AWAS….!!! DANA TANGGAP DARURAT BENCANA MUDAH DISLEWENGKAN.

Pemerintah menyatakan telah menyiapkan dana alokasi khusus untuk pencegahan dan penanganan wabah Covid-19 hingga mencapai Rp 62 triliun. Dana tersebut berasal dari relokasi anggaran kementerian dan lembaga pemerintah yang prioritas penggunaannya masih bisa ditangguhkan.

Di satu sisi, anggaran dana bencana sebesar Rp 62 triliun menunjukkan keseriusan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah corona di Indonesia yang sudah sangat masif. Namun, di sisi lain, besarnya jumlah dana yang dikucurkan menimbulkan kekhawatiran akan disalahgunakan atau dikorupsi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab

Bak benalu, korupsi selalu saja ada di republik ini. Hal tersebut tentu menjadi keprihatinan bagi kita semua.
Artinya, korupsi dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan dapat dilakukan oleh siapa saja, tak terkecuali dalam keadaan darurat seperti sekarang.

Minimnya pengawasan dan tata kelola dana (terutama dlm hal peng-SPJ-an yg mudah diakali) mudah membuat bantuan bencana begitu rentan diselewengkan.

Karena semua orang lebih fokus menyelamatkan korban serta mendistribusikan bantuan.

Belum lagi banyak yang meyakini bahwa tidak akan ada orang yang tega dan berani mengeruk keuntungan dari wabah ini.

Kondisi tersebut diperparah dengan informasi mengenai bantuan bencana yang cenderung tertutup.

Kita semua sepakat bahwa korupsi dapat memperburuk keadaan, bahkan memperberat penderitaan para korban.

Seharusnya, situasi darurat virus Corona ini menjadi kesempatan bagi kita sesama manusia untuk saling peduli satu sama lain. Bahu-membahu untuk saling membantu.

Bukan lagi mengutamakan kepentingan pribadi dengan melakukan praktik-praktik koruptif.

#Semoga_Bermanfaat.
#Waspadalah

fb Nora Lanking Indriaswara

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *