AMIEN RAIS LEBIH BAIK BIKIN PERHITUNGAN BERAPA LANGKAH KAKI DARI JAKARTA KE YOGYAKARTA

Xhardy-Pak tua ini akhirnya muncul juga, saya pikir entah di mana dia berada setelah sekian lama tidak ada suaranya. Saya pikir, dia ini juga stres dan merengek karena kondisi politik belakangan ini, balik ke kamar dan mengurung diri tak mau muncul lagi di depan publik. Tapi ternyata dia muncul juga, dan tetap tidak ada tanda-tanda mau bertobat. Masih sama seperti dulu.

Amien Rais memberikan pendapatnya soal Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, sebaiknya diberikan kesempatan untuk bekerja. Tapi jika kenyataannya kinerja tidak memuaskan, maka dirinya tak akan segan memberikan kritik. “Kalau jelas (kabinet Jokowi) tidak bermutu, tidak sesuai dengan cita-cita apalagi dengan yang dijanjikan maka mengapa kita tidak lantas mengambil peran yang lebih nyata lagi,” kata Amien Rais.

“Supaya harus dijewer kalau sampai tidak deliver, tidak deliver artinya tidak melaksanakan janji-janjinya itu. Jadi sementara ini saya masih menahan diri, ya karena saya harus fair, harus sportif, berikan dulu waktu,” katanya. Amien Rais berjanji akan membuat perhitungan apabila Kabinet Indonesia Maju tidak bisa bekerja seperti yang diharapkan. Waktunya adalah enam bulan.

Amien Rais sendiri tidak menolak atau mengiyakan ketika ditanya pendapatnya soal Prabowo yang masuk ke kabinet Jokowi. Tapi, kalau melihat pola tingkah bapak satu ini, pasti ada sedikit rasa kecewa dan sakit hati meski dari luar terlihat santai-santai saja. Kita juga menilai kalau orang ini mungkin juga mengharapkan agar kecipratan jatah kekuasaan seperti yang didapatkan Prabowo. Maklum, Amien Rais selama ini paling lantang suaranya, paling keras teriakannya, dan paling capek mulutnya berkoar-koar hingga suara serak dan tenggorokan kering. Sudah dibully habis-habisan, eh, sekarang tidak mendapatkan apa pun. Sudah tua gitu, apa tidak kasihan tuh?

Lagian ada apa dengan 6 bulan? Percuma saja. Kita sudah bisa menebak, apa pun yang dilakukan dan dicapai oleh pemerintahan Jokowi, tetap akan salah di mata bapak tua satu ini. Yang bagus tetap dibilang jelek. Yang jelek maka akan dikipas habis-habisan. Termasuk kelompok yang suka teriak Salawi (Semua Salah Jokowi) gitu lah.

Dan penasaran sekali dengan perhitungan macam apa yang akan dia buat? Mau demo? Mau jewer kuping? Atau mau adu jotos di ring tinju? Paling hanya bisa teriak-teriak yang intinya tidak akan dipedulikan orang lain.

Ketimbang bikin perhitungan dengan kebinet Jokowi, lebih baik Pak Amien Rais buat perhitungan jarak dari Jakarta dan Yogyakarta, hitung berapa langkah kaki yang diperlukan, apakah seratus ribu langkah atau tujuh juta langkah kaki. Satu dua tiga empat lima dan seterusnya sampai ke tujuan. Lebih baik seperti itu, otak pun tetap tajam dan tidak cepat pikun ketimbang bikin perhitungan dengan pemerintahan Jokowi yang ujung-ujungnya hanya akan dianggap orang stres.

Apakah Amien Rais kepingin jabatan juga? Maaf saja ya, orang seperti dia ini dikasih jabatan kepala lingkungan (kepling) saja rasanya sangat tidak pantas. Jadi orang ini, bisa juga dianggap sebagai gelandangan politik, yang telantar dan terkatung-katung di dunia politik, berusaha memelas, berteriak agar diperhatikan, tapi sayang, tidak ada yang peduli. Meski dia terkesan serius dengan nada mengancam, tapi orang lain anggap dia ini sedang pusing dan cari perhatian. Dia mau teriak apa pun, orang lain hanya ketawa dan tidak ambil pusing.

Kalau mau bikin perhitungan, sebaiknya Amien Rais buka mata lebar-lebar dan lihat ke Anies. Kerja tak becus, 2 tahun tidak ada kemajuan yang berarti, hanya bongkar pasang trotoar, beautifikasi JPO, PKL merajalela menguasai trotoar dan badan jalan hingga bikin macet dan semrawut. Kenapa tidak bikin perhitungan dengan Anies? Apa dia buta dengan banyaknya anggaran aneh-aneh yang berhasil ditelanjangi netizen dan disorot media?

Entah apa pun alasan Amien Rais nyinyir, ada dua hal. Yang pertama, mungkin dia beneran mau nyinyir doang. Kalau begini, lebih baik pulang aja ke rumah lalu cuci kaki dam tidur. Koar-koar hanya bikin tenggorokan kering. Dia hanya dianggap lagi kecewa berat. Yang kedua, dia juga mau jabatan? Jangan mimpi. Jadi kepling aja tak pantas.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword.com
fb Bus Sinabung Jaya
wa sinabung jaya.group

Posted in Berita | Leave a comment

PUTRA PAPUA JADI PENGAWAS PROYEK INFRASTRUKTUR JOKOWI

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenalkan sekaligus melantik 12 wakil menteri untuk membantu para menteri menyelesaikan pekerjaan dalam lima tahun ke depan. Sebanyak delapan di antaranya merupakan wakil menteri bidang ekonomi.

Kedelapan tokoh antara lain, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wempi Wetipo, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Desa dan PDT Budiari Setiadi, dan Wakil Menteri ATR/BPN Surya Chandra. Terakhir, dua Wakil Menteri BUMN yakni, Kartiko Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin.

Dalam momentum pengenalan para wakil menteri, Jokowi sempat mengungkapkan bahwa terdapat dua tokoh berkualitas yang mewakili wilayahnya masing-masing.

“Bapak Wempi Wetipo, putra Papua, orang asli papua. Beliau pengalamannya pernah jadi Bupati di Jayawijaya dua periode jadi tak diragukan lagi,” ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan Wempi akan membantu Menteri PUPR untuk mengawasi proyek infrastruktur, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Selain itu, Jokowi juga memilih putra Dayak untuk menjadi Menteri LHK yakni Alue Dohong. Pria asal Kalimantan itu menyelesaikan pendidikan strata dua di Inggris dan pendidikan strata tiga di Australia.

“Beliau memang sudah berkecimpung lama di Badan Restorasi Gambut. jadi akan membantu Bu Siti Nurbaya, di dalam pelestarian hutan dan alam kita,” ucap Jokowi.

Jokowi juga menunjuk dua wakil menteri BUMN yang berasal dari kalangan bankir, yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo.

Menariknya, dua Wamen BUMN ini berasal dari kalangan bankir yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Budi menduduki jabatan Direktur Utama pada periode hingga tahun 2016. Sedangkan Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo melanjutkan tongkat estafet Budi sebagai pucuk pimpinan Bank Mandiri hingga saat ini.

“Jadi ada 2 wakil menteri di BUMN dan keduanya berasal dari Bank Mandiri. Bankir,” kata Jokowi, Jumat (25/10)

Jokowi berharap dengan 2 Wamen BUMN yang berasal dari kalangan bankir, terjadi lompatan besar baik dalam valuasi dan aset dari perusahaan pelat merah. Kepala negara menuturkan dengan jumlah BUMN mencapai lebih dari 140 dan aset kurang lebih Rp8.400 Triliun, maka memerlukan sebuah pengelolaan dan pengawasan yang baik.

“Saya sampaikan untuk mencari partner yang baik, sehingga BUMN kita benar-benar jadi sebuah perusahaan korporasi yang memiliki reputasi yang baik di dunia global,” imbuhnya.
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

DUA TERSANGKA KASUS DOSEN IPB AJUKAN PENANGGUHAN PENAHANAN

Jakarta, CNN Indonesia — Dua tersangka kasus perencanaan pelemparan bom rakitan dalam aksi Mujahid 212 pada 28 September yang juga turut melibatkan dosen IPB, Abdul Basith (AB) mengajukan penangguhan penahanan.

Kedua tersangka itu yakni Muhidin Jalih alias Jalih Pitung dan Januar Akbar. Penangguhan penahanan itu diajukan melalui kuasa hukum mereka yakni Pitra Romadoni.

Pitra mengatakan pihaknya telah menyerahkan pengajuan penangguhan penahanan kepada Kapolda Metro Jaya, Direktur Reskrimum serta penyidik pada Kamis (24/10) siang.

“Pada hari ini kami telah resmi mengajukan permohonan kami ke Bapak Kapolda Metro Jaya yang langsung diterima di bagian Setum dan tadi ke Dir [Direktur Reskrimum] juga sudah kami tembuskan permohonan penangguhan ini dan ke penyidik juga hari ini kami tembuskan,” ujar Pitra di Polda Metro Jaya.

Pitra menuturkan alasan kedua kliennya mengajukan penangguhan penahanan lantaran tak terlibat secara langsung dalam perencanaan aksi peledakan bom rakitan itu.

Namun, Pitra membenarkan kedua kliennya memang sempat mengikuti pertemuan bersama AB dan tersangka lainnya.

“Perlu digarisbawahi dua ini seorang aktivis, selaku pimpinan aksi dia hadir ke sana atas permintaan atau dibawa saudara Damar tanggal 22 September ke kediaman Pak Soenarko,” ujar Pitra.

Meski begitu, Pitra mengklaim kliennya tak mengenal sosok AB dan para tersangka lainnya. Kedua kliennya, kata Pitra, baru tahu sosok AB saat hadir dalam pertemuan itu.

Selain itu, kata Pitra, kliennya juga baru mengetahui rencana aksi peledakan bom rakitan saat hadir dalam pertemuan. Namun, menurutnya, kedua kliennya tak ikut serta menyimpan bom rakitan yang telah disiapkan.

Pitra menyebut kedua kliennya memang kerap memimpin aksi demo, namun aksi itu diklaim selalu dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.

“Berdasarkan keterangan klien kita dia tidak pernah memegang atau bawa bom tersebut tapi kalau penggerak masa (demo) benar,” ucap Pitra.

Selain itu, Pitra menyebut kedua kliennya sering memimpin aksi demonstrasi. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh kedua kliennya juga selalu dikoordinasikan dengan polisi sebelumnya.

Lebih lanjut, Pitra mengatakan dalam penangguhan penahanan itu, pihaknya mengajukan pihak keluarga sebagai penjamin.

“Kami masukkan keluarganya (sebagai penjamin), kami masukkan dulu, kami tunggu dalam satu minggu ini tanggapan Kapolda apa,” katanya.

Sebelumnya, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith (AB) berencana melempar bom rakitan dalam Aksi Mujahid 212 di Jakarta lantaran tidak puas dengan aksi pelemparan molotov saat demo mahasiswa 24 September di Gedung DPR/MPR.

AB juga merupakan salah satu perencana dalam aksi pelemparan bom molotov saat aksi demo berujung kerusuhan di daerah Pejompongan pada 24 September lalu.

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan 14 tersangka. Para tersangka dijerat Pasal Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 169 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP.
sumber: cnnindonesia.com
fb: Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

MENGAPA PEMERINTAH LEBANON SAMPAI BERENCANA MEMAJAKI WHATSAPP?

Protes meledak di Lebanon menuntut pemerintah mundur terkait tuduhan ketidakmampuan menangani krisis ekonomi.

Pemicu protes ini sendiri adalah pengumuman pemerintah yang berencana mengenakan pajak untuk panggilan telepon melalui aplikasi WhatsApp (WhatsApp call) dan aplikasi lainnya.

Pengumuman ini langsung disambut protes besar-besaran, dan pemerintah langsung membatalkan rencana pajak itu hari Kamis (17/10).

Namun protes berlanjut hingga hari Jumat (18/10) menyerukan agar pemerintah mundur. Demonstran membakar ban dan petugas keamanan membubarkan massa dengan gas air mata.

Puluhan orang dilaporkan terluka, dalam demonstrasi terbesar yang pernah dihadapi Lebanon dalam beberapa tahun terakhir.

Perdana Menteri Saad al-Hariri juga membatalkan pertemuan kabinet karena kondisi ini.

Apa yang sesungguhnya terjadi di negara itu?

Pajak WhatsApp

Hari Kamis (17/10), pemerintah Lebanon mengumumkan rencana pengenaan pajak terjadap segala jenis panggilan telepon yang menggunakan fasilitas voice-over-internet-protocol (VOIP) seperti yang dipakai oleh aplikasi seperti WhatsApp, Facebook call, Face Time maupun Skype.

Rencananya, panggilan telepon dengan fasilitas itu akan dikenakan tarif sebesar sekitar Rp2.800 untuk meningkatkan pendapatan negara yang sedang mengalami krisis ekonomi.

Rencana ini segera disambut dengan protes besar di mana para penduduk turun ke jalan-jalan karena marah. Pemerintah segera menyatakan bahwa rencana pengenaan pajak itu dibatalkan.

Namun protes ini berlanjut, karena kemarahan warga bukan hanya karena persoalan WhatsApp semata, melainkan karena krisis yang tak kunjung teratasi.

Abdullah, seorang pemrotes di Beirut menyatakan alasannya ikut protes: “Kami di sini bukan lantaran soal WhatsApp. Kami protes karena segala hal: bahan bakar, makanan, roti, semuanya!” katanya.

Apa yang terjadi?

Lebanon dilanda krisis ekonomi, dan pada bulan Juli tahun ini parlemen meluluskan pengetatan anggaran belanja negara untuk menekan defisit ekonomi mereka.

Pengetatan ikat pinggang ini dilakukan mengingat Lebanon saat ini memiliki utang sebesar US$86 miliar, lebih dari 150% dari PDB nasional mereka, menurut kementrian keuangan negeri itu.

Keadaan infrastuktur juga buruk sehingga penduduk mengalami pemadaman listrik bergilir dan sambungan internet yang buruk.

“Saya ingin jalanan dapat penerangan. Bosan saya mendengar suara generator,” kata Dima Abu Hassan, penduduk Beirut sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

Pertumbuhan di Lebanon terpuruk antara lain akibat perang berkepanjangan dengan tetangga mereka, Suriah.

Bulan lalu, bank dan biro penukaran valuta asing mulai membatasi penukaran mata uang Lebanon, pound, ke dolar Amerika yang menimbulkan kecemasan akan kemungkinan devaluasi mata uang.

Selain itu pemerintah juga mendapatkan kritik keras sehubungan lambatnya penanganan kebakaran hutan yang terjadi berberapa waktu terakhir.

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri diharapkan akan menyampaikan pidato untuk menanggapi situasi ini hari Jumat 18/10.

Dipicu soal pajak WhatsApp call – yang banyak dipakai di Lebanon – demonstrasi ini berlanjut jadi protes terhadap pemerintah secara keseluruhan.

Para demonstran membakar ban dan membuat ibukota Beirut lumpuh di hari Jumat (18/10) tengah hari.

Salah seorang pemrotes di Beirut, Cezar Shaaya, menyatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ia ikut protes karena melihat orang-orang bergerak di jalanan.

“Saya menikah, tagihan kredit rumah saya datang tiap bulan, dan saya tidak bisa membayarnya karena saya menganggur. Ini salah pemerintah,” katanya.

Dilaporkan, para pemrotes melagukan slogan “rakyat menuntut agar rejim ini turun”, serupa dengan yang dilantunkan pada saat revolusi yang dikenal sebagai Arab Spring tahun 2011.

Seorang pemrotes lain, Yara 23 tahun, menyatakan bergabung karena protes ini tidak lagi mempedulikan agama atau latar belakang politik.

“Hari ini yang terpenting adalah, seluruh warga Lebanon protes bersama,” katanya kepada kantor berita AFP.

Lebanon dikenal sebagai negara yang dipenuhi dengan politik sektarian di mana kepentingan politik berjalan beriring dengan identitas agama dan ajaran sekte.

Lembaga palang merah melaporkan 23 orang pemrotes luka-luka, dan pihak polisi mengaku 60 orang petugas terluka, seperti dilaporkan AFP.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

DULU JOKOWI, SEKARANG GRACE YANG DICUEKIN PRABOWO

Argo-Saya pikir Prabowo Subianto sudah move on, ternyata saya keliru. Prabowo masih seperti yang dulu, angkuh, tinggi hati, dan pendendam akut.

Dulu saat masa Pilpres 2014 Jokowi pernah dicuekin Prabowo. Yang lain disalaminya, cipika cipiki dan tersenyum ramah kecuali Jokowi diabaikan. Entah karena saat itu Prabowo masih meremehkan pak Jokowi karena kelasnya pak Jokowi saat itu masih Gubernur DKI Jakarta atau ada dendam politik, entahlah.

Saat menonton video Jokowi dicuekin Prabowo dulu saya hanya bisa mengelus dada, betapa angkuhnya orang ini. Namun akhirnya Tuhan yang membalasnya dengan mempermalukan sosok yang tinggi hati itu, dua kali tumbang tak berdaya melawan orang yang dicuekinnya dulu, dan kini menjadi pembantunya.

Kini momen yang sama terjadi lagi. Saat pelantikan Presiden Jokowi di gedung DPR/MPR, Prabowo Subianto tampak cuek dan acuh tak acuh dengan Ketua Umum PSI, Grace Natalie.

Dalam video berdurasi 22 detik itu, Prabowo Subianto tampak menghampiri sejumlah tamu undangan pada pelantikan Presiden. Prabowo lalu menyalami mereka satu per satu.

Namun, saat berhadapan dengan Grace Natalie, Prabowo tampak enggan mengulurkan tangannya. Padahal Grace sudah berdiri menyambut dan menyapanya dengan senyum ramah.

Prabowo tampak cuek dengan Grace dan lebih memilih untuk menyalami seorang pria yang menghampirinya, kemudian Prabowo lanjut berjabat tangan dengan Asma Nadia dan Inggrid Kansil yang berdiri di samping Grace Natalie.

Yang lain disalaminya, cipika cipiki sambil tersenyum ramah, kecuali Grace Natalie diabaikannya. Saya lihat gesture Grace seperti salah tingkah dengan senyum yang dipaksakan. Wajahnya merah merona menahan malu.

Bagaimana tidak salah tingkah, orang yang mau disalaminya dengan niat tulus malah cuek bebek dan mengacuhkannya seolah-olah sosoknya itu tidak ada di situ.

Saya yakin ada dendam politik antara Prabowo dengan PSI dan Grace Natalie, atau juga masih menganggap Grace Natalie anak bau kencur yang tidak masuk dalam hitungannya.

Kalau soal dendam politik, yang jelas pasti ada. PSI adalah salah satu partai yang menumbangkan Gerindra pada Pilpres 2019. Para anak muda yang kritis dan cerdas yang bernaung di bawah kepak sayap PSI membuat Gerindra dan para kroni-kroni mereka, seperti PAN dan PKS, itu tak berkutik.

Partai besutannya Grace Natalie bahkan pernah memberikan gelar “Kebohongan Award Awal Tahun 2019” untuk Prabowo, Sandiaga Uno, dan Andi Arief. PSI juga memberikan “Gabut Award” buat DPR di mana di sana ada Fadli Zon, Wakil Ketua DPR dan juga Waketum Gerindra.

Award tersebut diberikan oleh PSI sebagai apresiasi atas prestasi kebohongan para penerima Award tersebut. Prabowo dianggap menyebar kebohongan soal selang cuci darah RSCM yang dicuci 40 kali.

Sementara Sandiaga berbohong soal membangun tol Cipali tanpa utang. Lalu.ada Andi Arief yang juga menerima Award terkait hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

Harusnya Prabowo tidak dendam karena akibat perbuatannya pada pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2019, radikalisme dan intoleransi meningkat, jurang polarisasi masyarakat antara umat Islam dan umat non Muslim jurangnya semakin menganga akibat politisasi SARA, jualan ayat dan ngancam mayat.

Suka tidak suka sejarah mencatat Prabowo adalah bagian dari pedagang ayat dan mayat pada pilkada DKI Jakarta 2017 yang memberi peluang onta Yaman semakin bebas merusak negara ini.

Mungkin Prabowo masih emosi akibat andil PSI, dia dan kendaraan partainya nyungsep terkapar tak berdaya, sehingga Prabowo pun meradang.

Bagaimana tidak meradang duit sudah banyak keluar untuk menggerakan mesin politik demi memenangkannya menjadi Presiden Republik Indonesia akhirnya gatot alkhototh aka gagal total.

Jika momen cuek salaman ini terjadi pada saya dan Anda, maka kita pun akan mengalami hal yang sama, salah tingkah, kikuk, serba salah, dan tentu saja tengsin. Tapi ya itulah Prabowo.

Intinya Prabowo masih belum berubah dan move on. Karena Kalau sudah menjadi tabiat memang susah dirubah, apalagi dihilangkan.

Kalau dari kecil didikan orang tua membuat seseorang jumawa, maka akan terus terbawa sampai di hari tuanya. Itu fakta sahih yang tak terbantahkan. Silahkan Anda tanya semua Psikiater, jawaban mereka tentu akan sama dengan yang saya tulis disini.

Tapi saya yakin, Grace Natalie dan PSI akan menjadi besar, sama seperti pak Jokowi yang dulu dicuekinnya, kini semakin berkibar.

Kenapa demikian? Karena jutaan mata rakyat melihat dan menilai betapa angkuhnya Prabowo dalam acara pelantikan Presiden Jokowi yang membuatnya semakin tidak mendapat kepercayaan dari rakyat sekalipun sudah jadi pembantunya Jokowi.

Begitulah kura-kura.

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

NIKMATI PILIHAN MENTERI JOKOWI DAN TUNGGU HASIL KERJA MEREKA, SIAPKAN KRITIK,BUKAN NYINYIR

Cak Anton-Para menteri pembantu Jokowi di priode ke dua sudah diumumkan. Berbagai asumsi, spekulasi dan narasi pun ikut mengiringi ditetapkannya tokoh-tokoh yang menduduki kursi menteri tersebut. Bukan hanya di lini pendukung Jokowi, di lini pendukung Prabowo pun demikian, karena Prabowo sendiri tak hanya mengirim wakilnya dalam membantu Jokowi, tapi dia sendiri pun ikut membantu Jokowi serta menduduki kursi Menhan.

Banyak yang mendadak kaget melihat suasana politik saat ini. Tak sedikit ada yang muak dan ada pula yang berusaha menunjukkan idealisme di publik melalui media sosial dan lain sebagainya.

Kalau ditanya apakah saya muak dengan dinamisme politik saat ini? Maka saya akan jawab, saya udah muak sejak lama. Kemuakan tersebut yang membuat saya hampir tak perduli dengan dunia politik, namun kemuakkan saya tersebut saya kesampingkan demi NKRI dengan berusaha melakukan hal-hal kecil misanya dengan menulis opini hingga aktif mengkampanyekan anti golput pada generasi muda melalui forum-forum kecil, karena saya orang kecil, wajar hanya bisa menjangkau lingkup kecil. Untung ada seword yang membantu memberi jangkuan luas bagi tulisan rakyat kecil seperti saya.

Kebrengsekan para politisi yang membuat kita muak, seharusnya menampar diri kita sendiri, karena dalam negara demokrasi nasib politisi ada ditangan rakyat dan terutama kita-kita ini. Kualitas demokrasi dan hasilnya itu cerminan dari kita semua. Ingatlah demokrasi kita itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Untuk memperbaiki banyak hal, tak mudah dan tak bisa dilakukan sendiri, apalagi bertindak seperti Superman yang bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Semangat saya kembali bangkit dalam dunia politik semenjak ada Jokowi, dan saya pun sadar, dia memiliki banyak kekurangan, tetapi paling tidak, ada hal-hal yang membuat saya mendukungnya hingga sekarang semenjak dia maju di pilkada DKI Jakarta. Harapannya Cuma satu, membuat pondasi yang baik di segala lini, meskipun itu tak mudah.

Kerjasama dari berbagai lini harus dilakukan oleh Jokowi. Soal jejak rekam, Jokowi bisa dianggap orang yang benar-benar berasal dari golongan rakyat, bukan ketua partai, bukan Jenderal dan orang tuanya pun bukan pengusaha rente. Hal ini pun menambah kesulitan tersendiri bagi Jokowi, oleh sebab itu wajar jika Jokowi harus pandai dalam membuat keputusan, jangan sampai energy hanya dihabiskan untuk melawan semua elemen yang berusaha menjenggalnya dan melupakan hal-hal produktif yang bisa memajukan Indonesia.

Lawan Jokowi dalam mengambil keputusan bukan hanya lawan politik, tetapi para pendukung yang juga mengharapkan sesuatu dari mendukung Jokowi. Keputusan harus diambil, dan pasti keputusan tersebut tak dapat memuaskan semua pihak.

Kita mungkin tertawa dengan adanya meme beli 01 dapat 02, dan mungkin kita risih ketika ada TKN yang bilang seharusnya Jokowi mengutamakan orang yang berkeringat. Soal orang yang berkeringat, pendiri seword kurang berkeringat apa coba? Kami para rakyat jelata kurang berkeringat gimana coba? Di tengah keterbatasan kami, tetapi kami masih mau ikut andil melakukan counter terhadap fitnah dan hoax-hoax, belum lagi kami pun harus dicaci bahkan ada yang diancam.

Saat ini, yang hanya bisa kita lakukan adalah mengawal para menteri Jokowi dalam mengemban tugasnya. Tak perlu risih dengan Prabowo yang masuk kabinet, tak perlu kecewa karena jagoannya gak bertahan di kabinet atau jagoannya gak dipilih jadi menteri. Apa yang diputuskan Jokowi sudah pasti melalui pertimbangan yang panjang. Kita hanya tau soal permukaannya saja. Dasar utama dan terpenting sebagai pertimbangan Jokowi dalam menentukan pilihan mencari menteri pun tak bisa kita terka-terka bermodalkan asumsi.

Kecewa boleh terkait pilihan menteri Jokowi, tetapi jangan lelah mencintai negeri dan membantu Jokowi dalam memajukan Indonesia dengan cara ikut mengawasi dan menyiapkan kritik bukan nyinyir. Saat ini mereka baru dilantik, belum ada yang bisa kita kritik terkait kinerjanya. Biarkan mereka bekerja terlebih dahulu, dan siapkan amunisi untuk mengkritik jika itu dirasa perlu.

Kita harus ingat apa yang disampaikan oleh Jokowi, bahwa jika ada menteri yang kurang baik dalam bekerja akan diberhentikan. Soal ini, priode pertama sudah bisa kita jadikan pertimbangan, bagaimana Anies dipecat dan pergantian menteri yang bisa dikatakan sering. Untuk para pendukung Jokowi yang kecewa terhadap pilihan menteri Jokowi, ingatlah kembali Anies yang dulu dianggap bagus tetapi akhirnya diberhentikan di tengah jalan. Mungkin saat ini kita memandang yang dipilih Jokowi buruk, tetapi apakah kita langsung menilai tanpa melihat kinerjanya? Udah ah, itu aja…

Cak Anton

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

PRABOWO BAKAL DIANGKAT MENTERI. TAPI KADER GERINDRA SELALU BACOTIN JOKOWI.

Bani-Kita pikir bahwa Prabowo menggait Jokowi adalah untuk persatuan. Memberi kesempatan untuk membuktikan bahwa karya akan dicetak demi bangsa kita maju sejahtera.

Kita pikir, bahwa Gerindra akan melebur menurunkan tensi politik. Menjauhi kalimat cebong kampret. Karena yang ada cuma kadrun.

Ternyata, dari beragam analisa itu memang hanya sebatas teori semata.

Hari ini Pakai Kemeja Putih, Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo Temui Jokowi

Prabowo datang bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo untuk menemui Presiden Joko Widodo. Prabowo dan Edy kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang

Digadang-gadang keduanya berpotensi menjadi menteri. Bisa 1 atau keduanya.,

Prabowo bisa menjadi menteri pertahanan, sedangkan Edy bisa jadi menteri pertanian.

Permasalan utama bukan terletak pada sisi kelam Prabowo sebagaimana tudingan simpatisan Nasdem difacebook yang viral. Bukan juga pada tudingan para SJW dan para golputer soal kasus HAM.

Bagi penulis, yang menjadi permasalahan sebenarnya cuma 1. Apa alasan Jokowi harus merangkul Prabowo.

Kalimat ini jelas, sebuah pertanyaan kokoh yang akan ada jawabannya. Jika dipikir secara logis, maka kalimat pembuka pada artikel ini akan jadi garis besarnya. Persatuan.

Kalimat itu jelas, jelas melekat dan wajib ditempel dijidat semuanya. Jika persatuan tercipta, maka bangsa ini akan maju selaras. Tidak ada yang kontra, semua mendukung dengan penuh percaya bahwa bangsa akan jadi lebih baik.

Selama ini kita punya masalah, ketika Eksekutif dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi ingin membuat gebrakan baru. Pihak yang kontra akan selalu melawan, Gerindra beserta jajarannya di parlemen (Legislatif) akan memperlambat gerak, dan terus melakukan beragam upaya untuk menggagalkan rencana itu.

Oposisi terus mencibir, mulut Fadli Zon terlalu lantih mengkritik alias nyinyir. Lautan massa dijadikan sebagai tameng ancaman untuk terus menekan pemerintah. Alhasil, pemerintahan menjadi siput, banyak gerak yang dibatasi tidak ada keselarasan antara para elite politik.

Lagi-lagi, rakyat jadi korbannya.

Dengan alasan persatuan, satu-satunya alasan yang paling logis bahwa kita wajib berlapang dada menerima Prabowo Subianto, masuk ke koalisi Jokowi.

Kita wajar marah sebenarnya karena kitalah yang berjuang keras, seluruh rakyat Indonesia, bahkan kita distempel dungu dalam kolam oleh si pintar Rocky, belum sampai disitu, kita pun bersuara melawan kampret dan kadrun saat kampanye. Kita semua ngotot dan adu benar dengan mereka supaya pancasila selamat, bagi kita, kebhinekaan tidak bisa digadaikan dengan paham lain yang kental dengan masalah SARA.

Tapi kita harus menahan emosi ini, karena kita harus beri kesempatan. Karena dengan digaitnya Prabowo masuk artinya ada jaminan persatuan.

Tapi berhentilah berkata soal persatuan itu, dikala mulut Dahnil dan Andre Rosadie terus ngebacot

Sikap kader Gerindra ini ternyata tidak ada perubahannya, auto nyinyir kuadrat tetap mereka lontarkan dengan nyaring. Andre ngeluh atas keterlambatan Jokowi saat pelantikan. Begitupula dengan Dahnil Anzar sebagai jubir Prabowo dalam channel Narasi TV kemarin. Sama-sama nyinyir soal keterlambatan,

Ada kalimat, diam itu emas. Diam itu emas maksudnya adalah, jika belum tau kebenarannya, maka lebih baik diam sebelum mempermalukan diri sendiri.

Dahnil nyinyir soal bangsa ini punya budaya terlambat, malu sama bangsa lain. Mulut Dahnil mungkin bisa berkecap bebas, tapi pada faktanya. alasan Jokowi terlambat utamanya juga karena beliau bertemu dengan perwakilan bangsa lain itu di Istana.

Benar memang jadwal sudah ditentukan, benar memang “kritikannya” soal keterlambatan, tapi tidak benar jika tudingan itu bikin malu bangsa Indonesia ke bangsa lain, ini sudah fitnah. Fitnah yang gampang keluar dari mulut kubu Prabowo.

Persoalan kali ini mungkin terlihat sepele, tapi belajar dari kasus ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa mulut oposisi itu memang lantih, dan susah untuk berteman dalam kubu yang bukan kawannya. Sepertinya sangat sulit bagi kader Gerindra untuk melebur bersatu, sepertinya mereka lebih ingin mengkritik dan mengadu domba bangsa ini untuk terus adu cebong dan kampret.

Jika Prabowo tak bisa mengatur bawahannya sendiri, buat apa dia berbaju putih? Jika persatuan tidak bisa didapat dari koalisi ini, buat apa Prabowo jadi menteri? Begitulah kura-kura.
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

PELANTIKAN JOKOWI DAN KEKHAWATIRAN ‘NEO-ORBA’: ‘PRESIDENNYA BAIK, MASA MAU ‘DISOEHARTOKAN’?

Pelantikan Jokowi diiringi kekhawatiran sejumlah pihak akan timbulnya ‘Neo Orde Baru (Orba)’, namun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengatakan hal itu berlebihan dan tidak mungkin terjadi.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiatri mengatakan istilah Neo-Orba muncul sejak masa pemilu presiden 2019.

Pandangan itu, kata Aisah, timbul karena ada kemiripan karakter kebijakan pemerintahan saat ini dengan masa orde baru dan menguat setelah :

Awal pekan ini, istilah Neo-Orba menjadi bahan perbincangan di media sosial menyusul kebijakan pemerintah melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengkritik pemerintah di ruang publik.

Namun, hal itu dibantah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Eva Sundari yang mengatakan kekhawatiran itu berlebihan dan tidak berdasar.
Hak atas foto Getty Images
Image caption Eva Sundari yang mengatakan kekhawatiran terhadap timbulnya Neo-Orba berlebihan dan tidak berdasar.

“Kita bukan negara di zaman krisis di mana KKN-nya luar biasa. Wong presidennya baik gitu lho,” ujar Eva.

“Masa mau ‘di-Suhartokan’ oleh teman-teman?”
‘Pembubaran HTI, UU KPK, hingga blokir internet’

Merujuk pada Indeks Demokrasi 2018 yang disusun The Economist Intelligence Unit, indeks demokrasi di Indonesia menurun jika dibandingkan tahun 2015.

Indonesia disebut masuk dalam golongan ‘demokrasi cacat’ (flawed democracy), dengan peringkat nomor 65, di bawah dua negara di Asia Tenggara, Malaysia dan Filipina.

Laporan itu mengatakan ketika memulai masa pemerintahannya Jokowi memiliki citra sebagai ‘man of the people’ atau pemimpin yang diharapkan masyarakat.

Namun, laporan itu menyebut, kinerja Jokowi “tidak mulus”.

Peneliti dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Delia Wildianti mengatakan demokrasi Indonesia dianggap menurun karena banyak persoalan dalam kebebasan sipil.

Kebijakan yang cukup besar di periode Pertama Jokowi, kata Delia, adalah dikeluarkannya Perppu Ormas pada 2017, yang dijadikan dasar untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Perppu Ormas memperbolehkan pembubaran ormas dilakukan secara sepihak, tanpa melalui proses pengadilan.

Padahal, ujarnya, ada hak bagi ormas yg dituduh melakukan pelanggaran untuk mengajukan argumentasi melalui proses pengadilan.

“Ini salah satu kebijakan yg menjadi indikasi kemunduran demokrasi di periode pertama Jokowi,” ujarnya.

Senada dengan Delia, dalam kajian berjudul Southeast Asia’s Troubling Elections: Nondemocratic Pluralism in Indonesia, peneliti Australian National University, Edward Aspinall dan Marcus Mietzner melihat langkah Jokowi membubarkan HTI sebagai upaya melawan “illiberalisme dengan illiberalisme”.

Mereka menyebut dalam periode pertama, Jokowi kehilangan statusnya sebagai ‘pelindung demokrasi Indonesia’.

Hal itu, kata Aspinnal dan Mietzner, dikarenakan Jokowi terlihat tidak tertarik pada reformasi demokrasi dan memilih metode otoriter untuk mengalahkan lawannya, yang berafiliasi dengan sejumlah kelompok Islam.

Kemunduran demokrasi juga dilihat dari pengesahan UU KPK, meski sejumlah pihak meyakini bahwa UU itu berpotensi melemahkan KPK.

Kebijakan ini membuat gelombang demonstrasi mahasiswa di sejumlah daerah pada tanggal 24 September lalu.

Pada demo itu, mahasiswa juga menuntut penundaan pengesahan RKUHP, yang menurut beberapa peneliti hukum pidana, dapat membahayakan hak-hak sipil dan Hak Asasi Manusia.

Pemerintah dan DPR akhirnya memutuskan untuk menunda pengesahan RKUHP.

Namun, tuntuan mahasiswa mengenai UU KPK belum terkabul. Hingga kini, sejumlah kelompok masyarakat masih menuntut Jokowi untuk mengeluarkan perppu untuk membatalkan revisi UU KPK.

Pengamat politik Delia Wildianti mengatakan selama 32 tahun mantan presiden Soeharto dan kroni-kroninya disebut terlibat dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

KPK, kata Delia, kemudian hadir membawa semangat anti korupsi, maka kinerja lembaga itu perlu didukung.

“Semangatnya bukan soal institusional KPK saja…tapi soal narasi anti korupsi yang harus ditanamkan,” kata Delia.

Sementara itu, Politisi PDI-P Eva Sundari mengatakan negara tidak akan tunduk pada tekanan demonstran.

Saat ini, uji materi terhadap UU KPK sudah berjalan di Mahkamah Konstitusi, maka, kata Eva, jika presiden mengeluarkan perppu, akan terjadi pertentangan antara kedua lembaga negara.

“Tunggu dulu MK (keputusannya) isinya apa. Kalau nggak menggembirakan silahkan itu disoal lagi UU-nya menjadi Perpu,” ujar Eva.

Namun, menurut Delia Wildianti, penting bagi Jokowi mengeluarkan perppu karena itu akan menandakan keberpihakannya pada masyarakat dan mengembalikan kepercayaan masyarakat pada pemerintah.

Fenomena lain yang diperhatikan Delia adalah kebijakan pembatasan internet.

Di tahun ini, pemerintah sudah tiga kali melakukan pembatasan dan pelambatan internet dengan dalih membatasi penyebaran hoaks, yakni pada:

“Meskipun dilakukan untuk meredam konflik, kebijakan itu menjadi bumerang buat pemerintah,” ujarnya.

Kebijakan itu, ujar Delia, membuat masyarakat khawatir tentang pembatasan kebebasan yang dapat dilakukan pemerintah.

‘Tindakan represif aparat keamanan’

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengatakan kekhawatiran soal Neo-Orba cukup beralasan.

Ia menyoroti tindakan represif aparat keamanan dalam demo menolak UU KPK hasil revisi dan RUU KUHP di sejumlah daerah.

Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Kendari (26/9) menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Randi (21), mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak di dada sebelah kanan Kamis (26/9).

Selain Randi, Muhammad Yusuf Kardawi meninggal dunia pada Jumat (27/09). Ia ditemukan terkapar dengan luka berat di kepala.

Di Jakarta, Akbar Alamsyah Rahmawan, yang menurut keterangan polisi menderita luka di bagian kepala, meninggal dunia.

Demonstran lain, Maulana Suryadi juga meninggal dunia. Menurut keterangan keluarga, ada tanda-tanda luka di tubuh Maulana, meski menurut polisi ia meninggal karena asma.

Sementara itu, sejumlah orang ditangkap polisi dalam demonstrasi itu.

Isnur mengatakan kepolisian bertindak brutal dan “asal tangkap, asal tahan” dalam peristiwa itu.

“Pendekatannya keamanan dan militeristik, walaupun yang melakukan kepolisian,” ujar Isnur.

Menurut Laporan Tahunan Komnas HAM 2018, kepolisan adalah pihak yang paling mendapat aduan.

Menurut laporan itu, kasus-kasus yang melibatkan kepolisian terkait dengan :

Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur menyebut sejumlah kasus terkait dengan upaya kriminalisasi yang dilakukan kepolisian.

Di antaranya, kasus penangkapan musisi Ananda Badudu terkait aliran dana kepada mahasiswa dalam aksi demonstrasi 23-24 September. Ia kemudian dilepaskan karena hanya berstatus sebagai saksi.

Pembuat film dokumenter Dandhy Laksono juga ditangkap (26/09), tapi dilepaskan dengan status tersangka.

Menurut rilis LBH Jakarta, sutradara film Sexy Killers itu dijerat dengan UU ITE karena apa yang dia tulis dalam akun Twitternya mengenai konflik Papua.

Menurut Laporan Hukum dan Hak Asasi Manusia YLBHI 2018, sejumlah pasal dalam UU ITE kerap dipakai sebagai alat untuk melakukan kriminalisasi pada aktivis.

Menurut Isnur, reformasi kepolisian, khususnya pada bagian reserse, harus dilakukan agar upaya kriminalisasi pada sejumlah pihak, khususnya aktivis, mahasiswa, buruh, dan lainnya, tidak lagi terjadi.

Sementara itu, politisi PDI-P Eva Sundari menanggapi bahwa polisi adalah aparat negara yang boleh melakukan kekerasan untuk menjaga demokrasi.

“Kalau polisi disiram bensin, dilempari batu gede, dan ternyata (massa demo) tidak bubar jam 6. Lalu (polisi) dipukul, apa polisi enggak berhak membela diri menyelamatkan nyawanya?

“Menurut saya sah-sah saja,” ujar Eva.

Ia juga mengatakan bahwa kebebasan berekspresi masyarakat dan pers semakin berkembang, hal yang menurutnya tidak mungkin terjadi di orde baru.

Namun, menurutnya, kontrol terhadap kebebasan berekspresi adalah suatu hal yang wajar untuk meredam hoaks, yang berpotensi menyebabkan konflik dalam masyarakat.

Siapa yang akan mengontrol pemerintah?

Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, sudah melakukan pertemuan dengan Jokowi di Istana Negara, sebuah sinyal yang menurut sejumlah pihak menunjukkan keinginannya untuk bergabung dengan koalisi pemerintah.

Tak hanya Prabowo, sebelumnya, Jokowi juga telah bertemu Ketua Umum Partai Demokrat di Istana.

Partai yang sudah secara tegas menyatakan akan menjadi oposisi adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang hanya memiliki 50 kursi di parlemen.

Politisi PKS, Mardani Ali Sera mengatakan kegelisahan masyarakat tentang Neo-Orba berasalan jika partai-partai yang sebelumnya mendukung Prabowo memutuskan akan mendukung Jokowi.

Hal itu, kata Mardani, akan menyebabkan keseimbangan dalam pemerintahan tidak terjadi.

“Ini bisa menjadi bencana untuk demokrasi,” ujar Mardani.

Mardani mengatakan sosok, yang disebutnya “bisa melakukan segala hal seperti mantan presiden Soeharto” memang sudah tidak ada.

Ia juga mengakui pemilu sudah berjalan baik dan masyarakat bisa menyampaikan pendapatnya, walau pasal terkait makar dan UU ITE kerap jadi persoalan.

Namun, ketika pemerintahan tidak diimbangi dengan kelompok oposisi, Mardani mengkhawatirkan akan terjadinya pemerintahan yang oligarki.

Politisi PDI-P Eva Sundari tidak sepakat dengan itu.

Eva mengatakan UUD 1945 yang berlaku saat ini tidak memungkinkan kekuasaan presiden yang mutlak ataupun dwifungsi TNI.

Ia menambahkan kekuatan sipil dapat mengontrol jalannya pemerintahan, meski oposisi pemerintah di periode kedua Jokowi disebut akan berkurang.

Eva mengatakan pers di Indonesia kuat dan masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya pemerintahan, karena dalam masa ini siapa saja bisa aktif dalam ‘jurnalisme warga’.

Sementara itu, Peneliti Puskapol UI Delia Wildianti menilai secara teori, masyarakat sudah memberi legitimasi ke wakil rakyat untuk mengontrol jalannya pemerintahan.

Maka seharusnya, kata Delia, parlemenlah yang fokus mengawasi pemerintah.

“Tapi dengan kondisi seperti ini, tanpa ada oposisi, masyarakat akan lelah.. akan harus berkorban untuk lelah untuk berpartisipasi (mengawasi pemerintah),” kata Delia.

“Partisipasi masyarakat mau tidak mau akan sangat penting sekarang dan kedepannya untuk mempertahankan demokrasi,” ujar Delia
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment

BERITA TERBARU PO. SINABUNG JAYA HARI INI SABTU 19 OKTOBER 2019

Dalam rangka peningkatan layanan kami kepada pengguna jasa BUS AC SINABUNG JAYA untuk Trayek AKDP “KABANJAHE-BERASTAGI-MEDAN PP”, maka mulai hari Senin tanggal 20 Oktober 2019 kami menambah jam layanan kami baik dari Kabanjahe maupun dari Medan sebagai berikut :

1) KEBERANGKATAN DARI TERMINAL KABANJAHE

TRIP PAGI I : JAM 06.00
TRIP PAGI II : JAM 07.00 dst.
TRIP SENJA I : JAM 17.00
TRIP SENJA II : JAM 18.00

2) KEBERANGKATAN DARI TERMINAL BERASTAGI

TRIP PAGI I : JAM 06.30
TRIP PAGI II : JAM 07.30 dst.
TRIP SENJA I : JAM 17.30
TRIP SENJA II : JAM 18.30

3) KEBERANGKATAN DARI STASIUN PASAR ENAM
PADANG BULAN MEDAN :

TRIP PAGI I : JAM 06.00
TRIP PAGI II : JAM 07.00 dst.
TRIP SENJA I : JAM 17.00
TRIP SENJA II : JAM 18.00

3) KEBERANGKATAN DARI STASIUN SERDANG JAYA
SIMPANG KUALA MEDAN :

TRIP PAGI I : JAM 05.30
TRIP PAGI II : JAM 05.45 dst.
TRIP SENJA I : JAM 17.30
TRIP SENJA II : JAM 18.30

Bagi yang ingin belanja sepuasnya atau keperluan lainnya di Medan dan sekitarnya kami sediakan BUS AC SINABUNG JAYA untuk kembali ke Taneh Karo Simalem.
Demikian juga bagi yang ada keperluan di Taneh Karo Simalem kami tetap sediakan sarana angkutan BUS AC SINABUNG JAYA untuk kembali ke Medan dan sekitarnya.

Moto SINABUNG JAYA : “AMAN, NYAMAN & TEPAT WAKTU” (yang terakhir tergantung situasi dan kondisi tingkat kepadatan lalu lintas yang dilalui)

Silahkan hubungi kami di alamat tersebut di bawah ini :

STASIUN SINABUNG JAYA
Posted on September 17, 2019 by admin1001

1, STASIUN PEMBANTU “PASAR ENAM” PADANG BULAN MEDAN

Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Beringin, kecamatan Medan Selayang, MEDAN – 20146

Atau klik : ALAN’S BOUTIQUE Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan 20146.

Manager Area : TURAH MALEM SITEPU HP, 0813-7527-2893 & 0812-6468-0646. (LIJON TARIGAN)

2. STASIUN PEMBANTU “SERDANG JAYA” SIMPANG KUALA MEDAN

Beberapa meter sebelum ex. STASIUN PEMBANTU SINABUNG JAYA pada Tahun 2000 Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, MEDAN – 20142

Atau klik : APOTIK HAGA Jalan Jamin Ginting Kwala Bekala Medan Johor Medan 20142

Manager Area : TURAH MALEM SITEPU HP, 0813-7527-2893 & 0813-9638-8355 (TUAH SEMBIRING)

3. STASIUN BERASTAGI, DEPAN PASAR BUNGA

Manager Area : BONI BRAHMANA HP. 0813-9700-5629 & 0813-9615-5433 (LEO KEMBAREN)

4. STASIUN KABANJAHE,

“JALUR KEDUA” JURUSAN MEDAN DI TERMINAL KABANJAHE DARI ARAH POLRES TANAH KARO KE BERASTAGI,

Manager Area : MARTIN SITEPU. HP. 0813-6225-7725 & 0813-7108-1312 (HARDINATA PURBA)

5. PENGADUAN DAN LAINNYA.

WA : 0821-1990-1956 HP : 0813-1929-1900 HP : 0815-1324-1951

KANTOR PERWAKILAN & POOL BUS SINABUNG JAYA MEDAN

Jalan Jamin Ginting No. 5, Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan , MEDAN – 20141
HP : 0813-7527-2893 – 0821-1990-1956

Atau Klik : JAYA PERSADA MOTOR Jalan Jamin Ginting No. 5, Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan , MEDAN – 20141

PENGIRIMAN DOKUMEN & PAKET

Bagi pengguna setia BUS AC SINABUNG JAYA yang ingin menggunakan jasa BUS ini untuk pengiriman dokumen maupun paket kami sudah siap melayaninya dan jangan lupa mencatat :

1, Nomor Lambung Bus dan BK
2. Nama Pengemudi dan Nomer HP.
3. Hari, tanggal dan Jam pengiriman dokumen/ paket.

Perlu kami sampaikan, semua kenderaan BUS AC SINABUNG JAYA dapat kami pantau melalui RUNNER/ GPS sehingga keberadaan BUS yang membawa dokumen/ paket anda dapat kami informasikan secara cepat dan tepat. sehinga PENERIMA TIDAK TERLALU LAMA menunggu si Stasiun/ Terminal yang dituju asal ke 3 butir tersebut di atas dapat diinfomasikan dengan benar,
Oleh sebab itu, kenapa anda tidak menggunakan jasa angkutan PO, SINABUNG JAYA mulai sekarang dan selanjutnya,
Semoga dokumen / paket yang anda kirim dan diambil di perwakilan tersebut di bawah ini Aman dan Tepat Waktu.
Kami menanti dengan senang hati kedatangan anda.

Salam SINABUNG JAYA & TANEH KARO SIMALEM

Bujur/ Terima Kasih.

Posted in Berita | Leave a comment

PILOT DILARANG TERBANG SEUMUR HIDUP KARENA IZINKAN PENYANYI MASUK KOKPIT DAN ‘KEMUDIKAN’ PESAWAT

Kementerian penerbangan sipil Mesir melarang terbang seorang pilot seumur hidup karena mengizinkan seorang penyanyi terkenal masuk ke kokpit selama dalam penerbangan dari Mesir ke Riyadh, Arab Saudi.

Sang penyanyi, Mohamed Ramadan, mengunggah video pendek di media sosial dirinya masuk ke dalam kokpit lalu duduk di kursi kopilot dan memegang kendali pesawat sambil berkata, “Saya bersumpah demi Tuhan, saya menerbangkan pesawat ini”.

Akibat peristiwa ini, kopilot pesawat itu diskors tak boleh terbang selama setahun dan direktur utama maskapai penerbangan mengundurkan diri dari jabatannya.

Hari Senin (14/10), rekaman video itu beredar dan kementrian penerbangan sipil segera melakukan penyelidikan.

Menurut surat kabar Egypt Independent, pemilik pesawat itu adalah sebuah maskapai penerbangan swasta, yang namanya masih dirahasiakan hingga kini, dan bukan dari maskapai utama Mesir, Egypt Air.

Pihak kementerian juga menginterogasi pilot dan ko-pilot pesawat itu karena pelanggaran serius terhadap aturan dan instruksi penerbangan sipil Mesir serta mendatangkan risiko besar bagi keselamatan penumpang.

Media-media Mesir menyatakan penerbangan itu adalah penerbangan ke Riyadh, Arab Saudi, di mana Mohamed Ramadan akan menjadi salah satu pengisi acara di festival hiburan Riyadh Season atas undangan pihak berwenang Arab Saudi.

Maskapai penerbangan utama Mesir Egypt Air membantah bahwa rekaman video itu terjadi di pesawat mereka, seraya menekankan bahwa hal itu melanggar prosedur keselamatan penerbangan.

Sumber di kalangan penerbangan yang dikutip Egypt Independent mengatakan bahwa pesawat itu termasuk golongan pesawat Cessna Citation yang melakukan perjalanan khusus menuju Riyadh.

Dalam penerbangan, Ramadan memasuki kabin dan duduk di kursi kopilot saat pesawat sedang terbang dalam keadaan autopilot.

Sumber di kalangan penerbangan menyatakan kesalahan yang dibuat oleh awak pesawat itu adalah mengizinkan Mohamed Ramadan untuk masuk ke dalam kabin pilot dan memfilmkan hal itu.
sumber: bbc
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

Posted in Berita | Leave a comment