LAMPU MERAH

Bulan lalu saya bermigrasi dari kartu prabayar ke pascabayar. Entah mengapa MBanking saya tidak lagi berfungsi. Jadilah siang tadi saya ke ATM. Karena dekat dan mobil dipakai Resa dan mamanya, satu lagi sedang dicat di bengkel, saya memakai motor.

Sampai di lampu merah pertigaan Arundina, motor saya yang pertama kena lampu merah. Saya berhenti di garis batas marka kendaraan. Dua meter di depannya ada garis marka pejalan kaki. Ada mobil sedan di samping saya persis, berhenti. Hitungan detik sudah kurang lebih 12 motor yang menyelip ke depan saya berhenti mengokupasi marka pejalan kaki.

Rasanya Cuma saya sendiri yang taat aturan berhenti di garis batas. Semua motor itu melewati saya dan melawan aturan marka. Saya Cuma senyum. Ketika lampu hijau, mobil di samping saya klakson panjang karena motor di depannya belum jalan. Saya dengan segera melewati motor-motor itu. Saya tinggalkan motor-motor itu dan lenggang kangkung sendirian menjadi yang terdepan.

Mengapa? Kok bisa? Karena saya dan mobil di samping saya melihat dengan jelas lampu sudah berwarna hijau. Sementara motor-motor yang melanggar aturan itu melewati lampu merah, jadi mereka tidak bisa melihat bahwa lampu sudah berwarna hijau.

Kembali saya tersenyum. Tapi senyum kedua adalah senyum kepuasan. Senyum karena terkonfirmasi bahwa yang taat akan menjadi terdahulu, yang tidak taat akan menjadi yang terkemudian.

Cibubur
160720
Reinhard Samah Kansil.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *