, omongan Dahnil di potong oleh si pembawa acara (Thanks God!!!).

Pertama, Dahnil, dengan nama suara yang gggrrr…. Bicara sesuatu yang dulu dilakukan begitu gencar oleh kubu 02 selama mengkampanyekan Prabowo yang tidak memiliki prestasi apa-apa. Mereka menebar kebencian, hujatan, caci maki, fitnah, lalu sekarang si kuda nil ini bicara seakan, kubu o2 yang menjadi korban akibat atmospir permusuhan???

Waspadai… ini modus berikutnya setelah aksi kerusuhan kemarena mengalami kegagalan total.

Mengatakan mencoloknya keabsenan keadilan untuk satu perbandingan yang jomplang jauh dari tanah ke langit. Bagaimana bisa Dahnil menuntut perlakukan atau tindakan yang sama untuk ancaman yang dilakukan terhadap Presiden Indonesia, dan terhadap rakyat biasa?? Atau memang Dahnil sudah tidak mengakui bahwa “Pak Jokowi” itu adalah presiden Indonesia, hingga perlakukan hukum terhadap ancaman pada “Pak Jokowi” dan Fadli Zon harus sama???

Juga, membandingkan kasus Mustofa Nahra dan Ulin Yusron, tidak apple to apple. Kasus keduanya tidak sama. Lagi pula, Ulin urusannya sama Dheva dan kalau Dheva tidak menggugat atau melapor, ya tidak ada kasus bagi Ulin.

Kalau satu kali kesalahan membandingkan, kita bisa maklumi, tapi semua yang Dahnil ungkapankan, semuanya salah. Sebuah modus membela diri tapi pada waktu yang sama memancing emosi. Terutama emosi kampret yang mengamini apapun yang Dahnil katakana. Sementara Kecebong emosi, karena tahu kalau kesalahan itu sengaja Dahnil lakukan.

Sebenarnya melihat Kubu Prabowo ber-playing victim sudah tidak aneh. Tapi menjadi lucu ketika perhelatan Pemilu dengan segala intrik yang mereka mainkan selesai, lalu mereka bilang, “…disayangkan dengan atmosfir politik yang penuh dengan permusuhan, tidak lagi diisi dengan kompetisi …”. Coba pemikiran seperti ini terjadi diawal tahun 2017, mungkin kejadian hari ini tidak akan sebrutal sekarang.

Yang pasti, peribahasa “better late than never” ga cocok digunakan untuk si Dahnil Anzar ini!!
sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

MENGAPA HARI LAHIR PANCASILA KIAN PENTING DIPERINGATI?

Jakarta – “Namanya ialah Pancasila… di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi”

Pada 1 Juni 1945, kata Pancasila pertama kali diperkenalkan Bung Karno saat sidang BPUPKI di Gedung Chuo Sangi In, Jakarta. Fondasi berdirinya rumah besar bernama Republik Indonesia digagas, para founding fathers berpikir keras. Bagaimana caranya, agar negeri ini sanggup menaungi kodrat pluralistiknya.

Kini, 1 Juni 2019, yang tersisa tampaknya sebatas kewajiban upacara. Seremonial hormat bendera yang miskin makna. Hadir agar gaji tak dipangkas. Sisanya bernapas lega karena tak punya kewajiban untuk upacara.

Tanya kepada anak bangsa, adakah kita mengerti apa pentingnya Pancasila?

Karena tidak dapat dibendung, di alam demokrasi seluruh nilai berhak mendapat tempat. Apapun sepanjang pada tataran pemikiran, tidak lagi dianggap sebagai ancaman. Kebebasan berpikir dilindungi. Individualisme dihargai. Di situlah, radikalisme berhasil mendapat momentum.

Di balik kebebasan individu, radikalisme mendapat tempat bersembunyi. Di balik penjaminan hak berserikat dan berkumpul, suara radikal bisa sedemikian nyaring.

Sentimen ketidakpuasan publik dieksploitasi, agar sekelompok masyarakat mau bertindak. Sentimen agama dimanfaatkan, agar sekelompok masyarakat mau bergerak. Tindakannya menolak sistem yang berlaku. Gerakannya menghendaki perubahan bentuk negara. Caranya, segala cara jadi boleh. Ciri khasnya, menolak toleransi. Menolak kerja sama dengan penganut agama lain, bahkan dengan saudara seagama yang berbeda pandangan.

Sistem demokrasi yang dianut memang ekspresi pengakuan kemajemukan, pengakuan hak pribadi. Tapi untuk melawan ekses yang mematikan rahim politiknya sendiri, demokrasi perlu diinjeksi. Beruntungnya, Indonesia punya Pancasila sebagai fondasi.

Lima butir Pancasila adalah semangat kolektivitas yang menyeimbangkan nilai individualisme milik demokrasi.

Ketuhanan Yang Maha Esa. Telah diingatkan jauh-jauh hari, Bung Karno berpesan agar bangsa ini ber-Tuhan dengan mengedepankan sifat toleransi dan solidaritas. Agama dijalankan dengan cara yang berkeadaban, hormat-menghormati satu sama lain.

Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila mengandung prinsip kemanusiaan sekaligus keadilan sosial. Nilai liberal dan sosialisme, berani dipasang berdampingan. Jadi cerminan identitas bangsa, bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yang ekstrem. Tidak hitam-putih pilih kiri maupun kanan, tapi mengambil jalan tengah. Prinsip moderat dapat membangun dialog di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Sikap bijak bagi kodrat pluralistik yang kita miliki.

Tanya lagi kepada anak bangsa, mengapa hari lahir Pancasila kian penting untuk diperingati?

Karena tidak dapat dipungkiri, 74 tahun Pancasila hadir menjaga keutuhan negeri, meski digempur tantangan berbeda dari zaman ke zaman, sekarang kita ada di sini. Berdiri tegak, berdaulat.

Seperti halnya menyambut hari lahir orang-orang yang dicintai, hari lahir Pancasila pula penting untuk diperingati. Mungkin sulit untuk sepenuhinya dihayati, tapi paling tidak kita mengerti. Bahwa 1 Juni bukan sekadar seremonial hormat bendera. Lelah berdiri di tengah lapang bisa lebih dimaknai. Beruntungnya kita punya fondasi. Entah gempuran radikalisme, fundamentalisme, dan isme lain di masa depan, rakyat dapat berlindung di bawah naungan lima sila dasar negara. Ada tempat kembali, saripati jati diri negeri.

Seperti cita-cita founding fathers saat merumuskan dasar negara, mari jaga negara Indonesia agar terus berdiri kekal dan abadi.

Tita Adelia tim Staf Khusus Presiden
sumber : detik.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

MUDIK LEBARAN 2019 : TIKET PESAWAT MAHAL, PEMUDIK RELA BERKENDARA BERJAM-JAM ATAU NAIK KAPAL LAUT

Sejumlah pemudik mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat pada masa mudik lebaran 2019 dan memutuskan untuk menggunakan jalur darat dan laut, meski harus menghabiskan waktu yang lebih lama.

Salah seorang pemudik, Adriana Megawati, seorang warga Bekasi, Jawa Barat, mengatakan dia mengurungkan niatnya untuk mudik menggunakan pesawat ke Solo, Jawa Tengah, seperti yang dilakukannya tahun lalu.

Pasalnya, kata Adriana, harga tiket pesawat dari Jakarta ke Solo mencapai Rp 2 juta sekali jalan, meningkat d

ua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Jika dia dan suaminya mudik menggunakan pesawat, kata Adriana, dia harus merogoh kocek sebesar Rp 8 juta.

Adriana mengatakan, dia memutuskan untuk berkendara dengan mobil pribadi pada tanggal 4 Juni demi merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

“Biaya naik mobil itu lebih murah dibandingkan naik pesawat. Bensin paling sekitar Rp 500.000-an sekali jalan, bayar tol sekitar Rp 500.000,” ujar Adriana.

Dengan melewati Tol Trans Jawa, Adriana mengatakan dia berharap dapat tiba di Solo dalam waktu delapan jam.

Pemudik lain beralih ke angkutan laut.

Rahmatan Idul, yang bekerja Gorontalo, terpaksa mudik menggunakan kapal laut menuju Raha, Sulawesi Tenggara.

Dia menyebut itu adalah kali pertama dia mudik menggunakan kapal laut, karena biasanya dia langsung terbang dari Gorontalo ke Kendari.

Harga tiket pesawat yang mencapai lebih dari Rp 2 juta sekali jalan, kata Rahmatan, sangat memberatkan mengingat tahun lalu harganya hanya berkisar Rp 800.000.

Maka itu, ia memutuskan untuk naik kapal yang harganya jauh lebih murah yakni sekitar Rp 300.000.

Rahmatan yang pergi tanggal 27 Mei, harus menghabiskan waktu sekitar dua hari di kapal, jauh lebih lama dibandingkan perjalanan dengan pesawat yang hanya memakan waktu sekitar dua jam.

Dari segi kenyamanan, kata Rahmatan, kapal laut pun jauh di bawah pesawat.

“Perjalananan itu ombaknya lumayan kencang jadi agak goyang. Jadi rasanya nggak nyaman,” katanya.

Busyra Oryza, Manager Komunikasi platform penjualan tiket daring, Pegipegi, mengakui ada peningkatan harga tiket pesawat dibandingkan dengan tahun lalu.

“(Kenaikan) rata-rata berkisar dari satu setengah hingga dua kali lipat untuk periode mudik,” jata Busyra.

Contohnya, kata Busyra, harga tiket pesawat Jakarta – Surabaya saat ini adalah sekitar Rp 1.150.000. Tahun lalu, harganya hanya sekitar Rp 700.000.

Kenaikan harga yang mencolok, tambahnya, juga terlihat di rute penerbangan lain seperti Jakarta-Makassar dan Jakarta-Medan, yang lebih mahal sekitar Rp 800.000 hingga Rp 900.000, dibanding periode yang sama tahun lalu.

Untuk menyikapi hal itu, Busyra mengatakan, perusahaannya mengadakan beragam promo untuk menarik konsumen.

Heboh harga tiket pesawat 21 juta

Sebelumnya, polemik terkait harga tiket pesawat memanas akibat beredarnya informasi tiket pesawat Garuda rute Bandung-Medan yang menyentuh Rp 21 juta di platform penjualan tiket online, Traveloka.

Kementerian Perhubungan merespons dan mengatakan berdasarkan pemeriksaan yang mereka lakukan, hal itu terjadi karena sistem Traveloka.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Pramesti menjelaskan karena Garuda tidak memiliki rute langsung Bandung ke Medan, sistem Traveloka mengatur titik transit untuk penerbangan itu.

Pengaturan itu mencampur penerbangan kelas ekonomi dan bisnis, yang harganya lebih mahal dan tidak diatur oleh regulasi Tarif Batas Atas (TBA) pemerintah.

“Saya mengeluarkan surat ke pihak maskapai agar berkoordinasi dengan travel agent-nya supaya memberikan informasi yang sejelas-jelasnya (kepada penumpang),” kata Polana.

Sufintri Rahayu, Public Relations Director Traveloka, mengimbau masyarakat untuk jeli meneliti pembelian sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.

“Misalnya, jika ingin mencari kelas ekonomi, maka pada laman awal pencarian dapat memilih kelas ekonomi,” katanya.

‘Jangan sebut tiket mahal’

Polana mengatakan harga tiket pesawat yang ada saat ini tidak ada yang melanggar pengaturan TBA yang ditetapkan pemerintah.

Jika masyarakat melihat ada harga yang melebihi TBA, kata Polana, mereka dipersilahkan untuk melaporkan ke kementerian.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya menyebut harga tiket yang ada ditentukan berdasarkan mekanisme pasar yang ada.

“Pesawat itu jangan dikatakan mahal ya…Kementerian Perhubungan itu diamanati untuk mengatur batas atas dan batas bawah. Batas atas mengatur persaingan agar masyarakat tidak kena harga mahal. Batas bawah mengatur persaingan korporasi,” kata Budi.

Ia menambahkan ia telah meminta maskapai untuk memberikan harga yang lebih kompetitif untuk penumpang.

Pengamat Penerbangan Indonesia Aviation Center, Arista Atmadjati, turut menampik harga tiket terlalu mahal.

Dia menyebut, sejak tahun 2001 hingga 2018, masyarakat memang menikmati tarif pesawat yang rendah, bahkan beberapa lebih murah dari kereta.

Akibatnya, beberapa maskapai seperti Adam air, Mandala Air, hingga Merpati mengalami kebangkrutan.

Barulah di tahun 2019 ini, kata Arista, maskapai-maskapai yang ada kompak menggunakan tarif batas atas.

Untuk masa mudik ini, yang termasuk ‘peak season’ kata Arista, harga yang lebih mahal memang wajar.

Namun, kata Arista kenaikan, harga pun tidak sewenang-wenang karena diatur oleh peraturan TBA.

“Sekarang masyarakat juga diiimbau menyadari, pilihannya begini, mau semua maskapai bangkrut atau mau berkorban, harga agak tinggi, tapi semua maskapai selamat bisnisnya dan kita bisa naik pesawat?” kata Arista.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

PAK POLISI, CUKUP PENJELASANNYA, TANGKAP SEGERA AKTORNYA

Mora Sifudan-Dari hati yang terdalam, saya sangat menghargai kerja keras, pengorbanan, dan kesigapan kepolisian RI dalam menghadapi perusuh, penyebar hoaks dan penyusup pada kerusuhan 21-23 Mei lalu. Andai ada penghargaan dari seorang rakyat terhadap kepolisian atas jasa-jasanya yang lebih berharga dari doa, pasti akan saya berikan. Saya mengakui kepolisian sudah melakukan yang terbaik.

Tetapi kepolisian juga harus paham bahwa masyarakat, termasuk saya, bukanlah penyabar yang kesabarannya seluas samudera. Bagi rakyat, kalau kepolisian sudah berhasil menggagalkan pembunuhan berencana terhadap keempat pejabat dan salah satu pimpinan Lembaga survei yang jadi target, serta sudah berhasil menangkap para pelaku, maka itu tidak cukup. Masyarakat menginginkan agar kepolisian membongkar siapa aktor intelektual dari pembunuhan itu.

Kalau dihitung sejak press release penangkapan pelaku pembunuhan berencana, dan penyitaan senjata, sudah ada waktu 4-5 hari berlalu. Pemberitaan di media baik online maupun offline berkutat pada berita press release pelaku dan barang bukti saja. Tetapi belum ada nama-nama aktor intelektual di belakang rencana pembunuhan terhadap kelima tokoh tersebut.

4-5 hari sepertinya terlalu lama. Kepolisian mengaku sudah mengantongi nama. Kepolisian juga sudah punya bukti-bukti senjata dan pelaku rencana pembunuhan berencana. Tetapi kalau hanya itu saja, rasanya tidak akan mampu memuaskan rasa keadilan masyarakat. Harusnya dalam waktu selama itu orang yang diduga sebagai aktor intelektual pembunuhan berencana dan termasuk kerusuhan harus sudah terbongkar.

Ada kekhawatiran di masyarakat bahwa kepolisian tidak akan mampu membongkar aktor intelektual atau dalang rencana pembunuhan dan kerusuhan. Kenapa? Karena yang masyarakat dapatkan hanya pemberitaan yang itu-itu saja. Dari jam ke jam, dari hari ke hari. Lalu penangkapannya kapan?

Mohon maaf kalau masyarakat tidak sabar. Maaf pula kalau seolah kami mendesak kepolisian. Saya perlu tegaskan bahwa desakan ini bukanlah bukti kekecewaan terhadap kepolisian. Desakan ini adalah bentuk besarnya harapan masyarakat terhadap kepolisian untuk membongkar dalang pembunuhan berencana dan kerusuhan. Anggaplah ini dukungan terhadap kepolisian dalam bentuk yang berbeda.

Kami mungkin tidak bisa menyatakan dukungan dengan cara memberikan bunga. Pun kami mungkin merasa tidak cukup mendukung hanya melalui doa. Maka kritik, desakan dan dorongan kami inilah bentuk lain dari dukungan kami terhadap kepolisian.

Jangan nanti kasus ini seperti kasus Novel Baswedan yang tidak selesai-selesai sampai sekarang. Jangan nanti kasus ini jadi seperti kasus HAM yang tidak terselesaikan sampai sekarang. Tentu sebagai masyarakat kami harus ingatkan kepolisian.

Kami juga tidak mau mendengar mulut-mulut politisi, yang menyangkal adanya aktor intelektual di belakang kerusuhan 21-23 Mei 2019, hanya karena kepolisian tidak kunjung memecahkan kasus ini. Kepolisian tahu sendiri kalau mulut mereka itu terlalu berbisa untuk dibiarkan merajalela begitu saja. Bukan tidak mungkin mulut bau para politisi itu bisa mempengaruhi situasi dan kondisi di negeri ini.

Seperti ini nih contoh mulut bau para politisi:

“Saya kok nggak yakin ya. Siapa sih yang mau melakukan itu? Jangan lebaylah gitu. Siapa? Tunjuk dong orangnya. Polisi itu gampang kok mendeteksi orang mau menarget dan orang kalau menarget nggak akan bilang-bilang. Jangan mengalihkan isu. Justru yang mengancam-ancam pihak lain ya saya, termasuk pernah diancam di Twitter, di beberapa tempat, di WA ada, di SMS ada, saya bisa tunjukkan ancaman-ancaman itu. Itu tidak apa-apa.” (Fadli Zon, Detik)

Takutnya, kalau kasus ini menguap begitu saja atau berlama-lama, akan dianggap seperti yang dikatakan Fadli Zon. Sebab komentar di mulut bau itu sangat berbahaya terhadap posisi institusi kepolisian RI ke depan. Bayangkan kalau penyelidikan kepolisian di negeri ini dianggap lebay atau sebagai pengalihan isu, bagaimana nasib kepolisian ke depan?

Maka tanggung jawab sekarang sepenuhnya ada di kepolisian RI. Mulut politisi tidak akan mungkin dibungkam. Asumsi liar masyarakat juga tidak bisa dikekang. Hanya dengan membongkar dan membuktikan aktor intelektual rencana pembunuhan dan kerusuhan sajalah yang akan mampu mengembalikan kepercayaan publik kepada kepolisian. Kalau tidak, bukan tidak mungkin kepolisian RI akan kehilangan kepercayaan publik. Sayang kalau prestasi Polri yang sudah mulai diapresiasi kembali diinjak-injak lagi.

Tidak perlu orang yang selama ini mengkritik dan mendiskreditkan kepolisian yang semakin tidak percaya, saya juga akan ikut tidak percaya kepada kepolisian. Orang yang selama ini mendukung Polri pun akan berbalik tidak mempercayai Polri lagi.

So, there are no other choice Mr. Pol. You have to prove it early!

Salam dari rakyat jelata

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

CARA MUDAH PENUMPANG PANTAU KESEHATAN BUS MUDIK 2019

Jakarta, CNN Indonesia — Mudik menggunakan bus merupakan salah satu alternatif pemakaian kendaraan pribadi. Walau begitu, pengguna bus juga mesti pilih-pilih bus yang berkualitas biar selama perjalanan terus merasa aman dan nyaman.

Menilai kondisi bus secara kasat mata mungkin sulit bagi banyak orang, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Cara paling mudah mengetahuinya yakni mencari stiker berlogo Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bertuliskan “Inspeksi Keselamatan LLAJ” yang biasanya ditempel di kaca depan bus.

Kepala Sub Direktorat Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kemenhub Dewanto Purnacandra menjelaskan stiker itu merupakan tanda bus angkutan mudik sudah lulus inspeksi keselamatan atau yang sering dikenal ramp check.

Stiker itu juga dikatakan sebagai tanda bus sudah laik jalan sekaligus menjadi informasi kondisi kesehatan bus secara keseluruhan buat masyarakat.

Dewanto menjelaskan stiker ramp check biasanya ada di kaca depan di bagian kiri bawah.

“Jadi masyarakat ini bisa lihat (bus laik jalan atau tidak) dari stikernya. Stiker ramp check masa angkutan lebaran 2019,” kata Dewanto saat dihubungi, Rabu (29/5).

Kemenhub dikatakan Dewanto sudah menggelar ramp check buat bus-bus angkutan mudik menjelang Lebaran. Kegiatan itu dilakukan secara nasional di seluruh terminal-terminal yang menjadi lokasi bus antarkota dan antarprovinsi menjemput penumpang.

Ia memaparkan bahwa inspeksi ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan keselamatan mulai dari pengereman, lampu-lampu, hingga tekanan udara ban. Bus yang lulus inspeksi langsung diberi stiker, sementara yang belum harus diperbaiki sampai bisa dikatakan laik jalan.

“Tapi untuk ramp check ini kalau tidak lulus ya harus diperbaiki kekurangannya. Misal lampu mati, wiper rusak, ya ganti dulu,” kata Dewanto.

Puluhan Ribu Bus Tak Laik Jalan

Direktur Sarana Transportasi Jalan Direktirat Perhubungan Darat Sigit Irfansyah mengatakan kegiatan inspeksi keselamatan bus angkutan lebaran sudah selesai pada Selasa (28/5).

Secara nasional kegiatan ini sudah diikuti 42.116 unit bus, namun yang lulus atau diberi izin operasional selama lebaran hanya 29.198 unit. Sementara sisanya, 12.918 unit, dikategorikan Kemenhub tak laik beroperasi.

Sigit mengatakan pemerintah menggandeng perwakilan dari terminal di setiap daerah untuk mengantisipasi bus-bus nakal yang tidak lulus ramp check namun nekat beroperasi.

“Jadi pihak terminal yang akan monitor kepada kami,” kata Sigit.

Sigit menambahkan bahwa kini pihaknya hanya akan memantau bus-bus yang sudah terdata ikut inspeksi, tetapi belum dinyatakan lolos.

“Kami akan tunggu untuk bus yang belum lolos, mereka perbaiki dulu semua, baru habis itu cek ulang. Jika sudah sesuai baru dinyatakan lolos dan boleh operasi. Tapi kegiatan ramp check sendiri udah selesai per kemarin,” kata Sigit. (fea)
sumber: cnnindonesia
fb: Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment

LANGKAH POLISI TAK TERBENDUNG, HANUM RAIS TERSERET KASUS MAKAR EGGI!

Ninanoor-Dalam beberapa minggu belakangan ini sudah banyak penangkapan dan pemeriksaan dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap berbagai pihak yang dulunya nampak kebal hukum. Dulunya petantang petenteng, mau ngomong apa suka-suka dia. Dikira polisi “tidak berani” menciduk mereka. Mereka ini tidak menyangka, ketika Presiden Jokowi memberikan kode keras, itu bukan lagi gertakan. Bahwa Presiden Jokowi sudah tidak ada beban. Pihak kepolisian pun bergerak dengan cepat. Eggi Sudjana pun tidak berdaya ketika diringkus polisi. Lalu Kivlan Zen yang sudah mau pergi ke Brunei pun ikut diangkut. Kemudian dilepas lagi, saya yakin tentu dengan ada “sesuatu” yang ditinggalkan oleh Kivlan Zen buat aparat kepolisian.

“Sesuatu” yang bisa digunakan oleh pihak kepolisian untuk makin gencar menyelidiki. Bahkan bisa jadi itu juga jadi bocoran yang menyebabkan pihak kepolisian bisa mencium aksi massa rusuh di tanggal 21-22 Mei. Yang sekarang ini makin diungkap makin tambah mengerikan skenarionya. Bahkan sampai ke rencana pembunuhan 4 tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei. Ini betul-betul upaya makar. Saya berharap jika semuanya terungkap, pasal makar juga akan disangkakan kepada para dalang dan eksekutornya.

Kita juga menyaksikan penangkapan terhadap Mustofa Nahrawardaya. Yang biasanya suka plas plos di media sosial, dan mengira dirinya juga kebal hukum. Caleg gagal ini berpotensi akan berlebaran di penjara. Banyak pihak yang senang dengan penangkapan Mustofa ini. Cuitan-cuitannya itu lho, bahkan sampai pernah menyinggung salah satu Ibu Negara, istri Gus Dur.

Sebelumnya Amien Rais juga akhirnya mau datang untuk diperiksa oleh pihak kepolisian. Mungkin agak kepepet dan takut sampai dijemput paksa, karena dia mangkir dari panggilan pertama. Oh iya, Amien Rais juga bisa takut kok, dia kan juga manusia biasa kayak kita-kita ini. Saya yakin sepinta-pintarnya Amien Rais berkelit, nanti pasti akan “jatuh” juga. Saya percaya bahwa pihak kepolisian punya strategi sendiri menghadapi Amien Rais. Salah satu bukti adalah, ketidakberanian Amien Rais untuk mangkir lagi dari panggilan polisi. Yang kedua adalah perubahan narasi yang disampaikan oleh Amien Rais. Dari yang menyebut pihak kepolisian seperti PKI, menembaki umat Islam, lalu kemudian berubah 180 derajat. Melunak, dan tidak lagi menuding, malah seperti membela pihak kepolisian.

Tapi ini semua tidak mempan. Karena terungkap bahwa hari ini, anak Amien Rais yang kelakuannya sama persis seperti bapaknya, yakni Hanum Rais, ikut terseret dalam kasus makar yang disangkakan terhadap Eggi Sudjana. Hari ini ternyata Hanum Rais berada di Polda Metro Jaya. “Iya, penyidik hari ini juga memeriksa Hanum Rais,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada media. Dilansir detik.com, sore tadi sekitar jam 3 sore, Argo mengatakan pemeriksaan terhadap Hanum Rais tengah berlangsung. “(Hanum Rais sudah ada di ruang penyidik) sudah,” tegas Argo.

Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-4566775/kasus-dugaan-makar-eggi-sudjana-polisi-juga-periksa-hanum-rais

https://m.medcom.id/nasional/hukum/xkE3m85N-putri-amien-rais-terseret-kasus-makar

Sebenarnya yang jadi berita adalah ikut diperiksanya Ustaz Sambo terkait kasus makar Eggi Sudjana. Ustaz ini merupakan guru ngaji Prabowo. Makanya berita ini cukup mendapat perhatian publik. Karena seakan selangkah lagi maka kasus makar ini juga akan menyeret Prabowo. Namun, bagi saya, langkah pihak kepolisian menyeret Hanum Rais untuk ikut diperiksa dalam kasus ini juga sangat penting. Karena kalau melihat kasus Eggi Sudjana ini, nama Hanum Rais justru tidak pernah keluar. Tidak seperti Amien Rais dan Kivlan Zen. Saya malah menyangka, pihak kepolisian akan memanggil orang-orang dari PA 212 yang merupakan massa aksi demo di depan Bawaslu kala itu. Ini demonya yang sebelum penetapan rekapitulasi hasil Pemilu oleh Bawaslu. Yang awalnya di tanggal 9 Mei lalu batal dan jadinya pada tanggal 10 Mei. Yang juga dihadiri oleh Neno Warisan dan Yusuf Martak. Saya malah mengira, Neno dan Yusuf Martak ini yang akan diperiksa oleh pihak kepolisian.

Tiba-tiba saja terungkap bahwa Hanum Rais lah yang diperiksa hari ini. Artinya keterlibatan Hanum Rais lebih besar ketimbang Neno dan Yusuf Martak. Ada apa ini? Publik tentu tidak akan pernah lupa bahwa Hanum Rais juga berperan besar dalam meng-endorse luka lebam Ratna Sarumpaet, yang dia sebut sebagai akibat penganiayaan sambil menyebut dirinya dokter. Sidang kasus Ratna masih berlangsung. Tidak menutup kemungkinan juga akan menyeret Hanum Rais, kan? Oleh sebab itu, saya merasa paham kenapa Hanum Rais mau datang ke Polda buat diperiksa, tanpa heboh dan protes. Bahkan akun Twitter miliknya (@hanumrais) sudah di-private. Dia ini pasti sudah merasa takut akan terseret dalam kasus Ratna Sarumpaet. Sekarang sudah masuk terseret dalam kasus Eggi Sudjana. Kemungkinan menjalani kehidupan di balik jeruji penjara sudah mulai mendekat ke arah Hanum Rais. Kita ikuti saja perkembangannya. Demikian kura-kura…

(Sekian)

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa SINABUNG JAYA grup

Posted in Berita | Leave a comment