IKUT DEMO TAPI TAK TAHU TUJUAN DEMO, BUKTI DEMO SEKARANG BANYAK DITUNGGANGI

Xhardy – Saya sempat dishare sebuah video mengenai seorang mahasiswa yang ternyata dibayar untuk ikut demo. Ketika ditanya apa tujuan demo, dia menjawab tidak tahu. Dia dibayar untuk ikut demo. Entah video ini benar atau tidak, tapi hal seperti ini bisa saja terjadi.

Di demo-demo sebelumnya, banyak yang tertangkap melakukan aksi anarkis. Ketika ditanya, mereka mengaku disuruh dan dibayar entah oleh siapa.

Dan media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video pendemo yang mengakui dirinya ikut demo untuk mendukung Presiden Jokowi dilantik jadi Polri dan mendapatkan bayaran sebesar 30 ribu rupiah.

Gila, kan? Tak diketahui dengan pasti, kapan video itu diambil.

Seorang wanita dalam video ditanya oleh seorang lelaki mengenai alasan dirinya ikut demo. Dengan konyolnya dia mengakui bahwa dirinya ikut demo untuk mendukung Jokowi dilantik menjadi Polri.

Namun, ketika ditanya alasan mengapa mendukung Jokowi jadi Polri, dia tidak bisa memberikan alasan dan mengaku tidak pernah menonton TV. Dia ikut serta dalam demo hanya untuk ikut-ikutan saja.

“Nggak tau, saja juga nggak pernah nonton Tv, tau tau begini suruh begini saya ikut-ikut aja”, katanya.

Dia mengaku diajak seseorang untuk ikut demo, tapi dia tidak tahu apa yang menjadi tuntutan demo sehingga jawaban yang bisa dia berikan adalah mendukung Jokowi menjadi polri. Selain itu, dia mengakui hanya ikut-ikutan aksi karena ajakan seseorang dan juga mendapat bayaran dari seseorang yang mengajaknya ikut berdemo.

“Disuruh yang bawa, dapat duit, dikasi uang capek 30 ribu”, katanya lagi.

Inilah kenapa bangsa ini masih tersendat kemajuannya. Sebagian dari kita masih gampang disuruh melakukan hal konyol. Otak kadang tidak dipakai untuk berpikir. Dan parahnya, diiming-imingi dengan sedikit uang saja sudah luluh lantak kewarasannya. Entah ini karena masalah kebodohan atau kemiskinan. Mungkin saja dua-duanya.

Makanya jangan heran, demo saat ini sudah tidak murni lagi. Sering ada bohir di balik demo yang menggerakkan massa lewat iming-iming uang dan makanan. Saya tak paham apakah mereka tidak sadar diri mereka begitu bodoh dihargai semurah itu untuk turun ke jalan. Masih mending kalau dibayar sejuta. Ini cuma dibayar Rp 30 ribu.

Itulah mengapa politik Indonesia tidak sehat. Karena ada kelompok yang kayak kerbau dicocok hidung, yang cukup dihargai dengan sedikit uang dan nasi bungkus. Dengan mudahnya bohir politik mengerahkan massa besar dengan modal yang tidak seberapa.

Belum lagi para kadrun sampah yang gobloknya awet. Coba kalian bayangkan bagaimana bangsa ini bisa cepat maju kalau sebagian warganya masih mudah dikibuli dan diadu domba. Mungkin mereka disuruh lompat ke jurang pun, mereka tidak akan mikir panjang kalau sudah ada duit di depan mereka.

Makanya, mengapa aksi demo nanti tidak akan berdampak luas. Mungkin akan sedikit rusuh jika beneran ada penumpang gelap. Tapi tidak akan sampai menggoyang pemerintah. Demo ini akan sama seperti demo-demo sebelumnya. Cukup ngeselin sih.

Bahkan, pgiat media sosial, Yusuf Muhammad berkomentar soal ancaman pelengseran Jokowi pada aksi demo ini.

Dia bahkan berani mengatakan bahwa jika Jokowi benar-benar lengser pada 11 April ini, maka dia akan berjalan kaki dari Jakarta ke Jogjakarta dengan hanya memakai celana kolor.

“Kalau tgl 11 Jokowi lengser, saya akan jalan kaki pakai celana kolor doang Jakarta-Jogja,” kata Yusuf Muhammad.

Hahaha, ini sih menyindir si kakek tua munafik yang konon disebut gelandangan politik sekaligus pecundang politik.

Sedangkan Denny Siregar lebih hebat lagi. Dia bahkan berani potong kemaluan jika Jokowi lengser.

“Ada yang halunya sundul langit, kalo @jokowi akan lengser tanggal 11 April. Gini deh, kalo tanggal itu @jokowi lengser, gua potong tytyd. Catet ya, nasgor kambing,” katanya di Twitter.

Jangan mimpi bisa lengserkan Jokowi kalau massa yang dikerahkan adalah massa bayaran yang otaknya jarang dipakai buat mikir. Yang ada malah bikin masyarakat kesal dan tidak simpati. Kalau sudah begini, demo apa pun takkan mempan lagi. Demo saat ini sudah keburu dicap rusak dan bobrok. Tanpa dukungan masyarakat luas, demo hanya seperti angin kentut, yang baunya cuma sebentar saja lalu lenyap.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.