PARA PEMIMPIN ARAB, ISLAM KUTUK OPERASI MILITER ISRAEL DI GAZA, SERUKAN GENCATAN

Presiden Iran Ebrahim Raisi (kiri) bertemu Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi dalam pertemuan luar biasa Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) di Riyadh, Arab Saudi, Jumat, 11 November 2023. (Foto: Iranian Presidency/AFP)

KAIRO, MESIR (VOA) — Para pemimpin Arab dan Islam mengutuk operasi militer Israel di Gaza dan korban jiwa warga sipil Palestina yang besar jumlahnya serta infrastruktur dalam pertemuan di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi, Sabtu (11/11). Pertemuan itu digelar ketika Israel masih melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza untuk menarget Hamas sebagai balasan atas serangan pada 7 Oktober.

Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed Bin Salman, yang menjadi tuan rumah pertemuan puncak pada Sabtu, menggunakan bahasa yang keras untuk mengutuk operasi militer Israel di Gaza.

Dia menentang perang itu dan korban jiwa perempuan, anak-anak, dan lansia yang besar, serta kerusakan pada rumah sakit, tempat-tembat ibadah, dan infrastruktur rakyat. Arab Saudi, kata Salman, sedang bekerja sama dengan para mitra untuk menghentikan perang itu dan menyerukan penghentian pertempuran segera. Dia juga menyerukan pembukaan koridor kemanusiaan dan pembebasan sandera yang ditahan Hamas.

Stasiun TV Al-Arabiya milik Pemerintah Saudi melaporkan resolusi pertemuan puncak yang meminta digelarnya persidangan kejahatan perang, penghentian upaya pengusiran paksa orang Palestina di dalam Gaza atau tempat lainnya, dan gencatan senjata.

Sisi menyerukan komunitas internasional dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) “untuk menerapkan gencatan senjata segera dan tanpa persenjataan di Gaza.”

Dia juga menuntut “penghentian atas pengusiran paksa orang-orang Palestina,” dan bagi masyarakat internasional untuk “menjamin keamanan warga sipil.” Dia menambahkan bahwa “bantuan kemanusiaan harus diizinkan masuk ke Gaza,” dan Israel harus “menanggung tanggung jawab internasional sebagai ‘kekuasaan pendudukan’ untuk mengizinkan aliran bantuan.”

Belum jelas tindakan konkret apa yang akan diambil oleh negara-negara Arab dan Islam untuk menerapkan resolusi atau deklarasi yang diucapkan pada pertemuan puncak Sabtu. Beberapa negara Arab, termasuk Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab, punya hubungan diplomatik dengan Israel, sedangkan Iran, Suriah, Lebanon dan Aljazair sebaliknya. [ft/ah]
sumber: voa

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.