RATUSAN WNI JAMAAH TABLIGH DI INDIA MINTA PULANG, YANG SURUH KE SANA SIAPA?

Argo-Saat ini ada 664 WNI Jamaah Tabligh di India yang diisolasi oleh pemerintah India. Mereka dikunci di 33 lokasi di 12 negara bagian di India.

Seluruh WNI Jamaah Tabligh tersebut sempat ditempatkan di satu lokasi isolasi, namun karena pentingnya Social Distancing, pemerintah India mengisolasi mereka di 34 lokasi karantina, 27 orang di karantina kota New Delhi, sisanya dikarantina di luar New Delhi.

Sebelumnya para WNI jamaah tabligh akbar itu berangkat secara berjamaah ke India untuk mengikuti acara tahunan Tablighi Jamaah yang digelar di Delhi, India, pada tanggal 13-15 Maret 2020.

Konferensi Tablighi Jamaah itu digelar di tengah maraknya Pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Padahal banyak orang yang memilih stay at home agar terhindar dari virus Corona.

Pada tanggal 22 Maret 2020, markas besar Jamaah Tabligh dirazia dan disegel oleh pemerintah India. Ada sekitar kurang lebih 2,500 jamaah yang berada di sana diisolasi tanpa ampun.

Pemerintah India marah besar dan menuding pertemuan tablighi akbar itu sebagai penyebab lonjakan Corona virus yang tidak terkendali di India.

Tak ayal lagi para WNI jamaah tabligh yang juga berada di lokasi tablighi akbar itu kena angkut. Mereka tidak bisa pulang ke tanah air karena dikarantina oleh otoritas setempat.

Para WNI jamaah Tabligh itu wajib hukumnya menjalani isolasi, tidak boleh ada satupun yang boleh keluar dari lokasi karantina karena negara India memberlakukan Lockdown di negara mereka untuk meredam penyebaran virus Corona.

Bahkan pemimpin jamaah tabligh India dikenakan pasal pembunuhan oleh pemerintah India karena melakukan kegiatan yang menyebabkan ribuan orang India tertular virus Corona. Saat ini ada sekitar kurang lebih 4,400 kasus positif Covid-19 di India dimana jumlah penduduknya sebanyak 1,3 miliar.

Begitulah kura-kura akibat fanatik agama yang berlebihan tanpa ilmu pengetahuan dan wawasan tentang negara orang lain. Padahal yang namanya ibadah tuh ya tak perlu lah jauh-jauh. Allah hadir dalam hati setiap manusia dimanapun mereka berada, tidak perlu jauh-jauh ke India segala.

Sekarang para WNI jemaah Tabligh Akbar itu menjerit, meratap dan memohon kepada pemerintah Indonesia agar segera mengevakuasi mereka dari India dan memulangkan ke tanah air.

Pertanyaannya memangnya bisa? Yang suruh mereka mengikuti tabligh akbar ke India siapa? Apakah pemerintah Indonesia? Nanti urusannya ribet lagi bawa virus ke tanah air seperti para jemaah tabligh akbar di Gowa yang pada positif Corona virus itu.

Ulah mereka ini sebelas dua belas dengan ulah bang Toyib yang ngacir ke Arab atas kemauan sendiri. Setelah dikepret oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, baru mengemis dan merengek-rengek minta tolong kepada para anak buahnya di tanah air untuk menekan pemerintah Indonesia agar segera memulangkannya ke tanah air. Memangnya yang suruh dia ke Arab sana pemerintah Indonesia?

Dan soal 664 WNI Jamaah Tabligh yang kini dikunci oleh pemerintah India, saya yakin Pemerintah Indonesia tentu saja ingin memulangkan 664 WNI Jamaah Tabligh itu, tapi tentu saja tidak bisa.

Ini berkaitan dengan kedaulatan negara lain yang menerapkan lockdown secara ketat. Tentu saja tidak bisa serta merta pemerintah Indonesia mencampuri urusan rumah tangga negara lain.

Contohnya para Pecalang di Bali yang mengusir para bule yang tetap nekat mandi di pantai Kuta saat pantai itu ditutup Pemprov Bali untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Memangnya bisa para bule itu memohon kepada negaranya untuk meminta kepada pemerintah Indonesia agar mereka boleh mandi di pantai Kuta? Tentu saja tidak bisa, bukan? Memangnya mereka siapa.

Bukan hanya WNI jamaah tabligh akbar di India saja yang dikarantina secara ketat oleh pemerintah India, kebijakan otoritas pemerintah setempat juga menyebabkan puluhan ribu warga negara India yang berada di luar negeri tidak bisa pulang ke negara mereka. Lantas, apa istimewanya mereka?

Alasan mereka karena hidup mereka susah selama diisolasi. Setiap hari hanya disediakan nasi dan kari isi kentang, sementara untuk minum ada air putih yang rasanya seperti kaporit.

Bukannya bersyukur tidak dibiarkan mati kelaparan, malah mengeluh. Toh masih dikasi makan oleh pemerintah India, bukan? Inilah akibatnya kalau sibuk cari sorga di negara orang.

Saya tidak tahu kenapa mereka nekat mengikuti tablighi akbar di India sana di saat dunia sedang dilanda wabah pandemic Covid-19. Jadi orang kok bebal amat. Heran.

Kebebalan mereka terbukti saat tabligh akbar di Gowa. Sekalipun Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah telah membatalkan acara tersebut H-1 sebelum acara itu digelar pada 19-22 Maret 2020, demi mencegah penyebaran virus corona, nyatanya ribuan jemaah tetap nekat berdatangan ke Pakkato, Gowa.

Akhirnya tak ayal lagi mereka yang nekat ke sana pada positf terpapar virus Corona sehingga menyebar ke seluruh tanah air. Makanya hati-hati. Virus Corona ini sangat berbahaya dan sangat cepat sekali menyebar ke orang lain melalui kontak fisik dan pertemuan-pertemuan dalam jumlah orang yang banyak.

Sebagai umat beragama wajib hukumnya mentaati himbauan dan anjuran pemerintah karena pemerintah juga adalah abdi Allah di muka bumi ini. Jadi sudahlah, jangan bikin repot negara lagi.

Tunggulah setelah Corona virus ini lenyap dari muka bumi, baru silahkan beli tiket pesawat masing-masing untuk pulang ke Indonesia. Tidak ada yang melarang kok. Sudah itu saja ya.

Kura-kura begitu.

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *