FPI MINTA CARA ANIES TANGANI CORONA DIJADIKAN ACUAN PENANGANAN SKALA NASIONAL

Xhardy-Panggung wabah corona ternyata sangat luas dan sedang nge-trend saat ini. Siapa pun yang berdiri di atas panggung tersebut dipastikan akan mendapatkan sorotan dan spotlight tidak peduli mau bertingkah atau berjingkrak seperti apa di sana.

Setelah media, politisi dan artis ikut cari panggung, sekarang FPI pun tidak ingin ketinggalan dan ikut membangun panggungnya sendiri.

Bahkan, serasa negara ini punya mereka sendiri, FPI mengeluarkan maklumat terkait wabah virus corona. Maklumat tersebut ditandatangani oleh Ketum FPI Ahmad Shobri Lubis dan Sekretaris Umum FPI Munarman, serta diketahui langsung oleh Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Dalam maklumat tersebut, FPI meminta Jokowi mencontoh tindakan Anies dalam menangani wabah corona dan dijadikan acuan penanganan skala nasional. “Mengapresiasi langkah langkah antisipasi dan pengelolaan upaya upaya pencegahan penyebaran virus corona yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta. Dan menjadikan model penanganan yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta sebagai rule model dalam penanganan pandemi virus corona di seluruh Indonesia,” tulis Maklumat tersebut.

“Menyesalkan kelambanan dan gagapnya Pemerintah pusat dalam menangani penyebaran virus corona. Tindakan Pemerintah Pusat yang awalnya terkesan meremehkan bahkan memperolok, serta menyembunyikan informasi, melakukan operasi senyap intelijen dalam penanganan pendemi virus corona telah mempertontonkan inkompetensi jajaran pejabat tinggi negara dalam melindungi keselamatan rakyat Indonesia,” kata FPI.

Saya mau ketawa, tapi takut terkentut-kentut, malu kalau didengar orang, mau ditaruh di mana muka saya yang cakep ini. Mau ketawa, tapi takut dosa, tak dapat sertifikat hak milik kavling surga. Serba salah sih, tak ketawa, ditahan itu tidak baik bagi kesehatan. Bingung jadinya.

Kelompok ini entah dikasih apa oleh Anies sehingga cara menjilat sangat luar biasa elegan dan outstanding. Jilat sampai kinclong dan bersih mulus. Mungkin mereka dikasih nasi bungkus pakai kari salmon Alaska. Atau entah mereka makan apa tadi sehingga ngomongnya keterlaluan ngawurnya.

Kalau cara Anies tangani corona dijadikan acuan skala nasional, percayalah, negara ini bubar dalam hitungan minggu. Itu bukan panduan penanganan corona, tapi panduan mengacaukan negara dan membuat warga kocar kacir seperti kadal kehilangan induk.

Cukup satu contoh. Anies membuat warga Jakarta pengguna MRT dan TransJakarta menjadi ikan sarden yang terhimpit dalam kaleng hingga penuh sesak. Rute dipangkas, jadwal pun disunat, warga pun berdiri manis seperti sedang mengikuti upacara bendera atau antre sembako.

Hanya orang tak waras yang mau mencontoh gubernur bod*h yang membatasi transportasi umum sehingga orang antre panjang dan berdesakan dalam yang mengakibatkan penularan virus makin mudah. Kecuali negara ini mau dibikin kacau balau dan ricuh, cara yang dilakukan Anies ini luar biasa.

FPI saat mengeluarkan maklumat ecek-ecek itu, mungkin sedang melamun. Sendiri saja tidak bisa diatur. Demo berkali-kali di depan kedubes India, padahal sudah ada larangan dari Anies untuk melakukan kegiatan kumpul massa. Urat malu mereka sudah putus.

Setelah Anies mengumumkan keadaan genting corona beberapa waktu lalu, FPI dan komplotannya malah demo di kedubes India.

Bagusnya FPI bikin maklumat khusus, yaitu cari pulau kosong, lalu bikin sebuah negara tandingan, misalnya nama negara Kadrunesia. Lalu angkat presiden, wakil presiden, berikut menteri-menterinya. Kemudian lakukan lockdown hingga batas waktu selama-lamanya, tak usah membuka diri, biar tidak ada virus corona yang melompat dan nyeberang ke sana. Sekaligus mereka bisa bikin ideologi baru yang sesuai impian mereka, khilafah dan syariah. Dengan lockdown total, ideologi komunis dan PKI tidak akan bisa masuk. Racun drama Korea dan girlband Korea cantik molek sambil menari lemah gemulai itu tidak akan menggoyahkan iman mereka. Asing dan Aseng juga tidak bisa masuk.

Publik pun akan berterima kasih kalau mereka melakukan ini. Senang kalau mereka enyah saja selamanya, tak perlu bikin semak dan tiap hari mendengar ocehan mereka yang bikin sakit telinga.

Pemerintah sudah keluarkan protokol dan maklumat. FPI tak perlu ikut campur. Mereka bukan penguasa. Tiadakan demo, itu sudah cukup. Kalau mau bermain presiden-presidenan, seperti yang tadi dikatakan, cari pulau kosong dan lockdown total selamanya.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: seword
fb Bus Sinabung Jaya
wa Sinabung Jaya grup

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *