BERHEMATLAH UNTUK DIRI KITA, BERBAGILAH UNTUK YANG KESUSAHAN

Tadi siang saya benar2 terperanjat. Ceritanya waktu menyusuri jalan menemui pengamen, pedagang asongan, tambal ban saya melihat ada sebuah pangkalan ojek di persimpangan lampu merah.

Dua orang abang ojek mangkal di sana. Satu orang duduk dengan tatapan kosong. Satu orang tidur rebah miring membelakangi jalan raya.

Matahari lagi terik sekali. Saya menepi. Lalu memanggil si abang ojek yang sedang melamun.

“Bang Ojek..kemari bang..abang sudah makan?”, ucap saya kencang.

Si abang yang sedang melamun belum menjawab pertanyaan saya, tetiba si abang yang tertidur melompat dari tidurnya.

Ia spontan berdiri sambil ngucek2 kedua bola matanya.

“Saya belum makan dari pagi Pak”, ujarnya cepat.

Saya menelan ludah. Alamakk. Mungkin si abang tidur untuk menghemat energi. Menahan lapar. Sudah dari pagi mangkal belum dapat penumpang.

“Terimakasih ya Pak..terimakasih banyak”, ujar si abang gojek sambil memeluk nasi bungkus itu. Saya speechless.

Memang kondisi sekarang serba salah. Di mana2 sepi. Orang takut keluar. Apalagi detak nadi bisnis semakin lemah denyutnya. Hampir semua sektor terkena imbas.

Dan yang paling hilir seperti abang ojek dan pedagang asongan kaki limalah yang paling terpukul. Kita berada pada periode terberat sejak krisis 98.

Tapi saya percaya badai ini pasti berlalu. Dan badai ini tidak akan membuat kapal besar bernama Indonesia Raya ini tumbang.

Kita punya sejarah panjang sebagai bangsa yang punya solidaritas sosial yang kuat.

Kita bisa saja dihantam badai besar, tapi badai itu tidak akan pernah bisa menenggelamkan kekuatan terbesar warisan nenek moyang kita. Apa itu? Gotong royong. Saling tolong menolong. Kita bukan bangsa selfish. Kita punya pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Teman2 semuanya…
Di manapun teman2 berada, ingatlah saat berdoa sebelum makan di meja makan. Ada saudara2 kita yang sekarang ini sehari makan sekali saja sudah mengucap syukur.

Berhematlah untuk dirimu, berbagilah untuk sesamamu yang lagi kesusahan.

Semoga Tuhan menolong kita

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga & fb

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *