𝗝𝗜𝗞𝗔 𝗔𝗡𝗔𝗦 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗗𝗘𝗞𝗔𝗠 𝟴 𝗧𝗔𝗛𝗨𝗡 𝗗𝗜 𝗣𝗘𝗡𝗝𝗔𝗥𝗔, 𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗣𝗥𝗘𝗦𝗜𝗗𝗘𝗡 𝗦𝗨𝗣𝗘𝗥 𝗗𝗜𝗞𝗧𝗔𝗞𝗧𝗢𝗥

Heru Subagia – “Jika Anas Tidak Mendekam Dipenjara 8 Tahun, Kemungkinan Besar Anas Berubah Menjadi Diktator Baru Menggantikan Soeharto”.

Barang kali 8 tahun lalu Anas Urbaningrum tidak mendekam penjara dan masih melanjutkan karir di politik. Anas Urbaningrum kemungkinan saat ini menjelma sebagai bagian Rejim Otoritas yang membahayakan demokrasi. Anas Urbaningrum sudah menjadi Presiden seumur hidup.

Anas Urbaningrum adalah anak muda yang sangat ambisius dan super cerdas baik dari sisi akademik atau kematangan emosional. Anas Urbaningrum dari mudanya sudah menjadi aktif di gerakan mahasiswa militan ( HMI). Visi dan misinya sangat tinggi , namun membahayakan.

Jabatan Ketua Partai Demokrat Periode 2010-2015 dianggap sebagai puncak karier di partai yang akan membawa di puncak maksimal karier politik sebagai presiden . Mungkin saja tokoh nasional seperti Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, AHY tidak akan ada dan tidak akan menikmati ketenaran hingga hari ini.

Mereka tidak akan tumbuh sebagai tokoh nasional yang besar karena pencitraan dan juga dukungan sponsor. Anas Urbaningrum memiliki partai dan kekuatan politik di DPR dan eksekutif pada jamannya.

Di era kepemimpinannya sebagai Ketua Partai, Anas Urbaningrum berada dalam fase kenyamanan dan berkelimpahan jabatan dan kekuasaan. Pada saat itu, Partai Demokrat berhasil mempertahankan kekuasaannya di parlemen dan di eksekutif ke-dua kalinya.

Partai Demokrat menjadi juara Pileg 2004-2009 dengan perolehan suara 21.703.137 (20,85 persen), 148 kursi, di susul nomor dua Partai Golongan Karya: 15.037.757 (14,45 persen), 106 kursi dan nomor tiga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 14.600.091 (14,03 persen), 94 kursi. Di bawah Rejim Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) Partai Demokrat berhasil menguasai pemerintahan dua periode.

Dalam periode kedua, SBY menang Pilpres 2009 berpasangan SBY-Budiono dengan 73.874.562 suara. Sementara Pasangan Megawati-Prabowo mendapatkan 32.548.105, dan duet Jusuf Kalla-Wiranto meraih 15.081.814.

Anas tersandung Masalah

Berita menggembirakan datang dari Anas Urbaningrum, Mantan Ketua Umum PB HMI Tahun ini terbebas dari Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (11/4/2023).

Karier politik Anas Urbaningrum harus mandeg selama hampir 9 tahun. Anas dinyatakan sebagai narapidana kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang pada 2010-2012.

Anas akhirnya mendekam di tahanan politik Suka miskin setelah dia ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2013. Hancurlah karier politiknya dan harus menerima putusan pengadilan.

Anas diutuskan bersalah dalam putusan pengadilan yang menilai jika Anas menerima sejumlah uang proyek Hambalang. Penetapannya sebagai tersangka bermula dari kasus mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang dalam perkembangannya mengungkap aliran uang proyek Hambalang ke Anas.

Mantan Bendahara Nasdem Nazar bercerita banyak jika Anas Urbaningrum telah memakai uang itu untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum Demokrat dalam kongres di Bandung pada Mei 2010.

Kecerdasan Anas Urbaningrum

Pria kelahiran Blitar ini mempunyai catatan akademis yang memukau. Belajar ilmu politik dasar sampai level Doktor Politik dari universitas bergengsi. Gelar Sarjananya didapat dari Universitas Airlangga, Disusul kemudian gelar Master Politik dari Universitas Indonesia. Pendidikan puncak Doktornya disabet dari Universitas Gajah Mada ( UGM).

Catatan karir politiknya sangat melesat. Lahir dari embrio aktivis, Anas Urbaningrum pada tahun 1997 berhasil menjabat sebagai Ketua Umum PB HMI. Disenilah lingkungan organisasi yang membuat Anas Urbaningrum membangun jejaring di tingkat ajar rumput organisasi. Jalur HMI telah mampu membantu mendobrak kariernya semakin merajalela.

Debut Politik Anas Urbaningrum melejit, Anas menjadi tim revisi undang-undang Politik atau anggota tim tujuh yang menjadi Salam satu tuntutan Reformasi 1998.

Hasil buah pikiran dari Tim Tujuh yang dipimpin oleh Ryaas Rasyid tersebut melahirkan UU No. 2/1999 tentang Partai Politik, UU No. 3/1999 tentang Pemilihan Umum, dan UU No. 4/1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD. Dari sinilah lahir produk baru untuk menggelar Pemilu dengan sistem baru.

Waktu terus Mendukung karir Anas . Pada tahun 2001 berhasil menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mempersiapkan Pemilu tahun 2004. Ia dilantik langsung oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid dengan Ketua KPU Nazaruddin ketika itu.

Akhirnya Anas Urbaningrum banting steer di politik praktis. Pada 8 Juni 2005 Anas Urbaningrum secara resmi mengundurkan diri dari KPU dan memilih menerima tawaran untuk bergabung dengan Partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) yaitu Partai Demokrat. SBY pada waktu itu menjabat sebagai Presiden RI periode 2004-2009.

Debut karir Anas terus melejit. Dalam pemilu 2009 Anas Urbaningrum berhasil lolos sebagai anggota parlemen ( DPR) Dapil Jatim mewakili Blitar dan sekitarnya. Dalam perkembangannya, Anas Urbaningrum terus menguat, sehingga ia menjadi Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI untuk periode 2009-2014.

Kematangan organisasi dan keilmuan di bidang politik mengantarkannya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2010-2015 dalam Kongres Jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat inilah yang kada akhirnya menyeretnya dalam skandal gratifikasi Proyek Hambalang dan akhirnya menyeretnya dalam masalah hukum dan akhirnya memaksakan Anas Urbaningrum harus menjadi terpidana dan mendekam di penjara selama 8 tahun.

Misi Besar Anas Urbaningrum Tak Sampai

Jika seandalnya Anas Urbaningrum tidak dipenjara, Apa yang terjadi dalam peristiwa kontestasi politik dalam negeri ?

Pertama, Anas Urbaningrum akan menjadi tokoh nasional yang berwibawa dan disegani. Kompetensi dan jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menjadi portofolio utama Anas Urbaningrum menjadi calon Tokoh Nasional. Fase awal Anas Urbaningrum akan menjadikan dirinya politisi yang rasional dan akomodatif.

Kedua ,Anas Urbaningrum memungkinkan untuk menjadi politikus yang dominan dan menjadi publik figur yang dapat mengontrol dan mendorong partisipasi publik dalam dikursus politik dan pemerintahan.

Anas Urbaningrum bisa disebutkan sebagai lanjutan belajar berdemokrasi yang baik dan benar. Anas Urbaningrum dengan kemampuan teoretisinya dan sebagai pelaku politik, memungkinkan Indonesia menjadi negara terbesar dalam wacana berdemokrasi dan penerapannya. Fase keemasan Indonesia.

Ketiga, Anas Urbaningrum akan menduduki jabatan politik yang sangat penting pada jamannya. Oleh karenanya Anas banyak memegang kendali berbagai kebijakan strategis nasional dan juga berbagai proyek triliunan rupiah.

Walaupun posisi tersebut yang akhirnya membawa bencana politik bagi Anas Urbaningrum sendiri. Anas akan membangun korporasi yang membangun organsiasi aktifis dengan korporasi bisnis murni. Akhirnya terjadi oligarki baru.

Keempat, Anas Urbaningrum berada dalam kekuasaan rejim yang berasal dari partainya. Presiden SBY adalah orang nomor satu di Indonesia yang didukung penuh Partai Demokrat. Dalam posisi partai yang berada di kekuasaan, aksesibilitas Politik dan keuangan tak terbatas. Anas Urbaningrum akhirnya mendadak menjadi seorang aktivis pindah kuadran menjadi politikus kaya raya.

Kelima, Anas Urbaningrum kemungkinan akan menjadi Presiden atau wakilnya seperti harapan dirinya saat menjabat Ketua Umum Partai Demokrat. Dengan ditopang oleh Partai Demokrat dan koalisinya , kemungkinan besar harusnya Anas Urbaningrum menjadi bagian capres atau cawapres periode Pemilu 2014-2019 dan kemungkinan Anas Urbaningrum terus mengikuti kontes pencapresan sepanjang massa.

Keenam, Dengan kekuasaan absolut, sifat bijak dan kenegaraan hilang . Anas Urbaningrum akan menjadikan seseorang diktator baru. Menjadi partai besar akan terus mengontrol dan berkuasa selamanya sampai terjadi gerakan people power.

Anas Urbaningrum akan menjadi Soeharto baru dan menjelma sebagai pemimpin otoriter. Partai Demokrat akan menjadi partai besar dan akan selalu menang setiap pemilu 5 tahunan di gelar. Kemungkinan Rezim yang berkuasa bersama Anas Urbaningrum akan membatasi jumlah partai dan memotong demokrasi. Indonesia berada dalam fase kembali rejim otoriter.
sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.