PASTOR PENUH WELAS ASIH ITU TEWAS DI TANGAN ORANG YANG DITOLONGNYA

Oleh: Birgaldo Sinaga

Selasa pagi, 15 September 2020, Pastor Roberto Malgesini keluar dari rumahnya.

Ia membagikan banyak makanan sarapan pagi di depan pastoran tempatnya tinggal.

Makanan sarapan pagi itu akan dibagikannya untuk kaum gelandangan di Como, Italia Utara.

Pastor Malgesini pagi itu tidak punya firasat aneh.

Memberikan makanan kepada kaum miskin tunawisma sudah dilakukannya sejak lama.

Sudah bertahun2 Pastor Malgesini membagikan makanan. Ia mengenal semua gelandangan di kota itu.

Sejak Pandemi Covid 19 menyerang Italia, kehidupan kaum tunawisma semakin berat.

Dukungan pemerintah Italia untuk kaum miskin ini semakin berkurang.

Imigran asal Afrika di sana adalah kelompok orang yang sangat menderita. Mereka tidak punya rumah dan pekerjaan.

Pastor Malgesini dari Keuskupan Como tahu keadaan berat orang2 miskin susah menderita ini. Saban pagi, Pastor Malgesini membagi makanan untuk mereka.

Hampir semua tunawisma di Como mengenal Pastor berhati malaikat ini. Bagi mereka Pastor Malgesini adalah bapak orang miskin.

Selasa pagi itu, di depan pagar Keuskupan Como, Ridha Mahmoudi (53 tahun), seorang tunawisma warga Tunisia tampak berdiri menunggu makanan.

Pastor Malgesini dan Mahmoudi sudah saling mengenal.

Pastor Malgesini keluar dari pastoran. Membawa makanan untuk Mahmoudi yang menunggu di depan pagar Keuskupan Como.

“Hello Mahmoudi..Good Morning..How are you”, sapa Pastor Malgesini hangat.

Tetiba….

Srettt..srettt..srettt…

Sebuah pisau tajam menghunjam tubuh Pastor Malgesini. Pisau tajam di tangan Mahmoudi itu menancap di dada dan leher Pastor Malgesini.

Pastor Malgesini terkejut. Ia tidak menyangka Mahmoudi menyerangnya. Menikamnya. Dengan pisau.

Pastor Malgesini lunglai. Ia jatuh. Darah segar mengucur deras dari tubuhnya. Tikaman itu berkali2. Pastor Malgesini tewas.

Mahmoudi melarikan diri usai menikam. Ia meninggalkan Pastor Roberto sendirian yang berlumuran darah.

Entah apa yang merasukinya pagi itu. Padahal selama ini Mahmoudi selalu menerima makanan dari tangan Pastor Malgesini.

Ia tampak tenang2 saja meninggalkan tempat itu. Seakan2 tidak terjadi apa2.

Italia berduka. Peristiwa pembunuhan Pastor Malgesini oleh orang yang sering ditolongnya itu menggegerkan Italia.

Italia menangis. Italia meratap. Italia meratapi kematian Pastor Malgesini.

Seorang pastor penolong orang miskin. Pastor yang sangat welas asih pada orang susah miskin menderita.

Seorang bapak yang menolong tanpa memandang agama, suku, ras dan golongan.

Ridha Mahmoudi ditangkap. Polisi menangkapnya tidak lama kemudian. Mahmoudi diduga mengalami sakit jiwa. Ada gangguan jiwa dalam dirinya.

Rabu tengah pekan ini, saat hendak mengadakan audiensi umum berbahasa Italia di halaman San Domaso, Italia, Paus Fransiskus menundukkan kepala sejenak untuk menghormati mendiang Pastor Malgesini.

Ia juga meminta umat yang hadir untuk mengikuti audiensinya untuk mengheningkan cipta. Dan mendoakan arwah pastor yang suka membantu orang miskin dan tak punya tempat tinggal itu.

Bapa Suci menyatakan dukacita yang sangat mendalam untuk kematian Pastor Malgesini dan umat Katolik Keuskupan Como yang kehilangan salah satu pelayan terbaiknya.

Paus juga tak lupa berdoa untuk semua imam, suster, bruder, dan frater yang mempersembahkan hidupnya untuk melayani orang-orang miskin dan terlantar.

“Ya Tuhan, pandanglah para abdimu yang sudah setia mempersembahkan hidup mereka untuk melayani Gereja-Mu. Terimalah mereka yang sudah berpulang ke pangkuan-Mu yang abadi”. Amin

Saya membaca berita ini dengan rasa duka mendalam. Mengapa Pastor yang begitu baik ini harus tewas ditangan orang yang selalu ditolongnya?

Ucapan duka dan sedih mengalir deras dari publik Italia. Air mata kesedihan begitu terasa. Doa dan pelukan saling menguatkan sesama warga Italia menguat . Timeline media sosial penuh ungkapan duka dan bela rasa.

Tak ada makian. Tidak ada umpatan. Tidak ada tuduhan. Tidak ada sumpah serapah. Yang ada malah persatuan rakyat Italia. Bersatu untuk terus meneruskan nilai kemanusiaan yang diwariskan Pastor Malgesini.

Respon publik Italia ini sangat jauh berbeda dengan respon warga +62 atas peristiwa penusukan Syech Ali Jaber kemarin.

Dalam hitungan menit, segala tuduhan, hujatan, fitnah dan sumpah serapah mengalir deras dari orang2 yang tidak punya empati dan akal sehat ini.

Kematian Pastor Malgesini membuat Italia bersatu kembali. Mereka sadar bahwa bela rasa kemanusiaan yang ditunjukkan Pastor Malgesini menampar egoisme seluruh Italia.

Dari kematian Pastor Malgesini harapan tumbuh kembali. Harapan itu tentang berbagi bagi sesama. Terutama pada mereka yang miskin menderita.

Selamat jalan Pastor Malgesini. Beristirahatlah dalam damai dan cinta di pangkuan Bapa di Surga.

Rest in Peace.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *