KETIKA BACHTIAR NASIR BICARA SOAL DEMOKRASI TERKAIT PEMULANGAN RIZIEQ

Xhardy – Bachtiar Nasir mengatakan ada pihak yang tak menginginkan Rizieq pulang ke Indonesia. Kelompok tersebut ingin agar Rizieq tetap berada di Arab Saudi.

Dia mengatakan dalam diskusi online yang digelar Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center) bertajuk “Pemulangan IB HRS dari Pengasingan Politik”.

For your info, Din Syamsuddin juga ikut memberikan komentar meski tidak hadir. Dia mengimbau agar rakyat Indonesia terus berjuang memulangkan Rizieq ke Indonesia. Saya sudah bahas ini di artikel sebelumnya.

Kelompok yang dimaksud oleh Bachtiar Nasir yang tidak mau Rizieq pulang adalah kelompok antidemokrasi. “Jadi, hanya orang yang tidak menginginkan demokrasi sesungguhnya yang tidak menghendaki beliau ada di sini,” kata Bachtiar.

Dia juga mengatakan, Indonesia sesungguhnya sangat rugi besar dari sisi demokrasi, ketika Rizieq tidak berada di Indonesia lantaran dia adalah tokoh yang menjunjung tinggi demokrasi. “Hanya yang gagal paham saja yang menilai Habib Rizieq penganggu, penghambat demokrasi di Indonesia. Salah besar,” kata dia.

Apakah Bachtiar Nasir tidak batuk-batuk saat mengatakan ini? Jangan dibalik-balik deh. Siapa yang sebenarnya anti demokrasi? Lihat saja simpatisan ormas agama yang gemar persekusi, gemar sweeping seenak jidat, melangkahi wewenang aparat dalam menegakkan hukum. Itu demokrasi juga kah? Demokrasi itu artinya menjunjung hukum dan kalau ada masalah menggunakan jalur hukum, bukan jalur kekerasan dan pertempuran.

“Kalau Anda betul-betul menginginkan demokrasi di Indonesia, pastinya sangat menginginkan punya partner seperti Habib Rizieq,” kata Bachtiar Nasir. Dia juga mengatakan, selain menjunjung demokrasi, Rizieq juga sosok yang cinta tanah air dan pejuang menegakkan kebenaran. Kalau ada orang Indonesia yang paling merah putih adalah Rizieq.

Seperti yang tadi saya katakan, Rizieq dan ormas pimpinannya saja tidak bisa berikan contoh berdemokrasi yang baik. Dikit-dikit demo. Demo sih boleh, tapi kebanyakan aneh dan bikin resah. Kalau sudah ngotot, kemauan mereka harus diwujudkan apa pun yang terjadi.

Lihat juga pelaku pelemparan molotov yang baru saja terciduk. Mereka diduga anggota ormas ini. Mereka memang identik dengan kekerasan dan suka main kasar. Tak cocok kalau mereka bicara soal demokrasi. Gak nyambung.

Atau begini saja. Bagaimana kalau Rizieq pulang dulu ke sini? Kan dia yang kabur duluan tanpa pamit ke siapa pun. Masih ada kasusnya yang menanti. Saya kira mayoritas rakyat Indonesia ingin dia pulang dan hadapi kasusnya. Mungkin polisi juga akan dengan senang hati menjemputnya di bandara. Hadapi kasusnya adalah salah satu menjalankan prinsip demokrasi.

Kenyataannya, dia tidak berani, kan? Jangan-jangan dia takut. Melarikan diri dari kasusnya, apakah itu adalah demokrasi? Pikirkan baik-baik. Kelompok sebelah mah ngomong dulu, mikirnya belakangan.

Tak usah mengaku menjunjung demokrasi apalagi paling merah putih.

Semua manusia di dunia ini juga darahnya merah. Semua orang bisa mengaku pakai baju putih dan darah merah. Siapa pun bebas mengaku paling cinta tanah air. Siapa pun bisa mengaku Pancasilais. Itu cuma masalah mulut dan pede aja.

Masalahnya bukan begitu caranya biar disebut paling Indonesia. Yang paling penting adalah apa apa kontribusi Rizieq untuk negara ini? Bisa tolong sebutkan!

Tiap hari kerjaannya cuma menebar kontroversi dan bikin ribut saja. Baik itu Rizieq atau pendukungnya sama aja. Tidak ada manfaatnya bagi negara ini. Di negara lain, orang seperti dia mungkin sudah dari dulu ditangkap dan diproses hukum. Di Indonesia dia bebas teriak dan maki-maki karena dilindungi oleh pendukung bodohnya dan juga bisa berlindung di balik tameng agama.

Mulai dulu pulang dan hadapi kasus dengan jantan, itu langkah pertama buktikan pada kita kalau Rizieq memang junjung demokrasi. Kalau gak, sudah, jangan munafik.

Intinya mereka ini paling benar, paling suci dan paling mulia deh. Yang lain semuanya dianggap sampah. Dikit-dikit berlinding di balik kata demokrasi, dikit-dikit berlindung dengan bawa-bawa Pancasila, mengaku bela Pancasila dan ganyang komunis. Tapi ganyang khilafah? Pura-pura tidak tahu. Dikit-dikit jubah agama dijadikan tameng. Dikit-dikit bilang paling cinta tanah air. Padahal aslinya kita tahu mereka maunya itu apa.

Apa sebutan yang pas bagi kelompok ini?

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to KETIKA BACHTIAR NASIR BICARA SOAL DEMOKRASI TERKAIT PEMULANGAN RIZIEQ

  1. Pingback: กล่องอาหาร

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *