𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗜𝗦𝗥𝗔𝗘𝗟 𝗕𝗔𝗛𝗔𝗦 𝗣𝗘𝗡𝗢𝗟𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗨-𝟮𝟬 & 𝗞𝗢𝗡𝗦𝗧𝗜𝗧𝗨𝗦𝗜? 𝗬𝗔 𝗧𝗨𝗛𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗟𝗔𝗠𝗔𝗧𝗞𝗔𝗡𝗟𝗔𝗛 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔!!

Jaya Wijaya – Seperti kata penulis di artikel sebelumnya, teroris itu tidak beragama, jadi mereka tidak perlu menunggu Israel datang kalau mau melakukan aksinya. Menurut Gus Islah Bahrawi, titik-titik rawan terorisme saat ini sudah dalam pantauan Densus88, dan pergerakan mereka sampai saat ini masih terkunci.

Aksi terorisme di Indonesia juga sampai saat ini masih terpantau hanya skala kecil, karena dana-dana sumbangan lewat berbagai cara (termasuk kotak amal) mampu diamankan oleh Densus88. Oleh sebab itu para penyusup pro terorisme, akan teriak-teriak bubarkan densus88 saat ada kesempatan.

Jadi jangan remehkan aparat keamanan di Indonesia dalam menjaga situasi dari aksi-aksi terorisme, terbukti saat acara G-20 Indonesia bisa sukses tanpa ada serangan berarti. Natal bersama di GBK dan acara-acara konser juga terpantau aman dari aksi serupa.

Maka bagi penulis adalah bodoh kalau ada yang menganggap batalnya u-20 karena masalah terorisme ini. Demi melindungi dari yang “katanya” sel tidur, Indonesia harus mengobarkan permusuhan kepada Israel, yang sebenarnya sedang gencar mendekatkan diri pada Indonesia.

Apakah orang yang beralasan demikian tidak bisa berhitung? Pengaruh Israel di dunia ini bisa menghancurkan Indonesia dari segala aspek, dimana efeknya akan jauh lebih bahaya dari yang katanya (entah benar atau salah) “sel tidur”.

Jangankan skala satu negara, satu orang saja (contoh : George Soros), bisa membuat 1 negara Asean krisis moneter pada tahun 1998. Tahukah anak-anak muda sekarang? Bahwa krismon yang kita alami, sebelumnya terjadi terhadap mata uang Thailand, sampai akhirnya merembet ke Indonesia dan membuat rupiah luluh lantak.

Jika kita tarik ke belakang, bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki dan akhirnya membuat Jepang menyerah, itu ada ilmuan Israel di belakangnya. Lalu bagaimana jika skalanya satu negara yang melawan Indonesia?.

Jujur penulis tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika Israel menganggap Indonesia musuh beneran. Apalagi industri militer kini dikuasai Israel, banyak negara termasuk negara Islam seperti turki yang membeli drone dari Israel. Termasuk Azerbaijan yang tempo lalu perang dengan Armenia.

Tapi nasi sudah jadi bubur, penolakan Indonesia sudah terdengar sampai Israel dan yang disorot adalah masalah konstitusi.

Langkah ini meragukan normalisasi di masa depan antara kedua negara, karena pejabat Indonesia mengklaim penentangan terhadap Israel adalah ‘masalah konstitusional’,” tulis media itu dikutip Jumat, (31/3/2023).

Penulis cuma bisa berharap dan berdoa, agar Tuhan melembutkan hati pemerintah Israel agar tetap berusaha menormalisasi hubungan dengan Indonesia. Lalu Indonesia hanya dianggap sebagai negara yang sedang lucu-lucuan seperti remaja mencari jati diri.

Kalau serangan militer sih penulis yakin ga akan sampai ke sana, apalagi Indonesia juga dekat dengan China dan Rusia sebagai backing. Walaupun banyak bigot yang malah menyebarkan kebencian pada China, padahal kita butuh mereka.

Yang penulis takutkan adalah serangan Israel melalui jalur ekonomi, kalau militer ibaratnya menghancurkan langsung, sedang kalau lewat ekonomi ibarat diiris tipis-tipis, menderita sedikit demi sedikit.

Dulu seorang George Soros yg iseng spekulasi saja bisa membuat krisis moneter, apalagi kalau serangan ekonomi dilakukan oleh sekelas negara?. Jangan sampai deh, karena masalah bola dengan alasan supaya aman dari “sel tidur”, kita malah mendatangkan bahaya yang ratusan kali lebih parah.

Begitulah Kura-Kura
sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.