SIREGAR SEKELUARGA TERANCAM GEGARA TELKOMSEL, POLISI HARUS USUT TUNTAS

Manuel Mawengkang – Telkomsel adalah perusahaan yang saat ini harus bertanggung jawab atas keselamatan Denny Siregar. Kebocoran data nomor KTP, HP, SIM card, jenis HP dan data yang sifatnya sangat pribadi yang dibongkar oleh akun Opposite6891 membawa nyawanya, dan keamanan keluarganya terancam.

Dengan mendapatkan nomor KTP, para kadrun bin Atang itu pun bisa membuat macam-macam terkait masa depan Denny Siregar. Karena nomor KTP ini seharusnya menjadi hal yang paling privat dan data yang tidak boleh dipublikasikan.

Pemerintah harus hadir dalam menjaga keamanan dan privasi warga negaranya. Ada hal-hal yang tidak patut diumbar ke publik. Karena ini sangkut pautnya kepada kehidupan seseorang, keamanan, sekuritas, asuransi, kekuatan ekonomi dan banyak hal.

Kalau nomor KTP dibongkar, kemungkinan sampai hari tua, Denny Siregar akan terus menerus dicari. Karena lewat nomor KTP, alamatnya bisa diketahui, status perkawinan bisa dilacak, nama anak-anak bisa diketahui, lalu kartu keluarga pun bisa dilacak.

Kalau alamat diketahui, tentu akan mudah sekali untuk orang-orang tak bertanggungjawab dan yang ingin meneror, dapat angin. Mau pindah ke mana pun, nomor induk kependudukan alias NIK itu dibawa terus menerus. Jadi mau pindah sampai manapun, Denny Siregar pasti bisa diketahui.

Selain aspek privasi dan keamanan, pembocoran data yang diduga diambil lewat server offline Telkomsel oleh orang dalam juga bisa mengancam aspek financial. Usaha yang dimiliki oleh Denny Siregar pun bisa diketahui, nomor akun bank tempat Denny Siregar menyimpan uangnya bisa dengan mudah dilacak. Ketika keuangan terancam, di sana muncul instabilitas ekonomi. Bayangkan, Denny Siregar ini hanya seorang. Kalau satu orang saja bisa dibobol datanya dan dibongkar seperti itu, apa jaminan ratusan juta orang pengguna Telkomsel lainnya bisa aman datanya?

Bahaya sedang mengintip dan siap menerkam. Bayangkan jika ada pengkritik kadal gurun yang juga dibongkar dan ternyata dia beragama lain. Tentu teror akan semakin besar dan semakin menakutkan bukan? Dari sini kita sudah harus memahami bahwa privasi data KTP itu adalah nyawa dari seseorang.

Ketika data personal mereka dibocorkan, maka yang paling buruk akibatnya, silakan saja dibayangkan. Bisa-bisa nyawa mereka terancam. Posisi mereka bisa diketahui dengan sangat mudah. Karena kalau pindah, harus beritahu kepada RT setempat, lengkap dengan nomor KTP.

Nomor KTP yang seharusnya dipegang di tangan yang aman, sekarang diumbar ke media sosial oleh akun yang sekarang tinggal di Yordania. Artinya, interpol harus bekerja. Jadi saya menyarankan bahwa polisi harus mengulik lebih dalam lagi.

Kalau perlu, seret Direktur Utama Telkomsel, bawa kepada pengadilan dan libatkan menteri komunikasi dan informatika. Begini lah kalau memang perusahaan disusupi, yang harus tanggung jawab memang adalah kepalanya, bukan bawahannya. Kenapa bawahan bisa membocorkan rahasia itu?

Secara teori kepemimpinan, tanggung jawab atas kerahasiaan data ini, adalah milik pemimpin. Karena kalau semua langsung salahkan ke oknum pembocor datanya, tentu tidak ada jaminan bahwa penggantinya pun bersih.

Dalam sebuah organisasi besar semacam ini, apalagi yang memegang ratusan juta nomor dan mengendalikannya, keamanan menjadi sebuah alat vital yang patut dijaga. Data ini harganya mahal. Kebocoran data ini, anehnya cuman satu yang terbongkar dari ratusan juta. Yakni nama Denny Siregar.

Dari sini kita melihat bahwa memang sepertinya ada upaya-upaya pembungkaman yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Karena kalau bicara data bocor, biasanya tidak hanya satu. Kenapa hanya Denny Siregar? Saya menduga, ada upaya penghilangan jejak Denny Siregar.

Mungkin menurut para pembaca, analisis saya ini terlalu berlebihan, jika disangkutpautkan dengan nyawa. Tapi kalau bicara data privasi NIK, di sana memang nilai kerahasiaan data, setara dengan nyawa. Bayangkan jika NIK Anda dibongkar, Anda mau kemanapun, pasti terlacak.

Kejadian serupa, yakni kebocoran pernah terjadi sebelumnya. Akan tetapi yang dibocorkan seluruh data. Tidak hanya Denny Siregar. Maka dalam hal ini, saya berharap polisi bergerak cepat. Rumah Denny Siregar mereka sudah ketahui. Dan sekarang, polisi harus sigap. Karena apa? Denny Siregar ini korban zalim dari cacatnya korporasi di Indonesia.

Begitulah cacat-cacat.

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to SIREGAR SEKELUARGA TERANCAM GEGARA TELKOMSEL, POLISI HARUS USUT TUNTAS

  1. Pingback: white house market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *