KAPOK, KAPOLSEK KEMBANGAN DICOPOT GARA-GARA NEKAT PESTA SAAT CORONA MEWABAH

Rahmatika-Ini lucu campur menggemaskan. Kita tahu bahwa wabah corona yang terjadi saat ini efeknya memang kemana-mana. Tak terkecuali ke pesta pernikahan. Banyak pasangan yang terpaksa menunda acara pernikahan mereka. Beberapa teman saya yang keluarganya ada acara, rata-rata hanya melangsungkan akad nikah sementara resepsinya ditunda entah sampai kapan.

Ada banyak pesta yang dibatalkan oleh pihak Kepolisian. Polres Jayapura misalnya, 26 Maret 2020, membatalkan pesta pernikahan di sekitar Pasar Baru, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura. Tim yang berpatroli pun langsung menuju lokasi resepsi. Mereka mengajak keluarga yang mengadakan acara untuk berdialog. Setelah berdialog, pesta pernikahan itu ternyata tak memiliki izin keramaian dari kepolisian setempat. Keluarga memahami permintaan Kepolisian. Mereka diberi waktu beberapa menit untuk memberi tahu undangan.

Pesta pernikahan di Pamenang, Merangin, Jambi, juga dibubarkan polisi. Kapol Pamenang Iptu Fatkurohman yang didampingi Forkopimcam membubarkan pesta pernikahan Awam, warga Desa Karang Birahi dan Kasno dari Desa Rejo Sari. Meski sedih, mereka menerima tindakan ini.

Acara resepsi pernikahan di Kampung Jengjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten dibubarkan aparat kepolisian, Sabtu 28 Maret 2020. Kapolsek Cisoka, AKP Akbar Baskoro, turun langsung untuk melakukan arahan ke warga penyelenggara hajatan.

Polsek Matangkuli, Aceh Utara, membubarkan acara pesta pernikahan yang digelar warga Desa Teungoh Seulemak, Kecamatan Matangkuli di tengah pandemi virus corona. Aksi pembubaran tersebut berlangsung Senin 30 Maret 2020, sekitar pukul 11.30 WIB, di saat anggota kepolisian tengah keliling wilayah untuk menyampaikan sosialisasi tentang aturan jam malam. Petugas lalu memanggil kepala desa dan pemilik rumah yang mengadakan pesta pernikahan tersebut. Para tamu undangan diminta untuk segera membubarkan diri dan pulang secara persuasif dengan dasar hukum maklumat musyawarah pimpinan daerah (muspida) dan pemerintah provinsi.

Jajaran Polsek Kandai, Kota Kendari, menghentikan acara resepsi pernikahan salah seorang warga di Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kandai, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Untung saja pihak keluarga mengerti dan tidak memaksakan untuk melanjurkan acara resepsi dan hanya menggelar acara akad nikah saja.

Dari sini kita tahu bahwa aturan ini berlaku dari Sabang sampai Merauke sebab memang Kapolri sudah mengeluarkan maklumat. Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 dikeluarkan menyusul makin cepatnya penyebaran penularan COVID-19 di Indonesia.

Dalam maklumatnya, Kapolri Idham meminta seluruh masyarakat tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri. Seperti dalam bentuk seminar, lokakarya, konser musik, festival, bazar, pasar malam, pameran, unjuk rasa, kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, pawai, karnaval, hingga resepsi keluarga, serta kegiatan lainnya yang mengumpulkan massa. Apabila ada keperluan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang agar dilaksanakan dengan menjaga jarak sesuai dengan prosedur pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Lucunya nih, Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana, yang notabene anak buah Kapolri dan harusnya menaati aturan dari Bosnya eh malah nekat menyelenggarakan pesta resepsi. Ya, Kompol Fahrul Sudiana menggelar pernikahannya dengan selebgram Rica Andriani pada Minggu 21 Maret 2020 lalu. Resepsi pernikahan keduanya digelar di Hotel Mulia di bilangan Senayan, Jakarta Pusat. Padahal dua hari sebelumnya, Kapolri sudah mengeluarkan maklumat itu.

Ya mungkin alasannya sudah menyebarkan undangan dari jauh hari, tapi saya rasa semua pengantin yang didatangi Polisi di daerahnya masing-masing pun juga sudah menyebarkan undangan jauh-jauh hari. Mestinya sih Kompol Fahrul dan pasangan lebih punya common sense untuk menunda resepsi pernikahan. Cukup akad saja. Ya bayangin dong kalau Kapolseknya saja bandel nggak nurut, gimana bisa mau menertibkan warga? Andai ada warga di situ yang pestanya mau dibubarkan mereka tinggal tunjuk saja Kapolseknya. Bodohnya lagi, acara resepsi sang Kapolsek itu diposting di IG. Hasrat show off mengalahkan rasionalitas untuk tetap stay low, lupa dengan jabatan.

Akibatnya, Fahrul dimutasi ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya. Fahrul dinilai telah melakukan tindakan indisipliner. Kalau menurut saya jangan Fahri saja, siapapun di situ termasuk atasannya yang tahu tapi membiarkan mestinya juga ditindak. Ya semoga saja para abdi negara ini kapok berbuat seenaknya, dan hukumannya juga dihukum beneran bukan sekedar untuk mendinginkan suasana sebab saat ini Kompol Fahri memang sedang jadi sorotan. Bravolah untuk ketegasannya!
sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *