BATTLE DENGAN CIKEAS-DEMOKRAT BERLANJUT …. DENNY SIREGAR SIAP KALAH DAN MASUK PENJARA!

Widodo SP -Denny Siregar, salah satu penulis pemberani yang saya ketahui pada zaman milenial ini, semakin mendapatkan promosi gratis gara-gara cuitannya yang menyinggung kebaperan keluarga Cikeas, tampaknya masih berlanjut. Ketika saja “Denny Siregar” di kolom pencarian Google, langsung muncul deh berita-berita seputar battle orang yang suka berkata “Kita seruput dulu kopinya” dan “markibong” ini, yang terkait langsung dengan keluarga Cikeas.

Kabar terbaru, merespons keroyokan kader Partai Demokrat, juga masih belum meredanya amukan dari Emaknya Almira Tunggadewi Yudhoyono, yang juga istri dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Denny Siregar dengan santainya berkata:

“Nggak lah. Mau nuntut hukum silahkan. Biarkan cuitan itu apa adanya” kata Denny Siregar, seperti dilansir laman Detik.

Kalau kita membaca postingan dari akun Facebook pribadinya pun, ada surat terbuka yang Denny Siregar tuliskan dengan kalimat pembuka yang rasanya bisa bikin mendidik darah keluarga Cikeas. Begini yang ditulis olehnya:

Jujur sejak awal saya tidak paham apa yang dipermasalahkan Annisa Pohan dan Partai Demokrat. Kalau dituduh saya membully sesorang anak, mereka juga tidak menunjukkan bukti bullyannya seperti apa. Apakah saya membully fisiknya? Atau bully isi tulisannya? Atau bully bahasa Inggrisnya?

Denny Siregar lantas memaparkan bahwa dirinya kudu berani menghadapi masalah yang sebenarnya terkesan dibuat-buat karena ada satu keluarga berpengaruh di republik Indonesia ini yang agak baperan …karena dua alasan: (1) Ia yakin dirinya tidak salah; (2) Ia ingin menghajar kearoganan mereka (mungkin maksudnya: keluarga SBY dan Partai Demokrat)..

Pegiat media sosial itu juga lantas mengaku dirinya ibarat Daud dan Goliath. Tentu dengan posisinya seperti Daud, yang tak punya beking siapa pun, terlebih dukungan dari partai politik manapun. Dia juga bilang ada kemungkinan dirinya kalah, kalau kasus ini sampai berlanjut ke pengadilan, dan Denny Siregar kudu masuk penjara.

Namun … Denny menutup tulisannya:

Tapi ketika itu terjadi, saya tinggal bilang ke anak saya kelak … Papa sudah melawan nak. Sebaik-baiknya. Sehormat-hormatnya.

Silakan buka akun FB “Denny Siregar” untuk membaca surat lengkapnya, tapi saya menangkap bahwa orang ini memang tidak pernah takut, selama dia merasa dirinya benar, yang terbukti dari apa yang ditulisnya dengan keputusan: tidak akan dihapus! Memang kalau membaca unggahan status awalnya, tidak ada kok yang salah … apalagi disebut unsur pembullyan terhadap anak kecil yang dikenal sebagai cucu dari mantan Presiden Indonesia.

Kesediaan Denny Siregar untuk membuka dialog, selama pihak Partai Demokrat yang memulainya … juga menunjukkan kebesaran hatinya sebagai seorang warga sipil, yang hanya mencoba memberi sindiran kepada keluarga yang dianggapnya membawa anak kecil dalam urusan politik dari sang ayah.

Saya menilai orang ini tak hanya berani, tetapi juga siap menanggung segala risiko dari setiap tulisan maupun postingan videonya. Terbukti dari perkataan penutupnya dari surat terbuka tadi:

“Mungkin saya akan kalah dan masuk penjara karena saya tidak punya pegangan orang berkuasa.”

Single fighter.

Seperti “Lone Ranger” atau “Renegade” yang beraksi sendiri menumpas hal-hal yang dirasanya berjalan dengan keliru di masyarakat.

Dua sosok yang tak punya kekuatan super, hanya modal berani dan yakin.

Eh, pada tahu Lone Ranger sama Renegade nggak sih? Hahaha … Ketahuan saya berasal dari generasi berapa ya, kok menyebut nama ini? Biarinlah … dua sosok itu memang cukup membekas dalam benak saya, terlebih sekarang jarang ada tokoh yang begitu menginspirasi dari film-film yang kebanyakan bersifat keroyokan … atau kalaupun berjuang sendiri, tapi pakai kekuatan super. Mana seru! Maaf buat pengagum Captain America, Wonder Woman, Batman, Aquaman, dan Spiderman …

Jadi … akhirnya … mari kita nantikan kelanjutan dari perseteruan ini akan berlanjut seperti apa, akan berlangsung berapa episode, sekuat apa keluarga AHY dan Partai Demokrat menyerbu Denny Siregar, dan bagaimana Denny Siregar akan merespons semua ini. Meski secara pribadi saya berharap agar masalah ini cepat selesai, juga kiprah Partai Demokrat yang juga kelak akan selesai jika kebaperan tidak segera dienyahkan dalam tubuh partai ini. Setuju ya?

Eh, ngomong-omong … kabar pak mantan Menpora bagaimana ya? Kok belum terdengar suaranya? Sibuk menata panci kah? Hehehe …

Begitulah baper-baper …

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *