SOCIAL DISTANCING, WORK FROM HOME, DAN LIBUR CORONA YANG BIKIN SUAMI WAS-WAS!

Widodo SP-Tiga istilah yang saya pakai sebagai judul artikel ini rasanya begitu lekat dalam benak masyarakat Indonesia belakangan ini. Terutama sejak virus Corona atau Covid-19 mulai merebak, menginfeksi hingga ratusan orang, dan telah merenggut nyawa puluhan orang di negeri ini.

Meski … kita juga kudu bersyukur karena pemerintah di bawah komando langsung Presiden Jokowi terus berupaya mencari solusi yang tepat, berdampak langsung, dan diharapkan dapat segera mengeluarkan negeri ini dari krisis di berbagai sektor gara-gara serbuan Covid-19.

Lantas, apa kaitan dengan judul artikel ini?

Sederhana saja … saya cuma teringat bahwa beberapa hari ini, tiga istilah di atas menjadi bahan pembicaraan di manapun saya berada. Tak hanya di rumah, juga di kantor dan grup WhatsApp gereja pun membahas mengenai hal ini.

Membuka media sosial … sama saja … baik saya menggunakan Facebook, Instagram, sampai Linkedin … ketiga istilah tadi cukup mendominasi layar komputer dan gadget sayakira-kira ada yang belum tahu medsos apa yang terakhir saya sebut tadi?

Kita mulai yang pertama … social distancing … atau kalau saya sederhanakan kira-kira menjaga jarak dalam relasi sosial, atau ketika kita berada di luar rumah. Beberapa upaya social distancing sudah dipraktekkan di berbagai belahan negeri ini, yang mungkin sering kita lihat di media sosial atau berita online. Salah satunya kemarin saya lihat di Surabaya, dimana mulai dibuat garis-garis atau kotakan untuk memberi jarak berdiri antara seorang dengan yang lain.

Kursi dan meja makan juga terlihat mulai ditata dalam jarak tertentu … guna menghindari potensi penularan Covid-19 melalui cairan tubuh, baik bersin, dahak, maupun ludah yang mungkin muncrat ketika seseorang bicara.

Karena alasan inilah, cerita dari beberapa karyawan di kantor swasta, social distancing juga sudah mulai diterapkan, mulai dari menjadwal masuk karyawan secara bergilir, bekerja di rumah, sampai meliburkan karyawan pada hari tertentu secara bergantian.

Berikutnya..istilah “Work From Home”(WFH) … atau kalau dalam bahasa Jawa saya pakai istilah KNO (Kerjo Nang Omah) … dimana selain para ASN, cukup banyak kantor swasta menerapkan kebijakan ini.

Siang tadi saya pun sesaat ber-chat ria via WA dengan salah seorang karyawan ASTRA yang sedang bekerja di rumah.

Bosen? Aneh? Merasa asing? Mungkin saja, tetapi mau tak mau … teman saya mengakui … cara ini dapat membantu mengurangi potensi penyebaran Covid-19 karena meminimalkan pertemuan dengan orang lain dalam jumlah besar, seperti ketika masuk kerja biasa.

Bagi pemilik usaha dan direktur, mengatur kebijakan WFH (KNO) tentu saja tidak mudah. Waktu yang mepet, dampak yang langsung menghantam, dan kebijakan yang kudu segera dibuat (berpacu dengan penyebaran virus) memerlukan hikmat, kecermatan, ketepatan, sekaligus kemampuan meredam gejolak yang mungkin muncul.

Sebagian dari SEWORD-ers mungkin sudah beberapa hari ini, atau baru akan mulai WFH pada Senin depan.

Selanjutnya … Libur Corona … inilah yang mungkin ada di benak para murid sekolah di Indonesia terkait libur dadakan selama 14 hari. Padahal, sebenarnya kan mereka tidak betulan libur, cuma lokasi belajarnya yang dipindah ke rumah masing-masing.

Seorang guru menceritakan bahwa sejauh ini para murid di kelasnya cukup antusias untuk belajar dengan cara yang baru, meski di metode home-schooling sudah biasa. Mereka sesekali bahkan saling berkomunikasi lewat video call … jika saling memberi semangat menjalani libur Corona yang sementara masih dipatok sampai akhir Maret 2020.

Kreativitas, perhatian, dan kepedulian guru juga menentukan sejauh mana proses belajar di rumah ini bisa lancar atau ambyar. Komunikasi dengan orangtua juga tak kalah penting, karena ada banyak orang tua mungkin bingung: Ini anak saya mau disuruh ngapain lagi?

Ya, nggak para orangtua? Guru yang saya bilang tadi, bahkan mewanti-wanti agar para anak didiknya tidak kelayapan ke mana-mana, apalagi berwisata, nge-mall, dan piknik ke luar kota … sebagai cara untuk menerapkan social distancing sekaligus mencegah mereka tertular Covid-19.

Akhirnya, harus diakui bahwa kita semua hari-hari ini kudu menahan diri dari segala aktivitas di luar rumah. Bagi yang masih bekerja di kantor, sekarang kudu menjalani rute rumah-kantor-rumah-kantor setiap hari.

Sehabis pulang … ndekem di rumah alias tak usah ke mana-mana.

Kuota bisa boros …

Tagihan listik mungkin sedikit naik …

Daya konsumsi juga mungkin sekali meningkat …

Dan yang ditakutkan para suami atau membuat was-was … meski nanti keluarga bebas Corona, tapi istrin menjadi positif gimana? Nambah anak lagi dong…?

Eits khusus yang terakhir … asalkan positifnya bukan terkena Covid-19 melainkan mblendhung alias hamil … saya justu menanti-nantikan saat berbahagia itumomen yang sudah cukup lama kami tunggu sejak menikah.

Apalagi selama seminggu ke depan saya harus menjalani WFH (KNO), yang berarti aktivitas sejak pagi sampai malam akan lebih banyak di rumah. Saya akan menanti-nantikan momen itu dengan semangat …! Doakan kami ya, SEWORD-ers di seluruh Indonesia…! 😀 😀 😀

Begitulah kura-kura…

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *