NASDRUN “MALING” LAGU ORANG LAIN BUAT KAMPANYE ANIES, KALAU BERKUASA “MALING” APA?

Jaya Wijaya – Hak Atas Kekayaan Intelektual sekarang merupakan hal yang sensitif. Wajar saja karena untuk menghasilkan suatu karya itu butuh biaya, apalagi kalau berbicara soal lagu. Tapi tidak semua seniman atau musisi mata duitan kok, banyak musik-musik atau lagu bebas copyright yang bisa dipakai oleh siapa saja.

Ada juga yang mewajibkan kita meminta izin dulu atau hanya mencantumkan kredit kepada pencipta karya tersebut. Tidak usah munafiklah, kalau video metro tv dicomot lalu diupload ulang, penulis jamin tidak lama video reupload tersebut akan kena copyright strike.

Maka penulis heran kalau sekelas partai Nasdem, partai milik oligarki yang punya metro tv, asal comot lagu orang untuk dipakai sebagai video berbau politik. Jelas saja sang pemilik marah, dengan dipakai Nasdem maka seolah-olah musisi tersebut diseret ke dalam politik praktis. Berikut protes sang musisi yang dicomot lagunya :

“Kami sama sekali tidak pernah mengizinkan lagu kami dipakai untuk keperluan politik,” tulis .Feast via akun Twitter @listentofeast, Rabu (19/10).

Menariknya dalam video tersebut, ditampilkan sosok Anies Baswedan sedang berpidato dalam bahasa Jawa. Dengan gaya tata kata nya Anies berkata :

“wis wayahe melu politik”

Bagi penulis wajar kalau Anies menggunakan bahasa Jawa, jelas untuk menangkal jika suatu saat diserang politik identitas bahwa dia keturunan Yaman. Ya begitulah manusia, kalau pernah berbuat jahat menjatuhkan orang lain dengan politik identitas, maka akan dihantui rasa bersalah yang membuatnya takut menerima perlakuan serupa.

Tapi ya karma tidak akan kemana kok. Kalau kadrun menganggap keturunan tionghua yang lahir di Indonesia sebagai Cina, maka walaupun Anies lahir di Indonesia, tetap saja orang akan menganggap nya keturunan Yaman.

Cuma penulis merasa miris saja, kalau memang mau mencitrakan diri sebagai orang Jawa, kenapa budaya unggah-unggah Jawa tidak dipraktekan juga? Kenapa asal comot lagu orang lain, kok tidak menghargai dan menghormati orang lain ala masyarakat Jawa.

Cobalah Nasdem berkaca juga!! katanya partai nasionalis, tapi menghargai musisi nasional saja tidak bisa? Ini belum berkuasa loh, baru punya capres yang belum tentu maju juga (PT belum 20 persen), tapi sudah menghalalkan segala cara.

Asal comot lagu orang lain, tanpa unggah-unggah ini tidak ada bedanya dengan maling. Maling juga kalau ngambil uang diam-diam kan? Kalau belum apa-apa saja sudah maling, gimana kalau nanti berkuasa, kira-kira apa yang mau dimaling?

Begitulah Kura-Kura.

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.