I N F L A S I ?

Kemarin saya diskusi dengan teman “ Indonesia hebat ya. Banyak negara sedang menuju resesi. Tapi Indonesia selamat dan aman. Karena inflasi kita rendah dibandingkan negara lain. Gimana pendapat kamu “ Katanya.

“ Inflasi itu sangat berbahaya kalau peredaran uang ( M2) lebih banyak di sektor moneter dan di pompa untuk konsumsi. Tetapi kalau uang beredar lebih banyak untuk investasi real dan produksi, itu bagus, Karena bisa jadi candu untuk berkompetisi dan terus berproduksi.

Contoh, anda berproduksi 1000 unit. Kalau inflasi katakanlah 6%/ tahun, itu tidak membuat anda stress kalau 30% dari produksi itu tidak terjual dan jadi stok. Karena tidak akan rugi. Waktu penyimpanan terbayar oleh inflasi. Orang juga males nempatkan uangnya di bank. Karena lama lama uang disimpan akan habis valuenya. Orang lebih suka pegang barang daripada uang. Sehingga ekonomi bergairah dan peluang meluas bagi semua. “Kata saya ala pedagang sempak.

“ Gimana caranya inflasi itu bisa jadi candu? “

“ Pertama, distribusi barang dan jasa harus efisien. Tata niaga harus mendukung kelancaran distribusi, diantaranya aturan mengenai logistik yang cepat dan murah dan ketersediaan infrastruktur ekonomi. Dua, distribusi modal harus inklusif. Sehingga bukan hanya bisa diakses oleh mereka yang qualified sebagai debitur bank tapi juga kepada yang tidak bankable. Artinya beragam sumber daya modal tersedia bagi semua golongan dan kelas.

Tiga, proses perizinan harus cepat dan murah bagi semua. Tidak ada lagi proses berbelit belit dengan beragam izin yang tidak jelas. Empat, upaya pemberantasan korupsi efektif, dan membuat kepastian hukum dan bisnis proses. Sehingga peluang berlaku bagi semua.

“ Artinya Jokowi sudah benar. “ Kata teman.

“ Nah di era Jokowi ini hal yang luar biasa adalah inflasi sangat rendah. Inflasi rendah itu bagus kalau memang fundamental ekonomi kita sustainable. Artinya uang terdisistrbusi luas namun investasi juga besar. Jadi ada korelasinya antara pertumbuhan dan investasi real. Tapi faktanya inflasi itu bisa rendah karena intervensi pemerintah yang berlebihan untuk menjaga inflasi. Ongkosnya mahal sekali. HItung aja berapa dana ekspansi sosial di APBN. Padahal kalaulah inflasi rendah ya engga perlu ada intervensi sosial yang berlebihan. “ Kata saya.

“ Ah kamu ngeles aja. Sok pinter” kata teman.

“ Ya memang saya bodoh. Engga sarjana. Tapi pemerintah sadar inflasi rendah itu fake. Makanya perlu ada pengalihan lewat subsidi.”

“ Yang benar kamu. Makin ngawur aja kamu. Lama kayak kadrun kamu.”

“ Engga percaya? Pertama. Berdasarkan logistic performance index (LPI) 2020 yang dirilis Bank Dunia, Indonesia ada di peringkat 46, sedangkan Malaysia 41, Vietnam 39, Thailand 32, dan Singapura peringkat 7. Kedua, distribusi modal terhdap PDB masih dibawah 50%. Artinya memang tidak niat membagikan modal kepada semua orang. Hanya kepada segelintir orang saja.

Ketiga. Bank Dunia mencatat tahun 2020, Doing Business Indonesia skor menjadi 67,96. Namun peringkatnya flat di urutan ke-73. Kalah dengan India (dari peringkat 63 ke 77), Jamaika (dari 75 ke 71), Uzbekistan (dari 76 ke 69), dan Oman (dari 78 ke 68). Empat, skor Doing business ini berkorelasinya tingginya Index ICP di skor 38 dan ranking 96 dunia. Indonesia disamakan dengan negara korup lainnya seperti , Argentina, Brazil, Turki, Serbia dan Lesotho.”

Berdasarkan data tersebut diatas paham ya. Kalau inflasi selama ini memang fake, yang bisa kapan saja meledak. Sekali meledak, itu akan cepat sekali naik tanpa bisa dibendung. Akan menjebol struktur ekonomi yang rapuh dan menyapu semua mereka yang berpenghasilan tetap, dan bokek. “

“ Duh solusinya gimana ?

“ Solusinya engga sulit. Kalau inflasi harus naik, ya udah. Tapi harus diikuti dengan perbaikan empat hal itu. Marilah focus kepada empat hal itu saja. Perbaiki dan kerjalah yang focus, engga usah mikir Pemilu 2024. Saya tahu Jokowi itu berniat baik, tetapi dia engga bisa kerja sendirian. Perlu pendamping dan pembantu yang juga berniat baik dan mau kerja.” kata saya tersenyum.

Dia keliatan bengong dan bingun mau tanya apa lagi. “ Engga usah bingung. Lah pendapat pedagang sempak lue dengar. Focus aja dengan diri masing masing. Engga usah sibuk dengan politik. Kalau ada orang kritik, itu bagus. Artinya mereka sayang kepada Jokowi dan ingin indonesia lebih baik untuk generasi berikutnya.” Kata saya
sumber: Erizeli Jely Bandoro & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.