TREN BUS LINTAS SUMATERA PAKAI KERANJANG DI ATAP

JAKARTA, KOMPAS.com – Bus antar kota antar provinsi (AKAP) biasanya membawa penumpang dengan berbagai trayek. Seiring membawa penumpang, perusahaan otobus (PO) juga melayani jasa mengantar barang atau paket.

Biasanya jika paket yang dibawa terlalu banyak jumlahnya, kadang barang bawaan diletakkan pada atap bus. Pemandangan seperti ini sering dijumpai pada bus- bus AKAP yang melayani rute menuju Sumatera.

Barang yang diletakkan di atap biasanya diikat dengan tali dan disusun sedemikian rupa agar tidak mudah terjatuh. Bahkan untuk membantu penempatan barang, ada beberapa PO yang meminta untuk membuatkan keranjang di atap.

Export Manager Karoseri Laksana, Werry Yulianto mengatakan, bus yang meletakkan barang di atapnya memang sering dilakukan oleh PO yang beroperasi di luar Pulau Jawa.

“Kalau dulu, bus luar Jawa ada bagasi atapnya, seperti PO ALS di Sumatra. Jadi ada tangga untuk naik ke atapnya,” kata Werry saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/7/2020).

Posisi tangganya biasa dipasang pada bagian samping kiri belakang atau di bagian belakang bus. Untuk menyangkutkan tali yang menjaga barang di atap, biasanya ada pengait seperti di truk. Kemudian barang di atap ditutupi dengan terpal agar lebih aman.

Namun saat ini sudah jarang bus baru yang menempatkan barang di atapnya. Jika ada bus yang menempatkan barang bawaan di atapnya, biasanya bukan bus model terbaru. Model bus saat ini saja sudah ada yang bisa memuat motor bahkan mobil.

“Sepertinya dua sampai tiga tahun terakhir sudah enggak ada PO yang minta dibuatkan pengait untuk taruh barang di atap. Sekarang bagasi bawah juga sudah lebar, apalagi yang dek tinggi,” ucap Werry.

Walaupun sudah jarang yang memesan keranjang atau pengait di atap bus, karoseri masih bisa saja mengikuti permintaan jika ingin dibuatkan keranjang. Misal seperti yang dilakukan karoseri Tentrem pada armada PO ALS.

“Masih ada saja bus yang minta dibuatkan keranjang di atapnya, khususnya Sumatera,” ucap Dimas Raditya, Sales Staff dari Karoseri Tentrem kepada Kompas.com.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *