AGAMA YAHUDI

Catatan coki coki
Mengenal Keberadaan kaum minoritas YAHUDI serta agama LELUHURNYA

Hadassah didirikan untuk menyediakan pemberitaan yang berimbang sekaligus memberikan pemahaman yang sesungguhnya kepada masyarakat umum mengenai Yahudi,”

Lantas, apa saja sih fakta penting seputar ajaran Yahudi.?
Nah saatnya kita cari tahu sekarang.!

1. TIDAK SEMBARANG ORANG BISA MEMELUK AGAMA YAHUDI

Yahudi bukan agama yang dapat dipeluk oleh sembarang orang.
Hanya kepada mereka yang memiliki keturunan BANI ISRAEL saja yang bisa memeluk agama ini.

“AGAMA YAHUDI ini bukan agama syiar, kalau bahasa di Kristen disebut misionaris, ya….
Artinya, tidak ada yang bisa memeluk agama Yahudi kecuali keturunannya (berdarah Yahudi)
Oleh sebab itu, Muslim dan Kristen di Indonesia atau penganut agama lain tidak perlu khawatir dengan keberadaan kaum keturunan Yahudi ini harusnya.

2. Yahudi telah di Firman kan oleh BAPA SORGAWI (YAHWEH) menjadi kaum EKSLUSIF, atau kaum MINORITAS KHUSUS dibandingkan dengan agama yang lainnya.

Keberadaan kaum Yahudi sebagai kaum agama minoritas merupakan janji pribadi BAPA SORGAWI (YAHWEH) sebagaimana yang tercatat dalam dalam firman-Nya.

“Di manapun kita berada, kita pasti menemukan orang orang Yahudi, tapi jumlahnya sedikit sekali (gak besar).

Karena memang demikian Firman ELOHIM BAPA SORGAWI (menurut coki) mentok-mentoknya yah…
Penganut agama kaum Yahudi ini di dunia hanya 18 juta jiwa doang.
Dengan mayoritas keberadaan mereka tinggal di YERUSSALEM dan NEW YORK,” sisanya menyebar di seluruh pelosok dunia.

“Meskipun agama mereka melarang keras penggunaan obat sejenis KB (pencegah kehamilan)…
Tetap aja jumlah mereka akan selalu menjadi minoritas, sampai kapan pun.

Mungkin ini juga yang menyebabkan standart minimal IBADAH untuk umat Yahudi itu adalah 10 orang.
Kalau di Islam itu kan untuk shalat Jumat minimal 40 orang, ya bro..!?

3. Kepercayaan akan ‘tanah yang dijanjikan’

Yehezkiel 37:21.
Menurut ayat tersebut, ELOHIM BAPA SORGAWI telah menjanjikan kepada kaum Yahudi untuk segera kembali pulang ke ‘tanah yang telah dijanjikan…

Dalam hal ini adalah ISRAEL (tanah perjanjian) dari BAPA SORGAWI kepada kaum keturunan ABRAHAM..
Setelah dahulu kala mereka dipaksa berkali kali oleh BAPA SORGAWI untuk mejadi pengembara (diaspora) ke berbagai pelosok negeri, bahkan hingga pasca-Perang Dunia ke dua kala itu

“Penganut agama Yahudi memiliki hak dan kewajiban untuk kembali pulang ke tanah yang telah dijanjikan oleh ELOHIM BAPA SORGAWI.

Dan kebanyakan orang orang saat ini mengenal kepulangan mereka, hanya dalam bahasa politiknya, sebagai ZIONISME,”

“Tapi perlu diingat…
Kembali ke tanah perjanjian (ISRAEL) hanya wajib hukumnya bagi mereka mereka orang Yahudi saja yang memeluk AGAMA YAHUDI.
Bagi mereka, yang hanya keturunan Yahudi (berdarah campuran), tidak ada kewajiban untuk pulang kampung halaman.

Seperti juga coki yang cinta agama diluar Yahudi dan sangat cinta Indonesia.
Jadi saat ini coki tidak perlu bersusah payah untuk kembali ke ‘tanah yang dijanjikan’ tersebut,”
Hehehe…

4. Isu pembangunan kembali Kuil Salomon bukan kebijakan dari PEMERINTAH ISRAEL

Beberapa tahun yang lalu, sempat beredar luas kabar jika kaum Yahudi di tanah Israel sedang menyiapkan rencana khusus secara besar-besaran untuk kembali membangun tempat ibadah (BAIT SUCI) yang megah di atas puing-puing Kuil Salomon.

Terkait hal itu…
Pemerintah ISRAEL hingga saat ini kayaknya…
Tidak atau belum sama sekali merencanakan hal tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama…
“Di Yahudi itu gak bisa loh sembarang orang, suku atau marga yang bisa jadi Rabbi.
Itu pun mereka harus menikah dengan suku yang sama pula.

Kalau mereka menikah dengan suku lainnya, sudah bisa dipastikan mereka tidak lagi berhak menjadi Rabi, dan banyak lagi aturan-aturan lainnya” pokoknya ribet dah.
Itu sebabnya pembangunan bait suci hingga saat ini belum bisa direalisasikan.

Kendati demikian…
Miniatur Kuil Salomon yang rencananya akan didirikan ulang telah menyebar di seluruh jagat maya

“Pemerintah (Israel) tidak pernah atau belum merencanakan untuk dan akan membangun ulang (Kuil Salomon).

Jadi itu hanya sebuah isu saja tentang pembangunan kembali, yang dimainkan oleh segelintir kelompok yang punya kepentingan,” politik.

5. Yahudi memiliki kewajiban dari BAPA SORGAWI untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya

Layaknya agama pada umumnya, Yahudi juga memiliki kewajiban TIKKUN OLAM atau memperbaiki bumi.
Dalam hal ini, dimanapun kaum Yahudi hidup dan berada, mereka haruslah memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Segala aktivitas mereka harus dan untuk meningkatkan KUALITAS KEHIDUPAN dan membawa DAMPAK POSITIF bagi DUNIA.

Inilah yang akan selalu menjadi kontribusi utama dari orang orang Yahudi di berbagai belahan dunia,”

Lebih jauh lagi…
Kewajiban dalam agama Yahudi tidak jauh berbeda seperti Islam dan juga Kristen.
Kalau dalam agama Yahudi ada larangan khusus untuk makan atau menyantap daging babi, berbuat zina, dan mereka juga harus ibadah tiga kali dalam sehari.
Dan masih banyak lagi yang nanti akan coki bagikan buat temen-temen…
Karena ruang dan waktu yang sangat terbatas, hanya ini saja sementara yang dapat coki bagikan.

Demikianlah sekilas gambaran tentang agama Yahudi pada umumnya yang perlu juga kita ketahui, agar kita tidak terheran-heran melihat cara pandang mereka dan etika hidup orang orang kaum keturunan BAPAK ABRAHAM ini.

Buat temen-temen, selamat malam dan selamat beristirahat.

fb Coki Coki

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *