PEMBUNUHAN JAMAL KHASHOGGI: TURKI ADILI 20 TERSANGKA IN ABSENTIA

Dua puluh warga negara Saudi diadili secara in absentia di Turki atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018.

Khashoggi, pengkritik vokal Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman, dibunuh oleh sekelompok agen Saudi di dalam konsulat kerajaan di Istanbul.

Para terdakwa termasuk dua mantan ajudan sang pangeran, yang menyangkal keterlibatan mereka.

Pengadilan mereka di Turki dilakukan secara in absentia, yang berarti mereka diadili dan dihukum tanpa hadir di persidangan.

Arab Saudi, yang menolak permintaan ekstradisi Turki, memvonis delapan orang atas pembunuhan Khashoggi tahun lalu.

Lima orang dijatuhi hukuman mati karena berpartisipasi langsung dalam pembunuhan, sementara tiga lainnya dijatuhi hukuman penjara karena menutupi kejahatan.

Persidangan di Saudi itu disebut “antitesis keadilan” oleh Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard, yang menyimpulkan bahwa Khashoggi adalah “korban dari eksekusi yang disengaja dan terencana” dan negara Saudi bertanggung jawab untuk itu.

Apa yang terjadi di persidangan?

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, yang merupakan warga Turki, adalah salah satu yang bersaksi pada sesi pembukaan sidang.

Dia kemudian mengatakan kepada wartawan yang berkumpul di luar ruang sidang bahwa dia mendapati proses itu melelahkan secara spiritual dan psikologis.

Cengiz mengungkapkan keyakinannya pada sistem peradilan Turki dan menyatakan: “Pencarian kami akan keadilan akan berlanjut di Turki serta di mana pun kami bisa melakukannya”.

Saksi lain yang memberikan bukti adalah Zeki Demir, warga negara Turki yang bekerja sebagai teknisi di konsulat Saudi.

Demir mengatakan kepada pengadilan bahwa ia dipanggil ke kediaman konsul jenderal pada hari Khashoggi menghilang dan diminta menyalakan oven yang biasa digunakan untuk acara barbekyu.

“Ada lima hingga enam orang di sana,” ujarnya. “Ada suasana panik… Seolah-olah mereka ingin saya pergi sesegera mungkin.”

Demir menambahkan bahwa dia kembali ke kediaman itu beberapa hari kemudian dan mendapati marmer di sekitar oven telah disiram dengan cairan pemutih.

Callamard, Pelapor Khusus PBB yang juga hadir dalam persidangan, mengatakan: “Kami tidak bisa menyebut kasus pembunuhan Jamal Khashoggi telah ditindaklanjuti secara formal dalam sistem yang diakui masyarakat internasional, karena persidangan di Arab Saudi tidak boleh diberi kredibilitas dan legitimasi.”

“Di sini untuk pertama kalinya, para pembunuh bayaran didakwa dan juga sejumlah orang yang diperintahkan untuk melakukan kejahatan itu,” imbuhnya.

Sidang berikutnya akan berlangsung pada tanggal 24 November.

Analisis oleh Frank Gardner, koresponden keamanan BBC News

Dari permukaan, persidangan ini bagi sebagian orang mungkin tampak sebagai usaha yang tidak ada gunanya dan untuk tujuan politik semata.

Para tersangka Saudi tidak ada di pengadilan; mungkin tidak akan pernah ada tersangka yang diekstradisi ke Turki untuk diadili; dan Arab Saudi telah mengadakan pengadilannya sendiri, secara rahasia, tahun lalu, yang secara luas dikecam karena dianggap tidak lengkap.

Tetapi bagi pelapor khusus PBB, bagi tunangan sang jurnalis yang terbunuh, dan bagi kawan-kawan dan kerabatnya, ini kesempatan untuk membuka semua fakta.

Lagi pula, dinas intelijen Turkilah yang menyadap konsulat Saudi di Istanbul, tempat pembunuhan itu terjadi, sehingga Turki memiliki rekaman audio penting dari menit-menit terakhir sang wartawan sebelum dia dibunuh.

Tentu saja di sini juga ada poin politik: Turki dan Arab Saudi adalah saingan di wilayah mereka.

Namun mereka yang menghadiri pembukaan persidangan percaya bahwa sidang ini akan memberikan kesempatan baru untuk mengungkap bukti baru dan mungkin memberatkan pelaku.

Bagaimana Jamal Khashoggi terbunuh?

Jurnalis berusia 59 tahun, yang mengasingkan diri di AS pada tahun 2017, terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018 untuk mengurus surat-surat yang ia butuhkan untuk menikahi Cengiz.

Setelah mendengarkan rekaman audio percakapan di dalam konsulat yang dibuat oleh intelijen Turki, Callamard menyimpulkan bahwa Khashoggi “dibunuh secara brutal” pada hari itu.

Pemerintah Saudi mengatakan wartawan itu tewas dalam “operasi liar” oleh sekelompok agen.

Jaksa penuntut umum Arab Saudi mengatakan pembunuhan itu diperintahkan oleh kepala “tim negosiasi” yang dikirim ke Istanbul untuk membawa Khashoggi kembali ke kerajaan “dengan cara persuasif” atau, jika itu gagal, “dengan kekerasan”.

Jaksa menyimpulkan bahwa Khashoggi ditahan secara paksa setelah pergumulan dan disuntik dengan obat bius dalam jumlah besar, mengakibatkan overdosis yang menyebabkan kematiannya. Jasadnya kemudian dipotong-potong dan diserahkan ke “kolaborator” lokal di luar konsulat. Sisa-sisa mayatnya tidak pernah ditemukan.

Jaksa Penuntut Umum Turki menyimpulkan bahwa Khashoggi dicekik tak lama setelah ia memasuki konsulat, dan bahwa tubuhnya dihancurkan.

Siapakah para terdakwa?

Kantor berita pemerintah Turki Anadolu mengutip dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut Turki menuduh Saud al-Qahtani, mantan penasihat senior untuk Putra Mahkota Muhammad, dan Ahmad Asiri, mantan wakil kepala intelijen Arab Saudi, “menghasut pembunuhan berencana dengan maksud [menyebabkan] siksaan melalui naluri jahat”.

Sementara 18 terdakwa lainnya dituduh melakukan “pembunuhan berencana dengan maksud [menyebabkan] siksaan melalui naluri jahat”.

Pengacara Turki yang ditunjuk pengadilan mewakili para terdakwa mengatakan klien mereka membantah tuduhan itu.

Identitas delapan orang yang didakwa atas pembunuhan Khashoggi di Arab Saudi tidak pernah diungkap oleh pihak berwenang Saudi.

Menurut wawancara yang dilakukan oleh Callamard, pengacara mereka berargumen di persidangan Saudi bahwa mereka adalah pegawai negeri dan tidak bisa menolak perintah atasan mereka, serta bahwa Asiri bersikeras bahwa dia tidak pernah mengizinkan penggunaan kekerasan untuk membawa Khashoggi kembali ke Saudi.

Jaksa penuntut umum Saudi mengatakan Asiri diadili tetapi dibebaskan karena tidak cukup bukti, dan bahwa Saud al-Qahtani diselidiki tetapi tidak didakwa.

Putra Khashoggi, Salah, yang tinggal di Arab Saudi, mengatakan pada bulan Mei bahwa dia dan saudara-saudaranya telah “mengampuni mereka yang membunuh ayah kami, mencari pahala dari Allah SWT”.

Berdasarkan hukum Saudi, pengampunan ini secara formal menangguhkan hukuman mati dalam kasus pembunuhan.
sumber: bbc

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *