TERNYATA ADA AUSTRALIA DI BALIK REKLAMASI ANCOL, ANIES ANTEK ASING DONG

Manuel Mawengkang – Ada investor asing Australia dibalik reklamasi Anis. saya curiga bahwa selama ini isu-isu yang dikaitkan dengan agama terkait reklamasi Ancol yang akan dibangun museum nabi dan rumah ibadat itu hanyalah isapan jempol atau penenang saja.

Isu terkait SARA yang dimainkan oleh Anis dan pendukungnya ternyata bukan menjadi alasan utama dalam pembangunan Reklamasi di Ancol yang belum ada amdalnya itu. Ternyata ada asing di balik reklamasi Ancol. Selama ini kita mengetahui bahwa investor dari Australia memang sudah mengembangkan Ancol.

Mungkin sejak tahun 2017 saat Anis baru menjabat menjadi gubernur, ia memberikan saham Ancol kepada Australia. Kita melihat bahwa relasi antar dua negara ini yakni Australia dan Indonesia memang sangat tidak baik-baik saja.

Relasi Indonesia dan Australia ini memang sepertinya agak tegang, karena Australia banyak menyimpan orang-orang yang menjadi buronan polisi di Indonesia. Media-media Australia pun juga seringkali menyerang Indonesia lewat kasus-kasus yang berkaitan dengan hak asasi manusia alias HAM. Mungkin gegara 2 WN Australia yang dihukum mati di Indonesia karena drug smuggling.

Baru-baru beberapa bulan ini juga media Australia mendukung Anis dan mengabarkan bahwa dia sudah tahu covid di Jakarta sejak Januari. Beberapa jurnalis pun sempat diundang ke balaikota untuk wawancara Anis dan mencitrakan bahwa dirinya sudah menemukan kasus-kasus covid di bulan Januari.

Reklamasi ini mungkin saja dan diduga kuat menjadi sebuah sistem barter yang dikerjakan antara Jakarta dengan Australia. Australia adalah negara yang didominasi oleh pendatang dari Eropa dengan menjajah suku Aborigin yakni suku pribumi yang ada di Australia.

Saat ini kita tahu bahwa banyak sekali orang-orang Australia yang berkulit putih berlaku rasis kepada orang-orang berkulit warna gelap. Padahal kita tahu sendiri bahwa suku asli Australia adalah Aborigin yang juga berkulit gelap. Namun yang dilihat oleh Australia adalah semut di ujung pulau. Di Indonesia.

Mereka seringkali mengkritik penanganan hak asasi manusia yang dianggap dilanggar oleh pihak kepolisian republik Indonesia. Padahal balok di depan mata, mereka tidak lihat. Perlakuan rasis dari orang-orang Australia kepada pelajar-pelajar Indonesia, Cina, Arab, India dan lain sebagainya, sudah mendarah daging.

Saya melihat bahwa inilah yang menjadi semangat daripada Anis dan pendukungnya di DKI Jakarta. Kembali ke reklamasi, ternyata isu agama itu dikerjakan untuk menutup fakta bahwa investor asing dari Australia adalah aktor dibalik reklamasi yang tanpa izin itu. Anis sepertinya terlalu berani untuk membuat Pergub reklamasi.

Saya menduga bahwa dia ini sudah dibeking oleh asing yang kuat ekonominya. Jadi dia berani melakukan tabrak aturan. Negara Australia ini adalah negara yang yang kurang ajar di dalam relasi antar negara. Negara ini memang suka mengatur-ngatur kebijakan negara lain.

Salah satunya adalah pernah diketahuinya seorang dosen yang keluar masuk Australia Indonesia lewat visa peneliti, padahal yang ia kerjakan adalah memframing buruk negara ini lewat wawancaranya kepada orang-orang yang berafiliasi kepada SJW. Saya pernah menulis artikel ini tentang Ross Tapsel. Dalam 2 bahasa.

Sepertinya Australia pintar mencari politisi oposisi yang ada di Indonesia. Dalam hal ini Australia mencoba untuk merangkul Anis untuk melancarkan strategi mereka.

Apalagi Australia saat ini sedang mengincar sebuah tambang emas di Papua yang disebut-sebut sebagai heaven on earth. Freeport. Jangan sampai Australia menggadang Anis untuk maju ke pilpres tahun 2024. Dan mungkin saja bahwa Australia sedang menguji Anis lewat reklamasi di Ancol sebagai semacam CV untuk mereka mensupport Anis di 2024.

Karena jelas sekali bahwa Reklamasi itu merupakan hal yang sangat tidak masuk akal dan sangat melawan hukum apalagi tidak ada amdalnya dan izin DPRD. Jadi semoga artikel ini bisa membuka dengan jelas bahwa ada motivasi-motivasi yang tidak baik didalam reklamasi ini. Dan hal ini diselimuti dengan kulit agama.

Ini mirip seperti serigala yang berbulu domba. Luarnya terlihat baik Oma namun dalamnya sangat berbahaya. Saya berharap bahwa DPRD DKI juga bisa melihat akan kebahayaan ini. Jangan mau ditipu bisnis berkedok agama.

Ternyata ada investor asing di balik reklamasi Ancol. Namanya Iwan yang merupakan warga negara Australia yang menggarap proyek Ancol senilai 8,7 triliun. Emang sih dia lahir di Indonesia, tapi dia sudah jadi warga negara asing.

Sepertinya di dalam pandemi covid ini dia lagi buru-buru mau menanam modal di Indonesia agar bisa dipanen. Dan ternyata Anis adalah orang yang gampang dipermainkan. sejak kapan Reklamasi itu adalah deal-dealan antara Gubernur dengan pengusaha? Kalau Ahok di freming antek Aseng, Anis antek siapa?

Lagian Anis ini minder amat sih. Sama asing saja kok tunduk? Pilihlah pemimpin yang dari rakyat! Bukan dari Yaman.

Begitulah tipu-tipu.

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *