KORONA GEMBIRA, WALI KOTA BENGKULU IZINKAN TARAWIH DI MASJID, KASIHAN PETUGAS MEDIS

Ronindo-Luar biasa aksi Pemerintah Kota Bengkulu , bukannya mengantisipasi wabah yang kini jadi pandemi ini yaitu Covid-19 eh malah ikut menyambut virus Korona. Jadi Detik melansir bagaimana kebijakan Pemkot Bengkulu ini yang akan mengizinkan warganya yang beragama Islam melaksanakan salat Tarawih berjemaah di masjid saat Ramadhan nanti.

Dengan rekomendasi kaum ulama dan merasa daerahnya aman, Pemkot Bengkulu membuat kebijakan yang luar biasa tapi jelas ini sangat mengundang bahaya. Sayangnya, keputusan sudah diambil, tinggal menunggu pelaksanaannya saja nanti.

Luar biasa parahnya adalah Pemkot Bengkulu bakal mengorbankan para petugas medis. Jadi Pemkot Bengkulu mengklaim akan menyiapkan posko kesehatan di masjid-masjid dan mmeinta petugas medis untuk berjaga-jaga di situ.

“Saya akan panggil satgas COVID-19 untuk membuat posko kesehatan di masjid-masjid yang akan dipakai sebagai tempat salat Tarawih,” kata Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, Senin (20/4/2020).

Helmi Hasan mengatakan posko itu bakal ditempati oleh tim medis. Jika ada warga yang tiba-tiba sakit, tim medis bakal membawa warga itu pulang dengan ambulans.

“Bila ada yang sakit, akan diantar ke rumah dan tidak perlu salat di masjid,” ujar Helmi.

Lah, tim medis kan di rumah sakit, bukan? Kok malah Pemkot dengan arogannya menitahkan untuk menarik petugas medis. Lalu siapa yang menangani pasien, bambaaang???

Kirain posko diisi petugas keamanan, hansip atau satpam. Eh tapi tetap saja beresiko karena sudah banyak kejadian, kumpulan orang apalagi di tempat ibadah sangat beresiko dan membahayakan. Yang repot pasti petugas medis yang bakal kebanjiran pasien.

Pikirannya kok simpel banget. Dangkal dan cetek. Meminjam istilah favorit rekan saya yang kawanua yaitu Bro Mike, dia menyebut oknum seperti itu ‘blekok’. Lebih tinggi dari ‘pekok’ maksudnya, lebih akut dan kronis dan ini sulit dicarikan obatnya.

Mengagetkan kok ada Walikota yang malah menyambut Korona dengan gembira dengan alasan demi hari raya Ramadhan. Jadi alasannya apa?

Terungkap, Pemkot Bengkulu mengizinkan warganya menggelar salat berjemaah di masjid atas rekomendasi MUI Kota Bengkulu. Jadi pihak MUI Bengkulu mengeluarkan maklumat tentang ibadah di tengah pandemi Corona. Meski mengizinkan warga salat berjemaah di masjid, Pemkot Bengkulu meminta warga yang berusia lanjut melaksanakan salat di rumah.

Maklumat MUI Kota Bengkulu dalam menyambut bulan suci Ramadhan tersebut dikeluarkan berdasarkan rapat bersama dewan pimpinan MUI kota Bengkulu. Ketua MUI Kota Bengkulu Zul Effendi mengatakan MUI tetap menganjurkan salat tarawih dan salat Jumat berjemaah di masjid di tengah pendemi COVID-19.

Ada beberapa pertimbangan dari maklumat tersebut. Di antaranya, MUI memandang Kota Bengkulu masih tergolong zona aman pandemi COVID-19. Maklumat ini bisa menjadi pandangan bagi umat Islam di Kota Bengkulu untuk menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan.

Relatif aman dan terkendali? Jangan sombong, virus Korona itu menular secara cepat dan senyap dan Korona akan makin liar berpesta melihat kumpulan jamaah yang akan mengadakan pertemuan tersebut.

MUI Bengkulu ini jelas ceroboh tapi paling konyol ya si Wali Kota. Nggak belajar dari Wali Kota Prabumulih yang berkoar untuk melawan aturan Pemerintah Pusat dengan membiarkan pelajar sekoloah dan ASN tetap masuk. Ujungnya hanya butuh waktu dua minggu langsung daerahnya jadi zona merah dan istri Wakil Walikotanya juga positif Covid-19.

Pola pikir kepala daerah yang macma begini yang membuat kondisi penularan makin cepat dan ujungnya petugas medis yang akhirnya kerepotan besar. Mereka yaitu para petugas medis sih melayani dengan penuh pengabdian kepada semua pasien termasuk Covid-19 tapi dengan ganasnya virus ini dan belum adanya vaksin maka Pemkot Bengkulu sedang bermain-main dengan Korona.

Dikira Korona itu hanya sekedar penyakit flu atau cukup pakai masker, lalu kalau ada yang tumbang maka tinggal dibawa pakai ambulans. Sesimpel itu? Justru kalau sudah ada yang positif dan dengan kumpulan jamaah yang larut dalam perayaan, maka sulit untuk mengontrol penyebarannya.

Para jamaah itu akan saling berbagi kegembiraan plus berbagi virus Korona. Maka tingal menunggu waktu dalam kurang dari dua minggu pasti akan ada dampaknya. Informasi dan video di mana-mana dengan mudah didapatkan untuk menjelaskan betapa mengerikannya penularan virus ganas ini.

Masih meremehkan penyakit Covid-19 ini, nanti kalau sudah banyak korban entar kayak Wali Kota Prabumulih, langsung ngumpet. Hadeh, ada-ada aja Pemkot Bengkulu itu. Hati-hati yang pakai jenggot, nanti maskernya kurang rapat, makanya cukur dulu, haha. Acara itu mending dibatalkan sebelum jatuh korban lebih banyak.

Begitulah kura-kura SewoRD!

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *