NADIEM: 108.000 SEKOLAH SUDAH MELAKUKAN PTM TERBATAS

Merdeka.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makrim menyebut setidaknya sudah ada 108 ribu sekolah di seluruh Indonesia yang telah menyelenggarakan PTM terbatas.

“Di seluruh Indonesia, sekarang sudah ada lebih dari 108.000 sekolah yang melakukan PTM Terbatas,” tulis Nadiem dalam akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (15/9).

Dalam unggahannya, Nadiem juga mengungkap bahwa hampir seluruh sekolah yang berada di daerah dengan level PPKM 1-3 telah siap menjalankan Asesmen Nasional (AN) yang bakal mulai digelar pada Minggu ke-4 bulan ini.

“Dan 95% sekolah di kawasan PPKM level 1 sampai 3 sudah dapat melakukan Asesmen Nasional,” tulis Nadiem.

Nadiem menuliskan bahwa dengan bahu membahu, dirinya yakin bisa mewujudkan visi Merdeka Belajar yang telah ia canangkan sejak awal menjabat sebagai menteri.

“Dengan bergotong royong, saya selalu yakin kita pasti bisa bangkit dan mewujudkan Merdeka Belajar.

“Yuk kita bersama-sama jaga semangat dan jaga kesehatan!” ajak Nadiem.

Sebelumnya Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, mengatakan sudah sekitar 90 persen sekolah di Tanah Air yang telah diizinkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Adapun sekolah ini tersebar di 471 kabupaten kota. “Ada 471 kabupaten kota dari 514, kira-kira 92 persen. Kemudian 49.217 dari 540 ribu sekolah itu kira 91 persen. Itu yang sudah diperbolehkan untuk buka PTM,” kata dia dalam sebuah video di kanal Kemendikbud RI, Jumat (10/9/2021).

Namun kendati telah diizinkan, kata Jumeri, tak seluruh sekolah membuka PTM terbatas.

Sebagai gambarannya, di Aceh menjadi provinsi tertinggi yang jumlah satuan pendidikannya melaksanakan PTM terbatas, yakni sebanyak 81 persen.

“Yang terendah itu Provinsi DKI¬†Jakarta¬†6 persen,” kata dia.

95 Persen Sekolah Siap Gelar Asesmen Nasional

Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan, 95 persen sekolah yang berada di daerah dengan PPKM Level 1-3 telah siap untuk menggelar Asesmen Nasional (AN). AN merupakan terobosan yang ditawarkan Nadiem usai sistem Ujian Nasional (UN) ditiadakan.

AN ditujukan untuk memetakan kondisi pendidikan di setiap daerah tanpa menimbulkan konsekuensi bagi individu siswa dan sekolah.

“Dan 95% sekolah di kawasan PPKM level 1 sampai 3 sudah dapat melakukan Asesmen Nasional,” tulis Nadiem dalam akun Instagram pribadinya.

Sebelumnya Nadiem mengatakan bahwa AN sangat berbeda dengan UN, sehingga sekolah maupun siswa tidak perlu melakukan persiapan khusus dan tidak usah khawatir.

“AN juga dilaksanakan mengikuti peraturan yang berlaku dan protokol kesehatan yang ketat,” kata Nadiem.

Saat ini, pelaksanaan AN memasuki tahap geladi bersih untuk memastikan seluruh faktor yang mungkin menghambat pelaksanaan telah diatasi. Setelah semua simulasi dan geladi selesai, pelaksanaan AN untuk satuan pendidikan akan dimulai pada minggu ke-4 September 2021 dengan sasaran pertama adalah SMK dan Paket C. Kemudian disusul oleh SMA, SMP, dan SD/sederajat.(mdk/eko)
sumber: merdeka

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *