KETERSEDIAAN STOK PANGAN. MENTAN NASDEM BOHONGI JOKOWI DAN RAKYAT INDONESIA??

Manuel Mawengkang-Pada 26 April 2020, Jokowi sempat mengingatkan ancaman krisis pangan kepada menteri pertanian dari Nasdem, Syahrul Yasin Limpo. Jokowi sudah mewanti-wanti SYL untuk terus mengecek stok pangan setiap daerah dan diberikan laporan setiap harinya. Lantas apa respons Mentan Nasdem ini?

Dia mengatakan bahwa persediaan stok pangan surplus. Bahkan dia merinci bahwa stok pangan di Indonesia, baik 11 bahan pokok, utamanya produk hewani, sangat surplus.

Saya mampu jelaskan dari neraca pangan nasional kita, kita memiliki neraca yang cukup bagus, dapat dikatakan terkendali baik dan cukup tersedia.

Ada produksi 12 juta ton, dengan stok yang ada di Bulog dan di penggilingan, pasokan kurang lebih 15 juta ton…

Kalau begitu, bulan puasa dan Idul Fitri semua dalam kendali yang cukup aman

ujar Syahrul dalam konferensi pers, Minggu (26/4).

Ia bahkan memberikan detail dalam beberapa skenario. Yakni skenario menengah dan skenario pesimistis. Mampu menjelaskan, tapi kalau gak mampu eksekusi, apa bedanya lu sama Anies?

Dikutip dari pemberitaan sini, mentan mengungkapkan hal ini.

Dalam skenario menengah, stok beras diperkirakan berlebih sekitar 7 juta hingga 8 juta ton. Sebab, pasokan beras diperkirakan mencapai 14,5 juta ton yang berasal dari carry over 3,5 juta ton ditambah produksi 11 juta ton. Sementara, kebutuhan yang berkisar 7 hingga 8 juta ton.

Dalam skenario pesimistis, stok beras diklaim masih akan berlebih sekitar 6 juta ton pada akhir Mei. Dari sisi pasokan, carry over pasokan 3,5 juta ton ditambah produksi sebesar 11,2 juta ton menjadi 14,7 juta ton. Di sisi lain, kebutuhan beras selama Februari-Maret diperkirakan 8,3 juta ton.

Ucap SYL si Mentan NasDem.

Baru 4 hari yang silam, SYL mentan NasDem mengatakan bahwa stok pangan cukup sampai Lebaran. Tapi Lebaran masih jauh, pada tanggal 29 April 2020, Jokowi pun blak-blakan bahwa stok sejumlah komoditas pangan defisit di puluhan provinsi di berbagai wilayah Indonesia.

Kalau bicara ketahanan pangan, rasanya harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kapabilitas dalam memaparkan data, bukan hanya sekadar janji-janji palsu seperti Anies Baswedan. NasDem rasa Anies. Stok pangan yang defisit adalah gula, beras, bawang putih, telur ayam, dan lain-lain. Padahal sebelumnya SYL mengatakan bahwa stok pangan nasional selalu aman.

Apakah dengan demikian, mentan NasDem ini membohongi Jokowi? Rasanya bukan hanya Jokowi. Namun seluruh bangsa Indonesia dibohongi oleh menteri NasDem ini, bukan? Memilih menteri untuk urusan kebutuhan pokok harus sangat hati-hati.

Jangan dari partai yang punya kepentingan segelintir orang tanpa memperhatikan kepentingan seluruh bangsa. Bangsa ini butuh diisi perutnya. Bukan sekadar dikasih kalimat-kalimat manis bak berkebun tebu di mulutnya, seperti yang diucapkan salah satu “orang PSI”.

Pada tanggal 28 April 2020, Jokowi mengungkapkan ada defisit terhadap banyak komoditas pangan di Indonesia. Dalam ratas terkait pangan, Jokowi mengatakan hal ini…

Saya ingin dilakukan hitungan yang cepat! Assesment yang cepat terhadap kebutuhan bahan pokok setipa daerah, setiap provinsi. Agar dihitung mana provinsi yang surplus, mana provinsi yang defisit, berapa produksinya, semuanya harus kita hitung!

Ungkap Jokowi dalam kekecewaannya terhadap SYL si mentan NasDem.

Untuk laporan stok pangan RI, Jokowi mendapatkan data seperti ini. Defisit beras di 7 provinsi, jagung di 11 provinsi, cabai besar di 23 provinsi. Cabai rawit di 19 provinsi, bawang merah di 1 provinsi, bawang putih di 31 provinsi, minyak goreng di 34 provinsi, telur ayam di 22 provinsi dan gula pasir di 30 provinsi.

Lantas, apa respons mentan NasDem ini terkait data yang dipaparkan Jokowi? Mentan NasDem tidak bisa berdalih dan lagi-lagi dan ia berperan seperti Anies, menyalahkan pemerintah pusat dan kebijakan PSBB Jokowi, kemudian menghentikan impor.

Mentan berdalih ia sudah memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian perdagangan, polisi dan pemda untuk menjamin kelancaran jalur distribusi logistik pangan di tengah global pandemic Covid 19 yang menghajar dunia, tidak terkecuali Indonesia.

SYL menyalahkan persoalan logistik dan PSBB. Sumpah gua bingung, kok menteri gak bisa ngakalin ya? Padahal dalam urusan makanan, PSBB tidak berlaku untuk pemerintah pusat. Ini alasan klasik yang dipakai oleh si Mentan NasDem. Justru PSBB bikin urusan logistik pangan lancar! Gimana sih SYL?

Mending ganti nama aja deh jadi YSL, jualan tas aja sono. Yves Saint Laurent.

Ada daerah yang melakukan isolasi, PSBB, itu semua ikut mendinamisasi stabilisasi dari kebutuhan (pangan) kita. Tetapi ini sudah menjadi perintah presiden bahwa semua kementerian bekerjasama untuk menutup defisit itu.

Artinya, ini akan bergantung pada distribusi logistik nya yang harus tetap kita jaga, kemudian transportasi kita berharap tidak ada penguncian, tidak ada rintangan terhadap (distribusi) pangan kita…

Yang sedikit meragukan hanya yang berkontribusi atau terinput dengan importir atau barang barang impor, misalnya bawang putih itu diimpor dari berbagai negara, daging sapi, dan gula. Tetapi semua sudah dalam perjalanan, Insya Allah kalau dalam distribusinya lancar tidak ada yang menghalangi perjalanan..

Maka kita yakin neraca akan tetap bertahan sampai di lapangan. Sekarang saya melakukan kontrol yang kuat dengan Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN untuk bekerja Sama di lapangan untuk mendorong itu dan bersama satgas atau diperkuat oleh kepolisian..

kata SYL secara eksklusif dalam program Closing Bell, CNBC Indonesia, Rabu (29/04/2020).

Kalimat-kalimatnya pun mirip Anies. Tata kata yang mahir, tapi eksekusi malah kontradiktif. Duh. Tolong Pak Jokowi, untuk ketahanan pangan, sebaiknya Anda jangan pakai menteri dari partai yang dekat sama PKS dan Anies. Bahaya. Hanya pintar ngomong.

Begitulah ngoceh-ngoceh.

sumber : seword.com
fb Bus Sinabung Jaya.com
wa Sinabung Jaya.grup
www.sinabungjaya.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *