BERLAKU 6 MEI 2021, INGAT LAGI RINCIAN ATURAN LARANGAN MUDIK LEBARAN 2021

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Satgas Penanganan Covid-19 bersama jajaran pemerintah terkait diantaranya Kementerian Perhubungan dan Polri, pada Kamis (8/4/2021) petang di Graha BNPB, mengumumkan dirilisnya Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19  No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6 – 17 Mei 2021. 

Melalui surat edaran ini, pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini demi melindungi masyarakat dari penularan virus Covid-19. Larangan ini diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut dan udara.  

“Berdasarkan fakta yang ada, pemerintah mencoba belajar dari pengalaman dan berusaha merancang kebijakan dengan prinsip utama keselamatan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu ditetapkan adanya peniadaan mobilitas mudik sementara yang berlaku dari tanggal 6 – 17 Mei 2021,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam siaran pers yang diterima Kontan, Kamis (8/4/2021).

Inilah sejumlah aturan yang perlu dicermati dari SE larangan mudik tersebut:

– Pengecualian kebijakan pelarangan mudik

Dalam aturan terbaru ini, terdapat pengecualian dalam kebijakan pelarangan mudik ini. Yaitu layanan distribusi logistik, perjalanan dinas, kunjungan sakit/duka, dan pelayanan ibu hamil dengan pendamping maksimal 1 orang dan pelayanan ibu bersalin dengan pendamping maksimal 2 orang. 

Meski demikian terdapat prasyarat dalam pengecualian ini, yaitu:

– Harus memiliki surat izin dari pimpinan instansi pekerjaan dimana khusus ASN, pegawai BUMN/BUMD, anggota TNI/Polri yang diberikan dari pejabat setingkat eselon II dengan tanda basah atau elektronik yang dibubuhkan. 

– Bagi pekerja sektor informal ataupun masyarakat dengan keperluan mendesak perlu meminta surat izin perjalanan dari pihak desa/kelurahan sesuai domisili masing-masing. 

“Surat ini berlaku secara perseorangan, untuk satu kali perjalanan, pergi/pulang dan wajib bagi masyarakat berusia sama dengan atau lebih dari 17 tahun ke atas. Selain keperluan tersebut, tidak diizinkan untuk mudik dan apabila tidak memenuhi persyaratan, maka surat izin bepergian tidak akan diterbitkan,” tegas Wiku. 

– Operasi di tempat-tempat strategis

Dijelaskan pula, selama periode pelarangan mudik, Polri dan TNI akan melakukan operasi di tempat-tempat strategis untuk upaya skrining dokumen surat izin perjalanan dan surat keterangan negatif. Operasi ini akan dilakukan di tempat-tempat strategis.

Yang dimaksud tempat-tempat strategis di antaranya: pintu kedatangan atau pos kontrol di wilayah rest area, perbatasan kota besar, titik pengecekan (checkpoint) dan titik penyekatan daerah aglomerasi yaitu satu kesatuan wilayah terdiri dari beberapa pusat kota atau kabupaten yang saling terhubung. 

Pelaksanaannya mengacu SE Satgas No. 12 Tahun 2021 untuk perjalanan domestik dan SE Satgas No. 8 tahun 2021 untuk perjalanan internasional. Khusus WNI yang hendak pulang ke Indonesia (repatriasi), diimbau menunda sementara kepulangannya dengan harapan dapat mencegah masuknya imported cases dengan varian mutasinya. 

– Tindak tegas

Kepada petugas, diminta menindak tegas para pelaku perjalanan yang tidak memenuhi persyaratan seperrti tujuan mudik, atau wisata antar wilayah. “Petugas berhak memberhentikan perjalanan dan yang bersangkutan harus kembali ke tempat asal perjalanan,” imbuh Wiku.

– Wajib karantina mandiri

Dan yang perlu menjadi perhatian, sebelum melakukan aktivitasnya, masyarakat yang mendapatkan izin melakukan perjalanan selama periode ini wajib melakukan karantina mandiri selama 5×24 jam setibanya di tempat tujuan. 

Karantina dilakukan di fasilitas yang disediakan. Berupa fasilitas pemerintah daerah dan hotel yang dapat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat menggunakan biaya mandiri. 

Sedangkan unsur masyarakat di destinasi tujuan pelaku perjalanan yang diizinkan, wajib mengoptimalisasi kinerja satgas daerah untuk 4 Fungsi Posko Desa/Kelurahan. Dan optimalisasi  ini juga akan ditujukan untuk pengawasan ibadah dan tradisi selama Bulan Ramadhan beserta perayaan Idul Fitri jika terdapat potensi melanggar protokol kesehatan. 

– Aturan tambahan

Satgas Covid-19 kembali menerbitkan peraturan tambahan atau adendum atas SE nomor 13 tahun 2021. Adendum berisi peraturan tentang pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) selama dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021. 

Adapun rincian aturannya antara lain: 

1. Untuk pelaku perjalanan dalam negeri pengguna transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari tes RT-PCR/Rapid Test Antigen yang dilakukan maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. 
Untuk tes menggunakan GeNose C19 dilakukan di bandara sesaat sebelum keberangkatan. 

2. Untuk pelaku perjalanan dalam negeri pengguna transportasi dan penyeberangan laut wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari tes RT-PCR/rapid test antigen yang dilakukan maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Untuk tes menggunakan GeNose C19 dilakukan di pelabuhan sesaat sebelum keberangkatan. 

3. Untuk perjalanan rutin di wilayah terbatas pelaku perjalanan tidak diwajibkan menunjukkan surat hasil tes Covid-19. Hal ini berlaku untuk pelayaran laut dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi atau perjalanan darat dengan transportasi umum/pribadi yang masih di satu wilayah aglomerasi. 

Yang perlu dicatat, pengujian secara acak bisa dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 jika diperlukan. 

4. Untuk pelaku perjalanan dalam negeri pengguna kereta api antar kota wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari tes RT-PCR/Rapid Test Antigen yang dilakukan maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Untuk tes menggunakan GeNose C19 dilakukan di stasiun sesaat sebelum keberangkatan. 

5. Untuk pelaku perjalanan dalam negeri pengguna transportasi umum darat akan dilakukan tes acak oleh petugas, baik menggunakan rapid test antigen/GeNose C19 jika diperlukan. 

6. Untuk pelaku perjalanan dalam negeri pengguna moda tranportasi darat pribadi diimbau melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen yang dilakukan maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Tes menggunakan GeNose C19 dilakukan di rest area sebagai syarat melanjutkan perjalanan, atau akan dilakukan tes secara acak oleh Satgas jika diperluan. 

7. Untuk pelaku perjalanan dalam negeri yang menggunakan moda transportasi udara dan laut wajib mengisi e-HAC atau kartu kewaspadaan kesehatan versi elektronik. 

8. Untuk pelaku perjalanan dalam negeri seluruh moda transportasi darat baik umum/pribadi sifatnya hanya diimbau untuk turut mengisi e-HAC. Seluruh pelaku perjalanan sebagaimana disebutkan di atas wajib melakukan tes Covid-19 baik menggunakan RT-PCR/rapid test antigen/GeNose C19. 

Tes ini dikecualikan untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun.
sumber: kontan

Posted in Berita | Leave a comment

COVID DI INDIA SEMAKIN PARAH

Covid di India semakin parah: Kasus tembus 20 juta di tengah krisis oksigen, jumlah kasus diperkirakan jauh lebih tinggi

India memproduksi ribuan ton oksigen setiap hari namun krisis berdampak di ibu kota Delhi.

India mencatat lebih dari 20 juta kasus Covid, namun pemerintah mengatakan kasus- penularan “melambat.”

India mencatat lebih dari 355.000 kasua pada Selasa (04/05), turun dari 400.000 sehari yang tercatat pada 30 April.

Tetapi jumlah uji Covid juga turun dan memicu kekhawatiran bahwa kasus sesungguhnya jauh lebih tinggi.

Jumlah kasus di Maharashtra, negara bagian yang menjadi pusat gelombang kedua pandemi,

Namun di tengah ini semua, kekurangan oksigen masih menjadi masalah besar di sejumlah kota termasuk ibu kota Delhi.

Gelombang kedua pandemi India – dipicu oleh lemahnya protokol kesehatan dan banyaknya kerumunan orang di acara umum dan kampanye pemilu – mebuat rumah sakit kewalahan.

Tertundanya uji Covid, diagnosa dan kurangnya tempat tidur di rumah sakit dan obat-obatan juga menyebabkan meningkatnya kematian.

Angka kematian sejauh ini lebih dari 222.000.

Namun para pakar mengatakan angka kematian itu jauh di bawah angka yang sebenarnya dan tak sesuai dengan kesaksian orang-orang di lapangan. Banyak orang yang antre di krematorium sementara kayu-kayu untuk membakar jenazah juga habis.

Minta bantuan tabung oksigen lewat Twitter untuk kakeknya yang sekarat, malah diancam penjara oleh polisiMenjawab pertanyaan pembaca BBC soal gelombang kedua dan penanganan pandemi di India’Dukun Covid’ di India, klaim bisa sembuhkan Covid-19 dengan diet kontroversial

Meminta bantuan tentara

Pemerintah di ibu kota India, Delhi, meminta bantuan tentara untuk mendirikan fasilitas perawatan intensif di tengah kekurangan oksigen yang dialami semua rumah sakit karena tingginya angka penularan.

Rumah sakit di Delhi kewalahan menampung pasien.

Wakil menteri kepala Delhi, Manish Sisodia mengatakan sistem kesehatan ibu kota kewalahan dengan kasus baru sekitar 25.000 setiap hari. Sementara kasus di India mencapai lebih dari 400.000 dalam 24 jam, negara pertama di dunia yang mencatat kasus setinggi itu.

Mahkamah Agung India memerintahkan pemerintah federal memasok oksigen ke rumah sakit rumah sakit Delhi dengan batas waktu Senin malam (03/05) ini.

Di negara bagian Karnataka, sekitar 20 pasien Covid meninggal di rumah sakit namun pemerintah menyanggah laporan mereka semua meninggal karena kurangnya pasokan oksigen.

Banyak rumah sakit di Delhi, India, mulai mengalami kekurangan stok oksigen sejak dua pekan yang lalu. Krisis itu, akibat terus bertambahnya penderita Covid India, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Sedikitnya 12 pasien, termasuk seorang dokter, meninggal ketika rumah sakit terkemuka di kota itu kehabisan oksigen pada hari Sabtu (01/05). Di luar rumah sakit, keluarga pasien yang tidak bisa mendapatkan tempat tidur di rumah sakit berjuang mati-matian untuk mendapatkan silinder oksigen portabel – kadang-kadang harus mengantre hingga 12 jam.

Beberapa rumah sakit besar di Delhi mengandalkan suplai oksigen harian tetapi mereka tidak mendapatkan jumlah yang cukup untuk cadangan jika terjadi keadaan darurat.

Seorang dokter menyebut situasinya menakutkan. Dia menjelaskan: “Setelah Anda menggunakan tangki utama Anda, tidak ada lagi yang dapat digunakan.”

Situasinya lebih buruk lagi di rumah sakit-rumah sakit kecil yang tidak memiliki tangki penyimpanan dan harus mengandalkan silinder besar.

Dan, krisis oksigen ini terjadi ketika kasus virus corona terus meningkat.

Delhi sendiri melaporkan lebih dari 25.000 infeksi baru dan 412 kematian pada hari Minggu (02/05).

Sementara itu, India sepanjang akhir pekan kemarin mencatat jumlah kematian harian tertinggi sejak pandemi virus corona dimulai, dan menjadi negara pertama di dunia yang mencatat lebih dari 400.000 kasus baru dalam satu hari.

‘Setiap hari adalah pertempuran’

Dr. Gautam Singh, yang mengelola rumah sakit Shri Ram Singh, mengatakan dia memiliki 50 tempat tidur untuk pasien Covid dan ruangan yang cukup untuk 16 pasien ICU, namun dia tetap harus menolak pasien karena tidak ada jaminan akan ada pasokan oksigen.

Dia telah membuat sejumlah panggilan SOS dalam beberapa hari terakhir, dan mendapatkan oksigen tepat pada waktunya untuk menghindari bencana.

“Ini pertempuran yang kami lakukan setiap hari,” katanya. “Separuh dari staf rumah sakit saya turun ke jalan dengan membawa silinder untuk diisi setiap hari, pergi dari satu tempat ke tempat lain.”

Di bawah ini adalah seruan yang memilukan dari Dr. Singh baru-baru ini, yang saya unggah melalui sebuah twit.

Sang dokter mengatakan kemungkinan pasien meninggal tanpa oksigen di rumah sakit membuatnya tidak bisa tidur.

“Saya harusnya berkonsentrasi untuk merawat pasien saya, dan bukannya mondar-mandir mendapatkan oksigen,” katanya.

Pemilik rumah sakit lain juga menghadapi cobaan yang sama.

Seorang perempuan yang keluarganya menjalankan satu rumah sakit di Delhi mengatakan tidak ada koordinasi di antara pihak berwenang ketika krisis ini dimulai.

“Selama beberapa hari itu, kami tidak tahu siapa orang yang relevan untuk dihubungi dan siapa yang punya kewenangan untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan situasinya “sedikit lebih baik sekarang” tetapi masih ada ketidakpastian seputar pasokan Oksigen yang berdampak pada kemampuan mereka untuk menerima lebih banyak pasien.

“Setiap kali seseorang bertanya apakah saya tahu di mana dia bisa mendapatkan tempat tidur dengan tabung oksigen, saya merasa tidak enak mengatakan tidak karena saya memang tidak tahu.”

Orang-orang menunggu hingga 12 jam untuk mengisi silinder oksigen.

Panggilan SOS dari rumah sakit, terutama rumah sakit kecil yang mengandalkan silinder dan tidak memiliki tangki penyimpanan, datang hampir setiap hari.

Perdana Menteri Delhi Arvind Kejriwal berulang kali mengatakan bahwa kota itu tidak mendapatkan cukup oksigen dari pemerintah federal, yang mengalokasikan kuota oksigen ke negara bagian.

Pejabat federal mengatakan tidak ada kekurangan oksigen, tetapi tantangannya terletak pada transportasi.

Beberapa organisasi amal menolong mereka yang tidak bisa mendapatkan tempat tidur dan tidak mampu membeli silinder oksigen.

Pengadilan tinggi Delhi pada hari Sabtu mengatakan “sudah cukup”.

“Anda [pemerintah] harus mengatur semuanya sekarang. Anda telah membuat alokasi. Anda harus memenuhinya,” kata pengadilan.

‘Masyarakat yang membayar’

Namun situasi di lapangan masih memprihatinkan.

“Masyarakat membayar harga untuk perselisihan politik antara pemerintah negara bagian dan federal. Kadang-kadang harga itu adalah nyawa mereka,” kata seorang analis.

Keluarga yang berhasil mendapatkan tempat tidur juga mengalami tekanan yang luar biasa karena ketidakpastian pasokan oksigen.

Empat puluh delapan jam terakhir sangat menyiksa bagi Altaf Shamsi.

Dia dan seluruh keluarganya dinyatakan positif Covid-19 minggu lalu.

Istrinya yang sedang hamil jatuh sakit parah dan harus dipindahkan ke rumah sakit, tempat dia melahirkan seorang anak perempuan pada hari Jumat (30/04). Beberapa jam setelah persalinan, istrinya harus menggunakan ventilator, dan sampai sekarang masih dalam kondisi kritis.

Altaf kemudian dikabari bahwa ayahnya meninggal di rumah sakit lain, sementara pada saat yang sama rumah sakit tempat istri dan bayinya berada di ICU mengatakan mereka kehabisan oksigen.

Rumah sakit akhirnya mendapat persediaan darurat untuk satu hari, tetapi Altaf khawatir masalah itu akan terjadi lagi.

“Siapa yang tahu apa yang terjadi besok?” dia berkata.

Dan selain kekhawatiran tentang oksigen, rumah sakit meminta Altaf untuk memindahkan istrinya ke fasilitas lain, dengan alasan mereka tidak memiliki staf yang memadai.

Itu berarti, dia sendirilah yang harus memantau kadar oksigen dan demam istrinya.

“Anda tidak akan bisa membayangkan penderitaan yang saya alami,” katanya.

‘Ayah saya kehabisan oksigen’

Tabung oksigen portabel adalah satu-satunya cara bagi pasien dalam kondisi serius untuk tetap bernapas saat mereka tidak bisa mendapatkan ranjang di rumah sakit – satu masalah besar di Delhi.

Kadar oksigen ayah Abhishek Sharma mulai turun pada hari Sabtu. Dia bergegas ke pasar untuk membelikannya sebuah silinder oksigen.

Setelah pergi ke lebih dari selusin toko, dia menemukan satu silinder kecil yang dapat bertahan hingga enam jam. Dia kemudian keluar dan membayar $944 (Rp13,6 juta) untuk sebuah silinder besar tetapi silinder tersebut kosong. Ia membawanya ke beberapa tempat pengisian namun hanya satu yang mau membantu dan antriannya sangat panjang.

“Setiap menit dalam antrean, ayah saya kehabisan oksigen. Saya tidak bisa meminta siapa pun untuk mengizinkan saya melompati antrean karena semua orang berada dalam situasi yang sama. Saya mengisi ulang silinder setelah enam jam mengantre, tetapi besok saya harus melakukan hal yang sama lagi, “katanya.

“Saya ngeri memikirkan apa yang akan terjadi seandainya saya tidak bisa mengisi ulang silinder.”

Pakar kebijakan publik dan sistem kesehatan Dr Chandrakant Lahariya mengatakan pemerintah telah sejak lama memperingatkan tentang “potensi krisis” tetapi tidak mengambil tindakan apa pun.

Sebuah komite untuk kesehatan di parlemen sudah memperingatkan tentang pasokan oksigen yang tidak memadai dan tempat tidur rumah sakit pemerintah yang “sangat tidak memadai” pada bulan November.

Dr Lahariya mengatakan krisis oksigen medis di India disebabkan oleh kurangnya perencanaan dalam memperbaiki jaringan distribusi dan transportasi.

Tetapi banyak yang terkejut bahwa dua minggu setelah krisis dimulai, banyak pasien di ibu kota India masih kesulitan bernapas, dan tampaknya tidak kunjung berakhir.

‘Kami menyiapkan ruang perang’

Dalam menghadapi krisis, warga yang peduli telah turun tangan untuk membantu mereka yang kesulitan.

Di antara para pesohor yang memberikan dukungan ialah pegiat sosial dan politikus Tehseen Poonawalla, politikus Dilip Pandey, pegiat dan politikus Srinivas B V, dan aktor Sonu Sood.

Poonawalla membantu rumah sakit-rumah sakit kecil ketika mereka akan kehabisan oksigen. Dia mengatakan bahwa dia “menghubungkan mereka yang membutuhkan dengan mereka yang dapat membantu”.

“Kami mendirikan ruang perang tempat satu tim kecil bekerja dengan saya. Saya hanya menelepon orang-orang yang saya kenal – beberapa di antaranya berada di negara bagian lain tetapi sangat ingin membantu,” ujarnya.

Krematorium di Delhi mengebul siang dan malam.

Tetapi dia berkata “situasinya menjadi semakin mengerikan dari hari ke hari”.

“Pemerintah harus turun tangan dan bertanggung jawab karena orang seperti saya tidak memiliki sumber daya yang tak terbatas untuk membantu setiap orang atau rumah sakit yang membutuhkan.”

Perempuan yang keluarganya menjalankan rumah sakit di Delhi juga menyuarakan keprihatinan ini.

“Saya tidak bisa tidur di malam hari ketika memikirkan bahwa orang-orang yang meninggal karena kekurangan oksigen seharusnya bisa diselamatkan. Banyak dari mereka punya keluarga, beberapa punya anak yang masih kecil.

“Bagaimana kita bisa menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi jika setelah dewasa mereka bertanya?”
sumber: bbc

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment

JET PRIBADI JULIARI BATUBARA DARI DANA HIBAH

TEMPO.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras mengatakan, pesawat yang disewa untuk kunjungan kerja mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dibiayai dana hibah masyarakat.

“Seingat saya menggunakan hibah dalam negeri,” kata Hartono saat bersaksi untuk Juliari di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021.

Hartono menjelaskan, Juliari pernah menyewa pesawat charter untuk kunjungan ke Luwu Utara dan Natuna. Menurut dia, biaya charter pesawat ke lokasi bencana dan pulau kecil pesisir dan tertinggal memang dimungkinkan dibiayai dari hibah dalam negeri.

Dana hibah, kata Hartono, berasal dari sumbangan masyarakat. “Sumber pemberi hibah sumbangan masyarakat dari undian gratis berhadiah yang dikelola oleh Kemensos, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial,” katanya.

Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui pernah menyewa pesawat pribadi untuk kunjungan kerja ke beberapa wilayah.

Juliari mengatakan pergi dengan pesawat ke Luwu Utara, Semarang, Natuna, Bali, Tanah Bumbu, dan Malang. Mantan politikus PDIP itu mengatakan perihal sewa pesawat itu diurus oleh Biro Umum Kementerian Sosial.

Dia mengatakan hanya mengetahui anggaran sewa pesawat itu ada di Biro Umum yang dikepalai oleh Adi Wahyono. Adi Wahyono merupakan salah satu Pejabat Pembuat Komitmen bansos Covid-19 yang ditetapkan menjadi tersangka bersama Juliari.

“Saya tahunya kan anggaran yang ada. Saya nggak mungkin tahu detailnya dari mana anggarannya,” kata dia.

KPK menengarai uang yang dipakai untuk menyewa pesawat berasal dari suap para vendor yang mendapatkan kuota pengadaan bansos Covid-19. Juliari Batubara diduga meminta Rp 10 ribu dari tiap paket bansos sembako yang disalurkan ke wilayah Jabodetabek. Jumlah duit yang diduga diterima Juliari melalui para bawahannya diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.
sumber: tempo

Posted in Berita | Leave a comment

KETIKA UMAT MUSLIM KE GEREJA..

Saya dulu sering banget diundang ke Gereja..

Dan oke oke saja, gada masalah. Bahkan iman saya juga gak berubah. Pihak pengundang tahu saya beragama Islam. Tapi mereka juga asik2 aja.

Justru ketika diundang itulah saya menyampaikan misi persahabatan saya.

Saya selalu bilang disana, “Jangan melihat Islam dari wajah2 teroris itu, atau wajah ormas2 radikal itu, tapi lihatlah dari wajah Islam moderat seperti saya yang jumlahnya jauh lebih banyak dari mereka..”

Apakah begitu penting saya harus memenuhi undangan pihak Gereja ? Sangat penting. Karena saya tidak ingin ada kesalahpahaman antar umat beragama hanya karena ulah segelintir manusia.

Dengan bersahabat itulah kita melindungi banyak umat muslim di daerah yang mereka minoritas, supaya tidak terjadi gesekan yang dilakukan oknum2 beragama Islam di daerah lain, hanya karena mereka merasa mayoritas.

Bersahabat dgn umat berbeda agama itu penting. Begitu juga yang berbeda suku dan ras. Siapa sih kita yang merasa lebih tinggi dari manusia lainnya ? Wong sama2 berasal dari sperma aja bertingkah..

Karena itu saya senang ketika melihat Gus Miftah dihujat ketika ia menyampaikan salam persahabatan di sebuah Gereja. Perlu ribuan hujatan supaya gambarnya viral. Dengan gambar viral itu, pesan tersebar lebih luas dan orang akan melihat keindahan persahabatan disana..

Yang takut ketika umat berbeda agama datang mengunjungi tetangganya adalah mereka yang ingin negeri ini pecah. Mereka tidak paham persahabatan, bahkan tidak paham agama..

Sekali sekalilah datang ke Gereja, Vihara, Kelenteng ataupun rumah ibadah agama yang berbeda lainnya. Disana kalian akan melihat kebesaran Tuhan yang menciptakan manusia dengan perbedaannya dan kita diperintahkan untuk belajar dari itu semua.

Seperti secangkir kopi. Dia tidak mungkin terasa nikmat kalau gada proses yang menjadikannya kaya kan ? ☺️

Ah, jadi pengen seruput kopi jadinya..

Denny Siregar & fb

Posted in Berita | Leave a comment

CINA MENGERAHKAN 48 PENYELAM PROFESIONAL BANTU EVAKUASI KRI NANGGALA-402

TEMPO.CO, Jakarta – Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Muhammad Ali mengatakan, selain mengirimkann tiga kapal, Angkatan Laut Cina juga mengerahkan 48 penyelam profesional untuk membantu proses evakuasi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali.

“Kapal Yong Xing Dao-863 merupakan kapal rescue yang membawa kapal selam mini dan 48 penyelam,” kata Ali saat jumpa pers di RSAL Dr Mintohardjo, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Mei 2021.

Selain mendapatkan bantuan 48 personel penyelam, kata Ali, TNI AL juga menyiagakan penyelam dari satuan Dislambair, Taifib Kormar dan Kopaska. Kapal selam mini Angkatan Laut Cina itu, menurut Ali, bisa masuk hingga kedalaman 1.000 meter lebih.

“Di Laut Bali kan tenggelam di kedalaman 838 meter. Kemungkinan kapal-kapal ini akan dioperasikan, tapi untuk mengangkat memang agak susah mungkin. Sebab, untuk menempelkan pengait dengan barang yang akan diangkat itu butuh tangan. Ini bisa oleh penyelam, bisa robot,” ucapnya.

Menurut dia, kapal-kapal Cina yang dikerahkan untuk membantu mengevakuasi KRI Nanggala sebanyak tiga kapal, yakni Tug Nantuo-195, Rescue Yong Xing Dao-863 dan Tan Suo 2. Masing-masing kapal memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Tan Suo 2 memiliki kemampuan scientific salvage.

Salvage  adalah kemampuan mengangkat benda dari bawah air. “Di mana dia bisa membawa submachical kemudian para expert dari oceanografi maupun hidrografi,” kata Ali.

Adapun Nantuo-195 merupakan kapal ocean tug yang bisa mengangkat barang berat di lautan. Berbeda dengan dua kapal sebelumnya, Yong Xing Dao-863 berupa kapal rescue yang dilengkapi dengan berbagai peralatan teknologi dan kapal selam mini.

“Ini dilengkapi dengan peralatan robotic, kemudian side scan sonnar dan multibeam echo sounder dengan peralatan medis untuk chamber. Jadi kalau ada kecelakaan pada penyelam dia bisa langsung kasih chamber kepada penyelam,” ujarnya.

Indonesia sendiri mengirim bantuan berupa Kapal milik SKK Migas yakni Timas 1201.
Kapal tersebut memiliki kemampuan untuk memasang pipa bawah laut, serta dilengkapi crane atau pengait yang bisa digunakan untuk mengangkat benda-benda berat dari dalam laut.

“Kapal SKK Migas ini memiliki kemampuan, dia biasa pasang pipa-pipa bawah laut. Jadi ada crane yang disiapkan, crane yang bisa mengangkut barang yang cukup berat dari dalam, itu yang dari SKK Migas,” ujarnya terkait upaya mengevakuasi bangkai KRI Nanggala-402.
sumber: tempo

Posted in Berita | Leave a comment

AWAS, 18 NEGARA KEMASUKAN VIRUS CORONA ‘GANAS’ INDIA

Jakarta, CNBC Indonesia – Kasus corona India terdeteksi di Prancis. Seorang warga yang kembali dari India terdeteksi membawa strain B.1.617.

“Kami telah mengidentifikasi bahwa itu adalah varian India,” kata Direktur Badan Kesehatan Regional Prancis,. Benoit Elleboode, dikutip dari AFP, Jumat (30/4/2021).

Pernyataan ini mengejutkan karena datang hanya dua hari setelah Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veron menyebut tak menemukan kasus varian corona India di negeri itu. Ini membuat total 18 negara mengonfirmasi masuknya B.1.617 ke negara mereka.

Sebelumnya, merujuk GISAID, platform data influenza global, WHO menyebut ada 17 negara yang telah kemasukan varian ini. Kebanyakan kasus ditemukan di India (791 kasus), Inggris Raya (400 kasus), AS (126 kasus), dan Singapura (83 kasus).

Dari penelurusan CNBC Indonesia di GISAID, platform data influenza global, data ini direvisi memang ada 17 negara dan satu wilayah. Ini merujuk pengujian 1.200 kasus yang diunggah dalam database GISAID.

Negara tersebut antara lain:

1. India

2. Inggris Raya

3. Australia

4. AS

5. Singapura

6. Jerman,

7. Italia

8. Portugal

9. Bahrain

10. Korea Selatan

11. Irlandia

12. Selandia Baru

13. Belgia, Swiss

14. Yunani

15. Belanda

16. Sint Maarten

17. Kamboja.

Selain mereka, varian ini ditemukan di wilayah kepulauan Guadalupe.

WHO sendiri mengelompokkan varian India ini sebagai “varian menarik”. Label ini akan merujuk ke berapa bahayanya varian tersebut dibanding varian asli corona, seperti lebih mudah menular, mematikan dan mampu menghindari perlindungan vaksin
sumber: cnbc

Posted in Berita, Informasi Kesehatan | Leave a comment

PENDERITAAN TKW SRI LANGKA DI PUSAT PENAHANAN ARAB SAUDI: ‘SATU RUANGAN DIISI 40 PEREMPUAN, TIDAK ADA CUKUP MAKANAN DAN AIR’

Amnesty International memulai kampanye untuk menyoroti penderitaan pekerja rumah tangga Sri Lanka dalam penahanan di Arab Saudi.

Usia Thushari 16 tahun ketika ibunya pergi dari rumahnya Sri Lanka ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Ini terjadi pada bulan Maret tahun 2019.

Dia tidak pernah melihat ibunya, Sunethra, 43 tahun, sejak itu.

Terdapat hampir 500.000 migran Sri Lanka di Arab Saudi, banyak di antaranya adalah perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Tetapi sekitar tujuh atau delapan bulan setelah dia tiba di negara kerajaan itu, Sunethra berhenti dari pekerjaannya sebagai pekerja rumah tangga.

Dia sekarang mendekam di pusat penahanan, bersama dengan 40 wanita Sri Lanka lainnya. Penderitaan mereka baru-baru ini dipublikasikan oleh Amnesty International.

“Ibu saya mengalami masa-masa sulit dengan majikannya. Dia bahkan tidak dibayar. Tidak diberi makanan yang cukup,” kata Thushari kepada BBC melalui telepon.

“Pada suatu hari dia dikunci di kamar mandi dan dibiarkan di sana sepanjang hari, tanpa segelas air pun.”

Sunethra memutuskan untuk meninggalkan majikannya, dan per hukum Saudi, dia otomatis menjadi imigran ilegal.

Pekerja rumah tangga dari luar negeri harus disponsori oleh majikan mereka untuk tinggal di Arab Saudi secara legal.

Tak lama setelah kabur, Sunethra ditangkap oleh polisi dan dimasukkan ke dalam pusat penahanan, dan dia telah menunggu di sana untuk dipulangkan kembali ke Sri Lanka sejak saat itu.

Anak-anak dan perempuan hamil

Thushari merasa ngeri dengan apa yang dia dengar tentang pusat tersebut, dan membayangkan penderitaan ibunya.

“Ada 40 perempuan di satu ruangan tetapi tidak ada cukup tempat bahkan untuk sepuluh orang di sana. Kadang-kadang mereka bertengkar satu sama lain untuk mendapatkan tempat.

“Anak-anak kecil, perempuan hamil dan perempuan lanjut usia termasuk di antara mereka.”

Menurut Amnesty International, 41 perempuan Sri Lanka, bersama dengan beberapa anak kecil berusia delapan hingga 18 bulan, ditahan di pusat deportasi di Riyadh, ibu kota Saudi.

“Tiga perempuan membawa anak kecil, dan seorang perempuan diketahui sangat membutuhkan perawatan medis. Tak satu pun dari perempuan tersebut diberi tahu tuduhan yang dikenakan kepada mereka, pun diberi bantuan hukum untuk memahami lama atau alasan penahanan mereka,” kata organisasi itu dalam pernyataan baru-baru ini.

Kurang informasi

Lebih dari tiga juta pekerja rumah tangga di Arab Saudi tidak dilindungi oleh undang-undang ketenagakerjaan, kata Amnesty International.

Kose Mohiddeen Anzar, seorang migran Sri Lanka di Arab Saudi, mengatakan dialah yang menghubungi Amnesty International, setelah permohonannya berkali-kali tidak digubris oleh pihak berwenang.

“Ada banyak warga negara lain di kamp, tetapi pemerintah negara lain bertindak, jadi para perempuan itu dipulangkan. Hanya Sri Lanka yang menunda mereka,” katanya kepada BBC.

Anzar secara sukarela mengunjungi pusat penahanan beberapa kali, tetapi dia tidak diizinkan untuk bertemu langsung dengan para tahanan.

“Mereka tidak tahu apa-apa tentang dunia luar,” katanya.

“Bukan kepentingan pemerintah Saudi untuk menahan mereka di sini. Akibat kurangnya tindakan dari pemerintah Sri Lankalah, mereka masih di sini.”

Pembatasan virus corona

Suami dari salah satu perempuan yang ditahan berkata kepada BBC bahwa pihak berwenang di Sri Lanka telah berulang kali menjadikan pembatasan virus corona sebagai dalih penundaan pemulangan.

Jeyaprakash, seorang Tamil asal India, mengatakan dia telah mendatangi kantor regional serta kantor presiden untuk meminta tolong supaya istrinya bisa kembali ke rumah.

“Istri saya tidak punya apa-apa untuk dimakan dan tidak punya cukup air. Dia bahkan tidak bisa duduk dengan baik karena menderita wasir,” katanya.

Meskipun tidak ada tanggapan segera dari pihak berwenang Saudi, Menteri Tenaga Kerja Sri Lanka Nimal Siripala De Silva mengatakan kepada media bahwa mereka telah mengadakan diskusi dengan otoritas Saudi dan akan segera mengambil tindakan untuk pemulangan.

Namun, dia tidak menyebutkan waktunya.

‘Pekerja paling rentan’

Ketika Sunethra pergi ke Arab Saudi untuk bekerja, dia meninggalkan ibunya untuk merawat ketiga putrinya.

Suaminya, yang menderita masalah ginjal, tidak punya pekerjaan tetap dan tidak mampu melakukan pekerjaan berat.

Tetapi selama Sunethra di dalam pusat penahanan selama lebih dari setahun, ibunya meninggal pada 11 Februari.

Keluarganya sekarang berharap dia setidaknya bisa hadir di upacara keagamaan untuk memperingati tiga bulan sejak kematian sang nenek, acara penting dalam budaya Buddha.

Amnesty International mengatakan Sunethra dan para perempuan lain yang ditahan menyoroti situasi pekerja rumah tangga sebagai salah satu kelompok pekerja migran paling rentan di negara-negara Teluk, termasuk di Arab Saudi.

“Reformasi ketenagakerjaan baru-baru ini di Arab Saudi tidak mencakup pekerja rumah tangga, yang berarti mereka masih tidak dapat meninggalkan negara itu tanpa izin dari majikan, yang membuat mereka semakin rentan terhadap pelanggaran hak,” kata organisasi itu dalam pernyataan pers.

Sejak kematian neneknya, Thushari, putri tertua, mengambil peran sebagai ‘ibu’ dan wali bagi kedua adik perempuannya.

Akibatnya, dia tidak bisa mencari pekerjaan.

“Dahulu sepulang sekolah, saya mengikuti kelas kadet. Saya ingin bergabung dengan angkatan laut,” katanya kepada BBC, “tetapi sekarang saya tidak bisa meninggalkan rumah.”

Nama para perempuan dan anggota keluarga mereka telah diubah dalam artikel ini untuk melindungi identitas mereka.
sumber: bbc

Posted in Berita | Leave a comment

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DIMULAI JULI, PERHIMPUNAN GURU MINTA 5 SYARAT DIPENUHI

Suasana uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu, 7 April 2021. Pemerintah Provinsi DKI melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 100 sekolah mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Skema yang akan diterapkan adalah pembelajaran tatap muka secara bergantian di dalam ruangan maksimum 50 persen dari kapasitas ruangan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah dan sekolah memenuhi sejumlah syarat utama jika ingin menerapkan pembelajaran tatap muka serentak pada Juli 2021.

“Pemerintah, pemda, dan sekolah mesti memenuhi 5 syarat utama berikut tanpa kecuali,” kata Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Z Haeri dalam keterangannya, Ahad, 2 Mei 2021.

Syarat pertama adalah menuntaskan vaksinasi Covid-19 kepada guru dan tenaga kependidikan secara nasional. Iman mengatakan, hingga April 2021 baru 746 ribu guru divaksin tahap pertama. Padahal, pemerintah menargetkan 5 juta pendidik dan tenaga kependidikan rampung divaksin hingga Juni. “Jadi proses vaksinasi memang agak terlambat,” katanya.

Syarat kedua, sekolah terlebih dulu mengisi daftar periksa yang dibuat Kemendikbud secara online. Per 2 Mei, kata Iman, masih ada 246.383 sekolah yang belum merespon dari total 535.460 sekolah. Yang sudah merespons pun mesti diverifikasi oleh Disdik dan Dinas Kesehatan setempat. “Artinya sekolah masih jauh dari kata siap untuk dibuka jika ditinjau dari kesiapan sarana prasarana,” ujarnya.

Syarat ketiga, P2G merekomendasikan pemerintah daerah dan sekolah merujuk Daftar Tilik Kesiapan Sekolah Dibuka yang dibuat Ikatan Dokter Anak Indonesia, yang berisi 19 item. Sebab, daftar dari IDAI lebih rinci, lengkap, dan hati-hati. Iman meyakini, jumlah sekolah yang siap dibuka akan berkurang jika merujuk 19 daftar trsebut.

Syarat keempat, uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilakukan pemda harus selektif, validasi dan akurasi tinggi, serta evaluasi berkala. P2G merekomendasikan agar seluruh pemda di Indonesia membuka hotline layanan pengaduan uji coba PTM, agar orang tua dan masyarakat umumnya dapat mengawasi pelaksanaan uji coba PTM. 

Dari temuan P2G, Iman menyebutkan rata-rata pelanggaran protokol kesehatan dan 3M terjadi baik di sekolah maupun selepas pulang sekolah. Misalnya, masker dipasang di dagu, tidak jaga jarak, dan tidak ada 3M di dalam angkutan umum. Kasus tersebut terjadi di Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Situbondo, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Aceh, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Batam.

Syarat kelima, P2G meminta Kemendikbud dan pemda berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan organisasi guru, memberikan pelatihan keterampilan Blended Learning dan Hybrid Learning yang didasarkan pada pedagogi digital kepada guru.
sumber: tempo

Posted in Berita | Leave a comment

TEPUK TANGAN HARAM, TAPI HASIL TANGAN YAHUDI HALAL?

Panjath H. – Dalam iman Kristen, Yahudi itu bangsa pilihan Allah. Lewat bangsa inilah, Tuhan Allah mewujud ke dalam dunia ciptaan-Nya. Allah yang bisa melakukan apa saja, sah-sah saja menjelma jadi manusia jika itu memang kehendak dan rencana-Nya. Tapi ada saja manusia yang meributkan itu. Padahal mudah saja: mau percaya silakan, tidak percaya juga, monggo. Gitu aja kok repot.

Orang Yahudi itu jumlahnya relatif sedikit, dibanding tetangganya, bangsa Arab. Namun kaum Yahudi menguasai banyak hal soal peradaban umat manusia di era modern ini. Soal kecerdasan, kaum ini tidak ada yang menandingi. Hadiah Nobel, peraihnya mayoritas dari keturunan bangsa ini. Penemuan-penemuan teknologi yang memudahkan kehidupan umat manusia pun, banyak tercipta dari hasil pikir dan kreasi orang-orang yang merupakan keturunan bangsa ini.

Perihal kecerdasan dan penguasaannya atas dunia inilah yang membuat banyak orang sesumbar bahwa itulah salah satu bukti, bangsa Yahudi yang pada 1947 memproklamirkan negara Israel ini, memang benar umat pilihan Allah.

Konflik abadi dengan Palestina yang disebut-sebut sebagai pemilik sebenarnya wilayah negara tersebutlah yang membuat Israel dibenci dan dimusuhi banyak orang muslim. Katanya, karena bangsa Palestina itu muslim. Padahal tidak juga, sebab ada banyak penganut agama Kristen di sana, yang juga menderita di bawah kependudukan Israel.

Isu Palestina sangat populer di negeri kita, lagi-lagi karena isu agama yang sering digembar-gemborkan. Padahal menurut banyak pihak — termasuk bangsa Palestina sendiri — konflik antara Israel dan Palestina tidak ada kaitan dengan agama Islam dan Kristen. Persoalan itu murni soal perebutan tanah.

Palestina menuding wilayah mereka direbut Israel. Sementara pihak Israel mengklaim bahwa kawasan itu adalah Tanah Perjanjian yang sudah diberikan oleh Tuhan Allah kepada mereka, jauh sebelum agama Kristen dan Islam ada. Klaim itu diperkuat ayat-ayat di Kitab Suci.

Isu Palestina kerap dipanas-panasi juga sebagai “perang” antara Kristen dan Islam. Alasannya karena Yahudi itu identik dengan Kristen. Padahal tidak benar, sebab Yahudi (ortodoks) sendiri tidak menyukai orang Kristen. Bahwa Mesias yang oleh umat Kristen diyakini sebagai Yesus Kristus, tidak pernah diakui oleh Yahudi. Hingga kini kaum ini masih menantikan kedatangan Mesias.

Jadi kalau ada orang Indonesia yang membenci umat Kristen terkait isu Palestina, mereka jelas salah alamat. Apalagi kebencian itu diejawantahkan dengan mengharamkan berbagai hal. Misalnya, meniup terompet kertas di malam pergantian tahun baru masehi haram, karena itu budaya Yahudi.

Larangan ini sendiri sudah berlangsung sejak tahunan lalu, terutama ketika politik identitas menguat seiring hadirnya parpol yang misinya mengkhilafahkan negeri ini. Salah satu langkah, yakni menekan dan menyingkirkan segala sesuatu yang mereka anggap kafir. Maka segala apa yang dianggap berkaitan dengan kafir dituding sebagai haram. Termasuk meniup terompet (kertas), yang dikatakan sebagai budaya Yahudi.

Sejauh ini kampanye ini sukses. Sebab sebelum larangan “baru” ini dimaklumkan kaum intoleran bersumbu pendek itu, bisnis terompet kertas ini sangat marak menjelang pergantian tahun. Di Jakarta, menjelang pergantian tahun, banyak penjual terompet kertas berdatangan dari berbagai daerah.

Dari berbagai wawancara, mayoritas pedagang itu mengaku mengantongi keuntungan yang jumlahnya sangat signifikan. Ketika mereka kembali ke desa masing-masing dengan wajah sumringah, geliat perekonomian sangat terasa disebabkan uang dari kota mengalir ke desa-desa, tempat perajin terompet kertas itu berdomisili.

Tapi suasana yang sangat membahagiakan pada momen pergantian tahun itu, lambat laun sirna setelah oknum penceramah membodohi masyarakat lugu itu pakai ayat-ayat agama. Larangan itu meluas hingga ke acara penyambutan tahun baru yang juga diharamkan.

Entah sampai kapan masyarakat bisa ditipu oleh oknum-oknum penceramah agama tersebut. Padahal besar dugaan, mereka hanya iri melihat mengapa penyambutan tahun baru kafir sangat meriah?

Dan kini ada lagi larangan baru yang dikaitkan dengan budaya Yahudi. Adalah Abdullah Hehamahua yang beberapa hari lalu menarik perhatian gara-gara melarang tepuk tangan di acara pendeklarasian partai barunya. Alasannya, tepuk tangan itu budaya Yahudi.

Padahal beberapa hari sebelum itu, si “brewok putih” yang pernah jadi penasihat KPK ini, justru mengklaim ibarat Nabi Musa menemui Firaun. Padahal Nabi Musa sendiri kan, nabinya bangsa Yahudi.

Bahkan hampir seluruh nabi yang tercatat di Alkitab — dan kitab suci lain — adalah keturunan Yahudi. Perihal hampir semua nabi dari kalangan bangsa Yahudi, ada yang mengklaim itu sebagai penegas bahwa mereka itu memang bangsa pilihan Tuhan Allah.

Ketika terompet diharamkan karena dianggap budaya Yahudi, itu saja sudah terdengar bodoh bin dungu. Kini ditambah lagi larangan bertepuk tangan. Padahal kalau mau konsisten dengan segala larangan atas segala hal yang dianggap budaya Yahudi, atau berbau-bau Yahudi, maka adalah haram hukumnya pula menggunakan perangkat-perangkat komunikasi masa kini yang adalah hasil kreasi bangsa Yahudi.

Tentu bukan hanya menyangkut teknologi informasi yang adalah karya kaum kafir. Segala bentuk peradaban modern yang berkaitan dengan bisnis, keuangan, gaya hidup, dan lain sebagainya itu, yang nyata-nyata punya jejak rekam dari kaum Yahudi, harus dihindari.

Hanya saja, penulis memang tidak tahu apakah Abdullah Hehamahua menggunakan smartphone, laptop, mobil, pesawat terbang, dan lain sebagainya itu? Sebab logikanya, jika tepuk tangan yang adalah budaya Yahudi saja dia haramkan, apalagi perangkat teknologi modern yang unsur Yahudi-nya kental.

Semoga beliau konsisten dengan apa yang dia katakan.

sumber: seword

Posted in Berita | Leave a comment

MUNARMAN

Munarman itu wong Palembang. Kalau anda pernah mengalami sebagai aktifis tahun 90an, pasti mengenal baik sosok Munarman. Dia tokoh muda yang berani melawan militer dan rezim Orba. Awal karirnya sebagai relawan LBH Palembang tahun 1995. Kemudian tahun1999 -2000 dia pindah ke Aceh memegang posisi Koordinator Kontras.

Dia juga anggota TPF kasus Munir. Jadi saat Aceh dalam DOM ( Daerah Operasi Militer), dia paling kencang membongkar kekejaman TNI selama DOM. Dan akhirnya memaksa Indonesia memilh rekonsiliasi dengan memberikan hak lebih luas kepada Aceh untuk melaksanakan hukum sesuai dengan Syariat Islam.

Pada waktu bersamaan Munarman tahun 2002 terpilih menjadi ketua Umum YLBHI, dengan menggantikan Bambang Widjojanto sebagai ketua Umum. Itu juga kritik kepada Adnan Buyung Nasution, salah satu pendiri dan ketua dari Dewan Pengawas YLBHI membela seorang pejabat militer senior yang teridentifikasi sebagai pelaku pelanggaran HAM berat di Timor Timur pada tahun 1999. Munarman memang anti Militerisme. Tahun 2006, dia diberhentikan sebagai ketua YLBHI. Karena terindikasi sebagai penyokong HTI.

Memang minat Munarman pada gerakan Islam bermula saat ia menjadi anggota Tim Pengacara Abu Bakar Ba’asyir tahun 2002. Selepas tidak mendampingi Ba’asyir, Munarman mulai dekat dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dari HTI, Munarman mulai mengenal sejumlah tokoh Islam garis keras, termasuk Ketua FPI Rizieq Shihab. Tahun 2006 Munarman bergabung di FPI. Di FPI, dia sempat menduduki sejumlah posisi seperti Panglima Komando Laskar Islam (KLI), Juru Bicara FPI, dan yang terakhir Sekretaris Umum FPI. Dia pernah jadi narapidaa 1,5 tahun penjara.

Awalnya Munarman adalah seorang idealis yang egaliter. Tidak ada nampak dia keras atau radikal. Sikap keras itu ada sejak dia jadi pengacara Abu Bakar Ba’shir , dan semakin terobsesi dengan khilafah islam sejak bersebelah sel penjara dengan Rizieq Shihab. Kelebihan dia adalah dia lebih punya agenda besar dan punya nyali dibandingkan Riziq Shihab. Itu karena kepakarannya dalam operasi kontra intelijent dan pas dengan jabatannya sebagai Ketua Bidang Nahi-Munkar 2009-2013 FPI. Jadi hampir sulit untuk mendapatkan bukti keterlibatan dia dalam aksi teroris.

Namun karena Rizieq Shihab dan menantunya lebih dulu ditangkap. Mudah bagi polisi mendapatkan informasi keterkaitan Munarman dengan jaringan teroris. Pada Selasa (27/4/2021) pukul 15.30 WIB di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan.

Berdasarkan keterangan polisi, Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme. Yang jelas ia terkait dengan tigas kasus yaitu baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan.
.
.
EJB

fb Mengungkap Kebenaran.

Posted in Berita | Leave a comment