KESEKIAN KALINYA, OKNUM POLISI MEDAN MALAK PENGENDARA MOBIL, PAKE MAIN LUDAH LAGI

Agus Oloan-Oknum Polisi Medan memang sudah terkenal kalau soal setop menyetop kendaraan tanpa razia resmi. Oknum-oknum ini suka mengambil keuntungan sendiri dengan cara menyetop mobil ataupun kendaraan roda dua di tempat-tempat yang strategis, tidak kelihatan hanya untuk mencari korban untuk di periksa kelengkapan surat-suratnya dan mencari kesalahan-kesalahan pengendara.

Yang kaca spionnya-lah nga ada satu, yang lampu kendaraan-lah yang nyala, yang helmnya-lah tidak SNI, hingga penutup pentil keretapun bisa menjadi masalah kalau sudah bertemu dengan oknum-oknum Polisi di Medan ini.

Pokoknya kalau sudah terjebak dan disuruh turun, masuk ke Posko atau ke kedai kopi di dekat mereka razia, apalagi surat-surat plus kunci kereta sudah di tangan mereka, maka tidak ada jalan lain kecuali kita harus menyerahkan selembar uang merah atau dua lembar warna biru agar masalah selesai dan tidak berbelit-belit.

Ketika Kepolisian Republik Indonesia gencar-gencarnya melakukan aksi bersih-bersih sebagai bagian dari Revolusi Mental arahan Pemerintahan Pak Jokowi dengan menerbitkan ajakan besar-besaran bersih-bersih di tubuh Polri, masih banyak juga yang tidak takut akan hukuman yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Walau sudah ada ajakan bersih-bersih, namun sepertinya di kota Medan ini, masih ada oknum yang tidak takut. Terbukti mereka menggandeng warga sipil – tentunya yang bisa dipercaya – untuk menampung uang hasil pungli tersebut. Setidaknya itu terbongkar dari hasil video rekaman viral aksi Polisi Medan melakukan razia ilegal dengan setop mobil, periksa STNK dan SIM, mencari kesalahan, lalu memintai sejumlah uang.

Setelah dilakukan pemeriksaan atas video tersebut, hasilnya?

Kembali wajah Kepolisian kita tercoreng oleh ulah oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) Medan, Bripka Rasoki Siregar, usai tertangkap kamera melakukan aksi tidak terpuji dengan melakukan pungli dan bahkan melakukan aksi tidak senonoh dengan meludahi sopir dari mobil yang dia setop.

Aksi ini terekam kamera oleh sopir yang mobilnya telah duluan di setop dan di mintai uang alias pungli yang kali ini, aksinya lebih rapi namun membahayakan. Kenapa dikatakan rapi namun membahayakan? Karena melibatkan oknum sipil untuk menerima uang hasil pungli, sehingga si oknum polisi bisa berkelit tidak menerima uang langsung dari si sopir.

Dalam video yang viral itu, terlihat memang ada perdebatan sengit antara si pengendara mobil dengan oknum polisi Bripka Rasoki Siregar. Dalam video tersebut memang tergambar jelas dirinya diduga melakukan pungli dan meludahi sopir yang disetopnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Rasoki dinyatakan terbukti bersalah meludahi sopir itu. “(Terbukti) ada meludahi pengemudi Mobil Yaris BL-1588-QA,” kata Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Herwansyah Putra, Minggu (12/4/2020).

Rasoki pun dijatuhi sanksi akibat perbuatannya. Dia dimutasi keluar dari jajaran Polrestabes Medan. “Akan dimutasikan keluar dari Polrestabes Medan,” ucapnya.

Sebelumnya, peristiwa yang viral lewat rekaman video dari salah satu warga itu terjadi di Jalan MT Haryono-Jalan Irian Barat, Medan, pada Sabtu (11/4). Kejadian berawal saat Rasoki, yang membonceng seseorang bernama M Wahyu Ikhsan, menghentikan mobil di Jalan MT Haryono dekat rel kereta api.

“Bripka Rasoki turun dari sepeda motor dan menghampiri sopir mobil Agya tersebut dan menegur sopir kenapa tidak menggunakan sabuk pengaman sambil meminta SIM dan STNK,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

Rasoki kemudian memeriksa surat-surat tersebut dan mengembalikan STNK ke sopir. Setelah itu, Rasoki meminta sopir bergerak ke depan agar tidak terjadi kemacetan.

Saat mobil tersebut sudah bergerak, tiba-tiba lewat mobil lain yang disebut menggunakan knalpot blong sehingga dihentikan juga oleh Rasoki. Setelah mobil berhenti, Rasoki menghampiri sopir dan terjadi perdebatan.

“Kemudian Bripka Rasoki memerintahkan sopir Yaris BK-1588-QA tersebut untuk membuka kaca mobil sembari menanyakan kepada sopir ‘Tahu tidak apa kesalahan mu?’ ‘Tidak tahu’, ‘Kamu tidak menggunakan sabuk pengaman. Nanti kamu kecelakaan’, dijawab sopir ‘Biar saja saya tabrakan. Dasar kau Polisi tukang nyari duit’. Perdebatan semakin panas. sehingga menimbulkan emosi Bripka Rasoki dan langsung meludahi sopir Yaris tersebut,” ucap Tatan.

Tatan juga menyebut Ikhsan sempat diminta oleh Rasoki mengembalikan SIM ke pengemudi mobil yang lebih dulu disetop. Saat mengembalikan SIM, Ikhsan disebut menerima Rp 10.000 dari penumpang mobil yang disetop lebih dulu itu.

Terkait dengan tindakan oknum polisi ini, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir SIK MTCP sampai minta maaf karena ulahnya. Jhonny mengakui tindakan bawahannya yakni Bripka Rasoki tidak humanis dan mencoreng institusi Polri dengan sikap emosi dan meludahi pengendara mobil di kawasan Jalan MT Haryono Medan.

“Apalagi saat Polri meredam virus corona. Salah satu oknum polisi yang melukai hati dan saya sebagai Kapolrestabe Medan meminta maaf kepada masyarakat Sumut khususnya Kota Medan, ” katanya Sabtu (11/4/2020) malam.

Nah, akankah video dan kejadian ini bisa menjadi bahan pelajaran bagi oknum-oknum Polisi lain baik di kota Medan, bahkan di seluruh daerah di Indonesia agar tidak bermain-main dengan profesionalisme yang di embannya. Mereka harus bisa menjaga amanah bahwa Polisi adalah Penganyom Masyarakat!

Apalagi di masa sulit seperti ini, ditengah-tengah pandemik covid-19, seharusnya polisi tidak memperkeruh suasana, apalagi bertindak tidak terpuji seperti itu. Sekian!
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *