JIKA OPPOSITE TAK BISA HACK SEWORD DAN NOMOR KAKAK PEMBINA, MARI KITA BUANG KARTU TELKOMSEL

Cak Anton – Di Indonesia ini masih kagetan. Penipu caranya melalui jualan tetapi di media disebut sebagai ahli IT. Setelah di baca, gak ada sama sekali hubungannya dengan sebuah keahlihan yang layak disebut sebagai ahli IT. Terkadang, orang jebol password karena kesalahan user yang tledor pun dianggap sebagai hacker. Padahal tak jarang itu hanya tebak-tebak buah manggis karena password yang dibuat oleh kebanyakan orang seperti tanggal lahir, nama keluarga dan hal-hal umum yang berkaitan dengan dirinya.

Orang kagetan, melihat kode editor plus badan HTML dasar saja sudah dibilang keren dan menimbulkan persepsi bahwa orang itu jago juga urusan hacker. Jangankan kode editor, orang menelusuri website pake “who is” aja dibilang keren.

Nah alih-alih supaya dibilang keren saat menyebar data pribadi Deny Siregar, Opposite menampilkan tampilan konsol yang digunakan untuk security system admin atau staaf telkomsel. Setelah dibongkar dengan gamblang oleh Mas Alif sebagai pimpinan Seword yang biasa dipanggil Kakak Pembina, Opposite mengaku kalau konsol tersebut bukan milik telkomsel tetapi konsol tersebut bisa digunakan untuk seluruh provider. Untuk lebih jelasnya bisa membaca tulisan tersebut di :

https://seword.com/umum/opposite-coba-lindungi-staf-telkomsel-saya-jwxPKTbu7j

Mas Alif pun memberi tantangan pada opposite jika memang benar dia Hacker hebat, dipersilahkan untuk hack website seword.com. Gak muluk-muluk, opposite cukup merubah tampilan home di seword saja. Tak hanya itu, Mas Alif pun menantang Opposite untuk melakukan hal yang sama seperti yang opposite lakukan pada Deny Siregar. Oleh sebab itu, Mas Alif mempersilahkan nomornya untuk dihack. Setelah saya cek, nomer tersebut memang nomor mas Alif yang biasa dia gunakan untuk komunikasi dengan kami-kami. Nomor tersebut adalah : 0831 227 25868.

Jika Opposite tidak bisa meretas website seword dan juga tidak bisa membobol data pribadi pada nomor XL mas Alif tersebut, maka akan ada beberapa asumsi yang muncul diantaranya adalah, dugaan kita benar terkait staaf telkomsel yang membocorkan data dan memberikannya pada Opposite.

Tapi jika pihak Telkomsel tetap bersikukuh tidak ada stafnya yang bermain, maka asumsi selanjutnya pun bisa kita ambil yaitu, Telkomsel bukanlah provider yang aman, karena dengan mudah dihack, berbeda dengan XL. Oleh sebab itu, maka Telkomsel layak ditinggalkan.

Terkait adanya kabar simpatisan radikalisme di tubuh telkomsel, saya pribadi pesimis, apakah Telkomsel bisa melakukan bersih-bersih. Tetapi paling tidak, kita lihat saja keseriusannya untuk mau jujur dan tidak melindungi stafnya yang mbalelo. Kalau nanti tak ada itikat baik dari pihak Telkomsel memperbaiki diri, cara satu-satunya ya kita buang kartu Telkomsel ke tong sampah.

Melihat keseriusan mas Alif dalam menyoroti masalah ini dan bahkan sampai memberi tantangan dan menyebar nomornya. Sudah seharusnya hal itu bisa memberi keyakinan pada kita 100 persen, bahwa apa yang disampaikannya sudah ada buktinya atau bisa dibuktikan. Bukan hanya praduga atau asumsi semata.

Jika kita perduli pada negara, sudah seharusnya kita ikut menyebarkan tantangan ini. Supaya semua mata terbuka. Terutama untuk orang-orang yang menuduh seword media hoax, abal-abal dan lain sebagainya.

Marilah kita ingat Zacky, pendiri Buka Lapak yang sekarang mundur atau mungkin biar gak malu kalau dia ditendang oleh para investor. Sebelumnya, si Zacky ini pun berulah dan dijuluki sebagai anak lupa Bapak karena menyerang Jokowi dengan cara yang kurang pantas dan bahkan mendekati hoax. Saat itu gerakan uninstall Buka Lapak pun terjadi. Nah, apakah kita salah jika suatu saat kita membuat gerakan buang sim card Telkomsel ke tong sampah?

Ini bukan masalah kita tidak mau perduli pada perusahaan yang katanya milik BUMN. Namun kalau memang ini milik BUMN, kenapa menteri BUMN diem-diem bae. Terus Kominfo kok yo diem-diem bae. Ini sangat lucu kalau dipikir.

Kalau para petinggi yang pintar dan bergelimang harta itu pada diem-diem bae, apakah kita rakyat jelata ikut diem-diem bae melihat hal ini? Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing. Mau berkontribusi pada negara seperti apa, itu adalah pilihan. Tetapi yang perlu kita ingat adalah, Indonesia ini negara demokrasi, dimana rakyatnya adalah raja. Jadi mari kita tunjukkan kekuatan kita sebagai raja. Udah ah, itu aja… Cak Anton
sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *