𝗜𝗦𝗥𝗔𝗘𝗟 𝗟𝗔𝗡𝗖𝗔𝗥𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗥𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗨𝗗𝗔𝗥𝗔 𝗞𝗘 𝗟𝗘𝗕𝗔𝗡𝗢𝗡 𝗗𝗔𝗡 𝗚𝗔𝗭𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗚𝗔𝗜 ‘𝗕𝗔𝗟𝗔𝗦𝗔𝗡’ 𝗔𝗧𝗔𝗦 𝗦𝗘𝗥𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗥𝗢𝗞𝗘𝗧

SUMBER GAMBAR,EPA
Keterangan gambar,
Seorang bocah mengunjungi sebuah jembatan kecil yang hancur di dekat desa al-Qulaila, Lebanon selatan.

Militer Israel melancarkan serangan udara terhadap target-target milik kelompok militan Palestina Hamas di Lebanon selatan dan Jalur Gaza.

Israel mengatakan serangan itu merupakan balasan terhadap rentetan 34 roket yang ditembakkan dari Lebanon ke Israel utara pada hari Kamis (06/04), yang menurut mereka berasal dari Hamas.

Militan di Gaza menembakkan puluhan roket lagi setelah serangan dimulai.

Situasi sedang tegang menyusul penggerebekan polisi Israel di masjid al-Aqsa di Yerusalem selama dua malam berturut-turut awal pekan ini.

Penggerebekan itu memicu bentrok kekerasan dengan warga Palestina di dalam masjid al-Aqsa, yang merupakan tempat tersuci ketiga dalam agama Islam, dan memantik kemarahan di seluruh wilayah.

Hamas tidak mengatakan bahwa mereka menembakkan roket dari Lebanon, yang merupakan rentetan serangan terbesar dalam 17 tahun.

Tetapi pemimpinnya, Ismail Haniyeh, yang pada saat itu sedang mengunjungi Beirut, mengatakan orang-orang Palestina tidak akan “tinggal diam” dalam menghadapi agresi Israel.

Pada Jumat malam (07/04), dua perempuan bersaudara keturunan Inggris-Israel tewas dalam serangan penembakan di wilayah pendudukan Tepi Barat, sementara seorang turis Italia juga tewas ketika sebuah mobil menubruk kawasan pejalan kaki tepi pantai di Tel Aviv.

Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan polisi dan tentara untuk memobilisasi cadangan mereka untuk meningkatkan upaya kontra-terorisme.

Serangan di Lebanon terjadi di daerah selatan kota pesisir Tirus.

Pada Jumat pagi, ada dua atau tiga ledakan di sekitar kamp pengungsi Palestina Rashidieh, 5km dari kota tersebut.

Media Lebanon juga melaporkan serangan di pinggiran desa al-Qulaila, 4 km lebih jauh ke selatan. Foto-foto tampaknya menunjukkan bahwa sebuah jembatan kecil telah hancur.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengetwit bahwa pesawat tempurnya menyerang “infrastruktur teroris milik Hamas” di Lebanon.

“IDF tidak akan membiarkan organisasi teroris Hamas untuk beroperasi dari dalam Lebanon dan meminta pertanggungjawaban negara Lebanon atas setiap tembakan terarah yang berasal dari wilayahnya,” mereka memperingatkan.

Hamas mengatakan pihaknya mengutuk keras “agresi Zionis terang-terangan terhadap Lebanon di sekitar Tirus saat fajar hari ini [Jumat]”.

Banyak roket yang ditembakkan dari Gaza berhasil dihalau oleh sistem pertahanan rudal Israel, Kubah Besi.

Di Gaza, lebih dari 10 target Hamas terkena serangan, termasuk sebuah terowongan menuju lokasi perakitan senjata di bawah tanah, tiga bengkel senjata lainnya, dan “terowongan teroris” bawah tanah, kata IDF.

Selama serangan, setidaknya 44 roket ditembakkan dari Gaza menuju Israel selatan, media Israel melaporkan.

Sebagian besar dicegat oleh sistem pertahanan Kubah Besi Israel atau jatuh di daerah terbuka, tetapi setidaknya satu rumah di kota Sderot kena hantam.

Tidak ada laporan langsung tentang korban baik dari serangan udara maupun tembakan roket tadi malam.

Dua orang warga Palestina berjalan di depan mobil yang hancur setelah Israel melancarkan serangan udara ke lokasi yang menjadi target serangannya di Gaza, 7 April 2023.

Seorang pria terluka oleh pecahan peluru di Israel utara pada Kamis sore sebagai akibat dari tembakan roket dari Lebanon, yang menurut tentara Lebanon berasal dari pinggiran al-Qulaila dan dua desa perbatasan lainnya di dekat Tirus – Maaliya dan Zibqine.

Militer Israel mengatakan 25 dari 34 roket berhasil dicegat, tetapi lima menghantam wilayah Israel.

Di kota perbatasan barat laut Shlomi, roket meninggalkan sebuah kawah di tengah jalan, dan merusak kendaraan dan bank. Sebuah mobil juga rusak di desa Fassuta.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah kelompok militan Lebanon Hizbullah, yang menguasai sebagian besar Lebanon selatan, mengatakan akan mendukung “semua langkah” yang diambil oleh kelompok-kelompok Palestina terhadap Israel.

Netanyahu berjanji pada Kamis malam bahwa tanggapan Israel akan “menuntut harga yang signifikan dari musuh-musuh kita”.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada wartawan setelah serangan semalam di Lebanon dan Gaza bahwa operasi telah berakhir untuk saat ini.

“Tidak ada yang menginginkan eskalasi sekarang,” kata Letnan Kolonel Richard Hecht. “Diam akan dijawab dengan diam, pada tahap ini saya pikir, setidaknya dalam beberapa jam mendatang.”

Garis-garis cahaya terlihat saat sistem pertahanan udara ‘Iron Dome’ Israel mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel, 7 April 2023.

Memori perang Israel 2006 dengan Hizbullah masih segar dalam pikiran di kedua sisi perbatasan.

Saat itu, satu operasi lintas batas oleh penyusup Hizbullah untuk menangkap tentara Israel berkembang menjadi perang darat selama sebulan di Lebanon antara kelompok militan dan pasukan Israel.

Para analis mengatakan kedua belah pihak dirugikan oleh konflik tersebut, dan dipandang tidak menginginkan perang lain sekarang.

Bagi Israel, ada risiko tambahan yaitu menarik para penyokong Hizbullah di Iran.

Tanggapan Israel kali ini tampaknya tidak mau memicu kembali konflik tersebut – menyasar lokasi-lokasi yang terkait dengan Hamas, alih-alih menghukum Hizbullah karena menampung Hamas di Lebanon selatan.

Tetapi jalan menuju konflik seringkali diaspal dengan kesalahan dan salah perhitungan; bila tembakan roket menewaskan warga sipil di Israel, responsnya hampir pasti akan berbeda.

Sementara itu, saling serang dengan militan Palestina di Gaza terus berlanjut.

Beberapa minggu ke depan akan sangat berisiko, karena tumpang tindihnya liburan Paskah Yahudi dan bulan suci Ramadhan, yang membuat Israel maupun Palestina menjadi semakin sensitif akan insiden di sekitar tempat-tempat suci di Yerusalem.
sumber: bbc

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.