TALIBAN SEBUT AS PENYEBAB KEKACAUAN DI BANDARA AFGANISTAN

Jakarta, CNN Indonesia РTaliban menyalahkan Amerika Serikat (AS) sebagai penyebab kekacauan evakuasi puluhan ribu orang di bandara Kabul. Evakuasi ini dilakukan sejak Taliban menguasai Afghanistan dua pekan lalu.
“Amerika, dengan segala kekuatan dan fasilitasnya … telah gagal menertibkan bandara. Ada kedamaian dan ketenangan di seluruh negeri, tetapi hanya ada kekacauan di bandara Kabul,” kata pejabat Taliban Amir Khan Mutaqi, diberitakan AFP, Minggu (21/8).

Kisruh Evakuasi di Bandara Afghanistan, Inggris Sebut 7 Tewas
AS sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan potensi keamanan di sekitar bandara Kabul dan telah mengimbau warga menjauhi lokasi ini. Namun keinginan warga negara asing dan juga penduduk lokal keluar dari Afghanistan tetap tinggi sehingga membanjiri bandara.

Inggris mengungkap pada Minggu bahwa setidaknya ada tujuh orang tewas saat kekacauan terjadi di sekitar bandara. Lalu NATO juga mengungkap korban tewas setidaknya 20 orang selama sepekan terakhir.

Media Inggris, Sky News, pada Sabtu menyiarkan konten video yang memperlihatkan setidaknya tiga mayat tertutup kain di bandara. Sejauh ini belum diketahui bagaimana mereka meninggal.

AS yang saat ini mengoperasikan ribuan tentara di bandara telah menyatakan tenggat waktu evakuasi warga pada 31 Agustus. Saat ini ada sekitar 15 ribu warga negara AS dan 50 ribu sampai 60 ribu warga Afghanistan yang perlu dievakuasi.

Selain itu banyak juga warga yang takut Taliban memilih meninggalkan Afghanistan melalui bandara.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Joep Borrell mengatakan khawatir atas target evakuasi AS dengan menyatakannya tidak mungkin terjadi.

“Mereka mau mengevakuasi 60 ribu orang antara sekarang dan akhir bulan. Itu secara matematika tidak mungkin,” kata Borrell.

Pada Sabtu, Pentagon menyatakan 17 ribu orang sudah dievakuasi sejak operasi dilakukan pada 14 Agustus. Jumlah ini termasuk 2.500 warga AS.(fea)
sumber: cnnindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *