KATANYA, PEMERINTAH BELUM MELAKUKAN APA-APA UNTUK ATASI CORONA

Alifurrahman-Belakangan ini, banyak orang mengatakan bahwa pemerintah tak melakukan apa-apa terkait virus corona. Sampai hari ini, klaim semacam itu masih terus ada.

Saya bingung, ini mereka ngga punya kuota apa ngga punya teve? Pemerintah kan sudah melakukan banyak tindakan dan program kebijakan. Masa dibilang belum melakukan apa-apa?

Pemerintah sudah menyediakan obat, meyiapkan RS khusus corona, menyiapkan APD, mendatangkan alat kesehatan, memberikan listrik gratis dan diskon bagi kalangan bawah, tambahan dana bantuan tunai lewat program PKH dan sembako. Memastikan stok logistik siap. Mengatur pembatasan perkumpulan orang dan seterusnya.

Tapi setelah semua itu, tetap saja ada yang bilang, pemerintah belum melakukan apa-apa.

Awalnya saya bingung. Tapi kemudian teringat dengan tulisan beberapa orang teman terkait pemerintah Jokowi. Ini di luar wabah corona. Beberapa orang teman bilang, pemerintah tidak melakukan apa-apa, tidak ada kerjanya. Pembangunan jalan tol itu tidak ada gunanya. Bahkan ada yang bilang, rakyat tak makan aspal.

Dalam sebuah cerita yang lebih lugas, teman saya menulis, jalan tol yang menyambungkan pulau jawa, dan juga sumatera itu cuma katanya. Karena saya tak pernah merasakan atau naik tol. Lalu apa gunanya?

Jika ditarik pada wabah corona, mungkin sebagian orang berpikir seperti itu. Pemerintah dianggap belum melakukan apa-apa, karena mereka tidak merasakan langsung manfaatnya.

Saya berkaca pada diri sendiri. Gara-gara wabah corona, saya juga ikut terdampak. Kantor tutup, pertemuan terbatas, dan pendapatan pun berkurang. Harga iklan pun anjlok. Sementara dollar terus naik, yang artinya semua tagihan server, image, websocket dan seterusnya juga otomatis membengkak.

Rumah saya menggunakan listrik non subsidi. Jadi tidak dapat listrik gratis atau diskon 50%. Saya tak punya cicilan sepeda motor, tak punya cicilan KPR, juga tak punya cicilan pinjaman bank. Jadi meskipun pemerintah sudah memberikan keringanan atau penundaan, saya tak merasakannya.

Lalu apa lagi? saya tak punya kartu subsidi semacam PKH dan sembako. Jadi kalaupun dinaikkan atau dipercepat pencairannya, saya juga tak merasakan apa-apa.

Dalam kondisi seperti saya, jelas saya bisa bilang kalau pemerintah tidak melakukan apa-apa. Karena saya tak merasakannya. Sementara, gara-gara corona, usaha dan pemasukan saya berkurang. Dan buruknya, pengeluaran bertambah drastis karena harga dollar naik.

Artinya, saya juga merasakan kesusahan. Meski levelnya, mungkin sebatas berkurangnya pemasukan dan perlu sedikit memutar otak untuk mencari utang demi menambal beberapa tagihan. Sementara soal makan dan kebutuhan pokok, aman.

Pertanyaannya, berapa banyak orang yang seperti saya? Banyak. Banyak sekali. Dan buruknya, lebih banyak yang tak seberuntung saya. Maksudnya, mereka ikut terdampak, pendapatan berkurang, tidak mendapat subsidi pemerintah, tapi tagihan terus jalan. Bahkan kini mereka mungkin juga sudah harus membongkar tabungannya untuk membeli keperluan dasar dan makan.

Jadi paham ya, alasan kenapa banyak orang mengatakan pemerintah belum melakukan apa-apa terkait virus corona. Ya meskipun mereka tak akan menjelaskan selugas ini, pasti berlindung di balik isu-isu lain yang sebenarnya tidak relevan dengan pengalaman dan kehidupannya sendiri.

Lalu apakah pemerintah perlu merawat mereka? sebagian perlu. Karena memang banyak pekerja informal yang sebelumnya masuk kelompok menengah, tak perlu disubsidi, tapi sekarang sangat butuh pertolongan. Karena sudah tak ada pendapatan.

Namun sebagian lagi, buat orang-orang yang masih bisa makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari, pesan saya begini: kita semua harus bergotong royong. Kita semua tidak menginginkan wabah ini. Bahwa sekarang kita harus sedikit berhemat, tidak menabung dulu, itu harus disyukuri. Karena orang lain, harus menahan lapar karena benar-benar tak punya uang untuk beli makan.

Pemerintah jelas harus memprioritaskan kelompok yang paling rentan. Dana pemerintah harus dihemat, dan tidak dihamburkan kepada kita yang sebenarnya masih bisa makan dan punya cukup tabungan. Apalagi, kita belum tahu kapan wabah ini akan berakhir.

Kita semua terdampak. Kita semua merasa tidak nyaman dengan kondisi ini. Tapi sekali lagi, kita harus bersyukur. Minimal itu. Kalau bisa, bergotong royong melawan krisis ini. Mari bantu saudara atau teman yang kesusahan, semampu kita. Begitulah kura-kura.
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *