AS PERINGATI SERANGAN TERORIS 11 SEPTEMBER

Dokter gigi kembar mencoba membaca beberapa nama korban 9/11 yang tercetak di lebih dari 260 “Bendera Kehormatan” untuk memperingati korban tewas akibat serangan teroris, 11 September 2001, 10 September 2003.

Amerika Serikat (AS) pada Senin (11/9) memperingati 22 tahun serangan teroris 11 September yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Presiden Joe Biden dijadwalkan menyampaikan pidato kepada anggota militer, petugas pertolongan pertama dan keluarga mereka di pangkalan militer di Anchorage, Alaska.

Peringatan di Alaska ini dilakukan pada perhentian Biden dalam perjalanan pulang dari luar negeri untuk menghadiri pertemuan puncak G20 di India dan kunjungan di Vietnam.

Meskipun Senin (9/11) akan menjadi hari peringatan 11 September yang jarang terjadi tanpa kehadiran presiden pada peringatan di lokasi serangan di New York, Pennsylvania atau Pentagon, kejadian ini bukannya tanpa preseden.

Presiden George W. Bush pada 2005 mengadakan peringatan di halaman Gedung Putih, sementara Presiden Barack Obama pada 2015 berpartisipasi dalam acara mengheningkan cipta di Gedung Putih sebelum menghadiri acara untuk menghormati militer di Fort Meade, tidak jauh dari Washington.

Teroris Al-Qaeda membajak dua jet komersial dan menabrakkannya ke menara kembar World Trade Center, menyebabkan kedua gedung pencakar langit itu runtuh, 11 September 2001.

Wakil Presiden Kamala Harris menghadiri upacara pada hari Senin di National September 11 Memorial and Museum di New York. Teroris Al-Qaeda membajak dua jet komersial dan menabrakkannya ke menara kembar World Trade Center, meruntuhkan kedua bangunan tersebut.

Bell of Hope, lonceng Harapan berbunyi di Kapel St. Paul di New York pada hari Senin untuk mengenang peristiwa itu pada pukul 08:46 pagi ketika pesawat pertama dari dua pesawat menabrak menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001.

Pada hari Senin, seperti tahun-tahun sebelumnya, kerabat dan orang-orang terkasih membacakan dengan lantang nama 2.977 korban kepada ribuan orang yang berkumpul di pagi yang hangat dan berawan.

Ibu Negara Jill Biden, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley semuanya berpartisipasi dalam upacara peletakan karangan bunga di National 9/11 Pentagon Memorial, di luar Washington, DC, Senin.

Upacara dimulai dengan membunyikan bel sambil membacakan nama-nama184 orang yang tewas setelah teroris menabrakkan pesawat yang dibajak, ke gedung itu, 59 orang berada di pesawat dan 125 orang di dalam gedung. Pentagon berfungsi sebagai markas besar Departemen Pertahanan AS.

Pada hari Senin, sebuah bendera AS dikibarkan di area tempat pesawat menabrak gedung tersebut pada pukul 09.37 waktu setempat 22 tahun yang lalu, sama seperti yang terjadi pada hari-hari setelah serangan tersebut.

Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan A.S. Lloyd Austin mengatakan mengenang serangan yang terjadi, setiap tahun adalah hal yang sulit, dan seiring berjalannya waktu, dunia mungkin terasa seolah-olah sedang bergerak maju. Namun ia meyakinkan keluarga dan orang-orang terkasih para korban, Departemen Pertahanan akan selalu mengingatnya.

Suami Wakil Presiden Harris, Doug Emhoff, berada di Shanksville, Pennsylvania untuk meletakkan karangan bunga di sebuah tugu peringatan di mana pesawat lain dibajak United Flight 93 jatuh ke sebuah lahan setelah penumpang melawan penyerang mereka. Nama-nama korban juga dibacakan, seiring dengan bunyi bel untuk mengenang masing-masing korban.

Tanggal 11 September adalah Hari Pelayanan dan Peringatan Nasional yang diakui secara masional di Amerika, untuk mengubah hari tragedi menjadi hari berbuat baik untuk menghormati kenangan para korban dan mereka yang merspon serangan teror. [lt/ab],[my/jm]
sumber: voa

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.