AKANKAH NKRI INI HIDUP RUKUN BERDAMPINGAN?

Cuma setan yang tak suka melihat orang beribadah. Hanya iblis yang kepanasan melihat orang beribadah. Saya rasa semua manusia yang mengaku sebagai umat Tuhan yang mengajarkan kasih, dan umat beragama dari agama yang mengajarkan kebaikan pasti setuju dengan kalimat tersebut.

Tahukah kamu kenapa Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel Malang yang berdampingan dengan Masjid Agung Jami’ Malang bisa tetap hidup rukun sejak 150 tahun yang lalu sampai sekarang? Tahukah juga kamu jika di Bali berdiri Puja Mandala Nusa Dua yang di dalamnya berisi 5 tempat ibadah dari 5 agama yang berbeda tapi bisa hidup rukun saling berdampingan dalam satu kompleks? Yang satu mengumandangkan adzan 5 kali sehari, yang satu lagi membunyikan lonceng dan menyanyi bersorak sambil bertepuk tangan di hari Minggu dan di jam-jam ibadah yang sudah ditentukan, yang satunya lagi menghaturkan Puja Tri Sandhya 3 kali sehari, dan masih ada banyak tata cara ibadah lainnya. Semuanya rukun tak ada yang marah-marah.

Sekarang bandingkan dengan kelakuan oknum Haji dan RT di Cikarang yang dengan gelarnya seharusnya jadi panutan justru beringas marah-marah mempermasalahkan ibadah yang dilakukan warga di rumah orang itu sendiri, bukan di rumah Pak Haji, Pak RT atau di rumah orang lain. Lagipula, pemerintah sendiri yang memerintahkan warga untuk ibadah online di rumah masing-masing sehubungan dengan virus corona yang sedang menyerang Indonesia bahkan dunia. Jadi, pemerintah memang sudah seharusnya menangkap orang jahat pengacau seperti ini.

Mau tak mau saya jadi teringat pada seorang sahabat Muslim saya yang sampai tadi pagi masih setia menyapa saya di WA mengucapkan Happy Sunday sambil mengingatkan agar saya jangan lupa beribadah. Untuk membalas kebaikan dan perhatiannya, tiap Jumat saya juga tak pernah lupa mengucapkan selamat Jumatan. Jumat Berkah untuk kita semua pada teman Muslim saya tadi.

Akankah NKRI yang hidup rukun berdampingan sekalipun ada banyak perbedaan masih bisa dirasakan anak cucu kita kelak??? Mari kita doakan negeri ini dengan kesungguhan hati. Mari kita berlomba-lomba menjadi pelaku toleransi yang muaranya jelas dari Tuhan yang adalah kasih dan agama yang adalah kebaikan. Demi Sang Merah Putih yang tetap harus berkibar di ujung tiang tertinggi. Bersediakah kalian menjaga NKRI dengan segenap hati?

fb Jemima Mulyandari

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *