VIA RSPAD, TNI SIAP KAWAL TERAPI PLASMA KONVALESEN, BANDIT NISTA MINGGIR!

Manuel Mawengkang-Angin berembus dengan luar biasa ke Indonesia. Angin optimisme untuk melawan Covid 19 sudah mulai sepoi-sepoi. Berharap angin ini menjadi badai besar yang akan meluluh-lantakkan Badai Covid 19 yang sudah 3 bulan menjangkiti Indonesia dan menekan bangsa ini, sekaligus bandit-banditnya!

Setelah bergulat dengan luar biasa melawan para bandit-bandit penista Terapi Plasma Konvalesen, baik dari IDI atau pun JK dan dokter kadrun yang mau Covid 19 lebih lama ada di Indonesia, akhirnya TNI pun turun tangan. RSPAD akan menjadi tempat penelitian dan pelaksanaan TPK dalam skala besar! Mau ganggu TPK? Hadapi TNI!

LAWAN COVID19

RSPAD akan menjadi role model untuk RS rujukan lainnya salam melaksanakan TPK. Sebelumnya saya akan membahas sedikit tentang Terapi Plasma Konvaselen. Selagi vaksin belum ditemukan, maka satu cara yang paling menjanjikan adalah mengambil plasma darah dari orang yang sempat terkena Covid 19 tapi sudah negatif, untuk didonorkan kepada pasien yang sedang berjuang.

Peperangan ini sungguh nyata, namun tetap sangat tidak kasat mata. Tapi tetpa saja, TNI lah yang menjadi garda terdepan dalam melawan bencana yang ada di Indonesia. TNI menjadi garda terdepan, harus mengawal dan menjalankan tugas agar Indonesia selamat dari badai Covid 19 ini.

Berbuah dari inisiasi Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, SpAn, KIC, MSi, terapi plasma konvalesen menjadi terkenal di seantero bangsa ini. Bahkan menurut pengakuannya, kemungkinan besar protap Terapi Plasma Konvaselen lahir di dunia, lewat tim yang dibentuk oleh beliau atas izin Presiden Republik Indonesia, Insinyur Haji Joko Widodo. Mantap betul bukan?

Berbekal pengetahuannya di dalam molecular biology, Doktor dokter yang merupakan spesialis anestesi (Sp.An) yang juga merupakan konsultan intensive care (KIC) yang memiliki gelar master sains ini, protap nasional sudah diberikan kepada Joko Widodo untuk dieksekusi secara massal. Tekadnya untuk terus mencintai Indonesia, tidak lekang oleh waktu.

LAWAN BANDIT

Namun menurut beberapa informasi yang saya dapatkan dari pendiri Seword, ada saja bandit-bandit biadab yang tidak ingin Covid segera reda. Mereka masih berkutat untuk membeli barang-barang mahal dan berpotensi menimbulkan abrasi APBN dan APBD. Mereka ingin negara miskin.

Karena jika negara miskin, stabilitas terganggu. Stabilitas terganggu, mimpi dari Felix Siauw pun tegak. Maka dalam keadaan melawan Covid 19, memang butuh TNI yang menjadi garda terdepan melawan ancaman semacam ini. Ngerti ngana?

Dengan adanya kesepakatan pelaksanaan Terapi Plasma Konvalesen lewat jalur RSPAD, maka hal ini akan bisa membuat bandit-bandit nista yang disebut Erick Thohir sebagai mafia alkes itu, kekeringan. Mereka harus dimatikan arus aliran uangnya.

Saya tidak sedang menolak pengadaan ventilator dalam menangani Covid 19. Tapi saya sedang melawan pembelian ventilator dalam skala besar, seperti yang diucapkan petinggi IDI yang pernah berlabuh di NasDem (gak tahu ya kalau sekarang), Bandit-bandit itu harus segera dimusnahkan dari bumi Indonesia.

LAWAN DENGAN PLASMA!

Maka, dengan ini, alangkah surga-nya jika para penyintas Covid 19 ini, yang sudah negatif Covid 19, bisa menyumbangkan plasma darah mereka. Kalian itu pahlawan, bukan karena berperang menggunakan senjata. Kalian berperang menggunakan darah. Darahmu menyembuhkan.

Plasma darahmu memberikan harapan bagi Indonesia. Indonesia, tempat tumpah darah kita, menjadi medan perang yang begitu luas dan sangat bervariasi. Semua dari warga Indonesia, sebetulnya bisa menjadi pahlawan bagi bangsa ini, tanpa harus mengangkat senjata.

Penulis-penulis Seword pun merupakan pahlawan. Saya salut melihat Mbak Jemima yang berperang lewat jari-jemarinya dalam melawan ketidakadilan. Saya salut dengan penulis-penulis lainnya seperti masterless samurai, Ronin yang melawan radikalisme.

Asaaro yang melawan lupa lewat pandangan helicopter view yang begitu tajam seperti eagle. Saya salut dengan orang-orang yang ada di balik layar, tak terlepas pendiri Seword, yang tanpanya, pemikiran tajam setiap penulis tidak akan viral dibaca. Ahli IT di Seword juga bukan permainan.

Kembali ke Terapi Plasma Konvalesen alias convalescent plasma therapy, kita harus optimis. Kita tahu bahwa ketika TNI sudah diajak berperang, mereka akan total. Mereka akan tegak lurus , bagaimana pun caranya, harus menang.

Ketika tentara sudah menjadi garda terdepan dalam menyelesaikannya, semboyannya tinggal..

MERDEKA ATAU MATI!

Saya yakin, Indonesia memilih untuk terus merdeka!

LAWAN IDI DAN JK

Semangat terus Indonesia! Jiayo Indonesia! Semoga ini menjadi langkah maju untuk mengatasi Covid 19. Bandit-bandit itu harus pergi dari lingkaran dalam pengambil keputusan! Apalagi kalau ngomongin NasDem. Halah. Menterinya gak beres, anggotanya juga gak jelas.

Mana ada si JK ngebeo IDI yang sok-sokan bilang TPK baru bisa dilaksanakan beberapa minggu lagi. Gak ada urusan 2-3 minggu lagi! RSPAD sudah siap melakukan TPK HARI INI! Lu gak mau jalanin, minggir! Selamatkan Indonesia! PSBB bisa selesai dalam waktu dekat!

Begitulah mantap-mantap!

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup
www.sinabungjaya.com RSPAD, TNI SIAP KAWAL TERAPI PLASMA KONVALESEN, BANDIT NISTA MINGGIR!

Manuel Mawengkang-Angin berembus dengan luar biasa ke Indonesia. Angin optimisme untuk melawan Covid 19 sudah mulai sepoi-sepoi. Berharap angin ini menjadi badai besar yang akan meluluh-lantakkan Badai Covid 19 yang sudah 3 bulan menjangkiti Indonesia dan menekan bangsa ini, sekaligus bandit-banditnya!

Setelah bergulat dengan luar biasa melawan para bandit-bandit penista Terapi Plasma Konvalesen, baik dari IDI atau pun JK dan dokter kadrun yang mau Covid 19 lebih lama ada di Indonesia, akhirnya TNI pun turun tangan. RSPAD akan menjadi tempat penelitian dan pelaksanaan TPK dalam skala besar! Mau ganggu TPK? Hadapi TNI!

LAWAN COVID19

RSPAD akan menjadi role model untuk RS rujukan lainnya salam melaksanakan TPK. Sebelumnya saya akan membahas sedikit tentang Terapi Plasma Konvaselen. Selagi vaksin belum ditemukan, maka satu cara yang paling menjanjikan adalah mengambil plasma darah dari orang yang sempat terkena Covid 19 tapi sudah negatif, untuk didonorkan kepada pasien yang sedang berjuang.

Peperangan ini sungguh nyata, namun tetap sangat tidak kasat mata. Tapi tetpa saja, TNI lah yang menjadi garda terdepan dalam melawan bencana yang ada di Indonesia. TNI menjadi garda terdepan, harus mengawal dan menjalankan tugas agar Indonesia selamat dari badai Covid 19 ini.

Berbuah dari inisiasi Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, SpAn, KIC, MSi, terapi plasma konvalesen menjadi terkenal di seantero bangsa ini. Bahkan menurut pengakuannya, kemungkinan besar protap Terapi Plasma Konvaselen lahir di dunia, lewat tim yang dibentuk oleh beliau atas izin Presiden Republik Indonesia, Insinyur Haji Joko Widodo. Mantap betul bukan?

Berbekal pengetahuannya di dalam molecular biology, Doktor dokter yang merupakan spesialis anestesi (Sp.An) yang juga merupakan konsultan intensive care (KIC) yang memiliki gelar master sains ini, protap nasional sudah diberikan kepada Joko Widodo untuk dieksekusi secara massal. Tekadnya untuk terus mencintai Indonesia, tidak lekang oleh waktu.

LAWAN BANDIT

Namun menurut beberapa informasi yang saya dapatkan dari pendiri Seword, ada saja bandit-bandit biadab yang tidak ingin Covid segera reda. Mereka masih berkutat untuk membeli barang-barang mahal dan berpotensi menimbulkan abrasi APBN dan APBD. Mereka ingin negara miskin.

Karena jika negara miskin, stabilitas terganggu. Stabilitas terganggu, mimpi dari Felix Siauw pun tegak. Maka dalam keadaan melawan Covid 19, memang butuh TNI yang menjadi garda terdepan melawan ancaman semacam ini. Ngerti ngana?

Dengan adanya kesepakatan pelaksanaan Terapi Plasma Konvalesen lewat jalur RSPAD, maka hal ini akan bisa membuat bandit-bandit nista yang disebut Erick Thohir sebagai mafia alkes itu, kekeringan. Mereka harus dimatikan arus aliran uangnya.

Saya tidak sedang menolak pengadaan ventilator dalam menangani Covid 19. Tapi saya sedang melawan pembelian ventilator dalam skala besar, seperti yang diucapkan petinggi IDI yang pernah berlabuh di NasDem (gak tahu ya kalau sekarang), Bandit-bandit itu harus segera dimusnahkan dari bumi Indonesia.

LAWAN DENGAN PLASMA!

Maka, dengan ini, alangkah surga-nya jika para penyintas Covid 19 ini, yang sudah negatif Covid 19, bisa menyumbangkan plasma darah mereka. Kalian itu pahlawan, bukan karena berperang menggunakan senjata. Kalian berperang menggunakan darah. Darahmu menyembuhkan.

Plasma darahmu memberikan harapan bagi Indonesia. Indonesia, tempat tumpah darah kita, menjadi medan perang yang begitu luas dan sangat bervariasi. Semua dari warga Indonesia, sebetulnya bisa menjadi pahlawan bagi bangsa ini, tanpa harus mengangkat senjata.

Penulis-penulis Seword pun merupakan pahlawan. Saya salut melihat Mbak Jemima yang berperang lewat jari-jemarinya dalam melawan ketidakadilan. Saya salut dengan penulis-penulis lainnya seperti masterless samurai, Ronin yang melawan radikalisme.

Asaaro yang melawan lupa lewat pandangan helicopter view yang begitu tajam seperti eagle. Saya salut dengan orang-orang yang ada di balik layar, tak terlepas pendiri Seword, yang tanpanya, pemikiran tajam setiap penulis tidak akan viral dibaca. Ahli IT di Seword juga bukan permainan.

Kembali ke Terapi Plasma Konvalesen alias convalescent plasma therapy, kita harus optimis. Kita tahu bahwa ketika TNI sudah diajak berperang, mereka akan total. Mereka akan tegak lurus , bagaimana pun caranya, harus menang.

Ketika tentara sudah menjadi garda terdepan dalam menyelesaikannya, semboyannya tinggal..

MERDEKA ATAU MATI!

Saya yakin, Indonesia memilih untuk terus merdeka!

LAWAN IDI DAN JK

Semangat terus Indonesia! Jiayo Indonesia! Semoga ini menjadi langkah maju untuk mengatasi Covid 19. Bandit-bandit itu harus pergi dari lingkaran dalam pengambil keputusan! Apalagi kalau ngomongin NasDem. Halah. Menterinya gak beres, anggotanya juga gak jelas.

Mana ada si JK ngebeo IDI yang sok-sokan bilang TPK baru bisa dilaksanakan beberapa minggu lagi. Gak ada urusan 2-3 minggu lagi! RSPAD sudah siap melakukan TPK HARI INI! Lu gak mau jalanin, minggir! Selamatkan Indonesia! PSBB bisa selesai dalam waktu dekat!

Begitulah mantap-mantap!

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup
www.sinabungjaya.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *