PAK POLISI, TANGKAP PARA PEMBUAT SEKALIGUS PEMBAKAR BENDERA PKI INI!

Mora Sifudan – HS ditangkap dan diancam hukum 12 tahun penjara karena terbukti membuat dan menjual kaos berlambangkan palu arit, lambang Partai Komunis Indonesia, yang sudah terlarang tersebut. HS membuat kaos tersebut berdasarkan pesanan. Dia membuat kaos berlambang palu arit jika ada permintaan dari pembeli melalui online. Tujuan HS membuat kaos itu demi mengais rezeki. Tidak lebih dan tidak kurang. (Sumber: CNNIndonesia

Di sini ada persoalan. HS memang membuat kaos berlambang palu arit. Tetapi dia membuat itu karena permintaan orang lain. Apakah hanya HS yang harus ditangkap sementara dia sendiri tidak ada niat untuk menyebarkan paham komunis melalu manifestasi lambang palu arit? Saya kira tidak adil bila hanya HS sendiri yang harus diadili. Pembeli kaos berlambang palu arit itu pun harus diringkus karena kemungkinan besar dialah yang punya niat untuk menyebarkan paham komunis.

Beberapa hari terakhir ini kita menemukan juga di beberapa daerah terjadi pembakaran bendera PKI yang dilakukan sejumlah orang. Bukan hanya satu jenis, bendera PKI dengan lambang palu arit itu berbeda satu dengan lainnya. Pertanyaan besarnya adalah: Siapa pembuatnya, dari siapa bendera itu disita dan untuk apa bendera itu dibuat?

Kita samakan persepsi dulu. Kita sepakat dan setuju bahwa PKI dilarang di NKRI. Kita sepakat dan setuju tidak ada tempat untuk PKI. Kita juga sepakat dan setuju agar kepolisian menangkap pembuat bendera dan manifestasi PKI lainnya. Kita harus sepakat itu dulu. Setelah itu mari kita lanjut.

Beredar video kiayi dan ulama membakar bendera PKI di depan Gedung DPRD Sampang Madura. Dari mana mereka mendapatkan bendera itu, perlu penelusuran lebih jauh. Karena tidak mungkin bendera PKI itu ada dengan sendirinya tanpa ada pembuatnya bukan? Kalau memang hasil sitaan, maka kepolisian harus menangkap orang yang punya bendera tersebut. Jangan biarkan berkeliaran.

Apakah mungkin mereka memproduksi sendiri bendera itu untuk kemudian di bakar? Kalau iya, berarti harus ditangkap sama seperti HS di atas telah membuat kaos berlambang palu arit. Sekalipun tujuannya untuk melakukan protes, tetapi mereka sudah memproduksi.

Apakah kiayi dan ulama itu memesan bendera PKI itu dari suatu tempat untuk kemudian dibakar sebagai bentuk protes atau aspirasi? Kalau iya, maka mereka juga perlu diproses hukum. Sebab mereka sudah menggunakan bendera PKI dan meminta orang lain untuk membuatnya.

Gerakan bakar bendera PKI ternyata bukan hanya di Sampang Madura. Gerakan bakar bendera PKI ini juga terjadi di beberapa daerah. Pertanyaannya sama, dari mana mereka dapat bendera tersebut? Siapa pembuatnya?

Sampai sekarang, tidak ada kita temukan laporan dari kelompok-kelompok pembakar bendera PKI ini yang melaporkan seseorang pembuat bendera PKI. Itu artinya bendera PKI itu ada ketika mereka akan membakarnya. Maka pada saat yang sama, yang membuat bendera itu adalah mereka sendiri dan kemudian mereka pula yang membakarnya. Untuk itu, orang-orang itu harus diperiksa dan ditangkap sebagaimana HS telah memproduksi kaos berlambang palu arit.

Berarti: Mereka buat sendiri bendera PKI, bakar sendiri dan teriak-teriak sendiri.

Jika praktik seperti ini terus berlangsung terus-menerus – mereka buat dan mereka bakar sendiri lalu provokasi – akan sangat berbahaya bagi kehidupan bernegara kita. Jika setiap tahun kita ditakut-takuti kebangkitan PKI dengan cara membakar bendera PKI – yang kesannya bendera itu bukti PKI masih ada – akan mengakibatkan kecurigaan terus-menerus pula antar sesama anak bangsa.

Kalau mereka teriak menolak PKI, tetapi PKI-nya tidak muncul-muncul juga, lalu siapa PKI-nya? Apakah yang tidak ikut teriak seperti mereka? Apakah yang tidak peduli dengan itu semua? Atau apakah mereka yang menganggap mereka hanya memprovokasi? Akhirnya apa, saling curiga sesama anak bangsa. Yang begini ini tidak bisa dipertahankan terus.

Maka saya mengajak Anda sekalian untuk mendukung Polisi menangkap pembuat dan pengguna bendera PKI. Kasus bendera PKI dibakar ini harus dituntaskan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar tidak ada lagi kecurigaan di antara anak bangsa.

Salam dari rakyat jelata

sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *