JAUH LEBIH BERFAEDAH

“Nyinyiran” Diplomat Indonesia Silvany Ini Jauh Lebih Berfaedah Ketimbang Najwa!.

Manuel-Membandingkan Silvany dengan Najwa, seperti membandingkan antara langit dengan sumur kosong. Melihat bagaimana mereka bergerak di dalam dunia politik, kita melihat yang satu berfaedah dan membela negara, yang satu lagi malah gak jelas.

Silvany adalah diplomat perempuan muda yang mewakili Indonesia di sidang PBB. Membela tanah air dengan sekuat tenaga. Mendapatkan tekanan dari Vanuatu, dia gelisah dan ingin membela bangsa ini. Sedangkan Najwa? Malah framing buruk Terawan. Apa-apaan nih? Yuk lihat perbandingannya.

Jujur saja saya sangat merasa bangga melihat seorang diplomat muda dari Indonesia yang mewakili negaranya untuk berbicara di forum perdamaian dari perserikatan bangsa-bangsa, bisa membela negaranya dengan luar biasa.

Seorang diplomat perempuan yang membantah dan menuding kembali negara Vanuatu di dalam ikut campurnya terhadap urusan domestik alias dalam negeri bangsa ini menjadi pahlawan negara yang diperlihatkan dan memperjuangkan di kancah internasional. Salah satu negara yang kecil di daerah Pasifik bernama Vanuatu mengungkit bahwa masalah hak asasi manusia di Papua, sangatlah mengkawatirkan dan menyedihkan.

Tudingan Vanuatu tersebut langsung direspons oleh perwakilan dari negara Indonesia. namanya adalah Silvany Austin Pasaribu yang menyampaikan hak jawab terkait persoalan yang dilempar oleh Vanuatu dengan liar.

Silvany mengatakan bahwa sangat memalukan bahwa satu negara ini terus-menerus memiliki obsesi yang berlebihan dan tidak sehat tentang bagaimana seharusnya Indonesia bertindak atau menjalankan pemerintahannya sendiri.

Silvany tidak sembarangan berbicara namun dia mengatakan dengan data yang akurat bahwa negara Vanuatu tersebut pun memiliki masalah dalam pelaksanaan hak asasi manusia. Silvany mengatakan bahwa dia terus terang bingung bagaimana bisa suatu negara mencoba untuk mengajar negara lain sementara negara tersebut kehilangan inti dari seluruh prinsip dasar dari piagam PBB.

Tudingan dari pemerintah Vanuatu ini sudah dengan langsung tidak menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara Indonesia. Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa dan agama namun berkomitmen terhadap memperjuangkan hak asasi manusia.

Inilah tesis dasar yang dibawakan oleh Silvany yang merupakan Putri asli Indonesia. Kritikan Silvany ini sebenarnya bisa dibawa kepada Veronica Koman untuk bercermin juga. Kita melihat bahwa ada dua negara di daerah Pasifik yakni Vanuatu dan Australia juga mengalami krisis dalam memperlakukan suku Anak Dalam di negara tersebut.

Australia menganiaya suku Aborigin dan Vanuatu diduga kuat juga menganiaya perempuan-perempuan yang harga dirinya dianggap rendah. Orang-orang ini mau membela Papua? Saya yakin bahwa memang apa yang dikatakan Silvany betul bahwa mereka tidak sedang benar-benar peduli dengan masyarakat Indonesia khususnya Papua.

Dalam kesempatan emas tersebut Silvany tidak berhenti sampai sana diapun menampak bolak-balik negara Vanuatu yang kurang ajar dan kalau kita mau kencingi bersama-sama pasti banjir. Sekalian mau dipupuk? Ya biar subur? Itu mah bukan subur tapi itu kubur pakai kotoran. Di dalam piagam PBB adalah sebuah komitmen bahwa setiap negara harus saling menghormati kedaulatan negara masing-masing.

Dan kita tahu bahwa pemerintah Indonesia saat ini berjuang atas hak asasi manusia, khususnya di Papua yang sering menjadi bahan gorengan oleh negara lain yang kelihatannya ingin untuk menguasai Tanah Papua yang kaya raya itu.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia. Melihat Silvany, saya kembali kepada Najwa Shihab. Ketika Silvany di luar sana membela Indonesia apa ma Najwa Shihab di dalam negeri ini justru menggerogoti pemerintahan Indonesia lewat kritikannya yang gak jelas kepada Menteri Terawan.

Dan melihat hal ini, saya merasa bahwa memang betul ada ketidakpercayaan dan asumsi-asumsi negatif dari Najwa kepada pemerintahan Indonesia. Bayangkan saja, di luar sana orang membela Indonesia, tapi di dalam negeri sendiri ada orang yang katanya Indonesia tapi malah mencibir.

Saya tahu bahwa apa yang dikerjakan Najwa ini murni merupakan kegelisahannya terkait penanganan Covid 19 yang dianggap buruk olehnya. Tapi sepertinya dia sudah tidak bisa menjadi orang yang netral lagi sejak dirinya berkiblat ke Novel Baswedan dan Anies Baswedan.

Mau bagaimanapun juga saya sudah ill feel dengan Najwa Shihab. Buat apa tinggal di Indonesia Kalau yang dikerjakan hanyalah nyinyir dan tidak berkontribusi apa-apa. saya jadi semakin bangga dengan orang Indonesia seperti Silvany, bukan orang yang marga sama seperti Rizieq. Sudahlah ganti saja nama Mata Najwa jadi Mata Nadrun.

Begitulah Indonesia…

sumber: Seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *