JOKOWI TEGAR DI TENGAH TUDINGAN CHINA KE AS, TEKANAN AS DAN PAKSAAN LOCKDOWN

Ninanoor-Kalau bicara soal Presiden Jokowi, kita kadang tidak sadar betapa besar tanggung jawab beliau terhadap negara ini. Betapa luas cakupan wewenang beliau. Betapa yang namanya presiden itu mengurusi 260 juta jiwa, bukan hanya 10 juta orang penduduk seperti di Jakarta. Presiden Jokowi mengurusi satu Indonesia yang luasnya saja mencapai 1.905.000.000 km persegi. Bandingkan dengan satu negara Singapura yang luasnya hanya 721 km persegi, atau pun DKI Jakarta yang sekitar 662 km persegi. Banyak yang begitu ngomong soal Jokowi sampai berbusa-busa, lupa soal sebesar dan seluas apa yang diurusi oleh Jokowi. Menganggap enteng pekerjaan seorang Presiden RI. Membandingkannya seenaknya dengan pekerjaan dan cakupan wilayah seorang gubernur. Ini sama bodohnya dengan gubernur yang dibandingkan itu.

Kembali ke tanggung jawab Jokowi sebagai presiden. Apakah hanya mengurusi yang di dalam negeri? Nggak hanya sampai situ, cakupannya bahkan jadi global. Karena Jokowi juga berdiri mewakili Indonesia ketika berhadapan dengan para pemimpin negara lain. Bedakan antara presiden yang disambut dengan parade kehormatan di negara lain, dengan gubernur yang mengejar-ngejar presiden lain buat bertemu kayak wartawan cari berita. Levelnya sangat berbeda. Jangan mimpi bahwa itu sama gara-gara gubernur satu ini bisa sholat jumat bareng presiden negara lain, karena pakai usaha nunggu dan ngejar-ngejar tadi.

Sekarang kita melihat posisi penting Indonesia di dunia. Kita punya tambang emas yang besar, tambang minyak, dan banyak lagi kekayaan alam. Jokowi sudah membuktikan bahwa dirinya bekerja demi Indonesia. Sudah mengakuisisi saham PT Freeport, sudah mengalihkan blok-blok minyak ke perusahaan nasional. Sebagai pemimpin tertinggi negeri besar ini, Jokowi juga tidak bakal nurut lah ketika Amerika Serikat (AS) berusaha mengatur-ngatur negara kita. Hey, di mana nasionalisme kalian? Pas demo teriak anti-asing, tapi tidak ada yang protes ketika Harvard mempertanyakan kenapa Indonesia belum menyatakan ada warganya yang tertular virus Corona waktu itu. Itu yang namanya tekanan dari pihak asing. Termasuk WHO yang memaksa agar Indonesia mendeklarasikan darurat nasional. Dari sini berhembus paksaan lockdown dari berbagai pihak. Yang saya kira bisa juga dihembuskan oleh antek-antek Amerika di negeri ini. Memangnya lockdown memecahkan segala masalah? Lihat saja negara tetangga yang me-lockdown ibu kotanya, Manila. Mereka sekarang dalam keadaan bingung dan tidak siap, padahah yang di-lockdown hanya Manila dengan jumpah penduduk 12 juta jiwa. Apakah Indonesia siap me-lockdown 260 juta penduduk dan wilayah seluas 1.905.000.000 km persegi?

Konon AS selalu ada di balik pertikaian internal (maupun eksternal) negara-negara di dunia. Semuanya diatur demi kepentingan AS sebagai negara adidaya. Julukan global cop yg pernah melekat pada AS seakan jadi justifikasi peran dan agenda tersembunyi ini. Namun gara-gara itu pula AS dikalahkan China dalam hal perekonomiannya. Beda dengan AS, China lebih suka berdagang ketimbang berperang. Duit tidak terbuang, nyawa tentara pun tidak melayang di negeri orang. Perekonomian China pun melaju dg pesat, walaupun beberapa tahun terakhir jadi agak melambat. Namun, kekuatan China sebagai negara besar sudah setara dengan AS, bahkan melebihi. Jadi intimidasi maupun perang dagang dari AS tidak dapat mengalahkan China. Saat ini sudah beredar beritanya tentang tudingan dari Kemenlu China bahwa virus Corona ini sebenarnya dibawa oleh AS ke China. Artinya, wabah Corona ini adalah kerjaan AS. Makanya Presiden AS, Donald Trump nampak tenang-tenang saja bergaul dan dekat-dekat dengan orang yang terkena Corona. Ada yang mencurigai bahwa sebenarnya AS pun sudah memiliki vaksin dan obatnya.

Kembali ke Indonesia. Jokowi itu berada di tengah-tengah 2 negara adidaya di atas. Sama China Jokowi cukup akrab, dengan berbagai kerja sama ekonomi. Pun China bukan macam AS yang demen ngatur-ngatur negara lain. Tapi akrab kan nggak berarti nurut juga. Di Natuna, Jokowi galak sama China, yang nelayannya seliweran seenak udelnya nangkap ikan di sana. Sedangkan terhadap AS, sudah jelas, Jokowi tidak mau ditekan, diatur-atur, bahkan dicampuri urusan dalam negeri kita. Mau dijajah AS? Ke mana nasionalisme kalian?

Ini 2 negara adidaya yang punya kekuatan nuklir lho. Dengan tegar Jokowi menghadapi mereka. Tanpa rasa takut. Situ yakin gubernur yang ono bisa sama tegarnya dengan Jokowi? Soal banjir dan pohon Monas saja mencla mencle. Begitu banyak hal yang dipikirkan oleh Presiden Jokowi, sebelum beliau memutuskan sesuatu. Ada 260 juta jiwa, ada 1.905.000.000 km persegi, ada rakyat yang kerjanya dibayar harian, ada rakyat yang nafkahnya tergantung sama dibukanya toko atau tidak, ada rakyat yang anggota keluarga juga lagi sakit. Maaf tulisan saya ini agak panjang dan mungkin minim keteraturan di sana sini. Saya ingin kita melihat Jokowi sebenar-benarnya sebagai seorang presiden, dengan tanggung jawab segede gaban kali sejuta. Jauuuh levelnya di atas seorang gubernur yang bangga setengah mati hanya karena bisa meliburkan sekolah selama 2 minggu. Paham kan? Jadi biarkan Jokowi bekerja untuk menjaga bangsa dan negara Indonesia. Percayalah, keputusan Jokowi itu buat kemaslahatan 260 juta rakyat, tidak hanya yang 10 juta maupun yang 20 juta. Sekian dulu dari kura-kura!
sumber: seword

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to JOKOWI TEGAR DI TENGAH TUDINGAN CHINA KE AS, TEKANAN AS DAN PAKSAAN LOCKDOWN

  1. Pingback: cheap shop cvv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *