PATAH HATI TANPA PERLU JATUH CINTA. SELAMAT JALAN BAPAK LORO ATI…

Yolis Syalala-Ning Setasiun Balapan Kutha Solo sing dadi kenangan kowe karo aku Nalika ngeterke lungamu

Ning Setasiun Balapan Rasane kaya wong kelangan kowe ninggal aku Ra krasa netes eluh ning pipiku Dah… dadah Sayang, Dah… Slamat jalan…

Tadi saya bangun siang, ketika ke ruang TV nonton berita. Ada nyanyi stasiun Balapan diiringi narasi tentang perjalanan karier seorang Didi Kempot.

“Masih ‘ora mudeng’ aku” Saya simak dengan seksama. Di akhir berita pewarta bilang “Selamat Jalan Didi Kempot”

Mak… Serasa tak percaya. Ternyata beliau pergi di puncak karirnya”

Kecewa, sedih. Pasti menggelayuti hati penggemar beliau hari ini. Seperti kata fans Didi Kempot Agus Mulyadi. Didi Kempot itu legenda yang tak tergantikan. Menurutnya, di tangan Didi Kempot, negara seperti Swiss yang kuat tanpa tentara pun bisa luluh menjadi pesakitan. “Sesakti itulah sihir-sihir lagu Didi Kempot digambarkan.

Menurut saya dan anggapan beberapa orang. Tahun 2019 adalah tahun dimana titik balik kepopuleran seorang Didi Kempot. Sebab beliau terkenal itu sudah sejak lama. Bahkan konon tahun ini adalah 30 Tahun lamanya beliau berkarir sebagai pelantun lagu Campursari.

Lagi-lagi penggemar musik di tanah air terpaksa menyeka air mata, harus melepas kepergian penyanyi yang mendapat julukan “The God Father of Broken Heart” dan memiliki barisan penggemar fanatik dengan sebutan “Sobat Ambyar” beliau pergi diduga akibat serangan jantung pagi tadi Selasa (5/5/20)

Barangkali tak perlu saya bahas mengapa dan karena apa toch semua media sudah mengulasnya. Saya ingin menuliskan kecintaan saya akan karya beliau. Dari beberapa lagunya, jujur saya cuma suka “Stasiun Balapan” yang lain tidak begitu, karena selain tak mengerti bahasa juga tak ada ayunan kenangan bagi saya pribadi saya. Lagu “Stasiun Balapan” saya mengenalnya sejak sekolah dasar (SD) walau tak mengerti makna arti bahasanya, saya suka saja. Sebab bagi saya syair dan musik lagu itu ada sihir yang bisa membawa kita ke dalam perasaan ayunan penantian. Setidaknya itu yang saya rasakan.

Didi kempot mengapa terkenal kembali?

Pernyataan itu barangkali kerap muncul di benak generasi baru. Sebab beliau sempat redup dari hingar bingar popularitas. Generasi 2000an jaranglah yang mengenal beliau beberapa tahun lalu. Bahkan saya pernah dikatakan kampungan karena mengidolakan Didi Kempot. Sebagaimana yang saya katakan di atas, 2019 adalah titik balik beliau ke puncak kejayaannya.

Dari beberapa literatur yang saya baca. Media sosial-lah yang yang membuat Didi Kempot kembali melambung tinggi ke puncak popularitasnya. Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis tentang beliau dengan judul “2019 adalah tahun Didi Kempot”. Tetapi selalu tertunda. Dan betapa nelangsanya, ketika hari ini harus menulis tentang Didi ketika beliau sudah tak ada lagi.

Saya katakan kepada kawan saya di Solo hari ini “Mbak aku ingin menulis tentang dia hari ini”

Dari beberapa literatur yang ada. Julukan “The God Father of Broken Heart” inilah yang berperan besar membawa demam Didi Kempot 2019 dan 2020. Menurut kompas. Fenomena bernama Didi Kempot ini bermula ketika sebuah video yang diunggah akun twitter Agus Magelang @AgusMagelangan menjadi viral.

Nah masih menurut kompas. Sosok Agus inilah yang kemudian memberi julukan “Godfather of Broken Heart” kepada Didi Kempot. Setelah viral julukan tersebut Sang Maestro di undang ke berbagai acara TV dan diskusi di channel Youtuber terkenal.

Sejak saat itu istilah-istilah seperti Godfather of Broken Heart, Sobat Ambyar, Sadbois, Sadgels, Lord Didi, dan Bapak Loro Ati Nasional menjadi perbincangan wajib lintas generasi di jagat media sosial. Dari situ berlanjut perjalanan kesuksesan beliau pada Konangan Concert yang digelar di Live Space SCBD, Jakarta Selatan, Jumat malam (20/9/2019) Dan masih banyak lagi panggung Didi pada tahun 2019 tersebut.

Terkadang kita berfikir “Kenapa sebentar sekali beliau menikmati keterkenalannya” sebab dulu memang beliau terkenal, tapi tak seseru dan seramai sekarang barangkali. Sebab untuk kepopuleran beliau yang kedua kali ini menurut saya sempurna sekali. Kalau beliau dicintai orang tua-tua dan suku jawa itu sudah biasa. Tetapi digilai milenial terstruktur dan masiv serta lintas suku bahkan sampai ke luar negeri, itu yang luar biasa sekali.

Dan pada tahun 2020 ini, beberapa waktu lalu beliau menorehkan sejarah besar dengan menggelar Konser Amal dari rumah yang bekerja sama dengan Kompas TV. Acara tersebut sukses mengumpulkan dana besar untuk membantu warga yang terdampak Covid-19. Semoga hal tersebut menjadi ladang Amal beliau. Amin

Janji lunga mung sedela Jare sewulan ra ana Pamitmu nalika semana Ning Setasiun Balapan Solo

Benar kata Mas Agus Mulyadi. Mendengarkan lagu-lagu Didi Kempot itu akan membuat kita “Patah Hati” tanpa perlu jatuh cinta. Selamat jalan Didi Kempot. Semoga bulan baik ini membawamu di sisi terbaik Tuhan. Amin

“Didi Kempot tidak pernah menyanyikan lagu, lagulah yang menyanyikan Didi Kempot” (Agus Mulyadi)

Wasalam.

Yolis Syalala

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *