KEUANGAN SEDANG OLENG KARENA CORONA? WASPADAI TAWARAN PINJAMAN YANG BISA MENJERAT!

Widodo SP-Pukulan virus Corona ini terbukti sudah menyenggol sendi-sendi perekonomian, mulai dari perekonomian negara, perusahaan milik negara dan swasta, para pedagang besar dan kecil, penjual makanan keliling, hingga pengemudi transportasi berbasis daring … semua kena imbasnya.

Akibatnya, keuangan keluarga pun terancam (atau malah sudah) mulai oleng. Sebagian karyawan mungkin juga bertanya-tanya: “Apakah hasil kerja bulan ini akan sepenuhnya diberikan oleh perusahaan, dengan penyesuaian sana-sini yang sudah dilakukan?”

Sebagian mungkin sudah sangat yakin bahwa upahnya kali ini tidak akan penuh karena ada penyesuaian terkait situasi dan kondisi, yang membuat keuangan perusahaan juga sedikit oleng. Kondisi yang bisa saja akan lebih buruk jika pada April dan Mei nanti kondisi semakin berat … bisa jadi penghasilan tinggal 50 persen yang masuk, itu pun belum dipotong ini dan itu .. termasuk pinjaman, kredit, atau cicilan yang kudu dilunasi … Oalah, pusingnyaa….!

Nah, dalam kondisi begini, saya khawatir akan dimanfaatkan (secara negatif tentunya) oleh para oknum yang berbinis di jasa pinjaman (baik offline maupun online) hingga peminjaman yang bersifat keliling (di sini disebut: Bang Plecit) yang seolah berbaik hati menawarkan pinjaman cepat, dalam jumlah berapa pun, tetapi tentu saja … bunganya selangit!

Dalam kondisi sukar seperti ini, dimana sebagian karyawan kontrak mungkin kudu meratapi nasib gara-gara diputus kontrak (karena keadaan perusahaan), sebagian dirumahkan atau cuti di luar tanggungan (alias cuti tapi tetap dipotong gaji), sementara kebutuhan hidup harus dipenuhi, plus keinginan hidup yang kadang masih sukar dikendalikan, juga ada yang kadung deal dan harus dicicil setiap bulan …

Berhati-hatilah agar jangan sampai tawaran manis berwajah bak malaikat tadi mempesona kita, sehingga tanpa berpikir kita akan langsung menerima, tanpa berpikir panjang akan konsekuensinya pada masa mendatang!

Akan tetapi, saya juga menyadari bahwa “situasi terdesak tak jarang membuat orang bertindak nekat”, tetapi kalau sudah urusan pinjaman yang berbunga selangit dan beranak pinak begitu cepat … please pada sedulur sebangsaku… berpikir seribu kali sebelum mengiyakan tawaran itu!

Kita kan masih ingat dengan jelas bagaimana sampai 2019 lalu, masih cukup ramai pemberitaan soal jerat pinjaman online yang mencekik leher banyak orang. Gimana nggak mencekik dan bikin shock kalau pinjaman 1,5 juta bisa menjadi pengembalian sampai 30 juta rupiah?

Belum lagi kalau urusan saja pinjaman online (pinjol) masih disertai tercemarnya nama baik karena semua kontak di HP si peminjam lantas dihubungi secara random, t’rus diminta membantu menagihkan, dengan menyebut nama dan nominal utang, tanpa tedeng aling-aling? Berapa banyak pasangan akhirnya ribut gara-gara masalah begini? Berapa banyak pegawai di-PHK karena dianggap bikin malu perusahaan? Berapa banyak yang akhirnya juga mengundurkan diri karena merasa malu namanya sudah tersebar sebagai orang yang punya utang, tapi gagal bayar?

Jadi, mumpung belum marak pinjaman model begitu … sekali lagi izinkan saya mengingatkan pada sedulur di seluruh Indonesia agar tidak mudah tergiur pinjaman, dengan bunga tak tak masuk akal, sebutuh apa pun keluarga Anda!

Jika masih ada cara lain, misalkan meminjam saudara yang kebetulan dalam kondisi ekonomi baik, mungkin dapat ditempuh. Namun, jangan lupa berkomitmen membayar atau mengembalikan. Jangan lagi berlaku sindiran:

“Perkara utang, yang diutangi biasanya lebih galak kalau ditagih!”

“Perkara utang, mendadak orang punya ilmu ngilang dan ngeles!”

(dan sebagainya … yang sering terjadi di negeri ini)

Kuncinya adalah memperhitungkan kemampuan membayar, lalu jika pada waktunya tetap meleset, berusahalah tetap membayar sekalipun jumlahnya lebih sedikit, sambil disertai permohonan maaf yang tulus, juga ikhtiar untuk melunasi pinjaman itu pada waktu mendatang.

Akhirnya, saya berdoa kita semua diberi kreativitas untuk tetap dapat menghasilkan uang di tengah situasi sulit seperti saat ini, yang belum pasti kapan berakhir. Berdoalah karena Tuhan pasti tidak akan membiarkan umat-Nya kelaparan atau kekurangan, asalkan kita sudah berikhtiar.

Jangan asal pilih atau mengiyakan pinjaman berbunga tinggi sebagai jalan pintas … karena pinjaman begitu memang awalnya manis, seperti malaikat atau cewek ayu … tetapi belakangnya seperti seringai setan yang bisa menjerat!

Begitulah kura-kura …

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *