PM JEPANG KUNJUNGI INDONESIA, JOKOWI UMUMKAN 7 PABRIK RELOKASI KE INDONESIA

Xhardy – PM Jepang Yoshihide Suga baru saja tiba di Indonesia setelah sebelumnya berkunjung ke Vietnam. Bagi yang belum tahu, Vietnam dan Indonesia adalah dua negara pertama yang dikunjungi PM Jepang selama pandemi. Ini artinya, Vietnam dan Indonesia adalah dua negara penting bagi Jepang. Jepang juga menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia. Biasanya kunjungan seperti ini akan menghasilkan kesepakatan di bidang ekonomi dan bidang lainnya.

Dan benar saja, Presiden Jokowi secara langsung mengungkapkan kegembiraannya ketika menyampaikan kabar baik relokasi pabrik-pabrik asal Jepang ke Indonesia. Hal ini terungkap saat memberikan keterangan pers bersama Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

“Saya menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan-perusahaan Jepang ke Indonesia seperti Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota,” kata Presiden Jokowi.

Di depan PM Suga, Presiden Jokowi juga menyampaikan rasa senangnya mengenai realisasi investasi Jepang di Indonesia. Jepang adalah Penanam Modal Asing (PMA) terbesar nomor dua setelah Singapura. Selama periode 2014-2019, investasi Jepang mencapai US$ 25,2 miliar atau senilai Rp 365,4 triliun.

Saat ini, sebanyak tujuh perusahaan Jepang yang telah memastikan merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Ketujuh perusahaan itu seperti dikutip dari BeritaSatu, adalah PT Meiloon Technology Indonesia, yang akan merelokasi pabrik dari Suzhou, Tiongkok. Pabrik di Taiwan dan Tiongkok adalah pusat produksi perusahaan itu untuk memenuhi permintaan pasar global.

PT Sagami Indonesia, akan merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok karena tingginya biaya operasional.

PT CDS Asia (Alpan) akan merelokasi pabriknya dari Xiamen, Tiongkok karena masalah tarif impor produk dari Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 0%, dibandingkan tarif sebesar 25% dari Tiongkok ke Amerika Serikat.

PT Kenda Rubber Indonesia, akan merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar di Indonesia.

PT Denso Indonesia, akan merelokasi pabrik dari Jepang karena Indonesia sebagai lokasi terbaik setelah melakukan riset ke sejumlah negara di kawasan ASEAN.

PT Panasonic Manufacturing Indonesia, akan merelokasi pabriknya dari Tiongkok karena ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar basis ekspor untuk sejumlah produk home appliances (produk rumah tangga).

PT LG Electronics Indonesia, akan merelokasi pabriknya dari Korea Selatan dan berencana menjadikan Indonesia sebagai regional hub baru yang menjangkau pasar Asia dan Australia.

Sepertinya ini adalah perusahaan yang akan direlokasi ke kawasan industri Batang, Jawa Tengah seperti yang sudah diberitakan beberapa waktu lalu. Hanya saja, kunjungan PM Jepang seolah mengukuhkan kepastian ini.

Perlu pembaca ketahui, 7 perusahaan ini berhasil digaet masuk ke Indonesia karena Jokowi belajar dari tidak adanya satu perusahaan asing pun dari 33 perusahaan yang masuk ke Indonesia beberapa waktu sebelumnya. 23 perusahaan lari ke Vietnam. Sisanya lari ke Thailand, Malaysia dan Kamboja.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjelaskan proses menarik investasi dari tujuh perusahaan ini dilakukan secara intensif, dengan membentuk tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi, lalu mengawal perizinan perusahan mulai dari kementerian/lembaga terkait hingga pemerintah daerah. Istilahnya mengetuk pintu perusahaan satu per satu dan mengawal dari awal hingga akhir.

Inilah sebabnya, kalau dikawal dengan baik, banyak investor yang berniat menanamkan modalnya ke Indonesia. Selama ini semuanya terhalang oleh proses yang luar biasa rumit, birokrasi yang luar biasa kusut dan pungutan-pungutan tak jelas untuk melicinkan proses investasi. Belum mulai bisnis aja, kantong sudah bolong di mana-mana.

Relokasi ini terjadi sebelum penerapan UU Cipta Kerja. Tapi apa yang dilakukan pemerintah untuk merayu ketujuh perusahaan tersebut pindah ke Indonesia, mirip dengan apa yang akan dilakukan UU tersebut. Memudahkan proses investasi.

Jadi bisa dibayangkan, berapa banyak perusahaan lain yang bakal menanamkan modalnya di sini dan berapa banyak penyerapan lapangan kerja dan perputaran ekonominya. Kabarnya, seratusan perusahaan lain juga siap masuk, dengan catatan tidak dipersulit seperti dulu.

Intinya, good job buat Pak Jokowi. Peduli amat yang menolak ini. Kalau mereka ditawari kerja juga takkan menolak. Apalagi kalau sudah sesak napas tak kerja selama berbulan-bulan. Indonesia negara besar, letak strategis, harusnya menjadi negara berbasis manufaktur dan menjadi supply chain besar berskala global sejak dulu.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *