AGUS YUDHOYONO-DEMOKRAT:SETELAH PROVOKASI LANGSUNG SANTAI NOBAR / PANTAU DEMO RUSUH

Mora Sifudan – Demokrat ini memang selalu out of the got, selalu mampu memanfaatkan situasi kecewa demi keuntungan partainya. Kalau Anda masih ingat menjelang demo 212 lalu ketika umat monaslimin mendesak Ahok diproses hukum, SBY muncul dengan istilah lebaran kudanya. Dengan caranya yang tidak biasa, SBY kala itu berhasil memperkeruh suasana dan pada saat yang sama menghantam salah satu saingan putra mahkota Cikeas. Kalau kemudian kalah, itu karena mereka partai memang sudah jadi partai gurem.

Hanya Demokratlah partai yang tidak pernah mengakui partainya kecil, selalu merasa besar dan merasa berhak menentukan arah politik negeri ini. Sudah tidak sadar diri, mereka malah mau mengusung putra mahkota Cikeas mau jadi capres. Anak ingusan mau dicalonkan, ya partai lain juga tidak maulah.

Hanya Demokrat pulalah yang mampu memilih ketua partai yang adalah putra ketua partai sebelumnya secara aklamasi. Padahal kalau menurut pengalaman, tidak ada ceritanya anak ingusan dan tidak punya pengalaman jadi ketua partai yang pernah memerintah selama sepuluh tahun. Tetapi itulah Demokrat.

Mereka ini pula Partai yang paling sering walkout di DPR-DPRD ketika memutuskan suatu undang-undang yang mereka tidak setuju tanpa ada keterangan mereka tidak setuju atau tidak. Masih mending partai ingusan PSI yang walkout dan memberi alasan yang tepat untuk itu.

Nah…. Kali ini, Demokrat Kembali menjadi sorotan. Mereka walkout dari rapat paripurna dalam pengesahan UU Cipta Kerja (CK) dan pada saat yang sama ketua partainya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan menolak UU CK. Padahal sebelumnya SBY menyatakan mendukung. Sikap fraksi di DPR pun sebelumnya mendukung sepenuhnya. Kog malah hari pengesahan malah walkout dan menolak?

Oh iyah…. Cek videonya di sini yah: AHY Nobar Demo Rusuh

Ternyata itu semua adalah bentuk provokasi memantik kemarahan para pendemo UU CK. Ketika AHY secara mengejutkan menyatakan menolak UU CK melalui video call yang sedang disorot media dan kemudian diberitakan, ia sebenarnya sedang menyatakan mendukung buruh dan pendemo yang sudah direncanakan akan berdemo. Dia sedang menyatakan bahwa UU CK itu, seperti cara berpikir para pendemo, menyengsarakan rakyat.

Menariknya, pada waktu demo rusuh terjadi, entah bagaimana ceritanya, diduga AHY dan beberapa petinggi partai Demokrat lainnya sedang nobar menyaksikan demo rusuh yang terjadi. Bukan hanya satu layar, melainkan terdapat tiga layar besar dengan channel berbeda.

Video ini tentu saja memunculkan berbagai asumsi liar kita. Katakanlah mereka sedang rapat, apakah televisi tetap menyala? Setahuku sih kalau sedang rapat resmi, tidak ada televisi yang hidup, apalagi siarannya berita tentang demo rusuh. Kecuali berita demo rusuh di televisilah yang sedang mereka bahas.

Anggaplah mereka sedang rapat tentang berita televisi tentang demo rusuh, apa yang sedang mereka bahas? Kalau berbicara tentang partai, tidak lain tidak bukan, soal strategi politiklah yang sedang dibahas. Bisa jadi sedang membahas strategi politik pasca demo UU CK di berbagai daerah. Mungkin loh yah.

Atau bisa jadi mereka sedang mengawasi apakah skenario yang sudah direncanakan sedemikian rupa berjalan dengan lancar tanpa rintangan apa pun. Biasanya begitulah kalau kita sedang mengawasi pelaksanaan rencana yang sudah direncanakan sedemikian rupa dan dibiayai dengan sedemikian banyaknya. Lagi-lagi…. Mungkin loh…. Kalau benar demikian adanya, hanya AHY dan Demokratlah yang tahu.

Perlu diketahui juga bahwa ketika demo berlangsung, Hinca Panjaitan justru asyik dengan kompornya di media sosial. Dia seolah-olah sudah tahu bahwa demo kali ini akan rusuh dan kemungkinan menelan korban jiwa. Tidak percaya? Silakan pahami cuitan berikut:

“Setiap aparat kepolisian yg didapati memukul, menendang & melakukan kekerasan lainnya terhadap peserta aksi dan terekam dalam video, saya pastikan akan bawa hal ini secara serius kpd Kapolri dan meminta penjelasannya. Jgn sampai ada korban tewas seperti aksi lalu!!!” (@hincapandjaitan)

Pertanyaannya? Siapakah yang berharap demo itu akan anarkis, polisi akan bertindak kasar, dan akan ada yang tewas? Tidak ada politisi lain yang prediksi itu. Pengamat pun tidak melihat ada tanda-tanda itu. Buruh sendiri menyatakan akan melakukan aksi damai. Lah kog hanya Hinca Panjaitan yang sudah memprediksi demo itu akan anarkis, polisi akan main kasar dan aka nada korban. Kecuali dia sudah merencanakan, mustahil dia sudah tahu akan ada peristiwa itu.

Salam dari rakyat jelata

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *