KITA DUKUNG CUCU SBY JADI JUBIR PARTAI DEMOKRAT

Alifurrahm-Saya baru saja membaca tweet istrinya AHY Ketum Demokrat, yang ngomel-ngomel ke Denny karena menyindir kelakuan keluarga Demokrat. Karena entah kebetulan atau tidak, dari bapak (SBY), anak (AHY) lalu kini cucu (almira), tuntutannya sama: lockdown.

Seperti emak-emak pada umumnya, Annisa Pohan membela anaknya. Katanya, yang dilakukan Almira adalah tugas sekolah. Yang diminta untuk membuat masukan kepada Presiden.

Tak cukup memberikan pembelaan terhadap anaknya, Annisa juga bertanya pada Denny apa yang sudah dilakukan untuk membantu negara dalam menghadapi covid? Bahkan Annisa mengadu kepada Presiden, protes.

Setelah lapor ke Presiden, Annisa juga lapor kepada ketua umum Partai Demokrat yang juga suaminya sendiri, atau ayah dari Almira, dan AHY bilang tidak kenal dengan Denny Siregar.

Tak ada tweet lanjutan terkait kasus ini. Mungkin Annisa sedang lapor ke wakil ketua Partai, Ibas, yang tak lain merupakan saudara suaminya. Lalu lanjut lapor kepada SBY, yang merupakan dewan penasehat Partai Demokrat yang juga sekaligus kakek dari Almira dan bapak dari suaminya. Menarik kalau laporan berlanjut dan sampai kepada SBY, sebagai Presiden dua periode. Kita tentu berharap ada jawaban yang lebih bagus ketimbang AHY.

Keluarga Partai Demokrat ini memang unik. Padahal kalau Annisa cerdas, seharusnya dia memprotes suaminya, AHY. Karena telah mengunggah tugas sekolah anaknya ke instagram dan menjadi pembicaraan publik. Kalau benar ini hanya sekedar tugas sekolah, maka cukuplah gurunya yang membaca. Bukan malah membiarkan karya anaknya jadi konsumsi publik. Lalu sekarang setelah direspon publik, malah ngomel-ngomel ga karuan. Seharusnya Annisa paham, tak ada asap kalau tak ada api.

Tapi terlepas dari itu semua, saya salut dengan Almira anak AHY atau cucu SBY. Bahasa inggrisnya bagus, pemahaman dan referensinya terkait covid juga sangat luas. Almira paham betul bahwa Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang dalam bahaya. Dalam catatannya, Almira juga membahas rakyat yang kehilangan pekerjaan, sampai bahasan soal asma, diabetes dan serangan jantung.

Untuk anak kelas 6 SD, tulisan Almira bisa dibilang sudah sangat brilian. Bukan sebatas bahasa yang runut, tapi juga luasnya wawasan. Almira mencontohkan China dan Amerika yang telah melakukan lockdown, juga begitu detail menjabarkan bagaimana cara virus ini menular.

Saking bagusnya tulisan Almira, banyak yang mengira bahwa tulisan itu mendapat banyak bantuan dari bapaknya. Karena sekilas memang sekelas surat ketua umum partai. sehingga wajar kalau sebagian orang justru menyindir seperti Denny, yang menganggap SBY mengerahkan cucunya untuk menuntut lockdown.

Tapi di bulan Ramadhan yang suci ini, saya enggan berpikir ke arah negatif. Bisa jadi memang Almira secerdas itu. Bisa jadi, sekolah internasional tempat Almira belajar itu memang memberikan tugas nyerempet politik dalam negeri. Namanya juga bisa jadi.

Kalau saya diminta berpendapat, ya saya dukung saja Almira untuk terus menuliskan catatan kritisnya. Tidak hanya sekali ini saja, tapi ke depan terus menuliskan catatan dari buah pemikirannya yang brilian. Semoga itu dapat menginspirasi anak-anak SD lainnya untuk kritis dan berani berpikir terbuka. Mau memikirkan dan peduli terhadap nasib bangsa.

Besar harapan saya agar Almira mendapat dukungan dari bapaknya yang merupakan ketua umum partai, pamannya sebagai wakil ketua partai dan kakeknya sebagai pendiri partai. Agar kiranya segera memberikan tempat yang layak kepada Almira, misal sebagai jubir partai.

Kebetulan sekali Presiden Jokowi suka berinteraksi dengan anak-anak. jadi mana tau dengan dijadikannya Almira sebagai jubir partai, maka komunikasi antara Demokrat dengan Presiden bisa lebih cair dan lancar.

Selain itu, mempersiapkan Almira sejak masih SD adalah strategi yang cerdas. AHY sebagai bapak dari Almira harus belajar dari kegagalannya saat maju di Pilgub DKI. Tidak cukup waktu pengenalan, dan akhirnya masyarakat tak mau memilihnya.

Kalau disiapkan sejak SD, sejak sekarang, mungkin beberapa tahun ke depan popularitas Almira sudah tak tertandingi, cukup untuk maju dan menang di Pilgub DKI. Ya ini sama saja seperti keluarga artis yang mengorbitkan anak-anaknya. Tak ada salahnya. Begitulah kura-kura.
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup
www.sinabungjaya.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *