BERHARAP PADA TUHAN, SERATUSAN JEMAAT KRISTEN DESA MBAL-MBAL PETARUM, KARO GELAR KEBAKTIAN DOAKAN BENIH TANAMAN

Foto : Dok/ RS
Kebaktian : Pdt Richardo Sinulingga memimpin Kebaktian Mendoakan Bibit Tanaman di Desa Mbal-mbal Petarum, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Senin (3/10/2022).

Lau Baleng (harianSIB.com)

Berharap dan berserah kepada Tuhan. Selalu doakan dan kerjakan dengan baik. Tuhan ingin kita tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri.

Hal itu disampaikan Pdt Richardo Sinulingga dalam Kebaktin Notoken Benih Sinuan-sinuan (Kebaktian mendoakan bibit tanaman), Senin (3/10/2022) di Losd Desa Mbalmbal Petarum, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo.

Dalam kebaktian dengan tema Dibata Ulu Pengarapen (Tuhan Sumber Pengharapan) yang diambil dari 2 Korintus 9:10 Pdt Richardo mengatakan, manusia hanya bisa menanam dan merawatnya.

Selebihnya Tuhan yang bekerja, menumbuhkannya hingga berbuah. Karena itu manusia harus berdoa, meminta berkat Tuhan.

Tuhan adalah sumber pengharapan. Tuhan yang memberkati pertumbuhan benih dan memberikan hasil yang terbaik.

“Walau Tuhan yang berkuasa untuk perkembangan tumbuhan, bukan berarti kita setelah menanam bisa santai. Tapi tetap harus bekerja dan merawat tanaman kita dengan baik,” sebutnya.

Kebaktian yang dihadiri seratusan jemaat dari berbagai denominasi gereja tersebut, berlangsung hikmat.

Mereka menaikkan lagu pujian dan mendoakan benih yang sudah dipersiapkan dan segera akan ditanam.

Pdt Richardo yang melayani di GBKP Majelis Mbal-mbal Nodi (Mbalno) Desa Mbal-mbal Petarum ini mengatakan, kebaktian ini diadakan dengan latar belakang, pada musim panen yang lalu, banyak petani yang kecewa dengan hasil panennya, tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Karena itu, pada musim tanam kali ini GBKP memprakarsai kebaktian ini, dengan harapan, hasil yang akan lebih baik.

“Kita juga mengajak masyarakat untuk tidak mengandalkan diri sendiri. Tetapi berharap pada Tuhan. Dan merasakan peran dan bimbingan Tuhan dalam kehidupannya,” katanya.

Dijelaskan, ini merupakan kebaktian bersama yang pertama mendoakan benih di desa tersebut. Diharapkan kebaktian ini bisa berlanjut setiap musim tanam.(*)
sumber: hariansib

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.