MAAF TENGKU ZUL, JANGAN GR, PAK JOKOWI PUN TAK SUDI MINTA BANTUAN ANDA

Xhardy – Masih seputar barisan sakit hati.

Beberapa waktu lalu, video dari channel YouTube Refly Harun, Sekjen MUI Tengku Zulkarnain secara terang-terangan mengungkapkan alasan dirinya tidak mendukung Presiden Joko Widodo padahal wakil Jokowi adalah Ketua MUI, Ma’ruf Amin.

Dia mengaku dirinya tidak cocok dengan Joko Widodo karena dilatarbelakangi oleh PDIP. Dia menyatakan baru akan mendukung pemerintah kalau Ma’ruf Amin yang maju menjadi presiden.

“Kalau Kiai Ma’ruf jadi presiden saya tim kampanyenya, pakai duit saya,” kata Tengku Zul.

“Tapi ada Jokowi di situ ya separuh-separuh. Kalau Jokowi wafat Kiai Maruf jadi presiden, baru saya banyak membantu. Tapi kalau salah tetap kritik,” kata Tengku Zul.

GR banget sih jadi orang. Siapa pula yang butuh bantuan orang ini?

Saya sepakat dengan Ferdinand Hutahaean yang mengatakan Jokowi juga terlihat tidak membutuhkan bantuan Tengku Zul.

Pendapat itu disampaikan Ferdinand melalui cuitan di akun Twitter pribadinya. “Maaf Zul, Pak @jokowi tampaknya tak butuh bantuanmu,” cuitnya.

Ferdinand mengatakan, jajaran pemerintahan Jokowi kini telah dipenuhi oleh pihak-pihak kompeten yang menunjukkan rasa cinta terhadap Tanah Air dan ingin memajukan bangsanya. “Karena disana banyak bekerja orang-orang yangg cerdas yang cinta bangsanya, orang-orang yang gigih untuk majukan negerinya,” katanya.

Maka dari itu, Ferdinand menegaskan bahwa pemerintahan Jokowi hanya membutuhkan sosok yang mampu menunjukkan etos kerja tinggi, bukan orang yang hanya bermodalkan kata-kata.

Lihat saja Anies Baswedan, pintar berwacana, jago menata kata, akhirnya dipecat dan terbukti kinerjanya parah semasa menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

Negara ini tidak akan maju kalau dipimpin oleh orang-orang yang cuma pintar jualan kata-kata dan bualan. Jadi Jokowi sudah dipastikan tidak akan sudi meminta bantuan Tengku Zulkarnain apa pun ceritanya.

Lihat saja komposisi menteri dan pejabat yang diangkat Jokowi. Sebut saja Sri Mulyani yang pernah dinobatkan sebagai salah satu menteri terbaik di dunia. Erick Thohir yang kinerjanya termasuk baik dalam membereskan masalah BUMN. Menteri-menteri hebat selalu dinilai dari kinerjanya, buat kehebatan mulutnya saat berkoar-koar menjual bacot.

Bayangkan kalau orang seperti Tengku Zulkarnain diminta bantuan atau diangkat menjadi menteri, kira-kira ide seperti apa yang akan dia kontribusikan untuk negara ini? Kan lucu kalau misalnya tak ada hujan tak ada angin, dia peringatkan presiden akan bahaya rudal dari Cina yang tegak lurus menuju Indonesia sehingga warga harus segera dievakuasi. Model begini mau bantu pemerintahan? Negara ini bakal jadi negara lawak yang pemimpinnya konyol diisi oleh para pembantu yang lebih cocok jadi komedian.

Apalagi, orang ini juga tampaknya sangat alergi dengan segala sesuatu yang berbau Cina atau Aseng. Orang ini harusnya jauh-jauh dari pemerintahan karena sangat anti dengan sebuah negara tanpa alasan yang jelas.

Buat Tengku Zul, seharusnya dia tak usah merasa hebat. Tidak ada orang yang mau meminta bantuan dia. Dari dulu sampai sekarang, dia cuma pintar menjual nyinyiran. Cuitan dia di Twitter pun banyak yang aneh dan tak nyambung. Sebagian cuitannya lebih terlihat seperti pelampiasan dari sakit hati karena tidak senang dengan Jokowi.

Tak usah terlalu GR deh. Jokowi juga tak butuh bantuan Tengku Zul. Jokowi mungkin malah tidak menganggap dia ada, paling hanyalah seorang yang pintar nyinyir seperti kelompok sebelah pada umumnya.

Jokowi punya nyali besar melawan para mafia-mafia di negeri ini yang tidak ingin negara ini maju. Mafia migas, mafia impor, mafia alkes dan banyak lagi. Apakah Tengku Zul punya nyali sebesar itu? Menghadapi pasukan Dayak di Kalimantan saja tidak berani. Langsung balik badan, terbang, dan pulang kampung. Atas alasan apa Jokowi harus minta bantuan dengan orang macam dia?

Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika pemerintah meminta bantuan kepada orang-orang seperti Tengku Zul, Fadli Zon, Novel Bamukmin, Rizieq? Negara ini bakal bubar dalam hitungan beberapa tahun.

Negara ini tidak kekurangan orang pintar. Negara ini cuma kelebihan orang-orang sok pintar yang cuma bisa bikin gaduh dan koar-koar membabi buta.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *