AKHIRNYA TERMAKAN OMONGAN SENDIRI

Akhirnya Termakan Omongan Sendiri, Pemprov DKI Akan Tertibkan Bangunan Pinggir Kali

Xhardy – Pemprov DKI Jakarta berencana menertibkan bangunan di pinggir kali yang melanggar izin. Rencana ini muncul setelah kejadian banjir dan tanah longsor di Ciganjur, Jakarta Selatan. Pemprov DKI Jakarta akan menertibkan bangunan di pinggir kali.

“Kita akan menertibkan, mohon maaf, perumahan yang langgar ketentuan yang akibatkan banjir. Seperti kejadian kemarin di Ciganjur,” kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Kenapa tidak dari dulu? Kenapa baru sekarang? Mungkin sudah pusing tangani banjir ya?

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut rencana itu sudah seharusnya dilakukan oleh Pemprov DKI. “Penertiban bangunan di bantaran kali itu sudah seharusnya,” kata Gembong.

Gembong menyarankan kepada Pemprov DKI untuk memberikan hunian, seperti rusunawa, kepada warga yang terdampak. Hal itu menjadi solusi agar tidak menimbulkan masalah baru dari dampak penertiban. Dia mengatakan rencana tersebut harus dilakukan meski bertentangan dengan janji kampanye Anies yang tak akan menggusur permukiman warga. Menurutnya, menggusur bangunan yang ada di bantaran kali tidak bisa dihindari.

“Betul, langkah seperti ini bertentangan dengan janji Anies ketika kampanye. Namun, dalam perjalanan, Pak Anies tidak mungkin bisa menghindar dari realitas di lapangan bahwa janji tidak akan melakukan penggusuran tidak mungkin bisa dipertahankan,” kata Gembong.

“Namun penertiban harus dilakukan dengan cara-cara yang lebih mengedepankan sisi penataan, sehingga memunculkan kesadaran dari masyarakat secara sukarela direlokasi ke hunian yang lebih lebih baik,” katanya.

Nah, kan, apa saya bilang. Anies termakan oleh omongannya sendiri yang super manis. Pada akhirnya semua akan ikut cara Ahok. Karena pada dasarnya Ahok lebih logis dan menaati konstitusi sedangkan Anies berbekal mulut manis membuat warga yang akhirnya harus gigit jari.

Semasa kampanye cagub DKI Jakarta, Anies menyatakan dengan tegas menolak penggusuran warga di Jakarta. Dalam setiap kampanyenya, Anies lebih sering menggunakan kata menata dibanding dengan menggusur. Kenyataannya dia lebih sering menata kata daripada menata kota atau bangunan.

Anies juga mengaku sering membaca kisah-kisah kepahlawanan para the founding fathers Indonesia. Salah satunya adalah kisah tentang pangeran Diponegoro yang menginspirasinya tentang perlawanan terhadap penggusuran.

Anies juga pernah berjanji di hadapan warga Kalijodo mengenai penolakannya terhadap penggusuran. Dia berkomitmen untuk tidak menggusur warga yang ada di Jakarta. Tidak boleh ada lagi penggusuran warga.

Ini adalah janji manis yang hanya orang bodoh saja yang percaya. Buktinya sekarang mereka akan menertibkan bangunan yang melanggar izin. Jangan bilang menertibkan tidak sama dengan penggusuran. Tak usah bermain olah kata. Menertibkan ya sama saja harus memindahkan, sama saja dengan relokasi atau bahasa kasarnya menggusur.

Opsi menggusur ini mungkin terpaksa diambil karena Anies tidak bisa menepati janjinya untuk memasukkan air hujan ke dalam tanah dan bukan mengalirkanya lewat gorong-gorong ke laut yang katanya melawan sunatullah.

Selain itu, menertibkan bangunan pinggir kali pasti erat kaitannya dengan rencana untuk melakukan normalisasi sungai yang mengharusnya bangunan liar di sana ditertibkan untuk pembebasan lahan. Kembali lagi, Anies termakan omongan sendiri yang mau tak mau terpaksa normalisasi sungai. Naturalisasi sungai pun tak bisa dia tepati, karena masih belum jelas konsepnya dan sebenarnya tidak berfungsi untuk mencegah banjir. Naturalisasi hanya berfungsi untuk estetika dan keindahan. Anies kan senang dengan hal yang berbau beautifikasi.

Pertanyaannya sekarang, setelah ditertibkan, warga dipindahkan ke mana? Di era Ahok mereka dipindahkan ke rusun. Di era Anies, tak tahu deh. Mungkin pindah ke rusun, semoga masih ada tempat. Karena setahu saya, anggaran pembangunan rusun sempat dihapus.

Silakan makan aja deh anti penggusuran. Tapi bisa saja gubernurnya ngeles. Itu bukan gusur tapi menertibkan. Atau benar menggusur tapi dengan cara berperikemanusiaan. Atau mungkin bakal bilang bukan menggusur tapi memindahkan, masih di Jakarta lah pokoknya. Hahaha. Janji tinggal janji. Yang terdampak harus pergi. Janji tidak berlaku lagi.

Bukti nyata, Ahok sudah tepat relokasi warga seperti itu ke rusun dengan tempat yang lebih layak, sementara itu Anies janji waktu kampanye tidak akan main gusur, dan faktanya memang tidak mungkin dipenuhi.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *