JERITAN HATI PAK SUPIR

😭😭😭

Kami para sopir angkutan memohon kepada Bapak Gurbenur, Walikota dan Bupati

Dengan menutup pintu keluar masuk propinsi secara tidak langsung membunuh mata pencaharian kami..

Jangan biarkan anak-anak kami menangis pilu di saat anak-anak kalian tertawa gembira.

Jangan biarkan kami kelaparan disaat kalian terlelap tidur karena kekenyangan.

Karena anak, istri berikut kredit mobil kami tidak ditanggung oleh negara.

Kenapa harus kami yang dikorbankan karena ketakutan kalian yang tidak kami takuti.

Yang kami takuti apabila anak dan istri kami mati kelaparan, Karena tidak dapat makan.

Siapakah yang bertanggung jawab?

Padahal Allah menyuruh kami tetap berusaha dan bertanggung jawab kepada anak dan istri kami, itu yang kami pertanggung jawabkan di akhirat nanti

Kenapa kami selalu dihadapkan dengan aparat hukum dibentak, dihardik seakan kami ini teroris.

Padahal kami ini adalah pejuang dan pahlawan bagi keluarga kecil kami.

Disaat kalian berbagi THR kami hanya bisa berkata “Apakah esok hari anak-anak kami dapat makan”

Apakah kalian pernah merasakan disaat semua orang tidur nyenyak ada seorang sopir tetap terbangun dan bekerja menafkahi keluarganya demi memberikan kehidupan yang layak untuk anak istrinya.

Apakah ada cara lain yang bijak dengan tidak membunuh mata pencaharian kami..berilah aturan yang adil buat kami semoga dapat hidayah ..

Wassalam
Curahan hati seorang sopir angkutan😭

Lokasi 🚩 Perbatasan Riau-Sumut (Bagan batu)

27-April-2021 Malam

Izin berbagi kesedihan mereka

Tak terbayang juga kalau kita diposisi mereka sebagai pencari nafkah dijalanan

fb Cahyaapri Ramdi

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *