OKNUM ASN DISEBUT DALANG AKSI PENOLAKAN JENAZAH COVID-19 DI KARO

Kabanjahe-andalas Masih ingat aksi penolakan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di TPU Salit Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo? Penolakan itu sungguh sangat memiriskan hati, menggugah empati, menampar keluhuran sikap kemanusiaan dan kebersamaan kita terhadap keluarga PDP yang sedang ditimpa cobaan berat. Menjadi keprihatinan mendalam di tengah seluruh elemen dan energi bangsa ini sedang berjuang berperang melawan Covid-19.

Namun sungguh sangat miris sekali, ternyata belakangan terkuak dalang di balik aksi penolakan jenazah itu adalah seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) dari Pemkab Karo sendiri. Terlepas dari apapun motivasi dan misinya di tahun politik ini memanfaatkan kekurangan regulasi penguburan jenazah Covid-19 yang hanya sekadar mengatur ukuran dan retribusi, patut disesalkan di tengah darurat bencana nasional non alam.

Menurut seorang sumber, kepada andalas yang melakukan penelusuran, Senin siang (08/06/2020), menyebutkan oknum ASN Pemkab Karo itu memberitahukan kepada warga disana, agar menolak jenazah Covid-19, karena regulasi menyangkut Surat Keputusan Bupati (Perbub) terkait pemakaman korban Covid-19 di TPU Salit belum clear.

“Tidak masuk di akal warga pedesaan, memahami aturan terkait penguburan jenazah Covid-19 kalau tidak ada pihak memberitahukan. Kalau seandainya tidak ada yang “membocorkan” kekurangan regulasi itu, tidak akan ada aksi penolakan,” kecamnya. Di samping itu, sosialisasi dan edukasi juga belum maksimal dilakukan terhadap warga disana, jadi gampang menyulut kemarahan warga. “Ketika didesak identitas oknum ASN itu, sumber terkesan enggan mengomentari lebih jauh kecuali menyebutkan dinas tempatnya bekerja. Tidak elok saya sebutkan namanya,”sebutnya.

Terlepas dari apapun motivasinya, sambung sumber itu lagi, oknum ASN itu patut disesalkan. Yang jelas TPU Salit yang awalnya diperuntukkan sebagai pengganti TPU Jalan Irian Kabanjahe yang sudah lama over kapasitas. Belakangan, setelah merebak pandemi virus corona, Tim Gugus Tugas dan Pemkab Karo sepakat menjadikan TPU Salit sebagai lokasi pemakaman TPU Covid-19.

Sekadar mengingatkan sebagaimana diberitakan andalas sebelumnya, proses pemakaman jenazah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe sempat viral di sejumlah media sosial karena, ketika hendak dikebumikan di TPU Salit Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo, ditolak ratusan warga setempat. Selasa petang (26/5) lalu.

Benang merah dari penolakan inilah akhirnya menjadikan penambahan kasus positif Covid-19 di Kabaupaten Karo hingga akhirnya masuk ke zona merah. Penambahan terbesar itu berawal dari seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial SUT warga Kabupaten Deliserdang yang meninggal saat menjalani perawatan di RSU Kabanjahe. Dari lima orang yang saat ini dinyatakan positif, diketahui memiliki kontak dengan pasien tersebut selama hidup.

Untuk memastikan hal itu, andalas mengkonfirmasi Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, Mkes menuturkan secara epidemiologi, prevalensi coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Karo, membenarkan peningkatan yang terjadi sekarang ini, sejak kematian PDP inisial SUT yang sepekan lalu ditolak dimakamkan di desa Salit, menyisakan RO (Reproductive Number) virus corona telah terjadi perubahan primer kepada perubahan sekunder, sebut Irna.
Artinya siklus penyebaran Covid-19 terjadi begitu cepat, dimana pasca ada PDP yang meninggal yang sudah menyebar, hal ini dibuktikan telah tertular Orang Tanpa Gejala (OTG) terhadap anak inisial dari SUT dinyatakan positif Covid-19, berinisial SS seusai hasil test swab kemaren malam diketahui, bahkan ironisnya perawat inisial NT, yang kontak dengan SUT juga terpapar positif dari hasil swab test, tutur Irna.

“Yang tiga itu, satu anaknya dan dua perawat tempat dia berobat pertama. Dan dua lagi, aparat hukum yang sedang bertugas, kemungkinan kena saat berkerumun waktu penanganan penguburan jenazah almarhumah,” katanya.

Pelajaran Berharga

Sebelumnya, praktisi hukum, John L Situmorang SH dari Kantor Hukum John L Situmorang & Partners di Jakarta kepada andalas menuturkan, korban Covid-19 bukanlah aib, melainkan murni wabah yang bisa menimpa siapa saja, dimana saja dan kapan saja tanpa kecuali. Secara agama penolakan pemakaman jenazah juga tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Meninggal itu takdir Tuhan yang tidak bisa ditolak, jadi apapun alasannya menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19, sangat tidak terpuji.

Menyangkut ada kekurangan regulasi terkait pengurburan TPU Covid, hal yang wajar karena bangsa kita baru menghadapi pandemi Covid-19 yang sungguh melelahkan, jadi semua serba gagap. “Justru di saat darurat bencana, seharusnya semua serba dipermudah, bukan dipersulit, sepanjang tidak menyalahi Undang-undang,” ucapnya.

Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Harusnya, pasien yang meninggal akibat COVID-19 adalah sesama saudara yang harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik.

Ini pelajaran berharga, semoga tidak terulang lagi. “Tidak waktunya lagi saling menyalahkan. Kedepan, Pemkab Karo, Tim Gugus Tugas dan Forkopimda dibantu TNI/Polri bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama agar secara massif mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat terkait Standard Operational Procedure (SOP) dan protokol kesehatan pemakaman jenazah pasien yang terinfeksi Covid-19,”ujarnya. (RTA)

sumber: harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Kesehatan, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *