PECAT ERICK THOHIR !

Seorang teman datang ke kantor dan bercerita panjang lebar tentang “Kenapa Erick Thohir harus hengkang sebagai Menteri BUMN..”

Dia cerita seolah yang paling tahu apa yang terjadi di dalam bahwa sejak Erick jadi Menteri, banyak BUMN yang rugi seperti Pertamina, Garuda dan Angkasa Pura.

Saya cukup mendengarkan aja sambil sekali-kali memancing pertanyaan yang dia jawab dengan seru. Ya, namanya orang lagi cerita gak usah didebat, lagian saya ga suka debat.

Sesudah temanku pulang, barulah aku menulis bukan dgn nada sok tahu, tapi dengan fakta sebenarnya.

Teman, Pertamina rugi 11 triliun kemarin bukan karena Erick Thohir, bukan juga karena Ahok, tapi karena Pandemi. Pada waktu itu bukan saja Pertamina, tapi juga banyak perusahaan migas dunia. Exxon, pada saat yang sama rugi 19 triliun rupiah. BP oil rugi 98 triliun. Total asal Perancis rugi 123 triliun. Shell dr Belanda rugi 270 triliun.

Jadi kerugian Pertamina itu masih kecil dibandingkan mereka. Lagian sesudah kerugian itu, Pertamina dalam bulan Juli saja untung 7 triliun.

Kalau Garuda memang sudah lama rugi. Tahun 2014 saja sesudah Emirsyah Satar mundur dari Direktur, hutang Garuda sudah mencapai 12 triliun rupiah. Belum lagi markup pembelian pesawat yg kebongkar tahun 2018 dan banyak lagi.

Jadi bukan karena Erick. Sejak lama BUMN kita dijadikan sapi perah oleh banyak partai politik, dan akhirnya jadi bengkak tapi gak berguna.

Itulah kenapa Jokowi memilih Menteri BUMN dari profesional, bukan dr partai. Jokowi berharap BUMN makin ramping dan kuat, karena hendak digabungkan jadi Superholding. Nah, waktu Erick merampingkan dan menebas anak perusahaan BUMN inilah banyak yang teriak.

Kenapa ? Karena posisi Komisaris makin kecil porsinya, sedangkan yang minat buanyak. Akhirnya, karena gak kebagian posisi, mereka teriak-teriak. Dulu pada diem aja tuh, kenapa sekarang pada ribut kayak anak ayam susah berak ?

Situasi Erick ini mirip situasi Jokowi ketika pertama memimpin negara. Dia harus mencuci banyak piring kotor yang kemarin dibuat pesta pora. Emang gampang bersihin sekian banyak BUMN yang penuh dengan kadrun, keluarga dan mafia ??

Saya ya gak pro pro amat ma Erick Thohir, tapi gak buta. Dia memang gak sempurna, mungkin banyak celah dan salahnya. Tapi menimpakan kesalahan yang bukan dia buat, itu juga sia-sia. Kalau pengen kritik, dorong dia lakukan perubahan yang lebih ekstrim dan radikal dari sekarang, bukannya minta Jokowi supaya dia keluar.

Masalah di negara kita, apa-apa selalu dikaitkan dgn politik, susah jadi profesional. Mau kerja dikit, digoyang. Mau kreatif dikit, ditendang. Kapan majunyaaa ???

Yah, mendekati 2024, banyak partai yang perlu uang. Dan mereka ingin kembali jadikan BUMN sapi perah karena “susunya dibuang sayang”.

Inget susu, jadi pengen ngopi nih bray.

Seluputtt..

Denny Siregar & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *