TRAGEDI GARAN PACUL (GAGANG CANGKUL)

Ada cerita menarik dari kawan Dedi Elzablue Herlambang yang bikin ngakak tapi juga miris.

Ceritanya begini :

Dulu jelang tahun 90 an, saat kawan Dedi masih SMP. Seperti kebiasaan anak suatu saat membolos sekolah dan pergi bermain ke Salatiga. Pulangnya naik bus yang sangat melegenda yaitu ESTO.

Bus berbonet dan bermesin Chevrolet, dan bodynya masih terbuat dari kayu. Dengan mengambil duduk paling depan untuk menikmati perjalan sambil melihat pak sopir memainkan setirnya .

Ditengah perjalanan naiklah seorang bapak-bapak dengan membawa GARAN PACUL yang baru saja iya beli di pasar, kemudian duduk dibelakang kemudi dan menaruh garan pacul tadi disebelah kursi pak sopir.

Perjalanan santai santai saja, tapi setelah naik tanjakan selepas jembatan Tuntang bus pun mulai tertatih untuk naik bukit, kemudian pak sopir dengan santainya oper gigi dan tangan kirinya meraih tongkat untuk memindahkan gigi, tapi sialnya yang dipegang bukanya tongkat perseneling melainkan GARAN PACUL.

Bisa dibayangkan betapa gugupnya pak sopir saat itu, bus yang sudah kehabisan tenaga itupun ahirnya mlorot turun nggak kuat nanjak, dan dengan sigapnya pak sopir membanting mundur kekiri. Dan buspun ahirnya terhenti setelah rodanya masuk selokan.

Alhamdulillah tak ada korban meninggal ataupun luka atas kejadian itu. Tapi telah membuat seluruh penumpang menjerit dan spot jantung tentunya.

Pak sopir marah marah dan menanyakan siapa yang menaruh garan pacul, dan bapak yang menaruh garan pacul pun menjawab : kulooo….sambil ketakutan tentunya.

Sejak saat itulah kawan dedi, sudah tak mau lagi naik bus berbonet.
(Cerita asli dari beliau saat ketemu di C3 hotel 13 Agustus 2020)
Pict : sebagai pemanis saja

fb Kang Nuri

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *